May 26, 2013

2different love part 3

Adakah yang masih mengingat fic. Aneh bin ajaib beserta gaje milik saya yang berjudul 2differen love ?!
.
.
.
Saya harap ada . . . Mau kelanjutan nya ?
Readers : ENGGA ! ! !
.
.
.
Well,sebelum kita lanjutkan saya mau berpetuah dulu *readers kabur semua* #di bilang gak mau kok malah maksa ?! =="
.
SAYA INGIN MENGINGATKAN JIKA DALAM FF YANG SAYA BUAT SAYA HANYA PINJAM NAMA DAN BUKAN ORANGNYA NAMUN JIKA KALIAN MENAFSIRKAN MEREKA SEBAGAI MEREKA (?) YA ITU HAK KALIAN . . . TAPI SAYA HARAP KALIAN BACA FF SAYA JUGA DENGAN MENIKMATI CERITA BUKAN CUMA DENGAN MENIKMATI CAST NYA SAJA ...
.
.

path toward you 9

 path to ward you 9




In office
*
"permisi . . . Aku ingin memberikan surat lamaran ini . . . Aku lihat ada lowongan pekerjaan " sebuah amplop coklat tua berukuran A4 pun di sodorkan kepada seorang yeoja yang tak lain adalah seorang resepsionis di perusahaan yang taec masuki .
"ah . . . Nde . . ." ucap yeoja itu menerima surat lamaran tadi, dia lantas membaca nama yang tertera di amplop tadi sedikit tercengang saat melihat gelar yang tersemat di antara nama ok taecyeon. "maaf . . . Lowongan pekerjaan kami hanya sebagai kariawan biasa . . . Aku sungguh menyayangkan jika anda bekerja seperti itu dengan latar belakang pendidikan anda "
taec tersenyum ramah pada yeoja tadi "aku sangat membutuhkan pekerjaan saat ini . . . Jadi itu semua tidak masalah untuk ku "
yeoja itu tersenyum kecil dengan helaan nafas ringan "ah . . . Aku baru ingat salah satu manager kami tidak dapat bekerja karena di rawat di rumah sakit untuk waktu yang lama . . . Jika anda tidak keberatan untuk menjadi manager sementara aku akan berbicara pada direktur . . . Kebetulan saat ini beliau ada di sini" tawar yeoja itu berbaik hati.
"benarkah ?! Aku sangat berterima kasih . . ."
"aku akan mengantar anda menemui direktur . . . Mari ikuti aku " yeoja itu segera berjalan menuju satu lorong di dalam gedung di ikuti dengan taec yang berjalan di belakangnya.
Yeoja itu berjalan hingga berada di pertengahan lorong "tunggu sebentar " titahnya pada taec saat mereka berhenti di depan sebuah pintu.
"nde " jawab taec singkat . Setelahnya yeoja tadi segera mengetuk pintu beberapa kali dan tanpa menunggu jawaban dari orang yang ada di dalam ruangan itu dia sudah masuk ke dalam sana ,tidak lupa untuk menutup pintu itu kembali.beberapa lama kemudian ahirnya yeoja itu keluar dari dalam ruangan.
"silahkan masuk "
taec tersenyum dan mengangguk "kamsahamnida"
"nde . . ."
tok tok tok
"selamat siang . . ." sapa taec begitu dia masuk ke dalam ruangan. Taec tersenyum penuh harap kepada seorang namja yang tengah membelakanginya.
Namja itu terdiam cukup lama hingga kemudian dengan perlahan dia membalikan badannya menghadap taecyeon.
Prak
surat lamaran yang sejak tadi taec pegang terjatuh membentur lantai.
"tae . . . Taec . . . yeon . . ." sapa namja yang tak lain adalah wooyoung itu dengan begitu tergagap saat dia telah memastikan kebenaran pendengaran nya bahwa suara tak asing yang baru saja menyapa dirinya benarlah taecyeon,orang yang pernah begitu dekat dengan dirinya namun juga adalah orang yang sudah sangat lama tak pernah dia temui.
.
.
In khun's home
*
"tuan . . . Dua jam lagi rumah ini akan di lelang . . . Kita diminta meninggalkan rumah ini sekarang " min baby siter yang bekerja pada untuk mengurus suzy menghampirinya untuk mengingatkan, pasalnya sejak semalam saat dia kembali kerumah, nichkhun hanya terdiam sama sekali tak berbicara sepatah kata apapun.
"tuan ada telpon untuk anda " salah satu dari pelayan juga datang menghampiri nichkhun.
"kau . . . Bawa suzy keluar . . . Tunggu aku di taman . . ." nichkhun berbicara seraya memandang min yang langsung mengangguk mengerti . Setelah min berbalik meninggalkan nya, nichkhun segera mengangkat gagang telpon yang di letakan di meja kecil di samping sofa yang dia duduki. "yeoboseyo "
". . . ."
.
.
.
.
In junho office
*
nichkhun berjalan dengan tergesa2 memasuki gedung perusahaan junho tanpa mengindahkan keberadaan sekertaris junho yang duduk di luar ruangan yang bertuliskan PRESDIR LEE itu. nichkhun langsung mencoba untuk menerobos masuk "tuan anda tidak boleh masuk !" larang sekertaris junho mencoba menghalangi nichkhun namun terlambat karena saat ini pintu ruangan junho sudah terbuka menampakan junho yang duduk bersama beberapa orang di dalam ruangan nya. sedangkan chansung yang tengah berdiri dengan satu tangan terangkat untuk menunjuk grafik yang terpampang di layarpun ikut mematung tak berubah posisi.
"maaf tuan direktur tengah rapat . . . Silahkan anda keluar !!" sekertaris itu memegang bahu nichkhun untuk mendorongnya keluar.
"tunggu !" titah junho seraya berdiri. Junho memandang satu persatu kariawan nya yang masih duduk membatu "kalian semua keluar !" pandangan junho beralih pada sekertarisnya yang masih memegang bahu nichkhun "kau juga " imbuhnya singkat .
Semua orang yang ada di ruangan itupun mulai berjalan keluar ruangan junho sesuai dengan perintah. Setelah chansung selaku orang terahir menarik pintu untuk tertutup junho berjalan mendekati nichkhun dan memegang tangannya. "ada apa ?!" tanya junho lembut tapi nichkhun masih diam tak bergerak.
"ah , aku lupa hari ini pelelangan . . . Bagaimana jika untuk sementara kita tinggal di rumahku . . . Setelah itu kau bisa memilih rumah manapun yang kau inginkan untuk kita tinggali . . ." tawar junho terus tersenyum bahagia .
"bawa suzy . . . "
"apa ?!" junho bertanya bingung karena nichkhun berbicara pelan dan tidak jelas.
"aku tidak bisa kembali padamu . . . "
"apa maksud mu ?! Kenapa kau seperti ini ?" nichkhun perlahan menarik tangannya dari genggaman junho membuat junho semakin shock. "hutang budi . . . Tidak akan bisa di bayar materi . . . Lagi pula ini tidak pantas untuk kita lakukan . . ."
"kenapa kau berubah pikiran ?!"
"karena aku sadar aku salah . . . Menebus semua pengorbanan nya untuk ku . . . Aku tidak akan meninggalkan nya . . . Dan suzy . . . Dia lahir dalam kemewahan dan hidup sebagai seorang putri . . . Dia masih dalam tahap pemulihan dan saat ini kami tidak punya apa2 untuk mengurusnya . . . Jadi aku harap kau akan membiayainya . . . Sebagai ganti aku akan membiarkan dia tinggal bersamamu hingga aku bisa mengurusnya kembali . . . Aku hanya akan mengunjunging sekali seminggu " junho mengepalkan tangannya kuat2 "tentu . . . Aku inginkan anak ku . . . Aku akan melakukan nya . . ."
nichkhun memandang junho tidak percaya jika dia akan dengan mudah menyetujui keinginannya.
"benarkah?!" sangsi nichkhun.
"nde . . . Aku akan membawanya sekarang juga . . ."
nichkhun mengangguk "baiklah . . . Dia ada di taman sekarang "
junho berjalan ke arah kursinya untuk mengambil jas 'kita lihat apa kau akan bisa bertahan untuk tidak kembali padaku saat suzy ada bersamaku ' ujar junho dalam hati seraya memakai jasnya.
.
.
.
.
"TAECYEON-SHI !" wooyoung berlari mengejar taec yang langsung pergi meninggalkannya setelah mengetahui jika orang yang ingin dia temui adalah wooyoung.
"taecyeon awas !" teriaknya lagi saat taec berjalan di sisi jalan raya hingga tanpa sengaja dia terserempet mobil. Wooyoung segera menghampiri taec yang terjatuh. "gwaenchana ?" wooyoung mencoba membantu taec untuk berdiri namun dia malah menepis tangan wooyoung kasar seolah mendorongnya hingga wooyoung mundur satu langkah.
"tangan mu berdarah !" ujarnya khawatir hendak melihat luka taec namun lagi2 dia menepis tangan woo.
"apa perdulimu !! Hah ?! Kau bekerja pada junho ! Kau yang membantunya untuk membuatku seperti ini bukan ?!" bentak taec sarkastik terpancar amarah di mata tajamnya yang mengarah pada wooyoung "kau pasti sangat membenciku karena aku membohongimu waktu itu . . . Dan kau bersekongkol dengan junho untuk menghancurkan ku . . . IYA 'KAN ?!" nada bicaranya kian meninggi namun wooyoung tetap hanya berfokus pada luka di tangan taec.
"obati dulu luka mu . . ." ajak wooyoung tulus tapi taec malah berdecih meremehkan.
"kau tidak perlu berpura2 lagi padaku !" tuduh taec lagi .
Wooyoung menghela nafas jengkel dan mengeluarkan sapu tangan dari jasnya lalu menutup luka di tangan taec menggunakan sapu tangan tadi .
"apa yang kau lakukan ?!" taec mencoba menarik tangannya dari wooyoung.
"DIAMLAH !!" bentak woo seketika membuat taec terdiam "jika tidak mau aku mengobatimu setidaknya tutup lukanya dan cepatlah pergi ke rumah sakit !" lanjut woo seraya menarik satu tangan taec yang lain untuk memegang sapu tangan yang menutup luka berdarahnya . "kau sama sekali tidak mau mendengarkan orang lain . . ." wooyoung terlihat ingin mengatakan sesuatu namun dia memilih kembali diam dan meninggalkan taec yang berdiri diam memandang punggungnya.
Perlahan taec melihat luka terbalut sapu tangan itu dan menunduk .
"kenapa aku begitu marah bahkan tidak mau mendengarnya bicara . . . Hanya karena dia dekat dengan junho ..." taec bicara pada dirinya sendiri menyesali apa yang telah dia lakukan.
.
.
"direktur ! Ada apa anda mengejarnya ?" sekertaris woo berjalan mengikutinya yang baru saja kembali ke kantor.
"lamaran orang itu . . ." wooyoung terdiam berpikir sejenak.
"saya harus mempekerjakan nya dimana ?!" tanya sekertaris woo pengertian.
"anii . . . Dia pasti tidak akan menerimanya . . . Itu akan semakin melukai harga dirinya " wooyoung menatap sekertarisnya seraya melipat kedua tangan di depan dada "kau bisa cari beberapa perusahaan yang tidak berhubungan dengan kita dan rekomendasikan dia untuk bekerja disana "
"nde ?!"
"lakukan saja " woo segera berjalan meninggalkan sekertarisnya setelah dia memberi perintah.
"direktur mengigau rupanya . . . Bagaimana cara merekomendasikan nya jika perusahaan itu tidak ada hubungan nya dengan perusahaan ini ?!"
.
.
.
.
.
In junho home
.
Wooyoung berjalan pelan seolah begitu lelah menyeret kakinya untuk masuk ke dalam rumah ,sesekali ia menggerakan tangan kanan untuk memukul2 bahu kirinya yang terasa kaku "apa aku terkena syaraf terjepit ?!" gumamnya pada diri sendiri dan menaiki anak tangga menuju kamarnya . "eh ?" di anak tangga pertengahan kaki wooyoung berhenti melangkah dia lantas berbalik untuk semakin menajamkan pendengaran nya. "kau ! Apa aku tidak salah dengar ?! Ada suara anak kecil menangis di sini ?!" tanya wooyoung pada seorang pelayan yang berjalan di lantai satu hendak melewati tangga.
"nde . . . PresDir membawa seorang anak kecil pulang . . ." jawab pelayan itu terlihat tidak nyaman.
"anak kecil ?!" tanpa pikir panjang lagi wooyoung berlari menuruni tangga menuju ke ruang tamu tempat yang dia yakini sebagai sumber suara.
Brakk
wooyoung berdiri di depan pintu memperhatikan junho yang tengah menggendong seorang gadis kecil yang menangis keras di bahunya. Terdengar jelas dari rengekan anak itu jika dia ingin bertemu ibunya.
"uljimalayo . . . Paman berjanji ibu mu akan datang sebentar lagi jika kau tidak menangis jika kau terus menangis maka dia tidak akan datang " bujuk junho mengelus2 lembut rambut gadis kecil itu .
"dasar pembohong " gumam wooyoung berbisik pada dirinya sendiri mencibir bujukan junho.
Lama wooyoung terus berdiri di ambang pintu memperhatikan junho yang masih menggendong anak itu terus berusaha menenangkan nya dengan segala cara hingga akhirnya gadis kecil itu terlelap dalam gendongan nya karena kelelahan setelah lebih dari dua jam menangis. Setelah dia yakin anak yang ada pada junho telah tertidur akhirnya wooyoung berjalan mendekati mantan tunangannya itu.
"apa . . . Dia . . . anak ... Mu ?!" kalimat tanya terpotong2 itu bisa juga keluar dari mulut wooyoung.
Junho terkesiap saat tiba2 mendapati wooyoung berdiri di sampingnya namun dia dapat kembali tenang "emmm . . ." jawabnya singkat.
"sebaiknya . . . Kau menidurkan nya sekarang . . . Lehernya bisa sakit jika terus seperti itu . . ." saran wooyoung yang mendapat anggukan dari junho.
.
.
Di tempat lain
.
"nichkhun ! Nichkhun !" taec terus memanggil namanya seraya berjalan masuk kedalam ruang sederhana yang akan menjadi tempat tinggal mereka mulai saat ini. Sebuah ruangan kecil yang terdapat pada sebuah gedung tua di pinggir kota.
"nichkhun . . ." panggilan taec melamah saat dia melihat sosok orang yang dia cari duduk memeluk lututnya di sudut ruangan di antara tembok dan lemari. "apa yang kau lakukan di sini ?!" tanya taec pelan menggenggam tangan khun yang memeluk lututnya. Rasa bersalah dan sedih jelas terpancar dari suara dan raut wajah taec saat ini. "dimana suzy ?!" tanyanya ceria dia tahu jika topik mengenai gadis kecil itu adalah satu2nya cara agar nichkhun kembali bangkit.
"aku . . . Meninggalkannya di rumah junho . . ." jawabnya datar .
"mwo ?!"
"aku memberikannya pada junho " ulang nichkhun masih datar.
"APA YANG KAU LAKUKAN ?! KENAPA KAU MELAKUKAN ITU ?! MENGAPA KAU MELAKUKANNYA ! ! ! !" teriak taec mencengkram bahu nichkhun kuat dan mengguncangkannya. "APA KAU SUDAH GILA MENINGGALKANNYA ? KAU MEMBERIKAN NYA PADA JUNHO ?! KAU TAKUT AKU TIDAK BISA MENGHIDUPINYA ?!! AKU . . . Aku bahkan akan melakukan apapun untuknya termasuk menjual organ tubuhku sekalipun . . ."
"suzy . . . Lahir kedunia sebagai pewaris tunggal dua perusahaan terbesar . . . Di besarkan lebih dari seorang putri di kerajaan . . . " nichkhun tersenyun dengan tatapan mata kosong mengalirkan cairan bening dari sudut matanya membuat cengkraman taec melemah melihat hal itu "tapi . . . Sangat di sayangkan tuan putri kita . . . Begitu rapuh . . ." nichkhun mengarahkan tatapan matanya menelusur dalam mata lawan bicaranya itu "aku tidak akan sanggup melihat dia harus hidup seperti ini . . ."
.

path toward you 7/8


path toward you 7/8


tuck tuck tuck
suara ketukan meja yang di timbulkan telunjuk junho itulah satu2nya suara yang dapat di dengar di ruangan luas dengan banyaknya buku yang berderet rapi di setiap rak nya sementara itu junho jeletakan kepalanya di atas meja dengan jari yang terus mengetuk.
"sejak siang kau hanya diam . . . Obat mu tidak kau sentuh sama sekali " namja yang duduk di salah satu sofa itu bangkit mendekati junho.
"dia . . . Ingin aku pergi . . ." gumam junho tanpa merubah posisinya . Perlahan dia bisa merasakan satu tangan memegang pundaknya lembut .
"aku tidak mengerti secara penuh apa yang kau rasakan , tapi ... Junho ... Demi putri mu ... Kau bisa menjaganya bersama2 dengan nichkhun dekat dengan nya walau tidak sebagai ayahnya ... Suatu saat nanti setelah dia dewasa dia akan mengerti keadaan ini dan datang kepada mu sebagai seorang putri "
junho mengangkat bagian tubuhnya yang bertumpu pada meja memandang wooyoung yang memang sejak tadi berbicara padanya . "tapi aku ingin nichkhun kembali padaku bersama anak ku "
hanya bisa tersenyum iba membalas ungkapan junho "aku tidak tahu harus berkata apa padamu . . . Aku percaya kau akan melakukan yang terbaik . . . Fikirkanlah semuanya " wooyoung tersenyum lembut sebelum berbalik keluar dari ruang baca tempat mereka baru saja bercakap-cakap .
.

novel WGM ( you are half of me)







TELAH TERBIT...!

Judul : We Got Married (Novel)
Penulis : Hesty & Ribka
Penerbit : deKa Publishing
ISBN 978-602-7915-31-2
Tebal : iv + 318 hlm. ; 13 x 19 cm
Harga : Rp. 60.000,- (belum termasuk ongkir)


Wara :

Dijodohkan dengan orang yang lebih tua, mungkin hanya terjadi di film atau sinetron...
Tapi tidak dengan Lee Junho!!!

Lee Junho, siswa SMA kelas 3 berkebangsaan Korea harus menerima perjodohan dengan Reika, gadis Indonesia yang usianya terpaut 8 tahun darinya.

Perjodohan yang ditentang oleh keduanya namun akhirnya Junho dan Reika menyerah mengikuti kemauan orang tuanya untuk menikah.


Apa saja yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga mereka?! hingga keduanya menganggap pernikahannya adalah sebuah anugerah???

***

Apr 28, 2013

Tears In The Sun Rise


Tears in the sun rise



.
Main cast : junho , khun
Oneshot
keterangan tiap ada tanda * *
adalah flashback.

.
.

Apr 1, 2013

Path Toward You 6




By : park yara (tciw queen)

Romance,gaje,stress,gak mutu , abal membosankan ,manpregnant etc.

Warning: BoyxBoy.
 NamjaxNamja.
 (gak suka silahkan untuk gak usah baca !! udah saya kasih penjelasan ini jadi segera menyingkir)

Pairing: junho X nichkhun (couple utama jadi gak usah protes kalo banyak yang ini )
Nichkhun x taecyeon
Taecyeon x wooyoung
Junho x wooyoung

chapters : 6 of ?

summary : percayakah kau kepada takdir ? atau percayakah kau kepada reinkarnasi ?! aku merasa jika takdir yang aku jalani adalah takdir yang sama sekali tidak pernah sesuai dengan apa yang aku harapkan … egois ?! mungkin iya karena aku mereasa ini semua tidak sesuai dengan keinginanku maka dari itu aku tidak pernah bersyukur atas apa yang tuhan berikan padaku


path toward you 5





By : park yara (tciw queen)

Romance,gaje,stress,gak mutu , abal membosankan ,manpregnant etc.

Warning: BoyxBoy.
 NamjaxNamja.
 (gak suka silahkan untuk gak usah baca !! udah saya kasih penjelasan ini jadi segera menyingkir)

Pairing: junho X nichkhun (couple utama jadi gak usah protes kalo banyak yang ini )
Nichkhun x taecyeon
Taecyeon x wooyoung
Junho x wooyoung

chapters : 5 of ?

summary : percayakah kau kepada takdir ? atau percayakah kau kepada reinkarnasi ?! aku merasa jika takdir yang aku jalani adalah takdir yang sama sekali tidak pernah sesuai dengan apa yang aku harapkan … egois ?! mungkin iya karena aku mereasa ini semua tidak sesuai dengan keinginanku maka dari itu aku tidak pernah bersyukur atas apa yang tuhan berikan padaku


Mar 7, 2013

LIFE GAME 2


 main cast :
junho
JR
Nichkhun


Genre : romance, action , de el el …


author : thiez

rate : M (perlu bimbingan saya jika membaca ini … hehehe #plaaak)

disclamer : yang milik saya adalah hanya file ini .

warning : boy x boy

( yaoi )

namja x namja


chapters : 2 of 3
 (tadinya mau 2 chap tapi ternyata kepanjangan)







"jadi bagaimana ? Apa yang kau temukan ?!" nichkhun bertanya seraya berjalan masuk ke dalam ruangannya di ikuti oleh jinwoon yang mengekorinya
"aku menemukan jika orang memakai jam tangan itu mungkin adalah anggota sebuah kelompok
tertutup karena hanya beberapa orang yang memakainya itu juga . . . Tidak banyak yang tahu tentang bagaimana isi kelompok itu" jelas jinwoo yang sudah berdiri di depan nichkhun yang saat ini sudah duduk di hadapannya . "semalam sunbae kemana ? Aku menunggu mu karena kau bilang aku harus laporan secepatnya . . . Ternyata sunbae malah tidak datang dan menyuruhku pulang begitu saja " jinwoon mulai mengeluh akibat ketidak propesionalan nichkhun semalam padahal itu adalah kali pertama nichkhun mengenyampingkan pekerjaannya .
"maafkan aku . . . Aku ada urusan mendadak . . . Jadi di mana kita bisa menemukan orang2 itu ?!"
"di salah satu taman . . . "
"kita kesana sekarang . . ." nichkhun langsung beranjak dari kursinya dan segera keluar dari kantor menuju taman yang di maksud jinwoon dan tentu saja mereka pergi bersama di sebuah taman sejauh mata memandang terlihat banyak sekali remaja2 yang tengah asik dengan aktifitas
mereka masing2 terdapat banyak remaja yang duduk2 di kursi taman ada pula yang tengah
melakukan free style sepeda dan juga skeatboard pada arena khusus yang di sediakan di tengah taman . Sementara itu di bagian atas sebuah bangunan terdapat dua namja yang tengah duduk bersantai di sana . Mereka tengah melihat beberapa orang yang melakukan latihan parkour di gedung2 yang ada di sekitar sana .
"taecyeon akan segera datang . . . Apa kau mau bermain lagi ?!" chansung mendekati jr yang duduk di lantai dengan posisi selonjuran santai jr mendongak memandang chansung yang ada dalam posisi berdiri.dia sedikit menghalangi matanya dari sinar terik matahari dengan tangannya malah terlihat seperti memberi hormat pada chansung . "ani . . Aku lelah . . ." jawabnya masih dalam posisi duduk2 nyaman .
"kalau begitu aku ke bawah dulu . . . "
"nde . . ." chansung turun meninggalkan jr sendirian untuk bergabung bersama teman2nya yang lain bermain skeatboard namun tiba2 saja datang beberapa orang ke area taman itu dan  menghentikan segala aktifitas yang ada di sana
"diam semuanya tenang . . . Kami polisi . . . " ucap salah satu dari orang2 yang baru saja datang
mereka lantas mengumpulkan orang berderet di tengah arena sepeda walau dengan tidak rapi. Nichkhun dan jinwoon langsung berjalan mengitari taman memperhatikan setiap orang yang ada di sana satu persatu mulai dari wajah mereka dan juga memperhatikan kedua pergelangan tangan mereka. Hingga tiba2 saja Jinwoon yang tengah memperhatikan salah satu orang itu segera  menarik tangan kirinya yang menggunakan jam tangan hitam dan memperhatikan jam itu namun wajah nya berubah kecewa saat jam itu ternyata bukan jam tangan yang mereka cari . Chansung yang memperhatikan hal itu mulai sadar dan mengerti akan apa yang tengah para polisi itu cari
dan ahirnya dia memutuskan untuk mundur beberapa langkah ke belakang seraya melepaskan jam yang dia pakai namun belum sempat jam itu dia lepaskan jinwoon sudah berteriak .
"kau !" jinwoon yang menyadari gelagat chansung yang mencurigakan walau ada di barisan belakang terhalang beberapa orang segera berjalan menghampiri chansung dan hal itu juga membuat nichkhun ikut mempehatikan nya . Chansung memandang jr yang saat ini juga memperhatikan nya chansung memberikan isyarat kepada jr untuk segera lari dan setelah jr
mengangguk mereka berduapun berlari untuk kabur . Nichkhun yang saat memperhatikan
chansung memandang jr ahirnya ikut mengalihkan pandangannya ke arah jr yang berlari  bersamaan dengan chansung hingga saat ini jinwoon mengejar chansung yang berlari ke arah jalan raya dan nichkhun juga mengejar jr yang berlari di antara gedung2 . Jr yang berlari di atas gedung itu menekan salah satu tombol yang ada di bagian samping jam tangan yang dia pakai berulang kali dan setelah itu melompat ke gedung lain nya dan kembali naik ke lantai paling atas gedung itu . Sementar chansung berlari menyebrangi jalan raya yangbegitu ramai menghindar dari kejaran jinwoon yang berada beberapa meter di belakangnya . Chansung juga menekan tombol yang sama dengan tombol yang jrtekan tadi yang ada di jam tangan nya.

In car
titit
jam tangan yang taec pakai berbunyi dia lalu menarik lengan bajunya sedikit ke atas agar jam tangannya bisa terlihat , mata taec terbelalak saat layar jam digitalnya tiba2 berubah menjadi hitam semua dan hanya ada dua titik hijau berkedip yang terdapat pada titik2 koordinat tertentu
yang bisa dia lihat di jam itu juga. Dengan kilat taec menginjak pedal gas mobilnya semakin dalam untuk menuju ke tempat yang di maksudkan oleh jam nya (yang dengan otomatis  menyambung dengan mobil) *gk ngrti mian jika gk nntn emang agak ribet*
DORR
nichkhun melepaskan satu tembakan yang di tujukan ke udara namun peringatan itu sama sekali tidak di gubris jr yang masih terus berlari dan nichkhun juga masih tetap mengejarnya . Jr menutup pintu besi yang baru saja dia lewati dan pintu itu terkunci dengan otomatis . Setidaknya itu bisa memberikan hambatan bagi nichkhun yang akan melewatinya saat ini . Nichkhun mendorong dan menarik pintu itu dengan tidak sabaran berharap agar pintunya terbuka namun hasilnya nihil saja .
DORR
tembakan kedua nichkhun arahkan kepada jr yang sukses mengenai leher belakang bagian kiri jr dari sela2 pintu besi tadi
"akh . . . Ahh . . ." langkah kaki jr terhenti dengan spontan tangan kirinya meraba leher belakangnya yang terasa sakit . Jr bisa merasakan jika area itu terasa basah yang tanpa dia  lihatpun dia yakin jika itu adalah darah . Perlahan namun pasti jr kembali memaksa kakinya untuk berjalan dengan cepat menuju ke sisi gedung .
Chansung yang masih saja berkejaran dengan jinwoon kearah keramain sesekali malah menbrak pejalan kaki yang berlawanan arus dengan mereka . Chansung yang berlari menuju tangga sempat mengambil tanpa permisi satu skeatboard yang disimpan di samping pemiliknya yang kemudian dia gunakan untuk menuruni tangga , chansung menuruni tangga dengan cara menaikan skeatboar yang dia kendarai pada palang besi yang biasa di gunakan sebagai pegangan yang ada di tengah tangga tentu saja itumembuat dia lebih cepat danmeninggalkan jinwoon semakin jauh . Setelah menuruni tangga dia membiarkan begitu saja skeatboard naas tadi dan kembali berlari wajah tampan itu mengutas senyum saat melihat sebuah mobil hitam melaju ke arahnya .
"kajja !!!" taec membuka pintu mobil nya seraya berteriak ke arah chansung yang juga langsung menghampirinya untuk masuk ke dalam mobil . Dan setelah chansung berhasil masuk taecyeon kembali melajukan mobilnya dengan cepatmeninggalkan tempat itu .
"arrgg . . . Sialan !" jinwoon yang baru saja sampai bahkan tidak dapat melihat plat nomor mobil yang membawa chansung tadi .
*
dengan tangan yang gemetar karena menahan sakit dan juga gugup apa lagi saat memasangkan tali pada dirinya jr bisa melihat bercak darah yangada di tangan nya yang tadi dia gunakan untuk meraba leher dan itu membuat jr malah semakin gugup pandangannya mulai mengabur dengan nafas yang semakin lama semakin memburudengan tidak beraturan .
Breng breng
(suara pintu besi yang di paksa di buka gt di tendang di dobrak dsb.)
jr menoleh sekilas ke belakang dan segera menyelesaikan pemasangan tali tadi,setelah dia anggap semuanya siap jr segera menuruni gedung itu dengan cara selayaknya menuruni tebing menggunakan tali namun tiba2 saja saat baru setengah tinggi gedung itu dia lewati jr merasa tubuhnya begitu lemah dan ahirnya dia tidak dapat mengendalikan tali yang mengikatnya dan malah terus terulur tanpa kendali
brugh
tubuh jr sukses menghantam lantai keras di gang pinggir gedung dalam posisi tengkurap .
"hukk . . Uhuk . . . Uhuk . . ." jr terbatuk dengan darah kental yang juga turut keluar dari  mulutnya . Jr menghapus darah yang membasahi bibirnya walau tidak sempurna . Dia lantas melepaskan tali yang dia gunakan dan perlahan berjalan ke arah jalan raya dengan tubuh berlumuran darah . Perlahan walau dengan buram jr bisa melihat sebuah mobil yang masih melaju itu membuka pintunya membuat jr yakin itu adalah mobil taecyeon apalagi mobil tersebut
melaju ke arahnya .
*
brakk
ahirnya nichkhun bisa membuka pintu besi yang mengurungnya nichkhun langsung berlari ke sisi gedung ,melihat ada tali yang terpasang di sana membuat nichkhun beralih melihat kebawah dan dapat dia lihat hanya sebuah mobil hitam yang melaju meninggalkan tempat itu . Di pabrik bekas junho yang baru saja keluar dari kamar mandi mengambil kunci mobil yang dia letakan di meja komputer dia lantas berjalan hendak keluar dari ruangan itu hanya saja tepat saat junho
membuka pintu dia melihat chansung masuk dengan tergesa2
"ada apa chan ...." junho menghentikan kata2nya saat matanya menangkap bayangan taecyeon yang masuk ke dalam ruangan itu dengan posisi menggendong jr dengan kedua tangannya bridal style) junho menjalarkan pandangan matanya dari tangan jr yang menjuntai ke bawah dengan kaku dan berlumuran darah terus beralih memandang wajah namja kecil itu yang pucat pasi .
"chansung kau sudah menyuruh minjun datang kan ?! Kapan dia akan sampai ?" taec bertanya seraya membaringkan tubuh jr di atas meja panjang yang ada paling dekat dengan nya . Junho melangkah dengan kaki yang lemah seolah tidak bertulang hingga beberapa kali kakinya hampir terkilir saat menghampiri meja dimana jr terbaring
"minjun hyung dalam perjalanan . . . " jawab chansung lemah karena memperhatikan junho yang saat ini menghampiri jr
"apa yang terjadi ?" perlahan mata jr yang sudah menutup itu sedikit terbuka menggerakan kelopak matanya dengan susah saat mendengar suara junho yang saat ini ada di sampingnya . Jr
hanya bisa menggerakan bibirnya mencoba untuk bicara padajunho , dengan mata yang hanya terbuka sedikit itu jr memandang wajah junho .
"dia tertembak . . ." junho beralih memandang taecyeon yang menjawab pertanyaan nya barusan .
"jangan bicara . . . Minjun akan datang . . . Dia akan mengobatimu . . ." taecyeon bicara pada jr agar dia tidak banyak bergerak tapi sepertina jr punya sesuatu yang ingin dia katakana hingga dia tetap saja mencoba untuk bicara walau sama sekali tidak ada kata yang keluar dari mulutnya .
“dengarkan apa yang taecyeon katakan … jangan bicara …” junho kembali memandang jr ,junho
bisa merasakan jika ada sesuatu yang bergerak di dekat tangannya yang ternyata adalah tangan jr
yang mencoba untuk memegangnya , junho langsungmengganggam tangan jr yang masih berlumuran darah “jangan melihatku seperti itu … jangan takut kau tidak akan apa-apa …” jr mencoba untuk menggelengkan kepalanya namun hanya bergerak sedikit saja akibat luka yang dia alami namun itu masih bisa junho rasakan . tangan jr menggenggam tangan junho semakin kuat dan terus semakin kuat matanya mulai menutup dengan mulut yang masih terkatup katup hingga saat ini
Brak brak brak …
Minjun berlari masuk ke dalam bangunan pabrik tua itu sedikit berlari saat melintasi beberapa ruangan sebelum sampai ke dalam ruangan dimana jr dan semua orang ada di sana .
BRAKK
“dimana ?!!!” minjun bertanya langsung saat masuk ke dalam salah satu ruangan dan meliht  taecyeon ada di sana . minjun memutar pandanganya dan menemukan junho tengah duduk di sisi meja dimana terbaring seseorang yang minjun yakini adalah jr ,karena posisi junho saat ini yang menghalangi bagian wajah orang yang terbaring tadi. Junho menatap bingung wajah jr saat bibirnya yang sjak tadi bergerak bergetar kecil saat ini sama sekali tidak bergarak , junho juga merasakan jka genggaman jr pada tangannya mulai melemah hingga saat ini tangan jr sama sekali tidak memagangnya junho juga baru sadar jika dada jr sdah tidak naik turun lagi seperti sebelumnya .
“hahaha …” junho tertawa renyah namun mata yang memerah dada nafas yang mulai tidak beraturan selayaknya orang gila air matanya menetes membasahi lengannya sendiri dia lantas memandangi tangannya yang masih memegang tangan jr . dia  mendekatkan wajahnya ke arah
telinga jr, ujung hidung mancung junho itu menyentuh kuit pipi jr yang kian memutih junho juga
mngecup pipi itu sekilas dan menjalarkan kembali bibirnya ke talinga jr dan berbisik “jr ….  Oppa … ada di sini … bangunlah ….” junho menutup matanya dengan tangan yang bergerak dengan sendirinya menyentuh pipi kanan jr dengan bibirnya yang masih berada di telinga kiri namja itu.
“aku katakan BANGUN !!!!” junho berdiri begitu saja dari kursinya masih dengan menatap wajah jr yang sudah menutup matanya Junho menghela nafas dengan terisak kecil perlahan dia
merunduk dan memegang kedua sisi wajah jr dengan kedua telapak tangannya ,junho mendekatkan bibirnya mengarah ke bibir jr yang sedikit terbuka dengan begitu perlahan junho
melumat bibir atas jr yang sudah terbaring kaku berulang kali hingga saat dia melepaskan bibir
jr dan menjauhkan wajahnya dia bisa merasakan bau anyir seolah karat besi tanpa dia sadari bibirnya juga kini memerah akibat ulahnya barusan . (inget kan jr muntah darah pas jatuh)
Minjun hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan menutup mulutnya dengan telapak tangan
sedangkan taec langsung menarik minjun untuk membenamkan wajah namja panda yang
berprofesi sebagai dokter itu ke dada bidangnya . lain halnya dengan chansung yang saat ini
duduk dengan pandangan kosong memandangi junho dengan iba nya . Junho menegakan tubuhnya kambali berdiri dengan tegap dia menghapus air mata dan juga bibirnya dengan  menggunakan punggung tangan . mnghela nafas berat sebanyak satu kali lalu berbalik  memandang teman- temannya “siapa yang melakukan ini semua ?!”
“seorang polisi muda … sepertinya mereka mengincar kita akibat perampokan bank kemarin … mereka melihat ini !” chansung mengepalkan tangannya dan mengangkat lengan kekarnya itu ke atas untuk memperlihatkan jam tangan yang dia pakai kepada junho .
“cari tahu tentang dia …. Sekarang juga …” taec langsung mengangguk dan berjalan kearah meja computer untuk mencari data orang yang menembak jr di batu dengan chansung yang memang sudah melihat wajah orang itu . sementara junho neik ke lantai atas meninggalkan sema
teman2nya begitu saja Suara tembakan terus berdengung di dalam pabrik tua yang di huni  namja2 tampan itu mungkin sudah sekitar 1 jam lamanya suara tembakan itu terdengar tiada henti karena saat ini junho berdiri di jarak yang tidak terlalu jauh dari sebuah patung manusia yang berpakaian polisi , patung yang merupakan sasaran tembakan junho sejak satu jam yang lalu . di setiap tembakan yang dia lakukan terdapat kebencian yang dalam terhadap polisi saat mengingat bagaimana ayahnya memperlakukan dia dengan tidak manusiawi saat junho masih kanak-kanak saat junho selalu menjadi pelampiasan amarah ayahnya yang bertengkar bersama ibunya . junho yang selalu di siksa dan hina ayah kandungnya sendiri orang yang tidak  berprikemnusiaan pada anaknya sendiri namun adalahorang yang terlihat begitu berwibawa ,  benar2 bersandiriwara di hadapan semua orang menutupi segala tingkah buruknya di rumah .
“seorang polisi ..” Perkataan chansung kembali terngiang di telinga junho dan itu membuat dirinya semakin benci dengan polisi, yang saat ini juga sudah membunuh jr orang yang selau ada di sampingnya satu2nya orang yang memperlakukan junho dengan lembut . amarah junho semakin memuncak embuat peluru yang dia tujukan kepada patung it semakin banyak dan begitu membabi buta hingga peluru yang ada di dalam pistol junho habis .
“junho … polisi itu …seorang yatim piatu dia tinggal bersama dengan adik perempuannya di
pinggir kota …” Junho melemparkan pistol yang ada di tangannya ke sembarangan tempat lalu berbalikmemandang taceyeon “berikan alamatnya padaku …” taec memberikan secarik kertas pada junho yang langsung dia baca dan setelah itu junho pergi meninggalkan taecyeon tanpa kata .
In nichkhun home
Teng !
“yeoboseyo ?!” seorang gadis cantik membuka pintu saat bel berbunyi . gadis itu sedikit mencongdongkan tubuhnya ke samping berharap bisa melihat siapa yang dating karena memang tamu itu membelakanginya namun belum bisa dia lihat wajahnya namja itu segera berbalik sereya melepaskan kaca mata hitam yang dia kenakan .
“annyeonghaseyo … “ sapa namja itu ramah pada sang gadis cantik
“nde … annyeonghaseyo … “ jawabnya ramah dan membungkuk sekias pada namja tadi yang tak lain adalah junho .
“anda mencari siapa ?”
“aku hanya ingin menitipkan ini … paket untuk kakak mu …” junho memberikan satu buah kotak kepada yeoja tadi lalu membuka tutup kotaknya yang menampakan sebuah mainan pin ball yang terbuat dari kaca transparan seutuhnya (tau kanpin ball ? bukan paint ball … yang itu lho  suka ada pernya yang di tarik trus bolanya naik ketas itugak boleh masuk ke lubang bawah , ngerti ?! gak ngerti ? yah pokoknya pakasain aja ngerti yah ?!)
“apa ini ?!” Tanya yeoja itu polos , junho hanya tersenyum dan menarik tangan yeoja itu ke kursi yang ada di sisi teras rumahnya dan memapah gadis untuk duduk di kursi tersebut dan meletakan
boks berisi pinball tadi di pangkuannya , junho menarik dua buah pembatas yang ada di dalam pinball tadi membuat dua bola yang ada di dalam mainan itumenggelinding ke sana kemari
“kau tahu … kau harus menjaga agar … bola-bola ini … tidak menyentuh dinding kaca … karena jika sampai bola ini menyentuh kaca sedikit saja …” junho menarik satu kertas yang menjadi alas pin ball tadi membuat gadis itu bisa melihat beberapa kebel merah dan biru ada di bawah arena permainan pin ball dengan satu benda mirip jam elektik yang berkedipmenujukan aktu yang terus berjalan mundur . “benda ini akan meledak … dan itu bisa membuat mu mati terkena ledakan …” ujar junho dengan santai memandang wajah yeoja tadi tanpa beban sama sekali junho malah memberikan senyumanmenawannya kepada yeoja itu .
“a..apa … ap..a …yang kau lakukan ??!” gagap yeoja tadi saat melihat benda yang saat ini dia pangku di kedua pahanya , saat dia menyadari jika bnda yang saat ini dia pangku dan dia pegang menggunakan ke dua tangannya adalah bom .
“ini hanya sebuah permainan sederhana … yang ingin aku mainkan dengan kakak mu … “ junho mengeluarkan sebuah jam tangan hitam yang merupakan jam yang di miliki oleh jr dulu lalu memasangkannya ke pergelangan tangan kanan yeoja tadi . “jika kakak mu itu hebat dan dia
beruntung maka … dia akan bisa menyelamatkan mu …” junho mengedipkan sebelah matanya
lalu beridri dan meinggalkan yeoja tadi sendirian di teras rumahnya yang sepi karena rumah itu memang terdapat di pinggir kota yang sunyi .
In hotel
Nichkhun menghampiri junho yang duduk selonjoran di lantai dengan menggunakan sisi ranjang sebagai sandaran dirinya saat ini . “apa yang membuat mu seperti ini ?! kau terlihat tidak baik hari ini ?!” nichkhun menyusuri wajah junho dengan jemari lentiknya Junho memegang tangan nichkhun menghentikan gerakan tangan namja itu di wajahnya
“sepertinya sekarang kau yang tertarik padaku ?!” Nichkhun terkekeh dan malah memeluk junho  mungkin aku memang tertarik padamu ..” nichkhun melingkarkan kedua tangannya di leher  junho lalu melumat bibir namja itu satu kali yang tentu saja di balas oleh junho .
“aku tidak menyangka jika kau akan berkata seperti itu padaku “
“lalu kenapa kau terlihat muram har ini ?!” Junho mengambil satu gelas yang di letakan tidak  jauh dari kakinya lalu meneguk munuman itu satu kali dan memegang gelas tadi memperhatikan gelas itu “jika aku katakan … pacarku … meninggal kemarin … apa yang akan kau lakukan ?!”
"kau menyumpahi aku mati ?!" kesal nichkhun memandang junho tidak suka .
"aniya . . . Hanya saja itu benar . . . Pacarku benar2 meninggal . . ." jujur junho tersenyum miris memandangi gelas yang ada di tangan nya
"jadi kau mem-" nichkhun menghentikan kata2nya karena tersela dering ponsel miliknya .
"angkat saja . . ." titah junho acuh dan kembali meminum isi gelasnya sementara nichkhun berdiri dan sedikit menjauhi junho untuk mengangkat telpon yang masuk tadi.
"nde . . . Itge naya . . ."
"MWO ????!!!" nichkhun menjambak rambutnya frustasi dengan mata yang bergulir tidak menentu sedangkan junho saat ini memandang punggungnichkhun yang menbelakanginya dengan bingung. "aku pulang !" nichkhun segera menutup telpon barusan dan berjalan ke arah kasur dia segera melepaskan kimono handuk yang dia pakai dan mulai menggantinya dengan baju . Junho yang melihat hal itu segera bangkit memperhatikan nya "ada apa ?" tanya junho hati2. Nichkhun memandang junho sekilas lalu kembali focus mengancingkan kemejanya "aku harus pulang sekarang . . . Ada masalah di rumah ku " nichkhun menyambar kunci mobilnya dan hendak keluar kamar jika junho tidak berdiri di hadapan nya menghalangi .
"biar aku mengantar mu !" tawar junho yang saat ini berdiri berhadapan dengan nichkhun .
"tidak perlu . . . Aku harus pergi . . ." dan tanpa mengindahkan panggilan junho dia terus saja berlari keluar dari hotel
*
in nichkhun home
begitu nichkhun keluar dari dalam mobilnya dia sudah di suguhkan pemandangam banyak mobil polisi yang berderet di sekitar halaman rumahnya .
"jinwoon-ah . . . Jinwoon ! Dimana ?" tanya nichkhun dengan panik sedangkan jinwoon yang  sudah putus asa hanya menujuk ke arah kerumunan orang yang ada di salah satu teras. Dia lalu berjalan untuk menghampiri kerumunan orang tadi .
"maaf anda tidak boleh mendekat " seorang polisi dengan seragam lengkap menghentikan  langkah kaki nichkhun yang sejak tadi hanya melihat ke arah kerumunan orang bahkan saat dia tengah berjalan .
"aku kakak nya " timpal nichkhun tanpa sedikitpun mengalihkan pandangan.
"tetap tidak bisa . . ." kekeh polisi tadi jinwoon yang menyaksikan kejadian itu lantas  menghampiri nichkhun .
"dia juga polisi . . . Dia senior ku . . ." jelas jinwoon dan setelah itu polisi tadi membiarkan nichkhun untuk melewati police line .
"waktu yang ada di bom ini tidak beraturan . . . Kita tidak tahu kapan bom ini akan meledak "
"coba membekukan nya ?!" beberapa tim penjinak bom yang mengelilingi gadis yang sejak tadi menangis itu mengalihkan pandangan nya ke arah nichkhun yang baru saja datang .
"opp ..oppa . . . " panggil gadis itu lemah . Nichkhun tersenyum ke arahnya walau dengan ekspresi wajah yang tetap terlihat khawatir .
*
Beberapa jam berkutat untuk menjinakan bom namun hasilnya nihil belaka . Hingga para  penjinak bom itupun putus asa dan menyerah .
"sterilkan area sekitar rumah ini . . ." nichkhun berjongkok di depan adik perempuannya yang
masih menitikan air mata . "uljima . . . Jika kau terus menangis kotak ini akan ikut bergerak " nichkhun bicara dengan nada yang menenangkan seraya menundukan wajahnya masih terus  berusaha untuk menjinakan bom tadi tanpa adiknya ketahui nichkhun terlihat tegang dan bingung saat ini matanya terus memperhatikankabel2 yang terpasang pada pinball yang sudah setengah dibongkar ,keringat dingin mulai mengucur di pelipis nichkhun begitupun dengan telapak tangan nya yang saat ini basah dengan keringat .
"oppa . . . Tidak bisa melakukan nya . . Hiks . . . Tinggalkan . . . Hiks ... A..ku oppa . . ."  nichkhun menarik nafas dalam danmemandang adiknya denganlembut .
"aku berjanji akan menjaga mu . . . Dan aku akan menepati janjiku itu . . . Kau mengerti ?" Tanya nichkhun dengan suara yang tetap di buat tengang . "tunggu di sini . . . Aku akan segera kembali ... Hanya akan mengambil sesuatu saja " gadis itu mengangguk saat nichkhun pergi meninggalkannya . Saat gadis itu melihat nichkhun telah melintasi police line dia lalu mengambil gunting yang di letakan di meja untuk memotong salah satu kabel tapi saat di menggapai gunting
itu membuat tubuhnya bergerak dan dua bola yang ada di dalam pinball itu menggelinding membentur kaca.
*
"berikan aku ca-" nichkhun berbicara seraya mendekatijinwoon namun belum sempat kalimat itu  rampung suara ledakan terdengar dari arah belakangnya . Nichkhun yang mendengar ledakan itu segera berbalik berlari untuk kembali ke rumahnya namun beberapa orang mencegah dengan memegani nichkhun di luar police line.
"suzy !!!! " teriaknya dengan suara lantang yang dramatis sejauh mata nichkhun memandang hanya bisa melihat rumahnya yang terbakar dengan cepat sudah melahap seluruh rumahnya .

*dan ahir kata jika berminat komentar jikalau tidak jangan karena itu meringankan pekerjaan saya...
Hehehe

Mar 2, 2013

2 different love 2





main cast : junho
nichkhun

author : thie

rate : entahlah

disclamer : yang milik saya adalah hanya ide cerita ini .

warning : boy x boy

( yaoi )

namja x namja

pairing : khunho , junnick

chapters :2

summary :
Junho sang pengeran vampire itu jatuh cinta pada nichkhun yang adalah manusia normal saat junho bersekolah di sekolah manusia dan bergaul dengan manusia biasa. Beruntung baginya karena nichkhun juga memiliki perasaan yang sama terhadapnya namun banyak sekali halangan dan rintangan yang terjadi dalam hubungan mereka mulai dari tentangan minjun kakak dari nichkhun yang jelas2 akan memburu junho sampai tentangan taecyeon yang tidak akan rela pangerannya berpacaran dengan manusia karena taecyeon takut junho akan musnah sia2 saja hanya kerena “pacaran” .


path toward you 4




By : park yara (tciw queen)

Romance,gaje,stress,gak mutu , abal membosankan ,manpregnant etc.

Warning: BoyxBoy.
 NamjaxNamja.
 (gak suka silahkan untuk gak usah baca !! udah saya kasih penjelasan ini jadi segera menyingkir)

Pairing: junho X nichkhun (couple utama jadi gak usah protes kalo banyak yang ini )
Nichkhun x taecyeon
Taecyeon x wooyoung
Junho x wooyoung

chapters : 4 of ?

summary : percayakah kau kepada takdir ? atau percayakah kau kepada reinkarnasi ?! aku merasa jika takdir yang aku jalani adalah takdir yang sama sekali tidak pernah sesuai dengan apa yang aku harapkan … egois ?! mungkin iya karena aku mereasa ini semua tidak sesuai dengan keinginanku maka dari itu aku tidak pernah bersyukur atas apa yang tuhan berikan padaku


Mar 1, 2013

LIFE GAME 1



main cast :
junho
JR
Nichkhun

Genre : romance, action , de el el …
author : thie

rate : M (perlu bimbingan saya jika membaca ini … hehehe #plaaak)

disclamer : yang milik saya adalah hanya file ini .

warning : boy x boy

( yaoi )

namja x namja


chapters : 1 of 3


saya jelaskan dulu yah … Cerita ini terinspirasi dari salah satu film hongkong yang juga jadi fav.saya new police story ... Walau agak sama tapi di jamin beda karena saya selalu membumbuhi ff saya dengan berbagai imajinasi yang tidak bermutu dari otak ini yang isinya selain junho dan nichkhun yah pikiran yadong #plaak . Dan jika ada cast tambahan walau tidak di cantumkan maklumilah. Cerita ini hanyalah fiktif belaka jika terdapat kesamaan nama tokoh kejadian tempat ,dsb. Itu hanya minjem aja.... yang punya felem yang puna cerita dan yang punya nama jangan marah apa lagi yan gak punya apa2 jangan marah2 juga … heheheheh … piss