By : thiez
Romance,etc.
Disclamer: 2pm milik diri mereka sendiri dan
tuhan semesta alam. dan cerita yang saya tulis ini adalah cerita murni dari
hati saya
Warning: BoyxBoy. NamjaxNamja.
Pairing: junho X nichkhun
Selingannya dan gak banyak alias hanya
dikit :
chansung x
wooyoung
taecyeon x junsu
chapters : 6
annyeon gsaya
balik lagi sama ini ff yang saya khawatirkan … saya sangat khawatir ini sama ff
ini .. andwae !!!!!! #teriak gaje . yah sudahlah yah mari saja kita saksikan …
saya suka down dan gak dapet feel kalo komen dikit jadi mohon pengharagaannya
yah apalagi ini ff junnick … yang nota bene jarang ada orang yang suka gitu …
maka dari itu saya butuh dukungannya ,,, silahkan saya harapkan …
the story
in junho
gallery
nichkhun
berjalan memutari banyaknya lukisan yang terpajang di tengah gallery junho
dengan malas dan uring-uringan sesekali dia memandang junho yang tengah menyelesaikan lukisan yang
ada di hadapannya itu dengan konsentrasi penuh seolah dia tidak perduli dengan
mahluk indah di sekitarnya itu .
“apa aku ini
tidak lebih penting dari lukisan mu ?!” nichkhun melipat tangan di depan dada
bersidekap memandang junho tajam dan berkata dalam nada yang sinis
Junho
tersenyum kecil tak perduli dengan apa yang nichkhun katakan dan malah kembali
menyapukan kuasnya pada kanvas yang sudah terdapat berbagai macam warna di
permukaannya itu. “aku akan menyelesaikan ini baru akan menemani mu melihat
undangan …” nichkhun hanya bisa memajukan bibirnya beberapa senti mendengar
penjelasan junho itu masih di iringi dengan dacakan kesal
“eh ? itu
lukisan yang saat itu di kirim oleh orang misterius … kenapa kau malah
menaruhnya di sana ?“ nichkhun bertanya dengan tangan yang menunjuk-nunjuk
sebuah lukisan wajah seseorang yang terlihat sengaja di buat sedikit buram
hingga tidak jelas siapa model lukisan itu
“aku tahu
siapa pengirimnya … biarkan saja … aku ingin menyimpannya “ ujar junho
menjelaskan walau dia tetap tidak memandang nichkhun
“tapi junho
…” nichkhun berjalan semakin mendekati junho dan duduk di kursi yang ada di
samping junho “sebenarnya ….kau … mau kan ?! datang bersamaku ke acara awarding
itu ?! jaeball !!!” pinta nichkhun dengan memelas menggosokan kedua telapak
tangannya di depan wajah
Junho
memandang nichkhun dengan sudut matanya sekilas lalu kembali melanjutkan
pekerjaannya “kau mau aku datang bersama dengan mu ke tempat ramai yang sangat
banyak orang itu ?! aku rasa aku akan jadi buruan wartawan jika aku ikut
denganmu “
“tuntu saja
… tapi itu malah lebih baik … memperkenalkan tunangan ku kepada semua orang itu
akan sangat baik … kau akan menemaniku kan ?! ayolah !!!!” nichkhun menarik
tangan junho yang tengah memegang kuas dan mengayunkannya kesana kemari dan
malah tidak sengaja mengenai kanvas yang ada di depan junho .
Junho
membuka mulutnya lebar saat lukisan hasil karyanya selama seminggu itu malah
tercoreng satu garis warna hitam pekat di tengah objek nya , sedangkan nichkhun
menelan salivanya susah dan menggigit kedua bagian bibirnya kedalam “aku tidak
sengaja … lagi pula lukisan mu jadi lebih bernilai seni lagi kau tahu … iya goresan
ini bagus hanya tinggal di tambahkan sedikit sentuhan saja maka akan baik …”
nichkhun mengambil kuas di tangan junho dan menggariskannya asal beberapa kali
hingga malah membuat lukisan itu tidak berbentuk sama sekali “a…a..ahhh … wae?!
Huwee … junho kenapa malah jadi semakin hancur … ???!!!” nichkhun menujuk-nunjuk
kavas tak beraturan itu dengan wajah yang seolah ingin menangis saja dengan begitu di dramatisir (gimana sih kan
ang ang itu andalan wooyoung oppa ?)karena dia sudah merusaknya dan junho malah
tertawa lepas melihat ekspresi lucu nichkhun itu
“aniiya … kemarilah
… “ junho memegang tangan nichkhun yang masih memegang kuas itu dan
mengarahkannya ke kanvas , junho menggerakan tangan nichkhun dengan tangannya
sendiri malah seperti anak tk belajar menulis dengan beberapa goresan cat,
lukisan yang tadi sudah nichkhun hancurkan malah perlahan mulai menampakan
bentuk abstrak yang indah dan bernilai seni tinggi
Nichkhun
hanya memandang takjub setiap gerakan tangannya yang di control oleh junho itu
mata nichkhun beralih memandang wajah junho yang duduk di sampingnya dengan
mata yang berfokus ke arah kanvas “karena ini kau di juluki tangan dewa ?!”
nichkhun bertanya tanpa memperhatikan gerakan tangannya dan malah tetap memandnag
wajah junho
“jika hanya melihat ku seperti itu dan bukan
memperhatikan lukisanya … kapan kau akan bisa melukis ?!” Tanya junho junho
masih dengan menggerakan tangan nichkhun menggoreskan cat di kanvas tadi
“aku sudah
hampir selesai syuting film itu jadi aku tidak perlu melukis lagi … yang jelas
sekarang kau akan menemaniku ke acara penghargaan itu kan ?!” Tanya nichkhun
lagi kekeh .
junho melepaskan tangan nichkhun dan berbelik
menghadapnya ,Junho mencubit pipi nichkhun sekilas “ baiklah …”jawabnya singkat
namun itu bisa membuat nichkhun hampir loncat terkaget karena jawaban yang
sangat dia harapkan tadi
In JYPE
OFFICE
Braak
Suara
lemparan botol air plastik ke lantai
kayu ruang latihan dance itu terdengar untuk yang kedua kalinya , wooyoung sang
pelaku pelemparan itu hanya bercekak pinggang di tengh ruang latihan memandang
botol air yang berhenti menggelinding di dinding kaca yang ada di samping
kanannya
“berapa hari
lagi ?! hanya tinggal beberapa hari dan aku masih tidak mendapatkan koreografi
yang cocok ” wooyoung bicara sendiri malah terlihat seperti bicara dengan botol
minuman di sudut dinding kaca tadi sementara itu di belakangnya berdiri seorang
namja dewasa dengan wajah yang berbetuk persegi 5 dengan dagu yang agak maju ke
depan hanya memandang wooyoung dalam diam dengan bersidekap
“kau sendiri
yang memecat chansung … aku sudah katakan jika dia yang terbaik dan kau malah
memecatnya begitu saja … aku sangat sulit untuk mendatangkannya dari amerika
“woyoung menoleh ke belakang memandang ceo di managemannya itu dengan geram
“aku sudah
bilang aku tidak mau bekerja sama dengannya lagi … aku tidak mau lebih baik
segera cari orang lain !” wooyoung kembali memandang dinding kaca yang ada di
hadapannya memeperhatikan wajah chubbynya yang penuh dengan peluh yang mengalir
dari pelipisnya membuat rambut pirang miliknya itu menempel di pelipis yang
basah oleh keringat sebanyak beberapa helai saja
Pria yang
berpenampilan aneh tadi hanya mengedikan bahu mendengar omelan wooyoung dan
setelah itu dia meninggalkan wooyoung sendirian di ruang latihan . wooyoung
menghela nafas berat saat kepalanya mulai berdenyut , beberapa hari lagi
wooyoung akan perform di sebuah acara pengharaan yang sangat bergengsi dan itu
menuntut dirinya untuk tampil tidak biasa baik dari segi lagu atau dance yang
akan dia suguhkan … beberapa hari ini wooyoung sudah di sibukan dengan
mengaransemen lagu yang akan dia bawakan di acara tadi dan hari ini adalah hari
ke dua wooyoung latihan dance sendiri mencoba untuk menciptakan koreografi
secara mandiri sebelum latikahan dengan dancernya tapi apa daya dia sama sekali
tidak punya ide kreatif untuk hal satu ini dan itu sungguh menuntutnya untuk kembali
mempunyai kreografer karena chansung sudah dia pecat dengan tangannya sendiri .
Wooyoung kembali
menghela nafas saat berjalan untuk duduk bersandar di dinding kaca memandang lurus
kedepan dengan tangan yang mengambil kembali botol minuman tadi dan bersiap
menegaknya ‘ini minumlah !’ wooyoung memandang ke samping kanannya saat telinga
wooyoung itu menangkan suatu suara yang tidak asing baginya . pada hari2 dahulu
ketika kalimat itu terdengar dan wooyoung menoleh ke samping kanan akan ada
wajah chansung yang tersenyum manis di sana tapi saat ini kosong bahkan tidak
ada apapun di sampingnya itu . perlahan tangan wooyoung yang sudah memegang
botol minuman itu melemas dengan perlahan wooyoung kembali menutup botol
minumannya kembali memamdang ke depan
Entah
mengapa saat tadi pendengarannya yang mulai rusak karena mendengar hal-hal yang
tidak jalas sekarang malah matanya yang tidak jelas, matanya seolah melihat
sebuah video berputar di hadapannya kejadian saat wooyoung dan chansung
mengahabiskan malam bersama di dalam ruang latihan dengan penuh gairah .
“aish …
kenapa aku harus mengingat kejadian itu ?! menyebalkan sekali … aku tidak butuh
itu semua … lupakan wooyoung lupakan !!!” geramnya pada diri sendiri dan segera
bangkit dari duduknya meninggalkan ruang latihan itu begitu saja bahkan dengan
lampu yang masih menyala
Di sebuah
pusat perbelanjaan
“ini
sepertinya akan cocok untuk mu … pakai ini saja … ini acara penghargaan pertama
mu kan ?! kau harus berpenampilan baik …” seorang yeoja memberikan junsu satu
stel jas berwarna hitam dan junsu menerima jas itu dari yaoja tadi . dia berdiri
di depan cermin menempatkan jas tadi di depan badanya dan mencoba untuk
membayangkan jika dirinya memekai jas itu
“apa ini
akan bagus untuk ku ?!” Tanya junsu pada stylish yang di siapkan perusahaan
untuknya itu
“percaya
saja padaku … sekarang kau coba saja …” junsu mengangguk lalu berjalan ke ruang
ganti untuk mencobanya. Beberapa saat kemudian junsu keluar dengan memakai jas
yang di pilihkan stylishnya tadi kembali berdiri di depan cermin untuk
memperhatikan penampilannya
“bagaimana
?!” Tanya junsu pada stylish tadi yang sekarang ikut memperhatikan pantulan
bayangan junsu di cermin dengan wajah berpikir
“lumayan ..”
jawab yeoja itu singkat
“maaf … tuan
ini ada barang titipan untuk anda “ junsu menoleh ke arah pelayan yang
menghampirinya, mata junsu menangkap sebuah kotak besar yang ada di tangan
pelayan itu dengan satu kotak dengan ukuran yang lebih kecil di atasnya
“untuk ku ?!
dari siapa ?!” Tanya junsu menyakinkan menunjuk wajahnya sendiri dengan sangat
tidak yakin. Pelayan itu hanya tersenyum ramah sekaligus mengangguk
“ne .. ini
dari pelanggan tetap kami untuk anda … ”
“ahh …
gamsahamnida …” junsu mengambil kedua kotak yang di bawa pelayan tadi dan
memperhatikan kotak berwarna silver itu yang bahkan tidak terdapat tulisan
apapun di bagian luar kotaknya itu
“apa ini ?!”
yeoja itu ikut memperhatikan kotak besar yang ada di tangan junsu dia lalu
mengambil satu kotak dengan ukuran yang lebih kecil dan membukanya “woah …
junsu … ini …ini …i…ini ….” Ucapnya terbata saat melihat isi dari kotak tadi
“wae ?! ”
junsu ikutan melihat isi kotak tadi mencoba mengambil kotak itu dari tangan
stylishnya dan bertukar dimana kotak yang lebih besar yang tadi ada di
tangannya sekarang di ambil stylishnya dan kotak kecil yang sudah di buka itu
ada di tangannya . ternyata isi kotak kecil itu adalah sepasang sepatu
“ini jauh
lebih bagus dari apa yang kau kenakan saat ini …” ujar yeoja itulagi saat
membuka kotak berukuran besar yang ternyata ada satu stel pakaian . sebuah jas
yang lengkap.junsu kembali mengambil alih kotak berisi pakaian itu dari tangan
stylishnya dan mencoba untuk melihat pakaian itu
“ini ada
kartu ucapan di sini …” yeoja itu memberikan satu kartu kecil berwarna putih
pada junsu
“gomawo nuna
…” junsu membuka kartu itu dan mulai membaca isinya , siapa pengirim hadiah
mewah itu sangat membuat junsu penasaran
‘pakailah
ini untuk acara penghargaan itu …
kau akan terlihat jauh lebih bersinar lagi jika memakainya hehehehee … TY.’
Junsu
langsung celingukan mencari kesetiap sudut yang bisa di tangkap matanya saat
melihat inisial yang tertera di kertas kecil tadi , banyaknya orang yang
berlalu lalang di pusat perbelanjaan itu membuatnya kesulitan untuk menemukan sosok
orang yang dia cari . hingga ada satu namja tinggi di depan sebuah toko yang
agak jauh dari toko dimana junsu berada melambaikan tangannya sekilas . membuat
bibir junsu terangkat untuk menyunggingkan sebuah senyuman manis pada namja
dengan topi dan kaca mata hitam yang hampir menutupi seluruh wajahnya itu
Beberapa
hari kemudian
Di gedung
tempat acara penghargaan
Nichkhun
berjalan bersama dengan junho untuk masuk ke gedung tempat acara akan di
langsungkan tentu saja di setiap acara penghargaan akan ada karepet merah yang
di bentangkan dimana tempat itulah yang akan jadi ajang saling memamerkan
busana yang para artis kenakan
“jalan saja
duluan …aku akan masuk lewat pintu lain … kita bertemu di dalam “ bisik junho
di telinga nichkhun dan tanpa menunggup persetujuannya junho langsung berjalan
mendahului nichkhun mengarah ke pintu belakang untung saja nichkhun sudah
memberikan undangan pada junho hingga dia tidak khawatir junho tidak akan bisa
masuk . setelah menilah junho menghilang dari padangannya nichkhun mulai
kembali melangkah ke di atas karpet merah tadi dengan senyum cerah yang tidak
pernah lepas dari bibirnya
Wooyoung
room
“Bagaimana
ini ?! ini aka jadi penampilan terburuk mu jang wooyoung ” wooyoung bergumam
sendiri dan menagak air mineral itu langsung dari botolnya , saat ini wooyoung
duduk di depan meja rias dengan satu stylish yang tengah menata rambutnya
Wooyoung pov
“wooyoungie
?!” suara itu lagi yang terdengar di telingaku apa di sudah mengirim guna-guna
padaku hingga telinga ini selalu saja mendengar suaranya . bahkan semakin hari
semakin terdengar jelas saja . aku kembali meminum minuman yang ada di tanganku
tidak terlalu menghiraukan apa yang aku dengar tadi
Aku
membelalakan mata saat melihat sosok namja tinggi dengan wajah polos yang biasa
aku kategorikan bodoh itu berdiri di belakangku tapi ini bukan hanya
halusinasiku saja kan ?! “ chansung ?! kenapa kau bisa ada di sini ?!” Tanyaku
pada namja itu seraya berbalik memandangnya
“kau pasti
sedang pusing karena tidak menyiapkan penampilan mu dengan baik … benarkan ?!
bagaimana jika aku membantumu ?!”
Normal pov
Wooyoung yang
langsung berdiri darikursinnya itu hanya bisa mengalihkan padangan matanya dari
chansung tak terarah saat chansung yang sudah dia buang dan dia pecat dengan tidak berprikemanusiaan itu
malah datang menawarkan bantuan untuknya pada saat genting seperti ini
“bagaimana
bisa kau membantuku ?! waktunya hanya tinggal satu jam bagaimana bisa mengganti
konsep saat ini ?!” Tanya wooyoung bingung seraya memperhatikan jam yang
terpasang di dinding yang ada di balakang chansung
“bukankah
kau itu adalah dancer terbaik … hanya melihat satu kali saja pasti langsung
bisa melakukannya … kita masih punya waktu selama satu ja untuk berlatih …”
chansung bicara dengan kaki yang melangkah mendekati wooyoung yang masih
berpikir dengan cermat tentang tawaran chansung itu
“tapi dancer
… apa mereka akan melakukannya dengan baik … jika aku solo mungkin itu akan
bisa tapi jika ..” chansung menghentikan omelan wooyoung dengan meletakan jari
telunjuknya di bibir wooyoung yang masih terbuka itu membuat wooyoung seketika
diam membeku.
‘apa-apaan
ini kenapa jantungku rasanya berdebar begini ?! sial padahal saat aku melakukan
itu dengan nya saja aku sama sekali tidak seperti ini … kenapa saat jarinya
menyentuh bibirku aku sudah berdebar ?!’ wooyoung ngedumel sendiri dalam hati
tentang kejadian yang dia alami saat ini dimana perasaan nya terasa tidak
nyaman dan jantungnya berdebar hebat hanya karena satu sentuhan jari chansung
pada bibirnya dan jarak wajah mereka yang sangat dekat
“lihat ini
…” ujar chansung dan menjauhkan dirinya dari wooyoung membuat wooyoung bisa
menghela nafas lega karena chansung sudah menjauh darinya. Chansung memutar
sebuah lagu dari ponselnya yang ternyata adalah lagu yang akan wooyoung bawakan
saat ini lengkap sudah karena lagu itu adalah lagu yang sudah di aransemen
wooyoung kemarin . chansung mulai menari mengikuti irama lagu itu
mempertunjukan pada wooyoung koreografi yang sudah dia buat
“darimana
kau dapat lagu itu ?! kenapa bisa mendapatkannya !?” Tanya wooyoung tidak
percaya jika chansung sudah mendapatkan lagu hasil aransemen itu dan menyipakan
sebuah koreografi yang sangat apik untuknya
“sebenarnya
karena jinyoung hyung menyuruku untuk tetap membuat koreografi untuk mu makanya
dia memberikan lagu ini padaku … walau sebenarnya aku akan tetap membuatnya
untuk mu walau kau tidak membutuhkannya sekalipun …”
Wooyoung
menoleh ka samping kanan belakangnya dimana stylishnya masih berdiri di sana “
kalian semua boleh keluar …” semua staf yang ada di sanapun menuruti apa yang
wooyoung perintahkan dan segera pergi meninggalkan ruangan itu
“dancernya
?! apa kau sudah melatih mereka juga ?!”
“tentu saja
… semua orang sudah latihan koreografi ini bahkan saat kau uring-uringan di
ruang latiha minggu lalu …” wooyoung tersenyum kecil dalam sebuah anggukan rasa
bersalahnya pada chansung
“gomawo “
ujarnya lirih entah karena dia merasa malu atau malah merasa tegang dan kaku
yang jelas wooyoung merasakan jika wajahnya terasa menghangat saat ini
*
“dan
pemenang kategori actor terbaik tahun 2012 ini jatuh kepada …” yoon eun hye
aktris yang membacakan nominasi tersebut menghentikan kalimatnya untuk melirik
ke beberapa sudut dimana terdapat actor-aktor yang masuk nominasi ini ,
“apa aku
akan menang lagi ?!” bisik nichkhun pelan pada junho yang duduk di sampingnya
walau wajah nichkhun masih mengarah ke depan
“kau pasti
akan mendatkannya lagi … selama rain belum menyelesaikan wamilnya ..” canda
junho yang sukses membuat nichkhun menekuk wajah tampannya itu karena jawaban
tidak mengenakan junho
“dan
penghargaan actor terbaik tahun 2012 jatuh kepada …. Nichkhun buck horvejkul …
selamat nichkhun-shi …” suara tepuk tangan terdengar begitu riuh saat nama
nichkhun si sebutkan. suara tepuk tangan itu saling bersautan satu dan yang lainnya
dalam satu melodi yang tertata (?)
“selamat !!”
junho tersenyum pada nichkhun yang sudah akan berdiri tapi sebelum da
benar-benar berdiri untuk naik ke podium nichkhun menyampatkan diri untuk
memeluk junho
“gomawo
!!!!” ujarnya dengan nada yang sangat bahagia dengan pelukan erat yang dia
lakukan pada junho , dank arena focus kamera tengah mengarah pada nichkhun saat
ini moment berpelukan itu tersiar dengan jelas di layar raksasa yang ada di
atas panggung sekaligus tersiar di seluruh korea secara langsung saat ini
melalui stasiun televisi , dan hal itu tak ayal membuat suara orang2 terdengar
bergemuruh
“siapa namja
yang bersama dengan nichkhun ?!”
“dia sangat
tampan “
“apa mereka
berpacaran ?!”
“rasanya aku
mau bunuh diri jika mereka berpacaran”
Yah itulah
segelintir kata2 yang terdengar oleh pendengaran saya di dalam gedung tempat
acara di selenggarakan tapi seluruh suara yang bertanya-tanya itu tidak
menghalangi nichkhun untuk segera naik ke atas podium untuk menerima tropi-nya.
Nichkhun segera naik keatas podiun dan menerima sebuh tropi dari tangan yoon
eun hye untuk kemudian memberikan satu dua patah kata di atas sana
“aku sangat
berterimakasih untuk semua yang sudah mendukungku fan-ku winkies di seluruh
dunia … untuk tuhan dan keluargaku … untuk semua staf dan crew yang selama ini
mendukungku… untuk sahabat2ku …” nichkhun memandang taec yang duduk di salah
satu deretan terdepan yang mengacungkan dua ibu jarinya untuk nichkhun ,
membuat nichkhun terkekeh pelan “ dan untuk tunangan ku yang sudah mau
meluangkan waktunya untuk menemaniku saat ini … “ nichkhun memandang junho
dengan mengulum senyum membuat mata orang2 ikut mengarah kearah junho yang
duduk dengan tenang memandang nichkhun “dia yang mengajariku untuk melukis …
dan itu yang membuatku bisa masuk ke dalam karakterku di film ini …”
“tunangan
???!!!!” seorang yeoja bertanya dengan nada tinggi dan histeris saat kata
tunangan itu terucap dari bibir nichkhun sementara di salah satu kursi vip
seorang namja dengan wajah manis hanya tersenyum kacut memandang nichkhun yang
ada di atas podium itu
*
“kategori
penyanyi solo pendatang baru terbaik jatuh pada ….siapa yang kalian ingnkan
??!!!” Tanya park shin hye pada para audiens yang ada di sana sebelum dia
membacakan siapa pemilik tropi kategori ini . para penontonpun mulai meneriakan
nama idola mereka masing-masih di mulai dari ailee,sampai jun.k
“kategori
penyanyi solo pendatang baru terbaik jatuh pada jun.k selamat !!!!!” suara
tepuk tangan juga terdengar riuh saat junsu menaiki panggung karena namanya
sudah di sebutkan , dia berjalan mendekati park shin hye untuk mengambil
tropinya dan tentu saja junsu tersenyum sumeringah mendapatkan penghargaan
untuk pertama kalinya itu
“junsu hyung
??! aku tidak menyangka dia akan memenangkan penghargaan di sini …” junho terus
bertepuk tangan saat junsu menerima tropinya
“jika
hyungmu mendapatkan penghargaan di sini … karirnya akan berjalan dengan baik …
kau tahu unuk ukuran artis yang berada di management kecil masuk nominasi saja
sudah sangat baik … apalagi dia bisa mendapatkan penghargaan seperti ini …”
“benarkah?!
Aku harap begitu …” junho dan nichkhun saling memandang satu sama lain dan
tersenyum bersama masih dengan bertepuk tangan tidak menyadari banyakny kamera
yang sejak tadi terus saja mengabadikan momen mereka
“aku ingin
bertermakasih pada perusahaan yang sudah memberikan aku kesemempatan dan juga
pada seluruh orang yang sudah mendukungku … terlebih pada satu orang yang
banyak sekali membantuku …” junsu memandang taec duduk memperhatikannya dengan
wajah ceria ikut bahagia dengan apa yang di capai oleh junsu “… aku
sangat-sangat berterimaksih …” lanjutnya dengan nada yang sangat
bersungguh-sungguh walau junsu tidak mengatkan nama ataupun inisial orang itu
tapi taec bisa merasakan jika junsu sedang bicara padanya membuat kepala taec
dengan reflex mengangguk bahagia
*
*
“
terimakasih sudah membantuku hari ini …” wooyoung berjalan bersama dengan
chansung menuju ruang nya setelah selesai perform dan apa yang wooyoung
suguhkan tadi nyaris saja sempurna walau baru beberapa kali latihan saja
“emh …”
chansung mengangguk saat dia berdehan menandakan jawaban iya darinya “ selamat
kau mendapatkan penghargaan lagi … penyanyi solo terbaik … selamat !” chansung
mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan wooyoung ,
Wooyoung
memamndang uluran tangan kanan chansung beberapa saat sebelum ahirnya dia
memutuskan untuk menjabat tangan chansung membalas “gomawo ehm …. Maafkan aku
…“ wooyoung bicara dengan nada yang teramat pelan untuk kata terahirnya membuat
chansung malah tidak dapat mendengarnya sama sekali
“mwo ?!”
Tanya chansung meminta pengulangan kata dari wooyoung . wooyoung membuka
mulutnya dengan tidak yakin untuk meminta maaf karena gengsi tinggi yang dia
miliki ternyata , wooyoung hampir saja meminta maaf jika dia tidak mendengar
suara gaduh yang semakin mendekat kearahnya
“aku tidak
mengerti kenapa jun.k itu bisa memenangkan penghargaan ?! dia tidak sebaik itu
sampai mendapatkan nya “
“tentu saja
… dia sama sekali tidak punya apa-apa… suaranya saja tiak terlalu bagus !”
“tentu saja
… bagaimana dengan ailee ?! dia jauh lebih baik dari jun.k itu … aku sangat
marah tidak suka dengan keputusan ini !!!”
Wooyung dan
chansung memperhatikan tiga orang yang tengah berbincang itu hingga mata
wooyoung menangkap bayangan junsu mendekat kearah orang-orang tadi .
“ini dia ….
Orang itu … heh !!! kau itu benar-benar tidak tahu diri … kenapa bisa tersenyum
bahagia bahkan saat kau merebut milik orang lain “ salah satu Dari orang tadi
menunjuk junsu yang baru datang membuat dua orang lainnya segera menghampiri
junsu
“apa maksud
anda ?!” Tanya junsu bingung
“kau itu
tidak pantas mendapatkan poenghargaan itu … kau malah tidak pantas masuk
nominasi … “ ujar salah satu dari mereka menjelaskan
“maaf ..
a…aku …” junsu hanya bisa menajawab dengan terbata tak tahu apa yang harus dia
katakan pada orang-orang itu sebegai jawaban
“sama sekali
tidak berkualitas … yang membauat banyak orang melihatmu hanyalah ok taecyeon
yang jadi model viodeo klip mu … hanya karena itu saja … apa lagi ada gossip
yang mengatakan kalian makan bersama !”
“mwo ?!
ma…makan…bersama ?!” junsu melongo karena dia baru mendnegar tentang gossip
yang orang-orang itu tuduhkan walau memang benar dia pernah makan bersama
dengan taecyeon tapi dia merasa tidak akan ada orang yang mengetahui hal itu sebelumnya
“kau di
kenal banyak orang hanya karena gossip mu itu saja dan bukan kualitas karyamu …
kau itu di kenal orang hanya karena mendomplen popularitas ok taecyeon saja
!!!!”
“jun.k ?!”
suara seseorang mengalihkan semua perhatikan termasuk junsu dan juga chansung
serta wooyoung yang sejak tadi mengintip perdebatan atau yang lebih bisa di
katakan penghinaan yang di lakukan beberapa orang tadi pada junsu
“selamat kau
mendapatkan penghargaan itu … aku tahu walau kau masih banyak kekurangan tapi
kau pasti akan jauh lebih baik lagi ke depannya … “ orang yang memanggil junsu
itu berjalan semakin mendekat kearah junsu dimana orang itu tak lain adalah
taecyeon “sebagai pendatang baru pasti masih banyak ke kurangan … itu hal yang
wajar …” taec menatap mata junsu dengan senyum hangat mencoba untuk menenangkan
junsu yang memang sudah memiliki raut wajah sedih dan shock barusan “benarkan
?!” lanjut taec lagi pada orang-orang yang masih mengerubuni junsu dengan
memandnag mereka satu persatu . orangorang tadi hanya menunduk dan setelah itu
mereka mengangguk dengan sangat terpaksa seraya meninggalkan junsu dan taecyeon
berdua di sana
“junsu kau
tidak apa-apa ?!” junsu hanya mengangguk
saja , dia tersenyum sebisa mungkin dan mulai kembali berjalan namun langkah
kaki junsu seolah oleng membuatnya hapir jatuh jika taecyeon tidak memegangi
tangan junsu
“tangan mu
dingin sekali … kau pasti sangat shock … “
“aku tidak
apa-apa …. Tenang saja …” junsu mencoba menyakinkan taec dan melepaskan
pegangan tangannya
“junsu … kau
tahu kan dalam dunia ini tidak akan selamanya orang menyukai kita dan tidak
akan semua orang menyukai kita …”
Junsu
menghela nafas dan menunduk “aku tahu itu … hanya saja … keputusan ku untuk menyeretmu ikut membantuku
ternyata malah menjadi bumerang untuk ku sendiri … aku hanya merasa semua kerja
keras ku tidak ada artinya karena namamu membingkai semua tentang diriku saat
ini …”
Taec
memegang bahu junsu membuat junsu kembali mendongak menatapnya “jangan bicara
seperti itu … aku malah berencana untuk mengumumkan jika kau itu pacarku … “
“MWO ???”
junsu langsung bicara dengan aksen daegunya dalam volume yang cukup tinggi
mendengar pengakuan rencana taec yang
malah terdengar lucu
“yach kenapa
kaget seperti itu … kau memang pacarku kan ?!” taec bertanya dengan wajah yang
pura-pura kesal dan melepaskan tangannya yang bertengger di bahu junsu
“bu..bukan …
aku hanya merasa itu akan semakin membuat aku tenggelam dalam nama mu saja … aku
ingin mencoba untuk berkarya terlepas dari nama mu … aku hanya ingin orang2
tidak menganggap jika aku ini …” dengan satu sentuhan kedua tangan taec pada
punggung junsu, dia menarik tubuh junsu itu masuk ke dalam pelukannya membuat
junsu seketikan membisu
“aku tahu …
aku mengerti itu … dan aku akan selalu mendukungmu … jadi jangan khawatir … ok
taecyeon ini akan selalu sabar menunggu seorang jun.k untuk mengakuinya sebagai
kekasih …”
Junsu tidak
bisa lagi menahan gerakan bibirnya yang perlahan mulia terangkat untuk mengukir
sebuha senyum di belakang kepala taec walau dia sudah sekuat tenaga menahannya
, tidak ada kata yang bisa lagi dia ungkapkan saat ini selain hanya meresapi
rasa panas yang mejalar di seluruh wajahnya membuat kedua pipi junsu memerah
dengan sempurna
Sementara
itu di suatu sudut yang terhalang oleh tembok wooyoung hanya mengangguk
mengerti atas apa yang terjadi pada tecayeon sahabatnya yang sudah dia anggap
sebegai hyung kandungnya itu
“jadi dia
pacar taecyeon hyung ?!” Tanya chansung tidak mau ketinggalan gossip terhangat
yang bahkan belum di siarkan media manapun
“geurae …
waeyo ?!” wooyoung berbalik memandnag chansung dan menyilangkan tanganya di
depan dada
“hanya saja
… mereka beruntung … taec hyung dan penyanyi baru itu … sedangkan nichkhun
hyung malah sudah bertunanngan dengan junho pelukis tadi …dan kita …. ” belum
sempat chansung melanjutkan kata-katanya wooyoung langsung menyelak
“kajja … aku
sangat haus !” ujarnya secepat kilat berjalan meninggalkan chansung jauh di
belakangnya
*
“aku akan ke
toilet sebentar tunggu saja di sini …” nichkhun mengangguk pada junho yang
bicara padanya itu . junho berbalik hendak meninggalkan nichkhun tapi dia malah
menarik tangan junho membuatnya kembali menghadap nichkhun
“wae ?!”
Tanya junho bingung
Nichkhun
hanya menggelengkan kapalanya polos dan malah cengengesan “aniya … jangan lama
…”junho hanya bisa menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan apa yang
nichkhun lakukan , junho membelai rambut nichkhun dengan lembut
“aku tidak
akan lama ..” timpal junho dan menarik hidung mancung nichkhun agak keras
“ahh !!
sakit …” rajuk nichkhun memegangi hidungnya tapi junho seolah tidak perduli
dengan keluhan sang tunangan nya itu dan malah pergi meninggalkan nichkhun
sendirian di sebuah lorong belakang gedung , karena memang junho memutuskan
untuk pulang bersama nichkhun melewati pintu lain demi menghindar dari buruan
wartawan yang sudah pasti akan menghadang mereka di jalan utama
Tanpa mereka
sadari seorang namja yang sejak tadi memperhatikan mereka hanya bisa meramas
sebuah kertas yang ada di tangan kirinya dengan amat kuat membuat kertas itu
menjadi remasan berbentuk bola “lee junho ….
Kau memang selalu mendapatkan apa yang aku inginkan …” ucapnya tajam
*
Nichkhun
mengutak ngatik ponsel di tanganya seraya berdiri dengan bersadar di tembok
saat menunggu junho kembali dari toilet , dia menoleh kearah kanan saat
mendengar suara derap langkah mendekat padanya membuat dia mengira junho yang
sudah kembali
“jun….”
panggil nichkhun terhenti saat matanya menangkap pandangan seorang namja tinggi
yang semain mendekat padanya. Mulut
nichkhun terbuka dan nafasnya terasa habis saat dia menyadari siapa namja yang
mendekat padanya itu hingga tanpa sadar nichkhun menjatuhkan ponselnya ke
lantai begitu saja
“lama sekali
tidak bertemu nichkhun-shi …” sapa namja itu pada nichkhun yang berusaha untuk
bernafas menggunakan mulutnya membuat mulut nichkhun yang kesulitan bernafas
itu terkatup-katup, tangan nichkhun yang bergetar dengan hebat mencoba untuk
meremas bagian bawah jas yang dia kenakan untuk meredam getaran tangannya
“khunie ?!”
nichkhun memandang junho yang berjalan mandekatinya membuat tangan nichkhun
semakin bergetar hebat , dia merasa jika tubuhnya begitu lemah dan hampir saja
terjatuh ke lantai jika dia tidak mengingat bahawa dia tidak boleh sampai
terlihat mencurigakan di mata junho saat
ini , dan itu membuat nichkhun mencoba untuk bertahan sekuat tenaga untuk tidak
jatuh
“hai…. Junho
…” sapa namja yang mendekati nichkhun tadi pada junho terlihat akrab membuat
nichkhun merasa jika dirinya seolah terjatuh dari gedung berlantai 20 saat
melihat sapaan akrab namja itu pada junho
“ahh … kau …
lama tidak bertemu … tapi …” junho memperhatikan nichkhun dan namja itu yang
ternyata berdiri dalam jarak yang dekat “apa kau mengenal nichkhun ?!kenapa
kalian bisa bersama di sini ?” Tanya junho menunjuk nichkhun yang masih bersandar
di tembok mencoba untuk tetap kuat
“tentu saja
… aku mengenalnya … kami pernah menjalani waktu bersama …” jawab namja itu
santai dan melirik nichkhun dengan sudut matanya lalu kembali memandang junho
yang berjalan semakin mendekat
“mwo ?!”
Tanya junho bingung
“hahaha ….
Aku dan nichkhun satu sekolah saat kami SMA di amerika … dan kami sangat dekat
… kami satu kelas … “ jelas namja itu tertawa renyah saat melihat ekspresi
junho yang mulai curiga dengan kalimat pertamanya .
Nichkhun
hanya menelan salivanya saat namja itu mulai bicara dengan junho
“oh ….
Lukisan yang kau kirimkan aku sudah menerimanya …” ujar junho berdiri di depan
namja itu
“lukisan ?!
bagaimana kau tahu jika itu lukisan yang aku buat ?!” Tanya namja itu
berpura-pura kagum pada junho . nichkhun kembali menganga karena percakapan
junho dan namja itu yang ternyata adalah pengirim lukisan yang nichkhun anggap
misterius yang tempo hari di terima junho di gallery nya
“style …
lukisan yang kau buat pasti bisa aku kenali dengan mudahdengan ciri khas mu itu
… “
“sayangnya
aku bukan pelukis berbakat seperti mu …”
“tapi ….
Lukisan siapa itu ?! aku rasa itu adalah lukisan wajah seseorang .. “ Tanya
junho penasaran dan melangkah sebanyak dua kali mendekat pada nichkhun dan
merangkul bahunya membuat nichkhun tersenyum kaku pada junho yang memandangnya
, dan mereka berdua tidak sadar jika tatapan namja itu kembali berubah menjadi
semakin tajam saat memperhatikan mereka berdua yang mulai berdekatan
“itu adalah
lukisan orang yang sangat aku inginkan …” jawab namja itu dengan nada yang
begitu serius dengan mata yang memandang mata nichkhun yang langsung
mengalihkan pandangannya dari namja itu begitu tatapan mereka bertemu
“benarkah ?
kenapa kau memberikannya pada ku ?!” Tanya junho semakin tidak mengerti
“aku hanya
ingin meminta pendapatmu saja … dan … aku ingin mengucapkan selamat pada kalian
atas pertunangan kalian … selamat !” namja itu mengulurkan tangannya untuk
berjabat tangan dengan junho dan nichkhun
“ahh …
terimakasih … siwon-shi “ ujar junho dan menerima uluran tangan namja bernama
siwon itu , dan nichkhun hanya memalingkan wajahnya tidak mau melihat wajah
namja itu apalagi harus beradu tatap dengannya
“selamat
nichkhun-shi !” siwon mengulurkan tangannya pada nichkhun yang mau tidak mau
menerima uluran tangan siwon sekilas namun saat dia hendak menarik tangannya
siwon malah tetap tidak mau melepaskan tangan nichkhun membuat nichkhun
terpaksa bicara
“siwon-shi …
kami akan pergi sekarang “ ujar nichkhun dengan nada tegas yang membuat siwon
melepaskan tangannya dan tersenyum sinis walau junho tidak menyadari gelagat
anehnya itu
Dan chap ini
tamat …. silahkan di komentar jika tidak banyak komentar saya akan semakin down
lagi … jadi saya mohon berikan saya motipasi sodara-sodara… untuk ff pada chap
yang satu ini memang sangat tidak bemutu tapi pada kelanjutannya saya akan
mencoba untuk membuat yang lebih baik lagi … sekarang dua couple itu lagi
ngadem nih … chap depan mulai deh konflik2 nya … dan setelah konflik mulai deh
ketemu love in art masing2 … lagian gimana mau ketemu love In art kalo gak ada
konflik dan gimana mau ada konflik kalo gak ada narasi nya dan part ini adalah
part narasi menuju ke konflik ….
Baru aja benerin letak kaca mata eon..eh ada tulisan..."dan chap ini tamat.."
ReplyDeleteakhirnya cuma bengong beberapa detik..
yakkkk..kenapa ada orang ini lagi disini??! *tunjuk siwon???!*
ishhh..pasti gara2 niat ngegodain Khun di half of me ga kesampaian kan?!mangkanya ngejar sampe sini?
Khunni-ssi kenapa segitu takutnya ngeliat siwon?!waeyo??!!apa yg pernah org itu lakukan?! *lirik Siwon curiga*
btw tadi eon pikir Junho bakal teriak ngomelin Khun..kalo ampe jadi marah kan berarti perdana nih Junho marah ama Khun di FF ini..
hehehehe..tapi kayaknya marahnya di tunda ampe ada konflik selanjutnya nih...hehehehe..(asal tebak aja)
lanjutkan..lanjutkan..lanjutkan..
Wah daebak,eon aku senyum2 sendiri pas baca khunnie oppa manja ma hoppa,apalagi pas lukisannya dibuat hancur,aku pun ngira kalau hoppa marah ma khunppa tapi ternyata tidak pemirsa hahahah senang saya,
ReplyDeleteOya eon aku dah dapat firasat buruk tadi pas baca ada namja tersenyum kecut pas khunnie oppa di atas panggung,pas hoppa ninggalin khunnie aku kira tu siwon mau culik khunppa untung hoppa cepat datang #aku hampir kelelep tadi
Eon akan ad konflik besar ya stlh ini?asyik tu,
Taecsu romantis ya,pas aku bca ff eon pasti langsung buat film tersendiri di otakku,kayak nonton makanya keren hahha
Semoga tidak ada yg aneh terjadi pda khunho couple,hehe
Lanjut ya eon,aku jadi tambah menggila ni, oke eon :)
Semangat ! Fighting :) eon tau kan aku khunho shipper cuman eon yg bisa menyelamatkan perasaan saya kekkeke
Utk perama kali komen panjang hahah
hahahaha jujur aku juga bingung pas baca ni ff....gaje hehehehehehe......tapi aku penasaran ama lanjutan ending yang auhtor bocorkan,,,jadi gak sabar,,,,,,semangat thor.....ngomong2 kenapa ada si siwon sih,,,,,,,,,,,,yang lain aja deh thor,,,,,,,,,,,,
ReplyDeleteayooo dooong, buat lg.... Ug half of me lnjut dooong pliiizzz
ReplyDeleteaiish.,knapa org itu muncul lg..!*tendang siwon*
ReplyDeletehuweee...eon mrasa chap ini kok pendek ya..ga kya biasanya yg panjang kali lebar kali tinggi..kkk~
channie ksian amat ga ada prkmbangan sma skali ma udong..kyaknya dia hrus lbh bkrja kras lg plus extra sabr utk ngadepin orang cem uyong..kkk~
itu pas khunnie manja2 ma nuneo kok yg trbayang dpikiranku malah muka uyong yak..aah tu anak mank ga prnah mau lpas dr otakku wlau sbntar..wkwkwk..
ayo lanjutkan lanjutkan..abis ini 'YaHoMe'trus'My Romantic Prince'trus yg ini lg deh.kkkk~
tnang chagie..wlaupun fav saya khunyoung tapi sy jg suka junick kok..itu brkat ff2mu ini..^^ fighting^0^
~weny~
alah...ketemu lgi dgn siwon *lempar panci ke siwon upzzz xD* khunnie...tingkahnya lucu bgt..*sambil ngebayangin * kekek ...klo bca ff pasti ni mta bca berasa kyk lgi nonton...kekek...duh taecppa ternyata so sweet deh cieee...ada yg pi2nya merah tuh*senggol2 jun. K*
ReplyDeleteAduh wooppa jgn membohongi diri sendiri ...kmu tuh masih butuh chanppa...kekek
Ok thor lanjutt..haaa ff ni mau end???!! It's ok deh thor cepet update yah ..pasti tambah seru dgn konflik2 mrka ...and ketemu yg namanya"love in art" hehe..penasaran...
FIGTHINGGGG...EONNIE...I ALWAYS SUPPORT YOU ...Jgn down mulu ...coba nanyi love u down punya chanppa*plakkk lupakan*
Pokoknya eon harus te2p semangat..KEEP FIGTHINGGG...GO EON..GO EON..GO EON..GO EON DON'T STOP CAN'T STOP EONNIE GOOOOO!!! *ni orng ribet amat yah?* figthing hehe ;) ^_^
aku khunho addict kak, jangan patah semangat dong....!!!
ReplyDeletebener tuh kata kak aya khunhottest DON'T STOP CAN'T STOP...
FIGHTING...!!!
Kasihan sama chansung yg cinta banget sm woo tp ga dianggap. Padahal chan udah baik banget mau nolongin woo dengan koreografinya tp... Trus liat junsu yg diejek gitu, aku jd sebel -_- padahal jun.k kan dapat penghargaan bukan cuma karena taec tp jg karena kerja keras nya T.T trus kemunculan siwon di chapter ini sepertinya bakal membawa masalah buat khunho. Padahal khunho udah adem ayem mau nikah tp datang 1 penganggu. Tapi, berarti abis ini bakal ada konflik khunho yg bikin air mata mengalir lagi kah? Whoa, ga sabar update selanjutnya. Fighting chingu~~^^
ReplyDeletekok mash ngambang ya thor? :(
ReplyDelete