main cast
:
junho
JR
Nichkhun
Genre :
romance, action , de el el …
author :
thiez
rate : M
(perlu bimbingan saya jika membaca ini … hehehe #plaaak)
disclamer
: yang milik saya adalah hanya file ini .
warning :
boy x boy
( yaoi )
namja x
namja
chapters :
2 of 3
(tadinya
mau 2 chap tapi ternyata kepanjangan)
"jadi bagaimana ? Apa yang kau
temukan ?!" nichkhun bertanya seraya berjalan masuk ke dalam ruangannya di
ikuti oleh jinwoon yang mengekorinya
"aku menemukan jika orang memakai jam tangan itu mungkin adalah anggota
sebuah kelompok
tertutup karena hanya beberapa orang yang memakainya itu juga . . . Tidak
banyak yang tahu tentang bagaimana isi kelompok itu" jelas jinwoo yang
sudah berdiri di depan nichkhun yang saat ini sudah duduk di hadapannya .
"semalam sunbae kemana ? Aku menunggu mu karena kau bilang aku harus
laporan secepatnya . . . Ternyata sunbae malah tidak datang dan menyuruhku
pulang begitu saja " jinwoon mulai mengeluh akibat ketidak propesionalan
nichkhun semalam padahal itu adalah kali pertama nichkhun mengenyampingkan
pekerjaannya .
"maafkan aku . . . Aku ada urusan mendadak . . . Jadi di mana kita bisa
menemukan orang2 itu ?!"
"di salah satu taman . . . "
"kita kesana sekarang . . ." nichkhun langsung beranjak dari kursinya
dan segera keluar dari kantor menuju taman yang di maksud jinwoon dan tentu
saja mereka pergi bersama di sebuah taman sejauh mata memandang terlihat banyak
sekali remaja2 yang tengah asik dengan aktifitas
mereka masing2 terdapat banyak remaja yang duduk2 di kursi taman ada pula yang
tengah
melakukan free style sepeda dan juga skeatboard pada arena khusus yang di
sediakan di tengah taman . Sementara itu di bagian atas sebuah bangunan terdapat
dua namja yang tengah duduk bersantai di sana . Mereka tengah melihat beberapa
orang yang melakukan latihan parkour di gedung2 yang ada di sekitar sana .
"taecyeon akan segera datang . . . Apa kau mau bermain lagi ?!" chansung
mendekati jr yang duduk di lantai dengan posisi selonjuran santai jr mendongak
memandang chansung yang ada dalam posisi berdiri.dia sedikit menghalangi matanya
dari sinar terik matahari dengan tangannya malah terlihat seperti memberi
hormat pada chansung . "ani . . Aku lelah . . ." jawabnya masih dalam
posisi duduk2 nyaman .
"kalau begitu aku ke bawah dulu . . . "
"nde . . ." chansung turun meninggalkan jr sendirian untuk bergabung bersama
teman2nya yang lain bermain skeatboard namun tiba2 saja datang beberapa orang
ke area taman itu dan menghentikan segala
aktifitas yang ada di sana
"diam semuanya tenang . . . Kami polisi . . . " ucap salah satu dari orang2
yang baru saja datang
mereka lantas mengumpulkan orang berderet di tengah arena sepeda walau dengan
tidak rapi. Nichkhun dan jinwoon langsung berjalan mengitari taman memperhatikan
setiap orang yang ada di sana satu persatu mulai dari wajah mereka dan juga memperhatikan
kedua pergelangan tangan mereka. Hingga tiba2 saja Jinwoon yang tengah
memperhatikan salah satu orang itu segera menarik tangan kirinya yang menggunakan jam tangan
hitam dan memperhatikan jam itu namun wajah nya berubah kecewa saat jam itu ternyata
bukan jam tangan yang mereka cari . Chansung yang memperhatikan hal itu mulai sadar
dan mengerti akan apa yang tengah para polisi itu cari
dan ahirnya dia memutuskan untuk mundur beberapa langkah ke belakang seraya
melepaskan jam yang dia pakai namun belum sempat jam itu dia lepaskan jinwoon
sudah berteriak .
"kau !" jinwoon yang menyadari gelagat chansung yang mencurigakan
walau ada di barisan belakang terhalang beberapa orang segera berjalan menghampiri
chansung dan hal itu juga membuat nichkhun ikut mempehatikan nya . Chansung memandang
jr yang saat ini juga memperhatikan nya chansung memberikan isyarat kepada jr untuk
segera lari dan setelah jr
mengangguk mereka berduapun berlari untuk kabur . Nichkhun yang saat
memperhatikan
chansung memandang jr ahirnya ikut mengalihkan pandangannya ke arah jr yang
berlari bersamaan dengan chansung hingga
saat ini jinwoon mengejar chansung yang berlari ke arah jalan raya dan nichkhun
juga mengejar jr yang berlari di antara gedung2 . Jr yang berlari di atas
gedung itu menekan salah satu tombol yang ada di bagian samping jam tangan yang
dia pakai berulang kali dan setelah itu melompat ke gedung lain nya dan kembali
naik ke lantai paling atas gedung itu . Sementar chansung berlari menyebrangi
jalan raya yangbegitu ramai menghindar dari kejaran jinwoon yang berada beberapa
meter di belakangnya . Chansung juga menekan tombol yang sama dengan tombol
yang jrtekan tadi yang ada di jam tangan nya.
In car
titit
jam tangan yang taec pakai berbunyi dia lalu menarik lengan bajunya sedikit ke
atas agar jam tangannya bisa terlihat , mata taec terbelalak saat layar jam
digitalnya tiba2 berubah menjadi hitam semua dan hanya ada dua titik hijau
berkedip yang terdapat pada titik2 koordinat tertentu
yang bisa dia lihat di jam itu juga. Dengan kilat taec menginjak pedal gas
mobilnya semakin dalam untuk menuju ke tempat yang di maksudkan oleh jam nya
(yang dengan otomatis menyambung dengan
mobil) *gk ngrti mian jika gk nntn emang agak ribet*
DORR
nichkhun melepaskan satu tembakan yang di tujukan ke udara namun peringatan itu
sama sekali tidak di gubris jr yang masih terus berlari dan nichkhun juga masih
tetap mengejarnya . Jr menutup pintu besi yang baru saja dia lewati dan pintu
itu terkunci dengan otomatis . Setidaknya itu bisa memberikan hambatan bagi
nichkhun yang akan melewatinya saat ini . Nichkhun mendorong dan menarik pintu
itu dengan tidak sabaran berharap agar pintunya terbuka namun hasilnya nihil saja
.
DORR
tembakan kedua nichkhun arahkan kepada jr yang sukses mengenai leher belakang
bagian kiri jr dari sela2 pintu besi tadi
"akh . . . Ahh . . ." langkah kaki jr terhenti dengan spontan tangan kirinya
meraba leher belakangnya yang terasa sakit . Jr bisa merasakan jika area itu
terasa basah yang tanpa dia lihatpun dia
yakin jika itu adalah darah . Perlahan namun pasti jr kembali memaksa kakinya
untuk berjalan dengan cepat menuju ke sisi gedung .
Chansung yang masih saja berkejaran dengan jinwoon kearah keramain sesekali
malah menbrak pejalan kaki yang berlawanan arus dengan mereka . Chansung yang
berlari menuju tangga sempat mengambil tanpa permisi satu skeatboard yang
disimpan di samping pemiliknya yang kemudian dia gunakan untuk menuruni tangga
, chansung menuruni tangga dengan cara menaikan skeatboar yang dia kendarai
pada palang besi yang biasa di gunakan sebagai pegangan yang ada di tengah
tangga tentu saja itumembuat dia lebih cepat danmeninggalkan jinwoon semakin jauh
. Setelah menuruni tangga dia membiarkan begitu saja skeatboard naas tadi dan
kembali berlari wajah tampan itu mengutas senyum saat melihat sebuah mobil
hitam melaju ke arahnya .
"kajja !!!" taec membuka pintu mobil nya seraya berteriak ke arah
chansung yang juga langsung menghampirinya untuk masuk ke dalam mobil . Dan setelah
chansung berhasil masuk taecyeon kembali melajukan mobilnya dengan
cepatmeninggalkan tempat itu .
"arrgg . . . Sialan !" jinwoon yang baru saja sampai bahkan tidak dapat
melihat plat nomor mobil yang membawa chansung tadi .
*
dengan tangan yang gemetar karena menahan sakit dan juga gugup apa lagi saat memasangkan
tali pada dirinya jr bisa melihat bercak darah yangada di tangan nya yang tadi
dia gunakan untuk meraba leher dan itu membuat jr malah semakin gugup pandangannya
mulai mengabur dengan nafas yang semakin lama semakin memburudengan tidak
beraturan .
Breng breng
(suara pintu besi yang di paksa di buka gt di tendang di dobrak dsb.)
jr menoleh sekilas ke belakang dan segera menyelesaikan pemasangan tali tadi,setelah
dia anggap semuanya siap jr segera menuruni gedung itu dengan cara selayaknya
menuruni tebing menggunakan tali namun tiba2 saja saat baru setengah tinggi gedung
itu dia lewati jr merasa tubuhnya begitu lemah dan ahirnya dia tidak dapat mengendalikan
tali yang mengikatnya dan malah terus terulur tanpa kendali
brugh
tubuh jr sukses menghantam lantai keras di gang pinggir gedung dalam posisi
tengkurap .
"hukk . . Uhuk . . . Uhuk . . ." jr terbatuk dengan darah kental yang
juga turut keluar dari mulutnya . Jr
menghapus darah yang membasahi bibirnya walau tidak sempurna . Dia lantas melepaskan
tali yang dia gunakan dan perlahan berjalan ke arah jalan raya dengan tubuh berlumuran
darah . Perlahan walau dengan buram jr bisa melihat sebuah mobil yang masih melaju
itu membuka pintunya membuat jr yakin itu adalah mobil taecyeon apalagi mobil
tersebut
melaju ke arahnya .
*
brakk
ahirnya nichkhun bisa membuka pintu besi yang mengurungnya nichkhun langsung
berlari ke sisi gedung ,melihat ada tali yang terpasang di sana membuat nichkhun
beralih melihat kebawah dan dapat dia lihat hanya sebuah mobil hitam yang melaju
meninggalkan tempat itu . Di pabrik bekas junho yang baru saja keluar dari kamar
mandi mengambil kunci mobil yang dia letakan di meja komputer dia lantas
berjalan hendak keluar dari ruangan itu hanya saja tepat saat junho
membuka pintu dia melihat chansung masuk dengan tergesa2
"ada apa chan ...." junho menghentikan kata2nya saat matanya
menangkap bayangan taecyeon yang masuk ke dalam ruangan itu dengan posisi menggendong
jr dengan kedua tangannya bridal style) junho menjalarkan pandangan matanya dari
tangan jr yang menjuntai ke bawah dengan kaku dan berlumuran darah terus
beralih memandang wajah namja kecil itu yang pucat pasi .
"chansung kau sudah menyuruh minjun datang kan ?! Kapan dia akan sampai
?" taec bertanya seraya membaringkan tubuh jr di atas meja panjang yang
ada paling dekat dengan nya . Junho melangkah dengan kaki yang lemah seolah
tidak bertulang hingga beberapa kali kakinya hampir terkilir saat menghampiri meja
dimana jr terbaring
"minjun hyung dalam perjalanan . . . " jawab chansung lemah karena
memperhatikan junho yang saat ini menghampiri jr
"apa yang terjadi ?" perlahan mata jr yang sudah menutup itu sedikit
terbuka menggerakan kelopak matanya dengan susah saat mendengar suara junho
yang saat ini ada di sampingnya . Jr
hanya bisa menggerakan bibirnya mencoba untuk bicara padajunho , dengan mata
yang hanya terbuka sedikit itu jr memandang wajah junho .
"dia tertembak . . ." junho beralih memandang taecyeon yang menjawab
pertanyaan nya barusan .
"jangan bicara . . . Minjun akan datang . . . Dia akan mengobatimu . .
." taecyeon bicara pada jr agar dia tidak banyak bergerak tapi sepertina
jr punya sesuatu yang ingin dia katakana hingga dia tetap saja mencoba untuk
bicara walau sama sekali tidak ada kata yang keluar dari mulutnya .
“dengarkan apa yang taecyeon katakan … jangan bicara …” junho kembali memandang
jr ,junho
bisa merasakan jika ada sesuatu yang bergerak di dekat tangannya yang ternyata
adalah tangan jr
yang mencoba untuk memegangnya , junho langsungmengganggam tangan jr yang masih
berlumuran darah “jangan melihatku seperti itu … jangan takut kau tidak akan
apa-apa …” jr mencoba untuk menggelengkan kepalanya namun hanya bergerak sedikit
saja akibat luka yang dia alami namun itu masih bisa junho rasakan . tangan jr menggenggam
tangan junho semakin kuat dan terus semakin kuat matanya mulai menutup dengan
mulut yang masih terkatup katup hingga saat ini
Brak brak brak …
Minjun berlari masuk ke dalam bangunan pabrik tua itu sedikit berlari saat
melintasi beberapa ruangan sebelum sampai ke dalam ruangan dimana jr dan semua
orang ada di sana .
BRAKK
“dimana ?!!!” minjun bertanya langsung saat masuk ke dalam salah satu ruangan
dan meliht taecyeon ada di sana . minjun
memutar pandanganya dan menemukan junho tengah duduk di sisi meja dimana
terbaring seseorang yang minjun yakini adalah jr ,karena posisi junho saat ini
yang menghalangi bagian wajah orang yang terbaring tadi. Junho menatap bingung
wajah jr saat bibirnya yang sjak tadi bergerak bergetar kecil saat ini sama
sekali tidak bergarak , junho juga merasakan jka genggaman jr pada tangannya
mulai melemah hingga saat ini tangan jr sama sekali tidak memagangnya junho juga
baru sadar jika dada jr sdah tidak naik turun lagi seperti sebelumnya .
“hahaha …” junho tertawa renyah namun mata yang memerah dada nafas yang mulai
tidak beraturan selayaknya orang gila air matanya menetes membasahi lengannya sendiri
dia lantas memandangi tangannya yang masih memegang tangan jr . dia mendekatkan wajahnya ke arah
telinga jr, ujung hidung mancung junho itu menyentuh kuit pipi jr yang kian
memutih junho juga
mngecup pipi itu sekilas dan menjalarkan kembali bibirnya ke talinga jr dan
berbisik “jr …. Oppa … ada di sini …
bangunlah ….” junho menutup matanya dengan tangan yang bergerak dengan sendirinya
menyentuh pipi kanan jr dengan bibirnya yang masih berada di telinga kiri namja
itu.
“aku katakan BANGUN !!!!” junho berdiri begitu saja dari kursinya masih dengan
menatap wajah jr yang sudah menutup matanya Junho menghela nafas dengan terisak
kecil perlahan dia
merunduk dan memegang kedua sisi wajah jr dengan kedua telapak tangannya ,junho
mendekatkan bibirnya mengarah ke bibir jr yang sedikit terbuka dengan begitu
perlahan junho
melumat bibir atas jr yang sudah terbaring kaku berulang kali hingga saat dia
melepaskan bibir
jr dan menjauhkan wajahnya dia bisa merasakan bau anyir seolah karat besi tanpa
dia sadari bibirnya juga kini memerah akibat ulahnya barusan . (inget kan jr muntah
darah pas jatuh)
Minjun hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan menutup mulutnya dengan telapak
tangan
sedangkan taec langsung menarik minjun untuk membenamkan wajah namja panda yang
berprofesi sebagai dokter itu ke dada bidangnya . lain halnya dengan chansung
yang saat ini
duduk dengan pandangan kosong memandangi junho dengan iba nya . Junho menegakan
tubuhnya kambali berdiri dengan tegap dia menghapus air mata dan juga bibirnya
dengan menggunakan punggung tangan . mnghela
nafas berat sebanyak satu kali lalu berbalik memandang teman- temannya “siapa yang
melakukan ini semua ?!”
“seorang polisi muda … sepertinya mereka mengincar kita akibat perampokan bank
kemarin … mereka melihat ini !” chansung mengepalkan tangannya dan mengangkat
lengan kekarnya itu ke atas untuk memperlihatkan jam tangan yang dia pakai
kepada junho .
“cari tahu tentang dia …. Sekarang juga …” taec langsung mengangguk dan
berjalan kearah meja computer untuk mencari data orang yang menembak jr di batu
dengan chansung yang memang sudah melihat wajah orang itu . sementara junho
neik ke lantai atas meninggalkan sema
teman2nya begitu saja Suara tembakan terus berdengung di dalam pabrik tua yang
di huni namja2 tampan itu mungkin sudah
sekitar 1 jam lamanya suara tembakan itu terdengar tiada henti karena saat ini
junho berdiri di jarak yang tidak terlalu jauh dari sebuah patung manusia yang
berpakaian polisi , patung yang merupakan sasaran tembakan junho sejak satu jam
yang lalu . di setiap tembakan yang dia lakukan terdapat kebencian yang dalam terhadap
polisi saat mengingat bagaimana ayahnya memperlakukan dia dengan tidak manusiawi
saat junho masih kanak-kanak saat junho selalu menjadi pelampiasan amarah ayahnya
yang bertengkar bersama ibunya . junho yang selalu di siksa dan hina ayah kandungnya
sendiri orang yang tidak berprikemnusiaan
pada anaknya sendiri namun adalahorang yang terlihat begitu berwibawa , benar2 bersandiriwara di hadapan semua orang
menutupi segala tingkah buruknya di rumah .
“seorang polisi ..” Perkataan chansung kembali terngiang di telinga junho dan
itu membuat dirinya semakin benci dengan polisi, yang saat ini juga sudah
membunuh jr orang yang selau ada di sampingnya satu2nya orang yang
memperlakukan junho dengan lembut . amarah junho semakin memuncak embuat peluru
yang dia tujukan kepada patung it semakin banyak dan begitu membabi buta hingga
peluru yang ada di dalam pistol junho habis .
“junho … polisi itu …seorang yatim piatu dia tinggal bersama dengan adik
perempuannya di
pinggir kota …” Junho melemparkan pistol yang ada di tangannya ke sembarangan
tempat lalu berbalikmemandang taceyeon “berikan alamatnya padaku …” taec memberikan
secarik kertas pada junho yang langsung dia baca dan setelah itu junho pergi meninggalkan
taecyeon tanpa kata .
In nichkhun home
Teng !
“yeoboseyo ?!” seorang gadis cantik membuka pintu saat bel berbunyi . gadis itu
sedikit mencongdongkan tubuhnya ke samping berharap bisa melihat siapa yang
dating karena memang tamu itu membelakanginya namun belum bisa dia lihat
wajahnya namja itu segera berbalik sereya melepaskan kaca mata hitam yang dia
kenakan .
“annyeonghaseyo … “ sapa namja itu ramah pada sang gadis cantik
“nde … annyeonghaseyo … “ jawabnya ramah dan membungkuk sekias pada namja tadi
yang tak lain adalah junho .
“anda mencari siapa ?”
“aku hanya ingin menitipkan ini … paket untuk kakak mu …” junho memberikan satu
buah kotak kepada yeoja tadi lalu membuka tutup kotaknya yang menampakan sebuah
mainan pin ball yang terbuat dari kaca transparan seutuhnya (tau kanpin ball ?
bukan paint ball … yang itu lho suka ada
pernya yang di tarik trus bolanya naik ketas itugak boleh masuk ke lubang bawah
, ngerti ?! gak ngerti ? yah pokoknya pakasain aja ngerti yah ?!)
“apa ini ?!” Tanya yeoja itu polos , junho hanya tersenyum dan menarik tangan
yeoja itu ke kursi yang ada di sisi teras rumahnya dan memapah gadis untuk
duduk di kursi tersebut dan meletakan
boks berisi pinball tadi di pangkuannya , junho menarik dua buah pembatas yang
ada di dalam pinball tadi membuat dua bola yang ada di dalam mainan
itumenggelinding ke sana kemari
“kau tahu … kau harus menjaga agar … bola-bola ini … tidak menyentuh dinding
kaca … karena jika sampai bola ini menyentuh kaca sedikit saja …” junho menarik
satu kertas yang menjadi alas pin ball tadi membuat gadis itu bisa melihat beberapa
kebel merah dan biru ada di bawah arena permainan pin ball dengan satu benda
mirip jam elektik yang berkedipmenujukan aktu yang terus berjalan mundur .
“benda ini akan meledak … dan itu bisa membuat mu mati terkena ledakan …” ujar junho
dengan santai memandang wajah yeoja tadi tanpa beban sama sekali junho malah memberikan
senyumanmenawannya kepada yeoja itu .
“a..apa … ap..a …yang kau lakukan ??!” gagap yeoja tadi saat melihat benda yang
saat ini dia pangku di kedua pahanya , saat dia menyadari jika bnda yang saat ini
dia pangku dan dia pegang menggunakan ke dua tangannya adalah bom .
“ini hanya sebuah permainan sederhana … yang ingin aku mainkan dengan kakak mu
… “ junho mengeluarkan sebuah jam tangan hitam yang merupakan jam yang di
miliki oleh jr dulu lalu memasangkannya ke pergelangan tangan kanan yeoja tadi
. “jika kakak mu itu hebat dan dia
beruntung maka … dia akan bisa menyelamatkan mu …” junho mengedipkan sebelah
matanya
lalu beridri dan meinggalkan yeoja tadi sendirian di teras rumahnya yang sepi
karena rumah itu memang terdapat di pinggir kota yang sunyi .
In hotel
Nichkhun menghampiri junho yang duduk selonjoran di lantai dengan menggunakan
sisi ranjang sebagai sandaran dirinya saat ini . “apa yang membuat mu seperti
ini ?! kau terlihat tidak baik hari ini ?!” nichkhun menyusuri wajah junho
dengan jemari lentiknya Junho memegang tangan nichkhun menghentikan gerakan tangan
namja itu di wajahnya
“sepertinya sekarang kau yang tertarik padaku ?!” Nichkhun terkekeh dan malah memeluk
junho mungkin aku memang tertarik padamu
..” nichkhun melingkarkan kedua tangannya di leher junho lalu melumat bibir namja itu satu kali yang
tentu saja di balas oleh junho .
“aku tidak menyangka jika kau akan berkata seperti itu padaku “
“lalu kenapa kau terlihat muram har ini ?!” Junho mengambil satu gelas yang di
letakan tidak jauh dari kakinya lalu
meneguk munuman itu satu kali dan memegang gelas tadi memperhatikan gelas itu
“jika aku katakan … pacarku … meninggal kemarin … apa yang akan kau lakukan ?!”
"kau menyumpahi aku mati ?!" kesal nichkhun memandang junho tidak
suka .
"aniya . . . Hanya saja itu benar . . . Pacarku benar2 meninggal . .
." jujur junho tersenyum miris memandangi gelas yang ada di tangan nya
"jadi kau mem-" nichkhun menghentikan kata2nya karena tersela dering
ponsel miliknya .
"angkat saja . . ." titah junho acuh dan kembali meminum isi gelasnya
sementara nichkhun berdiri dan sedikit menjauhi junho untuk mengangkat telpon yang
masuk tadi.
"nde . . . Itge naya . . ."
"MWO ????!!!" nichkhun menjambak rambutnya frustasi dengan mata yang
bergulir tidak menentu sedangkan junho saat ini memandang punggungnichkhun yang
menbelakanginya dengan bingung. "aku pulang !" nichkhun segera
menutup telpon barusan dan berjalan ke arah kasur dia segera melepaskan kimono
handuk yang dia pakai dan mulai menggantinya dengan baju . Junho yang melihat
hal itu segera bangkit memperhatikan nya "ada apa ?" tanya junho
hati2. Nichkhun memandang junho sekilas lalu kembali focus mengancingkan
kemejanya "aku harus pulang sekarang . . . Ada masalah di rumah ku "
nichkhun menyambar kunci mobilnya dan hendak keluar kamar jika junho tidak
berdiri di hadapan nya menghalangi .
"biar aku mengantar mu !" tawar junho yang saat ini berdiri berhadapan
dengan nichkhun .
"tidak perlu . . . Aku harus pergi . . ." dan tanpa mengindahkan
panggilan junho dia terus saja berlari keluar dari hotel
*
in nichkhun home
begitu nichkhun keluar dari dalam mobilnya dia sudah di suguhkan pemandangam banyak
mobil polisi yang berderet di sekitar halaman rumahnya .
"jinwoon-ah . . . Jinwoon ! Dimana ?" tanya nichkhun dengan panik
sedangkan jinwoon yang sudah putus asa
hanya menujuk ke arah kerumunan orang yang ada di salah satu teras. Dia lalu berjalan
untuk menghampiri kerumunan orang tadi .
"maaf anda tidak boleh mendekat " seorang polisi dengan seragam lengkap
menghentikan langkah kaki nichkhun yang
sejak tadi hanya melihat ke arah kerumunan orang bahkan saat dia tengah berjalan
.
"aku kakak nya " timpal nichkhun tanpa sedikitpun mengalihkan pandangan.
"tetap tidak bisa . . ." kekeh polisi tadi jinwoon yang menyaksikan kejadian
itu lantas menghampiri nichkhun .
"dia juga polisi . . . Dia senior ku . . ." jelas jinwoon dan setelah
itu polisi tadi membiarkan nichkhun untuk melewati police line .
"waktu yang ada di bom ini tidak beraturan . . . Kita tidak tahu kapan bom
ini akan meledak "
"coba membekukan nya ?!" beberapa tim penjinak bom yang mengelilingi
gadis yang sejak tadi menangis itu mengalihkan pandangan nya ke arah nichkhun yang
baru saja datang .
"opp ..oppa . . . " panggil gadis itu lemah . Nichkhun tersenyum ke arahnya
walau dengan ekspresi wajah yang tetap terlihat khawatir .
*
Beberapa jam berkutat untuk menjinakan bom namun hasilnya nihil belaka . Hingga
para penjinak bom itupun putus asa dan menyerah
.
"sterilkan area sekitar rumah ini . . ." nichkhun berjongkok di depan
adik perempuannya yang
masih menitikan air mata . "uljima . . . Jika kau terus menangis kotak ini
akan ikut bergerak " nichkhun bicara dengan nada yang menenangkan seraya
menundukan wajahnya masih terus berusaha
untuk menjinakan bom tadi tanpa adiknya ketahui nichkhun terlihat tegang dan
bingung saat ini matanya terus memperhatikankabel2 yang terpasang pada pinball
yang sudah setengah dibongkar ,keringat dingin mulai mengucur di pelipis
nichkhun begitupun dengan telapak tangan nya yang saat ini basah dengan keringat
.
"oppa . . . Tidak bisa melakukan nya . . Hiks . . . Tinggalkan . . . Hiks
... A..ku oppa . . ." nichkhun menarik
nafas dalam danmemandang adiknya denganlembut .
"aku berjanji akan menjaga mu . . . Dan aku akan menepati janjiku itu . .
. Kau mengerti ?" Tanya nichkhun dengan suara yang tetap di buat tengang .
"tunggu di sini . . . Aku akan segera kembali ... Hanya akan mengambil
sesuatu saja " gadis itu mengangguk saat nichkhun pergi meninggalkannya .
Saat gadis itu melihat nichkhun telah melintasi police line dia lalu mengambil gunting
yang di letakan di meja untuk memotong salah satu kabel tapi saat di menggapai
gunting
itu membuat tubuhnya bergerak dan dua bola yang ada di dalam pinball itu
menggelinding membentur kaca.
*
"berikan aku ca-" nichkhun berbicara seraya mendekatijinwoon namun
belum sempat kalimat itu rampung suara ledakan
terdengar dari arah belakangnya . Nichkhun yang mendengar ledakan itu segera
berbalik berlari untuk kembali ke rumahnya namun beberapa orang mencegah dengan
memegani nichkhun di luar police line.
"suzy !!!! " teriaknya dengan suara lantang yang dramatis sejauh mata
nichkhun memandang hanya bisa melihat rumahnya yang terbakar dengan cepat sudah
melahap seluruh rumahnya .
*dan ahir kata jika berminat
komentar jikalau tidak jangan karena itu meringankan pekerjaan saya...
Hehehe