Jan 10, 2013

ff khunyoung my romantic prince




main cast : wooyoung
nichkhun

author : thie

rate : entahlah

disclamer : yang milik saya adalah hanya file ini .

warning : boy x boy

( yaoi )

namja x namja

pairing : khunwoo/khunyoung

chapters : 6 of ?

keterangan masih sama yang warna kuning itu adalah bicara dengan bahasa jepang dan warna biru itu masih adalah di tempat nichkhun berada … ingat itu !!! camkan itu !!!!! #ngancam
readers : ni orang banyak maunya sih !!! #langusng klik kotak pojok kanan atas






jangan berteriak .. aku tidak akan melukai mu … ikut saja denganku dan bawa peralatan …”dokter yang tenah mencuci tangannya itu hanya terdiam memandnag nichkhun yang menodongnya dengan pistol
cepat !!!!” teriak nichkhun lagi membuat dokter itu tersentak dan ahirnya mengagguk dengan gugup dia lalu berjalan mengambil tas yang ada di meja kerjanya lalu berjalan mendekati nichkhun yang masih menodongkan pistol. Nichkhun mengambil sebuah jaket tipis yang ada di dekatnya dan melilitkanya di tangan untuk menutupi pistol yang dia pegang
“jangna macam-macam dengan ku !” ancam nichkhun dengan menekankan pistol yang sudah di liliti jaket tadi itu di arah pinggang sang dokter . nichkhun mendorng dokter itu keluar dan ahirnya mereka keluar dari ruangan

berjalan dengan cepat !” ucap nichkhun tajam saat dokter itu memperlambat langkahnya . dan semakin menekan pistol di pinggang dokter tadi . nichkhun terus berjalan kea rah pintu keluar rumah sakit tapi langkahnya terhenti saat melihat beberapa polisi berjega di depan pintu keluar dan celingukan seolah mencari seseorang , nichkhun memandang kea rah kanan dan kirinya yang juga sudah mulai benyak polisi
kau mau bermain dengan ku ?! aku sudah katakan aku tidak akan melukaimu …kau tau etika bajabatan mu adalah menolong orang tidak peduli dia lawan atau musuh mu jika dia butuh pertolongna kau harus melakukannya … kau ingin aku melukai mu rupanya !” nichkhun bicara panjang lebar dan menarik dokter itu berbalik kembali kearah belakang namun di sana juga sudah banyak polisi
itu dia !!!” seru salah satu dari polisi itu . nichkhun memandang ke sekeliling mencari tempat pelarian namun semua telah di kepung. Di tambah dengan banyak orang yang berlalu lalang di rumah sakit itu membuatnya sulit untuk melarikan diri …


Part 7

“kemari !” dokter yang nichkhun todong malah menarik tangan nichkhun dan membawanya pergi menyusup di antara kerumunan orang yang berlalu lalang di rumah sakit , dokter itu membawa nichkhun masuk kedalam sebuah ruangan yang terlihat seperti ruangan obat mereka terus berjalan semakin dalam ke ruangan itu dan pada ujung ruangan ternyata ada sebuah jendela
“kita bisa keluar dari sini “ ujar dokter itu menujuk sebuah jendela kecil pada nichkhun yang malah berdiri mematung memperhatikan dokter muda yang dia todong tadi
“cepatlah kita harus pergi sebelum polisi menemukan mu !” celoteh dokter itu dan segera membuka jendelanya dia lalu keluar dari jendela itu terlebih dahulu setelah dia berhasil keluar dokter itu mengulurkan tangan pada nichkhun untuk ikut keluar bersama dengannnya
Nichkhun yang sebelumnya tertegun ahirnya menerima uluran tangan dokter tadi dan segera keluar dari ruangan itu melalui jendela yang pada ahirnya bisa membuat dia lolos dari kejaran polisi


In car

“kenapa kau mau menolongku ? aku pikir kau yang menelpon polisi tadi “ nichkhun yang tengah berkonsentrasi menyetir itu tidak dapat lagi membendung rasa penasarannya terhadap apa yang dokter itu lakukan .
Dokter yang duduk di samping nichkhun itu membenarkan letak kaca matanya yang sedikit melorot lalu tersenyum “ apa yang kau katakan itu benar … aku tidak punya hak untuk tidak menolong seseorang yang membutuhkan pertolonganku “ nichkhun memandang sekilas ke arah dokter tadi mencoba untuk mencari ketulusan darinya karena jauh dalam lubuk hati nichkhun dia masih merasa was was dengan orang tersebut
“terimakasih “ timpal nichkhun singkat saja dan kembali berfokus penuh pada kemudi mobil

*


“bagaimana ini apa kita harus membawanya ke kamar hyung ?!” JR bertanya pada wooyoung yang mengikat luka pada bagian lengan junho dengan kain untuk menutup lukanya yang terus mengeluarkan darah
“anii … kita tidak bisa membawanya ke kamar … jika terlalu banyak menggerakan tubuh junho dia akan kehilangan darah semakin banyak … jadi tunggu saja “ timpal wooyoung menjelaskan dan mencoba untuk meraskan denyut nadi junho dari pergelangan tangannya
“wooyoung !!!” suara nichkhun menyeruak dengan tergesa-gesa dari arah belakang tubuh wooyoung membuat dia dan JR segera berbalik memandang nichkhun .
Wooyoung memperhatikan namja yang berjalan di belakang nichkhun yang dia yakini adalah seorang dokter dari pakaian yang dia kenakan dan juga tas yang dia bawa
“tolong temanku … dia terkena banyak tembakan !” nichkhun langsung menunjukan tubuh junho pada dokter tadi dan tanpa banyak bicara dokter itu langsung memeriksa keadaan junho


Nichkhun bersandar di tembok dengan kaki yang terus memainkan pecahan kaca yang berserakan di lantai  dengan ujung sepatunya hanya memandang datar pacahan kaca yang terlihat berkilauan itu sedangkan wooyoung yang berdiri di hadapannya hanya terdiam dan berfikir entah apa yang ada di dalam otak wooyoung kali ini . sementara itu JR yang duduk dengan tubuh bersimbah darah di kursi yang baru saja dia benarkan posisinya itu hanya terdiam dengan pikiran yang melayang entah kemana

Lama sekali waktu yang di butuhkan dokter itu untuk mencoba menolong junho yang sudah dalam keadaan kritis saat dia datang namun ahirnya dokter itu beranjak dari sisi tubuh junho untuk mendekati nichkhun
“kalian bukankah harus segera pergi dari tempat ini ?!”Tanya dokter itu pada nichkhun orang yang dia ketahui , walau dia sama sekali tidak mengenalnya tapi nichkhunlah yang membawanya ke tempat itu
“iya … kami bingung harus pergi kemana “ nichkhun berdiri dengan tegak dan mengambil nafas dalam sebelum memandang dokter itu dan tersenyum kecil “terimakasih atas semua bantuan mu “
kalian bisa datang ke tempat ini … ini adalah klinik kecil di pinggir pantai milik ku … kalian bisa datang ke sana untuk sementara waktu walau mungkin saat ini kliniknya tidak terurus “ dokter itu mengulurkan tangan kanannya yang memegang sebuah kunci pada nichkhun , nichkhun merubah arah pandangan matanya menjadi bertanya dan bingung dengan kebaikan dokter ini yang dia rasa sudah berlebihan “aku akan memberikan alamatnya … pergilah sekarang juga “
Nichkhun mengalihkan pandangan matanya pada wooyoung yang hanya diam menyerahkan segala keputusan padanya lalu beralih memandang JR yang yang menggeleng lemah seraya tersenyum saat dia menatap JR dengan tatapan meminta pendapat. Terahir padangan mata nichkhun tertuju pada sosok yang terbaring  dengan di selimuti kain putih yang membuat tangannya dengan reflex menerima kunci tadi
“aku tidak tahu harus berterimakasih pada mu dengan cara apa lagi … aku benar benar berterima kasih “
Dokter itu menepuk pundak nichkhun ringan dan mengangguk “ gwaenchana  … sekarang aku akan kembali ke rumah sakit … dan kalian pergilah … aku yakin tidak akan terjadi hal yang buruk pada teman mu karena pertolongan pertama yang di berikan padanya juga sudah tepat … apa kau yang melakukannya ?!” Tanya dokter itu penasaran
“kau orang korea ?!” wooyoung ikut mengambil bagian dari percakapan bersama dokter itu karena mendengar sang dokter mengucapkan kalimat dalam bahasa korea walau dengan kurang baik dan di campur dengan bahasa jepang
“ne … tapi aku besar di sini …. Jadi tidak terlalu mahir dalam bahasa korea …” jawab dokter itu jujur “jadi siapa yang melakukannya ?!” lanjut dokter tadi yang masih penasaran
Nichkhun memandang JR bertanya dan yang di pandang malah menggeleng lalu memandang wooyoung membuat pandangan nichkhun juga beralih padanya “wooyoung ?! kau yang melakukannya ?!” Tanya nichkhun heran
Wooyoung memandang kaku nichkhun dan dokter itu lalu menunduk sekilas “aku hanya pernah mengikuti pelajaran semacam itu saja …” jawabnya terdengar tidak yakin dan menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal
“apa yang kau lakukan sudah benar … kau melakukannya juga dengan sangat baik …” ujar dokter itu memuji yang malah mendapat senyum paksa dari wooyoung
‘seharusnya aku tidak menolong junho saja sekalian tadi jika ini malah akan menjadi masalah untukku nantinya’ gumam wooyoung dalam hatinya walau wajahnya tetap tersenyum ramah pada dokter itu dan juga nichkhun



Di klinik sederhana

Wooyoung berdiri di depan pintu ruang praktek di dalam klinik yang di tunjukan dokter korea pada mereka bebera hari yang lalu ,memperhatikan punggung nichkhun yang tengah duduk di depan meja dimana terletak laptop di depannya. Wooyoung berjalan dengan pelan menghampiri nichkhun sama sekali tidak menimbulkan suara . wooyoung berdiri di belakang nichkhun dan ikut melihat apa yang tengah di lihat nichkhun di layar laptopnya
‘junho hyung seperti ini karena menolong ku ….’ Perkataan JR terngiang di telinga wooyoung saat melihat rekaman yang nichkhun tonton , nichkhun melihat rekaman cctv yang di letakan di tengah ruangan sehingga merekam semua kejadian yang terjadi pada junho dari samping sehingga semuanya terlihat sangat jelas . junho yang menghalangi peluru yang di tujukan pada JR dengan memeluknya hanya bagian itu yang wooyoung lihat karena rekamannya sudah hampir selesai saat dia datang
‘junho apa memang menganggap jika hidupnya tidak berarti ? dia selalu mempertaruhkan hidupnya demi orang lain …’gumam wooyoung dalam hati meremehkan  , dia meletakan tangan kanan dan kirinya di bahu nichkhun satu persatu di setiap bahunya dengan lembut lalu sedikit memijat kedua bahu itu ringan
“apa yang sedang kau lakukan ?!” Tanya wooyoung mencoba membuat nichkhun rileks karena begitu dia meletakan tangannya di bahu nichkhun wooyoung sudah bisa merasakan jika kekasihnya itu tengah dalam keadaan tegang dan tidak baik
“aku melihat rekaman kejadian kemarin … mencoba untuk melihat siapa yang melakukannya …” jawab nichkhun santai . wooyoung memeluk leher nichkhun membuat tubuhnya membungkuk meletakan wajahnya di sisi wajah nichkhun
“lalu kau sudah tahu siapa yang melakukannya ?!” Tanya wooyoung lagi .
Nichkhun menolehkan wajahnya kearah wooyoung dan mencium lembut pipinya “aku tahu …”
“lalu kenapa kau terlihat masih saja kusut seperti ini ?!” wooyoung berjalan beberapa langkah dan duduk di pangkuan nichkhun memeluk lehernya dengan manja
“apa kau tahu … junho terluka karena melindungi ku ?! dia tidak bisa pergi jauh dari meja itu karena menolongku …” wooyoung yang berpandangan dengan nichkhun dalam satu garis saling menatap mata satu sama lain hanya tersenyum simpul , dengan telapak tangan wooyoung yang ada di belakang kepala nichkhun itu malah terkepal kuat menyalurkan amarahnya walaubibir it uterus saja mengumbar senyum manis untuk lawan bicaranya . kebiasaan wooyoung yang menutupi perasaannya sendiri. Wooyoung sama sekali tidak mengerti ada apa dengan dirinya yang begitu tidak suka saat nichkhun berkata lirih padanya tentang orang lain ,perkataan nichkun yang terasa begitu sakit dan perduli pada orang lain selain dirinya itu membuat wooyoung merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya yang membuat dirinya seolah ingin meledak
“dia selalu melindungi semua orang … dia melindungiku … juga melindungi JR juga …”
nichkhun tersenyum ringan dan mencubit hidung wooyoung pelan sekali “kau benar …entah dia terlalu baik atau malah bodoh ” ujarnya menyetujui apa yang wooyoung katakan dengan sedikit nada gurauan

*

JR memasuki kamar yang junho tempati lalu menutup pintu itu kembali dengan pelan . dia berbalik hendak berjalan mendekati kasur dimana junho biasa terbaring di sana namun kali ini ada yang berbeda karena kasur itu kosong membuat JR bingung , dia menutup mulutnya yang terbuka dengan telapak tangan karena melihat tempat tidur yang acak-acakan dan jendela yang sedikit terbuka dia berjalan kearah jendela dan segera membukanya melihat siapa tahu saja junho ada di sekitar sana namun ternyata nihil junho tidak dia temukan ,dia lalu berjalan dengan cepat ke kamar mandi membukanya dengan paksa tanpa mengetuknya atau memanggil junho terlebih dahulu karena dia bagitu panic tidak bisa menemukan junho di ranjangnya padahal pagi tadi saat dia membersihkan tubuh junho dia masih terbaring tak sadarkan diri di kasur itu dan sekarang malah menghilang

Braaakk
Pintu kamar mandi itu terbuka lebar-lebar menampakan JR yang berdiri di depan pintu dengan wajah yang pucat dan mata yang memerah tangannyapun masih memegang gagang pintu
“hyung !!!” JR memanggil namja bernama junho yang sekarang tengah melakukan acara pribadinya di dalam kamar mandi sambil membelakangi JR , junho yang tengah buang air kecil itu membalik lehernya sembilan puluh derajat tanpa membalik badannya hingga dia bisa melihat wajah JR yang sangat khawatir dan panic tadi
“kau tidak berencana menutup pintunya ?!” melihat JR yang berdiri memperhatikan dirinya lekat-lekat junho malah bertanya dengan nada santai sama sekali tidak perduli dengan bagaimana perasaan JR saat ini .
“uh ?! …” JR langsung menutup pintu kamar mandi itu dengan cepat lalu bersandar di daun pintu yang sudah dia tutup tadi “membuatku hampir mati jantungan saja … aku pikir kau di culik atau di bunuh “ JR mengumpat sendiri dengan tangan yang menyeka aliran kecil air yang melewati pipinya

*

Junho dan JR duduk di sisi kasur yang bersebrangan ,tidak ada kata yang terucap dari mulut mereka berdua dalam kurun waktu 39 menit kebelakang keduanya hanya terdiam sesekali junho memandang JR yang tertunduk dan menghela nafas menunggu anak itu untuk bicara tapi ternyata JR tidak berencana untuk bicara apapun padanya
“apa tidak ada yang ingin kau katakan padaku ?!” junho mencoba untuk membuyarkan keadaan dingin yang terjadi diantara mereka dan ternyata itu berhasil. JR mengangkat wajahnya memandang junho yang duduk di sisi ranjang di depannya memperhatikan wajah junho yang masih sangat pucat, karena kulit junho yang putih memang tidak terlalu berbeda dengan saat ini hanya saja bibir junho yang biasanya terlihat berwarna kemerahan saat ini begitu pucat tidak menampakan warna seolah tidak ada aliran darah di sana
“anii… aku hanya senang ahirnya kau sadar …” Jr kembali menunduk tidak ada kata lain yang ingin dia sampaikan pada junho .
“berapa lama aku tidak sadar … dan … dimana ini ?!”
JR memperhatikan sekeliling ruangan mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri yang masih shock atas kejadian hilangnya junho barusan “kita ada di klinik milik salah seorang dokter korea yang menolong mu … dan kau tidak sadar selama …. 8 hari …”
“nichkhun ?!” JR tersenyum miris mendengar kata yang junho tanyakan dengan nada khawatir itu adalah nichkhun. Selalu saja nichkhun yang junho tanyakan dan yang ada di dalam pikirannya
“dia ada di kamarnya bersama dengan wooyoung ….”
“kau membantahku lagi ?! aku sudah menyuruhmu untuk pergi kenapa kau tidak melakukannya!? aku menuruhmu membawa nichkhun pergi !!!!” junho berjengkat dari sisi kasur bertanya dengan nada yang meninggi dan memandang tajam lawan bicaranya itu
“hyung …. Selama 8 hari hyung tidak sadarkan diri hyung selalu memanggil nama khun hyung …” seketika tatapan junho melunak dia menutup mulutnya rapat saat sebuah kata kasar yang hendak keluar lagi dari mulutnya yang akan dia tujukan pada orang yang duduk di depannya itu ,orang yang menatapnya dengan sedih “hyung jangan khawatir … dia baik-baik saja …” lanjut JR menangkan dengan senyum paksa yang dia lemparkan pada junho

*

“sekarang ?!!!!” nichkhun sedikit menaikan nada bicaranya saat mendengar junho berkata agar dirinya segera kembali ke korea detik itu juga , padahal nichkhun baru bisa bernafas lega saat mengetahui junho sudah sadar tapi junho seolah tidak perduli dengan ke khawatiran nichkhun dan langsung menyuruhnya untuk pergi
“sangat beruntung karena kau masih bisa hidup di sini … “ junho menghentikan kalimatnya dan memandang wooyoung yang duduk di samping nichkhun “… kalian harus segera pergi dari sini “ lanjut nya menyelesaikan kalimat
“aku akan mencoba untuk mendapatkan tiket pesawat untuk penerbangan hari ini juga …” JR beranjak dari ruangan dimana nichkhun junho dan juga wooyoung tengah berbicara meninggalkan mereka bertiga dalam keadaan dingin
“aku rasa kau mengerti maksud ku … jika kita tidak mau mati maka kita harus segera pergi … “
Mendengar perkataan junho dan juga menimbang situasi yang dia sendiri rasakan wooyoung mencoba untuk menyakinkan nichkhun “aku rasa kita memang harus pergi … “ wooyoung mengelus lembut bahu nichkhun membuat nichkhun berbalik memandangnya , woyoung tersenyum dan mengangguk menyakinkan
“baiklah … kita akan pergi hari ini juga “

*

“aku akan mengambil dulu ponsel ku … tertingga di dalam …” JR memberikan tas yang dia bawa pada junho lalu berlari kembali masuk ke dalam klinik , junho hanya tersenyum memandang punggung JR dan segera berbalik mendekat kearah mobil yang akan mereka gunakan untuk pergi ke bandara
Junho megurkan tangannya untuk membuka bagasi belakang mobil karena dia akan menaruh tas yang dia bawa di dalam sana dan tanpa di duga nichkhun juga melakukan hal yang sama membuat junho dengan tidak sengaja memegang tangan kanan nichkhun
“mian- …” ucap junho seraya menarik tangannya dari nichkhun
DORRRR
DORRR
DORRRR

Junho menarik bahu nichkhun untuk merunduk bersama dengannya berlindung di belakang mobil ,sedangkan wooyoung yang sudah berada di dalam mobil juga merunduk bersembunyi di bawah dasbor , dengan perlahan wooyoung membuka pintu mobil yang berlawanan arah dengan datangnya orang-orang yang memberondong mereka dengan peluru itu , dia keluar dari sana hingga sekarang berkumpul di belakang mobil bersama dengan junho dan nichkhun
“cepat pergi dari sini …”junho memberikan isyarat pada nichkhun menunjuk arah kanan dengan sudut matanya ,sebelahan kanan dimana masih terletak hutan pingir pantai yang lumayan rimbun untuk tempat melarikan diri dan bersembunyi bagi mereka
nichkhun mengangguk lalu menggenggam tangan wooyoung bergerak dengan pelan berjalan masih dengan posisi berjongkok sampai batas daerah yang terlindungi body mobil. JR yang baru saja keluar dari dalam klinik langsung bersembunyi di belakang tembok saat melihat beberapa orang dengan sejata di tangan mereka berjalan mendekati mobil dimana junho nichkhun dan wooyoung bersembunyi di belakangnya

DORR
DORR
DORR
DORRR
DORR

JR menembak beberapa orang itu dengan asal walau memang dia sudah berusaha untuk membidik sasarannya dengan tepat namun hasilnya masih saja ada yang meleset , mungkin karena dia masih muda dan belum banyak berlatih seperti ke tiga seniornya yang tengah bersembunyi. Apa lagi dia menembak seraya berjalan maju mendekati arah ke tiga seniornya
“hyung !!!” JR melemparkan satu pistol pada junho ,dan sekarang junho juga sudah mengambil posisi bersiap, junho berdiri dengan hanya menampakan matanya sedangkan bagian tubuh yang lainnya masih bersembunyi di belakang mobil
“kajja !” nichkhun menarik tangan wooyoung berlari meninggalkan tempat itu kearah yang junho tunjukan .
Suara tembakan seolah saling menyahut dari arah belakang nichkhun dan wooyoung yang masih saja terus berlari sekuat tenaga untuk menjauh hingga tanpa mereka sadari saat ini mereka sudah ada di dalam hutan
Junho terus saja melancarkan tembakan demi tembakan demi menghalangi orang-orang itu mengejar nichkhun
“cepat pergi !!!” teriak junho pada JR yang bersembunyi di belakang tembok . JR memandang junho sekilas lalu kembali juga meluncurkan beberapa tembakan
“aku tidak akan pergi jika tidak dengan mu hyung !” junho menatap kesal pada anak remaja berusia 18 tahu yang terkadang membuat junho pusing itu ,karena selalu saja membuat junho repot dia tidak bisa meninggalkan anak itu begitu saja tapi juga tidak bisa terus melindunginya karen suatu saat nanti junho juga pasti punya hal lain yang membuat dia tidak bisa selalu melindungi anak itu
“lindungi aku !” junho merunduk dan berjalan masih dengan posisi berjongkok mencoba untuk semakin mundur dari kerumunan orang itu hingga dia menemukan sebuah tiang besar dan bersembunyi di belakangnya sementara JR terus menembak
“mundur !!!” titah junho dan kembali menembak sementara JR menunduk dan berjalan ke belakang seperti apa yang junho lakukan

Nichkhun dan wooyoung terus berlari dengan masih saling berpegangan tangan hingga saat ini mereka berdiri di depan sebuah jembatan yang terlihat rapuh karena itu merupakan jembatan gantung yang dimana alas pijaknya adalah papan kayu yang di susun memanjang

“itu mereka !!!!” nichkhun berbalik melihat junho dan JR yang berlari mendekati mereka dengan segerombol orang berjas hitam yang mengejar mereka yang juga nichkuhn ketahui mengejar dirinya juga
“kajja !!!” nichkhun menarik tangan wooyoung untuk berlari menyebrangi jembatan itu mereka berlari dengan tergesa-gesa untuk segera sampai ke sebrang
“AHHHH !!!!” nichkhun merasakan tangannya yang menggenggam tangan wooyoung tertahan karena wooyoung berhenti berlari , nichkhun membalikan tubuhnya dan melihat satu kaki wooyoung terperosok masuk ke dalam celah kecil papan kayu yang yang rusak, nichkhun mengulurkan satu tangannya yang lain dan segera menarik wooyoung
“gwaenchana ?!” wooyoung mengangguk dan sama sekali tidak perduli dengan kakinya yang berdarah akibat bergesekan dengan pinggir kayu yang tajam dia malah kembali berlari , bergantian menarik tangan nichkhun
Brak
Brak
Brak

Suara langkah kai Junho dan Jr yang juga berlari melewati jembatan rapuh tadi sama-sama menjauh dari kejaran orang-orang di belakang mereka, terus berlari hingga ke sebrang dan ahirnya mereka berempat bisa bersitirahat dengan bersembunyi di balik pohon besar

“junho …” wooyoung yang terengah hanya bisa mendongak memandang junho dan JR yang sekarang sudah berdiri di depannya . wooyoung berjongkok di samping nichkhun yang masih menggenggam tangannya
“sekarang apa yang harus kita lakukan ?!” Tanya nichkhun yang juga bernafas dengan tersengal karena berlari sejak tadi , nichkhun terus saja melirik ke kanan ke kiri mencoba untuk memeriksa apa orang-orang itu sudah berhasil mengejar mereka ke tempat itu .
Bruughh

Junho yang mendengar suara debuman menoleh ke sumnber suara yang tak lain ada di sampingnya dia langsung berjongkok di depan tubuh JR yang terjatuh ke tanah di sampingnya dengan tiba-tiba “kau kenapa ?! apa kau terluka ?!” junho mencoba melihat kedua lengan JR dimana lengan kananya masih memegang pistol mencoba melihat apakah dia terluka , namun ternyata lengan JR baik-baik saja membuat junho kembali memperhatikan kaki dan tubuh JR
“aku tidak… a…pa-…apa ..” jawabnya dengan terengah
Junho mendongak memandang nichkhun yang masih berdiri dengan pandangan yang terus memandang dengan liar ke sekeliling mereka memeriksa keadaan “berjalan 100 meter ke kiri akan ada jembatan … kita akan sampai kembali ke klinik lewat jalan belakang … kita bisa langsung naik mobil lain untuk pergi …”
Nichkhun menunduk memandang junho dan mengangguk mengerti “baiklah “
“apa kau kuat berlari sedikit lagi ?!” nichkhun bertanya dengan khawatir melihat wajah wooyoung yang sudah penuh dengan peluh yang mengucur hampir di setiap inchi wajahnya itu
Wooyoung hanya mengangguk menjawab apa yang nichkhun tanyakan dan setelah itu dia kembali berdiri , wooyoung mengeratkan genggaman tangannya pada nichkhun , genggaman tangan yang ada di depan mata junho yang tengah berjongkok di depan mereka. Junho langsung menunduk mengalihkan arah pandanganya dari kedua tangan yang saling menggenggam itu
“kajja !” junho tersenyum mengulurkan tangannya pada namja di sampingnya yang duduk bersimpuh di tanah mencoba untuk menguatkan orang itu dengan senyuman tulus yang dia berikan . dan ternyata apa yang dia lakukan berhasil namja itu langsung berdiri dengan semangat walau dadanya masih naik turun dengan cepat
“ayo “ nichkhun kembali berlari bersama dengan wooyoung sementara junho dan JR mengikutinya dari belakang
“itu jembatannya !”

Dorr
Dorr

“cepat lari !!!!” titah junho pada nichkhun dan wooyoung sementara JR merunduk di belakang junho memegangi kepalanya dengan reflex . junho kembali beradu tembakan dengan orang-orang yang mengejar mereka di bantu oleh Jr yang sekarang sudah berdiri kembali
Dorrr
“Ahhh !!!” junho berbalik kearah nichkhun dan wooyoung saat mendengar teriakan wooyoung yang nyaring di telinganya ,dimana ternyata ada beberapa orang yang menghadang mereka di ujung jembatan itu. Junho segera berlari mendekati nichkhun untuk menolongnya sementara JR menghalangi orang-orang yang ada di belakang
“aku akan melindungi mu !” junho berdiri di depan nichkhun dan wooyoung berjalan menuju kearah mobil yang terparkir di sebrang jembatan. Dengan bebarapa tembakan yang tepat sasaran ahirnya junho bisa mengantarkan nichkhun berserta wooyoung sampai ke sebrang jembatan dengan selamat
“junho … cepat masuk kita harus segera pergi dari sini !” nichkhun membuka pintu mobil dan segera mengambil posisi duduk di kursi kemudi sedangkan wooyoung duduk di samping nichkhun tanpa banyak bicara
Junho berbalik kebelakang mendapati belakang tubuhnya yang kosong , wajahnya bergulir ke kanan dan kekiri mencari sosok orang yang sejak tadi berada di belakangnya namun sekarang menghilang begitu saja
“pergilah … jika nanti aku tidak bertemu dengan mu di bandara maka segera pergi aku akan pulang dengan kapal laut !” junho merunduk memegang kaca jendela mobil yang ada di samping nichkhun lalu berbalik
“junho !!!!!” nichkhun meneriakan nama junho yang sekarang berlari kembali kearah jembatan yang baru saja mereka lewati

*
“ahhh!!!!” suara teriakan wooyoung dan JR terdengar berbarengan hingga nyaris terdengar satu suara membuat junho hanya berpikir jika wooyoung saja yang berteriak , junho langsung menghampiri nichkhun dan wooyoung lalu melindungi mereka hingga sampai ke ujung jembatan dan masuk ke dalam mobil sementara Jr yang beteriak saat dirinya jatuh terjerembab karena menginjak papan kayu yang sangat rapuh membuatnya saat ini bergantung di tengah jembatan
*

Pegangan tangan JR pada papan kayu yang tersusun sebagai alas jembatan itu semakin melemah , dia merasakan jika tangannya semakin sakit , semua telapak jarinya terasa sangat licin memaksanya untuk semakin menekankan telapak jarinya yang masih bisa meraih papan kayu itu walau dengan sebelah tangan . JR menunduk melihat sungai yang mengalir di bawahnya dia sungguh yakin jika banyak sekali buaya di dalam air itu . air yang terlihat sangat tenang dan berwarna kehijauan karena ternyata jembatan itu ada di atas ujung aliar suangai yang tak lain biasa orang sebuat dengan muara sungai yang terkenal banyak buaya di dalamnya
Dia tersenyum miris saat mengingat bayangan junho berlari kearah nichkhun sama sekali tidak menoleh kearahnya saat dia terjatuh. Jari tangan JR semakin lemah hingga jarinya yang masih bisa menempel di papan kayu itu semakin sedikit
“AAAHHHH !!!!” JR yang sudah memejamkan matanya rapat2 karena takut dengan pemandangan di bawahnya perlahan mendongak melihat tangan kanannya . dimana pergelangan tangan kanannya di pegang dengan sangat kuta oleh junho yang ada di atasnya
“hyung ?!” panggilnya tidak percaya jika junho kembali ke atas jembatan itu menolongnya mempertaruhkan nyawanya sendiri
“pegang tanganku !!!” junho mengulurkan tangan kanannya kearah JR mencoba meraih tangan kirinya


Nichkhun melajukan mobil yang dia kendarai menjauh dari area klinik , dia membelokan mobil itu kearah kanan dan tanpa di duga mobil itu hendak bertabrakan dengan mobil lainnya yang baru saja datang dari arah berlawanan . nichkhun yang tubuhnya sempat tersentak ke depan perlahan kembali melihat arah jalan di depannya
“dia nichkhun !” salah satu orang yang ada dalam mobil yang hampir bertabrakan dengan mobil yang nichkhun kendarai itu menunjuk arah wajahnya , dengan tanpa pikir apapun lagi nichkhun langsung menarik mundur mobilnya lalu kembali berbelok dengan cepat kearah kiri menghidari mobil tadi ,
“mereka mengejar kita !” wooyoung berbalik melihat beberapa mobil sedan hitam yang mengejar mereka berdua dari arah kaca belakang mobil. Wooyoung lalu kembali mmandnag lurus kedepan
“pegangan yang kuat … “ titah nichkhun seraya menginjak pedal gas semakin dalam menabah kecepatan mobil yang mereka kendarai, wooyoung menelan salivanya gugup saat melihat jalan di depannya yang begitu buruk sesekali dia akan menahan nafas dan tangannya akan berbegangan kuat pada sisi kursi yang dia duduki saat mobil yang dia tumpangi hampir saja masuk ke dalam jurang
Dorr
Dorrr
Dorrr
Wooyoung menunduk dengan memejamkan matanya rapat saat mendnegar suara tembakan yang mengarah kepada mereka dari arah belakang, tubuh wooyoung terhuyung ke kanan saat nichkhun membanting stirnya ke kiri namun saat dia membuka mata sekarang mereka sudah ada di jalan raya yang sedikit lengang menuju kearah pusat kota
“pastikan pasor dan tiket peswat …” nichkhun tidak menyelesaikan kalimatnya lagi karena tiba2 ada truk yang melaju di depannya membuat nichkhun harus segera membating stir untuk menghindari tabrakan dengan truk itu
“ada di tas ku … “ wooyoung melirik jam yang terpajang di bagian depan mobil yang menujukan pukul 12.46 “kita hanya punya waktu 14 menit lagi …” lanjut wooyoung mengingatkan dengan semakin membabi buta nichkhun menambah kecepatan mobilnya . mereka haus segera sampai ke bandara untuk segera terbang ke korea dan dengan begitu nyawa mereka baru akan selamat


“cepat pegang tanganku !!!” junho terus mencoba mengulurkan tangannya semakin jauh karena JR tidak dapat menggapai tangannya.
 JR menggekengkan kepalanya menyerah “lepaskan saja tangan ku …” ucapnya lagi dan kembali melihat kearah bawah memperhatikan riak air yang terlihat samar dari atas sana. JR yang menunduk hanya tersenyum miris dengan keadaannya saat ini apa yang dia lakukan selama ini hanya untuk dekat dengan namja berambut merah itu tapi apa yang terjadi dia selalu dalam masalah besar demi melindungi nichkhun dan wooyoung yang sama sekali tidak ada hubungan dengan dirinya
“jangan melihat ke bawah cepat pegang saja tangan ku !!!” teriak junho menggeram karena JR tetap bersis kukuh untuk menyerah . dengan masih menunduk melihat air kehijauan di bawah sana dia lagi2 menggelengkan kepalanya lemah
Tick
Tick
Tick

JR merasakan tetes demi tetes cairan mendarat di pipi sebelah kanannya tetes itu semakin banyak membasahi hanya pipi kanannya . dengan perlahan JR mendongak untuk melihat sumber cairan itu dan ternyata adalah darah yang mengalir dari tangan junho , luka di bagian bahu nya itu kembali mengeluarkan darah yang mengalir melewati lenganya hingga ke punggung tangan dan menetes ke bawah dari punggung tangannya itu
“hyung !!!! lepaskan tanganku … kau terluka … jangan pegang tangan ku lagi “ aliran darah itu semakin banyak mengalir di tangan junho membuat JR semakin kalut dia sadar betul jika luka junho memang masih belum sembuh apa lagi ini baru saja 9 hari dari kejadian waktu itu
“anak bodoh sampai kapan kau akan terus membantahku  …. cepat pegang tanganku !” dengan sisa tenaga karena terus bergelantungan di jembatan itu sejak beberapa waktu tadi ahirnya JR berusaha dengan segenap kekuatan yang dia miliki untuk memegang tangan junho yang terulur
Perlahan sedikit demi sedikit ahirnya JR bisa menggapai tangan junho , JR melihat tangan junho yang semakin banyak terlumuri cairan kental merah itu membuatnya semakin tidak panic .
“terus !!!” junho menarik tangan JR terus ke atas hingga ahirnya dia bisa naik kembali ke atas jembatan dengan posisi yang menindih tubuh junho.
Junho menggeliat dan sedikit berguling karena luka di bagian bahu belakangnya terbentur di atas jembatan karena saat menarim JR tubuhnya jatuh terlentang di sana “hyung gwaenchana ?!”
“kita harus segera lari !” junho menarik tangan Jr kembali berlari menjauhi hutan tempat mereka bersembunyi . sepanjang perjalan saat mereka berdua berlari JR terus saja melihat tangan junho yang memegang tanganya , genggaman tangan junho pada dirinya itu terlihat begitu merah penuh dengan darah yang terus mengalir tiada henti dari luka junho yang kembali terbuka


Wooyoung memegang pegangan tangan yang ada di bagian kanan atas mobil saat mobil yang dia tumpangi terus saja berbelak belok tanpa henti dalam kecepatan yang sangat tinggi membuat tubuhnya terus ikut bergerak ke kanan ke kiri berlawanan arah dengan belokan mobilnya
“berhenti !!!” teriak wooyoung tiba2 membuat nichkhun dengan segera menginjak rem hingga mereka sedikit tersentak ke depan
“sialan !!!! sialan !!!” teriak nichkhun semakin kesal karena melihat parade yang ada di jalan depan mereka. Entah parade apa itu yang jelas banyak sekali orang dan beberapa orang yang memainkan boneka seperti naga dalam pertunjukan barongsai
Nichkhun melirik kaca spion sampingnya melihat orang2 yang mengejarya juga ikut berhenti di belakang mereka “kita harus berlari !” nichkhun membuka sabuk pengaman yang dia gunakan begitu juga wooyoung yang dengan sigap mengikuti perintah nichkhun . dengan serempak hampir bersamaan mereka berdua keuar dari mobil dan berlari memasuki arah kerumunan orang untuk mempersulit orang-orang yang mengejar mereka tadi
“kemari !!” nichkhun menarik tangan wooyoung berbelok memasuki gang kecil yang ada di sela2 bangunan tinggi yang ada di samping jalan mereka terus berlari dengan orang2 yang juga sama sekali tidak putus asa untuk mengejar mereka
Wooyoung berbelok ke sebuah cekungan tembok antara satu bangunan dan bangunan yang lainnya mencoba untuk bersembunyi guna mengisi kembali pasokan oksigen bagi paru2 mereka yang sudah meronta meminta jatah . terlihat dari dada keduanya yang naik turun dengan tidak beraturan
“kita bisa sampai …di …. Ban…dara ….” Wooyoung bicara dengan tidak jelas apa yang sebenarnya dia maksud tapi ternyata nichkhun mengerti tentang hal itu.
“dalam keramaian seperti ini mereka akan berpikir dua kali untuk menembak … jadi kita harus segera pergi ke bandara … kau bisa ?!” wooyoung menngangguk yakin dengan apa yang nichkhun tanyakan , nichkhun memutar pandangannya kesegala arah di dalam gang kecil yang agak gelap itu untuk mencari benda yang bisa dia pergunakan dan pilihan jatuh pada benda mirip paralon yang terbuat dari besi dengan diameter kira-kira 3cm dan panjang sekitas 50 cm . dia menariknya tanpa perduli jika pemilik rumah nanti akan bingung mencari benda itu
Nichkhun menenteng besi tadi di tangan kanannya sementara tangan kiri nichkhun masih setia memegang tangan wooyoung mereka segera keluar dari persembunyiannya berjalan dengan cepat menuju ke bandara yang hanya berjarak beberapa meter dari tempat mereka berada saat ini , tapi karena mereka tengah di buru jarak sedekat itu saja masih bisa mengancam nyawa mereka berdua
“itu mereka !” nichkhun berbalik melihat beberapa orang berlari mengejar mereka berdua membuat nichkhun bersiap sudah dalam keadaan yang siap untuk berkelahi, dan perkelahian sengitpun tak bisa di hindarkan , baku hantam terjadi antara nichkhun dengan sekitar 6 orang dan 2 orang lain mencoba untuk menyerang wooyoung.
‘bagaimana ini aku tidak bisa melawan mereka ‘ wooyoung menggerutu dalam hati saat dia orang itu terus mengejarnya sesekali mereka akan mencoba memukul wooyoung atau menendangnya tapi yang bisa wooyoung lakukan hanya menghindar tanpa bisa melakukan perlawanan
Wooyoung berguling di atas sebuah meja yang terdapat di pinggir gang saat dia hendak di pukul menggunakan batang kayu oleh orang yang menyerangnya tadi hingga dia bisa berbahisl lolos lagi dan lagi sementara nichkhun sibuk dengan 6 orang yang menyerangnya dengan bersamaan . mata wooyoung membulat seketika saat salah satu dari 6 orang itumencoba menyerang nichkhun dari belakang membuat dia segera bangkit dan menghalangi orang itu dengan memukulnya mengunakan balok kayu yang ada di bagian bawah kaki wooyoung yang di jatuhkan oleh orang2 tadi
“cepat- … ahkk …” kareka ulahnya yang melindungi nichkhun ahirnya wooyoung yang mendapatkan serangan dari arah belakang seseorang memukul bahu wooyoung untung saja bukan daerah tengkuk lehernya yang terkena pukulan karena dia tadi sedang merunduk jika saja bagian bahaya yang terkena pukulan mungkin wooyoung akan pingsan


JR da junho berlari terus mengarah ke jalan raya yang tidak jauh lagi dari tempat mereka berada karena jalan itu sudah dapat terlihat mata mereka sekarang.
“hyung ?” junho berhenti berjalan saat pandangan matanya mulai mengabur banyangan benda yang terlihat di depan matanya saat ini terlihat buram dan berputar membuat dia tersungkur untung saja Jr memegangi junho hingga dia tidak jatuh ke tanah
“bertahan hyung … kita akan segara sampai … itu ada mobil …” JR memapah junho dengan mengalungkan lengan kanan junho ke bahunya mereka berjalan dengan perlahan hingga sampai di pinggir jalan
“ahhh …paman bisa tolong kami ?! paman mau pergi kemana ?!” Tanya JR dengan bahasa jepang yang bahkan bisa di katakan kurang itu
“aku akan pergi ke pelabuhan … kenapa teman mu itu ?!” paman yang membawa mobil bak terbuka yang di tudungi terpal biru itu ternyata adalah paman tetangga yang ada di klinik yang mereka tempati beberapa waktu yang lalu mebuat Jr lega dan bisa meminta bantuan padanya dengan tenang
“dia terluka … paman bisa beri tumpangan pada kami ?!”
Paman itu terlihat berpikir dan melihat kearah belakang mobilnya yang di penuhi dengan tong2 besar sebagai wadah ikan “tapi kalian hanya bisa duduk di belakang dank au lihat sendiri keadaan di belakang itu “
“tidak apa-apa !” tanpa pikir panjang Jr segara membantu menaikan tubuh junho ke atas mobil bersama dirinya yang menyusul setelah itu mobil pengangkut ikan laut itupun kembali melaju
“euhhh …. Uhhhh ,,,” junho terus mengaduh kesakitan tanpa dia sadari dengan mata yang tertutup saat JR menyadarkan dirinya pada bagian sisi mobil di antara tong2 tadi agar tidak terlihat orang lain
JR mencoba melepaskan jaket yang junho pakai dan menggeledah semua isi saku junho, dia tidak dapat menemukan apapun selain peluru ,dompet dan juga pasor. Setelah tidak dapat menemukan barang yang dia cari di dalam jaket junho JR kembali menggeledah saku celana junho berharap akan menemukan barang yang dia cari di sana namun ternyata hasilnya nihil juga ,berbalikan dengan itu JR yang sedikit menggerekan tubuh junho malah bisa melihat berkas luka di bahu belakang junho yang kembali terbuka walau beberapa hari yang lalu sudah mendapatkan jahitan dari dokter
“hyung ??!!!” panggilnya lemah sedangkan junho hanya terus mengerang kesakitan dalam mata yang tertutup dengan kepala yang terus menggeleng tanpa tujuan bahkan mungkin sama sekali tidak dia sadari
JR mengeluarkan sebuah pisau lipat kecil dari saku celananya dan bersiap untuk menyayat lengan kirinya sendiri tepat pada pembuluh darah , tapi sebelum dia melakukannya junho yang masih bisa melihat apa yang JR lakukan karena matanya yang sedikit terbuka segera merampas pisau itu walau dengan gerakan yang lemah
“hyung … aku tidak bisa menemukan apapun … aku tidak membawa apapun …” ucapnya lirih pada junho yang memegang erat pisau tadi. Mengetahui apa yang Jr maksudkan junho hanya menggelengkan kepala lemah (biasanya untuk jenis narkoba tertentu jaz narkoba itu sudah bercampur dengan darah hingga dalam keadaan tertentu misalnya sakau dan gak punya obat mereka akan menyayat dirinya sendiri demi mendapatkan zat yang terkandung dalam darahnya dengan di hisap mungkin ?! entahlah … karena lagi2 saya itu cuman kembali menceritakan kejadian dalam pilem yang saya tonton dalam ff ini seperti kemarin yang so close )


In airport

Nichkhun mendorong salah satu orang yang memegang bahunya mencoba untuk menghalangi langkah nichkhun memasuki bandara dan kemudian dia berlari menusul wooyoung yang sudah terlebih dahulu memasuki bandara . sanga beruntung karena mereka datang hampir terlambat hingga antrian tidak terlalu panjang dan mereka hanya perlu menunggu satu orang dan setelah itu wooyoung dan nichkhun segera memasuki pintu keberangkatan
“sialan dia kembali bisa lolos !!!” umpat salah satu orang yang mengejar nichkhun saat melihat nichkhun yang sudah ada di dalam pintu keberangkatan melambaikan tangannya dengan santai pada orang2 itu lalu memeluk wooyoung dengan wajah bangga karena bisa kebali lolos dari kejaran dan setelah puas menghina orang2 tadi mereka berdua menghilang naik ke lantai atas dengan menggunakan escalator


Singkat cerita nichkhun dan wooyoung udah sampai di bandara Incheon korea

Begitu nichkhun dan wooyoung melangkahkan kaki mereka keluar dari pintu kedatangan beberapa orang sudah berderat rapih menunggu mereka
“cepat kirim orang mencari junho di jepang …” titah nichkhun seraya melepaskan kaca mata hitam yang dia kenakan masih dengan berjalan terus keluar dari bandara sementara beberapa orang mengikuti mereka dari belakang. Sedangkan wooyoung berjalan di sampingnya


Balik lagi di jepang

“kau tidak tidur ?!” junho mencoba untuk duduk dari berbaringnya saat melihat JR yang masih duduk memeluk lututnya di samping junho yang terbaring di atas kasur tradisional jepang
“hyung tidak usah bangun …”
“kau pasti sangat bingung … dan takut … kita tidak bisa pulang saat ini … “ JR menggelengkan kepalanya dan tersenyum
“aku hanya merasa jika aku selalu saja membuat hyung susah … jika bukan karena aku yang ceroboh … hyung tidak akan kembali lagi ke jembatan dan tidak akan ada di sini sekarang … hyung pasti sudah pulang bersama khun hyung dan tuan muda wooyoung …”
“jika kau tidak menyulitkan aku mungkin aku akan kesulitan sendiri dengan diriku sendiri …” jawab junho dengan sebuah kalimat yang membingungkah membuat JR mengernyitkan dahi tidak mengerti dengan apa yang di maksud junho
“maksud hyung …? ”
“sudahlah … sekarang tidur saja … “ junho menepuk tempat di sampingnya berbagi alas tidur dengan JR
JR menujuk wajahnya sendiri dengan bingung saat menyadari junho menyuruhnya untuk tidur di samping junho “aku ? tidur di sana ?!” Tanya JR memperjelas
“ne … tidur di sini dan aku akan tidur di luar …” jawab junho sengaja ingin menggoda anak kacil di depannya ini yang terlihat sudah sangat bersemangat dan bahagia dengan apa yang dia lakukan barusan
Seketika wajah JR kembali menelemah dan menghela nafas berat “ aniya … tidur saja hyung … lagi pula hyung harus banyak istirahat … aku bahkan tidak tahu apa jahitan luka hyung yang aku buat itu terpasang dengan benar atau tidak …”
“aku tahu kau melakukannya dengan baik …”
“dari mana hyung tahu ?!”
“aku bisa merasakannya …”
“tch …. Dasar pembohong jelas2 kau hanya kesaitan saja saat aku menjahitnya …”
“sudah jangan benyak bicara …cepat tidur “ junho berbaring dengan sangat perlahan dan kemudian menyamankan posisi tidurnya saat dia sudah bisa berbaring dengan selamat. Junho sengaja tidur di sisi kiri alas tidur itu mengosongkan bagian kanan sesuai dengan tempat yang dia tunjukan pada JR tadi , junho lantas memejamkan matanya mulai untuk tidur
JR menggeser tempat duduknya semakin medekat kearah junho lalu melepaskan pelukan tangannya pada lulutnya sendiri setelah itu dia mulai berbaring di samping junho dengan pelan sekali seolah takut jika junho akan terbangun karena merasakan gerakannya.
Junho tersenyum dalam hati merasakan kegelian karena sikap Jr yang masih saja kakanakan sesuai dengan usianya itu


Di korea

Wooyoung membuka perlahan selimut yang menutupi tubuhnya yang tengah berbaring nyaman di atas kasur empuk di samping namja yang bagitu tampan yang sekarang tengah terbang kealam mimpi mungkin kareka begitu lelah dan merindukan kenyamanan rumahnya membuat nichkhun tertidur dengan sangat pulas. Perlahan wooyoung menapakan satu kakinya ke lantai lalu kembali berbalik melihat wajah nichkhun yang masih saja tertidur dengan pulas, dia lantas kembali memijakan satu kaki lainnya ke lantai wooyoung berdiri dengan perlahan tidak mau menimbulkan suara apapun yang bisa membangunkan nichkhun. Dia berjalan dengan pelan menuju kamar mandi dan menutup rapat pintunya dan juga mengunci pintu itu
Wooyoung mengeluarkan ponsel miliknya dari saku baju tidur yang dia pakai dan menekan kombinasi angka yang sudah dia hafal di luar kepala lalu ponsel itu dia letakan di telinga kanan nya
“hyung … ini aku …”
“……….”
“mwo ?!” Tanya lemah wooyoung pada namja yang berbicara di sebrang sana .
“………”
“jam sepuluh malam besok ?!” Tanya wooyoung memperjelas dan melihat jam dinding yang terpasang di dinding putih kamar mandi itu
“………..”
“ne …” wooyoung segera memutuskan sambungan telponnya bersama namja tadi mata wooyoung kembali bergulir memperhatikan jam dinding “jam sepuluh malam ?! aku hanya punya waktu … 20 jam lagi bersama dengan mu … nichkhun …” ujarnya lirih seraya menunduk wooyoung tidak sadar jika perlahan matanya mulai berair dan satu tetes air mata mengalir dari pelupuk mata kanan wooyoung yang menunduk ‘haruskah aku melakukannya ?! aku tidak akan pernah melukaimu … tapi …’ wooyoung meremas kepalanya kuat dengan kedua tangan di depan cermin yang terpajang di wastafel kamar mandi perlahan dia mengangkat wajahnya memandnag bayangan dirinya sendiri di cermin
“kau … pilihlah … sekarang juga …” titahnya pada banyangan dirinya sendiri yang ada di dalam cermin


Huwaaaaaaaaa………… melenceng dari cerita awal … yah saya udah bilang junho itu bergelayutan mulu di kepala saya jadinya gini deh … buat chap depan akan kembali ke semual dimana ini adalah ff khunyoung … KHUNYOUNG !!!! … mungkin satu atau dua chap lagi benar2 tamat karena ternyata saya gak bisa ngukur cerita … tinggal deh sad-sad nya dikit dan happy ending di ahirnya … gomawo … silahkan di komentar yang banyak … syaa gak niat lanjutin jika gak di hargai … jika komen dikit saya gak mau lanjut dan itu kasian banget yang khunyoung shipper cz chap depan mulai khunyoung …

12 comments:

  1. aishh..nuneo-yaa..jinjaa.. udah dpt bnyak peran masih az nyrobot jatah ff orang..*jitak junho*
    aigoo..saya slalu deg2an+kringetan klo bca ni ff..
    lagi2 msh dbikin penasaran ma udong..
    sbnarnya dia itu spa sih.??aiishh...
    ga bs ngomng apa2 lg dah..ni chap jinja Dae to the Bak\^0^/
    cpt lanjutin ya thor..bneran lho khunyoung momentnya tambahin dichap dpan..
    klo perlu kasih enseannya jg..hahaha *otak yadong kumat*

    fighting\^0^/

    ~weny~

    ReplyDelete
  2. TEGANG Banget Thor baca nya!!

    Kayak baca FF Horor o,O??

    Lanjutkan thor!!!!!!!!

    ReplyDelete
  3. md
    thor, adegan tembak-menembaknya keren
    tp tetap khunyoung kan????
    junho ma JR aja
    lanjut ya Thor>>>>>>>

    ReplyDelete
  4. Dan seperti yang eon bilang..eon bingung siapa cast utamanya disini..karena orang ini terlalu keren *tunjuk Junho*
    gimana ga keren coba..ngelindungin 3 orang sekaligus dgn luka ditubuhnya..(pasti authornya mau bikin diriku klepek-klepek kan sama ni namja..dan author berhasil..diriku meleleh sambil ngesot2)

    Junho n Jr..ehmmm..kenapa harus dengan Jr?!tp eon setuju kok..ngebayangin dedek Jr yang malu2..haiyaahhh..Junho jgn pikirin Khun lg..hidup berbahagialah dgn Jr..
    Jujur nih baca chap yang ini..meski tau KhunHo adalah gerombolan mafia..tp eon anggep Woo yg penjahatnya..(ya meskipun ampe sekarang pun blon ketauan tuh sape si woo..)

    oh ya..mo nanya nih..hehehehe..jadi malu..disitu kan Junho sempet suka tuh ama Khun..nah kepikiran dah nih..andai mereka jalan berdua disini kira2 sapa yg jadi uke yahhhh..soalnya dua2nya disini gentle..hahahaha..just intermezo..ga dijawab jg gpp kok thor..
    Akhir kata..kali ini eon ga berani ngmg apa2 lagi..karena udah terlalu keren banget ni chap..
    LANJUTKAAANNNN!!!

    ReplyDelete
  5. waaaaah ff nya keren unnie, berasa kaya lagi nonton film deh jadinya
    next chap khunyoung ? yeah, I'm ready !!!!
    lanjut yaa authornim :D
    semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat ^o^

    ReplyDelete
  6. wwwaaahhh daebak thor lanjut ya,tp khunyoungnya mana q kan khunyoung shipper :( tp junho keren bnget sih,woo itu siapa sebenarnya jangan buat sad ending ya,yg happy2 aja ok...

    ReplyDelete
  7. waw.....satu kata yang bisa terucap ni ff bukanlah ff romance but action.............sampai merinding bacanya ngeri bgt,,,,,,,lanjut thor penasaran abies ama lanujtannya,,,fighting....

    ReplyDelete
  8. wwiihh keren banget un... tegang sendiri pas bacanya suka banget deeeh :D

    ReplyDelete
  9. Woahhh...junho knpa kau selalu keren d hadapan mata ku *plakkk* xD

    Sumpah deh thor asli bca ff ini tegang ..merinding..tkut junhoppa kenapa2 *plakkk* hehe... Yg bikin penasaran sebenernya wooppa siapa sih?! Penasaran bgt q

    Junho and Jr...junho ma aya jga boleh thor *plakkk nimbrung mulu ni anak* xD HEHE..lanjut deh thor

    ReplyDelete
  10. thorrrr... sumpah aku suka banget eon genrenya... aku suka hal berbau tembaktembakan dan tusuktusukan..

    aku setuju sama eon reika... aku juga ngerasa Woo jadi antagonis disini, yg menyiksa junho secara batin XD wkwkwk *dikeroyok Khunyoung shipper setanah air* abis penasaran bgt Woo itu sebenernya siapa apa dan ada urusan apa sih? sumpah penasaran tingkat atas

    aku sempet bingung eon kenapa Jr yg dimasukin ? ga Jb? atau eon nyarinya yg imut imut ya? XDD *pasang muka so imut* wkwkwk xD Lanjut Thor!!

    ReplyDelete
  11. pliiisss lanjutin thorr!!
    jangan ditunda-tunda lagi >.<
    ada apa dengan uyong??
    T__T

    ReplyDelete
  12. Lanjut thorrr !!!

    ReplyDelete