By : thiez
Romance,etc.
Disclamer: 2pm milik diri mereka
sendiri dan tuhan semesta alam. dan cerita yang saya tulis ini adalah cerita
murni dari hati saya
Warning: BoyxBoy. NamjaxNamja.
Pairing: junho X nichkhun
Selingannya
dan gak banyak alias hanya dikit :
chansung x wooyoung
taecyeon x junsu
chapters : 7
Oh yah saya
mau bilang kalo nanti saat saya sudah mendapat halangan untuk menulis maka saya
akan menulis di FB dalam catatan dan tahu juga kan itu di bagian atas kanan
saya ada FB milik saya (readers : tahu !!!) dan walau mungkin tidak akan
sepanjang dan seleluasa di blog tapi saya akan berusaha ….
Mari kita
lihat ceritanya … silahkan !!!!
Part 7
Wooyoung
memasuki sebuah apartement dengan langkah yang ragu-ragu , langkah kakinya
malah kembali dia tarik karena merasa tidak seharusnya dia masuk ke dalam sana
“wae ? aku
tidak akan membunuhmu … kau ter;ihat sangat takut masuk ke apartment ku ?!”
sebuah suara menyeruak ke pendengaran wooyoung dari arah belakang pintu yang
ternyata adalah suara chansung, sang pemilik apartement yang juga membukakan
pintu untuknya barusan
“ehm … bukan
begitu … “ wooyoung menggaruk tengkuk lehernya asal dengan pandangan mata yang
dia edarkan ke segela penjuru tidak mau beradau pandangan dengan chansung yang
malah belakangan ini membuat wooyoung merasa tidak nyaman dan gugup
“duduklah …
aku akan mengambilkan mu minum …” chansung menujunjuka sofa yang ada di depan
tv sementara dia berjalan kearah belakang sofa dimana terdapat pentri . yah
walau chansung tergolong orang yang berada tapi dia tidak mau melakukan sikap
boros dengan menempati apartement yang terlalu luas jika hanya untuk dirinya
sendiri yang penting nyaman untuknya itu sudah cukup . wooyoung memperhatikan
beberapa piala yang berderet rapih di meja panjang yang ada di sisi kanan meja
tv , juga di lemari kaca tinggi yang ada di samping kiri meja tv
“chansung-ah
… apa semua piala itu adalah penghargaan untuk mu dalam dance ?” Tanya wooyoung
kagum , berbalik kearah belakang melihat chansung yang tengah menuang jus ke
dalam gelas . apartment chansung itu memang hanya satu ruangan yang luas dimana
kasur dapur ruang tv terlihat dari segala arah hanya di sekat sekat dengan
dinding ukiran yang tidak terlalu menutup hingga masih bisa melihat ke samua
ruangan
“itu semua
milik ku tapi bukan hanya dalam bidang dance … ada juga di bidang bela diri …”
jawab chansung seraya berjalan mendekati wooyoung dengan dua buah gelas berisi
jus di masing-masing tangannya
“kau bisa
bela diri ?!”
Chansung
mengangguk dengan semangat “ tentu saja … apa kau tidak percaya ?!”
Wooyoung
tersenyum dan mengambil gelas yang masih ada di tangan chansung itu kemudian
meminumnya “aku percaya …” jawabnya tersenyum lepas membuat chansung terperanga
baru kali ini dia melihat wooyoung tersenyum tulus padanya apa lagi semenjak
kejadian tempo hari dimana wooyoung meninggalkannya . tapi saat ini semuanya
sudah lebih baik , chansung sudah kembali menjadi koreografer wooyoung dan
hubungan pribadi mereka juga sudah semakin membaik terlihat dari wooyoung yang
sekarang sudah mau menemui chansung di rumahnya atau dia meluangkan waktu untuk
mengangkat telpon chansung dan sekedar saling menanyakan keadaan di sela-sela
kegiatan wooyoung yang padat yah walau selalu chansung yang terlebih dulu
menguhubunginya bagi chansung itu sudah jauh lebih baik
In other
place
“kau mau
membawaku kemana lagi ?!” junsu bertanya dalam seretan taec yang berjalan di
depannya hendak membawa dia ke suatu tempat yang tidak dia ketahui apa
“apa kau
tidak mau pergi bersama ku ?!” taec menghentikan langkahnya konstan membuat
junsu hampir saja menabraknya dari belakang . saat ini mereka tengah berjalan
di tlotoar di pinggir jalan yang cukup banyak orang walau tidak terlalu ramai.
Taec menurunkan sedikit syal yang menutupi setengah wajahnya itu “yang jelas
aku tidak akan menyakitimu … aku tidak akan menculik mu “
Junsu memandang
pergelangan tangan kanannya yang masih di genggam taec “kau itu orang yang
tidak dapat di tebak … atau mungkin unik ?!”
“ikut saja
aku …” taec kembali menarik tangan junsu berjalan semakin cepat di malam yang
gelap dimana hanya beberapa buah bintang yang menampakan wujudnya malam itu ,
walau tidak turun salju tapi cuaca memang sangat dingin membuat taec
mempercepat langkah kakinya
Saat ini
taec dan junsu bediri di depan pintu sebuah gedung yang tidak terlalu besar dan
juga tidak terlalu megah , hanya terlihat seperti gedung biasa
“kajja …
kita masuk !” taec membuka pintu gedung itu yang ternyata tidak di kunci
“kenapa
gelap ?!” junsu mengeratkan pegangan tangannya pada lengan taec , dia sunguh
meruntuki dirinya yang tekut dengan kegelapan sedangkan taec selalu saja
membawa ke tampat yang gelap
“tunggu di
sini …” taec memegang tangan junsu yang bertengger di lengannya dan menrunkan
lengan junsu perlahan untuk kemudian berjalan meninggalkannya
“aish …
taecyeon-ah … pali …” junsu mengelus tengkuk lehernya dalam kegelapan yang
membuat matanya tidak dapat menangkap pemandangan apapun di depannya
Trekkk
Seketika
cahaya menerangi seluruh ruangan dimana junsu berdiri di tengahnya , junsu memutar
pandangannya dengan wajah bingung dia terus memutar tubuhnya 180 derajat
mengelilingi seluruh seluk beluk ruangan itu dengan matanya . dia menutup
mulutnya yang ternganga dengan kedua telapak tangannya
“taecyeon-ah
…” panggil junsu masih memandang lurus satu pemandangan di depannya
“otthe ?!
ini semua untuk mu !” mata junsu semakin membulat saat mendengar apa yang di
katakana taec padanya
“m..m..mwo
?!” Tanya junsu tergagap membalikan badanya menghadap taec yang ada di
belakangnya
“wae ? kau
tidak suka ?!”
“a…anii…. “
junsu menggelengkan kepalanya dan kembali memandang kearah yang sejak tadi
menyita perhatiannya . ruang rekaman . dengan sebuah ruangan luas yang terdapat
piano berwarna putih beberapa sofa kuning soft yang ada di sekitar ruangan itu
meja kecil dan pot bunga yang indah sementara di sisi kanan terdapat ruang
rekanan yang terlihat begitu tertata apik . yah sebuah studio music tempat
dimana mereka berada saat ini sebuah studio yang terlihat begitu biasa dari
luar bangunan namun di dalamnya terlihat begitu elegan dan nyaman (untuk lebih
mudah anggap kaya studio yang ada di music and lirik tuh yang pertama junho ma
so eun bilang kata ‘cinggu’)
“ini sangat
…. Aku tidak mungkin … kenapa ?!” taec tersenyum dan memegang kedua telapak
tangan junsu dengan lembut
“aku hanya
ingin kau melakukan apa yang kau sukai … menciptakan lagu … membuat harmoni …
apa kau mau mengajariku bagaimana cara melakukan nya ?!”
In gallery
“kau kenapa
sejak tadi hanya diam saja ?!” junho duduk di samping nichkhun yang sejak tadi
hanya terdiam dengan pikiran yang melayang jauh entah kemana
“hanya
sedang berpikir tentang film terbaruku … aku akan kembali bermain filem di
jepang … “ jawab nichkhun berbohong . nichkhun memperhatikan raut wajah junho
yang terlihat tidak menyadari sama sekali kebohongannya membuat dia
memberanikan diri untuk bertanya “sebeneranya … junho … kenapa kau bisa
mengenal siwon … choi siwon ?!” tanya nichkhun hati-hati
“ohh … dia …
kau juga mengenalnya ?! bagaimana kau bisa mengenalnya ?!” junho malah balik
bertanya dengan santai sama sekali tidak sadar jika nichkhun hampir berhenti
bernafas saat junho malah balik bertanya kepadanya
“kami pernah
bersekolah bersama …. Saat di amerika aku satu kelas dengan siwon …” jawab
nichkhun apa adanya dan kembali memandang junho dengan penasaran
“dia … dulu
adalah temanku saat belajar melukis pada guruku … “ junho tersenyum semu dan
menunduk memandnag lantai membuat nichkhun merasakan suatu yang salah dengan
sikap junho yang biasanya tanpa eksprsi dan datar-datar saja
“apa
hubungan kalian tidak baik ?! kau ada masalah dengannya ?!”
Junho
menggeleng lemah “dulu … guru lukisku hanya mengajari 2 orang anak … aku dan
yubin … suatu hari seorang anak pengusaha kaya datang dan ikut belajar bersama
kami …”
“dia siwon
?!” terka nichkhun yang memang tepat sasaran
“ne … kami
belajar bertahun-tahun bersama … sampai suatu saat … guruku mengirim aku ke
vicenzza untuk mengantikan dia dalam sebuah pameran seni bersama dengan yubin …
“ junho menghela nafas dan duduk bersadar mencoba membuat tubuhnya rileks “aku
tidak pernah tahu jika siwon sangat menginginnkannya … “ junho menoleh kearah
nichkhun yang memperhatikannya dengan serius “dia bertanya pada guru kami
kenapa aku yang dia pilih dan kenapa bukan dia yang di kirim ?!”
“lalu ?!”
tuntut nichkhun pada junho agar melanjutkan ceritanya
“tiba-tiba
dia datang dan mengatakan padaku … jika dia sangat menginginkan tangan ku … dia
berkata agar aku menjaga dan bersyukur karena memiliki tangan ini … dan
keesokan harinya dia pergi ke amerika … tanpa berkata apaun lagi padaku …
setelah lama waktu berlalu aku mendengar dia meneruskan perusahaan ayahnya dan
tidak jadi pelukis lagi …”
*
*
In nichkhun
home
Nichkhun
duduk di atas kasurnya bersadar dengan nyaman di haedbed dengan satu buku tebal
yang ada di pangkuannya yang ternyata adalah sebuah scenario filem terbarunya
yang akan segera dia perankan .berulang kali nichkhun membaca dialognya namun
entah mengapa seolah kata-perkata yang dia baca sama sekali tidak masuk ke
dalam otaknya seolah apa yang dia lakukan sejak tadi hanya mengukir di atas air
… semua sia-sia saja dia bahkan tidak mengerti makna setiap dialog yang dia baca
padahal nichkhun memang sangat cerdas dan terbiasa untuk menelaah skrip
“huuuhhhh …”
nichkhun menghenbuskan nafas beratnya dengan tangan yang mulai menutup lembaran
tebal kertas yang ada di pangkuannya tadi
Nichkhun
menautkan kedua telapak tangannya tanpa dia sadari kedua tanganya saling
meremasa saat dia mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu saat dia masih
bersekolah di amerika
Flash back
“nichkhun … “
mendengar ada seseorang yang memanggilnya membuat nichkhun seketika menoleh ke
samping kanan dimana suara itu berasal
“ne … waeyo
?!” Tanya nichkhun pada sosok namja yang berjalan mendekatinya
“kau ikut
dengan ku dan juga donghae … kami akan mengadakan pesta …” tawar namja itu pada
nichkhun yang masih duduk di bangku panjang yang ada di bawah pohon besar di
depan kelas mereka
“pesta apa
?!”
“hanya
sekedar acara berkumpul antara semua siswa korea yang bersekolah disini … hanya
siswa korea saja yang hadir …”
“tapi ibuku
orang china … ayahku orang Thailand …lalu ?!” Tanya nichkhun bingung
“kau kan
tinggal di korea karena ayahmu punya perusahaan di sana lagi pula kau juga
bergaul dengan baik bersama kami …”
“baiklah aku
akan ikut dengan mu …”
“oke … aku
akan memberikan alamatnya lewat pesan singkat padamu …oke “
“ne ..”
In night
club
“siwon ?!
kenapa kau tidak ikut menari bersama
mereka ?! hanya duduk saja di sini ..” nichkhun bertanya seraya meminum
minuman beralkohol yang ada di dalam gelas miliknya pada sosok namja yang sejak
tadi duduk di sampingnya
“aku sengaja
,… hanya ingin menemanimu saja ..” jawab namja itu ramah dan tersenyum pada
nichkhun menampakan lesung pipitnya yang membuat banyak orang terpesona tapi
tidak bagi nichkhun
“si…siwon-shi
… aku … aku sudah mengatakan padamu … maaf … “ nichkhun menunduk bersalah pada
salah satu temannya itu.
“gwaenchana
…” ujarnya santai . sesungguhnya nichkhun sudah merasa lega saat dia bisa
mengatakan pada siwon jika dirinya itu hanya menganggap siwon sebagai teman dan
tidak lebih apa lagi jika nichkhun masih menyukai seorang wanita tapi kelegaan
nichkhun itu tidak dapat berlangsung lama karena ternyata walau nichkhun sudah
menjelaskan semuanya pada siwon namja itu masih saja tetap mendekati dirinya
tanpa kenal lelah bersikap dengan sangat baik pada dirinya walau nichkhun tidak
pernah memberikan namja itu harapan
“jangan
melamun seperti itu … ini … minumlah lagi …”siwon memberikan satu gelas berisi
minuman pada nichkhun yang dia terima sebagai rasa menghargai mana mungkin
namja berpendidikan dan juga sopan seperti nichkhun akan menolak kebaikan
seseorang . dan tanpa di sadari oleh nichkhun seringai setan mulai muncul di
dalam diri siwon tat kala matanya menangkap bayangan nichkhun yang meminum
minuman itu
*
*
*
*
*
“enghh … “
nichkhun mengerang saat dia membuka matanya baru saja terjaga dari tidur
panjangnya malam ini .
“akhh …”
rintih nichkhun saat dia menggerakan tubuhnya , dia merasakan jika tubunya
terasa sangat tidak nyaman dan sakit . nichkhun membuka matanya dengan sempurna
sedikit mengerutkan dahi saat melihat tempatnya berada saat ini bukanlah kamar
pribadi miliknya
“dimana ini
?!” Tanya nichkhun pada dirinya sendiri , dia meringis saat merasakan bagian
tubuh bawahnya begitu terasa sakit . nafasnya seolah berhenti saat dia
menyadari dirinya tertidur dalam kaadaan naked dan jauh lebih parah dirinya
sama sekai tidak terhalang oleh apapun bahkan walau hanya sebuah selimut tipis
sekalipun
Tenggorokannya
tercekat tidak dapat mengeluarkan suara dengan wajah yang begitu pucat , mulut
nichkhun terbuka dan tertutup mencoba mengambil udara dalam untuk memenuhi
kebutuhan pasokan udara dirinya walau pada kenyataan dia tetap saja merasa
sangat sesak. Dia memperhatikan dirinya sendiri yang begitu terlihat kacau
dengan tubuh kotor penuh dengan cairan putih yang mengering di atas kasur yang
berantakan tanpa pikir panjang lagi nichkhun segera bangun memunguti pakaiannya
dan mengenakan pakaian itu asal . dia hanya ingin segera keluar dari ruangan
terkutuk baginya ini dan menenangkan diri dari segala keterkejutan yang dia
alami pagi ini
“apa ini ?!”
nichkhun menemukan sebuah keeping cd di antara baju-najunya yang berserakan cd
yang di tempeli label di atasnya dalam tulisan hanggul yang kira-kira berbunyi
“kau hebat … bagaimana jika orang-orang tahu pewaris perusahaan farmasi
terbesar di asia berkelakuan seperti ini “ nichkhun membolak balikan wajahnya
ke kanan dan ke kiri mencoba mencari benda apa saja yang bisa dia gunakan untuk
memutar cd tersebut dan ahirnya pandangan nichkhun tertuju pada sebuah laptop
yang tergeletak di meja . dengan segera dia menghampiri meja itu menyalakan laptopnya
dan memutar cd itu dengan perasaan yang carut marut
Nichkhun
mennutup mulutnya yang ternganga dengan telapak tangan kanannya saat
menyaksikan adegan yang tersuguh dalam cd yang dia temukan tadi , bagaimana
mungkin dirinya bersikap seliar itu dalam rekaman cd tadi . dia yang dengan
begitu agresif menerjang namja lain yang ada di hadapannya yang sama sekali
tidak dia kenal lalu berganti dengan namja yang dia kenali siwon … rekaman itu terlihat
seolah nichkhun yang begitu ingin melakukan hal-hal yang tidak senonoh yang ada
dalam cd tersebut seolah dia yang begitu haus akan seks. Melakukannya dengan
beberapa namja lain setelah dengan siwon pada round pertama. Nichkhun jatuh
terduduk di depan laptop itu masih melihat dirinya dalam layar lapto yang
terlihat sangat menjijikan lebih menjijikan dari seorang pelacur sekalipun.
Nichkhun memutar otaknya mencoba mengingat apa yang sebenarnya terjadi semalam
yang hanya membuat otaknya semakin sakit membuat dia menjambak rambutnya dengan
keras menahan rasa sakit itu
“AAAARRRRGGGGTTT
… “ nichkhun terdiam dengan tubuh yang terduduk di lantai kedua tangannya masih
menjambak rambutnya sendiri matanya perlahan memanas dan perih memaksa dirinya
untuk meneteskan air mata dengan kaki yang di tekuk hingga dadanya
“minum ini
!” suara siwon terdengar di telinganya , dia mengingat saat malam tadi dia
meminum minuman yang di berikan siwon , beberapa gelas hingga dia merasa
kepalanya berat dan terasa gerah , dia merasa panas menjalar di seluruh
tubuhnya yang seolah memerintah dirinya untuk melepaskan kain yang melekat pada
dirinya … dan setelah itu dia tidak mengingat lagi apa yang terjadi
Flashback
and
Nichkun
mengepalkan kedua telapa tangannya yang bergetar dengan hebat , dadanya naik
turun dengan tidak beraturan nafasnya terengah-engah dengan mulut yang terbuka
,setetes air mata lolos menerobos pertahan nichkhun membuat dia masuk kedalam
kategori menangis saat ini .
“hiks …hiks
…” nichkhun tidak mengerti kenapa hal itu harus terjadi padanya , dia begitu
takut dengan ancaman siwon saat itu yang mengatakan akan menyebarkan rekamannya
dengan tanpa menampakan dirinya sebagai salah satu pemeran demi nama baiknya
sendiri. Nichkhun tahu jika keluarganya adalah keluarga yang terpandang sebuah
keluarga yang bisa di katakan kaya dan berkuasa tapi sayang kekuasaan dan kekayaan
keluarga nichkhun tidak sebesar keluarga siwon . nichkhun yakin dia hanya akan
menyeret keluarganya dalam kebangkrutan jika dia melawan siwon saat itu hingga
dia memutuskan untuk meninggalkan amerika dan kembali ke korea … setelah
bertahun-tahun dia merasa tenang dengan tidak pernah mengetahui keberadaan
siwon dan demikian siwon seolah tidak pernah mengganggunya selama ini tiba-tiba
berbeda sejak dia mengenal junho dan pertunangan mereka membuat siwon kembali
muncul dengan lukisan dirinya yang dia kirim pada junho menandai jika sejak
awal siwon memang sudah memperhatikan dirinya
In chansung
apartment
Wooyoung
memutuskan tautan bibirnya dengan chansung dalam cara menolehkan wajahnya ke
samping kiri memuat bibir mereka terlepas “aku harus pulang …” ujarnya
menjelaskan alasan mengapa dirinya memutuskan tautan itu secara sepihak
“menginaplah
disini …” pinta chansung lembut sama sekali tidak ada rona memaksa dalam kata
maupun wajahnya . dia membelai poni pirang wooyoung yang ada di depannya
wajahnya . saat ini wooyoung tengah berbaring dengan sedikit terduduk (?)
(maksudnya berbaring tapi punggungnya di ganjal bantal yang tinggi membuat dia
seolah lagi baringan di kursi berjemur hanya saja ini di atas kasur chansung
sementara chansung berbaring menyamping di pinggir wooyoung dengan menggunakan
tanganya sebagai penopang agar bsia sejajar dengan wooyoung)
“kau tahukan
aku sangat sibuk … aku tidak akan punya waktu lagi mulai besok … hari ini saja
aku sengaja meminta waktu untuk istirahat …”
Chansung
membelai pipi wooyoung dengan sayang “wajahmu terlihat tirus … kau pasti sangat
lelah … “
“tentu saja
tapi aku harus tetap melakukannya demi fans yang juga setia mendukungku … tanpa
lelah … mereka mengantri berjam-jam … meluangkan waktu hanya untuk melihat
penampilanku di atas panggung … aku sangat menghargainya …”
“kalau
begitu … “ chansung berbalik mengambil sesuatu dari dalam laci meja nakas di
samping ranjang dan kembali berbalik menghadap wooyoung “ini kunci apartment ku
… kunjungi aku … saat kau punya waktu … “
Wooyoung
tertawa ringan dan mengambil kunci itu dari tangan chansung “chansung-ah …
kenapa tidak mengatakan saja berapa kode pintu nya ?! kenapa kau malah
memberikan aku kunci nya ?!” Tanya wooyoung penasaran dan malah meledek
chansung
“karena …
jika aku mengatakan padamu kode kuncinya … mungkin saja kau lupa untuk
mengunjungiku … tapi jika kau memegang kunci itu maka kau akan ingat jika ada
seseorang yang menunggumu di sini … “ chansung bicara dengan nada yang begitu
serius membuat wooyoung tertegun memperhatikan wajah chansung dalam diam
“setidaknya
aku akan merasa ada seseorang yang akan datang melihat keadaan ku … setidaknya
saat aku tertidur di malam hari hingga aku tidak mengetahuinya “ wooyoung hanya
menggenggam erat kunci itu di tangan kanannya dengan mata yang masih memandang
chansung dia mengerti jika chansung hanya ingin membohongi dirinya sendiri
sekalipun wooyoung tidak datang dia akan menganggap wooyoung datang karena
ingat padanya degan memandang kunci itu
“a…aku ….
Aku akan datang …” ujar wooyoung menajawab pernyataan chansung
In junsu
studio
“melodi itu
terdengar aneh ….” Junsu mencoba menakan tuts piano yang ada di hadapannya
sekali lagi . sedangkan taec yang duduk di sampingnya hanya memandnag jari
jemari lentik junsu dengan kagum “jika ingin berduet dengan ku … kita harus
berlatih harmoni lagi … “
“junsu
bagaimana jika kita membuat lagu duet bersama … “ tawar taec dengan tangan yang
menekan tuts piano dengan asal merusak meodi yang junsu sudah buat dengan susah
susah
“baiklah …
bagaimana melodinya ?!” Tanya junsu menarik jemarinya dari piano dan beralih
memperhatikan jari-jari taecyeon
Taec
meregangkan jari-jari tangannya hingga mengeluarkan bunyi derikan seolah
tanganya itu patah membuat junsu malah ngilu melihatnya “dengarkan ini …” taec
mulai memainkan piano dengan melodi yang ceria
“tunggu …
bagaimana jika seperti ini …” sekarang giliran junsu yang memainkan piano dan
taec yang memperhatikannya dengan seksama. Junsu memainkan piaono dengan melodi
yang bagitu indah hingga di yakini dapat menyentuh hati siapapun yang
mendengarnya ekspresi junsu juga sangat menghayati alunan music itu seolah dia
terbawa kedalam perasaan iramanya
“heeyy … itu
lagu yang sedih … “ protes taecyeon pada junsu dan kembali mengambil alih piano
itu memaiankan sebuah melodi yang dia angggap sangat bagus
“heyy itu
malah terdengar seperti lagu yang tanggung … tidak bisa di kategorikan balad
ataupun beat …”
“seharusnya
ekspresi jatuh cinta itu di wakili dengan nada yang ceria seperti ini …” junsu
menggelengkan kepalanya kekeh
“anii …
jatuh cinta ???! melodinya harus yang terasa sangat manis seperti ini …” dia
kembali memainkan piano itu
“junsu-ahh
!!!!!” teriak taec mengagetkan junsu
“wae ?!!”
Tanya junsu heran sekaligus bingung dan kaget saat taec berteriak padanya
Taec
merunduk menempatkan dagunya di bagian atas piano “junsu-ah … “ucapnya begitu
lembut membuat junsu berhenti bermain piano dan memandang wajah taec yang ada
di samping depannya “aku jatuh cinta … padamu …” ujarnya lagi meletakan
kepalanya di atas piano dengan wajah yang menghadap junsu
“kau bisa
merasakan bukan ?! saat jatuh cinta suasana di sini terasa manis …jadi
melodinya juga harus manis … ” kekeh junsu dengan pendiriannya membuat taec
segara duduk menegakan tulang belakangnya menatap junsu geram
“manis
…manis …manis … aku akan belikan permen yang banyak untuk mu jika kau suka yang
manis “ gerutu taec dengan wajah kesalnya dan memandang lurus kearah piano
Junsu
tersenyum kecil dan mendekatkan dirinya pada taec
Chu~ sebuah
kecupan manis mendarat dengan manis di pipi kanan taec membuatnya terdiam
seribu bahasa “apa terasa manis ?!” Tanya junsu menggoda walau pada
kenyataannya wajah junsu sendiri sudah merona hebat akibat ulahnya sendiri
“tidak …”
jawab taec dengan polos . junsu menarik dirinya menjauh dari taec dengan wajah
bingungnya “akan terasa manis jika …” tanpa di duga sebelumnya oleh junsu jika
taec akan menarik tengkuk lehernya mendekatkan bibir junsu kearahnya membuat
bibir mereka menempel dengan sempurna . junsu yang membulatkan mata hanya
terdiam saat taec mulai melumat dan mengulum bibir bawahnya
“begitu baru
manis …” goda taec menyenggol lengan junsu dengan lenganya sendiri .
Junsu yang
masih shock langsung memegang bibirnya dengan jari telunjuk dan jari tangah
tangan kanannya “yach !!! dasar mesum !!!” umpat junsu kesal dengan wajah yang
sudah semerah kepiting rebus siap saji
itu. Junsu memajukan bibirnya dengan tangan yang dia kibas kibaskan di depan
wajahnya mencoba untuk mengurangi rasa panas di wajahnya yang membuat efek
merah itu terlihat jelas di kulit wajah junsu
“yach jangan
memajukan bibirmu seperti itu … atau jangan jangan kau mau aku mencium mu lagi
ya ?!” goda taec semakin menjadi yang tak pelak membuat junsu terdiam membatu
dengan wajah yang semakin panas saja
in chansung apartement
"haus sekali ?!" chansung yang tengah mendengarkan musik melalui
ear phone miliknya dalam posisi berbaring itu segera beranjak memaksakan tubuh
malasnya untuk menuju dapur mengambil suatu minuman
chansung membuka lemari pendingin yang ada di dalam satu sudut dapur
kemudian mengambil satu kotak jus merek tertentu lantas dia berbalik untuk
mengambil gelas di bagian atas lemari. walau tubuhnya itu sudah terlanpau
tinggi tapi masih saja dia menyimpan gelas di tempat yang lebih tinggi dari
tubuhnya membuat dia harus menjinjitkan kakinya. tangan chansung meraba-raba
bagian atas lemari dengan santai mencoba untuk mancari gelas yang bersih namun
tanpa di duga pergelangan kaki chansung yang berjinjit itu bergetar dan oleng
seolah begitu lentur membuat dia segera kembali memijakan kakinya ke lantai tak
mau memaksakan lagi untuk untuk berjinjit
"ahhh ... sakit sekali ..." chansung meringis sekaligus
berjongkok untuk melihat pergelangan kakinya sendiri yang terasa begitu sakit .
chansung menghela nafas berat saat mengingat jika dirinya pernah cedera dan
seharusnya dia masih menjalani perawatan hingga saat ini.
beberapa hari kemudian
the day
"hyung kau sudah siap ?!" sebuah suara ceria menyeruak dari arah
pintu dan masuklah sosok namja imut ke dalam salah satu ruangan yang ada di
salah satu hotel ternama di seol itu . namja imut bernama wooyoung itu berjalan
menghampiri namja lainnya yang berdiri di depan cermin sejak beberapa jam yang
lalu
"ne ... apa sudah akan di mulai ?!" tanya nichkhun berbalik
menghadap wooyoung membelakangi cermin yang sejak tadi menjadi temannya
menunggu waktu
"ne ... kajja ?!!" wooyoung menggandeng tangan nichkhun
menariknya keluar dri ruangan itu sementara nichkhun hanya berjalan
mengikutinya
acara pernikahan itu berjalan dengan khidmat hingga saat acara resepsi yang
juga di langsungkan di hotel itu . pada upacara pernikahan hanya di hadiri
kelurga dan orang terdekat keluarga mereka saja namun dalam acara resepsi ini
seperti tamu yang datang juga sangat banyak tapi tak lantas membuat senyum di
bibir nichkhun maupun junho sirna karena kata lelah.
seseorang menepuk pundak nichkhun dari belakang membuat dia segera berbalik
untuk melihat orang itu . senyum nichkhun seolah hilang begitu saja dari
bibirnya bahkan nafasnya sempat terhenti beberapa saat ketika melihat orang
yang ada di hadapannya
"selamat atas pernikahan mu !" namja itu mengulurkan tangannya
kepada nichkhun mengajak untuk selaing berjabat tangan sedangkan nichkhun masih
memandang namja itu dalam diam
"kau tidak mau berjabat tangan dengan ku ?!" tanya namja itu lagi
. nichkhun perlahan bangun dari alam tidak sadarnya dan membalas jabatan tangan
namja tadi . hanya sekilas yah itulah yang nichkhun pikirkan karena begitu
tangan mereka saling menyentuh nichkhun segera kembali menarik tanganya namun
namja itu malah memegang tangan nichkhun dengan erat . raut wajah nichkhun
mengeras memandang tajam namja di depannya itu yang malah tersenyum seolah
ramah , dia mencondongkan tubuhnya ke depan mengarahkan wajahnya ke telinga
nichkhun
"bukankah kau itu menyukai yeoja ?! atau karena kenangan masa lalu
kita sekarang kau sudah berubah ?!" bisik namja itu di telinga nichkhun
nichkhun menarik paksa lengannya dan memandang namja itu semakin sengit
setelah mendorongnya menjauh dari tubuh nichkhun "dulu aku menyukai yeoja
... tapi ... ternyata ada namja yang bisa membuatku jatuh cinta padanya tidak
seperti orang lain yang malah melakukan hal yang membuat ku semakin membencinya
..."
namja itu tersenyum kecut "semoga pernikahan mu ini berjalan dengan
baik ... aku harap setelah dia mengetahui semua masa lalu mu ... dia akan tetap
berdiri di samping mu ..." lagi-lagi namja itu tersenyum seolah ramah dan
menganggukan kepalanya tiada arti hanya untuk meledek nichkhun . setelah itu
dia berjalan meninggalkan nichkhun menuju kerumunan orang lain di pesta itu
"hyung ... kenalkan dia chansung ... aku mengundangnya ..." tanpa
nichkhun sadari karena sibuk dengan hatinya yang terbakar emosi dia sampai
tidak menyadari jika wooyoung sudah berdiri di dekatnya bersama seorang namja
tinggi yang tampak gagah di depannya
"ne ... nichkhun imnida ..." nichkhun mengulurkan tangannya
berjabatan tangan ramah dengan chansung
"hwang chansung imnida ..." balas chansung juga sama ramahnya
dengan nichkhun
"kalian .... ?!!" nichkhun menunjuk chansung dan wooyoung
bergantian menuntut sebuah penjelasan tentang apa hubungan mereka mungkin ?!
wooyoung yang mengerti akan tatapan nichkhun langsung menanggapinya
"dia ... koreograferku ..." kedua alis nichkhun bertaut saat
mendengar jawaban wooyoung setahu dirinya wooyoung tidak akan pernah membawa
orang asing bersama dengannya lagi pula mengenalkan koreografernya pada
nichkhun ?! itu sama sekali tidak penting bagi wooyoung "dia ... juga
pacarku ..." tambah wooyoung dengan sangat pelan . nichkhun terkekeh
karena sikap wooyoung yang seolah begitu berat mengakui chansung sebagai ke
kasihnya lain halnya dengan chansung yang membulatkan mata shock dengan
pangkuan wooyoung . tapi sama sekali tidak di pungkiri olehnya dia begitu
senang dengan pengakuan wooyoung tadi
di salah satu sudut tempat pesta
"huwaaa !!!" junsu terkaget saat satu tangan manarik pergalangan
tangan kanannya bersembunyi di tikungan tembok .
"ssshhhhttt" taec menaruh jari telunjuknya di bibir sendiri
mengisyaratkan junsu untuk tidak bersuara dan yang di perintan langsung
mengerti
"junsu... aku harus berangkat malam ini juga ke jepang ... mungkin
bulan depan aku baru bisa pulang ...." keluh taec dengan wajah yang begitu
lesu membuat junsu juga ikut-ikutan melemas
"kapan kau akan berangkat ?!"
"setelah pesta ini selasai ..."
"MWO ???!!!" junsu meninggikan nada bicaranya membuat taac
terpaksa membekap mulut junsu dengan telapak tangannya
"junsu...chagya ... di sini banyak sekali orang dan wartawan ...
bukankah kau tidak ingin mengakuiku sebagai kekasih mu ... jadi jangan
berteriak ,arra ?!" junsu mengangguk dengan cepat masih dalam bekapan taec
. dan perlahan taec melepaskan bekapan tangannya pada junsu
"kenapa sangat menadadak sekali ?!" protes junsu tidak terima
dengan wajah yang di tekuk dan bibir yang di majukan persekian senti begitu
menggemaskan di mata taecyeon
"yach ... jangan bersikap seperti itu !! kau membuat aku tidak mau
pergi ..."
"kalau begitu jangan pergi " junsu masih saja menampakan wajah
cutenya dengan bibir yang cemberut imut mencoba menahan kepergian taec
"jangan cemberut seperti itu ,ne ??!!! kau membuat aku ingin mencium
mu !!!" ancam taec dengan mengacung-ngacungkan jarinya di depan wajah
junsu mengancam namun itu sama sekali tidak membuat junsu takut padanya
"lakukan saja jika kau berani ... di sini banyak sekali orang
taecyeon-shi " tantang junsu begitu percaya diri
"jinjjayo ?!!!" taec meragangkan seluruh sendi jari jemarinya
menakannya hingga menimbulkan bunyi krek krek yang menakutkan layaknya penjahat
di dalam drama-drama. junsu malah mengangguk dengan wajah polos yang malah di
anggap begitu menggoda iman taec dan pada ahirnya mata junsu membulat saat
tanpa aba-aba taec memeluknya dan menempelkan bibir mereka dalam gerakan yang
cepat
beberapa hari kamudian
in hospital
"jadi aku tidak bisa menari lagi ?!" chansung bertanya dengan
nada datar sedangkan matanya memandang meja sama sekali tidak mau beradu
pandangan dengan sang dokter yang duduk di depannya
"terahir kau menjalani pemeriksaan di amerika ... bukankah dokter
sudah mengatakan padamu agar tidak melakukan kegiatan yang berat ?! olah raga
berat seperti bela diri dan juga menari ..." tanya dokter itu memukul
telak hati chansung
"ne .... tapi mana mungkin aku berhenti melakukan keduanya ... kedua
hal itu adalah hidupku ..."
"jika kau masih saja memaksakan dirimu ... kau bisa kehilangan kaki
kanan mu kau tahu !?"
chansung mendengus pasrah seraya mengangguk menjawab pertanyaan dokter itu
padanya
in chansung apartment
chansung menekan beberapa angka sebagai kode pintu lalu dengan lunglai
memasuki apartmentnya. chansung membuka sepatu yang dia gunakan dan
menggantinya dengan sandal rumah . satu langkah kaki kanannya saat menapak di
lantai membawa chansung untuk memandang pergelangan kakinya dengan intens
membuatnya teringat perkataan dokter tadi untuk menyuruhnya berhenti melakukan
kegiatan berat jika dia tidak mau kehiangan kaki kanannya ini
"kau sudah pulang ?!!! aku pikir tidak akan bisa bertemu dengan mu
dulu ...aku sudah mau pergi .... padahal aku menunggumu cukup lama di sini
..." chansung tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya saat dia melihat
wooyoung ada di dalam rumahnya itu . menunggunya untuk bertemu sungguh hal yang
begitu jarang dia dapatkan dari seorang jang wooyoung
"sejak kapan kau menungguku ?! kenapa tidak menelpon ku dulu saat
datang ?!" chansung segera berjalan mendekati wooyoung yang tau-tau
berdiri di ruang tamu memandangnya yang masih berdiri di depan pintu masuk tadi
"cukup lama ... aku membawakan makanan untuk mu ... " wooyoung
menujuk arah meja yang ada di pentri lalu melirik jam yang melingkar di
pergelangan tangan kirinya "tapi sayang sekali aku sudah harus pergi
...waktu makan siangku sudah habis ... " sesal wooyoung dengan wajah
kecewa
chansung mendekati wooyoung dan memeluknya dengan lembut " hanya tahu
kau datang ... aku sangat senang ... mungkin aku tidak akan pernah keluar rumah
lagi jika tidak bersama dengan mu karena aku takut saat kau datang aku malah
tidak ada ..."
"yach ... tidak mungkin kau akan terus saja diam di rumah ... kali ini
aku ingin memberimu kejutan makanya aku tidak menelpon ... tapi lain kali aku
akan menelpon mu dulu ..."
"aniya .... terus saja berikan kejutan untuk ku ... aku ingin kau
selalu memberikan kejutan seperti ini ... aku sangat berharap saat aku tidur sendirian
di malam hari tapi ... keesokan harinya aku terbangun dengan kau yang ada di
sampingku ..." ketus wooyoung walau tangannya membalas pelukan chansung
"terlalu banyak berharap !!!" ketus wooyoung walau tangannya
membalas pelukan chansung. chansung melepaskan pelukannya dan tersenyum
"bukan kah kau harus segera pergi?!"
"mmm .... " wooyoung mengangguk "oh iya ... aku akan
menghadiri acara penghargaan besar di jepang ... kau akan menyiapkan penampilan
yang terbaik untuk ku kan ?!"
"ne ?!" chansung terdiam memandang wajah wooyoung yang penuh
harap padanya seolah mengatakan pada dirinya sendiri bahwa dia tidak mungkin
menolak apa yang wooyoung minta sementara dirinya sendiri tidak dapat melakukan
hal yang itu saat ini
"waegeure ?!" wooyoung terlihat khawatir melihat perubahan
ekspresi chansung yang menjadi murung saat dia membicarakan hal itu "aku
benar2 ingin menemui mu ... bukan untuk masalah pekerjaan ini ... aku benar2
ingin bertemu dengan mu dan memberikan kejutan ... jangan salah paham ..."
wooyoung langsung menggelengkan kepalanya dengan panik mencoba untuk
menjelaskan semuanya pada chansung . yang dia pikir salah paham dengan dirinya
"aniya ... aku tidak salah paham ... tenang saja ..." chansung
membelai rambut wooyoung dengan lembut seraya tersenyum seperti biasanya
"tapi ... benarkah ?! kau tidak salah paham ?!" tanya wooyoung
masih menyangsikan jawaban chansung
"tentu saja ... aku tidak akan salah paham padamu ... " chansung
meletakan kedua tangannya di bahu wooyoung satu persatu "aku pasti akan
membantumu untuk menampilkan penampilan yang tidak akan pernah terlupakan ...
semua orang akan begitu terkagum padamu ..." lanjut chansung menyakinkan .
wooyoung langsung mengangguk semangat dan memeluk chansung dengan erat
"gomawo " ujarnya masih dengan memeluk chansung
'hanya kali ini ... lakukan hanya satu kali ... kau tidak mungkin
meninggalkannya tanpa kenangan terahir chansung-ah ... hanya satu kali saja dan
semuanya akan baik-baik saja ' chansung mengangguk mantap dan memebals pelukan
wooyoung padanya setelah dia bergumam dalam hati kecilnya itu menyakinkan
dirinya sendiri
Next day
“selamat pagi … “ junsu menyapa ayah dan ibu junho dengan ceria di pagi
hari itu. Yah tidak ada yang melupakan jika junsu tinggal bersama dengan orang
tua junho bukan ?! . junsu mengambil tempat duduk di depan ibu junho sedangkan
ayah junho duduk di kursi utama
“belakangan ini kau sangat ceria … ada apa ? kau jatuh cinta ?!” goda
nyonya lee pada junsu yang tengah menyeruput tehnya
“uhukk …. Aniya … jangan menggodaku begitu …” protes junsu pada nyonya lee
yang adalah adik dari ibunya
“bagaimana perkejaan mu ?! apa semuanya lancar ?!” junsu mengangguk saat
tuan lee ikut-ikutan berbicara dengannya
“semuanya lancar … aku merasa sangat senang karena semakin hari semakin
banya orang yang bisa aku hibur dengan suaraku … banyak orang yang menyukai
suara ku … “ tuan lee hanya terkekeh meihat eksprei junsu yang begitu
bersemangat pagi ini terlebih karena semalaman junsu pulang pada jam 4 pagi
karena seusai pesta pernikahan junho dan nichkhun dia menghabiskan waktu
bersama dengan taecyeon hingga pagi setelah itu taec berangkat dengan
menggunakan penerbangan pertama di pagi ini menuju ke japang
Tuan lee memandang dengan tajam koran yang ada di tangannya terlebih
melihat foto yang terpampang di bagian halaman depan koran tersebut apa lagi
saat dia membaca tulisan yang mengiringi foto tadi “kencan rahasia anatara
penyanyi pendatang baru dan model ternama ?!” tuan lee membaca tulisan yang ada
di koran itu lalu memandnag junsu dengan tatapan tanda tanya
“wae ?!” junsu menggantungkan sendok sup yang hampir saja dia masukan ke
dalam mulutnya saat ini begitu merasakan dirinya mendapat tatapan tidak
mengenakan dari tuan lee
“lihat ini …” tuan lee memberikan koran yang tengah dia baca pada junsu
sementara nyonya lee juga ikut menghentikan aktifitas makan nya dan ikut
memperhatikan junsu dengan penasaran
Junsu memandang foto yang terpampang di bagian depan koran itu dengan mata
yang membulat hampir saja keluar dari tempatnya begitu melihat foto dirinya
yang berciuman dengan tak di cetak dalam skala besar walau memang di buramkan
tapi dia sangat yakin orang-orang akan tahu jika itu adalah dirinya dan taec
Di suatu tempat
“ini minumlah …” nichkhun menyuguhkan minuman dalam gelas transparan pada
junho yang tengah duduk di kursi santai yang ada di balkon kemar mereka. Saat
ini junho dan nichkhun tengah menghabiskan waktu berbulan madu berdua di dalam
sebuah kapal pesiar mewah dengan rute keliling eropa selama dua pekan. Kamar
yang mereka tempati begitu luas dengan berbagai fasilitas yang sama mewahnya
dengan loby resto dan beberapa pasilitas lainnya. Kamar yang mereka tempati
memiliki tempat layaknya balkon kamar biasa dimana terdapat kursi berjemur yang
mengarah ke arah laut hingga setiap mereka duduk di sana mereka bisa melihat
pemandangan laut dalam kapal yang berjalan (kaya yang waktu itu ada di acara
apa gitu yang liburan pevita piers sama marcel
“meninggalkan pekerjaan mu untuk melakukan perjalan yang cukup lama.. apa
tidak akan menimbulkan hal hal yang tidak di inginkan ?!” tanya junho menerima
minuman dari tangan nichkhun .
Nichkhun mengambil posisi untuk duduk di samping junho “apa maksud mu
dengan mengatakan hal itu ?!”
“aniya ….aku hanya bercanda saja … ”
“bagaimana jika kita jalan-jalan ?!” tawar nichkhun dengan semangat
sepanjang melam kemartin mereka menghabiskan waktu berdua di dalam kamar belum
sempat berjalan-jalan di atas kapal itu membuat nichkhun juga penasaran
“baiklah kajja …”
Dan disinilah mereka sekarang di atas kabin paling atas kapal dimana
terdapat kolam renang dan berbagai pasilitas lainnya
Nichkhun berdiri di pinggir pagar pembatas menempatkan kedua tangannya di
sana emandnag pemandangan laut yang seolah terbelah di depannnya karena kapal
tengah melaju “saat sampai di eropa .. negara mana yang ingin kau datangi
pertama kali ?!” nichkhun menolehkan kepalanya ke samping kiri dimana junho
berdiri di sana
Bukannya menjawab junho malah tersenyum dan memperhatikan wajah nichkhun ,
angin yang begitu kencang menerpa wajahnya membuat rambut nichkhun yang sedikit
panjang itu terus saja terhempas ke sana kemari walau sesekali sang pemilik
rambut membenarkannya
“kenapa kau melihatku seperti itu ?!”
Junho berbalik memandang arah depan sama seperti apa yang nichkhun lakukan
sebelumnya “hanya merasa sangat bersyukur karena bisa memiliki mu …”
walau dengan rona bahagia yang terlihat jelas di wajahnya nichkhun tetap
saja berdecih mengingkari jika dirinya suka junho berkata seperti itu padanya
“udaranya mulai dingin … lebih baik kita masuk saja kembali ke kamar … “
“akan ada pesta jamuan nanati malam …. Aku akan menyusul mu ke kamar tapi
aku harus menemui seseorang terlebih dahulu “
“kau menyiapkan kejutan untuk ku ?!” terka junho dengan sangat tepat walau
memang dia terkesan sangat percaya diri tapi memang itu yang akan nichkhun
lakukan
“sudah sana pergi saja !” nichkhun membalikan tubuh junho membelakanginya
lalu mendorong junho menajuh darinya
In khunho room
Tok tokk tokk
Junho yang sudah berada di dalam kamar segera menghampiri pintu masuk dan
membuka pintu itu karena dia mendengar suara pintu yang di ketuk
“selamat malam tuan … ada kiriman untuk anda …” seorang pelayan memberikan
satu bungkusan pada junho . junho tersenyum dan segera mengambil bungkusna
tersebut , dalam hati junho yakin jika nichkhun yang mengirim bungkusan ini
untuknya mengingat percakapan mereka di kabin atas tadi sore
“terimakasih “ pelayan itu segera membungkuk dan berlalu meninggalkan junho
yang kembali masuk ke dalam kamarnya dengan bungkusan yang ada di tangannya
dI luar ruangan
“kau sudah meberikannya pada orang itu ?!” tanya seorang namja dengan topi
hitam yang dia pakai pada pelayan yang baru saja mengantar bungkusan itu pada
junho
“iya saya sudah mengantarkannya …” jawab pelayan itu singkat
“baguslah … ini untuk mu “ namja tadi segera memberikan setumpuk uang pada
pelayan tadi . pelayan itu langsung membungkuk hormat dan setelah dia
berterimakasih pelayan itu segera pergi meninggalkan namja tadi yang tersenyum
misterius di balik topinya yang menutupi sebagian wajah namja tadi
Beberapa saat kemudian namja itu tersenyum begitu bahagia saat melihat
nichkhun berjalan kearah kamarnya dengan senyum yang terukir jelas di bibirnya
“kita lihat apa kau akan bisa tersenyum seperti itu setelah ini ?!” ujar namja
itu dengan santai masih memperhatikan nichkhun yang sekarang sudah masuk ke
dalam kamarnya
In korea
“jadi gosip itu benar dasar tidak tahu diri kau
pikir kau itu siapa ? beraninya kau memanfaat kan taecyeon oppa !!!”
“dasar tidak tahu diri … aku ingin oppa
berpacaran dengan yeoja bukan dengan namja seperti mu !!!”
“berengsek jangan mendekati ok taecyeon lagi atau
kau akan aku bunuh !!”
“namja murahan yang menggoda orang lain agar bisa
terkenal !!!”
Seseorang segera menutup laptop yang tengah junsu pandangi dengan
lekat-lekat selama berjam-jam sejak pagi yang lalu membuat junsu segera
mendongak dengan wajah yang menyiratkan raut protes darinya
“jangan membaca atau melihatnya apa lagi menanggapi hal semacam itu … “
ujar seorang namja yang lebih tua dari junsu padanya
Junsu kembali menuduk dia bahkan tidak bisa keluar dari gedung kantor
managementnya sejak pagi tadi karena banyaknya fans taecyeon yang berdemo di
depan kantor itu untuk menuntut junsu menjahui taecyeon atau juga untuk sekedar
memaki dan mencaci junsu dengan berbagai perkataan yang begitu menyakitkan
beberapa dari mereka bahkan melempari mobil vent junsu dengan telur busuk .
kali ini junsu benar-benar tidak bisa keluar dari sana jika dia tidak ingin berahir
di tangan para fans yang tengah mengamuk itu
“lalu aku harus bagaimana ?!” tanya junsu bingung
“aku akan mencoba untuk membicarakan ini dengan manager taecyeon …. Tapi
junsu … apa benar berita itu ?! kau berkencan dengan ok taecyeon ?!” manager
junsu duduk di meja yang ada di depan junsu bertanya dengan lembut padanya
tanpa meninggalkan kesan tegas
“hyung-ah …”
“jawab saja … jangan khawatir terhadapku … jika aku tidak tahu apa-apa
bagaimana bisa aku membantumu …” junsu perlahan menundukan kepalanya dan
mengangguk beberapa kali dengan lemah menjawab apa yang di tanyakan oleh
managernya
dan jika tidak aral melintang satu chap lagi tamat ... tapi apa satu chap
gak ke pendekan ?! aku hanya berharap satu chap lagi tamat walau feeling
mengatakan dua chap lagi ... silahkan di komentar aja deh fic abal dan gaje
serta tak berbobot dan sama sekali tidak bermutu ini ...
eon aku gak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada khunho.. aku pengen nangis rasanya,siwon kurang ajar!!!!!!!!! walau cuma dugaan tapi aku mendapat feeling buruk,hoppa jangan tinggalin khunnie ya! bunuh aja siwon,lempar ke laut supaya dimakan hiu...
ReplyDeletehahahaahha
eon cepat update ya,dan gomawo dah memberikan aku makanan,
agak pendek dari biasanya pi aku menikmati,fighting eon!!! hidup KHUNHO !!!!
Hikz. . .hikz. . .hikz. . . khunnie kasian bangeeeeet v_v
ReplyDeletejujur dari dulu aku dah gak suka ma tu orang satuuuu ktambhan baca nie walaupun cuma ff tapi gak tau knpa q kaya ngrasain sakit yg khun rasain.
Tapi khun tnang aj nuneo pasti bisa ngertiin kamu og oppa. . .nuneo kan cinta mentok. .. tok. . .tok.. .ChanWoo am OkKay so sweet bangeeeet #aku ngiri
KhunHo momentnya kurang eon. . .
kayanya titpan yg di kasih ke nuneo tu video nya khun ea huweeeeeee jahaaaaat!!!
jahaaaaaat!!!
#Asah pedang bareng chan
waduh...tanda2 waspada nih..omo :o orng itu benar2 membuatku naik darah ..haizzzttt..q lempar pengen lempar granat ke orng itu..haizzzttt..gimana nanti nasib khunho..hikz ...haizzzttt aku pengen lempar tuh orng pake bom...eon lanjutin deh...biar q gak penasaran ma kelanjutanya...aissstttt orng itu benar2 bikin q naik pitam.. >,< *keluarin jurus karate* ..for eonnie keep figthing eonnie :)
ReplyDeleteSIWWOOONNN aduh gereget iiihh.. jaha bgt.. udah ngerusak hidup khun.. skarang mau ngerusak lagi TT TT itu bungkusan pasti isinya DVD itu ya thor TT TT Junhoooooooooo
ReplyDeletedua chap lagi dong unn... pleaseee =]
LANJUT THOR!!
ReplyDeleteGemes bacanya thor,tp knp hr di cut di saat2 yg menegangkan sih,update ya thor....
ReplyDeleteyakk...Siwon ssi..bener2 ga nyangka perbuatannya licik kyk gitu..tp okay lah..krn ini yg akan buat eon ga sabar nunggu kelanjutannya..gimana Junho menerima Khun dgn masa lalunya yg kelam..
ReplyDeleteIhhh..ihhh..bener2 ga sabar gmn intrik ini diselesaikan.. hehehe..
TaecSu..kyknya akan ngalamin konflik yg sering terjadi pada seleb korea..mendapat bashing dari fans pasangannya..'DILEMA' banget pastinya..milih karir atau cinta..
ChanWoo..jujur awalnya rada ga tertarik dgn kisah keduanya di cerita ini..tp sekarang kisah dua orang ini yg paling eon tunggu..
Kalo readers laen pasti menanti Khunho, entah aku malah pengen tau lanjutan ChanWoo..
Sepertinya sangat menyakitkan ngebayangin Woo yg akan dance dgn koreo yg diciptain Chan dgn mengorbankan kakinya..
Aku ngebayangin woo nangis sambil dance dgn segenap perasaannya untuk menampilkan koreo ciptaan Chan..
Koreo luar biasa yg akan dikenang para fans tp tersimpan cerita sedih..ahhh..tp itu cuma bayangan aku..aku tau authornya pasti punya ide luar biasa dari bayanganku barusan..
Just note : lbh baik trusin aja ide author tanpa mikirin protes org yg tdk penting..
Wah dah update! Aku suka ffnya makin seru. Siwon ternyata nekat banget. Lanjut!
ReplyDeleteChingu lanjut dong ini rame banget ffnya. Aku minta fb chingu dong.
ReplyDeletesiwon..aishh...jinja..pngn bgt q lempar tu org klaut..aaarghh...
ReplyDeletega kbayang gmana nasib khunie stlah ini..tp aq yakin author ga akan tega misahin mreka..hehee
babywoo kok tiba2 nempel gt ma chan.!baguslah km udah mnyadari prasaanmu..
ga kbayang jg gmna jadinya ntar dia nerima pngorbanan chan..pasti nyesek~_~
taecsu nya so sweet..smoga taec cpt pulang n nyelsakan mslh junie..^^
keren bgt thor..trus kmbangkan imajinasimu..
protes dstiap tindakan itu wajar..jd jgn trlalu dpkirin..fighting\^0^/
^weny^
Lanjut dong.... By -dee- new reader mu nih....
ReplyDeleteLanjut yaaa, yg protes mah biasaaa, namanya idup ada pro dan kontra... Huhuhu
Lanjut lanjut
omo.....junho-ah kumohon bingkisan itu jangan dibuka pleaaaaaaaaaassssss....percayalah pada khunie hyung..T_T, junsu hyung kumohon kuatkan dirimu..taechyung pasti akan melindungimu.....T_T, chanhyung,,,,,,,,,,,,,bersabarlah dan jelaskan pada woohyung mengenai keadaanmu, dia pasti akan selalu menemanimu......
ReplyDelete