By : park yara (tciw queen)
Rated : M (yang di bold itu adegan
nc … jadi kalo gak mau baca nc tinggal di lewat aja )
Romance,etc.
Disclamer: 2pm milik diri mereka
sendiri dan tuhan semesta alam. dan cerita yang saya tulis ini adalah cerita
murni dari hati saya
Warning: BoyxBoy. NamjaxNamja.
Pairing: junho X nichkhun
chapters : 9
penggalan cerita : Nichkhun mengulurkan tangannya untuk menyentuh bahu
junho dan menguncangkannya pelan “junho-ah …” panggil nichkhun dengan sangat
manja ,wajahnya memang terlihat sangat cute saat memanggil junho . bibir yang
di kerucutkan dan wajah yang di tekuk kesal
“junho !!!” panggilnya lagi dengan menguncangkan bahu junho semakin
kencang
“enghh … khunie-ah … ada apa ?! “ junho mengerang dan membka sedikit
sekali matanya memandnag nichkhun untuk bertanya dan setelah itu dia malah
kembali terlelap dalam sekejap mata membuat nichkhun tambah kesal
“JUNHO !” teriak nichkhn lagi
dengan nada yang semakin meninggi yang membuat junho mau tak mau membuka
matanya sempurna. Junho memandang nichkhun lalu berlaih memandang jam dinding
yang menunjukan pukul 02.09 malam
“ada apa chagy ?! kau mau minum ? apa kau mau makan ?!” Tanya junho
dengan segera sangat cekatan menghadapi nichkhun yang mungkin akan meminta
sesuatu di malam hari begini biasa sekali untuk orang yang sedang ngidam
“junho … sebenarnya aku …. “ nichkhun bicara dengan terpotong-potong seolah
tidak yakin dengan apa yang akan dia ucapkan
“kau mau apa chagy ? aku akan membelikannya untuk mu ? kau mau makan apa
?!” Tanya junho lagi dengan sabar tapi matanya kembali menutup lalu dengan
cepat dia mengggelengkan kepala nya kuat-kuat mengusuir rasa kantuk yang selalu
saja hinggap di matanya
“sebenernya aku ..” nichkhun memilin-milin ujung selimut yang dia pakai
lalu menggigit bibir bawahnya
“kau kenapa ? kau ngompol ?!” Tanya junho menerka secara acak dan bicara
sembarangan dengan tangan yang menggaruk kepalanya tidak jelas mungkin karena
kesal
“ishh … aku mau itu ..” (sensored)
“apa ? apa maksud mu ?!” (sensored)
“aku mau itu …” (sensored)
“MWOO ?!!!” (sensored)
“wae ?!” (sensored)
“khunie-ah … jangan macam-macam ok ?! aku akan memberikannya tapi ingat
jangan menggigitnya keras-kearas apa lagi sampai memakannya … kau mengerti ?!” (sensored)
mari kita teruskan cerita yang satu ini … silahkan ….tapi saya
mau Tanya dulu nih … karena banyak yang protes tentang pemilihan cast yang saya
guakan dalam love in art … jadi saya mau mengadakan audisi nih dan kendidatnya
adalah ….. siapa yah ?! gak tahu juga pokoknya kalo gak setuju nichkhun ada
apa2 sama siwon silahkan katakan siapa yang pantas … cz menurut aku yang
bodynya pas buat seme-in khun selain junho cuman dia … #plaaakkk . itu karena
taec ataupun chan kan udah punya peran masing2 di sana … jadi saya tunggu
masukannya
oh iya saya lupa karena banyak yang menanyakan tentang twitter
walau saya udah lama buat tapi gak aktif di sana … kalian terus aja gulung
halaman ini kebawah sebawah mungkin di paling bawah yang ada dua buletan kecil
yang berlambang F dan T … itu klik aja
nah itu adalah FB dan twitter saya
Junho mencium pipi kanan nichkhun tiba2 saat nichkhun tengah mencicipi
sup yang dia buat hari ini membuat nichkhun yang berdiri di depan kompor itu
sejenak rehat dari acara cicip mencicipi itu memandang kesal wajah junho di
samping kanannya yang hanya menebar senyum sok polos . tanpa banyak basa basi
di pagi hari itu junho langsung duduk di meja makan seperti biasanya menunggu
di beri makan oleh majikan seperti hari-hari sebelumnya #plaak. Gak ada ralat.
“khunie … kau pucat sekali …” Tanya junho pada nichkhun yang tengah
menaruh satu persatu wadah makanan di meja makan ,
“aku hanya merasa kepalaku agak berat … biasanya ajang mengidam dan juga
berususah susah ria akan memuncak pada bulan ke 4 … sampai sekitar 5 bulan dan setelah itu akan terjadi
kebalikannya aku mungkin akan jadi gemuk setelah usia kandungan nya lebih dari
6 bulan karena suka sekali makan… “ jelas nichkhun yang mulai duduk di kursi
yang ada di hadapan junho
“emh… dari mana kau tahu hal itu ?!” Tanya junho menelan dengan cepat
air yang sudah tertampung di dalam mulutnya dan kembali menaruh gelas di atas
meja
“aku mendengarnya dari temanku yang adalah dokter …” jawab nichkhun
santai
“uhuk…uhukkk …” junho terbatuk dan hampir saja akan menyemburkan sup
yang sudah dia masukan kedalam mulutnya begitu mendengar perkataan nichkhun tentang kata dokter dan ternyata
junho hampir saja menyemburkan sup itu bukan hanya karena kaget saja tapi
karena rasa sup yang nichkhun buat pagi ini sangat asiiiinbahkan membuat lidah
junho terasa menebal karena sup itu .namun demi menghindari hal-hal yang tidak
di inginkan junho memilih untuk segera menelan sup itu masuk ke dalam
tenggorokannya dengan sangat tidak rela hati
“teman mu … yang dokter ?! siapa ?!” Tanya junho penasaran tingkat akut
karena begitu takut orang lain akan membocorkan keadaan yang sebenarnya pada
nichkhun
“kau tidak akan mengenalnya … “ timpal nichkhun dengan bersungguh
sungguh , dia lalu meminum jus strawberry
yangdia buat pagi ini dan setelah itu hanya diam memandang junho yang
bersiap makan
“cepat makan … aku akan berangkat ke kantor sebentar lagi …”
“kenapa masih pergi ke kantor kau kan harus banyak istirahat khunie …
jangan terlalu lelah dan banyak pikiran … diam saja di rumah … aku akan
menemani mu selama kau di rumah …”
“tch … itu mau mu saja agar aku tetap di rumah …cepat makan !” titah
nichkhun acuh dan kembali minum
‘makan ? apa aku harus makan ini? Sup ini rasanya sudah seperti air laut
yang pernah aku minum saat aku tenggelam di acara berlibur sekolah bersama
eomma waktu kelas 6 sekolah dasar … ‘ junho meratapi nasib naas dirnya pagi ini
, dia memang ingin mengatakan pada nichkhun jika apa yang dia buat itu rasanya
asin tapi ternyata junho sudah membeli saringan untuk otaknya , dia sekarang
berpikir dua kali saat hendak berceloteh , junho menimbang bagaimana jika
nichkhun tersinggung dan bagaiman jika nichkhun marah-marah dan memperngaruhi
emosinya hingga sesuatu yang yang buruk terjadi ?! . junho langsung merinding
kedinginan saat membayangkan hal itu terjadi pada nichkhun
Junho mengambil ayam kecap yang di letakan di atas piring putih yang
terletak di bagian tengah meja makan . tanpa junho duga seelumnya saat junho
menggigit ayam itu ternyata ayamnya mentah dan rasnaya nano nano alias beragam
rupa rasa menjadi satu ‘apa nichkhun merendam ayam ini dalam cuka acar
sebelum dia menggorengnya ?’ ayam itupun hanya berahir
dia atas piring junho tanpa ada niatan akan kembali di angat masuk ke dalam
mulutnya
“kenapa kau tidak makan ?!” junho mencoba untuk mencari akal agar
nichkun juga ikut mencicipi hidangan pagi ini dengan bertanya kenapa nichkhun
tidak ikut makan padahal sejak beberapa hari yang lalu memang nichkhun sudah
jarang makan nasi . yang dia makan hanya buah-buahan terlebih strawberry
“aku kan sudah bilang aku tidak nafsu makan … saat aku memasukan nasi ke
dalam mulutku aku akan merasa sangat mual …” jawab nichkhun lagi acuh sama
sekali tidak mengerti maksud arah pembicaraan junho tadi . dan junho hanya bisa
mengangguk pasrah * terima nasib oppa !*
“bisa kau ambilkan aku minum … aku haus …” pinta junho dengan sedikit
manja yang malah membuat nichkhun ingin melemparkan mangkuk nasi ke wajahnya
“sudah aku bilang jangan memasang wajah seperti itu … kau tahu aku
sangat membencimu sekarang !!!” umpat nichkhun menggerutu tidak jelas dan malah
langsung berdiri untuk mengambil air minum untuk junho malah tidak melihat dulu
jika gelas junho yang ada di meja masih terisi 75% nya .
Junho langsung memasukan air yang ada di gelas minum nya ke dalam
mangkuk sup ikan yang di buat nichkhun tadi , junho memasukannya dengan gerakan
yang begitu hati2 agar tidak menimbulkan suara seolah dia adalah kucing yang
akan mencuri ikan dari majikannya ,junho menuangkan air itu perlahan dengan
tangan kanannya dan tangan kiri junho mengaduk isi mangkuk itu menggunakan
sendok dengan sangat perlahan . “ bagus jika kau membenciku … anak kita nanti
akan sangat mawarisi ketampananku jika seperti itu …. “ junho berceloteh dengan
tangan yang tidak berhenti bergerak sampai dia tidak sadar nichkhun berdiri
memperhatikan dirinya yang tengah memasukan air ke dalam mangkuk tadi
“junho apa supnya tidak enak ?!” Tanya nichkhun seraya bersandar pada
lemari tempat menyimpan segala parabotan (bukan rak piring) memperhatikan semua
gerak gerik junho dengan santai
“ani… supnya sangat enak …” jawab
junho dengan wajah yang benar2 menyakinkan walau matanya tetap tertuju pada
mangkuk besar yang ada di hadapannya yang tengah dia aduk-aduk isinya
“benarkah ? lalu bagaimana dengan ayamnya ?!” Tanya nichkhun lagi ingin
mendengar sejauh mana junho akan membohonginya dan lagi-lagi junho masih tidak
menyadari jika nichkhun berdiri mengahadap dirinya dengan bersandar pada lemari
, nichkhun meminum minuman yang tadinya akan dia berikan pada junho dengan mata
yang tidak beralih dari junho
“ayam nya juga sangat enak .. rasanya selalu saja enak seperti saat
pertama kau memasak untuk ku … itu sangat nikmat … saangggggaaaat nik….” Junho
menggantungkan rahangnya yang terbuka lebar sedang memuji nichkhun dengan
sangat berlebihan walau dirinya sudah kedapatan mensabotase masakan nichkhun
dengan air minum tadi
“saaaangggaaaaat ….nik …. ?!” nichkhun mengulang bagian terahir kalimat
junho dengan intonasi menuntut kelanjutan dari sang pengucap, nichkhun memandang
junho mengintimidasi meminta dirinya untuk merampungkan kalimat tadi tapi junho
malah Menutup mulutnya rapat dan meneguk liurnya dengan bulat2 seolah itu adalah
biji kedondong yang berduri karena saat junho menelannya wajah junho meringis
seolah kesakitan “heheheheee “ junho malah tertawa garing melihat wajah nichkhun
yang sudah di tekuk 3 tingkat
“khunie sebenarnya ini … ini … tidak … seperti apa yang kau pikirkan …
aku hanya ….hanya saja … begini … bagaimana ?! aku juga …. Aish …” junho bicra tergagap dan malah ngelantur
entah mau bicara apa yang sebenarnya tapi nichkhun juga tidak perduli dengan
hal itu ternyata dia sudah tidak mengerti juga untuk apa dia perduli dengan apa
yang junho maksud kan
“jika sup nya terlalu asin atau ayamnya tidak enak kan kau bisa katakana
saja padaku … aku bisa menambahkan air sambil memanaskannya ..” tutur nichkhun
menaruh gelas yang dia pegang di dekat bak cuci piring
“kau tidak marah ?!” junho
bertanya dengan wajah yang begitu bingung saat ternyata nichkhun tidak marah
padanya. Dan ahirnya dia bisa bernafas lega
“LALU KAU MAU AKU MARAH ???!!!” bentak nichkhun membuat junho terlonjak
kaget secara tiba2 hingga kursi yang dia duduki sedikit terjungkal ke belakang
untung saja tidak sampai jatuh karena junho menaikan kedua kakinya ka atas
kursi secera reflex saat nichkhun berteriak “baiklah pokoknya mulai sekarang
kau yang masak !!! kau yang masak dan yang mengerjakan semuanya … aku tidak
akan melakukan apapun lagi … lakukan semua pekerjaan yang aku lakukan selama
ini … aku lelah !” titah nichkhun dan menjuk wadah yang masih berderat di meja
lalu menunjuk vacum cleaner yang duduk manis di sudut dapur . “palliwa !!!”
teriak nichkhun lagi
“heyy mood mu kenapa berubah begitu ?!” junho segera berdiri memandang
nichkhun khawatir
“sudah-sudah cepat kerjakan saja … aku yang akan duduk di sini
menunggumu selesi masak dan kita makan bersama …” nichkhun duduk di kursi yang
ada di dekat meja makan bersedekap di atas meja lalu memandang junho dengan
matanya yang tajam lalu beralih kearah kompor sebagai sebuah isyarat . memang
nichkhun terkadang mengalami perubahan mood yang tiba2 bisa saja sangat baik
dan sabar bisa sangat manja dan bisa saja menjadi sangat cuek sesuai dengan ke
inginan dirinya. Dan masalah makanan nichkhun yang nickhun buat karena memang
tengah dalam masa mengidam itu tidak dapat merasakan rasa dengan baik hingga
rasa masakan tadi hancur lebur
“tapi khunie aku tidak bisa masak …” keluh junho tanpa ada undur di
dramatisir ataupun berbohong dalam hal yang satu ini ….
“lakukan saja semampumu … “ timpal nichkun santai seolah acuh dan tidak
perduli dengan nasib junho
Dengan langkah yang berat seolah kakinya di ikat rantai junho berjalan
kearah dapur dan berdiri di depan kompor. Junho memandang nichkhun yang duduk
di meja makan dengan tatapan memelas tapi nichkhun malah membalas dengan
tatapan datar nya
“ayo masak saja apa yang kau bisa …” ujar nichkhun menopang dagu dengan
sebelah tangannya yang di tumpukan di atas meja. Sungguh jika bukan karena
nichkhun itu sedang hamil dan mood nya itu naik turun dengan drastis dan aneh
junho pasti sudah akan menerjang nichkhun dan memarahinya lalu menghukumnya
dengan hukuman favorit junho saat ini melihat sikap nichkhun yang memerintahnya
dengan sikap datar
“baiklah … “ ujar junho mengalah dengan hati yang menggerutu dan juga
mengumpat ahirnya dia memlai acara memasaknya .’ yang jelas nichkhun menyuruhku
masak jadi masak apa saja yang mau aku buat biar dia makan saja apapun itu
nanti’ junho tertawa renyah dalam hati tapi nichkhun seolah punya ikatan dengan
batin junho hingga dia bisa tahu apa yang junho pikirkan
“jangan membuat makanan yang sembarangan … ingat aku yang makan maka
anak kita juga akan makan … dan satu hal lagi kau juga harus ikut makan bersama
dengan ku …” junho mecelos saat apa yang nichkhun katakan nyaris tepat untuk
jawaban gumam hati junho tadi , kembali junho mengangguk pasrah dan benar2 akan
melakukan yang terbaik saat ini.
Junho berjalan kearah lemari es dan meneliti apa saja yang ada di dalam
sana , mata junho menangkap satu mangkuk udang mentah yang sudah di kupas dan
di bersihkan mungkin pada rencananya
udang itu akan di jadikan hidangan makan siang mereka nanti , junho mengambil
mangkuk udang itu dan meletakannya di atas lemari es lalu kembali menelaah apa
saja yang bisa dia gunakan saat ini sementara nichkhun hanya memperhatikan
junho tanpa ada niatan untuk membantunya sama sekali
“semuanya sudah siap !” ujar junho bahagia dan menepukkan kedua telapak
tangannya di depan dada dengan pendangan bangga saat melihat semua bahan sudah
dia letakan di meja dekat kompor untuk kemudian di olah. Ada satu mangkuk udang
bersih , satu plastic tepung merek tertentu *saya gak di bayar buat nyebut
merek*,ada juga 5 butir telur,botol berisi minyak goreng, dan wadah2
bumbu-bumbu yang sudah dia ambil semua dari lemari bahkan junho juga mangambil
cuka yang entah akan dia gunakan untuk apa saat ini.
“aku hanya tahu eomma akan menyiapkan ini semua tapi aku tidak tahu cara
membuatnya !” keluh junho kembali memandang nichkhun meminta belas kasihan ,
siapa tahu saja jika junho memelas pada nichkhun acara memasak kali ini akan
gagal karena nichkhun luluh padanya dan malah dia yang masak lagi
“aku tidak tahu apa yang ibu mu buat jadi lakukan saja yang terbaik …
semangat !!!” nichkhun menjawab dengan santai dan mengepalkan tangan kanannya
memberi junho semangat
Pada ahirnya Junho menuangkan minyak goreng keatas wajan yang sudah di
letakan di atas kompor dalam jumlah yang sangat banyak lalu menyalakan kompor
itu dalam ukuran api yang cukup besar , setelah itu dia memasukan tepung terigu
ke dalam mangkuk besar transaparan dan memasukan seluruh udang tadi ke dalamnya
Junho memasukan garam , merica ,dan penyedap rasa kedalam mangkuk berisi
uang dan tepung tadi
“junho minyaknya sudah panas cepat masukan !!” titah nichkun yang
melihat minyak yang ada di dalam wajan sudah mulai mengeuarkan asap yang tebal
karena terlalu panas. Mendengar perintah nichkhun junho langsung memasukan udang yang ada dalam mangkuk ke dalam wajan
dengan menggunakan tangannya satu persatu
“aish … awwhhh “ junho menghindar dari percikan minyak panas yang
mengarah padanya karena memasukan udang tadi.setelah itu dia kembali menyiampan
mangkuk besar itu di atas lemari yang ada di belakang tubuhnya hingga tanpa
sengaja dia melihat telur yang masih tersimpan rapih
“lalu telurnya ? seharusnya kapan di masukan ?!” Tanya junho menunjukan
sebutir telur pada nichkhun yang hanya mendapat gedikan bahu ringan tanda tak
tahu darinya
“sudah jangan di masukan saja …” ujar junho lagi dengan santai menjawab
sendiri apa yang dia tanyakan lalu berbalik kearah kompor “HUWAAA !!! kenapa
ini ??!!!” Tanya junho histeris saat asap mengepul dari penggorengan dan juga
udang yang di masukan seketika berubah warna menjadi hitam agak kecoklatan ,
junho segera mengambil spatula dan membalikannya dengan terburu-buru membuat
minyak panas terciprat mengenai tangan kirinya junho menggunakan tangan
kanannya yang memegang spatula untuk membersihkan cipratan minyak panas tadi
tapi malah naas karena junho saking paniknya tidak menaruh dulu spatula panas
yang dia pagang yang ahirnya malah mengenai tangan junho lagi
“awwwhh aww aw ..aw … “ junho mundur beberapa langkah dengan spatula
yang masih saja dia pegang dan mengibaskan tangannya yang lain untuk mengurangi
rasa sakitnya hingga tanpa sadar junho menyenggol lemari hingga mangkuk berisi
tepung terigu yang di letakan di atasnya
itu jatuh menimpa kepala junho untung mangkuknya terbuat dari plastic hingga
tidak pecah atau terlalu keras untuk mendarat di kepala junho tapi tepung yang
masih terisisa di dalamnya malah mengguyur junho membuat junho sekarang
terlihat seperti udang siap goreng
“aish !!!! aduh … kepalaku …” gerutu junho jengkel dan emosi pada
mangkuk yang sebenarnya tidak bersalah tadi . junho menendang mangkuk itu
menjauh darinya malah membuat lantai semakin kotor dan licin karena tepung itu
malah jadi bertebaran di lantai
“ckckckckc …. “ nichkhun berdecak seraya menggelengkan kepalanya
berulang kali tidak habis pikir dengan apa yang junho lakukan , malah membuat
dapur kacau dan melukai dirinya sendiri bukannya memasak dengan benar
“ahh menyebalkan !!!” keluh junho lagi mengacak rambut merahnya yang
terlihat seperti ‘rambut nenek’ permen khas Indonesia karena bercampur dengan
warna putih dari tepung, ulah junho yang mengacak rambutnya kasar itu malah
membuat tepung yang menempel pada rambutnya berterbangan hingga udara di
sekitar kepala junho itu terlihat putih dengan butiran tepung
“hahahahahaahaaa !!!!” nichkhun malah tertawa bahagia saat melihat
kejadian itu sama sekali tidak bersimpati pada junho yang langsung mendelik
tajam kearahnya membuat nichkhun dengan susah payah menutup mulutnya dengan
telapak tangan agar tidak tertawa lagi
“junho udangnya !!!” panic nichkhun menunjuk kompor yang masih menyala
junho segera berlari mendekati kompor dan mencoba untuk menyelamatkan udang
naas yang menjadi percobaan pertama junho itu dan …..
sayang sekali karena lantai licin akibat taburan tepung yang menimpa
junho tadi dia malah terpeleset , tangan junho yang dengan reflex mencoba
mencari benda yang bisa di pegang untuk menahan bobot tubuhnya agar tidak
terjatuh itu malah dengan tidak sengaja menarik taplak yang ada di dekat kompor
membuat kompornya bergeser dan wajan yang ada di tasnya tumpah di tambah api
yang segera menyambar minyak goreng itu membuat kebakaran terjadi di atas meja
panjang tempat menyimpan kompor di dapur
“KEBAKARAN !!!! KEBAKARANN !!!!” junho langsung berdiri dan menarik
taplak tadi menggunakannya untuk memadamkan api dengan mengibas ngibaskannya
kearah kobaran api itu tapi bukannya padam malah taplak itu ikut terbakar
membuat apinya semakin besar saja .
“HUUUWAAAAA !!!!! KEBAKARAN !!!!!!” teriak junho semakin histeris
melihat kobaran api yang membesar
Drriiiiiiiiingggggg !!!!!
Alarm kebakaran berbunyi karena asap yang mengepul sudah mulai
terditeksi , junho malah berjalan bolak balik di depan api dengan wajah bingung
bercampur panic . untung saja selang gas yang mereka gunakan adalah selang
otomatis yang akan segera memutus aliran gas jka ada api yang menyambar selang
“yach matikan apinya !!!” teriak nichkhun menghampiri junho dan
mengambil satu ember air lalu menyiramkannya kearah api yang ada di dekat
kompor tadi dan seketika apinyapun hilang .
“fyuhh “ junho menyeka peluh yang mengucur dari pelipisnya dengan jari
tangan kanan merasa lega karena kebakaran tadi sudah teratasi oleh nichkhun
“gwaenchana ?!!!” Tanya nichkhun menarik tangan kanan junho dan
memperhatikan junho dari atas hingga bawah lalu berjalan mengitari junho
memastikan tidak ada sacuilpun kekurangan pada tubuh junho
Praaaaaangggggg
“suara apa itu ?!” Tanya nichkhun pada junho yang berdiri di sampingnya
, denga serempak mata mereka bergulir kearah dimana suara rebut itu terdengar
dan saat mereka berdua sudah menatap focus ke sumber suara
“mana apinya ? mana apinya ?!!!”
“dimana kebakarannya !!!”
“awas was …”
“Airrr !!!!!”
Junho dan nichkhun hanya bisa berdiri mendengar suara banyak orang yang
semakin mendekat kepada mereka , junho berdiri dengan mulut terbuka lebar dan
seluruh tubuhnya kotor dengan taburan tepung terigu saat melihat banyak orang
yang masuk ke dalam rumah mereka dengan memecahkan kaca jendela karena pintu
rumah mereka terkunci rapat. Nichkhun mengerjapkan matanya pelan-pelan dan
banyak-banyak memperhatikan sekita 8 orang menerobos ke dalam dapur dengan
membawa tabung merah (alat pemadam api saya gak tahu apa itu) dengan posisi
tangan yang masih memegangi junho
“mana kebakarannya ?!”
“apinya mana ?!”
“bukankah terjadi kebakaran ?!” pertanyaan datang dengan bertubi-tubi
dari beberapa orang yang masuk ke dalam rumah junho tadi dan junho hanya masih
berdiri di dekat kompor dengan wajah shock yang masih jelas terpasang di
wajahnya itu sedangkan nichkhun masih memegangi tangan junho setelah dia
memeriksa keadaan junho juga belum keluar sepenuhnya dari ke kagetan yang dia
alami
Junho mengerjap dan segera terasadar dari kediamnya barusan “anii ….
Tadi hanya kecelakaan kecil saja …” ujar junho menenangkan orang-orang yang
datang bergerombol kedalam rumahnya
“uh ?! ah … ne …. Hanya ada kesalahan kecil saja ….” Jelas nichkhun dan
menggaruk tengkuk lehernya kaku melihat tatapan beraneka ragam dari orang-orang
itu
*
“jeosonghamnida !!!” entah sudah yang keberapa kalinya nichkhun
membungkukan badan meminta maaf pada para tetangganya yang sudah panic dan
segera masuk ke dalam rumah mereka untuk menolong, siapa yang akan menyangka
hanya kecelakaan kecil jika alarm kebakaran saja sudah menyala dan junho sudah
berteriak histeris KEBAKARAN . membuat
semua tetangga panic saja ulah mereka
“mereka masih sangat muda …maklumi saja “ ujar salah seorang yeoja
dewasa pada suaminya yang menggerutu kesak karena kejadian barusan pasalnya
namja dewasa itu sudah menelpon pemadam kebakaran untuk datang ke sana begitu
mendengar alarm kebakaran berdering dari arah rumah junho
“membuat semua orang panic saja … dasar anak-anak …” keluh yeoja dewasa
lainnya yang berjalan meninggalkan halaman rumah nichkhun dan junho. Saat ini
semua orang yang datang ke rumah junho dan memecahkan kaca jendela itu
meninggalkan rumah mereka dengan sedikit menggerutu
“ini semua gara-gara kau !!!” nichkhun menunjuk wajah junho menyalahkan
“eh ? ini salah mu karena kau yang menyuruhku untuk memasak padahal aku
sudah katakan jika aku ini tidak bisa memasak “ mendengar pembelaan junho
nichkhun sudah mengangkat tangan kanannya ke udara bersiap untuk memukul kepala
junho lagi seperti biasanya tapi junho langsung mengahalangi tangan nichkhun
dengan tangannya
“tunggu !!! jangan pukul lagi … “ junho meneruh jari telunjuknya di
depan wajah nichkhun “…itu contoh yang tidak baik bagi baby … ingat … jangan
seperti itu …” ujar junho mengingatkan sekaligus sebagai pembelaan diri agar
nichkhun tidak memukulnya . junho menggoyangkan jari telunjuknya ke kanan dan
ke kiri saat bicara dengan serius yang di buat-buat
“geurae … kajja … cepat mandi “ titah nichkhun berjalan mendahului junho
dengan sedikin mencak-mancak masuk ke dalam rumah meninggalkan junho dengan mencoba
untuk menata perasaannya agar tidak emosi lagi melihat wajah junho yang sangat
ingin dia pukul
*
“gara-gara kau aku tidak masuk kantor lagi hari ini …” nichkhun memencet
tombol remot tv dengan keras menyalurkan kekesalannya terhadap junho yang selalu
saja membuat ulah hinga nichkhun tidak masuk lagi ke kantor hari ini , ada saja
ulah junho yang memaksa nichkhun untuk tidak berangkat.
“ambil hikmahnya … kau tahu … mungkin itu adalah petunjuk dari tuhan
agar kau tidak bekerja lagi … sampai kau melahirkan … agar kau bisa menjaga
kesehatan dirimu dan baby kita chagy …” junho mencoba menenangkan nichkhun
mengelus punggung nichkhun dengan lembut . saat nichkhun duduk di sampingnya di
sofa pajang yang terletak di depan tv
“aish !!! lepaskan !!!” teriak nichkhun jengkel karena junho malah
cengengesan dan memeluk nya bukan merasa bersalah dan minta maaf atas insiden
kebakaran yang terjadi hingga membuat seluruh tetangganya marah “cepat perbaiki
jendela rumah kita !” ucap nichkhun lagi melanjutkan omelannya
“baiklah … aku sudah menyuruh seseorang untuk memperbaikinya paling
sebentar lagi juga dia datang “ jawab junho sambil memeluk nichkhun dari
samping
“ya sudah aku mau istirahat saja … ingat jangan membuat insiden lagi
besok agar aku bisa bekerja !” ancam nichkhun dengan jari telunjuk yang dia
acungkan kearah junho dan junho hanya mengagguk tanpa bermaksud untuk menuruti
apa yang nichkhun katakan
*
“enghh “ junho mengerang seraya menarik tangannya ke atas mencoba
meregangkan otot2 tubuhnya yang kaku sehabis tidur perlahan matanya terbuka
untuk melihat kasur di sampingnya yang ternyata sudah kembali kosong ‘di
tinggal lagi’ keluh juho merana dalam hati
“hoekkk ….uhukk …hukk…uhukkk … hoekk ….” Junho yang sudah duduk di atas
kasur itu celingukan mencari sumber suara aneh yang dia dengar dia mencoba
untuk menajamkan pendengaran
“hooekkk …” begitu mendengar suara itu dengan jelas yang dia ketahui
berasal dari kamar mandi dengan langkah secepat kilat junho turun dari kasur
menghampiri sumber suara
“khunie !!”junho langsung masuk ke dalam kamar mandi saat melihat
nichkhun berjongkok di depan toilet dan menunduk ,dia sudah yakin jika nichkhun
saat ini tengah muntah muntah. Junho ikut berjongkok di samping nichkhun dan
mencoba mengurut tengkuk leher nichkhun membantunya agar segera menyelesaikan
acara muntah pagi hari ini
“uhuuk …uhukkk …” nichkhun melap air mata yang mengalir di kedua pipinya
. bukan karena dia sedih tapi karena pagi hari ini perutnya yang kosong dan
malah muntah membuat tenggorokannya terasa perih dan lambungnya begitu terasa
di aduk2 yang paling membuatnya kesakitan adalah rasa tenggorokannya yang
terasa perih membuat air matanya keluar begitu saja tanpa di sengaja maupun di
sadari
“khunie-ah gwaenchanayo ?!” junho langsung mengambil tissue dan melap
bibir nichkhun yang basah dengan sigap rupanya dia sudah banyak belajar dari
dokter pribadi keluarganya bagaimana cara menangani nichkhun “tunggu sebentar
aku akan mengambilkan air hangat untuk mu …” junho berlari keluar kamar untuk
mengambil air hangat sedangkan suara nichkhun kambali muntah juga terdengar di
telinganya membuat dia semakin panic saja
*
“terimakasih dokter “ ujar junho pada seorang dokter kandungan yang
minjun kenalkan padanya dokter yang akan merawat nichkhun mulai saat ini
“ne … saya permisi dulu …”
“chagy … aku antar dokternya ke bawah dulu …” junho membelai sekilas
pipi nichkhun yang tengah terbaring di atas kasur setelah di periksa itu,
“emm “ nichkhun berdehan sebagai jawaban iya seraya mengangguk dan
setelah itu junho berjalan mengantarkan sang dokter ke bawah . tak lama waktu
berselang junho segera kembali naik ke atas untuk menemani nichkhun di kamar
Junho duduk di pinggiran kasur di samping nichkhun yang terbaring dengan
lemah dia tersenyum lembut dan menggenggam tangan nichkhun “kau jangan berkerja
lagi … kau dengar kau harus istirahat total …” nichkhun yang terbaring dengan
wajah yang begitu pucat hanya bisa menghela nafas dalam-dalam mendnegar
penutura junho yang mengulang titah dokter tadi pada nichkhun
“aku banyak sekali pekerjaan …” timpal nichkhun masih kekeh ingin ngeyel
“lagi pula morning sick … itu adalah hal yang wajar … jangan terlalu berlebihan
begitu padaku …”
Junho mengaratkan genggaman tangannya pada nichkhun dan mengangguk
seraya tersenyum kembali mencoba untuk menutupi semua yang tengah terjadi
padanya ‘kau benar … hanya saja kau itu berbeda nichkhun-ah …’ jawab junho
dalam hatinya dia tidak bisa mengatakan hal itu secara langsung ada nichkhun
saat ini karena itu hanya akan memperburuk keadaannya saja
“sekarang istirahatlah …. Aku akan menelpon ayah mu untuk mengatakan kau
tidak bisa masuk hari ini … “ junho terus membalai rambut nichkhun dengan
tangan kirinya sementara tangan kanannya tidak melepaskan genggaman tangan
nichkhun sedikitpun , hingga lambat laun nichkhun menutup matanya dengan tenang
beberapa menit berlalu junho bisa merasakan jika nichkhun sudah terlelap di
lihat dari nafasnya yang mulai teratur dan wajahnya yang terlihat tenang
Junho melonggarkan genggaman tangannya dan perlahan melepaskannya , dia
memasukan tangan nichkhun ke dalam selimut yang menutupi tubuhnya . mata junho
melirik kearah meja di samping ranjang melihat ponsel nichkhun yang tergeletak
di sana dengan menghela nafas ahirnya junho mengambil ponsel itu dan mencoba
untuk menghubungi ayah mertuanya
“yeoboseyo “
“nichkhun-ah ?! kau belum datang ?!” junho berdiri dan berjalan sedikit
menjauh dari nichkhun yang sudah tertidur tidak mau membuatnya bangun lagi
karena terganggu oleh suaranya
“anii… ini aku ayah … aku junho …”
“ohh … junho … ada apa ? apa ada sesuatu yang terjadi pada nichkhun ?!”
junho melirik nichkhun yang terbaring sekilas lalu kembali berjalan menjauhinya
hingga saat ini junho berasadi balkon kamar mereka . setelah merasa jika
nichkhun tidak mungkin akan bisa mendengar percakapannya junho mulai
menjelaskan apa yang terjadi
“sebenarnya … begini ….” Junho mulai menceritakan keadaan nichkhun pada
ayah mertuanya itu , junho ingin meminta ayah nichkhun untuk membiarkan
nichkhun berhenti bekerja untuk sementara waktu hingga kondisi kembali
memungkinkan
*
Ting (anggap suara bel pintu)
Junho berjalan dengan cepat menuruni anak tangga untuk membuka pintu
rumahnya dia sudah yakin jika orang tua nichkhun yang akan datang saat ini
karena begitu dia menceritakan keadaan nichkhun pada ayahnya , beliau langsung
panic dan berkata akan segera datang ke rumah mereka
“annyeong haseyo …” sapa junho seraya membungkuk hormat pada ayah dan ibu
nichkhun yang masih berdiri di depan pintu “silahkan masuk ….ayah ibu ….” Junho
menggeser tubuhnya agak ke samping memberi jalan bagi orang tua nichkhun untuk
segera masuk
“dimana nichkhun ?!” Tanya nyonya horvejkul pada junho bagitu memasuki
rumah dan mengedarkan pandnagannya ke seluruh ruangan tapi dia tidak menemukan
sosok nichkhun di sana
“dia sedang istirahat di kamar … “ jawab junho singkat
“bagaimana keadaannya ? apa dia sudah di periksa dokter ?!” Tanya ibu
nichkhun lagi , junho melirik ayah nichkhun yang berdiri di samping istiranya
mencoba untuk mengetahui apa yang terjadi karena dia merasa ibu nichkhun tidak
tahu apa-apa tentang anaknya . ayah nichkhun hanya menganguk lemah saat
mendapat tatapan Tanya dari junho yang bisa di artikan ‘apa ibu tidak tahu ?’
“sudah … aku sudah memanggil dokter untuk memeriksa keadaannya tadi pagi
….”
“apa kau kebertatan jika kami melihat nichkhun ke kamar kalian ?!” kali
ini ayah nichkhun yang berbicara
“tentu saja tidak … mana mungkin aku keberatan … mari …“ junho menujukan
arah tangga untuk orang tua nichkhun dan mereka segera berjalan manaiki tangga
itu sedangkan junho berjalan di belakang mereka
Cleekk
Pintu kamar terbuka ibu dan ayah nichkhun segara masuk ke dalam dengan
perlahan sama sekali tidak menimbulkan suara karena mereka tahu nichkhun tengah
tertidur di sana.
“wajahnya pucat sekali …” ibu nichkhun mengalihakn pandangannya pada
junho yang berdiri di belakang suaminya “apa nichkhun sudah makan ?!”
“nichkhun tidak bisa makan …. Dia hanya bisa makan buah … dan terkadang
jika ada makanan yang dia inginkan baru dia bisa makan … jika memaksakan diri
makan saat dia tidak menginginkannya dia pasti akan muntah …” ibu nichkhun
hanya bisa memegang dada dengan wajah khawatir dengan keadaan anak bungusnya
ini
“aku akan membuatkan dia bubur …” ibu nichkhun berjalan keluar dari
kamar , rumah itu adalah pemberian ibu nichkhun hingga beliau sangat mengenal
rumah itu , rumah yang dia disain sendiri untuk nichkhun hingga dia tidak
bingung kemana arah kakinya harus melangkah untuk menuju dapur
“biar aku bantu eomma ,,,” tawar junho mencoba mengikuti ibu nichkhun
tapi dia malah berbalik dan mengelus lengan junho
“aniiya …. Temani saja ayahmu … aku bisa melakukannya sendiri …”
tolaknya dengan halus . junho mengangguk mengiyakan perintah ibu nichkhun
Di ruang tamu
“aku sangat menyesal …. Tapi aku rasa nichkhun memang tidak bisa bekerja
saat ini ….” Junho membuka percakapan dalam kurun waktu 9 menit yang berlalu
hanya dalam hening dan menikmati teh bersama
“aku mengerti … tidak mungkin aku memaksa nichkhun untuk bekerja … dia
anak ku … “ ayah nichkhun tersenyum mencoba semakin mengakrabkan dirinya dengan
junho “tapi junho …. Aku merasa sangat leleh belakangan ini … aku dan nichkhun
memiliki proyek masing-masing dan saat nichkhun tidak bekerja aku yang harus
melanjutkannya …”
Junho hanya diam memdengarkan perkataan ayah nichkhun dengan seksama ,
sebenarnya junho bingung apa yang harus dia katakana pada yah nichkhun mengenai
hal itu semnetara dia sendiri tidak dapat membantu apa-apa
“bagaimana jika kau bekerja menggantikan nichkhun sampai dia bisa
kembali bekerja seperti biasanya ?!” tawar ayah nichkhun yang membuat junho
terlonjak kaget dengan penawaran itu
“ta…tapi … ayah…. Aku ini masih anak sma … mana mungkin aku bekerja di
kantor apa lagi menggantikan nichkhun ….” Junho tertawa kaku saat bicara dengan
ayah mertuanya ini
“bukankah kau sekolah di @(^&$%#%* … itu sekolah terbaik di korea …
sekolah yang mencetak pengusaha-pengusaha sukses di korea …” timpal ayah
nichkhun seraya mengingat-ngingat profil junho yang dia dapat dari ayah dan
ibunya saat persiapan acara perjodohan
“tapi ayah … aku masih belajar di bangku sekolah … menjalankan
perusahaan tidak seperti teks yang ada di dalam buku …”
“aku tahu kau bisa … aku sangat mengenal nichkhun … dia tidak akan tahan
dengan seseorang yang tidak istimewa … jadi aku rasa kau sangat istimewa dan
hebat hingga bisa membuat dia nyaman berada di dekat mu … “
“itu hal yang berbeda …ayah …” junho tertawa kecil dan menyandarkan
dirinya dengan nyaman
“jadi kau tidak mau membantuku ?!”
“ayah …” sergah junho tidak setuju dengan tuduhan ayah mertuanya ini
“jadi ?!”
“aku akan membicarakannya dengan nichkhun … dia adalah orang yang paling
mengerti bagaimana diriku … dia akan tahu apa aku pantas atau tidak untuk
melakukannya … hehehehe “
“JUNHOOO !!!!” junho langsung
berdiri melihat kearah tangga saat mendnegar suara nichkhun yang meriakan
namanya. Bahkan dia lupa dengan yang namanya tata karma untuk berpamitan atau
mengucap kallimat permisi pada ayah nichkhun hingga dia langsung saja berlari
ke kamarnya
Braaakkk
Pintu kamar di buka menampakan nichkhun yang tengah duduk di kasur
dengan tubuh yang condong kearah lantai di sampingnya
“uhuukkk ..hooekk….” junho langsung menghampiri nichkhun dan mengurut tengkuk
lehernya “kepalaku berat …” keluh nichkhun di sela-sela muntahnya
Junho mengambil tissue dan membersihakn sekitar mulut nichkhun dengan
telaten lalu memberinya minum dalam gelas yang memang sudah di siapkan di meja
kecil samping ranjangnya "aku tahu … sekarang minumlah …. Kau harus minum
obat lagi … jika terus seperti ini aku akan panggil perawat agar menjaga mu di
rumah … otthe ?!”
Nichkhun menggelengkan kepalanya lemah sebelum dia memunum air yang
junho berikan “aku tidak mau … aku hanya mau kau yang menjagaku …”
Junho mengangguk menuruti apa yang nichkhun inginkan , dia membersihkan
tangan nichkhun dengn tissue yang dia pegang karena sedikit terciprat muntahan
nichkuhn yang hanya berupa cairan kuning yang dia rasa pahit “agar kepalamu
tidak semakin pusing jangan terus berbaring … sekarang duduk saja …” junho menaikan
satu bantal menyandarkannya di headbed lalu menuntun nichkhun untuk bersandar
di bantal itu dengan nyaman
“junho aku ingin makan yang pedas …”
Junho membelai pipi nichkhun dengan sayang dan tersenyum lembut “kau
ingin makan apa chagy … aku akan membelikannya untuk mu …”
“aku ingin makan gurita pedas …” (emang ada ?!!!)
“baiklah … tunggu sebentar … aku akan membelikannya … asal jangan
makanan yang mentah … kau bisa makan apapun …” junho menungakan air dari teko
kaca ke dalam gelas lalu menutupnya setelah itu dia juga menaruh potongan buah
di meja kecil samping nichkhun . “ini remot tv … jika kau bosan … aku sudah
menaruh buah dan air minum untuk mu …aku tidak akan lama … tunggu sebentar ne
?!”
Tanpa junho dan nichkhun sadari ayah nichkhun sejak tadi memperhatikan
mereka berdua bahkan sejak junho berlari ke kamar ayah nichkhun juga
mengikutinya . dia memperhatikan semua yang junho dan nichkhun lakukan barusan
“aku rasa kita tidak salah memilih menantu …” ibu nichkhun yang enta
sejak kapan ada di belakang suaminya yang tengah mengintip di depan pintu itu
bicara pada suaminya yang langsung mengangguk semangat mendengar ucapan sang
istri
“kau sudah bangun nichkhun-ah ?!” Tanya ibu nichkhun membawa nampan
berisi mangkuk dan gelas ke dalam kamarnya
“eomma ?!” Tanya nichkhun bingung , “appa !” Tanya nichkhun lagi saat
melihat ayahnya juga masuk ke dalam kamarnya
Junho yang tengah memakai jaket itupun terdiam sejenak , dia menggigit
jari telunjuknya dengan wajah hampir manangis dan menolehkan wajahnya kearah
nichkhun “khunie.. aku lupa orang tuamu datang sejak tadi …” ujar junho dengan
wajah yang hampir menangis seperti anak kecil
“tch … dasar bodoh …” umpat nichkhun memajukan bibirnya karena sikap
junho yang keterlaluan (gimana sih oppa ?!! masa gara2 khunie berteriak aja
sampe lupa kalo mertuanya lagi berkunjung ?! / junho : iya kan gue panik banget
tadi … *ngeles*)
*
“ayahku menyuruhmu untuk bekerja menggantikan aku di kantor ?!” nichkhun
yang tengah duduk di sofa panjang pada junho yang ada di sampingnya lengkap
dengan sendok yang dia pegang dan siap di suapkan ke dalam mulut nichkhun
“hanya sementara sampai kau bisa kembali bekerja atau sampai ayah mu
menyelesaikan proyek pribadinya …” ujar junho dan menyuapkan makanan ke dalam
mulut nichkhun
“emhh … lalu ? kau berangkat saja ke kantor …” nichkhun bicara dengan
tidak jelas karena mulutnya penuh dengan makanan
“aku ini masih murid sma ?!”
“bukankah kau itu adalah siswa sma terbaik di korea … dan juga ..uhukk “
nichkhun tersedak karena bicara saat mengunyah yang lansung membuat junho
memberikannya minum
“jangan bicara dulu …” titah junho seraya menaruh kembali gelas di atas
meja
“bukannya kau itu jenius … IQ mu saja 180 … kau pasti bisa beradaptasi
dengan cepat dan bisa bekerja dengan baik … lagi pula jika ada yang tidak kau
mengerti kau bisa bertanya padaku …”
“185 …” ucap junho membenarkan apa yang nichkhun katakan.
“ahhh … ne … ne … 185 … “ nichkhun mengulang kembali perkataannya
membenarkan kesalahan yang dia buat tadi dengan menggut-manggut sabar
“khunie … kau tahu anak kita mungkin laki-laki … kau tidak mual dan
muntah saat makan makanan yang pedas …”
Nichkhun berhenti mengunyah dan memandnag junho lekat-lekat “apa kau
ingin anak perempuan ?!”
Junho menggelengkan kepalanya tanpa ragu menjawab pertanyaan nichkhun
“anii … asal kau ibunya aku sudah senang … heheheh “
“errggghhh … kembali menggombal “ cibir nichkhun pada junho yang
jelas-jelas kentara gombalnya
*
In khunho room
Nichkhun terus saja membolak balikan badannya dengan tidak nyaman di
atas kasur saat dia berbaring di samping junho yang sudah terbang kealam mimpi
sekitar dua jam yang lalu. Nichkhun
menghela nafas panjang dan barbaring menyamping menghadap junho yang masih
terlelap dengan sangat tenang
Nichkhun mengulurkan tangannya untuk menyentuh bahu junho dan
menguncangkannya pelan “junho-ah …” panggil nichkhun dengan sangat manja
,wajahnya memang terlihat sangat cute saat memanggil junho . bibir yang di
kerucutkan dan wajah yang di tekuk kesal
“junho !!!” panggilnya lagi dengan menguncangkan bahu junho semakin
kencang
“enghh … khunie-ah … ada apa ?! “ junho mengerang dan membka sedikit
sekali matanya memandnag nichkhun untuk bertanya dan setelah itu dia malah
kembali terlelap dalam sekejap mata membuat nichkhun tambah kesal
“JUNHO !” teriak nichkhn lagi
dengan nada yang semakin meninggi yang membuat junho mau tak mau membuka
matanya sempurna. Junho memandang nichkhun lalu berlaih memandang jam dinding
yang menunjukan pukul 02.09 malam
“ada apa chagy ?! kau mau minum ? apa kau mau makan ?!” Tanya junho
dengan segera sangat cekatan menghadapi nichkhun yang mungkin akan meminta
sesuatu di malam hari begini biasa sekali untuk orang yang sedang ngidam
“junho … sebenarnya aku …. “ nichkhun bicara dengan terpotong-potong seolah
tidak yakin dengan apa yang akan dia ucapkan
“kau mau apa chagy ? aku akan membelikannya untuk mu ? kau mau makan apa
?!” Tanya junho lagi dengan sabar tapi matanya kembali menutup lalu dengan
cepat dia mengggelengkan kepala nya kuat-kuat mengusuir rasa kantuk yang selalu
saja hinggap di matanya
“sebenernya aku ..” nichkhun memilin-milin ujung selimut yang dia pakai
lalu menggigit bibir bawahnya
“kau kenapa ? kau ngompol ?!” Tanya junho menerka secara acak dan bicara
sembarangan dengan tangan yang menggaruk kepalanya tidak jelas mungkin karena
kesal
“ishh … aku mau itu ..” nichkhun bicara dengan nada yang sangat pelandan
menunjukan arah tertentu di tubuh junho dengan dagunya
“apa ? apa maksud mu ?!” junho yang tidak mengerti kembali bertanya
dengan nada yang mulai dongkol
“aku mau itu …” nichkhun kembali bicara dengan mata yang menujukan arah
selangkangan junho kali ini dengan yakin
Junho mengerjapkan matanya beberapa kali mencerna apa yang terjadi saat
ini antara dirinya dan nichkhun, dia lalu menatap wajah nichkhun lagi dengan
pandangan bertanya yang juga nichkhun jawab dengan mengarahkan pandangannya ke
selangkangan junho membuat sang empunya ikut melihat selangkangannya sendiri
“MWOO ?!!!” junho langsung terlonjak duduk di atas kasur dengan satu
tangan memegangi selangkangannya dan satu tangan lagi menarik selimut menutupi
tubuhnya. Mata junho juga saat ini sudah hampir saja keluar dari tempatnya saat
dia tahu apa yang nichkhun inginkan
“wae ?!” nichkhun yang ikutan duduk di kasur bertanya dengan wajah memelas
karena merasa junho tidak akan mengabulkan keinginannya terlihat dari reaksi
junho barusan
“khunie-ah … jangan macam-macam ok ?! aku akan memberikannya tapi ingat
jangan menggigitnya keras-kearas apa lagi sampai memakannya … kau mengerti ?!”
Mulut nichkhun terbuka dengan lebar siap untuk berteriak kesal pada
orang di hadapannya itu membuat junho langsung menutup kedua telinganya dengan
telapak tangan dan menutup rapat matanya tapi rupanya nichkhun lebih memilih melakukan
hal lain
PLLLAKKK
Sebuah pukulan kembali mendarat dengan mulus di kepala bagian atas junho
sebagai luapan kekesalan nichkhun malam itu. Setelah sekian lama dia menahannya
setiap kali junho membuatnya kesal
“khunie-ah ?!!!” geram junho mengusap-ngusap kepalanya yang habis di
pukul
“kau pikir aku akan memakan …” nichkhun menghentikan kalimatnya dan
mengacak-ngacak selimut kesal “dasar … BODOH !!!!!!” nichkhun menjambak rambut
merah junho itu dengan gemas, menariknya ke kanan dan ke kiri tanpa ampun
membuat junho menggerekan kepalanya sesuai dengan gerakan tangan nichkhun
karena tidak mau rambut indahnya itu rontok semua
“khunie-ah sakit …aww…sakit !!!! yahc …yach ..yach …” keluh junho mencoba
melepaskan tangan nichkhun dari rambutnya
“menyebalkan !!!” rajuk nichkhun kembali bersikap manja , bicara dengan
nada merajuk layaknya seorang yeoja
Junho mencolek hidung nichkhun sekilas dan tertawa ringan “aku hanya
bercanda chagy …” kelit junho padahal sesungguhnya dia memang mengira nichkhun
ingin hal yang macam2 terhadap dirinya *oppa !!! =,=”*
“menyebalkan …” gumam nichkhun mengumpat dengan pelan walau junho tetap
bisa mendengarnya
Junho mendekatkan dirinya pada nichkhun dengan memegang tengkuk leher
nichkhun dengan lembut “apapun yang kau inginkan aku pasti akan mengabulkannya …”gumam
junho juga dengan nada pelan , junho sedikit mendorong tubuh nichkhun untuk
berbaring kembai di atas kasur dengan dirinya yang juga berada di atas tubuh
nichkhun walau masih menggunakan kedua tangannya juga kedua lututnya untuk
menopang bobot tubuhnya itu
Perlahan junho mendekatkan wajahnya untuk mengarah ke wajah nichkhun
mencoba untuk menempelkan bibir mereka dengan gerakan yang sangat perlahan dan
penuh kasih sayang , saat beberapa mili meter lagi bibir mereka akan bertemu
nichkhun malah menaruh jari telunjuknya di bibir junho menghalangi
“wae ?!” Tanya junho bingung
Nichkhun tersenyum polos dan membenarkan posisi berbaringnya hingga
lebih nyaman “tapi aku mau kau mandi dulu …”
“mwo ?!!! jam berapa ini kau suruh aku mandi ?!” junho bertanya dengan
mata membulat sempurna mengingat kran air panas di kamar mandi mereka sedang
dalam masa perbaikan karena rusak beberapa waktu yang lalu
Nichkhun hanya mengangguk pelan dengan wajah polosnya meng-iyakan
pertanyaan yang di lontarkan junho.
Junho mendongakan kepalanya masih dengan posisi yang sama,masih di atas
tubuh nichkhun . dia menghela nafas berat dan perlahan turun dari kasur . jika
bukan karena nichkhun hamil mana mungkin dia akan jadi anak yang penurut
seperti sekarang
Junho berjalan dengan gontai menuju kamar mandi langkah kakinya begitu
terasa berat tat kala dia harus mandi dengan air dingin di musim salju tengah
malam begini , bukan bisa masuk angin lagi junho besok pagi. Junho berhenti di
depan pintu kamar mandi dan berbalik memandnag nichkhun yang masih berbaring
dengan nyaman di kasur memperhatikan dirinya “khunie … kau tahu kan kran air
panasnya rusak ?!” Tanya junho mencoba mengingatkan nichkhun siapa tahu saja
dia tidak jadi menyuruh junho mandi. Tapi nichkhun malah mengangguk tanpa ragu
menjawab junho “kau tahu ini musin dingin dan pasti akan sangat dingin sekali
airnya ?!!” nichkhun memasang wajah kecewa mendengar apa yang junho katakan
matanya lalu memandnag perutnya yang belum terlalu membesar itu dan mengelusnya
lembut seolah mengingatkan junho dengan keadaan saat ini
“huwe … hiks ..hiks ..hiks …” junho malah pura-pura menangis seraya
berjalan masuk ke dalam kamar mandi degan sama sekali tidak ada air mata yang
menetes dari matanya , yah namanya juga pura-pura
Nichkhun tetap duduk dengan nyaman di atas kasur sesekali dia memandang
pintu kamar mandi lalu beralih ke jam dinding sekedar untuk mengingat sudah
berapa lama junho di dalam sana. Nichkhun menghembuskan nafasnya panjang lalu
turun dari tempat tidur dia berjalan menuju kamar mandi yang boro2 di kuncidi
tutup dengan baik aja engga. Nichkhun mencoba untuk mengintip sedang apa junho
di dalam dan yang dia lihat adalah
Junho berjalan mondar mandir di sekitar guyuran shower tanpa terkena air
sedikitpun setelah itu dia mencoba membasahi tangannya dengan air yang mengucur
dari shower , lalu tubuhnya bergelinjang kedinginan.
“ckckckck …” nichkhun berdecak dan
melipat kedua tangannya di depan dada memperhatikan setiap gerak gerik junho
dalam kamar mandi
Ahirnya junho membasahi lengan kanannya terus hingga ke pundaknya terus
hingga dia membasahi seluruh tubuhnya walau dengan terus menggelinjang
kedinginan. Junho mengambil sabun batang yang ada di dalam wadah sabun di pinggir
kamar mandi lalu mulai melumuri tubuhnya dengan sabut hingga penuh dengan busa.
Mungkin lama kelamaan dia sudah terbiasa dengan suhu dingin dari air yang
mengguyur tubuhnya . setelah selesai dengan sesi bersabun dia kembali mengguyur
dirinya di bawah shower . junho menggosok bagian bahu menuju lehernya dengan
telapak tangan , wajahnya mendongak menadah semprotan air dari shower raut
wajahnya sekarang seolah menikmati acara mandi yang terpaksa pada awalnya ini
Nichkhun tersenyum di balik pintu mengingat semua yang junho lakukan
untuknya , dimana junho selalu ada untuk menuruti setiap keinginannnya , junho
yang merawatnya saat sakit tanpa rasa lelah dan jijik. Nichkhun menyandarkan
punggung dan kepala bagian belakangnya ke tembok perlahan banyangan junho
kembali berputar di otaknya
Flash back
Nichkhun bergerak tidak nyaman di dalam tidurnya mencoba untuk tidur
miring ke samping kanan menghadap sisi ranjang, matanya sedikit terbuka karena
mendnegar suara cetak cetuk di sekitarnya . nichkhun sedikit membuka matanya
melihat junho tengah berjongkok di samping ranjang , nichkhun membuka matanya
semakin lebar melihat apa yang junho lakukan . sedikit terperanga saat
menyadari junho membersihkan lentai dimana tadi dia muntah dengan tidak sengaja
‘kenapa junho melakukiannya sendiri ? bukankah ada pekerja di rumahnya
yang akan membereskannya ?’ nichkhun bertanya dalam hati dan kembali menutup
mata saat seseorang membuka pintu kamar mereka
“tuan muda … buburnya sudah siap “ pelayan itu segara masuk ke dalam
kamar saat melihat apa yang sedang junho lakukan “biar aku saja yang
melakukannya tuan muda … “ pelayan itu mencoba mengambil alih pekerjaan junho
tapi dia hanya tersenyum menoleknya secara halus
“simpan saja di dalam panci … aku akan memanaskannya saat nichkhun
bangun … kau boleh pulang … eomma tidak ada di rumah siapa yang akan memberi
ayah makan ?!”
“tuan muda …” sergah pelayan itu berat hati
“aku bisa melakukannya sendiri … aku tahu bagaimana harus menjaga
nichkhun … pergilah …” pelayan itu tersenyum lembut pada junho anak yang sejak
lahir sudah dia jaga, pelayan di rumah junho ini memang sudah bekerja di rumah
ayahnya bahkan sebelum ayah junho menikah dengan ibu kandungnya
“baiklah … aku akan kembali lagi besok …”
“emmm …”
Debt
Suara pintu di tutup itu membuat nichkhun penasaran dan membuka matanya
kembali
“junho …. Anak itu apa punya kepribadian ganda ?!” nichkhun bertanya
pada dirinya sendiri . tak lama berselang dia mendengar suara derap langkah
yang mendekat ke kamarnya yang dia yakini adalah suara langkah kaki junho ,
nichkhun kembali menutup matanya berpura-pura tidur
Junho menaruh nampan berisi makanan dan juga air di meja kecil samping
ranjangnya lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi , terdengar suara gemericik
air dari arah kamar mandi sana wakau hanya sebentar, junho keluar dari kamar
mandi dengan handuk putih kecil yang dia pakai mengeringkan wajahnya . dia
merasa sangat mengantuk karena sudah beberapa malam tidur tidur dengan nyanyak
menjaga nichkhun yang sakit tapi dia tidak bisa tidur juga saat nichkhun tidur di
siang hari karena harus menyiapkan beberapa keperluannya membuat junho terus
mencuci mukanya mengusir ngantuk.
Junho meruduk membenarkan selimut yang nichkhun pakai menariknya hingga
menutupi bahu nichkhun yang tertidur menyamping ,
“tidurlah … kau harus banyak istirahat …aku tahu ini pasti akan berat …”
junho membelai rambut nichkhun merapihkan beberapa helaian rambut yang
mengalangi wajahnya lalu mencium kepala nichkhun di bangian samping karena dia
memang tidur miring
Flas back end
“sedang apa di sini ???!!! mengintipku kan ?!! errggg … kau takut aku
tidak mandi ?!!!” tuduh junho saat memergoki nichkhun berdiri di depan kamar
mandi saat dia baru saja selesai dan keluar dari sana
“gomawo “ junho mengernyitkan dahi mendengar ucapan nichkhun yang tidak
nyambung dengan apa yang dia tanyakan barusan
“untuk apa ?!” Tanya junho bingung masih menampakan wajah bodohnya ,
nichkhun hanya tersenyum dan langsung menarik tengkuk leher junho kearahnya
melumat bibir bawah junho dengan tiba-tiba …
Hahahahaha segini aja dulu yah … udah sangat panjang ternyata
sodara-sodara … silahkan di komentar … apa di lanjutkan atau tidak ?! oke …
seperti biasa jika dikit rrespon saya akan menghentikan ini …
ehmm..karna postinganx ada 2 jd bingung mau komen dmana..dsni az deh ya..hehe
ReplyDeleteaishh.,aku melted krna ke-sweet-an junho..aaah..pngen rasanya gw culik bwt jadiin ayah dr anak2ku..hahaha
itu..khunie mnta apa sih malm2 gt.?*pasang tampang sok polos*
soal siwon diLiA itu..sebnarnya bkannya eon ga suka siwon..cuma kesel az dia mau gangguin khunie..haha
jd trserah author deh mau dganti ato ga..trus klo mau dganti ma siapa itu jg aku ngikut az..coz bingung jg siapa lg cwo yg cocok ma peran itu..hehe
lanjutkan karyamu...
fighting\^0^/
"weny"
Hmmm khunie makin jadi ya ngidamnya ... Lanjut thor ^^
ReplyDeleteKhun kasihan banget ya... Gara-gara kandungannya lemah dia jadi sakit-sakitan. Tp untung ada junho yang selalu siap siaga (?) di samping nichkhun n terus jagain dia. Di sini Junho so sweet banget ga pervy kaya biasanya lol tp author tega nih nyiksa khunnie, sampai-sampai dia udah muntah-muntah gitu T.T smoga aja khun n kandungannya baik-baik aja. Tp chingu, kok chapternya berakhir di tempat yg ga tepat sih -_- khunho baru aja ciuman haha xD ditunggu update selanjutnya ya chingu~ and buat love in art, kaya nya siwon udah pas-pas aja sih buat peran org ketiganya khunho xD
ReplyDeletehaha..lucu bgt pas junho masukin air ke dlm sup...ada ajj akalnya*author: tuh gw yg nulis* kekek..apa lgi pas junho d suruh masak goreng udang..wkwk ketawa ngakak q ..*junho:puas loe ketawanya|mian oppa hehe abiz lucu*
ReplyDeleteCara junho ngrawat khunnie baik bgt...benar2 suami idaman ku*d plototin nichkhun* Junho junho junho junho...so sweet bgt pengertian lgi...khunppa beruntung punya suami kyk junho ..yg merawatnya dgn sangat sangat baik...tpi klo lgi pervert haduh q mlh jdi kasihan ma khunppa hehe*plakkk* junho d chap ini dewasa bgt ... :)
Mslh khun and siwon d ff"Love in art" gak pa2 sih...cuma gak suka ajj dia gangguin mrka berdua*namanya jga konflik* tpi seru jga sih eon...hehe ok deh thor lanjutin
Kadang2 q mikir otak author terbuat dri apa yah?! Kok pinter bgt bikin ff ...wah daebak thor... Lanjut Figthing go eon go eon go eon...!!'
Thor keren,so sweet tp mau nanya aja nih boleh kan? Thor blng ff yg ga ada comment ga bakal di lanjutin,tp i know i want you kan banyak yg comment tp knp ga di lanjutin,q nunggu2 bnget loh,satu chap lg deh,yah..yah... Maaf ya bnayk maunya ^^
ReplyDeletewiiiiiiiiiih junho hyung,,,,perhatian amat sama khunie hyung.....kurasa lagu ciptaan junho hyung (SAY YES) di tujukan buat mu khunie hyung,,,,,,,,,,,,,,,lanjuuuuuuut thor,,,,,penasaran ama lanjutannya,,,,,figh ting...... :D
ReplyDeleteDARI SEMUA FF AUTHOR DARI PERTAMA POST SAMPAI SEKARANG CUMAN INI YANG PALING GOKIL FF NYA
ReplyDeleteLANJUTKAN THOR!!
JUNHNICK SHIPPER DAEBAK
AUTHOR DAEBAK
BUAT FF LOVE IN ART BIARIN AJJA THOR SIWON YANG JADI SALAH SATU MAIN CAST NYA
AKU SETUJU KARENA NGAK ADA FIGUR YANG COCOK BUAT NICHKHUN MENURUT AKU
SEMANGAT AUTHOR!!
LANJUTKAN
gilaaaaa kereeen.. Bikin iriiii ni ff... Tp knp msh blm slse jga thooor? Ampe chap brp nii? Udh ga sbr buat nngguuuu
ReplyDeleteThoooorr, ff ini dibuaatt panjangg ya ?? XD *dijitak unnie*
ReplyDeletesumpah kocak banget aku seneng!! <3
.: gak ada NC.nya .. hahaaa :D
ReplyDeleteGyaaaaaaaaa kayanya aku bener2 harus cek RS kiranya aku masih waras/tidak ekekekke
ReplyDeleteNie autornya yg koplak atau nuneo eoh ekekkeke
Author bener2 kereeeeeeeeeeeen!!!
Semangaaaaat thor terus sebarin virus khunHo Shipper <3
Makasih bangeeeeet aku bener2 khibur ama ff autor semuanya kereeeeeen!!!
Junho sweet bangeeeeeeet!!!
Khun yg kuat ea ^_<
Khunnie manja apalgi pas minta yg iya2 malem2 ,aegy ketularan pervert appanya ni,atau khunnie yg lagi mau? Bingung,ahahah tak pa2 lah,pasti hoppa seneng tuh wkwkkwk eon kasian khunnie kalau tahu gmna kondisinya yang senbenarnya,hiks
ReplyDeleteO iya aku suka pas ortu khunnie liat mantu ma anaknya mesraan,hoppa kau sungguh suami yang daebak! Andaikaaaann kamu adlah #plak gk bole berhayal
So eon lanjutin ff nya ya,aku butuh makanan ni eon hahaha TT
lagiiiiii,,, cepet upadte nya thor
ReplyDelete