main cast : wooyoung
nichkhun
author : thie
rate : entahlah
disclamer : yang milik saya
adalah hanya file ini .
warning : boy x boy
( yaoi )
namja x namja
pairing : khunwoo/khunyoung
chapters : 6 of ?
cuplikan part ini :
“kau mau aku
hipotermia ? aku tidak akan lompat ke danau ini !!” kekeh wooyoung sama sekali
tidak memperdulikan wajah panic junho yang sejak tadi terus saja melihat kearah
belakang takut-takut jika orang-orang yang tengah mengejar mereka sudah sampai
di sana
“lalu kau ingin mati
karena mereka bunuh ?!… anii … lebih baik jika mereka membunuh kita … apa kau
tidak berpikir jika mereka mengejarmu untuk menekan nichkhun ?!” wooyoung
tertegun melihat pandangan mata junho yang begitu serius dalam hati wooyoung sangat
kagum karena nichkhun masih punya seseorang yang begitu setia padanya
berbanding terbalik dengan dirinya yang masih tidak mengerti arah hubungan
mereka saat ini
Suara derap langkah
juga kian mendekat membuat junho tidak punya pilihan lain selain mendorong
wooyoung hingga tercebur kedalam danau dengan suhu air yang minus beberapa
derajat hingga air di pinggiran danau itu saja terlihat membeku banyak
bongkahan es berukuran kecil dan sedang mengambang di danau itu
*
Wooyoung berdiri di
depan resort yang mereka tempati matanya memandang sengit pecahan kaca yang
berserakan di lantai yang dia pijak . perlahan pegangan tangannya pada kantong
plastic itu melonggar membuat kantong tadi terjatuh ke lantai dengan isinya yang
berserakan . matanya memandang penuh selidik ke setiap inchi resort itu yang
ternyata sudah hancur berantakan kaca-kaca jendela yang pacah dan semua barang
yang ada di sana sudah berserakan di lantai .
Wooyoung tertegun dan
menutup mulutnya dengan telapak tangan saat melihat mayat beberapa orang
tergelak di berbagai sudut ruangan
*
Nichkhun tersenyum
manis saat dia berhasil meloloskan diri dari kejaran banyaknya anggota yakuza
di jepang . bahkan dia sempat melakukan penghinaan dengan sebuah gerakan menembak
menggunakan jari telunjuknya mengejek pada orang yang mengejarnya itu dari
dalam mobil yang dia kendarai saat dia bisa lolos dan lagi-lagi berkat
bantuan bantuan junho tapi apa yang
terjadi pada junho orang yang telah menolongnya itu ?!
KETERANGAN : YANG DI WARNA BIRU ITU
ADALAH DI TEMPAT LAIN … DI TEMPAT KHUN BERADA … NAH YANG BERWARNA KUNING ITU ADALAH BICARA DENGAN BAHASA JEPANG OK
?!!!
Let’s read the story
In khunyoung
room
DORRR !!!
Wooyoung
memandang lurus kedepan masih dengan duduk di atas kasurnya nafasnya terasa
begitu sesak ,wooyoung menautkan jari2 di kedua tangannya dengan erat untuk
meredam getaran tangannya tapi itu tidak berhasil karena tangan wooyoung tetap
saja gemetaran
“apa ini ? “
Tanya wooyoung semakin bingung melihat keadaan di hadapannya wooyoung merasa
jika otaknya sudah tidak berfungis semuanya terasa sangat kacau bagi wooyoung
dia seolah gila menghadapi hidupnya sendiri
“Apa yang terjadi ?!” Tanya wooyoung lagi dengan air mata yang mulai
menetes lagi dari kedua pelupuk matanya yang masih memandang lurus pemandangan
di depannya .
“wooyoung
!!!” nichkhun ikut duduk di samping wooyoung memandang khawatir pada kekasihnya
itu . nichkhun melihat sekilas kearah pintu “jangan kemana-mana aku akan segera
kembali … ingat tetap disini !” perintah nichkhun pada wooyoung yang sudah
berurai air mata . entah harus bahagia atau malah bersedih atas apa yang
terjadi . wooyoung hanya bermimpi dimana dia membunuh nichkhun dengan tangannya
sendiri dan suara tembakan itu adalah nyata walau entah dari mana asalnya
membuat wooyoung tersentak bangun selain karena kaget tapi suara tembakan itu
begitu bertepatan dengan saat dia menarik pelatuk pistolnya di dalam mimpi
“jangan !!!
jangan tinggalkan aku “ entah kenama wooyoung langsung memagangi tangan
nichkhun yang hendak berdiri dari kasur lengkap dengan pistol yang sudah dia
bawa di tangannya “aku takut …” ujarnya begitu lirih . apa yang wooyoung
takutkan bahkan dia tidak mengerti apa hal itu yang jelas dia hanya ingin
bersama nichkhun sekarang selama dia bisa
Nichkhun
menggenggam tangan wooyoung dengan kuat dan segera bangun dari kasur di susul
wooyoung yang mengekorinya dari belakang . nichkhun kembali berjalan dengan
menggandeng tangan wooyoung keluar dari kamar hendak memeriksa apa yang
sebenarnya terjadi di luar
Nichkhun
berjalan ke ujung lorong di sebelah kanan kamarnya dan menemukan junho berserta
kyuhyun yang juga tengah berlari kearah sana
“apa yang
terjadi ?!” suara nichkhun begitu lantang terdengar dengan berwibawa . memandang
semua orang yang ada di dalam ruangan luas yang adalah gudang senjata yang akan
di perjual belikan oleh kelompoknya.
Nichkhun
berdiri di samping kiri di ikuti wooyoung di samping kanannya lalu kyuhyun di
samping kanan wooyoung sedangkan junho sudah melangkah mendekati seorang namja
yang sudah di tawan oleh namja lainnya
“apa yang
kau lakukan di gudang malam-malam seperti ini ?!” Tanya junho pada namja yang
di sekap itu tapi bukan mendapatkan jawaban dari namja yang dia Tanya malah
seseorang dari arah belakangnya yang menjawab
“aku
menemukan jenis racun yang sama dengan apa yang di temukan di ruang kerja khun
hyung darinya “ ujar chansung orang yang ada di belakang junho . sontak
nichkhun dan kyu memandang chansung yang ternyata sudah berdiri sejak tadi di
sudut ruangan
“kau yang
melukai tuan muda ?!” kyu bertanya geram dan hendak berjalan ke depan sebelum
namja itu berbicara
“kenapa
bertanya seperti itu padaku ?! bukankah kau sendiri yang menyuruhku
melakukannya ?! kau yang menyuruhku untuk mengambil data dari computer itu …
mengambil kode klisi uang yang di dapatkan nichkhun untuk pembunuhan itu ! kau
yang merasa jika apa yang kau lakukan tidak sepadan dengan bayaran yang dia
berikan padamu ” junho tersentak bukan karena dia percaya pada perkataan namja
asing yang ada id hadapannya tapi junho lebih kaget dengan apa yang terjadi
seseorang mencoba mengadu domba mereka semua
“mwo ? aku
tidak pernah menyuruh mu atau siapapun melakukan itu …” kyu membantah dan dia
langsung berbalik memandang nichkhun menyakinkan “aku tidak melakukannya … kau
tahu aku tidak mungkin seperti itu padamu …” ujar kyu terdengar membela walau
apa yang dia katakan adalah kebenaran . tapi nichkhun masih menimbang
keparcayaannya . perkataan wooyoung padanya tentang seorang peminpin yang tidak
boleh percaya pada siapapun itu terlintas di benaknya membuat dia hanya terdiam
di tempat . pegangan tangannya pada wooyoung melonggar dan itu membuat wooyoung
menatapnya iba. Dalam hati wooyoung sungguh
merasa bersalah tapi dia harus melakukan ini semua demi banyak orang
“aku
menemukan benda yang sama di kamar kyuhyun hyung … benda ini masih terisi penuh
… dan … banyak …” tiba-tiba jinwoon datang menyeruak dari arah belakang dengan
membawa beberapa tabung kecil racun di tangannya
“kau
benar-benar penghianat ?!” Tanya chansung dengan nada yang begitu terdengar
kecewa dan tidak percaya “tangkap dia … !” seru chansung pada beberapa penjaga
yang tak lama datang ke tempat itu untuk mencoba mengetahui apa yang tengah
terjadi
“jangan bergerak !!” gertak chansung pada kyu
dengan pistol yang di todongkan di kepalanya , sejenak pendegaran junho ikut
menangkap perkataan chansung yang janggal di telinganya
“apa yang
kau lakukan ?!” Tanya kyu geram pada chansung . kyu kembali hendak berjalan dan
sekarang jinwoon juga ikut menodongnya
“jangan
bergerak atau aku akan menembak mu … hyung “ walau terdengar tidak yakin tapi
jinwoon juga mulai mengarahkan pistolnya pada kyuhyung. Nichkhun hanya bisa
memandang orang-orang di ruangan itu dengan kalut orang-orang yang dalam
sekejap mata menjadi begitu tegang
DORRR !!!
Sebuah
tembakan terdengar dari luar ruangan membuat semua orang yang sudah tegang di
dalam sana semakin tegang saja
“kyuhyun
hyung kami akan melindungi mu cepat pergilah !!!!” suara seseorang di luar sana
begitu terdengar lantang semakin memojokan kyuhyun saat ini. Apalagi setelah
suara itu terdengar suara baku tembak yang begitu mencekam di luar sana , kyu
tidak mengerti dengan apa yang tengah terjadi saat ini hanya bisa bergarak
tidak jelas
“jangan
biarkan dia pergi !!! tembak dia !!!” chansung memberi perintah pada orang
orang yang ada di sana masih dengan tangan yang mengarahkan pistol ke kepela
kyuhyun , kyu bisa melihat jika chansung akan menembaknya dia sudah hampir saja
menarik pelatuk pistolnya memebuat kyu merasa ada di dalam posisi bahaya dan
terdesak dengan reflex kyu menarik wooyoung menutupi tubuhnya dari chansung
menjauh dari nichkhun dan ikut mengarahkan sebuah pistol di kepala
wooyoung-menyadranya-
“apa yang
kau lakukan cepat lepaskan wooyoung !!!” kali ini nichkhun mulai bersuara ,
wooyoung terdiam hanya mengikuti apa yang kyu intruksikan padanyamengikuti
langkah kyu yang semakin mundur menjauh dari nichkhun
“kyuhyun
lepaskan dia …” pintu junho dengan baik-baik pada kyu,
“kau tahu
ini penghianatan !!” teriak kyu pada junho menyalurkan isi pikirannya yang
mangatakan pada junho bahwa sesuatu yang janggal terjadi pada chansung
“arrata …
lepaskan dia aku akan membantumu …” ujar junho menanangkan , kyu sedikit
berpikir dan ahirnya dia memutuskan untuk melepaskan wooyoung tapi saat dia
hendak melepaskan wooyoung dengan menurunkan pistolnya perlahan tiba2 chansung
malah menambak kyuhyung tepat di kepalanya
Junho
langsung menarik tangan chansung mencoba menghalangi walau gerakannya tidak
cukup cepat dengan gerakan peluru yang keluar dari pistol itu “kau gila ?!!”
junho bertanya membentak chansung dengan mata yang tajam berkilat amarah
“wooyoungie
gwaenchana ?!” nichkhun langsung memeluk wooyoung yang berhasil terlepas dari
kyuhyun . wooyoung menatap tubuh kaku kyu yang terbaring di lantai dengan darah
yang mengalir deras di kepalanya
“aku tidak
apa-apa …” jawab wooyoung lemah dengan mata yang masih memandang jasad kyuhyun
‘mianhae ‘ jar wooyoung dalam hati bersalah
“kenapa kau
menembaknya kau tahu dia akan melepaskan wooyoung ?!” junho masih bertanya
dengan nada yang begitu dia tekankan tatapan mengintimidasi junho pada chansung
jelas sekali dapat di rasakan chansung sendiri
“apa kau
tidak merasakannya ?! bukankah kau penembak jitu ?! seorang penembak jitu
harusnya bisa merasakan gerakan halus sasaran bukan ?! apa kau tidak merasakan
itu barusan ?! dia akan menembak wooyoung ” junho sudah menarik nafas untuk
menerikan pada chansung bahwa dia tidak merasakan apapun kecuali kyuhyun akan
melepaskan wooyoung tapi dia kembali mengurungkan niatnya dan hanya terdiam
bagaimanapun juga dia harus bisa mengungkapkan kejadian yang sebenarnya setelah
ini dan jika dia bicara sekarang itu tidak akan membuktikan apapun karena dia
memang tidak punya bukti
“junho …
jadi … apa yang kau lihat ?!” nichkhun bertanya pada junho yang masih beradu
tatapan dengan chansung seolah dalam mata mereka itu terdapat kilatan listrik biru
yang saling menyambar
“geurae …
apa yang kau katakan mungkin benar !” ucap junho dan melepaskan tangan chansung
setelah itu segera keluar dari ruangan itu dengan terburu-buru .
Chansung dan
wooyoung bertukar pandang dalam datar tidak ada kode khusus yang di sampai baik
oleh wooyoung ataupun chansung dalam tatapan mereka itu saat ini
Beberapa
hari kemudian
Wooyoung
menutup buku tebal yang dia baca di taman belakang . duduk dengan nyaman dalam
kursi empuk yang sengaja di letakan di bawah pepohonan agar terasa rindang .
sedangkan satu namja berambut merah berdiri di samping kursinya dan hanya
menatap datar pada pemandangan taman yang luas itu
“junho …”
panggil wooyoung pelan . walau pelan junho bisa mendengar panggilan wooyoung
karena dia langsung menoleh pada namja chubby di sampingnya ini
“ada apa ?!”
junho bertanya datar , sejak kejadian malam itu junho di tugaskan untuk menjaga
wooyoung kapanpun dan dimanapun kecuali saat wooyoung bersama dengan nichkhun.
Mengantarnya ke kampus menemaninya pergi kemanapun bahkan saat ada di rumah
yang luar itu junho tetap saja harus menjaga dan mengikuti wooyoung
“apa kau
tidak bosan setiap saat harus menjagaku ? aku merasa sangat bosan karena selama
ini kita hanya sama-sama diam saja …” keluh wooyoung
Junho
tersenyum simpul lalu kembali memandang lurus ke depan “tentu saja aku bosan …
aku ini juga manusia …”
“ck …apa kau
tidak bisa sedikit berbohong ?! setidaknya katakan jika tidak terlalu buruk
saat bersama dengan ku …” omel wooyoung kesal dan mengayun-ngayunkan kakinya
saat dia masih duduk di kursi
Junho
memperhatikan wajah wooyoung lalu setiap gerakan yang dia lakukan memang
terlihat manis dan lucu walau itu di mata junho . dia sama sekali tidak pernah
membenci wooyoung yang telah merebut hati nichkhun .karena memang dia tidak
pernah mendapatkan hati itu sebelumnya dengan kata lain wooyoung tidak pernah
merebut apapun dari junho ‘aku bahkan lebih tidak nyaman saat tidak bersama
dengan mu karena itu artinya kau tengah bersama dengan nichkhun’ junho menjawab
dalam hati lalu kemudian kembali memandang objek lain
“ini … untuk
mu …” wooyoung menyodorkan gelas minumannya pada junho memandangnya dengan
mendongak seraya tersenyum
Junho
memandang gelas itu heran lalu beralih memandang wajah wooyoung . melihat
ekspresi junho yang terlihat enggan menerima minuman itu wooyoung mencoba untuk
menjelaskan
“Aku sama
sekali belum meminumnya … kau pasti haus karena menemaniku sejak tadi … kau
bahkan tidak minum atau makan selama bersama dengan ku dan hanya berdiri saja
di sana “
Junho
menerima gelas itu dari tangan wooyoung “bukan karena kau sudah meminumnya atau
belum … tapi kenapa kau memberikannya padaku …”
“karena aku
ingin memberikannya … agar kau tidak bosan bersama dengan ku …”
“junho hyung
!!!” sebuah teriakan terdengar dari arah pintu masuk rumah dan seorang namja
berkulit putih yang tak lain adalah JR berlari kearahnya . namja remaja yang
baru berusia 18 tahun itu mendekati junho “nichkhun hyung memanggilmu …” lapor
JR pada junho
Junho
memandang wooyoung yang masih duduk manis sekilas lalu kembali memandang JR
“jangan
khawatir … nichkhun hyung juga menyuruh tuan muda wooyoung menemuinya “ lanjut
JR lagi .
“ohh …
baiklah kajja “ wooyoung berjalan mendahului junho memasuki rumah megah itu
menuju ruangan nichkhun yang memanggil mereka berdua dengan JR yang juga mengikutinya
sama seperti junho
In nichkhun
room
“hyung
memanggil ku ?!” wooyoung segera masuk dan mendekati nichkhun yang berdiri di
depan rak buku yang menjulang tinggi di dinding ruang kerja itu. Nichkhun
menaruh kembali buku yang dia pegang dengan posisi terbalik sebagai tanda telah
selesai dia baca dan tersenyum pada woyoung yang sudah ada di depannya
“aku akan
pergi ke jepang besok …” belum sempat di
lanjutkannya kalimat itu dari bibir nichkhun wooyoung langsung menyela dengan
cepat
“aku harus
ikut !!” tandasnya tegas walau belum tahu apa kalanjutan perkataan nichkhun
yang memang sudah memutuskan akan mengajaknya . nichkhun mengacak rambut
wooyoung dengan gemas dan tertawa riang
“aku tahu …
“ nichkhun merangkul pinggang wooyoung dan mencubit hidungnya “jadi kalian
berkemaslah … junho kau juga harus ikut Karena aku tidak akan bisa menjaga
wooyoung penuh selama disana … dan kau JR kau juga ikut “ titah nichkhun lagi
melanjutkan
“baiklah …”
jawab junho pasrah diiringi perkataan JR yang isinya sama saja
“kalian
boleh pergi … “ ujar nichkhun lagi . junho langsung mengagguk mengerti dan
segera berbalik meninggalkan nichkhun bersama dengan wooyoung sedangkan JR juga
mengikuti langkah junho dari belakang
Belum di
jelaskan ?! jika JR adalah salah satu mahasiswa baru di kampus
wooyoung-juniornya- dan Jr bertemu dengan junho saat dia menganatar wooyoung ke
kamus setelah itu mereka berkenalan dan baru di ketahui jika JR adalah adik
dari seulong yang dulu pernah bekerja bersama dengan nichkhun hingga ahirnya
junho membawa Jr ikut masuk ke dalam dunia gelap ini karena dia sendiri yang
memaksa ingin ikut
“apa ?
mereka selalu seperti itu … masra sekali di depan orang lain … apa lagi saat
tidak ada orang apa yang akan mereka lakukan !?” JR bertanya dengan nada kesal
yang uring-uringan tiada arah dan entah pada siapa karena dia hanya sedang
berjalan bersama dengan junho di lorong rumah sedangkan junho juga tidak begitu
memperhatikannya
“hyung ?!”
panggil JR mencoba membangunkan junho dari lamunan
“wae ?!”
jawab junho dengan malas sama sekali tidak memandang JR
“kau tidak
mendengarku ?!”
“aku dengar
…” balas junho lagi dengan sama singkat dan hanya terus saja berjalan menuju ke
kamarnya untuk berkemas seperti apa yang nichkhun perintahkan . junho sama
sekali tidak punya arah lain selain mengikuti apa yang nichkhun katakan dan
hanya menjaga nichkhun selama yang dia bisa dan dari arah yang dia bisa
“hyung
terlihat seperti tidak mendengarku …” gumam JR lagi memprotes . junho berhenti
berjalan membuat JR yang berjalan dengan menunduk di belakangnya itu
menabraknya sedikit kencang karena tidak melihat junho yang berhenti
“jadi apa
aku harus menjawabmu … mengatakan kalau mereka melakukan seks saat tdiak ada
orang !?” Tanya junho lugas membuat JR membulatkan mata tidak tahu jika pertanyaannya
itu akan mendapat jawaban yang begitu vulgar
“Anii… bukan
begitu …” JR menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah membuat junho
terkekeh . junho mengangkat dagu JR dengan jari telunjuknya memperhatikan wajah
yang kian memerah itu dengan cermat
“berapa
usiamu ? kenapa ber-ekspresi seperti ini ?!” junho melepaskan dagu JR dan
memasukan kedua telapak tangannya ke dalam saku celana
“18 tahu …”
guma JR menjawab
“18 tahun
kau sudah besar kenapa masih seperti itu … kau tidak pernah melakukanya ?!” Tanya
junho merunduk untuk menatap wajah JR selidik
“ne ?! tentu
saja tidak pernah …” jawab JR lagi padahal untuk apa dia menjawab semua
pertanyaan junho apa lagi jika pertanyaan itu hanya membuatnya malu saja
“kau polos
sekali …” junho merunduk membuat JR sempat mundur beberapa langkah reflex
karena kaget dan bingung apa yang akan junho lakukan yang ternyata hanya
memegang lututnya
“jika
penasaran lakukan saja “ junho kembali berdiri tegak
“mwo ?!” JR
menggaruk kepalanya yang adem-adem aja dengan kaku “ehm … dengan hyung ?!”
Tanya JR lagi dengan setengah hati gugup
“jika kau
mau …” jawab junho acuh dan asal saja lalu kembali berjalan meninggalkan JR
yang masih berdiri diam .
Junho memutar knop pintu kamarnya dan mendorong daun pintu
itu ke dalam agar pintunya terbuka hingga satu kakinya melangkah ke dalam kamar
seseorang memegang tangannya . junho yang penasaran langsung menoleh kearah
kanan dimana dia mendapati JR yang yang berdiri di sampingnya
Perlahan tangan JR yang memegang tangan junho terlepas dengan
JR yang masih saja menunduk dalam . junho menghembuskan nafas ringan dan
memperhatikan JR dari atas hingga bawah . dengan satu gerakan cepat junho
menarik tangan JR dan membawanya masuk ke dalam kamar miliknya dan menutup itu
itu kembali tak lupa menguncinya
*
Dalam
pasawat menuju japan
Jet pribadi
(beuh keren nih modalnya gede juga)
“memangnya
kepana harus kau sendiri yang datang ke jepang apa ada hal yang sangat penting
?!” wooyoung yang duduk di samping nichkhun bertanya dengan tangan yang terus saja
memainkan jemari nichkhun bosan
“ada sesatu
yang harus aku urus … dan itu sangat penting …” wooyung melepaskan tangan
nichkhun dan memandangnya penuh Tanya
“Apa ?
kenapa tidak memberitahuku ?!!” Tanya wooyoung merengek penasaran seperti anak
kecil walau dalam hatinya dia mengumpat kesal karena nichkhun yang tak kunjung
mengatakan ada hal apa di jepang hingga dia harus menanganinya sendiri .
wooyoung yakin jka itu adalah masalah penting yang seharusnya dia ketahui
“itu rahasia
… bukan kah kau yang mengatakan jika aku tidak boleh percaya pada siapaun
termasuk pada mu ?!” canda nichkhun membuat wooyoung hanya menghela nafas
pasrah . jika memang dia tidak bisa mengetahui hal itu dari nichkhun maka dia
bisa mencari tahu hal itu sendiri tanpa bertanya
“Nichkhun-ah
… “ wooyung menyebut nama itu dengan sangat lembut dan malah terdengar mendesah
halus mendekatkan wajahnya kearah wajah nichkhun “kau tahu … bagaimana cara
untuk mendapatkan seseorang yang percaya padamu ?!” Tanya wooyoung mulai
memainkan jarinya kembali di lekukan wajah nichkhun yang ada begitu dekat
dengannya
“mendapatkan
hati seseorang ?!” tanya nichkhun menerka . wooyoung mengangguk mengiyakan
“untuk
mendapatkan seseorang ada tiga cara … yang pertama adalah memberikan ketulusan
mu padanya … dan yang ke dua adalah memberikan apa yang dia ingin kan …”
wooyoung menatap mata nichkhun dalam semakin mendekatkan bibirnya kearah
nichkhun hingga bibir mereka nyaris bersentuhan “berikan apa yang dia inginkan
… jika dia ingin tubuh mu maka berikan tubuh mu … jika dia ingin nyawa mu maka
berikanlah nyawamu … itulah ketulusan dan memberi apa yang di inginkan
seseorang … tapi jika kau tetap tidak bisa mendapatkannya …” wooyoung yang
bicara dengan jarak yang begitu dekat dengan nichkhun itu mulai memiringkan
wajahnya , mata wooyoung perlahan menutup dan bergumam “maka ancam dia dengan
apa yang dia takuti …” di ahir kalimat yang wooyoung ucapkan nichkhun bisa
merasakan sesuatu yang kenyal dan empuk menekan bibirnya yang selalu menggugah
sesuatu dalam diri nichkhun untuk melahap benda itu segera
Semenatara
itu di kursi belakang sebelah kiri (nichkhun dan woo duduk di kursi depan
bagian kanan dimana dua kursi berjajar dan junho duduk di sebelah kiri dimana
hanya ada satu kursi ) junho yang menyaksikan adegan di depannya itu langsung
menutup matanya rapat dan mengencangkan volume lagu yang tengah dia dengarkan
melalui earphone yang dia pakai
In japan
“seharusnya
kau tidak asing dengan tempat ini …” junho bicara pelan di belakang wooyoung
yang tengah berjalan di depannya. Saat ini wooyoung berjalan berkeliling kota
tokyo dan sialnya dia malah tersesat tidak tahu dimana dia sekarang sedangkan
tempatnya menginappun dia tidak tahu
“aku tidak
tinggal di Tokyo …” gumam wooyoung menahan suaranya agar terdengar santai , dia
sangat takut jika junho mulai mencurigainya karena wooyoung yang di kabarkan
berasal dari jepang itu malah tidak tahu daerah jepang
“aku dengar
… jinyoung hyung membel- …. Dia menemukan mu dari salah satu club di Tokyo ….”
Lanjut junho lagi setelah dia sempat menghentikan kalimat karena takut akan
menyinggung wooyoung jika dia mangatakan jika jinyoung membelinya dari sebuah
club
“aku tinggal
di osaka dan datang ke Tokyo beberapa waktu … tapi tidak lama aku di sekap di club
itu jadi aku tidak tahu apa-apa … kita naik taksi saja kau tahu kan nama resort
yang kita tempati ?!“ junho mengangguk . wooyoung lalu berjalan menuju jalan
raya untuk memanggil taksi yang lewat di depannya .
“junho aku
haus … belikan aku minuman … “ wooyoung berhenti berjalan membealikan badannya
menghadap junho yang ada di belakangnya “… aku akan menunggu mu di halte sana “
wooyoung menujuk halte bus yang ada di sebrang jalan . dan setelah melihat
halte itu junho mengangguk dia segera berlari kearah belakang dimana mereka
datang tadi dan wooyoung menyebrangi jalan melalui jembatan penyebrangan untuk
duduk menunggu junho di halte tadi
Junho
membeli beberapa kaleng minuman dan berjalan santai untuk menemui wooyoung di
halte yang tadi mereka jadikan tempat untuk bertemu . mata kecilnya itu semakin
menyipit tat kala dia melihat wooyoung di kerubuni beberapa orang berjas serba
hitam . junho langsung melepaskan kantong berisi munuman di tangannya dan
berlari menyebrang jalanan tanpa pikir panjang membuat beberapa kendaraan
berhenti mendadak karena ulahnya itu yang menyebrang tidak pada tempatnya
bahkan dia sempat tertabrak salah satu kendaraan hingga terpental namun untung
dia masih baik-baik saja dan terus berlari mendekati wooyoung yang sekarang
sudah mulai di seret dari halte tadi
“lepaskan aku !!! siapa kalian ?!” Tanya wooyoung
dengan bahasa jepang yang pas-pasan menatap horror pada semua namja yang
mengerubuninya , tidak mengindahkan pertanyaan wooyoung salah satu dari namja
itu langsung menarik tangannya dan menyeretnya menjauh dari halte
Wooyoung
terus berontak tapi tetap saja tidak bisa melarikan diri dari banyak namja itu
,karena dia memang belum sempat melakukan perlawanan dengan serius ,
segerombolan orang itu menariknya ke sebuah gang kecil entah akan di bawa
kemana dirinya itu wooyoung tidak tahu yang jelas dia hanya menunggu tempat
strategis untuk melakukan perlawanan
Sampai di
sudut sebuah gang dimana terdapat dua jalur berbeda di depannya wooyoung
menarik tangannya paksa dengan sekuat tenaga hingga membuat dua namja yang memegangnya
limbung karena serangan tiba-tiba wooyoug itu . wooyoung segera melarikan diri
dari orang-orang tadi yang terus mengejarnya sehingga dia masih harus berhenti
untuk sekedar menendang atau memukul namja yang menghalangi jalannya walau
sesekali dia juga terkena pukulan dan tendangan , wooyoung terus berlari
menjauh dengan orang-orang yang juga terus mengejarnya . rupanya keberuntungan
tidak berpihak pada woyoung saat ini karena dia malah tersadung batu besar di
sisi gang kacil itu membuatnya terjatuh tengkurap
“dasar anak sialan !” namja yang mengejar wooyoung
itu berujar bahagia melihat wooyoung mengaduh ke sakitan sementara . namja itu
hendak menangkap wooyoung lagi tapi tanpa kalah cepat wooyoung yang melihat sebuah
batang besi kecil tapi sepanjang tombak itu berbalik membuatnya berbaring
terlentang dan menusukan besi kecil itu tepat di tenggorokan namja yang
mengejarnya membuat darah terciprat ke wajah putih wooyoung. Seketika tubuh
namja tadi ambruk menimpanya dan dengan gerakan kasar wooyoung menghampaskan
jasad namja itu ke tanah dia lalu berdiri dengan tegak matanya yang menangkap
sebuah bayangan benda –sebuah kampak- di dekatnya segera mengambil benda itu
tak lama berselang namja lainnya datang wooyoung melemparkan kampak yang ada di
tangannya itu hingga tepat menancap di dada namja yang baru saja datang melihat
namja lain di belakangnya wooyoung segera mengabil batang besi kecil lainnya
dan menusukan besi itu ke perut namja tadi . menusukannya dalam hingga namja
itu tidak bergerak dan hanya mengerang merasa tidak puas dengan itu wooyoung
semakin menekan batang besi itu membuat besi tadi menembus tubuh lawannya dari
perut hingga belakang
“aku sudah
berusaha untuk tidak membunuh kalian … tapi kalian tetap kekeh mengejarku …
jangan salahkan aku !” ujar wooyoung melepaskan pagangan tangannya pada besi
kecil yang menacap di tubu orang itu memebuat tubuh yang tengah meragang nyawa
tadi terjatuh ke tanah
Sementara
itu di sebuah sudut junho bersembunyi di balik tembok , dadanya bergemuruh
dengan nafas yang tidak beraturan bukan hanya di karenakan dia berlari setengha
mati untuk mengejar wooyoung tapi pemandangan yang dia lihat barusan begitu
memukul talak batin dan pikiran junho . yang dia tahu adalah wooyoung yang polos
dan lucu , lembut jauh dari kesan sadis tapi apa yangd ia temukan saat ini ..
wooyoung yang lain dia sampai tidak ingin mempercayai matanya yang sudah
melihat kejadian itu
Wooyoung
kembali berali untuk membebaskan dirinya dari kejaran orang-orang itu , dia
sama sekali tidak menyadari jika dia talah melewati junho. Langkah kaki
wooyoung terhenti saat ada banyak orang yang berjalan di depannya walau mereka
belum melihat wooyoung , wooyoung celingukan mencari jalan kemana dia harus
melarikan diri lagi dan satu tangan menarik lengan kanannya membawanya memasuki
gang yang lebih kecil
“junho ??!”
wooyoung hanya memandang tangannya yang di seret paksa oleh junho membawa
wooyoung memasuki gang kecil yang sama sekali tidak tahu akan berahir dimana
“cepat kita harus
segera lari … jangan sampai mereka menangkap kita !!” junho hanya fkus berlari
dengan wooyoung yang mengikutinya dari belakang , lama junho dan wooyoung lari
berkelok-kelok entah kemana hanya mencoba untuk menjauhkan diri dari kejaran
orang-orang itu namun karena gang kecil yang bagaikan labirin tadi tanpa di
duga junho dan woyoung malah dapat di temukan oleh orang-orang yang mengajarnya
“itu mereka !!!!!” seru salah satu namja berjas
hitam .
“kajja !!!!”
junho kembali menyeret wooyoung berlari dengan kecepatan yang semakin bertambah
Wooyoung
menghentikan langkahnya dengan sangat tiba-tiba dalam keadaan berlari yang
cepat membuat tubuhnya sedikit terjungkit ke depan saat mereka berada di ujung
jembatan yang belum rampung.
“apa ini ?
danau ?!” wooyoung memandang danau yang ada di bawahnya danau yang di yakini
wooyoung bersuhu sangat dingin terlihat dari tumpukan es yang mengambang secara
alami di danau itu . junho hanya memandang danau di bawah mereka dengan bingung
Suara derap
langkah dan suara orang-orang ribut semakin mendekat . kalimat-kalimat dengan
berhiaskan nama wooyoung dan junhopun terdengar menggema memanggil nama mereka
saling bertanya apa mereka sudah di temukan atau belum
“mereka …
benar-benar mengincar kita ?!” Tanya wooyoung menujuk wajahnya sendiri lalu
memandang junho khawatir
“cepat
lompat “ titah junho lemah, dia tidak tahu jika keputusannya untuk menyuruh
wooyoung melompat itu adalah benar atau salah yang jelas tidak ada jalan lain
di depan mereka saat ini , mereka berdiri di sebuah jalan buntu yang terlihat
seperti jembatan yang rubuh hingga hanya setengah lebar danau saja
Wooyoung
berdecih menatap tajam junho tajam karena perintahnya barusan tapi yang di
dapati wooyoung hanyalah junho yang terus memandang jearah danau itu
memperhatikan riak airnya
“aku tidak
mau melompat kau buta ? danau itu beku … apa kau ingin terjun kesana dan
membeku ? kita bukan tokoh kartun yang akan bisa hidup setelah es di tubuh kita
mencair “ keluh wooyoung menolak dan memalingkan wajahnya dari junho
“kita tidak
punya pilihan … cepat kita harus melompat “ junho menarik tangan wooyoung
bersiap melompat ke dalam sana bersama dengannya tapi wooyoung menghempaskan
tangan junho
“kau mau aku hipotermia ? aku tidak akan lompat ke danau ini
!!” kekeh wooyoung sama sekali tidak memperdulikan wajah panic junho yang sejak
tadi terus saja melihat kearah belakang woyoung takut-takut jika orang-orang
yang tengah mengejar mereka sudah sampai di sana
“lalu kau ingin mati karena mereka bunuh ?!… anii … lebih
baik jika mereka membunuh kita … apa kau tidak berpikir jika mereka mengejarmu
untuk menekan nichkhun ?!” wooyoung tertegun melihat pandangan mata junho yang
begitu serius dalam hati wooyoung sangat kagum karena nichkhun masih punya
seseorang yang begitu setia padanya berbanding terbalik dengan dirinya yang
masih tidak mengerti arah hubungan mereka saat ini
Suara derap langkah juga kian mendekat membuat junho tidak
punya pilihan lain selain mendorong wooyoung hingga tercebur kedalam danau
dengan suhu air yang minus beberapa derajat hingga air di pinggiran danau itu
saja terlihat membeku banyak bongkahan es berukuran kecil dan sedang mengambang
di danau itu
Byuurrrr
Mereka
berdua terjun ke dalam danau itu tepat saat orang-orang tadi datang
“mereka masuk ke dalam danau ! “ujar salah satu
namja
“mereka tidak akan keluar hidup dari danau ini …” namja
lainnya melihat sekeliling danau dimana tempat junho terjun itu tepat di
tenganya membuat dia yakin junho dan wooyoung akan keburu mati beku sebelum
bisa menepi . namja itu mengeluarkan pistol dan menembak air di danau tanpa
arah hanya menembaknya asal dengan harapan salah satu peluru itu akan mengenai
junho atau wooyoung
Di bawah air
Wooyoung
menggerakan kaki meyalam mencoba untuk naik ke permukaan karena dia merasa jika
nafasnya mulai habis dan tubuhnya tidak kuta menahan sakit tapi baru saja dia
akan naik junho menarik kaki wooyoung memberikan isyarat agar wooyoung tetap di
bawah sana , dan setelah itu peluru demi peluru juga masuk ke dalam air
tembakan yang banyak dan membabi buta , junho memegang tangan wooyoung dan
mengintruksikannya untuk berenang menepi dan ahirnya wooyoung patuh pada junho
untuk berenang menepi ,kearah bawah
jembatan
“aaarrrrrrgggghhhhh
!!!!!” wooyoung mengibas-ngibaskan tangannya dan terus bergerak-gerak mencoba
menghangatkan tubuhnya yang terasa membeku itu , wooyoung merasak sakit menusuk
hingga kedalam tulangnya , seolah ribuan jarum tajam menusuknya bersamaan dari
semua arah
Junho
sendiri menghembuskan nafasnya ke telapak tangan dan menggosok ke dua telapak
tangannya itu sama-sama berjuang untuk melawan rasa dingin
“aku bisa
mati … aku tidak bisa merasakan apa-apa selain … sakit …” gumam wooyoung terus
mengeluh , junho memadang wooyoung yang duduk dengan menekuk lututnya hingga
dada dan menggosokan tangannya ke kaki. Saat ini mereka masih berada di tepi
danau dan yang paling baik dari itu adalah mereka tidak bisa meminta bantuan ,
ponsel keduanya mati karena di ajak mencebur kedalam danau dan mereka masih
terlalu lemah untuk berjalan ke jalan raya , kembali ke resort yang mereka
tempati
Junho
membuka seluruh pakaian bagian atasnya dan mendekat kearah wooyoung, junho
mencoba untuk membuka baju wooyoung tapi mendapat perlawanan keras dari sang
pemilik
“apa yang
kau lakukan ????!!!” teriak wooyoung pada junho dan satu tamparan mendarat di
pipinya. Junho yang menghadap ke kanan akibat tamparan wooyoung hanya bisa
bersabar
“jika kau
tetap memakai baju mu kau akan benar-benar mati beku !!!” jelas junho ,
wooyoung hanya terdiam memandang wajah junho mencoba menimbang perkataannya
yang ternnyata benar hingga dia menundukan kepalanya menyesal walau tiada kata
yang terlontar dari mulut wooyoung untuk minta maaf atas kesalah pahaman itu ,
melihat sikap wooyoung yang sudah berkompromi ahinya junho membuka pakaian yang
wooyoung kenakan dan tanpa pikir panjang junho langsung merengkuh tubuh wooung
memeluknya dan sangat erat, junho menggosokan telapak tangannya di punggung
woyoung yang dia peluk , berpindah ke lengannya dan kembali ke pungggung
“kenapa kau
begitu melindungiku ?!” gerakan tangan itu terhenti seketika karena sebuah
pertanyaan menyeruak dari bibir mungil wooyoung padanya . junho sedikit menelan
saliva saat pelukannya melonggar mensejajarkan wajahnya dan wajah wooyoung
untuk bisa saling menatap “kau selalu melindungkiku …” gumam wooyoung pelan
hanya bisa di dengar dalam skala kecil hanya antara mereka berdua
Junho
mengarahkan tangannya memeluk bahu wooyoung dengan lembut perlahan wajahnya
semakin mendekat kearah wooyoung mencoba mengarahkan bibir miliknya untuk
mendarat di bibir wooyoung . ‘apa ini ? apa dia ? dia gila ? dia ingin mencium
ku ?!’ wooyoung bertanya dalam hati walau tubuhnya tidak bergerak.junho semakin
dekat dan dekat bibir junho hampir saja menyentuh bibir milik wooyoung jika dia
tidak segera memalingkan wajahnya ke kanan
“aku pikir
kau tidak akan menolak ku ?” Tanya junho yang sekarang sudah kembali memeluk
tubuh wooyoung seperti sebelumnya , wooyoung tahu jika ini salah membiarkan
orang yang hampir saja menciumnya itu malah kembali memeluknya , tapi dia
bena-benar butuh kehangatan saat ini jika dia tidak mau mati
“aku hanya
ingin mengingatkan mu … aku … adalah milik boss mu “ junho tersenyum di balik
wajah wooyoung mendapatkan sebuah jawaban yang dia ingin dengar
“itulah alasan
kenapa aku begitu melindungimu … tapi bukan karena kau adalah milik boss ku
tapi … karena kau adalah orang yang di cintai nichkhun … “ junho terdiam cukup
lama mencoba memanta hatinya untuk sekedar berujar “… sahabat ku ….” Lanjutnya
lagi lirih
In resort
Wooyoung
membuka pintu kamarnya bersama dengan nichkhun , wooyoung menutup pintu kamar
itu lagi di balik pungggungnya sementara matanya terjutu pada nichkhun yang
tengah menganakan pakaian
“Wooyoungie
…kau sudah datang “ nichkhun berbalik kearah wooyoung dengan tersenyum ceria
tapi senyum itu perlahan menghilang saat matanya menangkap sosok wooyoung yang
acak-acakan dengan rambut kusut dan baju yang basah
Nichkhun
langsung menghampiri wooyoung dengan panic “apa yang terjadi ?!” nichkhun
memperhatikan seluruh tubuh wooyoung dari atas hingga bawah dengan tangan yang
memegang bahu wooyoung
“orang-orang
mengejar-ku …” jawab wooyoung lemah , wooyoung memperhatikan nichkhun yang
malah menunduk tidak berani menatapnya hanya memperhatikan tubuh wooyoung “tapi
… junho … menjagaku …dan aku tidak apa-apa jangan khawatir … ” lanjut wooyoung
“aku
seharusnya tidak membawamu ke tempat ini …”
“aku yang
ingin ikut kemari ….” Nichkhun membelai rambut wooyoung sekarang sudah mulai mengering
namun masih lembab itu dengan tersenyum miris. “aku akan mandi … apa kau mau
pergi ?!”
Nichkhun
menganggguk lemah sebanyak dua sebagai jawaban namun di masih memperjelas
dengan kata-kata “aku ada urusan penting sekarang dan setelah itu selelsai kita
akan segera kembali ke korea …”
“baiklah …
pergi saja .. aku tidak apa-apa ….”
“emm …
tunggu aku ini tidak akan lama “
Junho room
Bayangan apa
yang terjadi beberapa waktu lalu berputar di oatak junho , bagaimana wooyoung
membunuh orang-orang itu dengan sangat sadis membuat berbagai pertanyaan
berkecamuk dalam dirinya . apa dia harus mengatakan itu semua pada nichkhun
yang sudah pasti tidak akan mempercayaianya
“hyung … apa
aku boleh bertanya ?!” suara JR membuat junho sedikit tersentak kaget karena
bertanya secara tiba-tiba . junho yang duduk di depan sebuah meja dengan tangan
yang bertengger di dagunya itu perlahan turun menyentuh meja melipat kedua
tangan itu di atas meja
“apa yang
ingin kau tanyakan ?!” jawab junho memandang JR yang berjalan kearahnya
“ada apa ?
maksud ku untuk apa kita kemari … dan juga sebenarnya kenapa khun hyung harus
membunuh Jinyoung hyung ?!”
Di luar
ruangan
Tangan
wooyoung yang sudah memegang knop pintu kamar junho itu terhenti. Wooyoung
hendak menemui junho hanya sekedar untuk berterimakasih tapi sekarang rencana
awalnya berubah menjadi ajang menguping . wooyoung meletakan telinga kanannya
di daun pintu mencoba untuk memperjelas pedengarannya walau saat ini batinnya
terlapau shock dengan apa yang dia dengar tapi dia masih harus mendengar
semuanya lebih detil lagi
“yang aku
tahu … minjun hyung ingin mengambil alih seluruh kekuasaan jinyoung hyung … dan
cara terbaik tanpa menimbulkan kecurigaan hanyalah membuat nichkhun menjadi
penerusnya … tidak ada yang akan mencurigai itu semua karena memang nichkhun
sudah di pilih jinyoung hyung sendiri untuk menggantikannya jika terjadi
sesuatu … “
“tapi kenapa
harus membunuhnya … bukankah jika dia mati sendiri tanpa di bunuh itu malah
akan membuat ke untungan … tidak ada rasa was-was jika suatu saat nanti ada
yang mengetahuinya?”
“karena …
nichkhun harus secepatnya menempati posisi itu … kau tahu … sebenarnya triad di
thaiwan merencenakan akan berkerja sama dengan pemerintah … walau itu akan
memberikan keuntungan untuk kita tapi … banyak kerugian … kita akan di pantau
dan di perintah jika kekuatan kita hanya seperti ini saja … tapi jika semua
kekusaan ada di tangan kita … kita akan bisa menekan pemerintah mengikuti kita
membuat keadaan berbalik … cara terbaik adalah menyatukan orang-orang jinyoung
hyung di korea dan jepang bersama orang-orang minjun hyung di hongkong dan
thaiwan …di bawah tangan nichkhun …”
“aku rasa
sutradara nya tetap minjun hyung …”
“kau benar “
Wooyoung
berjalan mundur dengan sangat hati-hati tak ingin menimbulkan suara apa-pun dan
setelah itu dia langsung menuju ke luar rumah untuk menemui orang lain .
Di suatu
tempat
“ada apa ?!”
seorang namja tinggi keluar dari mobil sedan yang dia tumpangi begitu melihat
nama lain keluar dari taksi mereka berdua ada di pinggir dermaga (?) saat ini
“nichkhun
yang membunuh park jinyoung … dan semuanya ulah minjun … kau tahu triad akan
bekerja sama dengan pemerintah di Taiwan … tidak semudah itu mendapatkan merekaternyata
… mereka sudah merencanakan untuk menekan balik pemerintah …” wooyoung
bersedekap dada memandang kapal-kapal yang mulai berlabuh di dermaga yang ada
di depannya
“pemerintah
? mereka bukan sebuah Negara … mereka tidak akan bisa melawan pemerintah …”
wooyoung menoleh samping kanannya dimana taec mulai mensejajarkan dirinya
dengan wooyoung turut melihat arah pandangannya
“kau tahu
mereka bukan Negara tapi …. Apa kau tidak ingat betapa miris kekuatan
pemerintah ?! saat pemakanam ketua besar triad 9000 orang berjalan ke pemakaman
… sepanjang jalan banyak polisi dan hanya melihat banyaknya buronan yang
berjalan di depan mereka dengan santai tanpa bisa melakukan apa-apa ?! “
Taec
menghela nafas berat apa yang di katakan wooyoung memang benar tapi apa daya
mereka berdua bukanlah orang yang patut di salahkan bukan pula orang yang harus
membenahi masalah pemerintahan yang jelas-jalas bukan koridor mereka untuk ada
di dalam sana
In resort
(kalo yang
di cetak warna biru itu adalah di tempat nichkhun berada yang warna tetap alias
general itu di resort dan suara nichkhun itu keluar dari onsel junho yang di
loudspc)
“hyung aku
akan membuat minuman hyung ingin aku buatkan apa ?!” Jr duduk di pinggiran
kasur sementara junho tidur tengkurap di kasur itu dengan wajah yang menghadap
JR
“apa saja …”
jawab junho singkat , JR mengangguk dan segera berdiri untuk pergi ke dapur
mengambil minuman untuknya
Dreeett
Dreeettt
Junho meraih
ponsel yang dia letakan di meja samping tempat tidurnya matanya memicing
melihat nama yang tertera di sana.
“nichkhun
?!” Tanya junho pada dirinya sendiri lalu segera menekan tombol hijau di
ponselnya
“yeoboseyo
?!”
“junho
tolong aku !!!! semua mengejarku dan aku tidak tahu harus lari kemana aku tidak
mengenal daerah ini !!! banyak mobil yang menghadangku ” suara nichkhun terdengar panic membuat
junho langsung bagun dari berbaringnya dan segera bergegas ke lantai bawah
untuk mengambil laptopnya
“katakan kau
ada dimana ?!” Tanya junho saat dia berlari di tangga menuju ke bawah , junho
langsung menghampiri meja dimana dia meletakan laptopnya dan segera menyalakan
laptop itu
Nichkhun
yang tengah menyetir mobil dalam kecepatan tinggi itu mencoba menoleh ke
samping kanan kiri mencari informasi dimana dia berada selain karena dia memang
tidak begitu pandai membaca bahasa jepang karena kecepatan mobilnya juga
membuat banyak tulisan mengabur di pandagannya
“aku
di daerah arakawa…. “ jawab nichkhun dan terus memacu kendaraannya entah kemana
“tunggu
sebentar …” junho mulai mengatikan nama daerah itu dan sebuah gambar muncul di
laptopnya , seperti gambar peta namun lebih jelas lagi . peta itu semakin
terfokus ke suatu titik di mana daerah yang nichkhun sebutkan dan gambar
ituternyata hidup
“cepat
!!! mereka bertambah banyak !!!” nichkhun tidak sabaran menunggu saat melihat
mobil yang mengajarnya semakin banyak , dia bahkan harus melewati dua mobil
yang menghadangnya di depan dengan banting stir ke kanan ke kiri demi
menghindar
“tunggu …”
junho memperhatikan layar laptopnya yang sudah menampakan sebuah peta dengan
gambar hidup dan sangat jelas seperti cctv tapi jauh lebih jelas sebuah kotak
merah melacak keberadaan mobil nichkhun dan ahirnya di dapat juga
“sekarang
cepat naik ke jembatan !”
Nichkhun
menginjak gas semakin dalam mempercepat kendaraannya dan naik ke atas jembatan
tapi dia melihat ada beberapa mobil yang melaju dari arah berlawanan dengannya
Door
Dorr
Dorr
Tembakan
demi tembakan di arahkan ke mobil nichkhun membuatnya sempat kehilangan kendali
“yach
!!! mereka ada di atas jembatan juga !!!” keluh nichkhun smbil terus menyetir
dengan konsentrasi penuh dan hanya memandnag lurus ke depan
“belok ke
kanan … lalu belok ke kanan lagi … ada dua mobil yang menghadang mu di depan
jadi ambil sisi kanan “
Sesuai
perintah junho nichkhun melakukannya dengan baik membuat dia bisa terhindar
dari mobil-mobil yang menghadangnya walau mobil yang mengejarnya itu masih
tetap berada tidak jauh di belakang nichkhun
“aku
harus kemana lagi ?!”
“turun dari
jembatan dan masuk ke jelan kecil di samping kiri “
“apa
? aku tidak dengar ?! katakan dengan keras !!!”
“turun dari
jembatan dan masuk ke jalan kecil di samping kiri mu … sekarang berbelok !!!!”
ulang junho lagi. Junho memandnag kearh jendela saat dia merasakan susaru yang
ganjil dengan keadaan di sekitarnya
“hyung ini
munuman mu … aku pikir kau masih di kamar “ JR berjalan hendak mendekati meja
junho membawa sebuah gelas di tangannya
“masuk ke
kamar mandi sekarang !!!” ucap junho tajam
“mwo ?!” JR
bertanya bingung saat tiba-tiba junho mengatakan itu padanya “apa ? kau
menyuruhku masuk ke kamar mandi ?!”Tanya JR lagi memperjelas
“cepat masuk
ke kamar mandi dan bersembunyi … jangan keluar dari persembunyianmu apapun yang
terjadi sampai aku yang memanggil mu, arrachi ???!!”
“hyung …”
“PALLI !!!”
bentak junho membuat JR seketika tersentak dan menjatuhkan gelas yang dia
pegang itu tapi dia mengerti jika akan terjadi sesuatu hingga junho berteriak
padanya dan dia menuruti perkataan junho Jr langsung masuk kemar mandi tempat
di mana terdapat jalan keluar rahasia di dalamnya
Junho
mengambil postol yang ada di laci lemarinya dan kembali memandang laptop
memperhatikan .
“aku
harus kemana ? ada dua jalan ?!!!!”
“belok ke
kanan dan berjalan terus ke depan !” junho semakin memperluas jangkaun
pantauannya hingga dia menemukan banyak sekali mobil yang berhenti di tengah
jalan “di bawah jembatan akan ada 4 mobil yang menghadangmu dengan senjata lengkap
… cukup bersembunyi di dasbor mobil dan belok ke kanan … ada jalan keluar di
sana … jalannya …”
Dorr
Dorr
Dorr
Kaca jendela
dan beberapa cermin pecah terkena tembakan yang meleset. Tembakan yang di
arahkan pada junho tapi karena dia cepat menghindar dan merunduk di bawah meja
dengan mengahalangi kapalanya dari serpihan kaca yang berhamburan. Junho
bergerak ke pinggir meja masih dengan merangkak di lantai dan menembak
orang-orang yang ternnyata sudah masuk ke dalam ruangan itu
“aku
sudah turun dari jembatan !!!!!”
Junho
langsung kembali duduk di meja kerja itu dan kembali memperhatikan layar laptop
“jalan keluar ada 400 yard di depan mu… 350 yard … 300 yard …. “ junho kembali
menembakan beberapa peluru kearah pintu yang baru saja di masuki beberapa orang
“250 yard …
200 ….”
Dorr
Sebuah
tembakan mengenai lengan atau kiri junho tapi dia hanya menahan nafas bebera
detik tanpa bergerak menjauh dari computer
“150 …. “
Dorr
Dorr
Dorr
Dari
beberapa tembakan jarak jauh itu ahirnya junho merasakan satu peluru menancap
didada bagian kanannya . junho kembali menembakan beberapa peluru kearah yang
dia anggap adalah arah tembakan tadi tapi karena tidak terlihat siapapun karena
penembak itu bersembunyi junho tidak dapat membalasnya
“50 …. “
junho memegangi dadanya yang mengeluarkan darah masih dengan mata yang
memandang layar dengan intsens “BERBELOKK !!!!” teriaknya dengan kencang takut
nichkhun tidak bisa mendengarnya
Junho
meringis menekan dadanya yang terluka mendengar satu tembakan lagi mengarah
kepadanya junho mencoba bersembunyi lagi di balik meja , dada junho naik turun
dengan cepat bersandar di meja itu junho merasakan pandangan matanya memburan
,dia memejamkan matanya dengan rapat lalu kembali membukanya dengan cepat
hingga penglihatan matanya saat ini menguning , dia memutuskan untuk menutup
matanya kembali
Nichkhun
menginjak rem mobilnya dengan sangat tiba-tiba membuatnya sedikit tersentak
kedepan walau dia sudah menggunakan sabuk pengaman . matanya menatap tajam
mobil yang ada di depannya . saat ini mobil nichkhun memasuki jalan sempit yang
hanya bisa di lewati satu mobil dan ternyata di depannya sudah ada mobil lain
dengan arah berlawanan dengannya membuat dia tidak bisa maju lagi , nichkhun
menoleh ke kaca spion di bagian atas untuk melihat keadaan di belakang,
pegangan tangan nichkhun pada stir itu kian mengerat saat dia melihat dua buah
mobil sudah menutup jalan di belakangnya
“junho
!!! aku terkepung !!!”
Junho yang
memejamkan matanya masih dengan bersadar itu membuka matanya dengan cepat saat
dia mendengar nichkhun berucap bahwa dia terkepung , dengan sisa tenaga dan
susah payah ahirnya junho kembali memandang layar laptop itu dengan posisi
berdiri dengan lututnya
“mundur …”
suara junho terdengar lemah membuat nichkhun tidak dapat mendengarnya “MUNDUR
!!! TABRAK KEDUA MOBIL DI BELAKANGMU TERUS MUNDUR SAMPAI MELEWATI REL KERETA
!!!” junho kembali berterikan membuat orang-orang yang memburunya itu keluar
dari persembunyian dan junho tidak menyia-nyiakan kesemapatan itu dia menembak
4 orang tadi dengan cepat walau satu tembakan lagi mengana di tubuhnya
Tubuh junho
ambruk kepalanya terbentur di atas meja . junho memalingkan wajahnya kearah
layar laptop memperhatikan pergerekan mobil nichkhun yang terus mudur sesuai
dengan perintahnya . junho menutup mata saat mobil nichkhun berhasil mundur
melewati rel kereta dan tepat setelah itu kereta melintas di sana membuat
kejaran orang-orang tadi terhambat
Nichkhun tersenyum manis saat dia berhasil
meloloskan diri dari kejaran banyaknya anggota yakuza di jepang . bahkan dia
sempat melakukan penghinaan dengan sebuah gerakan menembak menggunakan jari
telunjuknya mengejek pada orang yang mengejarnya itu dari dalam mobil yang dia
kendarai saat dia bisa lolos berkat kereta yang melintas di depannya saat ini .
“HYUNG !!!!” JR berlari mendekati junho dan membangunkannya
dari meja membuat dirinya terduduk di lantai dengan junho yang ada di dalam
pelukannya. Junho hanya menumpukan seluruh bobot tubuhnya pada JR yang terus
memanggil namanya dengan mengguncangkan tubuh junho
“hyung bangun … ahhh …hah … hiks …. Hyung ….” JR tersak saat
melihat tangannya yang memegangi tubuh junho berlumuran darah “hyung …” tangis
JR lagi dengan memanggil junho . dengan mata yang hampir tertutup junho yang
menumpukan kepalanya di bahu JR melihat ada satu orang di luar jendela hendak
menembak JR dengan cepat junho membalik keadaan membuat dia yang membelakangi
jendela dan tentu saja tembakan itu mengenai punggung kanan junho . Jr yang
melihat itu langsung mengambil pistol di tangan junho dan menembak orang itu
membalas dengan dua tembakan ahirnya orang itu jatuh ke tanah
“hyung-ah !!! hiks ..hiks ..hikss “ tangis JR semakin
menjadi karena perbuatan junho barusan. JR membaringkan tubuh junho di
pangkuannya melihat tubuh junho yang berlumuran darah dengan kemeja putih yang
dia kenakan sekarang terlihat merah di mana-mana
“anak
bo…bodoh…. Jangan ..mem…mbantahku ….” Jr mengelengkan kepalanya mengingkari
dirinya yang sudah bersalah telah melanggar perintah junho yang menyuruhnya
untuk tidak keluar dari dalam sana dirinya merasa begitu bersalah melihat
keadaan junho yang bahkan bicara dengan terbata dan sulit saat ini
“mianhae …
hiks …. Hyung … bertahanlah … aku akan mencari bantuan …” jr hendak meletakan
kepala junho di lantai tapi junho menghentikan tangannya
“pergi ….
Khun… dan wooyoung ….begitu mereka datang … kalian harus…se…gera pergi …,jangan
membantahku …lagihhh …” bukan menjawab perkataan junho JR hanya menangis dan
menangis walau perlahan kepalanya mengangguk lemah
Di luar
resort
Wooyoung berdiri di depan resort yang mereka tempati matanya
memandang sengit pecahan kaca yang berserakan di lantai yang dia pijak .
perlahan pegangan tangannya pada kantong plastic itu melonggar membuat kantong
tadi terjatuh ke lantai dengan isinya yang berserakan . matanya memandang penuh
selidik ke setiap inchi resort itu yang ternyata sudah hancur berantakan
kaca-kaca jendela yang pacah dan semua barang yang ada di sana sudah berserakan
di lantai .
Wooyoung tertegun dan menutup mulutnya dengan telapak tangan
saat melihat mayat beberapa orang tergelak di berbagai sudut ruangan. Dia
segera melangkahkan kakinya masuk semakin dalam menuju ruang tengah.
Wooyoung
berdiri mematung saat telinganya menangkap suara isakan dari arah belakang
meja,
“apa yang
terjadi ?!” wooyoung menoleh karah kanan dimana nichkhun entah sejak kapan ada
di sampingnya dan bertanya padanya yang sama tidak tahu apa-apa , nichkhun
berjalan semakin mendekati meja membuat suara remuk dari pecahan besar kaca
yang tidak sengaja dia pijak itu terdengar nyaring di telinga wooyoung. Dengan
langkah yang sama pelan dengan langkah nichkhun wooyoung juga berjalan mendekati
meja . mata wooyoung membulat dengan sempurna dan mulutnyaterbuka lebar melihat
JR yang memangku junho dalam keadaan penuh luka yang bisa di bilang sangat
parah seraya menangis tersedu-sedu. Dengan kemeja putih yang dia kenakan
membuat bercak darah terlihat dengan amat jelas
“junho !!!”
nichkhun langsung mengambil alih junho dari JR dan memandang gugup tubuh junho
yang penuh dengan luka “eothokaji ? junho-ah …“ gumam nichkhun memukul-mukul
ringan pipi junho dengan tangan yang bergetar hebat
“kita harus
membawa junho hyung ke rumah sakit …” saran Jr yang membuat nichkhun hanya
terdiam kalut. Bagaimana mungkin dia akan membawa junho ke rumah sakit apa yang
akan dia katakana pada pihak rumah sakit apa lagi mereka hanyalah orang asing
di jepang . seandainya ini di korea sudah barang tentu nichkhun akan memanggil
dokter wanita yang adalah pecara minjun itu tapi sayang ini jepang dan bukan
korea
“kita tidak
bisa membawanya ke rumah sakit “ timpal wooyoung yang sekarang juga sudah
berjongkok di dekat tubuh junho yang tak sadarkan diri memperhatikan setiap
luka junho yang membuat dirinya merasa ngilu sendiri sampai wooyoung ikut
meringis saat darah segar mengalir dari luka junho
“jaga dia !”
nichkhun memandang wooyoung meminta pertolongan memindahkan kepala junho ke
pangkuan wooyoung (gak sadar apa kalo banyak gerak bisa semakin kekurangan
darah ?) dan langsung berlari keluar rumah entah apa yang akan di lakukan
nichkhun saat ini untuk menolong junho
Nichkhun
mengemudikan mobilnya mencari letak rumah sakit terdekat di sana dan sangat
beruntung karena tidak jauh dari sana terdapat sebuah rumah sakit yang cukup
besar . nichkhun segera memasuki rumah sakit itu . matanya memperhatikan
keseluruh area rumah sakit sadar dengan tangannya yang masih berdarah tak
sempat dia cuci nichkhun memasukan tanganya kedalam saku celana . lama nichkhun
berjalan ahirnya dia menemukan ruang dokter umum yang kebetulan baru saa ada
satu pasien yang kaluar dari sana dan suster jaga di sana entah pergi kemana .
nichkhun langsung masuk ke dalam ruangan itu dengan cepat seraya memasang
masker di wajahnya yang memang selulau dia siapkan di saku
Di dalam
ruangan
“jangan berteriak .. aku tidak akan melukai mu … ikut saja
denganku dan bawa peralatan …”dokter yang tenah mencuci tangannya itu
hanya terdiam memandnag nichkhun yang menodongnya dengan pistol
“cepat !!!!” teriak nichkhun lagi membuat dokter itu
tersentak dan ahirnya mengagguk dengan gugup dia lalu berjalan mengambil tas
yang ada di meja kerjanya lalu berjalan mendekati nichkhun yang masih
menodongkan pistol. Nichkhun mengambil sebuah jaket tipis yang ada di dekatnya
dan melilitkanya di tangan untuk menutupi pistol yang dia pegang
“jangna
macam-macam dengan ku !” ancam nichkhun dengan menekankan pistol yang sudah di
liliti jaket tadi itu di arah pinggang sang dokter . nichkhun mendorng dokter
itu keluar dan ahirnya mereka keluar dari ruangan
“berjalan dengan cepat !” ucap nichkhun tajam saat
dokter itu memperlambat langkahnya . dan semakin menekan pistol di pinggang
dokter tadi . nichkhun terus berjalan kea rah pintu keluar rumah sakit tapi
langkahnya terhenti saat melihat beberapa polisi berjega di depan pintu keluar
dan celingukan seolah mencari seseorang , nichkhun memandang kea rah kanan dan
kirinya yang juga sudah mulai benyak polisi
“kau mau bermain dengan ku ?! aku sudah katakan aku tidak
akan melukaimu …kau tau etika bajabatan mu adalah menolong orang tidak peduli
dia lawan atau musuh mu jika dia butuh pertolongna kau harus melakukannya … kau
ingin aku melukai mu rupanya !” nichkhun bicara panjang lebar dan
menarik dokter itu berbalik kembali kearah belakang namun di sana juga sudah
banyak polisi
“itu dia !!!” seru salah satu dari polisi itu .
nichkhun memandnag ke sekeliling memncari tempat pelarian namun semua telah di
kepung. Di tambah dengan banyak orang yang berlalu lalang di rumah sakit itu
membuatnya sulit untuk melarikan diri …
Oke ini chap
selesai dan cerita akan berlanjut jika tidak ada aral melintang maka 1 atau 2
chap lagi ini akan selesai ceritanya … aku juga bingung nih woo itu siapa sih …
(#gubrak) dan juga aku minta maaf nih yah kalo di sini malah banyaknya
nyeritain junho … dia kan bukan main cast tapi yah mau gimana lagi dia itu
selalu bergeleyutan manja di otak aku jadi aku keingetan dia mulu … *ngeles* .
dan sebenernya ini cerita tuh tokoh utama yang paling utama itu adalah woo …
makanya woo ada mulu di mana2 … yah sekian dulu yah …. Oke komentar kalian saya
sangat harapkan jika sedikit komentar yah saya gak akan lanjutkan lagi … satu
lagi saya gak maksud buat junho menderita tapi saya mencoba mebuat junho mejadi
lebih keren lagi di sini
oh now!!
ReplyDeletejunho mate gara2 wooyoung??
ngak rela lihat junho mate!!
LANJOT THOR!!
Baca chapter ini berasa cast utamanya Junho n Uyong..
ReplyDeleteBtw thor..itu terlalu keren banget buat Junho yg sdh menodai anak dibawah umur..*lirik JR*
(#dorrrr..ditembak Junho pake peluru cinta)
Berasa kyk ntn SO CLOSE..klo pilemnya Xuqhie dgn celana pendeknya beraksi melawan penjahan sambil memberi intruksi kyk Junho..dan Vicky Chow dgn sepatu rodanya berada di posisi Khun..dan author hebat..saya bisa ntn tp ga bs menceritakan dgn akurat kyk author.. #StandingAplause
Tapi thor..please dgn sangat...itu si namja sipit jgn dibikin mati ya..cerita ini diperkuat bgt feelnya ama karakter Junho..
Pleaseeeeee bgt..yaoloh..kasian bgt klo ampe mati..udah patah hati..Khun blm tau isi hatinya..mati pula lg..
(yg sebenernya saya jatuh cinta dgn karakter cool nya..)
#SujudDepanAuthor
jebal thor jangan buat junho mati.. saya gak bisa tu kalau sampe junho mati...
ReplyDeletelanjut thor ya! ahhaha keren tu karakter junho,bangga :)
Junho ah, jangan matiii. Junho terlalu cool sih, jadi gimanaa gitu, hehe. Thor, jangan bikin Junho mati yaa. Ceritanya makin seru dan bikin tegang loh, Thor, nice update! Jadi penasaran, sebenernya Wooyoung menginginkan apa ya nyampe dia harus deketin Jinyoung dan Nichkhun? Lanjut yah Thor.
ReplyDeletehanya satu kata yang pantes buat chap ini.......WOW.......beneran ni chap penuh adegan laga keren abis.......pokoknya thor lo gak lanjutin cerita2 lo dengan kecepatan kilat.....awasssssss....gue bisa gak tidur semaleman karena nunggu lanjutan seritanya thor,,,,,,,OKe....(nodongin pistol ke author) kekekekekekeke........fighting thor.......
ReplyDeletefast update dong~
ReplyDeleteyeeey..junho mati..wkwkwk *dirajam hottest*
ReplyDeleteaku slalu tegang+deg2an klo bc ff ini..dan dichap ini bgmana bs author menjelaskan crta laga dg bgtu rinci..km dah kya sutradara trkenal az..daebak..
pnter bgt mengaduk2 hatiku..kkkk~
dichap ini brasa main castnya wooho az..coz khunnya dkit..hehe
msh pnasaran bgt spa woo sbnarnya..klo author jg ga tau trz aku tnya ma spa.?kkk~
pkoknya hruz dlanjutin scpatnya..*todongin pistol kekhun*eh?
fighting\^0^/
~weny~
md
ReplyDeleteAduh thor knp uyong hatinya masih bimbang?
jgn sampe junho mati
junho dipairing aja ma JR, trus nichkhun ama uyong deh, sayang ya kyuhyun harus mati
Omo junho T.T please jgn mati donk *plakkk* peran junho haduh keren bgt rela melakukan apapun untuk orng yg d cintainya ...walaupun orng yg di cintainya tdk mencintainya..wah daebak thor aku suka bgt ma peranya junhoppa..cool bgt sesuai orngnya...hehe..tpi junho kasihan jga yah... ..ok deh eon lanjutin ajj ..penasaran kelanjutanya...tiap bca yg ini pasti was2 ...silahkan d lanjutkan keep figthing.. :)
ReplyDeletewah thor keren junho pengorbanannya besar bnget,tp msh bingung woo itu jd apa di sini,trs apa yg akan junho lakukan setelah ngeliat woo oppa ngebunuh,sadis abis,lanjutannya cepet ya..
ReplyDelete>>eh eh eh..junho ma JR? couple bru..ahaha
ReplyDeleteaku bru tau klo ternyata junho memendam prasaan sm nichkhun..
lanjuuut thooor..penasaran bnget bgmna akhir kisah Woo ma Khun!<<
Junho cool gila, kece badai..
ReplyDeleteJangan dibikin mati deh junhonya, kasihan..
masak keren kayak gitu dibikin mati, susah banget hidupnya..
you are half of me nya ditunggu kak..
Love in art eon hehehhehe you are half of me juga #plak banyak mintak
ReplyDelete