Jan 23, 2013

ff 2pm junho nichkhun you are half of me end





main cast : junho , nichkhun
genre : family,romance,de el el
rated : M (apa iya m !?) tau lah saya mau buatnya kaya gimana nanti
chapters : 10 (kalo bisa end)




tadinya saya mau menceritakan tentang gimana junho berjuang di kantor nichkhun untuk menggantikannya , gimana junho menahan emosinya sekuat tenaga saat banyak orang yang menindasnya di kantor saya juga tadinya mau membuat beberapa konflik yang membuat khunie itu stress tapi karena ini dan itu ... saya mau potong semua cerita tadi dan langsung saja ke arah sini di karenakan ternyata banyak yang merasa bosan dengan fic ini yang sudah ber-episod-episod dan juga belum kelar ... doain aja nih sekarang kelar tapi kalo di rasa sih masih ada satu chap lagi ...


ini dia story gaje kita yang begitu teramat membosankan dan panjang bak sinetron indonesia yang abis di demo gak ada tamatnya baru tamat



4 bulan kemudian (jadi kandungan khunie udah 7 bulan nih ceritanya )

"tuan muda jangan melakukan itu biar saya saja yang melakuannya ... " seorang pelayan yeoja dewasa sekitar 40 tahun segera menghampiri nichkhun yang tengah berada di dapur . nichhun yang tengah mencoba memasak untuk makan siang
"aku hanya diam selama ini di rumah tanpa mengerjakan apapun ... itu sangat menyebalkan dan membosankan ..." timpal nichkhun sama sekali tidak mau melepaskan pisau di tanganya
"tapi tuan muda ... tuan muda junho sudah berpesan pada saya agar tuan muda jangan mengerjakan apapun dan terus saja beristirahat di kamar ... "
praakk
nichkhun melemparkan pisau yang dia pegang itu ke atas papan potong "aku ini hamil bukan sakit keras kenapa semua orang itu selalu saja menyuruhku untuk berbaring di ranjang seperti mayat bernafas ..." nichkhun berjalan meninggalkan dapur dengan wajah yang geram walau saat ini kandunganya sudah membesar membuat nichkhun sedikit kepayahan untuk berjalan hingga kamar mereka yang tadinya di lantai duapun saat ini berpindah ke lantai satu ,karena junho segera membangun kamar baru di lantai satu guna memudahkan nichkhun agar dia tidak naik turun tangga mengingat seberapa bahayanya hal itu
"tuan muda ... " sapa seorang berseragam putih-putih yang baru saja masuk ke dalam rumah nichkhun dengan menenteng satu tas hitam di tanganya
nichkhun mendengus kesal membuang wajah dari perawat yang baru saja memasuki rumahnya itu "kenapa kau datang lagi ?!! aku sudah bilang aku tidak butuh perawat !! pergi dari sini sekarang juga !" titah nichkhun mengusir perawat yang memang sengaja di sewa junho sebagai perawat pribadi nichkhun di rumah tapi mau bagaimana lagi sejak awal nichkhun memang sudah menentang hal itu
"tuan muda tenanglah ... jangan emosi ...itu tidak baik bagi kandungan anda ..." perawat yeoja itu mencoba menenangkan nichkhun tapi rupanya tidak berhasil
"jika tidak ingin aku emosi cepatlah pergi dari sini !!! kau yang membuat aku emosi !" teriak nichkhun pada perawat itu yang langsung menunduk
"tuan muda " panggil pelayan tua tadi lembut pada nichkhun pelayan yang bekerja di rumah junho itu sekarang setiap hari akan ada di rumah mereka hingga junho pulang ke rumah untuk mengerjakan segela sesuatu di dalam rumah dan membatu nichkun malakukan apapun walau sudah ada perawat di rumah mereka
"KAU JUGA !!!" pelayan itu terjengkat saat nichkhun berbalik berteriak padanya "kau juga pergi dari sini sekarang juga !!" nichkhun meninggalkan kedua orang itu dan berjalan ke kamarnya
BLAAMM
dia juga tidak lupa untuk membanting pintu keras2 saat masuk membuat kedua yeoja yang tadi dia bentak kembali terjengkat
"bagaimana ini ?!" tanya pelayan pada perawat yang sekarang berdiri di dekat sofa
"kita sebaiknya pergi ... jangan sampai saat tuan muda keluar kita masih ada di sini ... dia bisa semakin emosi ... biar aku akan menelpon tuan muda junho untuk menjelaskan ini semua ..." pelayan itupun mengangguk pasrah

in office

"direktur ... presdir meminta anda untuk segera menemuinya !" junho mengacak wajahnya sediri kemudian menjambak rambut merahnya dengan frustasi . menatap nanar layar laptop yang ada di depannya mengingat kerjanya saat itu belum selesai
"aku akan menemuinya sebentar lagi ..."timpal junho pada sekertaris nichkhun yang saat ini menjadi sekertarisnya sejak junho menggantikan nichkhun sebagai direktur sementara di perusahaan ayahnya
junho segera merapikan pakainnya membenarkan dasi yang sudah tidak terpasang dengan rapih di lehernya kemudian dia bercermin untuk sekedar merapikan rambutnya dengan menyisir rambut itu dengan sela-sela jarinya.

tokk tokk tokk

"masuk !" begitu mendengar teriakan dari dalam ruangan ayah nichkhun yang menyuruhnya masuk junho langsung membuka pintu ruangan ayah mertuanya itu dan masuk kedalam sana
"anda memanggil ku ?!" tanya junho lembut berdiri di depan meja ayah nichkhun
"ne ... aku rasa pembangunan proyek yang kau tangani tidak sesuai dengan apa yang di konsepkan nichkhun ... bagaimana kau menjelaskannya ...?" tanya ayah nichkhun to the point pada junho
"aku hanya melakukan sesuai intruksi nichkhun ... tapi mungkin saat ini semuanya akan sulit ... maafkan aku presdir ..." junho membungkuk minta maaf dengan kekacauan yang di timbulkan akibat penggantian dirinya . menjalankan tugas nichkhun yang sama sekali tidak dia mengerti sebelumnya membuat junho begitu pusing dan tertekan belum lagi segala tekanan yang di berikan kakak nichkhun sebagai manager di bawahnya. walau dia adalah manager dan junho direktur tapi bagaimanapun juga dia adalah kakak nichkhun dan kariawan tetap perusahaan itu bukan pangganti seperti dirinya
"tidak perlu minta maaf padaku ... aku tahu pasi sangat sulit bicara dengan nichkhun dalam keadaan yang seperti sekarang...  karena semuanya sudah terlalu jauh melenceng dari rencana awal ... aku harap kau bisa memperbaikinya sesuai dengan pemikiran mu ..."
junho mengangkat wajahnya dan memandang ayah nichkhun yang tersenyum lembut padanya "tapi ...aku tidak berani malakukannya ... itu sangat..." junho terdiam dan kembali menunduk
"aku percaya padamu ... jadi ... lakukan saja--" ayah nichkhun menghentikan kata-katanya saat mendengar ponsel junho berdiring dari dalam saku celananya. junho segera merogoh saku celananya untuk melihat siapa yang menelpon "angkat saja !" ujar ayah nichkhun pada junho dengan santai.
junho langsung menerima panggilan masuk yang ternyata adalah dari sekolahnya "yeoboseyo "
"........."
"aku akan mengusahakan nya ... songsaengnim ... " junho mentup matanya rapat saat mendengar perkataan dari gurunya yang mengatakan jika junho tetap tidak masuk sekolah padahal sudah hampir ujian ahir junho akan di keluarkan karena tidak memilki kriteria kelulusan dalam segi absensi walau para guru juga mengetahui junho pasti lulus dalam segi nilai tapi dari segi absensi dan tugas jelas2 junho tidak akan lulus jika terus seperti itu
"............"
"ne ... gamsahamnida " junho mengahiri percakapannya dengan salah satu guru di sekolah tempat junho belajar dan kembali fokus memandang ayah nichkhun
"jeosonghamnida " ujar junho meminta maaf atas kejadian barusan
"telpon dari sekolah ?!"
junho mengangguk lemah "ne ..." jawabnya singkat
"dua minggu lagi kau ujian ahir ... seharusnya saat ini kau sibuk belajar dan bukannya bekerja di sini ..."
"aniya ... gwaenchana ..." junho lagi menghentikan pembicaraannya dengan ayah nichkhun saat ponselnya kembali berdering namun berbeda halnya dangan tadi dimana junho terlihat ragu dan berpikir untuk mengangkat telpon dari sekolahnya kali ini tanpa basa basi junho langsung mengangkat telpon itu
"ada apa ?!" tanya junho to the point karena dia sudah tahu orang yang menelponnya adalah perawat pribadi nichkhun
"............"
"aku akan pulang sekarang !" junho kembali menutup telpon dan kembali memandang ayah nichkhun
"apa terjadi sesuatu ?!"
junho mengehela nafas dan tersenyum ringan menandakan jika yang terjadi tidak separah apa yang di bayangkan ayah nichkhun yang terlihat begitu khawatir dari wajahnya "sepertinya aku harus pulang sekarang ayah "


in home
in khunho room

junho memasuki kamarnya bersama dengan nichkhun saat dia membuka pintu dia sudah bisa melihat nichkhun duduk di kursi santai yang mengarah ke jendela. dia berjalan semakin mendekati nichkhun dan duduk di kursi yang ada di sampingnya memandang wajah nichkhun dan tersenyum "bagaimana kabar mu hari ini chagy ..."  junho bicara dengan tangan yang mengelus perut nichkhun yang sudah semakin membesar mengingat kandungannya sudah menginjak usia 7 bulan "apa kau merepotan ibu mu hari ini ?!" lanjut junho dengan tangan yang masih membelai perut nichkhun . melihat masih tidak ada respon dari nichkhun junho bangkit dari kursinya mencondongkan tubuhnya kearah nichkhun untuk mencium keningnya
"kenapa kau hanya diam saja ?! kau marah padaku ?!" nichkhun mendongak memandang wajah junho sekilas tanpa ada raut ekspresi menjawab dan kembali melihat pemandangan halaman pinggir rumah mereka dari jendela
junho menghembuskan nafasnya ringan dan kembali duduk di samping nichkhun "chagya aku lelah sekari hari ini ... ayah mu memarahiku tadi ..." junho merajuk dan menyandarkan kepalanya di bahu nichkhun memeluknya dari samping
"ayah ku tidak akan pernah memarahi mu ... kau menantu kesayangan nya ..." junho tersenyum kecil masih menyandarkan dirinya di bahu nichkhun karena dia sudah bisa membuat nichkun kembali bicara
"jinja ?! tapi ayahmu masih saja marah padaku ..." junho mengakat wajahnya dan memandang nichkhun
"pasti kau melakukan kesalahan yang besar jika dia sampai marah padamu "
"aku tidak melakukan kesalah yang besar ... hanya saja aku pulang lebih awal hari ini karena harus membujuk seseorang yang sedang marah di rumah ku "
"YACH !!!" ptotes nichkhun dengan apa yang junho katakan
"bagaimana kabar anak kita hari ini ?! dia baik baik saja kan ?!" junho menempelkan telinganya di perut nichkhun mencoba untuk mendengar sesuatu atau mungkin meraskaan sesuatu
"junho-ah ... kau tahu ... dia bergerak ... aku meraskan dia bergerak tadi ... " ujar nichkhun antusias menceritakan pengalamannya pada junho yang saat ini sudah mulai jarang sekali bersama dengannya "aku ingin kau juga merasakannya... saat anak kita bergerak kau selalu tidak ada di sampingku ... hanya ada pelayan dan suster ..." nichkhun berbicara dengan nada yang pelan terdengar sedih akan hal yang baru saja dia katakan
"mianhae ... aku sangat sibuk belakangan ini ...tapi itu juga tidak bisa kau jadikan alasan untuk mengusir ahjumma dan juga perawat ... mereka ada untuk menjagamu ... " junho mengangkat kepalanya dari perut nichkhun bicara dengan wajah yang sejajar saat ini
"aku hanya ingin kau yang menjagaku ... "
"tapi aku sibuk chagy ... aku tidak akan tenang meninggalkan mu sendirian di rumah ..."
"aku bisa menjaga diriku sendiri ... sama sekali tidak perlu khawatir ... sejak bulan ke enan aku baik-baik saja ... tidak perlu setiap hari di awasi perawat ..." kekeh nichkhun lagi
"khunie-ah ..." sergah junho tapi nichkhun kembali menyelak perkataannya
"jaeball ... aku ini hamil bukan sakit ... jadi jangan perlakukan aku seperti orang yang sakit ..." junho terdiam wajahnya seolah merasakan sesuatu membuat dia terlihat bingung karena keningnya malah berkerut . perlahan junho mengarahkan matanya ke perut nichkhun dimana telapak tanganya masih bertengger di sana sejak tadi
“bergerak !!!” junho langsung memandang wajah nichkhun dengan takjub . nichkhun langsung tersenyum seraya mengangguk setelah dia juga ikut merasakan jika bayi dalam kandungannya mulai bergerak lagi
“ne … dia bergerak ….” Seru khunie juga tidak kalah bahagia sama halnya dengan junho
“woah … dia menendang …” junho terus saja merasakan pergerakan anak yang ada di dalam perut nichkhun dengan telapak tangannya yang di letakan di perut nichkhun itu
“dia memukul junho …” timpal nichkhun memprotes
“dia menendang … kau tahu dia pasti menendang …”
“dia itu memukul … aku yang merasakannya …” kekeh nichkhun lagi sama sekali tidak mau kalah dengan junho
“yach …. Bagaimana jika dia malah tauran di dalam sana …. Memukul dan menendang ?! bagaimana jika anak kita kembar dan mereka berkelahi di dalam sana ?!” tanya junho dengan bodohnya membuat nichkhun menutupi perut buncitnya dengan kedua tangan dari junho
“jangan pegang lagi aku tidak mau anak ku nanti suka tauran seperti mu “ ujar nichkhun dan segera berdiri dari kursi meninggalkan junho begitu saja
Junho marik kedua tangan nichkhun dengan memanyunkan bibinya sebal “yach aku ini kan ayahnya … jadi dia memang akan mirip dengan ku “
“jika kau ayahnya maka kau pasti akan berdoa supaya dia tidak seperti mu !” ketus nichkhun yang sudah berdiri di samping junho dimana tangannya masih saja junho pegang


*
*
*
*

“kau baik-baik saja kan ?!” nichkhun memegangi pinggangnya yang semakin hari terasa semakin sakit saja dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya memegangi ponsel yang dia letakan di telinga kanannya
“ne … aku baik-baik saja …. ahjumma sudah pulang karena aku yang menyuruhnya tadi ….”
“baguslah … satu mata pelajaran lagi maka semua ujian telah selesai dan aku akan segera pulang … tunggu aku “
“ne ….” Nichkhun menutup sambungan telpon yang masih tersambung itu dengan menekan ikon merah di layar ponselnya . dia lantas kembali berjalan menuju kamarnya untuk berbaring seperti biasanya
Nichkhun melangkahkan kakinya berjalan pelan-pelan menuju kamar tapi segera memgangi perutnya yang terasa sakit. Nichkhun kembali berjalan hendak menuju kamarnya namun kali ini perutnya terasa semakin sakit saja
“akhh !!!!” nichkhun meremas perutnya yang terasa semakin sakit sedangkan tangan kanannya berpegangan pada meja yang ada di sampingnya. Nichkhun mencoba mengatur nafasnya dengan menarik nafas dalam –dalam dan mencoba untuk tenang dia mengambil ponsel yang tergeletak di meja itu untuk menghubungi siapa saja yang bisa menolongnya. Nichkhun menekan ikon hijau di ponselnya yang menampakan nomor junho sebegai panggilan terahir . matanya memandang lekat layar ponsel itu dia tahu jika junho saat ini tengah ujian dan mana mungkin dia akan mengganggunya tapi ke sakitan ini ? bagaimana dia akan menanganinya sendiri ?!
“aegy-ah …. Bersabar sedikit … arraci ?!” nichkhun membelai lembut perutnya sendiri dan tanpa dia sadari setetes air mata meluncur dari pelupuk matanya karena tak kuasa menahan sakit . nichkhun meringis saat dia mencoba untuk duduk di lantai dan bersadar di sofa . nafasnya kian tersengal saat ini .”rumah sakit “ gumam nichkhun dan setelah itu dia segera menelpon rumah sakit untuk meminta kiriman ambulans ke rumahnya

*
*
*
*

namja dengan rambut yang masih saja merah menyala berjalan di tengah hari yang terik seusai dia turun dari bus , setelah berhenti di halte terdekat rumanya namja itu memang harus berjalan menuju rumah walau hanya beberapa menit saja . junho mengkerutkan keningnya saat melihat ambulan parkir di depan rumahnya .
“khunie !” junho langsung berlari begitu saja menuju rumahnya saat kakinya masih menginjak tanah yang ada di pekarangan rumahnya junho bisa melihat beberapa petugas berdiri di depan pintu dengan kebingungan
“ada apa ini ?!!” tanya junho saat dia sudah berada di belakang para patugas rumah sakit yang berdiri di depan pintu rumahnya
“ada yang menelpon untuk di kirim bantuan karena akan melahirkan dan alamatnya di sini tapi kami tidak di buka kan pintu “ jelas salah satu namja dengan pakaian serba putih pada junho .
Tanpa menunggu lama junho segera membuka pintu rumahnya dia masuk dengan sangat terburu-buru bahkan dia sama sekali tidak mengganti sepatunya , dia sampai tersadung tangga kecil di pintu masuk saking terburu-burunya dia melangkah
“khunie-ah !!!!” junho berteriak memanggil nichkhun dengan wajah yang terus berpaling ke kanan ke kiri mencari dimana nichkhun berada “nichkhun-ah !!!!!” panggil junho lagi berjalan semakin dalam ke rumah mereka “KHUNIE !!!” junho berlari menghampiri nichkhun yang tergeletak di lantai dengan konsisi yang lemah tak berdaya hingga dia tidak bisa membuka pintu atau hanya sekedar untuk menjawab panggilan junho barusan “ di sini tolong !!!!” teriak junho yang sekarang sudah mengangkat khunie ke pangkuannya . junho duduk di lantai memangku kepala nichkhun yang berbaring dengan lemah di sana


In hospital

“minumlah !” junho yang tengah duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruang operasi itu mendongak menatap orang yang menyodorkannya sebuah kaleng minuman. Junho tersenyum dan segera menerima kaleng itu menggenggamnya erat-erat hingga dia bisa merasakan dingin yang berasal dari kaleng itu menjalar ke kulit telapak tangannya
“gomawo ….” Ucapnya pelan , namja yang memberikan kaleng itu pada junho menepuk bahunya ringan seolah mencoba untu menenangkan junho yang sejak tadi terlihat begitu gugup dan cemas .
“semuanya akan baik-baik saja junho-ah …” ayah junho namja yang memberikan anaknya minum itu mencoba untuk semakin menguatkan putra semata wayangnya ini karena dia melihat wajah junho yang sejak beberapa waktu lalu terlihat sangat pucat dan acak-acakan masih mengenakan seragam dan malah tas ranselnya saja masih dia pakai saat datang ke rumah sakit tadi untung saja ayah dan ibu junho segera datang menemaninya begitupun orang tua nichkhun yang segera datang begitu mereka mendapatkan kabar dari ayah junho bahwa nichkhun akan melahirkan
“ne … “ junho menjawab perkataan ayahnya dengan singkat walau semua yang ayahnya katakan sama sekali tidak membuat junho tenang apa lagi melupakan segala yang tengah terjadi di dalam dirinya , hanya dia yang mengetahui seberapa berbahayanya nichkhun di dalam sana sedangkan orang lain tidak mengetahui hal itu . junho mencoba untuk membuka minuman kaleng yang sudah ada di tangannya sejak tadi, tangannya yang gemetar mencoba membuka kaleng itu namun tentu saja sia-sia karena selain gemetaran dengan hebat junho juga merasa tangannya begitu lemas seolah tak bertulang sama sekali tidak bertenaga bahkan hanya untuk membuka minuman. Dia masih saja terus mencoba untuk membuka minuman itu hingga tiba-tiba sebuah tangan mengambil kaleng itu dari tangannya membuat junho lagi-lagi mendongak
“appa …” panggil junho pada ayah mertuanya yang mengambil keleng minuman itu dari tangan junho
“aku memperhatikan tangan mu begitu gemetaran … bagaimana bisa membuka kaleng ini jika seperti itu …” ujar tuan horvejkul dan membuka kaleng menuman junho lalu menyodrokannya kembali pada anak menantunya
“gomawo appa …” ujar junho menerima kaleng minumannya
“sepertinya dia sangat gugup karena akan menjadi ayah sebentar lagi …”
“dia pasti gugup karena dia takut anaknya nanti akan sama bandelnya seperti dia “ gurau ayah junho untuk memancing sebuah percakapan antara dirinya junho dan juga sang besan , beliau hanya ingin membuat junho lebih rileks dalam keadaan saat ini

Cleekkk
Pintu ruang operasi itu dibuka menampakan sang dokter dengan pakaian hijau hijaunya keluar dari dalam ruang operasi dengan wajah yang begitu lelah. Dangan hampir serempak semua orang yang menunggu sejak beberapa jam yang lalu di depan runag operasi segera mendekati dokter itu dengan wajah yang begitu kalut
“bagaimana keadaan nichkhun ?! dan anak nya ?!!” junho yang sekarang berdiri di paling depan berhadapan langsung dengan sang dokter segera bertanya , dia menelan ludahnya pahit saat dokter itu menunduk menyembunyikan wajahnya untuk beberapa saat pasalnya sama sekali tidak ada tangis bayi yang terdengar oleh junho sebelum dokter itu keluar
“kami sudah melakukan yang terbaik !” ujar dokter itu pada junho dengan nada yang teramat menyesal
Tuuckkk

Kaleng yang ada di tangan junho itu seketika terjatuh ke lantai dan setelahnya di iringi dengan suara tangis dari ibu nichkhun yang langsung pecah begitu mendengar kabar dari dokter yang saat ini sudah meninggalkan mereka
Kahi yang segera menutup mulutnya yang ternganga dengan telapak tangan itu segera berbaik memandang wajah junho yang hanya terdiam , dia sama sekali tidak menangis ataupun bersuara hanya memandang kosong kearah depan “ju….junho-ah ….” Panggil kahi dengan sangat pelan dan lembut mencoba untuk memegang bahu junho
Seperti orang linglung junho hanya melirik ke kanan dan ke kiri malihat kahi dan ayahnya yang ada di samping kanan junho sedangkan di sisi kirinya ibu nichkhun menangsi dengan tersedu sedu di dalam pelukan suaminya. Setelah melihat kedua sisi itu junho berbalik membelakangi ruang operasi dan berjalan begitu saja meninggalkan kahi dan yang lain tanpa kata berjalan dengan begitu ringan entah kemana
“junho-ah !!!” kahi sempat ingin menahan junho tapi tuan lee segera memegangi pundak kahi menghalangi , ayah junho tahu pasti jika anaknya itu membutuhkan waktu untuk sendirian saat ini


*
*
*
*

Satu bulan kemudian

In hospital

Junho terduduk dengan pandangan yang kosong memandang sosok yang ada di depannya , sosok yang sejak beberapa waktu yang lalu terbaring koma . sesekali junho akan tersenyum ceria dan mengajak orang itu bicara walau junho tahu dia tidak akan mendapatkan respon apapun dari orang yang dia ajak bicara. Dia akan bersikap manja dan memberikan lelucon-lelucon sama hanya dengan sebelum hal ini menimpa keluarga kecilnya bersama dengan nichkhun .
“pagi ini … sudah berapa kali aku mengatakan … saranghae … ?!” tanya junho pada sosok yang berbaring tak bergerak sedikitpun . “emhh …. Aku rasa baru 20 kali …anii …21 kali … benarkan ?!” junho meremas selimut yang mentupi tubuh nichkhun saat memandang wajah damainya dalam tidur panjang nichkhun yang dia rasa tidak berkesudahan, dia segera mendongakan kepalanya ke atas mencoba untuk menghambat genangan air yang ada di pelupuk matanya untuk mengalir keluar . junho tahu setiap dirinya berbicara dengan nichkhun bercanda dan bermanja-manja dengannya dia tidak akan mendapatkan respon apapun dan dia juga tahu setiap tidak ada respon dari lawan bicaranya dia akan merasakan matanya mulai memanas dan perih tapi dia tetap saja melakukan hal itu karena ingin nichkhun tetap mengingatnya dan segera kembali sadar
Junho menggenggam tangan nichkhun dengan erat menatap genggaman tangannya itu “khunie-ah …. Kau tahu ..” junho berhenti bicara dan menarik nafas dalam sebelum dia kembali bicara “aku sudah di terima masuk di universitas … kau bangga kan padaku ?!” junho kembali memandang wajah nichkhun yang masih saja memejamkan matanya rapat . dia sudah tidak dapat lagi menahan perasaannya yang begitu sedih hingga tiba-tiba saja junho terisak dengan nada yang cukup keras “khinei-ah … aku sangat merindukan mu … aku mohon segera bangun … hiks … kau tahu … aku …hiks … bangunlah …tidak ada orang yang tidur selama ini …” junho menggenggam tangan kanan nichkhun dengan kedua tangannya “asalkan kau mau bangun aku … tidak akan pernah marah atau menghalangi mu untuk memukulku … jika kau banguan hanya karena ingin memukulku …. Aku mau kau pukul setiap hari tapi ceatlah bangun !“ junho menghela nafas merasa miris akan dirinya yang terdengar seperti orang gila saat ini . dia menyeka air mata yang sempat mengalir di kedua pipinya lantas berdiri hendak menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya

*
*

Cleek
Junho membuka pintu kamar mandi dengan sangat pelan wajahnya masih saja menuduk lesu sedikit menggaruk lengannya yang baru saja di gigit nyamuk di dalam kamar mandi yang terasa gatal
“kenapa kau gatal gatal seperti itu ?! apa tidak mandi selama berhari-hari …” junho mengerjapkan matanya beberapa kali hingga ahirnya dia memutuskan untuk mengangkat wajahnya melihat kearah kasur dimana nichkun terbaring di sana dengan keadaan yang lemah hanya saja saat ini matanya sudah terbuka
“nichkhun-ah !!” junho berjalan dengan cepat menghampiri nichkhun pandangan matanya seolah tidak percaya jika mahluk di depannya inilah yang bersuara barusan. Juno segera menekantombol di samping ranjang nichkhun untuk memanggil dokter sementara dia segera duduk di kursi yang ada di samping ranjang nichkhun
“kau … sudah sadar ?!” tanya junho tidak percaya tangannya terulur membelai lembut pipi nichkhun yang menolehkan wajahnya kearah junho , nichkhun menggerakan tangannya menyentuh tangan junho yang ada di wajahnya dan tersenyum
“aku membuat mu khawatir ?!” tanya nichkhun dengan suara yang nyaris saja tidak dapat di dengar junho karena kondisinya yang masih sangat lemah saat ini
“tentu saja … kau bodoh … kenapa tidak menelpon ku atau ibu … kau membuat aku hampir gantung diri karena putus asa …”
“kau masih saja selalu melebih-lebihkan …” ajek nickhun tapi beberapa saat kemudian dia tertegun saat junho yang tersenyum memandangnya perlahan mulai menangis kembali tanpa suara . nichkhun segera mengulurkan tangannya menyentuh pipi junho mengahapus aliran air matanya “uljima … “ nichkhun bicara dengan suara yang begitu lirih seraya memandang kedua mata junho yang hanya tersenyum lalu menutup matanya seraya menunduk membuat bulir air matanya kembali mengalir.

*
*
*

Setelah nichkhun sadar dan segera di periksa dokter junho juga tidak lupa untuk memberikan kabar kepada orang tua nichkhun maupun orang tuanya . hingga mereka segera datang untuk melihat keadaan nichkhun beberapa saat mereka menemani nichkhun dan junho yang masih di rumah sakit . walau mereka terkadang harus menghindari pertanyaan nichkhun tentang anaknya yang meninggal saat di lahirkan . yang di khawatirkan oleh semua orang adalah jika nichkhun shock dan mempengaruhi kondisinya jika dia di beri tahu tentang hal itu.
Dan sekarang kedua orang tua mereka sudah pulang meninggalkan junho dan nichkhun yang masih ada di salah satu kamar rumah sakit berdua
“junho … anak kita … laki-laki atau perempuan ?!”junho yang tengah mengupas buah apel di tangannya sontak menghentikan kegiatannya itu , dia menyimpan apel yang belum selesai di kupas tadi keatas piring yang ada di atas meja setelah itu kembali menghadap nichkhun yang terduduk di atas kasur
Junho tersenyum lembut dan memegang kedua tangan nichkhun dengan tangannya “chagya …. Mungkin tuhan …. Belum percaya pada kita untuk mengurus seorang anak …” junho bicara dengan nada yang lembut mencoba untuk tidak membuat nichkhun shock . junho berpikir jika nichkhun memang harus mengetahui hal ini cepat atau lambat dan dia sudah memikirkan akan konsekuensi yang akan dirinya terima jika mengatakan hal ini pada nichkhun
Junho bisa merasakan jika tangan nichkhun yang tengah dia genggam sedikit gemetaran ,hingga dia memberanikan diri melihat ekspresi nichkhun saat ini , nichkhun yang terdiam seribu bahasa memandang junho dengan nanar “a…apa….apa … maksud mu ?!” nichkhun bertanya dengan susah payah hingga kalimatnya terpotong-potong
“tuhan hanya ingin memberikan kita waktu untuk … mempersiapkan diri agar kita bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kita kelak “ nichkhun menarik paksa tangannya dari junho dia mengalihkan pandnagan matanya kearah yang berlawanan dengan junho berada saat ini , junho bisa melihat jika bahu nichkhun bergetar dan suara isakan kecil terdengar dari nichkhun , nichkhun yang membelakanginya. Nichkhun menekan telapak tangannya yang saat ini sudah menutup mulutnya sendiri mencoba untuk menahan suara tangisnya keluar
Melihat bahu nichkhun yang terus bergetar junho mencoba untuk memegang pundak nichkhun “nichkhun-ah …” panggil junho pelan
“a…aku … aku …mau tidur !” nichkhun segera berbaring miring membelakangi junho menarik selimut hingga dadanya , tangan kanannya meremas kuat ujung selimut itu sementara tangan kirinya masih menutup mulutnya sendiri . perlahan pandangan nichkhun semakin mengabur karena genangan air mata yang menunpuk di pelupuk matanya hingga saat nichkhun menutup mata seraya menggigit bibir bawah dan atasnya sekaligus air matanya meluncur dari sudut mata nichkhun mengalir melalu hidungnya mengalir hingga melewati matanya yang lain

Beberapa hari kemudian

In khunho home

“semuanya masih terasa sama … tidak ada yang berubah …” nichkhun berdiri di depan pintu masuk rumah mereka memperhatikan setiap sudut rumahnya yang sudah lama dia tinggalkan. Matanya terus berputar memperhatikan setiap sudut
Junho berjalan membawa beberapa tas masuk kedalam rumah melewati nichkhun yang masih saja berdiri di depan pintu masuk “kau istirahat saja … aku akan membeli makanan untuk makan siang kita hari ini …” nichkhun mengangguk menangapi apa yang junho katakan dia lalu berjalan masuk semain dalam , nichkhun tersenyum saat melewati dapur dimana dia selalu saja bertengkar dengan junho di sana, melihat ruang tv dimana dia dan junho sering berbicara bersama , seolah terdapat para aktor bermain drama secara live disana memerankan dirinya dan junho dalam bentuk persisi seperti mereka memainkan cerita sama persis dengan apa yang pernah mereka lakukan di setiap ruangan yang nichkhun lewati
Clekk
Nichkhun membuka pintu kamarnya bersama junho yang ada di lantai bawah kakinya melangkah dengan sangat perlahan memasuki kamar itu , nichkhun berdiri di tengah kamar memutar pandangannya memperhatikan seluruh isi kamarnya itu
Drep
Drep
Drep

Kaki nichkhun melangkah dengan perlahan mendekati sebuah objek yang terdapat di sisi kanan kamar mereka , sebuah box bayi dengan alas berwara biru dan kelambu putih di atasnya. Nichkhun memegang bagian atas box bayi itu lalu tangannya menyusuri tiang tiang box tadi dengan lembut , wajahnya menampakan sebuah senyuman saat dia melakukannya walau matanya sudah memarah tak kuasa menahan tangis, dia menengadahkan wajahnya keatas menahan air matanya agar tidak terjatuh
“khu- …” junho yang memasuki kamarnya untuk bertanya pada nichkhun makanan apa yang ingin dia makan hari ini terdiam saat melihat nichkhun masih meletakan tangannya di atas box bayi . junho menunduk sekilas lalu berjalan menghampiri nichkhun . junho memegang tangan nichkhun yang ada di atas box bayi lalu menariknya hingga nichkhun menghadap junho saat ini . pandangan mereka bertemu menatap dalam mata satu sama lain . junho tahu jika nichkhun pasti ingin sekali menangis walau dia selalu menahannya. Junho tersenyum lembut pada nichkhun yang membuat Nichkhun tersenyum paksa membalasnya.perlahan junho mengulurkan tangannya membelai pipi nichkhun menjalar hingga ke tengkuk lehernya kemudian menarik nichkhun untuk memeluknya dan menumpukan kepala nichkhun di bahu junho . nichkhun mencengkram kuat punggung junho dengan kedua tangannya memeluk junho dengan sangat erat karena hanya dengan cara itulah dia bisa merasa sedikit lebih tenang dan nyaman saat ini
“lebih baik kita pindah ke kamar kita yang dulu …” gumam junho menawarkan ,dan nichkun hanya mengangguk di bahu junho dengan lemah sama sekali tidak mau bicara ataupun melepaskan pelukannya dari junho

Malam hari

Junho mengeratkan pelukannya pada nichkhun saat mereka tidur bersama dalam posisi yang berpelukan , dia mencoba untuk menyamankan posisi tidurnya saat ini dengan hati-hati di setiap junho bergerak dia akan memperhatikan wajah nichkhun takut jika gerakannya akan mengusik tidurnya .
“nichkhun…” junho menggumam saat melihat wajah nichkhun yang tersenyum dalam tidurnya , perasaan junho begitu sakit seolah tertusuk ribuan jarum menghujamnya secara bersamaan saat melihat nichkhun tertidur dengan wajah yang tersenyum namun air mata keluar dari sudut-sudut matanya
“aegy-ah ….” Igau nichkhun dalam tidurnya yang bisa junho dengar walau samar-samar. Junho membuka mulutnya untuk bernafas dia mengarahkan matanya untuk memandang keatas tidak ingin menangis lagi saat ini tapi itu sangat sulit hingga junho menggigit kepalan tangan kananya menyalurkan segala rasa sakit sekaligus menahan tangisnya dia tidak mau nichkhun terbangun karena mendengarnya menangis itu hanya akan menambah beban berat bagi nichkhun. Jika mereka sama-sama terpuruk lalu bagaimana mereka akan menjalani kehidupan mereka selanjutnya
In morning

Suasana sarapan pagi itu terrasa canggung dan hambar , junho dan nichkhun sama sekali tidak terdengar bersuara sepanjang acara sarapan mereka . hanya makan dengan tenang menikmati setiap suapan makanan yang masuk kedalam mulut mereka masing-masing. Nichkhun meletakan sumpitnya di samping mangkuk nasi dan perlahan memandang junho yang duduk di depannya
“junho-ah …. Semalam aku bermimpi ….” Junho menghentikan gerakan tangannya yang tengah menyuapkan sup kedalam mulutnya hingga saat ini sendok itu masih mencuat di mulut junho. “aku bermimpi … bertemu dengan anak kecil sekitar 2 tahunan … “ junho menarik sendok itu dari mulutnya lalu memandang nichkhun untuk memperhatikannya berbicara , mungkin menjadi pendengar yang baik adalah hal yang bijak saat ini pikir junho
Nichkhun menghela nafas dengan mata yang berkaca-kaca hingga dia menyeka air mata yang baru saja hendak keluar dari matanya membuat air mata itu tidak sempat mengalir keluar “seorang kakek berkata padaku … jika dia adalah anak kita …” setelah bisa menyelesaikan kalimatnya nichkhun menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya dan menunduk di hadapan junho bahunya bergetar dengan hebat walau sama sekali tidak ada suara isakan junho tahu nichkhun menangis tentu saja dia tahu akan hal itu karena nichkhun ada di hadapannya dengan bahu yang bergetar hebat dan air mata yang mengalir deras di kedua pipinya dada nichkhun juga naik turun dengan cepat seolah meyakinkan junho jika nichkhun saat ini sangat kesakitan
Junho meletakan sendok yang ada di tangannya itu di atas meja lalu berjalan mengitari meja makan itu untuk berdiri di belakang nichkhun , junho mencondongkan tubuhnya kedepan memeluk nichkhun yang tengah duduk dari belakang menumpukan dagunya di atas kepala nichkhun dan kedua tangannya melingkar di dada nichkhun “percayalah padaku …. Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik untuk kita…. Suatu saat nanti kita pasti punya sepasang anak yang cerdas dan juga ceria …. Yang perempuan itu akan mirip dengan mu … dan yang laki-laki akan… “junho mendongak keatas dan menarik nafas dalam untuk kembali bicara dengan menahan nafasnya agar tidak terdengar parau “dia akan mirip dengan ku …. Tapi kau tenang saja … itu hanya fisiknya saja karena mereka pasti akan jadi anak yang baik seperti mu …”
Nichkhun memegang tangan junho yang melingkar di dadanya dengan kuat lalu membuka matanya “aku tahu …. Itu pasti akan terjadi …. Anak-anak yang akan memusingkan karena dia berkelahi dengan temannya di sekolah … atau bertengkar di malam hari dengan kita karena tidak mau ngerjakan tugas sekolahnya … benarkan ?!” tanya nichkhun dengan air mata yang masih saja mengalir deras. Nichkhun bisa merasakan jika junho mengangguk karena dia masih menumpukan dagunya di atas kepala nichkhun …..

*
*
*
*
*

Satu tahun kemudian


Seorang namja dengan rambut kecoklatan duduk sendirian di sebuah restoran menunggu seseorang dengan begitu sabar walau sesekali dia akan melirik jam di pergelangan tangan kirinya atau sekedar meminum kopi yang ada di hadapannya saat ini .
Plakk
Sebuah pukulan mendarat di atas kepalanya ,membuat namja itu segera memalingkan wajahnya ke belakang melihat siapa yang datang ,
“EOMMA !!!” teriak namja itu pada sang ibu , kahi hanya cengengesan saja saat junho membenarkan rambutnya dengan jari-jari tangan karena baru saja dia pukul dengan menggunakan dokumen yang ada di tangan kahi
“kau lama menunggu ?” kahi segera mengambil posisi duduk di depan junho menaruh tas tangannya di kursi yang ada di sampingnya lalu meletakan dokumen yang dia bawa di atas meja
“cukup lama …. Tapi tidak apa-apa aku bisa melihat banyak yeoja sexy berkeliaran di sini sejak tadi …” jawab junho dengan sekenanya membuat kahi mengangkat kembali dokumen tadi hendak memukul junho lagi
“eomma aku bercanda !” kilah junho mengehalangi kepala dengan tangan dalam posis menangkis dokumen itu . “eomma bagaimana penampilan ku sekarang ?! aku terlihat semakin tampan kan ?!” tanya junho dengan nada bangganya memutar kepalanya ke kanan dan ke kiri memperlihatkan model baru rambutnya “ aku terlihat semakin dewasa saja …. Apa warna rambut ini cocok dengan ku ? ahh … tidak ada yang tidak cocok untuk aku … wajahku yang tampan dan kulit yang putih seperti ini pasti akan cocok di sandingkan dengan apapun iya kan eomma ?!” junho masih saja mengoceh dengan percaya diri pada kahi
Kahi segera mengambil tasnya dan membereskan dokumen yang ada di atas meja hendak pergi meninggalkan junho tapi segera di halangi anaknya itu yang langsung memegang tangan kahi yang memegang dokumen tadidi atas meja .”eomma mau kemana ?!” tanya junho bingung
Kahi melemparkan map dokumen itu keatas meja lagi “apa kau sudah selesai dengan acara puji memuji dirimu sendiri ?!” tanya kahi jengkel dan junho hanya mendengus kesal saja
“aku merubah penampilan ku agar aku bisa menjadi direktur yang baik … dan bisa menggantikan ayah … “ ujar junho lagi dengan nada yang terlampau percaya diri
Kahi hanya bisa memutar bola mata jengkel dengan sikap junho yang satu ini “sudahlah itu dokumen yang ayahmu katakan … ambilah !” junho mengangguk dan mengambil dokumen itu dari atas meja untuk membukanya memperhatikan apa isi dari dokumen itu . saat ini junho sudah bekerja di perusahaan ayahnya sekaligus juga kuliah , junho akan bekerja dari senin hingga jumat di kantor dan kulian di kelas kariawan pada hari sabtu dan minggu
“junho bagaimana kabar nichkhun ?!” junho mengangkat wajahnya dari dokumen itu untuk memandang kahi , dia lalu kembali menutup dokumennya dan berfokus untuk bicara dengan kahi saat ini
“masih sama saja … terkadang dia masih menangis saat mengira aku sudah tidur …. Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk nya …. Saat aku menawarkan dia bayi tabung dia tidak mau …”
“saran mu itu hanya akan melukai harga dirinya saja …” timpal kahi serius
“lalu eomma ingin aku melakukan apa ?! aku sudah menggarapnya tiap malam … bahkan aku sudah mengganjalnya dengan dua bantal sekaligus tapi tidak berhasil juga !” keluh junho terdengar sedikit emosi
“yach … pelankan suaramu … berkata hal seperti itu dengan berteriak … “ omel kahi membuat junho kembali mendengus “mungkin karena setiap malam makanya benihmu tidak dalam kualitas yang baik … itu sebapnya tidak berhasil juga ….”
“yach …eomma jangan menghinaku … suami anda saja tidak bisa membuat anda hamil ! masih menghinaku ! anda tahu benihku itu adalah benih unggul … ” kahi langsung memukul kepala junho dengan tangannya menggunakan power yang cukup bisa membuat junho pening dan mengelus-ngelus kepalanya
“kau tahu suamiku itu adalah ayahmu !” timpal kahi geram dia sangat ingin mengacak-ngacak wajah junho hingga menjadi carut marun seperti jalanan ibu kota
“tapi …. “ junho menghentikan kata-katanya sekaligus menghentikan gerakannya yang tengah mengusap-ngusap kepalanya itu “apa ini keturunan ?! eomma keguguran dan tidak bisa hamil lagi … nichkhun juga begitu … jangan-jangan …. ” junho bicara dengan nada yang terdengar begitu misterius yang begitu di dramatisir oleh junho
“mungkin nichkhun stres dan tertekan karena mu … jangan-jangan kau berselingkuh ?!” tuduh kahi menunjuk wajah junho seolah mempersalahkan , junho membulatkan matanya dan menepis tangan kahi
“jangan sembarangan … aku ini tipe orang yang setia … hanya satu pasangan dalam hidupku … hanya ada nichkhun seorang … “ timpal junho tidak suka dengan tuduhan kahi
“kalau begitu … buat dia merasa nyaman dan bahagia … ajak dia berlibur … mungkin nichkhun stres siapa tahu saja dengan suasana yang menyenangkan dia bisa hamil “ kahi memberikan saran pada junho .
Junho terdiam berpikir sejenak menimbang perkataan kahi yang memang ada benarnya juga “baiklah aku akan mencobanya !” jawab junho mantap

*
*
*

In khunho home

“nichkhun !!” junho berteriak memanggil nama orang yang paling dia cintai itu saat dia baru saja memasuki rumah sekembalinya dari kantor . junho celingukan mencari dimana namja berparas imut itu
“AKU DI DAPUR !” teriak nichkhun dari arah dapur menjawab terikan junho . junho menaruh tas kerjanya di atas sofa lalu berjalan menuju dapur dengan cepat. Junho tersenyum saat melihat nichkhun tengah berdiri membelakanginya menghadap ke arah kompor. Junho melangkah dengan pelan-pelan dan memeluk nichkhun dari belakang kamudian memutarnya 180 derajat dan berahir dengan mendududkan nichkhun dia atas meja
“HUWAAA !!!! apa yang kau lakukan ?!! mengagetkanku saja !” umpat nichkhun kesal saat junho sudah mendudukannya di atas meja saling berhadapan dengan junho
“eh ?!bertatapan dengan jarak yang sangat dekat seperti ini … “ junho mengapit kedua pipi nichkhun denga jari telunjuk dan ibu jari tangan kanannya menarik wajah nichkhun hingga menoleh ke kanan dan ke kiri “ kulitmu terlihat sangat kusam … kau sudah lama tidak kesalon yah ?! ckckckck …. Berapa usiamu ?! jika tidak mau semakin terlihat tua cepat rawat dirimu !”
Nichkhun memegang pipi kirinya dengan tangan kiri sementara tangan kanannya masih memegangi spatula “yach !!! kenapa menghinaku seperti itu ?!” protes nichkhun tidak suka menekuk wajahnya dengan kesal
“itu benar lihat saja dirimu ini … bokong mu juga sudah tidak sekenyal dan semontok dulu … “
Pletak
Spatula yang ada di tangan nichkhun kini mendarat di kepala junho dengan indahnya sebagai jawaban atas apa yang junho katakan “dasar kurang ajar !!! siapa yang mebuat ku seperti ini ?! kau yang melakukannya … setelah aku seperti ini kau menghinaku !” timpal nichkhun mulai geram
“aku hanya bercanda … “ junho menempatkan kedua tangannya di atas meja di samping kiri dan kanan nichkhun yang duduk di atas meja itu “eomma memberikan tiket pesawat untuk kita berlibur ke itali … kau mau berangkat ?! eomma bilang mungkin kau stres jadi jika kita berlibur kau bisa merasa lebih rileks dan siapa tahu saja kau bisa hamil “
Nichkun terdiam dia tersenyum kecil dan menunduk sedih setelahnya “mianhae “ gumam nichkhun pelan. Junho mengakat dagu nichkhun untuk kembali memandangnya
“waeyo ?! kenapa kau minta maaf ? kau tidak mau pergi ?!”
Nichkhun menggelengkan kepalanya menyangkal “anii … aku minta maaf karena … aku … aku … tidak bisa memberikan mu anak …”
“nichkhun-ah …. Aku mencintai mu … kau tahu itu kan ?!”
“tapi tetap saja- …” junho menaruh jari telunjuknya di bibir nichkhun menghentikan nichkhun yang masih ingin berbicara
“apa aku pernah memberikan mu sarat agar kau memberikan aku anak saat aku akan mencintaimu ?!” junho memandang dalam mata nichkhun yang juga tengah menatapnya , perlahan tangan junho bergerak pindah dari bibir nichkhun untuk membelai pipinya “aku mencintai mu …. Tanpa sarat apapun … aku tidak pernah memberikan sarat agar kau melahirkan anak ku … atau memberikan mu sarat agar kau selalu terlihat muda dan menarik di depan ku … aku mencintaimu karena diri mu …. “ nichkhun menggenggam tangan junho yang masih membelai lembut pipinya dengan seutas senyum yang dia tunjukan untuk junho
“jadi … sekalipun kau tidak pernah memberikan aku anak … atau kulitmu yang kusam ini menjadi keriput … atau rambutmu sudah putih semua …. dan juga bokong mu itu sudah tidak sexy lagi … aku tetap mencintaimu … karena tidak ada sarat yang aku ajukan untumu …. Hanya perlu terus berada di sampingku dan mencintaiku selamanya … aku sangat bahagia bersama dengan mu …”
“menyebalkan !!!” umpat nichkhun memukul bahu junho dengan kedua tangannya dengan pelan berpura-pura marah dengan semua perkataan junho yang menyiratkan penghinaan untuknya ,
“yach aku serius …. !”
“apa nya yang serius ?!”
“tentang kulit kusam mu itu …” jawab junho polos tapi nichkhun tahu junho hanya ingin menggodanya saja , membuat nichkhun malah tersenyum dan memeluk junho dengan erat
“gomawo …” gumam nichkhun yang masih menunpukan kepalanya di bahu junho , junho hanya tersenyum dan membelai rambut belakang nichkhun dengan penuh sayang
“jadi … ???!!!! di ganjal bantal lagi malam ini ?!” tanya junho menggoda dan nichkhun hanya bisa tertawa seraya memukul punggung junho dengan tangannya
*
*
*
*


“junho … hari ini kau pulang cepatkan ?!” nichkhun bertanya saat dirinya berjalan di samping junho yang mengunjunginya di kantor . karena mereka saat ini punya kesibukan sendiri-sendiri yang padat junho dan nichkhun selalu menghabiskan waktu makan siang bersama di sela-sela aktifitas mereka terlebih junho juga harus kulian saat weekend sedangkan nichkhun tinggal di rumah sendirian saat itu
“ne … tentu saja … aku akan mengantar mu ke rumah sakit nanti … “ jawab junho berhenti berjalan
“kalau begitu … bertemu di rumah sakit saja … aku ada urusan mendadak …”
“emhh …. Baiklah kalau begitu aku tunggu saja di rumah sakit … aku pergi …” junho mencium pipi kanan nichkhun sekilas dan kemudian meninggalkan nichkhun untuk kembali ke kantor ayahnya

In hospital

Junho dan nichkhun duduk di depan meja dokter kandungan yang merawat nichkhun sejak kahamilannya dulu , dokter yang di rekomendasikan oleh dokter keluarga junho padanya . nichkhun selalu menajalani pemeriksaan untuk memantau keadaan agar suatu saat nanti saat dia hamil keadaannya tidak selemah dulu
“pulang dari rumah sakit kita ke salon … lihat kulit mu benar-benar kasar !” junho menunjuk wajah nichkhun dengan tetapan mengejek membuat nichkhun geram dan mencubit lengan junho kuat-kuat
“awwh … kalau tidak mau ke salon bagaimana jika ke dokter kulit saja … di rumah sakit ini juga ada dokter kulit “ lanjut junho lagi masih saja bicara hal-hal yang tidak penting
“yach kau bilang mencinatiku tanpa sarat ?!!!” nichkhun memperotes dengan kekesalan yang sudah memuncak walau junho malah cengengesan saja . sebenarnya junho hanya ingin menggoda nichkhun yang belakangan ini tidak percaya diri dengan penampilannya sendiri yang malas berdandan dan juga mengalami penambahan berat badan membuat pipinya menjadi chuby
“ini hasil pemeriksaanya !” dokter yang mereka tunggu ahirnya datang dan memberikan amplop hasil pemeriksaan rutin yang biasa nichkhun jalani
“gamsahamnida …” ujar nichkhun ramah sedangkan junho langsung membuka isinya begitu saja masih di depan dokter itu . junho mengertutkan dahinya saat dia membaca hasil pemeriksaan nichkhun
“apa artinya ini ?!” tanya junho pada dokter itu walau matanya masih saja memandang kertas itu dengan wajah shock
“wae ?!” nichkhun juga menjadi panik dan ikut memperhatikan isi kertas hasil pemeriksaannya
“ini ??!!!” tanya nichkhun shock pada dokter yang saat ini diam memandnag keduanya dengan mengulum senyum
“selamat untuk kalian berdua !”
Nichkhun tersenyum bahagia hingga matanya terasa basah tak kuasa menahan haru , dia menutup mulutnya yang ternganga bahagia dengan kedua telapak tangannya sementara junho hanya tersenyum dengan wajah yang masih terlihat tidak percaya dengan kabar bahagia yang mereka terima
“karena nichkhun selalu menjalani perawatan secara rutin … aku rasa kehamilannya kali ini akan berjalan dengan baik …. Tapi kabar buruknya liburan ke itali kalian harus di batalkan hingga nichkhun melahirkan nanti … karena sepanjang kehamilan dia masih tetap tidak boleh kelehan , melakukan perjalanan jauh dan juga stres ….”
“ne … aku akan membatalkannya sekarang juga !” timpal junho bahagia seraya memeleuk nichkhun dengan gemas

*
*
*
*

In khunho home

Junho mengaduk cairan berwarna coklat di dalam gelas dengan menggunakan sendok setelah itu dia meletakan sendok tadi ke bak cuci . junho membawa gelas berisi susu coklat itu kearah ruang tv mencari sosok nichkhun disana walau ternyata nichkhun tidak berada di ruang tv. Junho kembali celingukan dan berjalan kearah taman belakang rumahnya karena semenjak nichkhun hamil dia suka sekali duduk-dudk santai di sana
“khunie aku bawakan …” junho tersenyum saat melihat nichkhun duduk di bangku taman yang ada di taman belakang rumahnya itu dengan memegang gelas yang masih menempel di mulutnya . sebuah gelas dengan isi yang sama dengan apa yang junho bawa
Nichkhun menoleh kearah junho setelah dia selesai minum “aku sudah minum susu …. “ nichkhun cemberut dengan menunjukan gelas kosong yang sudah habis dia minum isinya barusan merasa bersalah pada junho yang sudah susah susah membuatkan dia susu
“gwaenchana …. Aku hanya takit kau lupa saja makanya aku membuatkan mu susu …”

Kehamilan nichkhun kali ini tidak seberat yang sebelumnya dia tidak terlalu lemah di bandingkan dulu walau dia masih saja muntah-muntah di pagi hari tapi ini terlihat lebih wajar tidak seperti sebelumnya dimana nichkhun selalu sakit-sakitan dan tidak bisa beraktifitas. Nichkhun juga bersikap lebih santai dan tenang nichkhun saat ini tidak keberatan saat junho menempatkan pelayan di rumah mereka untuk mengawasi nichkhun . nichkhun juga menuruti perintah junho untuk tidak berangkat ke kantor selama kahamilannya dan hanya mengerjakan pekerjaannya di rumah .



*
*
*
*



saat ini kehamilan nichkhun sudah menginjak usia 7 bulan . usia kandungan yang membuat dia khawatir pasalnya dia kehilangan anak pertamanya di usia 7 bulan kehamilan .
“apa anda ingin saya mengambilkan air panas untuk merendam kaki anda ?!” tanya seorang pelayan pada nichkhun yang duduk di kursi santai yang ada di halaman belakang rumahnya
“ne … tolong ambilkan “ jawab nichkhun singkat
Pelayan itu segera berjalan kearah dapur guna mengambil air hangat untuk merendam kaki nichkhun yang bengkak , sejak bulan ke enam nichkhun mengalami pembengkakan pada kadua kakinya walau pembengkakan itu masih di kategorikan wajar selama tidak bengkak keseluruh tubuhnya .


Tit tit tit tit tit tit (tiap aku ketik suara menakan kode pintu gak pernah di itung berapa digit … kayanya beda tiap kali aku ngetik .. (=.=”)

Junho memasuki rumahnya dengan tangan yang menenteng tas kerja , tanpa sengaja dia melihat pelayan di rumahnya berjalan dari arah dapur hendak ke halaman belakang dengan membawa baskon di tangannya. Junho yakin jika air itu adalah air hangat untuk merendam kaki nichkhun karena dokter yang menyarankannya untuk merendam kaki nichkhun dalam air ngatak untuk mengurangi bengkak di kakinya
“bagaimana jika saya yang mengoleskan oil nya …. Tangan anda sepertinya tidak sampai !” pelayan itu meletakan baskom berisi air hangat di bagian bawah kursi yang nichkhun duduki lalu berdiri kembali menawarkan diri untuk membantu nichkhun yang sepertinya sangat kesulitan untuk menyentuh ujung kakinya dalam posisi yang duduk selonjoran seperti ini
“biar aku saja yang melakukannya !!!” nichkhun dan pelayan tadi sontak memandang kearah pintu masuk saat mendengar suara junho barusan.
“kau sudah pulang ?!” tanya nichkhun tersenyum pada junho walau tubuhnya tidak bergerak . junho berjalan mendekati nichkhun seraya membuka jas yang dia kenakan lalu membuka kancing kedua lengan kemeja panjangnya melipat bagian lengan kemeja itu hingga sikutnya .
“ne … apa kau baik-baik saja ?!” nichkhun mengangguk semangat membuat junho ikut tersenyum padanya . junho memberikan jas yang dia buka kepada pelayan yang tadi melayani nichkhun setelah itu pelayan tadi membungkuk hormat pada junho dan berlalu meninggalkan mereka berdua di sana
Junho berjongkok di bawah kursi tepat di bawah nichkhun yang duduk selonjoran di kursi santai tadi seraya membuka dasi yang masih terpasang di lehernya nichkhun yang melihat itu dengan sigap mengambil dasi tadi dari tangan junho, perlahan junho mengangkat kaki nichkhun membuatnya berbalik kearah junho . junho memasukan kaki nichkun kedalam air hangat satu persatu “apa tidak terlalu panas ?!” tanya junho mendongak menatap wajah nichkhun yang memperhatikan kakinya
“anii … “ jawab nichkhun singkat . nichkhun meletakan tangan kanannya di atas kursi untuk menopang bobot tubuhnya yang condong ke belakang karena dia akan merasa sangat sesak jika duduk dengan posisi yang biasanya di karena perutnya yang membuncit itu akan tertekan
“sepertinya kaki mu semakin bengkak …” junho membasuh kaki nichkhun dengan air yang merendam kakinya itu dari atas betis hingga terus ke bawah .mengelus ngeus lembut kaki nichkhun yang terendam air
“aku juga merasa seperti itu … “ nichkhun menghela nafas lalu memandang wajah junho dia tersenyum penuh syukur karena memiliki pasangan seperti junho yang selalu siap siaga dan juga baik padanya menyayangi dirinya dengan tulus selama ini “junho … kau tahu pelayan itu mengetakan padaku mungkin anak kita kembar …. Karena aku tidak bisa menyentuh ujung kaki ku saat duduk selonjoran …”
Junho mendongak lagi memandang nichkhun “kau yang tidak mau melakukan USG …”
“tapi aku kan ingin kejutan …. Saat anak kita lahir nanti … apa dia itu anak permpuan atau laki-laki …” junho hanya tersenyum menanggapi perkataan nichkhun .
“apa sudah lebih baik ?!” nichkhun mengangguk menjawabnya dan setelah itu junho segera mengeluarkan kaki nichkun dari dalam air . meletakan kaki nichkhun di atas kain yang menjadi alasnya , junho berdiri dan duduk di samping nichkhun meletakan sebuah anduk kecil di pahanya lalu mengangkat kaki nichkhun untuk menempatkannya di atas pangkuan junho mengeringkannya dengan handuk itu . Junho mengoleskan oil untuk mengurangi bengkak nichkhun , minyak yang terasa hangat di permukaan kulit kaki nichkhun yang di olesi minyak tadi dengan tangannya satu persatu
“sebaiknya besok kita ke rumah sakit saja …”
“tapi jadwal chek up nya minggu depan …”
“kakimu sudah sangat bengkak … aku takut ini akan berbahaya …”
Nichkhun segera mengangguk patuh saat melihat wajah junho mulai mengeras menandakan jika perkataan junho saat ini adalah sebuah titah yang tegas “baiklah … “
“eh ?!” junho melihat wajah nichkhun dengan selidik memperhatikan wajahnya dengan lekat “apa ini ?! pipi mu juga ikutan bengkak yah ? lihat jadi chuby begini ??!” junho mencubit pipi nichkhun dengan tanganya menarik pipi chuby nichkhun itu dengan gemas
“yach !!! appo !! …aish …lepas lihat minyaknya menempel di pipiku !!! “ nichkhun melepaskan tangan junho yang mencubit pipinya lalu memukuli junho dengan tenaga yang pelan karena dia masih belum bisa memukul junho dengan power yang normal saat ini . setelah itu menghapus bekas minyak yang ada di pipinya dengan punggung tangan
“tapi lihat … kau benar-benar chuby … atau jangan-jangan kau itu sekarang gemuk yah ?! orang lain hamil hanya naik berat badan 8 kg tapi kau malah naik 16 kg … bagaimana ini ? bagaimana jika anak kita lahir dia mengira eommanya boneka panda ?!”
“YACH !!!!” protes nichkhun lagi yang sama seklai tidak di tanggapi junho

Ke esokan harinya

“keadaan ini akan berbahaya jika terus berlanjut … jadi bagaimana jika kita melakukan operasi saja … kandungan nichkhun sudah 7 bulan lebih jadi ini juga sudah waktu yang cukup untuk nichkhun melahirkan “ nichkhun mengeratkan genggaman tangannya pada junho saat mendnegar penjelasan dokter kendungannya barusan .
“tapi … “ nichkhun terlihat bingung seketika tangannya menjadi dingin dan itu bisa di rasakan junho yang masih menggenggam tangan nichkhun yang duduk di sampingnya saat ini
“justru jika kau menunggu hingga usia kandungan mu 9 bulan akan berbahaya … jika sampai seluruh tubuh mu membengkak “
Junho mengelus lembut pundak kiri nichkhun saat nichkhun duduk di samping kirinya karena satu tangan junho memang sejak tadi merangkul bahu nichkhun “tenanglah …. Operasi ini adalah langkah terbaik untuk mu dan anak kita … kau mau kan ?!” walau sempat berpikir dalam waktu yang tidak sebentar ahirnya nichkhun menganggukan kepalanya lemah mengikuti saran dokter padanya
“baiklah … jika kau setuju … aku akan menyiapkan kamar untuk mu … kau harus berpuasa selama satu hari sebelum operasi … “
“ne …”

*
*
*
*
*

“semuanya akan baik baik saja …. Jangan khawatir … “ kahi berbisik di telinga nichkhun yang tengah berbaring di kasur dalam perjalanan ke ruang operasi saat ini . nichkhun mengangguk tanpa kata seraya memandang wajah kahi yang tersenyum padanya kahi tahu nichkhun begitu gugup dan ketakutan saat ini.
“nichkhun-ah … kau pasti bisa …. “ ujar ibu nichkhun pada anaknya ikut memberikan dukungan sementara ayahnya dan juga tuan lee hanya mengangguk meng-iayakan perkataan nyonya horvejkul. Nyonya hervejkul dan juga kahi berdiri di sisi kanan nichkhun berjalan serempak dengan laju kasur yang di dorong oleh pera perawat itu menuju runag operasi sementara junho berdiri di sisi kanan bersama dengan para ayah
Tanpa terasa nichkhun sudah sampai di depan pintu ruang operasi saat ini hingga semua orang yang mengantarkannya harus berhenti mengikuti nichkhun untuk menunggu di luar ruangan. Nichkun mengeratkan pegangan tangannya pada junho seolah tidak mau melepaskan tangan itu
“waeyo ?!” tanya junho lembut dan mencondongkan tubuhnya kedepan mengarah di samping wajah nichkhun
“a..aku…takut ….” Junho membelai rambut nichkhun lembut dan tersenyum memenangkannya
“jangan pikirkan apapun … karena semuanya akan berjalan dengan baik … aku akan menunggumu … ne ?!” perlahan genggaman tangan nichkhun melonggar seiring dengan kembalinya di dorong kasur itu masuk ke dalam ruang operasi tangan mereka semakin terpisah hingga saat ini hanya ujung jari nichkhun yang masih menyentuh ujung jari junho dan setelah itu tangan mereka terlepas sempurna dengan di tutupnya pintu ruang operasi


Lama waktu berjalan hampir 3 jam junho dan seluruh keluarganya menunggu di depan ruang operasi namun sama sekali tidak ada tanda-tanda akan operasi itu akan segera selesai. Junho sudah mundar madir di depan pintu sejak beberapa menit yang lalu entah sudah yang ke berapa kalinya dia melakukan hal itu saat ini.
Cleekk
Junho segera mendekati pintu ruang operasi yang sudah terbuka, hanya ada minjun dokter pribadi keluarga junho yang keluar dari sana karena dia juga ikut masuk ke dalam ruang operasi walau dokter yang menangi nichkhun adalah dokter lain yang merupakan dokter kandungan . hati junho terasa tidak karuan saat ini semua terulang kembali bagi junho, dokter yang keluar dari ruang operasi sendirian dengan wajah lelah dan lesu di tambah lagi sama sekali tidak ada tangisan yang terdengar dari ruangan itu sebelum minjun keluar membuat pikiran junho kembali melayang ke penderitaan yang dia rasa akan kembali terulang
“nichkhun ?!” tanya junho lemah pada minjun dokter muda yang begitu dekat dengannya . minjun hanya mengehla nafas dan memandang junho dengan tatapan yang sulit di artikan . junho hanya menanyakan keadaan nichkhun saat ini dia tahu jika mungkin anaknya tidak akan selamat lagi saat ini tapi nichkhun ? junho sangat ingin mengetahui keadaannya
“dia akan sadar setelah 3 jam …” jawab dokter muda itu dan tersenyum kecil
Oweee owee oweee …. Owee ..oweee … oweeee
(yah kira2 gitu lah suara tangisan bayinya)
Junho terdiam memandang pintu ruang operasi dengan wajah bingung saat mendengar suara tangisan bayi saling menyahut di dalam sana
“selamat !” ujar minjun menepuk bahu junho sekilas dan tersenyum masih dengan wajah yang lelah
Junho tersenyum bahagia dia segera berbalik melihat kedua orang tuanya lalu berlaih ke arah orang tua nichkhun . dimana ayah junho tersneyum padanya dan kahi menghala nafas lega seraya duduk di kursi ruang tunggu sedangkan ibu nichkhun mengelus-ngelus dadanya bersyukur.
“AKU JADI AYAH !!!” teriak junho dan memeluk minjun sebagai orang yang paling dekat denganya saat ini karena dia ada di depan junho . junho memeluk minjun dengan sangat erat atau lebih tepatnya kuat-kuat hingga minjun terbatuk batuk karen sesak nafas
“yach !! junho lepaskan !!!!” protes minjun dengan segenap kekuatan yang tersisa mendorong tubuh junho menjauh darinya


*
*
*
*


Nichkhun mengerjapkan matanya berulang kali saat dia merasakan cahaya lampu putih yang terpasang di bagian langit-langit kamar yang dia tempati itu menusuk matanya apa lagi lampu itu terpasang tepat di atas nichkhun yang tengah terbaring. Nichkhun merasakan jika dirinya masih lemas dan juga pusing akibat obat bius yang di suntikan pada dirinya sebelum operasi hingga dia memegangi kepala yang terasa berkeliyengan
Mata nichkhun yang sudah terbuka tanpa sengaja melihat perutnya yang sudah rata membuta dia panik ingin segra mengetahui bagaimana keadaan anaknya . “junho !!! junho !!! JUNHO !!!” nichkhun berteriak meneriakan nama junho berulang kali memangilnya. Junho yang tanpa sengaja tertidur di sofapun segera terbangun dan menghampiri nichkhun
“khunie-ah !! kau sudah sadar ?!!” junho berjalan dengan cepat menghampiri nichkhun bahkan dia sempat tersandung hingga terhunyung kedepan saing terburu-burunya menghampiri nichkhun
“junho anak kita ?! anak nya ?!! bagaimana dia ?! dia mana ?!! mana dia kenapa tidak ada di sini ??! junho !!! katakan padaku !!!!” nichkhun bertanya dengan paniknya memberondong junho dengan berbagai pertanyaan tanpa henti bahkan itu malah membuat junho tidak sempat menjawab pertanyaannya karena nichkhun sama sekali tidak memberikan dia kesempatan untuk bicara
“khunie-ah … tenang dulu …. !!!jangan bergerak ! kau baru saja melakukan operasi … ” junho memegang kedua tangan nichkhun menghentikan semua gerakannya
“anak kita ?!” tanya nichhkun lagi lemah jelas sekali terlihat kekhawatiran dan juga ketakutan di dalam ruat wajah nichkhun saat ini
“anak kita baik-baik saja …. Karena dia lahir prematur … dia ada di ruang inkubator … tapi dia baik-baik saja … dokter bilang dia sangat sehat !”
“benarkah ?! kau tidak berbohong padaku kan ?!” sangsi nichkhun masih tidak percaya dengan apa yang junho katakan. Junho mengangguk semangat
“jadi tenanglah …. Jika kau sudah lebih baik aku akan membawamu melihatnya…. Aku punya kejutan untuk mu ….”

Hari berikutnya
Junho mendorong kursi roda yang nichkhun duduki berjalan melewati koridor rumah sakit menuju ke ruang bayi
“kau mau memberikan kejutan apa ?!” nichkhun bertanya dengan penasaran karena kemarin junho mengatakan padanya dia akan memberikan nichkhun kejutan saat mereka melihat anak mereka yang ada di ruangan bayi
“lihat saja … aku yakin kau suka !” ujar junho dengan nada yang di buat semakin misterius membuat nichkhun hampir mati penasaran
“dasar pelit !” kesal nichkhun yang masih duduk nyaman di atas kursi roda yang junho dorong

Di ruang bayi

Junho berhenti mendorong kursi roda yang nichkhun duduki di depan inkubator dimana terdapat seorang bayi yang tertidur di dalamnya dengan keadaan tengkurap tanpa mengenakan kain apapun , nichkhun bisa melihat cahaya keunguan yang menyinari bayi itu .
“ada apa dengannya ?!” tanya nichkhun menyentuh kaca inkubator dengan telapak tanganya memandang sosok anaknya dengan pandangan nanar , nichkhun menggigit bibir bawahnya saat melihat tubuh ringkih anak pertamanya itu
“karena dia lahir prematur dia harus di tempatkan di sini … dan lagi dia harus mendapatkan penyinaran ultra violet … mata dan kulitnya terlihat kuning tapi itu tidak parah dengan menyinaran yang rutin dia akan baik-baik saja …” jelas junho lembut dan memeluk nichkhun yang masih duduk itu dari belakang
Nichkhun menyeka air matanya tak kuasa menahan kesedihan karena melihat anaknya yang ada di dalam kondisi lemah “uljima … dia tidak akan apa-apa … dokter bilang anak kita sehat-sehat saja … “
“tapi dia … dia terlihat sangat lemah junho !” kekeh nichkhun menyakinkan junho bahwa anak mereka dalam keadaan yang tidak baik
“khunie…. Jangan panik seperti itu … seorang ibu harus bisa mengurus anaknya … dan jika kau panik bagaimana bisa kau mengurus anak mu nanti …”
Nichkhun mengehela nafas berat dan menahan tangisnya “lalu apa kejutan yang ingin kau berikan padaku ?!”  nichkhun menolehkan wajahnya kearah kanan melihat junho yang masih memeluknya dari belakang dengan kepala yang junho tempatkan di bahu kanan nichkhun
“tunggu sebentar … dan tutup matamu !”
“wae ? “
“tutup saja matamu dan tunggu di sini !” nichkhun mengedikan bahunya acuh lalu menuruti perintah junho untuk mentup mata .
Setelah beberapa manit junho meninggalkan nichkhun ahirnya dia kembali ke tempat dimana dia meninggalakn nichkhun tadi . junho meminta bantuan salah satu perawat untuk membenarkan posisi tangan nichkhun yang masih menutup matanya hingga dalam posisi benar untuk menggendong bayi
“ada apa ini ?!” tanya nichkhun bingung
“tutup saja matamu !” titah junho lagi , dan nichkhun masih saja menutup matanya. Junho perlahan meletakan bayi yang dia gendong keatas pangkuan nichkhun dengan sangat perlahan . junho bisa melihat kening nichkhun yang berkerut saat dia merasakan sesuatu bergerak di pangkuannya
Perlahan nichkhun membuka matanya melihat apa yang junho berikan . seketika mata nichkhun membulat ketika dia melihat seorang bayi ada di pangkuannya “ju…junho … bayi siapa ini ?!” tanya nichkhun tergagap
“dia anak kita !” jawab junho singkat
“anak kita lalu ….?! “ nichkhun mengalihkan pandangannya kearah inkubator yang masih di isi seorang bayi di sana “bukankah dia anak kita ?!” tanya nichkhun lagi
“kau tahu … kau melahirkan anak kembar … anak permpuan dan laki-laki ….” Junho tersenyum dan memadang anak yang ada di pangkuan nichkhun saat mengatakan anak permpuan dan mengalihkan pandangannya keara inkubator saat mengatakan anak laki-laki membuat nichkhun tahu bagaimana membedakan kedua anaknya itu
“jadi !!!” nichkhun masih saja tidak mempercayai anugrah yang tuhan berikan padanya , dia memandang anak yang ada di pangkuannya dengan wajah yang menahan haru , wajahnya tersenyum tapi matanya memerah dan meneteskan air mata
“selamat !! kau jadi ibu …” junho memeluk nichkhun dari samping dan mencium kepala nichkhun di bagian samping
“kau juga jadi ayah !!” jawab nichkhun mengangakat wajahnya memandang junho . junho mengangguk dan kembali memeluk nichkhun dalam perasaan bahagia yang begitu besar hingga dia terus saja tersenyum sama halnya dengan nichkhun yang saat ini juga terus mengumbar senyum bahagianya

Epilog

5 tahun kemudian

“yoobin-ah … eomma ingin bertanya padamu kenapa kau memukul teman sekelas mu tadi ?!” nichkhun bertanya pada anak perempuannya saat mereka sekeluarga duduk duduk selonjoran di runga tv , dimana yoobin anak perempuan mereka tengah menggambar di meja belajar kecil miliknya dan JB tengah belajar menulis bersam dengan junho . yah anak perempuan mereka ini memang adalah cetakan junho dalam versi gadis kecil yang lincah sedangkan anak laki-laki mereka adalah anak yang lebih pendiam namun sangat jenuis seperti ayahnya walau dia mengalami diseleksia
“ayah mengatakan padaku … jika ada yang menggangguku pukul saja … apa lagi tadi orang itu menghina JB dia mengatakan JB bodoh karena tidak bisa menulis “ yoobin menjawab pertanyaan ibu dengan santai dan hanya terus mewarnai gambarnya tanpa memandang nichkhun .
Pletakk
Nichkhun melemparkan tempat pensil kearah kepala junho dan sukses mengenai begian belakang kepalanya itu
“YACH !!! WAEYO ?!!” junho berteriak tidak suka saat nichkhun melemparnya
“kenapa kau mengajarkan yoobin untuk berkelahi ??! kenapa kau mengatakan agar dia memukul temannya ,eoh ?!” tanya nichkhun kesal pada junho yang masih megelus kepalanya
“oh … itu dari pada anak kita yang di pukul bukankah lebih baik dia yang memukul temannya ?!” timpal junho dengan santai tanpa beban seolah apa yang dia katakan itu adalah benar.
“aish !!” nichkhun berjengkat mendekati junho dan memukuli junho menggunakan bantal sofa hingga terjadi pertangkaran yang sengit antara junho yang menghindari pukulan nichkhun dan nichkhun yang bersikukuh ingin memukuli junho
“yach hentikan !!!” teriak junho masih menghindar
“yach !!! ayah macam apa kau ini ?! anak mu di ajarkan berkelahi ?apa kau ingin yoobin ikut tauran seperti mu saat dia besar nanti ?!” tanya nichkhun masih memukuli junho dengan bantal “kau tahu kekerasan itu adalah hal yang tidak baik sama sekali tidak pantas untuk di ajarkan pada anak-anak ! dalam hal apapun kekerasan bukanlah penyelesaian yang baik !”
“eomma !!” panggil JB yang tengah menulis membuat nichkhun menghentikan pukulannya pada junho memandang JB yang juga tengah memperhatikan dirinya yang masih memegang bantal yang ada di atas kepalanya siap untuk di pukulkan kepada junho
“waeyo ?!”
“eomma bilang kekerasan adalah hal yang tidak pantas … tidak baik di lakukan dalam hal apapun tapi kenapa eomma memukul ayah setiap hari ?!” tanya JB polos dengan menempatkan ujung pensil yang dia pegang di pelipisnya berpikir
“hahahahaha ….”junho tertawa renyah saat melihat ekspresi nichkhun yang mencelos dengan pertanyaan yang di lontarkan JB padanya barusan “itulah keunggulan saat kau punya anak yang jenius … “ujar junho bangga dan mengelus-ngelus puncak kepala JB “kau pintar sekali chagy … ayah bangga padamu !” lanjut junho masih mengelus-ngelus rambut JB
“ayah tidak sayang padaku ?!” tanya anak perempuannya yang bernama yoobin itu kesal dan mencoret coret gambarnya sendiri dengan crayon
“aniya … ayah sayang kalian berdua … kemarilah … kita menggambar bersama !” ajak junho merentangkan tangannya siap untuk memeluk anak perempuannya yang langsung berlari ke arah junho duduk di pangkuannya dengan membawa buku beserta crayon di tangannya
“tch … dasar !! ya sudah kalau kalian tidak menyanyangiku !” umpat nichkhun kesal dan meninggalkan junho dan kedua anaknya itu menuju dapur

*
*
*

“selamat malam chagy !” nichkhun menarik selimut hingga menutupi tubuh JB hingga ke dadanya lalu mencium kening JB mengantarkannya untuk tidur . “selamat malah yoobin chagya … “ nichkhun juga mnarik selimut untuk menutupi tubuh yoonin dan mencium keningnya saat kedua anak itu sudah berbaring dengan nyaman di kasur mereka masing-masing walau masih ada di satu ruangan kamar yang sama . nichkhun menarik tirai yang ada di tengah ruangan membelah ruangan itu menjadi dua lalu mematikan lampu kamar itu . nichkhun tersenyum kembali berbalik memperhatikan kedua anaknya yang tengah tertidur lalu keluar dari kamar itu dan menutup pintunya perlahan
“huwaaa !!!” nichkhun berteriak kaget walau tidak terlalu kencang saat merasakan seseorang tiba-tiba memluk tubuhnya dari belakang saat dia baru saja keluar dari kamar anaknya
“saku mencitaimu !” bisik orang itu di telinga nichkhun membuat nichkhun tersenyum dan menolehkan kepalanya kearah samping
“aku juga mencintaimu !” jawab nichkhun sepenuh hati
“chagya … kita buat baby lagi yuk ?! malam ini … !” ajak junho dengan manja memeluk nichhun semakin erat , junho memajukan bibirnya dengan lucu saat merajuk pada nichkhun seperti saat ini .
Nichkhun menggigit bibir bawahnya dengan ekspresi yang sensual dan mengangguk seraya mengedipkan sebelah matanya nakal


Dan tamat !!!!!! gaje ???!!! tu adalah kelebihan saya …. Mohon di komentar saja oke !!!! buat penyemangat untuk menyelesaikan romantic prince dan juga love in art

13 comments:

  1. sumpah unn, aku ga bisa berhenti ketawa bacanya XDD koclak banget... itu junho masa nyeritain hubungan pribadi pake treak treak sih ..wkwk
    itu lagi pke diganjel pake bantal... apanyasih unn yang diganjel.. *pikiran menjalar kumat*
    Unnie sumpah unn, aku suka bgt part ending ini Sedih, ketawa, senang.. semuanya kerasa.. aku mau nangis waktu bayi mereka meninggal.. khunnienya kasihan TT TT...

    Bonus part dong unnnie bonuspar *bawa spanduk* (Unnie : gilaa ni anak banyak banget maunya =,=)

    God Job Author-Nim <3

    ReplyDelete
  2. hikz .. Q ampe nangis pas anak mrka gak bsa d slamatkan..ya alloh q mlh jdi ikutan nangis kyk khunHo ....

    Fyuhhh tpi untunglah ternya ada hikmah d balik semua itu...aduh mrka bahagia bgt...aku ampe ketawa2 sendiri..yg tadinya ampe nangis2 tpi ff ini happy endingnya dapet bgt eon...complete ni ff bsa bikin orng nangis bsa bikin orang ngakak2 sendiri..haha...gak tau knpa baca ending nya q berasa happy bgt...DAEBAKKKK THOR DAEBAKKK!!! ... aku suka semua ff author...termasuk yg ini yg sukses bikin q ketawa2 and nangis2..:D gomawo eon....Keep figthing eon..Figthing DON'T STOP CAN'T STOP EONNIE GOOOOO!!! ^_^

    ReplyDelete
  3. ADOOH AUTHOR KENAPA CEPAT BANGET NIIH FF TAMAT

    TAPI NGAK PP LAH AKU AKAN DENGAN SEMANGAT 45 MENUNGGU FF JUNHO - NICHKHUN LAGI
    POKOK NYA AUTHOR WAJIB BUAT FF JUNHNICK YANG BANYAK

    SEMANGAT THOR!!!

    ReplyDelete
  4. Heu. . .heu . ..heu. . . aku terharu baca sambil mangku tisu kadang nangis kadang seyum2 gak jelas.
    feelnya dapet banget. . . critanya sangaaaaat memuaskan pantesan updatenya lama.
    Endingnya sweet bangeeeeet kaya senyumnya khunho.

    gak rela bangeeet ni ff udah end aku suka.bangeeet eon please bikin ff khunho yg kaya.gini lagi.
    makasih bangeeeet eon aku puas bangeeet am ff nie.
    terus berkarya eon
    semangaaaaaaaaaat !!!!
    ^_<

    ReplyDelete
  5. Jadi cerita ini udah end?? T___T yahh padahal masih mau lanjut terus bacanya T___T tapi waktu baca chapter ini, aku sampai nangis, chingu... Waktu adegan anak khun tdk bisa diselamatkan sampai-sampai khun koma :( tapi untung aja junho tetep setia di sampingnya sampai dia sadar walaupun habis itu khun sedih banget pas tahu anaknya meninggal T__T tapi untung aja khun bisa hamil lagi, bahkan melahirkan dua anak kembar :') aduh ceritanya bagus banget trus junho sampai akhir masih aja yadong minta tambah anak XD ahaha pokoknya suka banget lah sama cerita ini ~

    ReplyDelete
  6. lanjut lg thor sama ff bruuu... Mau khunyoung thoor

    ReplyDelete
  7. Good thor,semangat terus ya....

    ReplyDelete
  8. Kecewa bgt rasanya pas liat kata2 awalnya..yg akan menceritakan situasi Junho pas dikantor...tp dicut krn ada yg protes FF ini begitu panjang..
    siapapun yg protes itu mohon tunjuk tangan dan tauran ama aku sekarang!!!!
    Justru situasi itu yg aku tunggu..

    Junho bisa membedakan kapan brsikap sbg mantu dan karyawan..saat bekerja dia manggil PresDir..tp ketika dpt kbr dr rumah, Junho kembali memanggil ayah..(tp pas nunggu khun ngelahirin knp berubah jd appa yah manggilnya..junho ga konsisten nih..)

    Suasana sedih paling kerasa saat Junho nemenin Khun yg koma..kehilangan anak aja udah sedih..
    Bisa ngerasain rasanya Junho yg berusaha tegar sendiri krn kehilangan anak dan ditinggal Khun koma..
    Tapi saat Khun sadar..Khun menjadi alasan buat Junho untuk benar2 kuat..

    Karna dikebut jd 1 chap ini..pemotongan ceritanya agak janggal thor..tapi selebihnya SAYA SUKAAAA BANGEETTT... ^.^

    ReplyDelete
  9. MAAF THOR KOMEN LAGI

    INI SUDAH PAS YANG KE 10 KALI SAYA BACA FF INI HARI INI !!

    OH YA THOR BUAT SEQUEL NYA DONG THOR

    KALO ADA WAKTU BUATTIN YA THOR

    GOMAWO!!

    ReplyDelete
  10. hueee...nyesek bgt thor..
    sedih bgt pas mreka hrz khlangan anak..blu lg pas khunie koma..
    mataku bnr2 krasa panas gara2 mewek baca chap ini..hiks
    huaaa...nuneo-yaa..kau memang suami yg daebak..*ngelap ingus*
    sosok junho sangat sempurna dsini..
    dan akhirnya kluarga mereka bhgia..hehe

    truslah kembangkan imajinasimu yg daebak itu thor..hasilkan lg karya2 yg daebak lainx..
    plis jangan dngrn kata2 org yg cm bs protes dan ga mnghargaimu..masih ada kami readers dan tman2mu yg slalu mendukungmu..
    fighting\^0^/
    kutunggu ff2 slanjutx..^^

    *weny*

    ReplyDelete
  11. hahahahahahaha,,,,,gak bisa berhenti ketawa pas baca nie FF tapi juga gak bisa berhenti nangis,,,,(gaje),,,,,haduh thor aku kecewa ni ff berakhir,,,,,akau maunya lanjut.................ya gak apa-apa lah yang penting harus ada gantinya ya.............. :)

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. hiks..hiks T_T awalnya bikin aku nangis waktu nichkhun oppa keguguran,,
    tapi crita selanjutnya bikin aku ketawa mulu eoni... mianhe ya eoni, aku baru bisa comen di chap terakhir...eoni bikin chapter waktu khunni ma junho oppa ngrawat anak*nya waktu masih bayi donk #nich anak baru comen banyak maunya# please eoni ya!!!

    ReplyDelete