By : park
yara (tciw queen)
Romance,etc.
Disclamer:
2pm milik diri mereka sendiri dan tuhan semesta alam. dan cerita yang saya
tulis ini adalah cerita murni dari hati saya
Warning:
BoyxBoy. NamjaxNamja.
Pairing:
junho X nichkhun
Selingannya dan gak banyak alias hanya dikit :
chansung x wooyoung
taecyeon x
junsu
chapters :
end may be
summary :
cinta memang selalu datang tanpa di duga dan tidak tahu akan datang pada siapa
. dan saat ini cinta itu hadir di dalam seni yang juga menjadi bagian dari
hidup mereka
Ini dia cerita kita yang tak kalah gaje nya sama yang lain …
yah tahu kan itu adalah genre cerita saya .. tahu tahu tahu tahu tahu …. Tahu
sumedang tahu bulat tahu jablay (?) itu makanan yang ada di warung deket rumah
… gak banget sih namanya tapi lumayan deh buat camilan sambil tidur (?) otak
author lagi bener2 stres nih banyak banget masalah … ini dan itu rasanya
semakin ingin muntah (readers : gue juga gara liat curhatan lhu !!) yah baiklah
kalau begitu saya lupa mau ngetik apa ini …mulainya dari mana yah ?! dari
junnick apa dari chanwoo ? atau dari taecsu ? ahh gak tahu juga nih mau yang
mana dulu #berpikir
98 menit kemudian
Baiklah kita mulai dari yang tersulit dulu aja yah … ini kan
couple taecsu itu konfliknya itu yang umum terjadi dan saya berpikir bagaimana
untuk tidak jadi cerita yang murahan dan sudah biasa terjadi … saya gak tahu
kenapa setiap saya ngetik ff ini saya selalu denger kabar duka yang menyayat
hati … #mandang mirip khunie opaa
oke ini dia !!!
“aku akan melakukan konprensi pers … !” junsu berdiri di
depan manager nya dan berkata dengan sangat serius tantang apa yang ingin da
lakukan
“tapi aku belum bisa menghubungi manager taecyeon … mereka
masih di jepang dan juga perusahaan taecyeon masih belum mau bertemu dengan
kita …” jelas manager junsu itu padanya dengan panjang lebar . junsu hanya
menarik nafas dalam seolah bersiap lalu kembali berbicara
“aku tahu … aku punya alasan kenapa melakukan ini … aku akan
melakukan penyangkalan atas gossip itu … hyung kaujuga tahu kan jika perusahaan
managenat taecyeon pasti akan melakukan penyangkalan juga … berapa ribu fans
yang meninggalkannya karena gossip ini … jadi lebih bik kita yang melakukannya
duluan “
Manager junsu terdiam mencoba untuk berpikir dengan tangan yang
saling menaut antara satu dan lainnya “aku akan mengatur semuanya …” ujar
manager junsu itu setelah menimbang baik buruk tentang apa yang akan di terima
junsu dan perusahaan jika mereka melakukan ini sekarang
Di studio
Chansung menggerakan badannya dengan power yang kuat
sesekali dia mengulangi gerakan yang dia lakukan dan menambahkan beberapa detil
kecil dalam gerakannya . saat ini chansung tengah berada di dalam studio dance
miliknya pribadi mencoba untuk menciptakan koreografi yang habit untuk wooyoung
. menari dengan sepatu olah raga putih dan celana trening berwarna abu-abu muda
di padukan dengan singlet putih di bagian atasnya . keringat mulai bercucuran
di seluruh tubuh chansung membuat singlet putih yang sudah ketat di badannya
itu semakin membentuk lekuk tubuhnya karena keringat yang membuatnya basah
Chansung tersenyum puas saat telah berhasil membuat
koreografi untuk wooyoung , dia lantas segera membuat ear phone yang telah
terpasang di telinganya dan mengeluarkan ponsel putih miliknya untuk menelpon
wooyoung
“kau dimana ?!” Tanya chansung saat wooyoung sudah
mengangkat telponnya
“……………….”
“aku sudah menyelesaikan koregrafi untuk mu … kapan kita
mulai latihan …?!”
“……………….”
Chansung tertawa saat mendnegar ocehan wooyoung yang
mengatakan pada dirinya untuk tidak memaksakan diri , wooyoung merasa khawatir
karena baru saja kemarin dia menceritan hal itu pada chansung dan hari ini
koreografi itu sudah selesai . wooyoung yakin jika chansung pasti tidak tidur
semalaman dan juga terus menari di siang hari alias sama sekali tidak berhenti
non stop karena ingin segera merampungkan koreografi untuk nya
“aku tidak seperti itu … hanya saja terlalu hebat … “
chansung terdiam saat wooyoung menyelak perkataan nya yang balum selesai . dia
tersenyum dan mengangguk walau wooyoung pasti tidak tahu akan hal itu “ne …
jangan lupa makan … semangat !”
“……………….”
Chansung segera memutus sambungan telponnya bersama dengan
wooyoung dan memandang bayangannya di dalam cermin yang ada di seluruh dinding
ruangan . dia lantas berbalik hendak mengambil botol air yang sengaja dia
letakan di sisi ruangan agar dia bisa dengan mudah mengambilnya . dua langkah terahirnya
chansung merasakan jika kakinya itu ngilu dan malah terasa seolah di cengkram
kuat oleh sesuatu. Dia segera berjongkok dan mengurut kakinya dengan perlahan
“awh …. Sabarlah sedikit … “ gumam chansung berbicara dengan
pergelangan kakinya yang masih dia urut
Di kapal pesiar meweh yang junho dan nichkhun jadikan ajang
berbulan madu (panjang bener nih keterangan)
“junho …. Aku punya kejutan untuk mu !” nichkhun bicara
dengan girang saat memasuki kamar mereka , dia baru saja mendapatkan sebuah
tiket untuk sebuah pameran lukisan salah satu pelukis ternama dunia yang begitu
sulit untuk di dapatkan . nichkhun sangat ingin melihat pameran itu bersama
dengan junho yang dia yakini akan sangat menyukai hadian kejuatan darinya itu ,
tiket yang sangat langka untuk sebuah pameran di eropa
Nichkhun terdiam saat melihat junho berdiri di depan tv yang
ada di dalam kamar mereka , junho sama sekali tidak menoleh kearahnya walau dia
sudah bicara dengan berteriak-teriak kegirangan seperti barusan membuat
nichkhun penasaran dan mendekatinya edangkan junho masih saja focus menatap
layar tv tanpa berkedip walau bibirnya sedikit terbuka
“apa yang kau lihat ?!” nichkhun berdiri di samping junho
dan ikut melihat apa yang tengah junho tonton . dua lembar tiket yang nichkhun keluarkan
dari amplopnya itu terjatuh setelah melayang beberapa saat di udara mendarat di
ujung kaki junho dan di depan kakinya
“j…jun….jun…ho …. “ panggil nichkhun dengan sangat pelan
memperhatikan wajah junho yang masih saja tdiak berkedip , nichkhun mengulurkan
tangannya untuk memegang bahu junho dan saat dia baru saja menyentuh sedikit
sekali bahu itu junho langsung menoleh memandangnya .
Junho menatap nichkhun dengan mulut yang terbuka walau hanya
sedikit saja , dengan mata yang memerah dan juga berair , junho memandang
nichkhun nanar dengan posisi kepala yang sedikit miring membuat satu tetes air
mata keluar dari sudut mata junho mengalir ke hidung mancungnya
“a…a…a…aku …. “ gumam nichkhun bingung entah apa yang harus
dia katakan pada junho saat ini ,”a..aku bisa jelaskann ini junho …” nichkhun
hendak menyentuh junho lagi namun kali ini junho menepis tangan nichkhun masih
tanpa kata . junho hanya terdiam berjalan melewati nichkhun begitu saja keluar
dari kamar mereka entah kemana. Nichkhun menunduk melihat kaki junho yang
melangkah junho yang berjalan dengan gontai namun di langkah pertamanya dengan
tanpa dia sadari junho menginjak tiket yang nichkhun bawa barusan menginjaknya
membuat tiket itu menjadi kotor dan lusuh
Back to korea
Chansung masih terduduk di salah satu sisi ruangan yang ada
di dalam studionya mencoba untuk menunggu wooyoung yang berjanji akan datang
menemuinya hari ini untuk berlatih bersama. Chansung membuka sepatu kanannya
dan duduk selonjoran dia menggerekan jari-jari kakinya untuk menghilangkan rasa
kaku di sana berulang kali tidak terhenti sampai suara pitntu di buka terdengar
“aku membawakan mu makanan ??!!!” wooyoung tersenyum ceria
menunjukan kantong makanan yang ada di tangan kanannya pada chansung yang masih
terduduk di lantai. Chansung membalas senyuman wooyoung dan menepuk lantai kayu
di sampingnya agar wooyoung segera menempati posisi itu saat ini.
“makanlah dulu … kita akan latihan nanti saja … masih ada
watu untuk kita latihan …” wooyoung mengeluarkan satu persatu makanan yang dia
bawa dan menyodorkannya pada chansung .
“kau seperti ibu ku … yang akan selalu memberiku makan tiap
bertemu ….”
“tch … apa wajahku terlihat seperti ahjumma ?! a~ “ wooyoung
mengarahkan satu suap pissa kedalam mulut chansung yang langsung dengan patuh
membuka mulutnya dan menggigit pissa itu lalu setelahnya wooyoung menggigit
pissa yang sama membuat bekas gigitan chansung masuk kedalam mulutnya
“apa sekarang aku ingin bersama ku selamanya ?!” tiba-tiba
chansung bertanya dalam situasi mereka yang saat ini masih tenang . membuat
wooyoung terdiam dan memandangnya dengan berpikir
“Aku … aku merasa …. “ wooyoung memotong-motong kalimatnya
dengan tidak yakin membuat chansung tersenyum miris memperhatikannya . masih
belum bisakah wooyoung itu menerima dirinya dengan sempurna “aku ingin kau ada
di sampingku selamanya …” jawab wooyoung mantap setelah beberapa lama berpikir
, dia memandang chansung dengan tatapan serius yang menyakinkan bahwa dirinya
itu memang bena-benar ingin chansung berada di sisinya selamanya .
In other place
“kau melakukan yang terbaik junsu … “ manager junsu menepuk
bahunya riangan saat mereka berjalan kembali ke ruang ganti setelah selesai
melakukan konprensi pers tentang penyangkalan junsu atas hubungannya dengan taecyeon
“hyung … bisa kah kau mengantar aku pulang ?!” Tanya junsu
memelas , wajahnya terlihat begitu kacau dan lelah saat ini . junsu seolah
sudah melakukan aktifitas show selama 24 jam nonstop walau penampilannya rapih
namun bisa di lihat wajahnya yang murung dan juga lingkar matanya yang menebal
“baiklah aku akan membawa mu pulang sekarang … kau harus
segera istirahat “
In junsu home
Junsu memasuki rumah yang dia tempati bersama dengan orang
tua junho , dia melangkahkan kakinya dengan lemas masuk kedalam rumah hendak
menuju ke dalam kamarnya tanpa menyadari jika orang tua junho menunggunya di
ruang tamu sejak tadi
“junsu-ah ?!” panggil nyonya lee lembut saat melihat junsu
berjalan melewati ruang tamu . junsu berhenti melangkah dan berbalik kearah
nyonya lee
“selamat malam !” sapa junsu ramah seraya membungkuk
“junsu-ah … orang tua mu sangat khawatir padamu … apa kau
baik-baik saja ?!” junsu tersenyum tipis dan mengangguk lemah
“aku baik-baik saja … hanya sedikit lelah …” jawabnya
singkat dan apa adanya
“baiklah pergilah istirahat …” titah ayah junho pada junsu ,
yang sudah terlihat memang sangat butuh istirahat. Junsu membungkuk hormat
sekali lagi dan berjalan menuju kamarnya. Junsu membuka jas yang dia kenakan
melemparkannya ke sembarang arah membuka dasinya dan juga melemparkannya kearah
lain dia lalu menjatuhkan dirinya dengan kasar ke atas kasur . junsu menutup
matanya dengan rapat mencoba untuk tertidur hanya itu yang ingin dia lakukan
saat tertidur dengan pulas dan melupakan semua yang terjadi padanya hari ini.
In japan
“kenapa tidak bisa di hubungi terus ?!!!” taec sekali lagi
mengumpat kesal saat dia tidak bisa menghubungi junsu saat ini . sejak dia
mengetahui kabar tentang beredarnya gossip tentang mereka dia juga yakin jika
junsu akan mengalami hal yang sama dengan mantan-mantan pacarnya terlebih
dahulu yng dia khawatirkan adalah keadaan junsu saat ini terlebih karena berita
konprensi pers yang junsu lakukan , berita yang menyangkal hubungan mereka
“tenanglah taec … dia pasti baik-baik saja … mungkin
management nya sengaja untuk membuarkan junsu sendirian dulu … dan soal
penyangkalan itu … itu hal terbaik dalam jangka waktu singkat ini untuk kalian
…” ujar manager taecyeon menenangkan karena sejak tadi taec tidak bisa diam dan
terus aja mondar mandir dengan berusaha terus menghubungi junsu yang hasilnya
hanya nihil belaka
“kita kembali ke seoul sekarang juga “ titah taec dengan
tegas dan mau tidak mau menegernya hanya bisa mengangguk menyetujui saat taec
yang meminta hal itu
In other place
Junho berdiri di kabin atas kapal pesiar itu di bagian
belakangnya memandang baling-baling kapal yang berputar tiada henti selama dia
memandangnya ,dia menempatkan tangannya untuk berpegangan pada pagar pembatas
masih dengan tatapan kosong nya junho mengeratkan pegangan tangannya dan
menerawang jauh ke segala hal yang pernah terjadi antara dirinya dan juga
nichkhun.
“tidak … dia bukan tipe orang seperti itu dia bahkan tidak pernah
menyentuh ku “
“kenapa kau selalu menolak ku “
Suara nichkhun terdengar di telinga junho mengingatkan junho
untuk kembali menganggali memori dalam ingatannya . junho mengehela nafas dan
menuduk dia sama sekali tidak tahu harus berbuat apa lagi saat ini … hanya diam
yang dia pikir bisa dia lakukan saat ini
In khunho room
Sepeninggalan junho nichkhun jatuh terduduk di lantai , dia
hanya diam tanpa terisak namun air mata terus mengalir dari kedua matanya ,
pikiran nichkhun kosong sama sekali tidak ada hal yang dia pikirkan dalam
otaknya , hanya memandang lurus kedepan dalam pandangan buram.
*
*
*
waktu terus berlalu hingga saat ini adalah hari terahir dimana junho dan nichkhun berlayar bersama , setiap hari sejak hari dimana junho melihat rekaman itu setiap nichkhun mencoba untuk bicara dengannya junho hanya akan terus saja menghindar dan seolah tidak mendengar atau melihatnya membuat nichkhun menyerah dan mengalah pada junho . memang terdengar sangat janggal karena mereka masih tidur satu kamar hanya saja junho lebih memilih untuk menonton tv sampai larut malam dan membiarkan dirinya tertidur seolah tidak sengaja di ruang tv. Junho hanya akan menjawab perkataan nichkhun yang sama sekali tidak menyinggung mengenai rekaman itu seperti ajakan nichkhun makan atau sekdar bertanya dari mana junho saat dia baru saja masuk ke dalam kamar tengah malam. Walau junho akan mejawab dengan dua hal yang sama ‘aku sudah makan’ dan ‘aku baru saja berjalan-jalan’ hanya itu yang junho katakana selama berhari-hari mereka bersama.
*
*
waktu terus berlalu hingga saat ini adalah hari terahir dimana junho dan nichkhun berlayar bersama , setiap hari sejak hari dimana junho melihat rekaman itu setiap nichkhun mencoba untuk bicara dengannya junho hanya akan terus saja menghindar dan seolah tidak mendengar atau melihatnya membuat nichkhun menyerah dan mengalah pada junho . memang terdengar sangat janggal karena mereka masih tidur satu kamar hanya saja junho lebih memilih untuk menonton tv sampai larut malam dan membiarkan dirinya tertidur seolah tidak sengaja di ruang tv. Junho hanya akan menjawab perkataan nichkhun yang sama sekali tidak menyinggung mengenai rekaman itu seperti ajakan nichkhun makan atau sekdar bertanya dari mana junho saat dia baru saja masuk ke dalam kamar tengah malam. Walau junho akan mejawab dengan dua hal yang sama ‘aku sudah makan’ dan ‘aku baru saja berjalan-jalan’ hanya itu yang junho katakana selama berhari-hari mereka bersama.
Junho dan nichkhun sudah siap dengan barang-barang mereka
yang sudah di kemas dan saat ini mereka akan turun dari kapal di salah satu
pelabuhan . mereka berjalan keluar dari kapal dan mencari mobil yang akan
membawa mereka ke hotel pertama yang akan mereka kunjungi di sana. Setelah
menemukan mobil itu dengan tanpa banyak basa basi mereka langsung memasukinya
dudk dengan nyaman walau masih bersebelahan
“bisa antar kami ke bandara ?!” Tanya nichkhun tiba-tiba
sedangkan junho yang mendnegar itu hanya terdiam tanpa ada kata protes atau
sebuah pertanyaan
“tapi bukankah anda akan menginap di hotel xxx … ?” timpal
supir itu pada nichkhun
“aku ingin segera kembali … antar saja ke bandara !” titah
nichkhun lagi dan supir itu mengangguk walau dengan canggung ahirnya dia
mengnatarkan nichkun dan junho ke bandara
In korea
“sangat sulit bertemu dengan mu !” seorang namja berdiri di
depan junsu yang sejak tadi berjalan dengan menunduk di koridor sebuah stasiun
televise sekembalinya dia dari toilet sendirian. junsu yang mengenal suara itu
dengan baik perlahan mengangkat wajahnya dan melihat orang itu
“kenapa kau selalu menghindar dari ku ?! kita harus bicara
!” taec menarik junsu masuk ke dalam satu ruangan yang tidak jauh dari tempat
mereka bertemu tadi , ruang property yang ada di dalam gedung itu
“kenapa menghindari ku ?!” ulang taec bertanya saat mereka
sudah ada di dalam ruangan yang sepi dan di yakini taec tidak akan ada orang di
sana
“aku hanya ingin menenangkan fans mu … mereka bahkan bukan
hanya menghujatku tapi juga meninggalkan mu dan juga menghujat mu … berapa
banyak fans yang kecewa karena kau berpacaran dengan seorang namja … “ junsu
menjelaskan dengan panjang lebar yang memang sudah bisa taecyeon tebak
“tapi jika kita tidak bertemu setidaknya kau bisa kan
menghubungi ku ?! aku sangat khawatir …” taec memegang kedua sisi lengan junsu
dengan lembut menatapnya dengan pandangan yang begitu khawatir
Junsu memandnag mata taecyeon dalam lalu membuaang
arahpandangan matanya kearah lantai “taecyeon-ah …. Sebaiknya kita berpisah
saja !” ujarnya dengan sangat pelan
Taec menarik wajah junsu menatapnya ,memandang kedua mata
junsu dengan bingung mendengar apa yang dia katakan “mwo ?! Tanya taec meminta
penjelasan dan mengulangan
“lebih baik kita berpisah saja … “ ulang junsu lagi dengan
mantap , walau sebenarnya dia sejak tadi mengatur nafas agar tidak terdengar bergetar
“kenapa kau berkata seperti itu ?!” taec melepaskan pegangan
tangannya dari junsu , dia menggelengkan wajahnya kalut seolah menjadi linglung
saat ini “kita bisa terus bersama dan hanya perlu menjaga kedekatakn kita agar
tidak terlihat public kenapa kau ingin berpisah dengan ku , wae ?!”
Taec terperangah saat melihat mata junsu tiba-tiba saja
berair dia segera menunduk menyembunyiakan wajahnya dari taecyeon “aku hanya
tidak ingin seperti ini … bersembunyi lebih dari seorang pencuri … setiap hari
di bayangi ketakutan akan apa yang mungkin saja terjadi jika hubungan ini
kembali di ketahui … sangat berat saat kau harus terus bersembunyi … “ junsu
mengangkat wajahnya memandang taecyeon nanar “bersembunyi adalah hal yang
melelahkan taecyeon-ah … maka dari itu … jauh lebih baik untuk kita …” junsu
terdiam dan menelan ludah sekilas setelah sempat merasa tenggorokannya mengering
secera tiba-tiba “berpisah saja “ lanjutnya kembali dan segera pergi
meninggalkan taecyeon di dalam ruangan itu sendirian
Beberapa hari kemudian
“taecyeon sudah memutuskan untuk tinggal di jepang kembali seperti dulu
hingga belum bisa di pastikan kapan model papan atas itu akan kembali ke korea
“
Junsu mengehela nafas berat saat menekan remot tv yang ada
di dalam mobil ven yang dia tumpangi hari ini . mematikan siaran televisi
barusan yang menayangkan berita tentang taecyeon
“apa kau dan taecyeon berpisah ?!” manager junsu berbalik
kebelakang karena saat ini dia duduk si samping supir sedangkan junsu duduk di
kursi belakang
“bukankah itu hal yang terbaik yang bisa aku lakukan ….
Impian ku dan impiannya … aku tidak tahu jika aku harus membawayr dengan begitu
besar untuk mengejar sebuah impian … “ keluh junsu dan memandang kearah jendela
mobilnya dengan tatapan kosong
In japan
Wooyung tersenyum dengan penuh kebanggan saat melihat
penonton yang begitu banyak berdiri untuk memberikannya tepuk tangan seusai
wooyoung melakukan pertunjukan istimewanya hari ini . wooyoung membungkuk
dengan sangat bahagia senyum tidak pernah terlepas dari bibir wooyoung sejak
selesainya penampilan wooyoung barusan . wooyoung kembali menegakan badannya
dan tersenyum untuk menutup penampilannya saat itu “ arigato gozaimas “
teriaknya lantai sereya berjalan kembali ke bact stage
“ini !” saat wooyoung baru saja turun dari anak tangga
terahir yang menghubungkan panggung dengan bagian belakang seseorang memberikan
ponsel padanya . wooyoung memandang orang itu untuk melihat siapa dia dan
ternyata orang itu tidak lain adalah manegernya
“ada apa ?” Tanya wooyoung bingung saat managernya itu
menyodorkan ponsel miliknya begitu dia turun dari panggung
Manager wooyoung terlihat ragu untuk menyampaikan pada
wooyoung tentang hal yang menjadi jawaban atas pertanyaan itu “itu adalah pesan
dari chansung “ ujarnya lemah . seketikan wooyoung merasakan aura yang aneh
pada diri managernya terlebih managernya itu tidak pernah berwajah murung
sekalipun wooyoung terkena masalah akibat kebiasaan buruknya dulu yang suka
berganti-ganti yeoja
Wooyoung memperhatikan wajah managernya dengan tajam lalu membuka
pesan dari chansung yang di kirimkan beberapa waktu yang lalu pada wooyoung .
wooyoung menajamkan penglihatan matanya tepat kearah layar ponsel miliknya
tangannya yang mennggenggam ponsel itu bergetar dengan kuat.
“kita harus kembali ke korea sekarang juga !” wooyoung
segera berlari meninggalkan managernya dengan sangat tergesa-gesa keluar dari
gedung tempat sebuah acara penghargaan yang wooyoung hadiri di Tokyo jepang .
*
*
*
*
*
Wooyoung berlari keluar dari pintu kedatangan dengan tanpa
penyamaran sama sekali dan juga bahkan sama sekali tidak sempat mengganti
pakaiannya masih menggunakan kostum panggung yang tadi dia kenakan saat di
jepang, dia terus berlari menuju pintu keberangkatakan dimana chansung mungkin
saja masih berada di sana. Wooyoung menjambak rambut bagian kanannya dengan
erat seraya memutar seluruh tubuhnya kesegala arah untuk mencari diamana sosok
chansung . beruang kali wooyoung memutar tubuh dan pandangannya namun sejauh
apa yang dia lihat sama sekali tidak ada tanda-tanda chansung ada di sana
“sebenarnya apa yang terjadi ?! kenapa dia tiba2 mengatakan
dia akan berangkat ke amerika sekarang dan akan kembali dua atau 4 tahun lagi
?! apa maksud dia melakukan ini semua ?! kau pasti tahu kan alas an chansung
melakukan itu ! dia pasti mengatakan semua ini terlebih dahulu pada jinyoung
hyung !!!” wooyoung bertanya dengan emosi sedikit berterikan pada managernya
yang saat ini menunduk lemah
“chansung … mengalami cedera parah sejak dia masih di taman
kanak-kanak … seharusnya dia sama sekali tidak boleh melakukan aktifitas berat
… seperti menari ataupun bela diri sejak satu minggu yang lalu tapi karena kau
ingin dia yang mengajari mu menari … dia memaksakan dirinya dan pada ahirnya …”
manager wooyoung tidak meneruskan kata-katanya saat melihat wooyoung semakin
ternganga dengan penjelasan yang jabarkannya . namun demikian walau kalimat itu
tidak terlengkapi wooyoung bisa sangat mengerti dan merasakan jika dirinya maksud
pemibicaraan managernya saat ini …dirinya membuat chansung mengalami cedera
yang jauh lebih parah
Wooyoung kembali berbalik berjalan dengan cepat menuju
semakin dekat kearah pintu keberangkatan dengan kaki yang lemas hingga dia
terjatuh tersungkur duduk di lantai . wooyoung menggelengkan kepalanya kuat
mengingkari apa yang baru saja dia dengar bahwa dirinya telah melukai chansung
. manager wooyoung segera berjongkok untuk membantu wooyoung berdiri hingga
membuat mereka berdua ada di lantai hingga tanpa mereka sadari sosok yang
mereka cari-cari baru saja berjalan di samping mereka , berjalan di samping
wooyoung yang tengah terduduk dengan kepala yang juga menunduk
Chansung berjalan dengan menggunakan bantuan tongkat dengan
seroang namja muda yang berjalan di sampingnya untuk membantu chansung jikalau
tiba-tiba chansung mengalami kesulitan dalam berjalan.
“WOOYOUNG !!!!!”
“WOOYOUNG …WOOYOUNG !!!!”
“ITU WOOYOUNG !!!!!”
“DIA BENAR2 WOOYOUNG !”
Banyak sekali gadis gadis remaa menerikan nama wooyoung ,
karena saat ini wooyoung sudah berdiri dengan di bantu oleh managernya ,
wooyoung yang baru saja bisa berdiri hanya terdiam saat benyaknya orang
mengerubuni dirinya saat itu membuat wooyoung tak berdaya di antara banyaknya
kerumunan fans yang menginginkan tanda tangannya atau malah mengambil foto
dirinya
Sesekali wooyoung akan tersenyum kecil dengan canggung dan
sangat di paksakan jika saja dia tidak ingat dengan kata tatak rama wooyoung
pasti sudah mengumpat dan berteriak pada orang-orang itu untuk menyingkir
karena dia benar2 ingin segera mencari chansung lagi. Salah satu dari fans
wooyoung menyodorkan kertas dan pulpen yang artinya meminta wooyoung untuk
memberikan tanda tangan walau dengan malas wooyoung menurutinya namun mata
wooyoung saat itu kembali liar mencari sosok chansung . wooyoung menolehkan
kepalanya ke kanan dan ke kiri mencari chansung yang sama sekali tidak terlihat
hingga wooyoung mengarahkan wajahnya kembali ke depan lurus dengan posisinya
berdiri
Wooyoung terdiam kakinya melangkah dengan reflex satu
langkah ke depan namun kembali terhenti saat sosok di depannya menggeleng
dengan lemah . kedua bibir wooyoung berkedut
seolah ingin terbuka untuk mengeluarkan isakan yang keras saat melihat
keadaan namja di depannya saat ini . chansung yang berdiri di depan wooyoung
dengan menggunakan tongkat di kedua bagian tubuhnya ,chansung yang hanya
tersenyum miris yang lebih dia tujukan pada dirinya sendiri. Wooyoung melihat
chansung mengeluarkan ponsel dan mengetik sesuatu hingga beberapa saat dia
merasakan ada pesan yang masuk ke dalam ponselnya . dengan tangan yang bergetar
wooyoung merogoh saku celananya dan membka pesan yang masuk itu masih dalam
kerumunan orang yang rebut sekali di setiap sudut tubuh wooyoung sedangkan saat
ini manager wooyoung meninggalkannya untuk mencari batuan pihat keamanan untuk
menarik wooyoung pergi
‘wooyoungie …mianhae … aku sudah mengecewakan mu … aku tidak
sanggup untuk berpamitan dengan mu makanya aku pergi begitu saja ‘
Wooyoung kembali memandang chansung saat dia telah selesai
membaca pesan itu, memandang chansung dengan mulut yang terkatup katup dan mata
yang sudah berair. Wooyoung kembali merasakan jika poselnya bergetar dan dia
segera membuka pesan itu lagi
‘uljima … aku pasti akan kembali untuk berada di samping mu
selamanya … tunggulah aku … tapi jika dalam 2 tahun aku tidak kembali maka
lupakan aku …’ wooyoung menggeelengkan kepalanya kuat-kuat dan memandang
chansung yang berdiri dengan jarak yang cukp jauh darinya itu kembali tersenyum
“andwaeyo …” bisik wooyoung sangat pelan hingga dirinya sendiri nyaris tidak
dapat mendengar hal itu hanya bagaikan mempunyai telepati chansung seolah tahu
apa kata yang di gumamkan wooyoung yang bagitu bisa dia mengerti dengan mudah
“aku mencintai mu !” ujar chansung dengan nada yang normal
hingga namja yang menjaganya itu bisa mennegar apa yang chansung ucapkan .
namja yang mengantar chansung itu hanya bisa memandnag iba pada chansung dan
beralih kearah wooyoung.
Wooyoung menunduk saat air mata yang tadi menggenang di
matanya menetes,menunduk untuk menyenbunyikan wajah menangisnya dari para fans
yang masih saja mengerubuninya “kajima …” wooyoung kembali bergumam seraya
mengangkat wajahnya memandang chansung dengan memelas , pandangan mata wooyoung
terhadap chansung kadang terhalang oleh beberapa orang yang lalu lalah dan juga
terkadang terhalang oleh kepala para fans nya yang berdiri di depan wooyoung ,
untung saja gadis-gadis remaja itu masih lebih pendek di bandingkan wooyoung
hingga mereka hanya menghakangi bagian kecil wajah chansung. Wooyoung kembali
menggelengkan kepalanya cengan pelan menahan kepergian chansung
“aku mencintaimu “ gumam chansung lagi dan kali ini wooyoung
membalas gumaman chansung
“nado … “ walau sama-sama hanya bergumam dengan jarak yang
cukup jauh mereka berdua seolah memiliki sambungan kuat di antara hati mereka
berdua . hingga mereka bisa saling mengerti satu sama lain dengan hanya saling
menatap dan bergumam .
Chansung berbalik membelakangi wooyoung berjala dengan tongkatnya
menuju kedalam pintu keberangkatan sedangkan wooyoung kembali menunduk kali ini
dengan mengetikan sebuah kalimat di ponselnya
Chansung berhenti berjalan tepat di depan petugas bandara ,
dia membuka pesan yang masuk kedalam poselnya .
‘aku akan menunggumu … 2 tahun atau 4 tahun atau 8 tahuan sekalipun …
selamanya … jadi kau harus kembali dan jangan pergi dariku … aku mencintaiumu
chansung-ah ‘
Chansung kembali membalikan tubuhnya dan mengangguk mantap
pada wooyoung, melipat tiga jari tengah tangan kanannya kemudian meletakan jari
kelingking di dekat bibirnya sementara ibu jarinya di dekat telinga
mengisyaratkan jika dia akan menghubungi wooyoung.
*
*
*
*
*
*
*
“bisakah anda ceritakan bagaimana kehidupan anda setelah
menikah dengan seorang seniman seperti lee junho ? apa dia adalah tipe orang
yang romantic ?!” seorang pembawa acara bertaya pada salah satu season
wawancara di salah satu acara
Nichkhun terdiam beberapa saat dan segera tersenyum sebelum
menjawab pertanyaan pembawa acara tadi “aku tahu jika aku tidak ingin menjawab
ini … pasti tetap saja pertanyaan semacam ini akan di tanyakan … karena itu hal
yang sangat ingin di ketahui public …” gurau nichkhun dan tertawa ringan
“hahahaha … itu benar … public begitu penasaran dengan
bagaimana kehidupan seorang actor saat menjalani kehidupan pribadinya “
“junho …. Entahlah … dia adalah orang yang tidak bisa di
tebak …” nichkhun melipat kedua tangannya di depan dada dan terlihat
membayangkan junho “dia pernah membuat aku hampir mati karena sesuatu hal kecil
yang dia katakan padaku begitu romantic … tapi juga … aku pernah merasa jika
dia tidak pernah mencintai ku … sejak awal aku merasa jika hanya aku saja yang
mencintainya … bahkan aku hampir menyerah dan ingin berpisah dengannya … tapi
saat aku kembali mengingat dirinya … “ nichkhun memandang kosong kedepan dan
tersenyum “mungkin aku sudah gila …karena apapun sikap dingin yang dia berikan
padaku … aku malah semakin mencintainya … “ aku nichkhun jujur dan kembali
memandnag MC tadi
“kau sepertinya sangat mencintai junho … apa kau tidak malu
mengakui hal itu … terkadang seseorang akan malu untuk mengakui jika dirinya
lebih mencintai pasangannya dari pada pasangannya sendiri ?!” Tanya MC itu
dengan nada yang tidak terlalu serius
“aku tidak akan pernah malu mengakui hal itu … karena aku
mencintainya tanpa alasan “
Dua tahun kemudian
Taec berjalan kedepan sebuah gedung perpustakaan yang tinggi
dan luas menjulang di tengah kota perpustakaan umum tempat dulu dia pernah
mengajak junsu datang ke sana bersama di malam hari. taec tersenyum pilu
mengingat nama itu di otaknya karena dia memang tidak pernah berkomunikasi lagi
dengan junsu sejak mereka berpisah dan dia pergi ke jepang . taec melangkahkan
kakinya masuk ke dalam perpustakaan itu . perasaan taec seolah di terpa angin
musim semi yang hangat saat tubuhnya berdiri di depan pintu masuk . dia
menngedarkan pendangannya ke arah kanan menyapa petugas perpustakaan yang
memang sudah mengenal dirinya dengan sangat baik .
“kau datang hari ini … ingat sembunyikan wajah mu dan jangan
buat keributan !” ujar penjaga perpustakaan itu pada taecyeon yang langsung
mengangguk dengan memberikan simpul o dengan jarinya
Sementara itu di depan salah satu rak buku yang tinggi , rak
buku yang membatasi antara satu ruang dan runag lain di perpustakaan itu
membuatnya seolah tersekat sekat berdirilah seorang namja dengan syal musim
dingin yang menutup hingga setengah wajahnya . namja itu meletakan satu buah
buku berukuran sedang di rak buku yang ada di hadapannya lantas berjalan ke
ujung rak buku untuk menuju bagian rak yang ada di belakangnya.
Taec berjalan kearah rak buku dimana namja tadi berdiri di
depannya , taec mengambil sebuah buku dengan ukuran sedang yang baru saja di
letakan namja tadi di sana . taec tersenyum saat melihat buku2 itu sudah bertambah jumlahnya dengan judul
yang sama namun dengan warna sampul yang berbeda. karena itu menandakan jika
novel yang dia baca selama ini telah terbit edisi terbarunya taec tidak
mengerti kenapa penulis novel itu hanya menerbitkan bukunya dalam jumlah yang
sangat terbatas hingga saat dia ingin membelinya di toko buku novel itu pasti
sudah habis terjual namun ada yang unik karena penulis novel tadi selalu
menyimpan setiap edisi novelnya di perpustakaan yang taec datangi walau saat
pertama kali taec datang dia membaca novel itu hanya karena itulah buku satu
satunya yang belum taec baca di perpustakaan tadi namun pada ahirnya dia benar2
menyukai novel tersebut
Taec membuka lembar pertama novel baru itu dan mulai
membacanya masih dengan berdiri , dia tidak nyadari jika ada namja yang amat
dia kenal dan dia rindukan saat ini berdiri tepat di depannya hanya terhalang
rak buku yang sedikit memiliki celah untuk saling melihat. Namja tadi berjalan
kearah pintu keluar dengan perlahan.
“kau sudah datang ?!” seorang petugas keamanan perpustakaan
berbisik bertanya pada taec yang masih berdiri hingga dia sedikit terkaget
karena tangah asik membaca , taec langsung mengangguk dan berjalan kearah meja
yang ada di pojok ruangan untuk membaca buku itu tanpa menyadari namja yang dia
rindukan saat ini keluar dari perpustakaan melewati pintu yang ada di belakang
dirinya
“di antara banyaknya cahaya satu cahaya menarik ku untuk menatapnya tak
perduli sedikitpun akan silaunya.,aku mengulurkan tanganku untuk mengapai sinar
yang tidak pernah bisa tersentuh dan mendapat keajaiban karena bisa berada di
dalam sinar itu walau tak menyentuhnya .hingga tersadar aku hanya berada di
dalam sinar dalam waktu yang sekejap .”
“kau tahu taec …. Ahir ceritanya sangat dramatis ….” Taec
berhenti membaca kalimat yang tertulis di dalam buku itu dan memandang peugas
keamanan yang duduk di depannya
“aku benar-benar penasaran dengan penulis buku ini “ taec
menutup buku itu dengan menyekat bagian yang telah di abaca dengan jari dan
mengusap bagian sampul buku yang bertuliskan KIM MINJUN
“kau selalu datang untuk membaca buku ini setiap saat … apa
kau merasa jika kisah ini menarik perhatian mu ?! kabanyakan artis di korea
mengalami hal seperti ini … jangan-jangan kau juga mengalaminya ?!”
Taec tersenyum dan kembali membuka lembaran yang akan
kembali dia baca “aku hanya merasa jika aku terbawa di dalam kisah yang dia
tulis … itu saja ..walau sebenarnya kisah seorang artis yang mengorbankan
cintanya untuk cita-cita itu adalah cerita yang tidak terlalu menarik hanya
saja apa yang dia sampaikan dan perasaannya … kalimatnya membuat aku seolah
tengah bicara dengannya …” taec kembali membaca setelah dia tersenyum karena
mengingat jika kisah yang ada di dalam cerita itu seolah mengisahkan dirinya
bersama dengan junsu
“di anatara banyaknya cahaya indah setitik cahaya menarikku menatapnya
tak perduli akan silaunya . kakiku melangkah entah kemana melayang bersama
seluruh jiwaku dan tersadar ada di dalam cahaya. Saat tersadar aku hanya berada
di dalam cahaya itu berapa detik hingga cahaya itu menjauh . tanganku terulur
menyentuhnya yang tidak pernah bisa tersentuh .terus mengulurkan tangan semakin
menjauh sejauh cahaya itu meninggalkan ku . dan seperti matahari cahaya yang
paling terang di dunia aku hanya melihatnya dari jauh diantara banyaknya jiwa
di dunia yang membutuhkannya ”
“kau ingin aku berita tahu satu rahasia … ini karena kau
terlihat begitu menyukainya “
“apa ?!”
“penulis buku itu … adalah seorang penyanyi terkenal … dia
menggunakan nama samaran minjun agar orang2 tidak mengekspos ceritanya … “
Taec mengangkat wajahnya dari atas buku dan memandang
petugas keamanan tadi dengan wajah yang shock ,dia sedikit membuka mulutnya
dengan tatapan mata meminta penjelasakan lebih lanjut “kim junsu … bukankah kau
pernah di gossip kan dekat dengannya ?! walau kalian sama-sama menyangkal tapi
aku ingat sekali jika namja yang kau bawa malam tempo hari dimana kau datang ke
mari adalah junsu …iya kan ?!”
Dengan segera taec membalik buku itu dan membuka halaman
terahir buku yang di tulis junsu membaca kalimat-demi kalimat terahirnya
“hampa seolah tidak ada udara yang mengisi hati mu itulah yang aku
rasakan saat berdiri di atas panggung dengan banyaknya orang yang bertepuk
tangan mengelu-elukan dirimu yang terlihat baik dimata mereka. hanya merasa
waktu teramat berharga karena tidak pernah dapat terulang lagi dan mengajarkan
pada setiap orang di dunia untuk selalu menimbang keputusan apa yang akan dia
ambil karena waktu terus berjalan walau kau terus berada di dalam penyesalan”
“dia baru saja keluar dari perpustakaan ini mungkin dia ada
di gedung yang ada di ujung kompleks ini karena dia biasanya setelah datang
kemari dia akan berdiri lantai paling atas di sana “
Dengan tanpa berkata apapun taecyeon segera bangkit dari duduknya
berlari meninggalkan perpustakaan itu dengan buku yang dia bawa di tangannya.
Taec berlari dengan mengerahkan seluruh tenaganya menuju ke gedung yang di
katakan oleh petugas keamanan tadi dia segera masuk ke dalam sebuah gedung
setelah sebelumnya menyakinkan diri jika itu adalah gedung yang di maksud oleh
petugas tadi , taec menekan tombol lift dengan tergesa2 namun pintu itu tidak
kunjung terbuka juga memaksa taec untuk berlari menggunakan tangga darurat
untuk naik ke lantai paling atas gedung
Di lantai atas
Junsu berdiri di pagar lantai paling atas itu , lantai
gedung paling atas yang hanya di isi dengan beberapa barang tidak terpakai yang
masih layak guna dan juga beberapa tanaman bunga hias yang ada di atas sana.
Hari sudah mulai petang dan mega merah sudah mulai terlihat seperti hari
sebelumnya junsu juga berdiri di tempat yang sama untuk melihat pemandangan itu
,mengulurkan tangannya kearah cahaya metahari petang yang berwana orange seolah
ingin menyentuhnya membuat cahaya itu keluar dari sela-sela jemarinya
Brakk
Pintu lantai tertas yang merupakan ruang terbuka itu di buka
dengan tidak sopannya oleh taecyeon yang langsung bisa melihat seorang namja
yang berdiri memebelakanginya dengan tangan yang terulur kearah cahaya. Taec
melangkahkan kakinya berjalan mendekati junsu dan berdiri di belakangnya. Junsu
yang merasakan kahadiran seseorang di belakangnya lantas berbalik . matanya
membulat dan bibirnya terkatup-katup saat melihat sosok taecyeon ada di
hadapannya
“lama tidak bertemu …” ujar taec lirih pada junsu yang masih
belum bisa sembuh dari keterkagetannya
“taecyeon …” gumam junsu sama lirihnya dengan taecyeon yang
memandangnya dengan tatapan terluka
“maaf …aku harus pergi “ junsu segera bergegeas untuk
meninggalkan taec namun saat dirinya berada di samping taec yang hamper dia
lewati taec menahan tangan junsu untuk pergi
“jangan keras kepala lagi junsu-ah … kita sudah terlalu tua
untuk saling keras kepala ….” Taec berbalik menghadap kearah junsu yang saat
ini membelakanginya “aku yang emosi dan pergi meninggalkan mu begitu saja dan
kau yang dengan egois mencampakan aku … kita sama-sama menyesal dan juga
sama-sama memiliki harga diri yang tinggi untuk bisa kembali berbaikan …jadi
jangan keras kepala lagi … itu melelehkan …sangat melelahkan “lanjutnya lagi
Junsu perlahan membalikan tubuhnya untuk bertatapan dengan
taecyeon “aku tidak pernah menyesal …” bohong junsu pada taec yang bahakan bisa
dengan mudah taec lihat dari sorot matanya . taec mendesah dan mengangkat satu
tangannya yang tidak memegang tangan junsu “jangan keras kepala lagi …” ujar
taec menunjukan sampul buku dengan warna biru langit dengan aksen awan-awan di
beberapa sudut buku itu dan sebuah tulisan judul yang jelas tercetak di bagian
tengah atas sampul buku tadi ‘LOVE IN ART’
Junsu terperangah saat melihat buku yang dia tulis berada di
tangan taecyeon saat ini , buku yang dia tulis untuk mencurahkan perasaannya
selama ini . junsu menunduk menyembunyikan wajahnya saat dia tidak kuat lagi
menahan matanya yang terada terbakar perih dan mengeluarkan air yang mengalis
di kedua pipinya “mi….mian…mianhae …” ujar junsu terpotong-potong karena
menahan isakan masih dengan menunduk
Taec melepaskan tangan junsu dan berjalan satu langkah
mendekat ke hadapan junsu , dia membelai lembut pipi junsu dan menariknya ke
dalam palukan hangat miliknya membuat junsu membenamkan wajahnya di dada
taecyeon “mulai sekarang … kita akan melaluinya bersama … kita akan melalui
apapun bersama … arrachi ?!” walau junsu tidak menjawab pertanyaannya namun dia
bisa merasakan kepala junsu mengangguk di dadanya membuat taec tersenyum dengan
mata yang memerah menahan haru
Di lain tempat
Suara riuh ricuh terjadi di dalam sebuah stadium dimana
wooyoung mangadakan konser tunggalnya . sepanjang jalannya acara nama wooyoung
terus di teriakan dengan semangat oleh para fans wooyoung
“ini adalah untuk seseorang … seseorang yang telah membuat
koreografi terbaik untuk ku !!!” teriak wooyoung sebelum music selanjutnya di
putar dan lampu dimatikan membuat wooyoung dan para dancer segera mengambil
posisi masing-masing setelahnya .
Jreng
Music di mainkan dan wooyoung memulai gerakan tarinya saat
intro dan berlanjut hingga masuk kedalam bagian dia bernyanyi . wooyoung terus
bernyanyi dan menari dengan begitu berkonsentrasi setiap gerakan yang dia
lakukan begitu neerhik dan juga kuat namun tetap meninggalkan kesan seksi yang
membuat para penonton sesekali berteriak semakin ricuh saat wooyoung melakukan
part-part tertentu yang menurut mereka begitu seksi . wooyoung terus melakukan
perfrorm dengan sangat baik dalam lagu itu hingga saat music di matikan dan
bertepatan dengan gerakan wooyoung yang terhenti wooyoung terdiam dalam posisi
yang membelakangi penonton dengan satu tangan yang di acungkan keatas membetuk diagonal
dan satu tangannya lagi menjuntai ke bawah dan kaki kanan menyilang ke kaki
kiri yang berdiri dengan tegak . dada wooyoung bergemuruh selain karena
staminanya yang terkuras karena penampilannya malam itu namun juga karena
perasaan yang meluap di hati wooyoung saat ini . wooyoung tersenyum paksa
sedikit terlihat miris saat mengingat chansung di saat terahir, sementara para
fans wooyoung masih bergemuruh meneriakan namanya dengan lantang .wooyoung
menyeka air mata yang masih sedikit keluar dari mata kanannya dan berbalik
kembali menghadap penonton. Wooyoung melihat ribuan orang memadati temat itu
untuk melihat penampilannya yang juga terlihat kerlap kerlip dari light stick
dan juga lampu blits kamera yang mereka gunakan untuk mengambil gambarnya terlihat
indah karena pencahayaan yang kurang dalam gedung itu
“apa kalian senang ?!!!!” Tanya wooyoung lantang dan
mengarahkan sebuah mic kearah penonton yang mejawabnya dengan serempak dengan
satu kalimat ‘ne!!!’
Wooyoung terdiam dan kembali tersenyum “ada satu hal yang
aku dapatkan di dalam perjalanan ku di didunia seni selama ini … hal yang tidak
pernah dapat aku lupakan … saat seseorang memberikan aku hal yang paling
berharga dalam hidupnya yakni …mimpinya sendiri … dia memberikan hidup dan
mimpi besarnya untuk ku … membuat aku yakin jika dia adalah orang begitu baik
dan mulia …karena saat seseorang lain akan memberikan bantuan padaku maka
mereka akan menyimpan bagian untuk mereka terlebih dahulu … namun berbeda
halnya dengan dia yang memberikan semuanya untuk ku tanpa memikirkan dirinya
sendiri …” wooyoung kembali terdiam mencoba untuk mengedarkan pandangan matanya
mencari sosok yang tengah dia bicarakan walau ternyata sama sekali tidak dapat
dia lihat di antara puluhan ribu orang yang berderet seperti semut itu. “dan
aku rasa …. Apa yang dia lakukan itu adalah …. Sebuah wujud dari cintanya
…untuk ku …” penonton kembali bergemuruh dengan suara yang beraneka ragam ada
yang terdengar penasaran ada juga yang terdengar mengumpat , atau malah
marah-mara ada juga yang berkata jika wooyoung berbohong . wooyoung tersenyum
dan menaruh jari telunjuknya di depan bibir “ssshhhhtttt….” Titah wooyoung pada
semua fansnya itu “karena dia melakukan itu di dalam seni nya untuk ku …
memberikan aku sebuah karya seni yang begitu tak ternilai harganya maka dari
itu aku menulis sebuah lagu balad pertama ku untuknya … dan ini dia ‘LOVE IN
ART’ untuknya dan untuk kalian semua !!!!!” teriak wooyoung lagi dan membuat
penonton kembali bergemuruh karena akan mendengar lagu baru dengan genre yang
baru untuk di nyanyikan wooyoung hingga beberapa dari fans wooyoung mengira
jika wooyoung hanya bercada saja dengan kalimat pengantar yang di katakana
sebelum bernyanyi hanya untuk memancing para penonton untuk bereaksi lebih
ramai
Seusai konser itu di gelar dan segala perayaan sudah selesai
di gelar wooyoung tak kuasa ingin segera pulang untuk bercengkrama bersama
dengan kasur empuknya karena saat ini wooyoung merasakan jika dirinya begitu
lelah seolah seluruh tulang-tulangnya itu tidak melekat sesuai dengan rangka
normal pada umumnya yang membuat dia merasa sakit di sekujur tubuhnya
“hyung ayo pulang ~” rengak wooyoung pada managernya dengan
mata yang setengah menutup selain karena dia lelah dan mengantuk dia juga sudah
menghabiskan 3 botol soju malam itu membuat wooyoung merasakan kepalanya
kliyengan gak karuan
“wooyoung … pergilah duluan … tunggu di mobil aku ingin ke
toilet dulu “ ujar manager wooyoung dan meninggalkannya begitu saja . wooyoung
celingukan mencari kemana managernya yang menghilang dengan secepat kilat lalu
mengedikan bahu acuh . wooyoung menuruti perintah menagernya dan mulai
berjalan.jangan Tanya kenapa wooyoung tidak sedih akan keadaan chansung yang
mengalami cedera parah karena mengajarkannya koreografi itu .karena sejak chansung
pergi ke amerika untuk menjalani perawatan wooyoung tidak pernah melepaskan
komunikasi dengan chansung walau pada awalnya dia memang selalu menangis karena
merasa bersalah tapi saat chansung mengatakan pengorbanannya itu adalah wujud
cintanya pada wooyoung yang harus di terima wooyoung,dia mencoba untuk bersikap
lebih tenang dan pasrah dia yakin jika chansung akan segera kembali dari
amerika dalam keadaan yang seperti sedia kala walau kenyataannya chansung sudah
2 tahun pergi dan belum kembali juga
“chansung bodoh … dia tidak menelpon ku hari ini ??!! hari
aku konser kau lupa ?!” wooyoung bicara dengan ponselnya yang dia pandangi
seolah ponsel itu adalah chansung walau ponselnya sama sekali tidak terhubung
dengan siapapun saat ini .wooyoung celingukan saat melihat keadaan jalan
restoran yang tidak biasanya matanya silau dengan banyaknya cahaya dan lampu
kerlap kerlip di sana sini , wooyoung juga melihat ada sebuah ayunan untuk anak
kecil yang saling berhadapan dengan si hiasi lampu-lampu seolah pohon natal.
Wooyoung menggaruk kepalanya yang tidak gatal
“seingatku saat datang … halamannya tidak seperti ini !
jangan-jangan aku salah jalan “ wooyoung kembali celingukan dan tidak menemukan
siapapun tapi hatinya seolah tidak singkron dengan tubuh wooyoung yang lelah
saat ini karena hatinya malah merasa penasaran dan mengarahkan tubuh lelah
wooyoung mendekat kearah ayunan tadi
“selamat atas konser tunggalmu !” bisik seseorang di telinga
wooyoung dengan tiba2 membuat woyoung sempat terjengkat kaget berbalik kearah orang
itu
“cha…chansung ??!!!” Tanya wooyoung menunjuk wajah namja
yang tersenyum polos di depannya itu , wooyoung lalu mengucek matanya dengan
kasar “aku mabuk “ gumamnya pada diri sendiri mambuat chansung terkekeh
Chansung menarik tanga wooyoung yang mengucek matanya itu
dengan tangan kiri “kau tidak bermimpi wooyoung-ah !” ujar chansung masih
memegang tangan wooyoung baru saja terlepas dari matanya .
Wooyoung terdiam terpaku memandang wajah chansung yang ada
di jarak yang begitu dekat dengannya saat ini .wooyoung merasakan matanya mulai
menghangat dan hendak menerjang chansung untuk memeluknya namun langkah
wooyoung terhenti saat melihat chansung masih menggunakan tongkat walau saat
ini hanya di sisi kanan tubuhnya saja. Melihat wooyoung terus memandang tongkat
yang dia pakai chansung tersenyum dan membelai pipi wooyoung
“aku baik-baik saja …” ujarnya menanangkan . wooyoung
menggenggap tangan chansung yang membelai pipinya menatap mata chansung dengan
tatapan yang begitu khawatir dan bersalah
*
*
*
*
*
Saat ini chansung dan wooyoung duduk di ayunan yang
berbentuk untuk dua orang saling berhadapan . wooyoung terus saja menunduk
dengan sesekali menyeka air matanya setelah mendengar cerita chansung yang
berkata jujur padanya tentang keadaan kaki kanan chansung saat ini . chansung
berkata bahwa kaki kanannya tidak bisa di selamatkan lagi hingga dia harus
terus menggunakan tongkat karena beberapa saraf penting di kaki chansung rusak
total .tapi sama sekali tidak ada raut kesedihan di wajah chansung dia malah
tersenyum senang melihat wooyoung menangis
“kenapa kau malah tersenyum saat aku menangis ?!” Tanya
wooyoung masih terisak dengan nada protes pada chansung
“karena ini terlihat lucu … dulu kau akan menjagaku dan
memapahku karena aku tidak bisa berjalan tapi sekarang bukannya menolongku kau
malah menangis … hyung yang tidak baik … “ejek chansung memeletkan lidahnya
Alis wooyoung bertaut seiring dengan keningnya yang berkerut
mendengar ejekan chansung padanya “apa maksud mu …?”
“kau lupa …. Aku anak yang jatuh dari pohon di pinggir
rumahmu … kau yang menolongku dan menjagaku selama satu minggu di rumahku
karena orang tuaku sedang pergi ke seoul waktu itu … kau pernah berkata padaku
‘jangan khawatir hyung tidak akan pernah meninggalkan mu … hyung akan menjagamu
jadi jangan khawatir lagi’ “ chansung menirukan gaya bicara wooyoung pada saat
masih kecil dengan sangat sempurna.
Wooyoung membuka mulutnya lebar tak percaya “kau itu anak
tetangga yang hanya satu bulan tinggal di rumah samping rumahku … kau itu anak
monkey yang suka makan pisang itu ?!” Tanya wooyoung menujuk wajah chansung
dengan tidak sopannya
“yach … jangan mengatakan aku ini monkey …” protes chansung
tidak suka dan kali ini wooyoung yang terkekeh ,
“kebetulan yang aneh ..” gumam wooyoung masih dengan terenyum.seolah
kesedihan yang baru saja memaksanya menitikan air mata sirna begitu saja
“mungkin itu bukan kebetulan … tapi … jodoh …” wooyoung
tertegun saat mendengar chansung mengungkapkan kalimat jodoh barusan membuat
wooyoung tersenyum canggung
“errgg…. Mana hadiahku … kau bawa oleh-olehkan untuk ku ?!”
wooyoung segera mengalihkan pembicaraan saat chansung membahas tentang kata
jodoh yang malah membuat wajahnya memanas
Chansung mengeluarkan satu buah kotak persegi panjang dengan
ukiran kira2 4 cm x 12 cm berwarna hitam dari saku jaketnya lalu memberikan itu
pada wooyoung yang langsung menerimanya dengan senang hati “ini apa ? jam
tangan ?!” terka wooyoung karena melihat bentuk kemasan hadiah itu
“kau bisa menolaknya jika kau merasa tidak cocok atau tidak
mau dengan hadiah itu …”
Wooyoung yang tengah memperhatikan kotak itu kembali
memandang chansung heran lalu membuka benda persegi panjang itu untuk melihat
isi nya. Wooyoung semakin bingung saat melihat isi kotak itu adalah sebuah
gulungan kertas putih yang di lilit pita silver,wooyoung lagi-lagi memandang
wajah chansung
sebelum membuka gulungan itu
Wooyoung membaca isi kertas tadi dan matanya semakin
terbelalak dengan mulut yang terbuka lebar
Wedding Invitations
Hwang
chansung
With
Jang
wooyoung
on the 14th of February 2015
“jika kau merasa keberatan …. Aku sama sekali tidak akan
menyalahkan mu …” chansung bicara dengan nada lemah sama sekali tidak
memperhatikan wajah wooyoung. Dia tahu ini sangat tidak masuk akal datang
dengan tiba-tiba dan mengajak wooyoung menikah di tengah kepopuleran wooyoung
yang tengah berada di atas awan sudah tidak akan mengherankan jika seandainya
wooyoung menolak pernikahan ini karena belum siap
Wooyoung terdiam cukup lama seolah dirinya itu terbang entah
kemana bersama pikirannya yang melayang hingga dia mulai berani untuk berbicara
“mian … ta…pi… aku….. keberatan …” wooyoung menjawab dengan ragu-ragu seraya
memperhatikan ekspresi chansung yang tersenyum miris dalam menunduk saat
mendengar jawaban wooyoung “a…ku keberatan … bisa kau ganti tanggalnya karena
tanggal 14 aku sudah ada jadwal konser … bagaimana jika tanggal 23 februari
saja ? hari itu aku bebas lagi pula ini salahmu menentukan tanggal pernikahan
tanpa bertanya padaku … aku kan sudah menandatangani kontrak sebelumnya …”
Chansung mengangkat wajahnya memandang wooyoung dengan senyum tak
percaya dia lalu menarik wooyoung memeluknya dengan erat “jinjjayo ?! gomawo
…wooyoungie !!!” ujar chansung di telinga wooyoung dan terus menciuminya
bertubi-tubi sedangkan wooyoung hanya bisa tertawa saja
In khunho home
Nichkun dan junho tinggal bersama sejak mereka menikah di
apartment junho , namun keadaan mereka sama sekali tidak membaik sejak
kepulangan mereka dari perjalanan bulan madu lalu . walau mereka tinggal satu
rumah tapi mereka jarang sekali berbicara satu sama lain hanya hal-hal penting
atau masalah kedua orang tua mereka yang bisa membuat junho dan nichkhun saling
bicara . tinggal bersama namun seolah tidak saling mengenal. Junho juga selalu
tidur di ruang tv atau di ruang tamu sedangkan nichkhun tidur di kamar
sendirian. Mereka bahkan juga saling menghindari kontak fisik satu sama lain
bahkan untuk bersentuhan saat tidak sengaja berpapasan di pintu masuk
Saat ini nichkhun tengah duduk di atas kasur menghadap haedbed
memperhatikan tembok di atas headbed yang terdapat foto pernikahannya dengan
junho , dua tahun berlalu dalam pernikahan yang gila, itu kata yang sangat
cocok menggambarkan keadaan pernikahan mereka saat ini . nichkhun duduk dengan
memeluk kedua lututnya yang dia tekuk di depan dada memandang foto itu sejak satu
jam yang lalu , dia menyeka air mata yang keluar dari matanya saat mengingat
betapa mirisnya nasib yang dia alami saat ini, pernikahan yang begitu dia
idamkan , hidup bersama dengan junho yang begitu dia cintai tapi apa yang
terjadi saat ini adalah hidup dengan junho yang terasa mati sama sekali tidak
seindah bayangan nichkhun sebelumnya.
Nichkhun menghela nafas dan melirik jam dinding yang terpasang di
dinding kanan kamanya ,dia lalu berdiri dari kasur untuk menuju dapur mengambil
minum .
Cleekk
Junho yang mendengar suara pintu kamar di buka segera menutup
matanya pura-pura tertidur ,seperti yang biasa dia lakukan .junho saat ini
sudah tiduran di atas sofa panjang yang ada di ruang tv dengan tangan yang
menjuntai ke bawah masih dengan memegang remot di tangannya dan keadaan tv yang
masih menyala. Karena kamarnya langsung berhadapan dengan ruang tv nichkhun
bisa langsung melihat junho yang terbaring di sofa saat dia keluar. Nichkhun
berjalan menghampiri junho lalu berjongkok di depan wajahnya , nichkhun
mengambil remot di tangan junho dan mematikan tv yang masih menyala itu dan
meletakan remotnya di atas meja . nichkhun juga perlahan memegang tangan junho
dan menekuk sikut junho untuk melipat tangannya agar tidak menjuntai ke bawah
nichkhun tahu posisi seperti itu akan membuat tangan junho sakit besok pagi.
Tidak lupa mengambil selimut yang memang junho bawa setiap malam ,dia
menyelumuti junho hingga pundaknya .
Nichkhun memperhatikan wajah junho dengan lekat-lekat lalu
tersenyum penuh lara “mianhae ….” Gumam nichkhun yang masih bisa di dengar
junho yang pura-pura tertidur . nichkhun kembali membuka mulutnya hendak
berkata ‘aku merindukan mu ‘ tapi dia urungkan kembali niatnya itu dan menutup
rapat mulutnya ,’aku sangat mencintai mu’ ujar nichkhun dalam hati. Perlahan
nichkhun mendekatkan dirinya kearah junho menempelkan bibirnya di bibir junho
dengan lembut penuh perasaan,dia mentup matanya saat bibir mereka sudah
menempel membuat bulir air mata nichkhun mengalir di pipinya dan tanpa sengaja malah
membasi bibir nichkhun dan junho yang tengah menempel. Nichkhun kembali
mengangkat wajahnya dari junho melepaksan bibir mereka , dia melap bibirnya
yang basah dengan telapak jari tangan dan tanpa sengaja mengeluarkan isakan
kecil
“hiks …” nichkhun segera menutup mulutnya dengan telapak tangan
dan berlari ke kamar menutup pintu kamar itu rapat dan junho tahu akan hal itu
karena dia bisa mendengar derap langkah kaki nichkhun yang berlari menjauhinya
dengan terburu-buru
Junho perlahan membuka matanya setalah nichkhun pergi , junho bisa
merasakan cairan sedikit asin di bibirnya yang dia yakini sebagai air mata
nichkhun. Dia hanya bisa memijat keningnya dengan kencang saat dia merasakan
frustasi dengan keadaan hubungan mereka saat ini.
Pagi hari
Nichkhun menuangkan susu ke dalam gelas di meja makan walau
dirinya masih berdiri , dia memang berniat untuk hanya meminum segelas susu di
rumah sebelum dia melakukan aktifitas di luar seperti biasanya . nichhun yang
telah selesai menungakan susu itu berbalik dengan tiba-tiba tanpa mengetahui
jika junho baru saja datang dan ada di belakangnya membuat susu yang nichkhun
bawa tumpah mengotori baju bagian perut junho .
“akhh !!! minahe …” nichkhun langsung mengambil tissue dan hendak
membersihkan baju junho dengan tissue yang ada di tangannya namun saat kedua
tangan nichkhun hendak menyentuh baju junho dia menghentikan gerakan tangannya
yang hanya beberapa mili lagi akan menyentuh baju itu . nichhun menggenggam
kuat tissue yang ada di tangan kanannya dan menunduk
“maaf …” nichkhun menarik kembali kedua tangannya dan berjalan
melewati junho menuju pintu keluar.nichkhun tahu alasan kenapa junho tidak
mengusirnya dan malah meminta nichkhun tinggal di apartementnnya atau mengapa
dia tidak menceraikan nichkhun ,adalah demi kedua orang tua mereka dan nichhun
juga tahu junho tidak ingin nichkhun jadi bahan buruan wartawan karena bercerai
hanya dalam waktu singkat pernikahan . bagaimana pendapat public jika mereka
bercerai bahkan saat baru kembali dari berbulan madu ?!
Junho hanya bisa memandang punggung nichkhun yang berjalan kearah
pintu keluar dan saat ini telah menghilang dengan di tutupnya kembali pintu itu
setelah nichkhun keluar dari rumah. Junho tahu jika nichkhun sejak saat itu
selalu menghindari kontak fisik dengannya , sebenarnya junho tahu alasan
mengapa nichkhun melakukan hal itu , nichkhun merasa dirinya rendah dan kotor
hingga tak pantas bersentuhan dengan junho walau terkadang dia tidak dapat
membendung perasaannya dan malah mencuri kesempatan di saat junho tertidur
Junho yang kembali berbalik menghadap meja makan melihat nichkhun
meninggalkan dompet dan ponselnya di meja,perlahan junho ahirnya membuka dompet
itu dan melihat isinya yang ternyata di dalam dompet nichkhun ada foto dirinya
bersama nichkhun yang di ambil saat mereka belum menikah di gelery
*
*
*
*
*
*
*
Ponsel junho berdering membuat dia terpaksa manaruh kembali kuas
yang sudah dia pegang bersiap untuk melukis, nomor tidak di kenal yang
menelponya ternyata . junho tidak ambil pusing dan segera mengangkat telpon itu
“yeoboseyo “
“apa benar ini dengan lee junho ?!”
“ne”
“saya pengacara tuan nichkhun … bisakah kita bertemu untuk
membicarakan percaraian anda … ada beberapa hal yang harus di bicarakan agar
proses perceraian anda bisa segera selesai “ junho menajatuhkan palet yang
masih dia pegang hingga membentur lantai suaranya seolah hilang untuk beberapa
saat
“mwo ?! perceraian ?!” tany junho bingung
“ne … klien ku menuntut cerai dari anda … apa beliau belum
membicarakannya sebelumnya ?!” dada junho bergemuruh membuatnya merasakan sesak
, dan dengan seperti itu sontak membuat dirinya menarik nafas dalam-dalam
membuat dadanya naik turn dengan cepat
Junho menutup telpon dari pengacara nichkhun dan bergegas untuk
kembali ke rumah, dia tahu jika pada jam saat ini nichkhun biasanya sudah duduk
di rumah sendirian melihat acara tv hingga dia pulang dan setelah itu nichkhun
akan masuk ke dalam kamar setelah melihatnya
Cleekk
Junho segera masuk ke dalam rumah mencari sosok nichkhun yang
biasanya akan duduk di sofa memandangnya sekilas dan memindahkan chenel tv
sebelum ahirnya pergi meninggalkan junho ke kamar. Junho mengedarkan pandangan
matanya saat tidak melihat nichkhun di ruang tv dia segera berjalan masuk ke
dalam kamar untuk mancarinya
Cleekk
Junho menatap miris seluruh isi ruangan yang sudah terlihat
lengang walau dia tidak tidur di kamar itu tapi dia bisa mengenali ada beberapa
nichkhun yang sudah tidak ada di tempatnya. Junho berjalan kearah lemari
pakaian dan membukanya dan ternyata kosong . junho melangkah mundur beberapa
langkah hingga membentur sisi ranjang dengan tanpa melihat ke belakang dia
menjatuhkan tubuhnya untuk duduk di atas ranjang itu hingga tanpa sengaja
tangannya menyentuh lembaran kertas . junho menoleh kearah kanan dan melihat
lembar kertas itu yang ternyata adalah surat perceraian yang sudah nichkhun
tanda tangani
In nichkhun home
“kau gila ?! bercerai ?! apa yang akan di katakana public dan juga
ayah mu nanti ?! bagaimana bisa kau melakukan itu ? ada pa sebenarnya hingga
kau menggugat cerai junho ?!” nihkhun hanya terus diam tak menjawab memandang
pemandangan jendela kamarnya dengan tatapan kosong
“apa junho menyakitimu ? apa dia menghianati mu ?” nichkhun
menggelengkan kepalanya lemah masih tidak mau memandang sang ibu
“apa kau berseingkuh ?!”
“aku tidak tahu …” nyunya horvejkul kembali menghela nafas mencoba
semakin sabar dengan apa yang di lakukan anaknya , dia cukup harus memiliki
hati yang lebih lapang untuk menunggu agar bisa mendengarkan nichkhun bercerita
agar dirinya tahu apa duduk masalah yang sebenarnya
“eomma akan meninggalakan mu … dan setelah itu eomma akan kembali
bertenya padamu !” nyonya horvejkul meninggalkan nichkhun sendirian di kamar
yang langsung membentur-benturkan kepalanya ke dinding dengan tidak terlalu
kuat hanya ingin mengusuir rasa pusing yang ada di dalam kepalanya saat ini.
*
*
*
*
*
*
*
“nyonya tuan muda lee junho datang …”salah satu pelayan memberikan
kaba pada ibu nichkhun tentang kedatangan menantunya itu yang dia yakini pasti
ada hubungannya dengan nichkhun yang saat ini ada di rumah itu
“selesaikan ini aku akan menemuinya …” ibu nichkhun membuka
celemek yang dia pakai dan memberikannya pada pelayan tadi lantas segera pergi
untuk menemui junho
“annyeong haseyo eomma …” saa junho membungkuk hormat pada ibu
nichkhun yang berjalan mendekatinya
“aku tidak ingin berbasa basi … kemarin nichkhun datang kemari
dengan membawa seluruh barang-barang miliknya dan saat aku bertanya dia
mengatakan jika kalian sedang dalam proses percaraian …. Bisa jelaskan ada apa
sebenarnya padaku ?!” junho hanya bisa menunduk menyembunyikan wajahnya dan itu
cukup jelas bagi ibu nichkhun mengetahui bahwa junho juga tidak berniat untuk
menceritakan masalah mereka padanya
“nichkhun ada di halaman belakang … temuilah dia dan bicarakan
baik-baik masalah kalian “
“ne …”
Junho dan ibu nichkhun berjalan mendekati nichkhun yang masih
duduk-duduk di rumput hijau yang ada di halaman belakang rumah mereka ,
nichkhun duduk dengan meluruskan kedua kakinya ke depan mengarah kolam ikan
sedangkan kedua tangannya dia gunakan untuk menyangga beban tubuhnya yang yang
lebih condong ke belakang
“nichkhun-ah …” panggil ibu nichkhun lembut dia bernita untuk
mengatakan pada nichkhun bahwa junho datang untuk menemuinya tapi nichkhun sama
sekali tidak dapat merasakan maksud ibunya dan malah menjawab penggilan itu
“aku menghianatinya …. Mungkin lebih dari itu… karena aku …tidur
dengan orang lain dan junho melihatnya …”
Dughh
Nyonya horvejkul menjatuhkan gelas yang dia bawa ke tanah yang di
tutupi rumput hijau di atasnya membuat gelas itu menggelinding mendekati
nichkhun yang masih tidak memandang kedatangan mereka karena posisinya yang
membelakangi rumah. Nyonya horvejkul hanya bisa menutup mulutnya yang ternganga
lebar dan memandang bagian belakang tubuh anaknya lalu beralih memandnag junho
dengan tatapan bersalah dan tidak percaya
“jadi … walau bagaimanapun juga … aku harus sadar … jika dia tidak
menceraikan aku … lebih baik aku yang melakukannya … junho bukan tipe orang
yang akan meninggalkan orang lain … karena dia orang yang sang-…” nichkhun
berbalik untuk memandang ibunya dan ternyata bukan saja ibunya yang berdiri di
belakang tubuh nichkhun yang terduduk di tanah saat ini tapi juga junho yang
masih memandangnya dengan tatapan yang tidak dapat di artikan , tatapan terluka
sedih dan bingung
Nyonya horvejkul memegangi dadanya yang sesak dan terasa sakit dia
mencengkram kuar dada nya dan perlahan merosot ke tanah .
“EOMMA !!!!” teriak nichkhun dan langsung bangun menghampiri sang
ibu sementara junho juga tidak tinggal diam dan segera menolong ibu mertuanya
itu
*
*
*
*
*
*
*
Sesaat setelah ibu nichkhun pingsan dia segera di larikan ke rumah
sakit karena di duga mengalami serangan jantung . sementara ayah nichkhun saat
ini tidak sedang berada di korea dan tengah ada di eropa hingga untuk pulangpun
beliau masih harus menempuh perjalanan yang lama dan baru akan sampai besok
hari . nichkhun yang menunggui ibunya hanya dengan pelayan keluarga mereka saat
ini berjalan ke mesin penjula minuman otomatis dan membeli beberapa kaleng
minuman untuk dirinya sendiri
“itu dia !!”
“itu dia !!”
“nichkhun !!”
“nichkhun-shi !!”
Nichkhun yang melihat banyak wartawan yang berteriak, meneriakan
namanya segera berbalik hendak kembali ke ruang ICU tempat ibunya saat ini di
rawat namun saat nichkhun berbalik ternyata banyak juga wartawan yang datang
dari arah tersebut membuat dia terkurung di antara banyaknya wartawan
“nichkhun-shi benarkah anda akan bercerai dengan lee junho ?!”
“benarkan ibu anda mengalami serangan jantung karena perceraian
anda ?!”
“apakah perceraian kalian di picu konplik ekonomi … atau karena
ada orang ketiga di antara kalian ?!”
“benarkah anda telah menjalin hubungan dekat dengan seorang
pengusaha muda dan menggugat cerai lee junho ?!”
Nichkhun hanya bisa diam memandang kesegala arah mencari celah
untuk berlari namun itu sama sekali tidak dapat dia temukan karena wartawan
yang mengerubuninya terlalu banyak membuat dia hanya bisa terpojok di dinding
saat ini . nichkhun hanya bisa diamdengan berbagai pertanyaan yang terus saja
di lontarkan para wartawan itu yang terkadang begitu menyudutkannya silaunya
sinar dari lamu kamera dan juga banyaknya microphone yang di sodorkan padanya
membuat nichkhun merasa kepalanya mendengung
Nichkhun tersentak saat seseorang menarik tangannya , menggenggam
tangan nichkhun . nichkhun mengangkat wajahnya memandang orang itu yang
ternyata adalah siwon membuat dia dengan cepat mengibaskan tangan namja tinggi
itu dengan kasar
“kita harus segera pergi dari sini “ ujar siwon menyakinkan
nichkhun yang memandang dirinya sengit sementara saat ini wartawan yang
mengerubuni nichkhun sudah sedikit demi sedikit tertahan oleh pihak keamanan
rumah sakit yang menahan mereka
“shiro !!” balas nichkhun dengan tajam walau saat ini wartawan2
itu masih berjarak tidak jauh dari dirinya membuat wartawan2 itu mungkin bisa
mendengar ketidak ramahan nichkhun saat ini tapi dia sama sekali tidak perduli
dengan hal itu. Siwon tersenyum lembut dengan tatapan menahan amarh pada
nichkhun yang menolaknya
“ahh !!!” nichkhun tersentak saat seseorang memeluknya dari
samping memeluk bahu nichkhun dan berjalan membawanya begitu saja dari hadapan
siwon “ju…junho …” gumam nichkhun saat melihat junho saat ini memeluk bahunya
membawa nichkhun terus berjalan hendak kembali ke ruang ICU
Nichkhun saat ini duduk di kursi ruang tunggu yang ada di depan
ruang ICU dia terus saja memilin-milin tangannya menunggu dokter yang saat ini
tengah mengoprasi ibunya keluar . melihat nichkhun yang terus menduk dengan
tangan yang terus saja tidak bisa diam ahirnya junho berjalan menghampiri
nichkhun berjongkok di depannya
“kau tidak apa-apa ?!”
“a…aku … maaf … “ ujar nichkhun sama sekali tidak sinskron dengan
apa yang di tanyakan junho padanya saat ini .
“kau tidak pernah mengatakan hal apapun padaku selain kata maaf
selama ini …”
“a…a..aku …” gagap nichkhun masih tidak dapat berkata apapun
“aku minta maaf karena aku jahat padamu … seharusnya aku bertanya
padamu dan mendengarkan penjelasan dari mu bukan malah menghindar …”
“aku tidak ingin … membuatmu kecewa … aku sebenarnya ingin
mengatakan padamu menjelaskan semua itu tapi … aku berpikir penjelasan apapun ….
tidak akan mengubah kenyataan apa yang pernah terjadi padaku …” junho membelai
lembut pipi nichkhun dengan ibu jarinya dan tersenyum
“itu hanya masa lalu … seharusnya sejak awal aku sadar tentang hal
itu …jika semua itu hanyalah masa lalu … maafkan aku … aku memang bodoh karena
baru sadar akan hal itu saat aku akan kehilangan dirimu … saat aku tahu mungkin
aku akan benar2 tidak bisa melihat mu lagi … aku baru tersadar jika kau sangat
berharga untuk ku … dan semua kejadian itu hanyalah masa lalumu ,masa lalu yang
harus aku terima sebagai bagian dari dirimu … mulai sekarang kita hanya perlu
memikirkan tentang masa depan kita … “
“sebenarnya yang terjadi adalah….” Junho menggenggam kedua tangan
nichkhun dan membelai nya lembut
“kau tidak perlu menjelaskan apapun … aku percaya padamu … yang
penting adalah masa dimana kita berada dan masa depan kita kelak … jadi jangan
bahas tentang itu lagi …”
Nichkhun tersenyum saat mendengar semua yang junho katakan walau
matanya saat ini juga mengeluarkan air mata namun mungkin air mata itu adalah
iar mata yang berbeda dengan apa yang selalu keluar dari matanya selama 2 tahun
belakangan ini . untuk pertama kalinya setelah 2 tahun nichkhun kembali memeluk
junho yang berjongkok di hadapannya dengan sangat erat seolah takut kehilangan
“aku mencintai mu …” ujar nichkhun saat dia masih memeluk junho dan menempatkan
dagunya di pundak namja itu
“aku juga mencintai mu … nichkhun-ah …” balas junho dengan tulus
membuat pelukan nichkhun semakin mengerat
“sangat merindukan mu …” gumam nichkhun lagi
“aku juga sangat merindukan mu …” junho mengelus lembut rambut
nichkhun yang masih memeluknya membuat nichkhun merasa sangat nyaman dan malah
tidak berniat untuk melepaskan pelukan mereka saat ini sementara itu dari
kejauhan para wartawan juga terlihat mengabadikan moment barusan setidaknya
walau mereka tidak tahu apa yang di bicarakan junho dan nichkhun tapi mereka
bisa meliat jika nichkhun dan junho saat ini berada di dalam hubungan yang baik
*
*
*
*
*
*
*
*
*
“kau tidak akan menyesal ?!” nichkhun bertanya saat dia duduk di
dalam satu ruangan bersama dengan wooyoung dan juga taec , dia bertanya pada
wooyoung yang saat ini terlihat duduk dengan gelisah di sofa yang ada di
ruangan ini
“apanya ?!” jawab wooyoung ketus Karena kegugupan yang melanda
dirinya saat ini
“kau akan menikah sekitar 12 menit lagi … kau benar2 tidak akan
menyesal mungkin kau akan kehilangan banyak fans mu …” wooyoung mendengus
,memajukan bibirnya beberaa senti tidak suka dengan apa yang di katakan
nichkhun padanya barusan
“itu benar wooyoung-ah apa kau akan menikah saat ini ? dengan
sangat mendadak … kau sudah memikirkannya dengan matang ?!” tambah taec
mengingatkan wooyoung tentang langkah serius yang akan dia jalani saat ini
“jika aku takut kehilangan fans dan lebih memilih untuk tetap diam
… terus bekerja … aku takut aku akan menyesal … lagi pula fans yang baik pasti
mengerti jika diriku melakukan ini demi hidupku kelak dan juga kebahagiaanku
…tentang chansung yang masih belum bisa berjalan … suatu saat nanti aku yakin
dia pasti bisa sembuh seperti sedia kala …”
“aku senang kau memikirkan tentang kebahagiaan mu dan masa depan
mu … semoga kalian berdua bahagia selamanya ….” Ujar taec mendoakan dengan
menepuk bahu wooyoung berulang-ulang
*
*
*
*
*
*
*
“kau menunggu lama sendirian ?!” nichkhun menghampiri junho dan
duduk di salah satu kursi yang ada di meja tempat dimana junho duduk di sana
“anii…. bagaimana wooyoung ? dia tidak akan gugupkan hari ini …
bukankah dia sudah begitu terbiasa dengan banyaknya pandangan orang yang
memperhatikan dirinya “
“kita lihat saja nanti … semoga dia tidak mengacaukan acaranya …”
jawab nichkhun ceria dan memeluk lengan junho yang duduk di sampingnya itu
“kajja !” taec menggandeng tangan junsu untuk memasuki area dimana
wooyoung akan melangsungkan pernikahan
“taecyeon …disini banyak sekali wartawan dan juga banyak sekali
orang …” keluh junsu saat melihat kearah ruangan acara yang terlihat begitu
sesak di jejali orang-orang
“bukankah kita sudah sepakat untuk menjalaninya bersama-sama ?!
kita tidak akan bersembunyi lagi … aku tidak mau jika aku jadi kekasih simpanan
mu seperti dulu … jadi …. Sekarang akui aku sebagai kekasih mu , arraseo ?!” junsu
ahirnya mengangguk dan merekapun berjalan memasuki ruangan acara bersama dan
sontak kahiadiran mereka yang saling berpegangan tangan itu membuat pandangan
yang mengarah pada mereka berubah menjadi pandangan Tanya namun karena masih
banyak penjaga yang ada di ruangan itu para wartawan tidak lantas memburu
mereka dan masih tetap fokus untuk melihat acara inti dimana acara itu adalah
acara pernikahan wooyoung dan chansung
“kalian sudah siap untuk menikah juga ?! datang bersama ke acara
ini … “ Tanya nichkhun saat taec dan junsu duduk di meja yang dia tempati
bersama dengan junho yang kebetulan meja itu terdapat untuk sekitar 5 orang
“tentu saja … mana mungkin setelah hyung dan wooyoung menikah aku
akan tetap hidup sendiri …” jawab taec sekenanya
“selamat hyung …” tiba2 saja junho berbicara membuat semua orang
yang duduk di meja itu memandangnya heran .”wae ?!”
“kau sudah bisa bicara sekarang biasanya kau hanya akan diam saja
selama ini ….” Ujar junsu terlihat kagum dan junho malah kembali diam meminum
minuman yang ada di depannya
Acara pernikahan itu berjalan dengan lancar begitupun dengan sesi
wawancara yang di lakukan wooyoung bersama chansung setelahnya yang mengatakan
jika wooyoung akan tetap bekerja di dunia hiburan sebagai penyanyi . wartawan
itu juga tidak lupa untuk mengkonfirmasi hubungan taecyeon dan junsu yang saat
ini telah di akui oleh keduanya sebagai hubungan sepasang kekasih sementara
junho dan nichkhun yang menerima wawancara seputar kabar percaraiannya juga
mengkonfirmasi jika mereka memang hamper bercerai hanya saja semua bisa mereka
selesaikan dengan baik dan saat ini hubungan mereka juga sudah kembali normal
dan mengenai pertanyaan apakah siwon penyebab dari rencana perceraia itu
nichkhun hanya menjawab jika siwon adalah teman semasa sekolahnya dulu dan juga
teman melukis junho .
“selamat !” siwon mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan
dengan nichkhun di depan pintu keluar hotel saat nichkhun menunggu junho
mengambil mobil agar mereka bisa pulang.
“bukan aku yang menikah hari ini …” ketus nichkhun sama sekali
tidak memperhatikan uluran tangan siwon apalagi untuk menerimanya
“aku ingin memberi mu selamat karena kau mendapatkan junho sebagai
pasangan mu …” nichkhun yang sejak tadi memandang jalan perlahan menoleh kearah
siwon yang tersenyum “sekarang aku mengerti kenapa guru ku lebih menyukai junho
dari pada aku … dan aku juga mengerti kenapa kau lebih memilih junho dari pada
aku … … karena aku jahat padamu maka dari itu kau sangat membenciku dank arena
junho sangat baik padamu kau begitu mencintainya … dan saat ini aku mengerti
kenapa junho selalu mendapat apa yang terbaik … karena dia juga selalu
memberikan dan melakukan yang terbaik … maafkan aku …” siwon membungkuk dan
segera pergi meninggalkan nichkhun saat dia melihat ada beberapa wartawan yang
datang tidak mau nichkhun mendapatkan masalah lagi
Nichkhun tersenyum dan segera menuju mobil hitam yang sudah
menunggunya di depan , nichkhun masuk kedalam mobil itu dan duduk di samping
junho .
“junho …” panggil nichkhun sebelum mereka pergi dari hotel tempat
wooyung melangsungkan pernikahan
“emm ?!”
Nichkhun mendekatkan dirinya dan mencium bibir junho, hanya
menempelkannya beberapa detik dan kemudian menarik kembali bibirnya “aku
mencintai mu …”
“Aku juga mencintai mu …” balas junho dan juga balik mendekat pada
nichkhun ikut mengecup bibir nichkhun sekilas seperti apa yang dia lakukan
padanya.
Silahkan di komentar …. Buseeeet panjang bener … tapi ya sudahlah
*bondan and fade2black* ayo komen saya lagi berusaha bikin epep bantal nih
…hahahahaha #evil
sebenar nya cerita nya chap yang ini bagus
ReplyDeletetapi terlalu ngebut jadi ngak kerasa greget nya kayak ff yang lain :/
ya sudahlah LANJUT THOR!!
TAMBAH LAGI FF NYA
TERUTAMA FF KHUNHO YA THOR
AKU AKAN DENGAN SETIA MENUNGGU FF AUTHOR SELANJUT NYA
FIGHTING^^
Ceritanya bagus chingu. Aku bacanya kilat lagi ada tes soalnya. Pokoknya kalau da junnichk aku pasti comment
ReplyDeleteEon ,aku sempat kacau balau pas khunho mau cerai hiks TT pi aku suka junho baik banget pi menyiksa,khunnie sabar suamimu it cinta bgt ma mu oppa kekkeke alhamdulillah akhirnya bersama
ReplyDeleteJun. K oppa nulis buku juga? Aku terkejut tadi eon kalau oppa tu nulis buku,kayaknya love in art ni akan jadi kata yg melekat pada author sendiri kerkekk lanjut
Woo dan chan akhirnya bersama lagi,hehe senang akhirnya semua happy ending
Oya eon khunho kok blm juga punya aegy ? #pletak ya iyalah 2 tahun diam aja huhhu
Eon jebal buat khunho lagi ,aduh makin suka ni eon,fighting!
fyuhhh...akhirnya semua happy ending..sempet deg2gan pas junho liat itu..haaaa ikut nangis T.T ok thor daebakkkk..tpi lebih daebakkk lgi klo d ganjel pake itu loh..*plakkk* ok Keep figthing eonnie :)
ReplyDeleteHeu. . .heu . . .ChanWoo So Sweet bangeeet o_O
ReplyDeletekapan ea eon aku am taecyeon bisa kaya ChanWoo v_v
#ngarep ngomong kaya gak punya dosa ekkekk
TaecKay udah gak kucing2an lagi tapi ati2 aja buat Minjun oppa aku bakal rebut taecyeonku kalo oppa 'nakal' cxixixixixii
KhunHooooooo yaAmplop Galaaaaaaaaau banget bacanya 2thun bayangin 2thun ckckckckck ap junho gak karatan tuuuu. . .
Unnie please bikin epilognya v_v
kalo perlu pake 'bantal' heu. . .heu. . . itu enak bener si kuda jelek gak di siksa dulu sementara ap yg dia lakuin am khunHo tuuu dah bikin aku sakit hati hikz. . .hikz. . . hikz. . . #peluk bantal khunHo heu. . .heu . . .aku tunggu karya2 unnie selanjutnyaaaa
Semangaaaaaaaat ^_^
md: lama amat ya junho sadarnya,ampe dua tahun kasian khun oppanya
ReplyDeleteTapi kereeennnnn koq Thor....
Chansung oppa!! aduh jadi gila chansung gara gara nonton dramanya XDD #plak! pengorbanannya itu loh yaaampun... aku suka bgt waktu Woo nyanyi 'Love in Art' kalo beneran mereka bikin lagu dengan judul itu (y)
ReplyDeletethor.. aku suka banget kata kata yang ada di novel yang ditulis Jun.K sumpah... bahasanya ituloh menyentuh banget!!
Unnie DAEBAK AUTHOR DAEBAK!!!! TT TT
aku nangis baca part khunho TT.. sumpah nyesek banget bacanya terutama pas Khun nyium junho di ruang TV... TT TT kerasa banget sakitnya... 2TAHUN!! yaampun ngebayanginnya aja udah nagis duluan aku... dada aku sesek banget thor bacanya..Junho baik banget TT TT untung perceraiannya ga jadi > <
omaigat..2TAHUN!!! klo gw dah jamuran tu diem2an slama itu..!
ReplyDeleteseandainya khun mnta crai lbh awal pasti lbh awl jg mreka baikan..hehe#plak
auwauwauwauw.. chanwoo co cweeet...mau dong dkasih undangan kaya babywoo..*kedip2 ganjen ma chanie*
aq ngbayangin babywoo nanyi love in art itu kya waktu dia nyanyiin lagu balladnya troy yg 'that i once by your side' pas jaman promo solo di 'U&I'
wktu itu pnghayatanx daleeem bgt kya sngaja mnyampaikan lagu itu utk seseorg..aaah..
btw thor..darimana author dpt kata2 dinovel minjun itu..?sumpeh keren bgt kata2nya..
ahh..akhirnya smua berakhir bhagia..*cipok author*
bkinin epilognya ya thor..kyakx kurang afdhol klo ga ada bantalnya..hehehe #plakk
ku tnggu ff2mu yg baru thor..*cipok lagi*
fighting\^0^/
~weny~
kurasa author punya alasan tersendiri untuk ngebut di fanfic yang ini,,,,,,,,,walaupun ngebut tetep kece ko thor FF nya lanjutin karya2mu ya thor
ReplyDeleteDan ini komen sy yg amat sangat telat sekali di FF ini..
ReplyDeletedi chap sebelumnya..sy komenn rasanya kisah ChanWoo akan sgt menarik krn pengorbanan Chan sgt mengharukan..dan kisah itu yg akan sy tunggu..brbeda dgn kisah TaecSu yg sy blg hal yg dialami artis korea..
dan chap ini membalikkan semua komen sy di chap sebelumnya..
kisah TaecSu mendapat klimaks trtinggi yg bwt sy skip part lainnya hanya untuk membaca part TaecSu..
KhunHo diposisi kedua..krn penyelesaiannya agak dipaksakan selesai padahal grafik sedih dan putus asanya udh dilevel yg tinggi..hahaha..#abaikan yg ini
karena FF ini diakhiri dgn adegan keduanya.. o(lah apa hubungannya..hahahha..ga ada sih..soalnya sy bingung mo ngmg apa..)
ChanWoo..dikit lagi..tinggal kasih sentuhan lirik lagu aja biar sy tau arti Love in Art untuk mrk..
dan krn itu arti Love in Art utk mrk yg paling menggantung utk sy..
but overall..i like it