Nov 19, 2016

DON'T REMEMBER ME 3 (PTB NEW BER.)

Don't remember me
PTB NEW VER.

Part 3

Pairing masih sama
Cast juga masih sama aja seperti yang dulu cuman tulisan dan cerita aja yang beda. semoga ni cerita tidak membosankan ya ... tidak bikin kamu2 yang baca pada uek uek semua ...


Sesi curhat nya si begini ... kan sebener nya ff yang life game sama yang path toward you itu udh pada end semua hanya saja di fb lanjutannya ... itupun di forum tertutup ... trs juga pan ada sequel nya life game itu .. saya iseng entah knp baca lagi part sequelnya ... eh part pertama sih ya masih lah ... masih masuk di akal ... tapi kok pas ending sequel itu lho ... saya aja yang bikin pas sadar dan baca lagi kok merasa gini ... ibarat nya klo tu tulisan bukan bikinan saya trs saya baca tu ff saya mau komen ... iki opo to ending nya kok ngene ??? Gaje tenan ... dan itu bener2 gaje ... rasa nya saya pgn memaki diri saya sendiri sebagai reader gitu ... kok ending nya gitu bgd ???! Coba ?? Masa ?? Mati barengan gtu doang di gunung ???!!!  Terjun ??? Saya gak tahu dari mana saya dpt ide itu ... itu bener2 ide yg paling gak baged yg pernah saya bikin ... jadi si rencana nya klo ada waktu ada alat media dan waktu senggang juga klo ada rasa rajin pgn bikin ... saya mau bkin part teralhir sequel life game yang agak msk akal lah jgn segitu nya bgd tu ending cerita ...
Ya udh lah itu doang curhatnya ... sekarang kita lanjut dlu ya cerita yang juga gaje satu ini ...












Pandangan mata orang2 yang tengah duduk mengelilingi meja persegi panjang itu seolah serempak tertuju pada junho ketika dirinya memasuki ruang rapat membuat kakinya berhenti melangkah sesaat namun setelahnya dia kembali berjalan dengan santai. Pandangan mata yang seolah ingin menginjak2 tubuhnya secara bersama2 itu hanya junho acuhkan hingga dia duduk di kursi miliknya. Kursi yang ada di sebelah kiri kursi utama meja rapat yang berbentuk persegi panjang.

Junho duduk dengan nyaman seolah tidak perduli dengan bisikan2 dan gumaman orang2 yang ada di ruang rapat yang tentu saja tengah membicarakan dirinya.

"Presdir sudah tiba ! " mendengar seruan akan kehadiran sang presdir semua orang yang ada di ruang rapat segara bediri dengan serempak termasuk juga junho. Hingga akhirnya nichkhun memasuki ruangan dan tanpa kata mendudukan dirinya di kursi utama dan setelah itu semua orang kembali duduk di kursi masing2.

"Pekerjaan ku sangat banyak ... jadi mulai saja sekarang ... apa yang ingin kalian sampaikan pada rapat kali ini " tanpa basa basi dan tanpa kata pembuka yang formal nichkhun hanya langsung mengutarakan keinginannya membuat para dewan direksi hanya bisa saling bertukar pandang dengan canggung.

" kami ingin menuntut penjelasan dari direktur lee mengenai kekacauan yang beliau timbulkan di resort aomori kemarin " akhirnya sebuah suara menyeruak di tengah keheningan yang ternyata keluar dari mulut salah satu direktur nichkhun juga.

Pria yang biasa dipanggil direktur jung itu beralih memandang junho yang duduk di sebrangnya setelah sebelumnya memadang nichkhun "apa alasan anda melakukan itu semua ... bahkan itu sangat tidak sopan dan tidak mungkin untuk di lakukan oleh seorang direktur ... ketika anda datang dan masuk ke dalam ruang rapat tanpa permisi lalu merobek surat kontrak dan menyatakan bahwa semua kontrak itu batal begitu saja "

Junho melirik nichkhun sekilas sebelum bicara dengan di iringi helaan nafas " sejak awal resort aomori tidak di dirikan untuk di jadikan aset properti ... " junho memberi jeda sebelum kembali bicara " dan seharusnya anda sangat jelas dengan siapa anda menandatangani kontrak itu ... perusahaan yang akan mengambil alih resort aomori adalah perusahaan yang sudah mendapat gugatan tentang pencemaran lingkungan, penelitian kimia secara ilegal dan pembuangan limbah ke hutan... dan besar kemungkinan jika resort aomori juga akan mengalami hal yang sama ... sebagai pemilik dan orang yang mendapatkan ijin mendirikan resort itu apakah anda tidak berpikir jika kita mungkin saja akan mendapat masalah karena itu ?!"

" tapi poin yang anda sampaikan sudah di atur dalam surat kontrak bahwa selama kontrak berlangsung semua tanggung jawab yang ada di tanggung oleh mereka "

Junho yang tadi berbicara dengan percaya diri sedikit terdiam tak kala dirinya menyadari bahwa dia tidak mengetahui secara terperinci apa isi kontrak yang sudah dia hancurkan kemarin.

"Dan karena itu kami memutuskan untuk melakukan nya... bahkan presdir sudah menyetujui hal itu...  dan apakah anda tahu berapa kerugian yang di alami perusahaan karena pembatalan kontrak ?!" Direktur jung kembali bertanya pada junho yang sekarang menunduk. sementara nichkhun sekarang mulai tertarik untuk melihat ekspresi wajahnya "bagaimana dengan hal itu ?"

"Tentang kerugian perusahaan anda bisa memotong gaji ku juga mengambil bonus ku ... jika itu masih kurang anda bisa mengajukan tuntutan perdata padaku ... aku akan menggantinya secara pribadi "

"Kau pikir karena kau memiliki banyak uang kau bisa menyelesaikan kekacuan ini dengan uang mu begitu saja ?!" Semua orang yang menghadiri rapat itu sontak memandang nichkhun dengan heran. Saat dimana nichkhun juga saat ini malah ikut menyudutkan junho.

Junho mendengus kali ini anggaplah dia benar2 merasa jengah dengan tingkah nichkhun hingga memandang atasanya itu dengan sinis. Dia selalu bersabar dengan semua tindakan nichkhun namun kali ini , dimana semua orang menyudutkannya tidak bisakah nichkhun hanya diam. Bahkan tak perlu untuk membelanya "aku juga sudah menerima hukuman fisik ku karena kesalah ini "

Pria yang duduk di samping junho berdehan canggung saat melihat tatapan tajam junho pada nichkhun. Dan luka di wajahnya yang semua orang tahu pasti jika itu perbuatan nichkhun tentu membuat semua anggota rapat mengerti arti perkataan junho. Berdasarkan sifat nichkhun dia memang mungkin saja bertindak kasar pada orang yang menyulut emosinya bahkan jika itu junho sekalipun.


"Ehm ... sekalipun itu semua dapat di gantikan tapi resort aomori selalu mendapat peringkat terendah dalam pendapatan bahkan di awal kuartal ini resort itu sudah mengalami kerugian ... lalu seperi apa itu ?" Perkataan seorang dewan direksi yang memberanikan diri bersuara memutus kontak mata tajam antara junho dan nichkhun. Mengalihkan perhatian keduanya untuk sementara

"Saat aku pergi ke jepang terakhir kali ... aku menemukan sebuah panorama alam yang sangat menakjubkan tidak jauh dari resort.. namun untuk menuju kesana orang harus menembus hutan.. aku sudah berbicara pada pemerintah setempat tentang itu.. aku mangatakan jika DN akan membuat akses menuju lokasi tersebut hingga lokasi itu bisa menjadi lokasi wisata alam yang terhubung dengan resort ... dengan kata lain tempat itu akan jadi bagian dari resort"  tanpa di perintah sekertaris junho memberikan sebuah map pada masing2 anggota rapat yang langsung membuka dokumen tadi dan membacanya termasuk juga nichkhun " ini adalah konsep yang aku buat tentang rencana tersebut.. kalian semua bisa mempertimbangkannya ... " junho yang tadi juga membaca dokumen nya perlahan mengangkat wajah dan memandang semua orang satu persatu "kita tidak akan merubaha apapun di sana hanya menambahkan beberapa hal yang di perlukan ... "
Junho kembali memandang dewan direksi yang tadi bertanya padanya " resort itu hanya selalu menempati posisi terendah bukan selalu mendapat kerugian ... menurutku kita bisa mencobanya "

"Aku setuju ! Kita lakukan seperti ini saja " mulut direktur jung yang sudah terbuka kembali tertutup rapat ketika nichkhun bicara. Dan semua orang tahu bahwa keputusan nichkhun adalah hal yang mutlak hingga tak ada satu orangpun yang berani menyanggah nya )"sekarang pembahasan selanjutnya ... silahkan !"

"Belakangan beredar rumor bahwa presdir mengalami hilang ingatan... itu cukup meresahkan .. namun apakah hal itu benar presdir ?!" Seorang pria tua dengan rambut putihnya bertanya dengan sopan namun isi dari pertanyaan nya membuat suasana rapat menjadi semakin serius dengan semua tatapan mata tertuju pada nichkhun.

"Itu benar "

Junho langsung memutar lehernya memandang nichkhun dengan kaget

"Lalu kenapa presdir tidak mengatakan hal itu sebelumnya ?" Suara anggota rapat lain mulai terdengar bertanya.

"Lalu apa saat aku terkena flu aku juga harus melapor pada mu begitu ?!" Timpal nichkhun dengan tajam sukses membuat orang tadi terdiam

"Itu hal yang berbeda presdir !" Suara orang yang lain menyelak

"Jika sampai hal ini tersebar kepada para pemegang saham maka akan terjadi kekecauan ... " direktur jung mulai kembali berbicara membuat nichkhun memandangnya dengan rasa seolah ingin membunuh

"Itu tugas mu untuk mencegah hal itu terjadi !" Bentak nichkhun yang sukses membungkam direktur jung

" presdir hal itu juga akan mempengaruhi stabilitas perusahaan ... dengan kondisi presdir seperti nya tidak tepat jika presdir masih memegang kendali penuh terhadap perusahaan "

"Jadi kau ingin menendang ku ?!"  Jawaban nichkhun kali ini juga kembali membungkam lawan bicaranya secara telak. semua orang yang berani menekan nya dengan semua pertanyaan yang menyudutkan bisa dengan baik nichkhun tangani dan setidaknya itu bisa membuat junho bernafas lega.


"Tidak seperti itu presdir... hanya saja untuk sementara waktu bagaimana jika presdir menunjuk seseorang untuk menjadi presdir sementara... itu bisa membantu presdir untuk menghindari masalah yang mungkin terjadi"

"Apa kau pikir aku ini bodoh ?! Anggap saja jika aku ini memang bodoh ... tapi sekalipun seperti itu aku tidak pernah mau bersembunyi di balik siapa pun ... KALIAN MENGERTI ??!!!"

"maaf presdir tapi jika anda tetap seperti itu maka kami bisa saja meninggalkan perusahaan " nichkhun sangat sadar jika ucapan direktur jung yang lembut itu berisi sebuah ancaman namun hal itu sama sekali tidak memberi efek bagi ketegasan nichkhun

"Kalian tinggal pergi " jawaban datar tanpa beban yang nichkhun ucapkan sempat membuat direktur jung dan sekutu nya terdiam beberapa saat, namun tak lama kemudian direktur jung berdiri di ikuti beberapa orang pendukungnya yang segera berjalan ke arah pintu keluar. sementara ada beberapa orang yang saling berbisik bingung menentukan pilihan.

"Sebelum kalian pergi aku ingin kalian tahu bahwa ... " nichkhun memutar kursinya 180% hingga mengarah pada orang2 yang tengah berada di ambang pintu "aku ini hilang ingatan ... bukan kehilangan kemampuan ku ataupun sifat ku " pandangan nichkhun yang sebelumnya memperhatikan beberapa orang itu kini hanya tertuju pada satu orang, sang peminpim pemberontakan "dan berdasarkan sifat ku ini ... begitu kalian melangkahkan kaki keluar dari sini dan melawan ku maka
.. aku bisa pastikan kalian tak akan pernah ku ampuni !!" Baik itu tatapan mata ataupun perkataan yang nichkhun lontarkan keduanya sama2 tajam dan itu semua sukses membuat para dewan direksi pendukung direktur jung kembali memutar otak berpikir akan siapa yang harus mereka dukung selanjutnya.








  Junho langsung membungkuk hormat lalu mengutas senyum saat dirinya berpapasan dengan nichkhun di koridor menuju loby "hari ini presdir sangat hebat !" Ujarnya dengan nada bahagia

"Apa maksud mu ? Kenapa kau terlihat sangat senang bahkan dengan luka di wajah mu itu ?!" Nichkhun menunjuk plester di wajah junho dengan dagunya masih dengan tatapan mata datar tanpa dosa dengan tangan yang terlipat di dada

"Di rapat hari ini " jelas junho yang sebenernya tidak jelas, tanpa perduli dengan perkataan nichkhun sebelumnya

Nichkhun memandang junho dengan selidik "apa kau ingin mengatakan jika aku ini hebat dalam mengancam orang ?!"

 " terkadang kemampuan untuk mengancam orang memang di butuhkan untuk perkerjaan tertentu "

"Aku jadi merasa tidak yakin bahwa aku ini presdir perusahaan atau dept kolektor "

Junho hanya tersenyum kecil seraya menunduk menyembunyikan wajahnya yang tengah menahan diri untuk tertawa

"Kapan kau akan ke jepang untuk mengurus proyek itu ?!"

"sekarang sangat banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan... jadi mungkin akhir pekan ini waktu terbaik "

Nichkhun mengangguk "kalau begitu aku ikut dengan mu " bahkan seolah tidak perduli jika mungkin ada yang ingin junho sampaikan setelah kalimatnya nichkhun hanya langsung berjalan pergi meninggalkan junho yang sudah membuka mulut hendak bicara.

Junho yang sudah berdiri sendiri dengan mulut yang terbuka, menekan dagu bawahnya ke atas hingga mulutnya kembali tertutup "bagaimana bisa dia bahkan tidak merasa malu untuk pergi dengan orang yang pagi ini dia lempar dengan gelas ?? aku bahkan tidak bersalah " keluhnya pada diri sendiri

*

*

*

*

*

*


Berdiri di depan pintu mobil memandang seluruh resort yang baru saja dia datangi. Dia hanya terus melihat bagian depan resort yang sebenarnya adalah milik dirinya itu dengan cermat. seolah tengah memikirkan sesuatu. Sementara pria yang datang bersamanya sibuk menurunkan koper dari bagasi belakang.

"Ada apa presdir ?" Junho yang telah selesai mengeluarkan bawaannya berjalan menghampiri nichkhun yang masih mematung sementara seluruh koper mereka telah di bawa masuk ke dalam oleh seorang kariawan resort.

"Tidak ada ... aku hanya berharap jika aku mungkin bisa mengingat sesuatu di sini " baru kali ini sejak kecelakaan itu nichkhun dapat tersenyum tulus dan ringan pada nya membuat junho tertegun untuk beberapa saat "ayo ... kita makan siang dan beristirahat sebentar setelah itu aku ingin pergi melihat air terjun nya "

"Baiklah " angguk junho setuju.



Dan di sinilah mereka berdua saat ini, di tengah sebuah hutan yang bahkan mungkin tidak pernah terjamah manusia. Setelah selesai dengan acara makan siang yang berlanjut dengan minum teh dengan santai akhirnya nichkhun dan junho memulai perjalanan mereka menuju air terjun yang junho ceritakan. Mereka hanya terus berjalan berdua melewati hutan tanpa banyak berbincang

"Awwh... " nichkhun menepis beberapa dahan pohon berduri yang menggores kulitnya sementara junho berjalan dengan santai di depannya.

Junho memegang sebuah ranting pohon kecil di tangannya hingga dia bisa menepis ranting2 yang menghalangi jalan dengan ranting itu , hingga tidak ada satupun duri yang melukainya.

"Kau tidak merasa bersalah padaku saat kau bisa berjalan dengan aman dan nyaman sendiri sementara aku harus berjuang dengan ranting2 pohon ganas yang menggores kulit ku ini ??!"

Ucapan nichkhun yang bahkan menurut junho sangat berlebihan itu tetap saja membuat langkah kakinya terhenti. Junho berbalik dan mengulurkan tangannya pada nichkhun "berjalanlah dekat dengan ku agar aku bisa menepis ranting2 pohon ganas yang melukai mu itu "

Nichkhun berdecih dia mengulurkan tangannya untuk memegang tangan junho namun tiba2 saja dia merasakan sesuatu yang aneh. Nichkhun merasa jika kejadian yang dia alami ini adalah dejavu , saat dia menggerakan tangannya untuk menerima uluran tangan seseorang.

Kening nichkhun menyerngit seiring dengan matanya yang tertutup. Sebuah bayangan berkelebat dalam otak nya, saat dia menerima uluran tangan seseorang yang lalu menggendongnya di belakang. Nichkhun mengeratkan pejaman matanya saat dia mencoba mengingat wajah orang itu namun yang ada hanyalah gambaran bagian belakang kepala orang yang tengah menggendongnya. Yang nichkhun yakini hanyalah bahwa dia seorang pria dengan rambut merah menyala.

' kenapa kau bisa datang ke sini ?'

' karena aku mencari mu "

' apa ibu menyuruh mu mencariku ? '

' tidak '

' lalu kenapa kau datang ? '

' karena aku mengkhawatirkan mu  '

' kenapa kau khawatir pada ku ? Bukankah aku ini menyebalkan ?! '

' iya ... kenapa !? Aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa menyukai seseorang yang menyebalkan seperti mu '




" akkhh !"  Junho dengan sigap memegang tangan nichkhun yang hampir saja jatuh limbung ke belakang

"Anda baik2 saja presdir ?!" Junho menatap bingung nichkhun yang saat ini bernafas dengan tak teratur, wajahnya pun di penuhi keringat dingin dan pucat.

"Aku ... merasa lelah ... apa masih jauh ?" Jawab nichkhun tanpa memandang junho dan hanya sibuk mengatur nafasnya yang memburu

"Kita kembali saja... sepertinya presdir tidak sehat ... " junho yang masih memegang tangan nichkhun memperhatikan seluruh  wajah presdirnya itu dengan khawatir

Nichkhun mengangguk " iya "

"Apa presdir bisa berjalan ? Atau lebih baik jika aku-"

"Tidak ! Aku bisa berjalan sendiri " nichkhun tahu apa yang akan junho tawarkan padanya namun dia dengan sigap menolaknya. Dia merasa jika lebih baik dirinya berjalan sendiri setidaknya itu bisa membuat kekacauan di otaknya teralihkan.

*

*

*

*

*

"Apa kamar presdir sudah siap ? " begitu sampai di meja resepsionis junho segera bertanya, sementara nichkhun hanya diam dengan otak yang berpikir

"Sudah direktur ... "

Junho mengangguk mengerti dia lantas mengalihkan perhatiannya dari resepsionis wanita itu pada nichkhun " anda sebaiknya segera ke kamar dan beristirahat "

"Iya " tanpa menunggu apapun lagi nichkhun berjalan melewati junho begitu saja menuju kamarnya tanpa menyadari tatapan penuh kecemasan dari junho padanya.

" apa kau sudah menyiapkan kamar untuk ku ?!" Junho kembali bertanya pada resepsionis nya yang malah memasang wajah bingung

"Bukankah direktur dan presdir selalu menggunakan kamar pribadi itu bersama !?"

Junho menghembuskan nafas panjang sebelum dia tersenyum lembut kemudian menjawab pertanyaan resepsionis itu "mulai sekarang dan seterusnya kami akan menggunakan kamar yang berbeda " jelas junho kembali tersenyum ringan.



Sementara di dalam kamar pribadinya nichkhun hanya duduk di atas kasur dengan memeluk lututnya. Satu hal yang saat ini tengah dia coba pikirkan tentang siapa orang berambut merah yang tadi datang menghinggapi pikirannya. Cukup lama dia berpikir namun semua itu seolah tidak ada artinya karena hingga saat ini dia masih belum menemukan jawaban atas pertanyaanya.

"Huft...." nichkhun menghembuskan nafas panjang. Dia lantas berdiri untuk menuju kamar mandi. Ternyata hanya sekedar berpikirpun begitu menyita energi nichkhun hingga dia merasa penat, setidaknya dengan mengguyur seluruh tubuhnya di bawah shower mungkin bisa sedikit menyegarkan badan.

Nichkhun masuk ke dalam kamar mandi dia memutar kran showernya membuat air bercucuran seperti hujan. Dia sedikit berjalan mundur dari guyuran air untuk membuka pakaian dengan mata yang masih terus memandang kearah guyuran air hingga...

Sret !

Nichkhun memejamkan mata ketika sekelebat ingatan mulai masuk kembali di otaknya. Bayangan dirinya yang berjalan mengendap mendekati seseorang yang tengah asik mandi di bawah guyuran shower, nichkhun ingat dia memeluk orang itu dengan tiba2 dari belakang namun orang tadi malah tertawa tanpa merasa terganggu sama sekali.
Nichkhun ingat dengan jelas orang itu berbalik menarik nichkhun masuk ke dalam pelukannya. Dan dengan senang hati dirinya membalas pelukan itu.

" arghht " tangan kiri nichkhun mencengkram kuat kepalanya, kali ini otak bagian tengah nichkhun yang terasa tertusuk. Nichkhun berpegangan ke tembok pandangan mata nya terlihat berkunang2 membuat dia semakin lemah dan akhirnya merosot duduk di lantai kamar mandi. Dia menggelengkan kepalanya kuat saat bayangan tangan orang itu menarik tali kimono mandinya mulai terputar seperti rekaman ,dia membuka satu2 nya pakaian yang nichkhun kenakan.

Rasa sakit di kepalanya semakin menjadi membuat nichkhun mengerang keras ke sakitan dengan mata yang tertutup rapat namun hal itu seolah menjadi pengantar bagi potongan memori yang masuk kembali ke otaknya. Karena saat ini bayangan dirinya berada di dalam bathtube dengan orang tadi yang mulai menjamahnya mulai berputar, ciuman sentuhan dan semua yang orang itu lakukan bahkan bisa dia ingat dengan jelas.

"Akh !" Erangan kesakitan itu seolah tercekat dengan ambruk nya tubuh nichkhun. Jatuh tersungkur di lantai kamar mandi yang basah dengan posisi miring. Perlahan nichkhun membuka mata namun kali ini bayangan itu bahkan bisa terus berputar saat matanya terbuka. Keningnya berkerut dengan sebutir air mata yang keluar dari ujung matanya akibat kesakitan yang luar biasa saat bayangan wajah orang itu menghampirinya dengan buram. Nichkhun memejamkan matanya sekejap hingga dia dapat dengan jelas melihat senyum orang itu namun wajahnya tetap buram hingga nichkhun mengerahkan seluruh kekuatannya memaksakan otaknya untuk bekerja memperjelas bayangan orang itu hingga perlahan2 bayangan wajah orang itu semakin jelas.

Nichkhun menatap air yang jatuh dari shower dan membentur lantai membuat keciprakan air yang juga menghantam wajahnya. dengan mata yang setengah tertutup dia menelan salivanya susah sebelum bergumam "junho..."






Sementara itu di lain ruangan sang pemilik nama yang di gumamkan tengah berdiri di depan jendela kamarnya, memandang lekat jendela kamar sebrang yang terhalang oleh danau dan taman "apa kau baik2 saja ?" Entah bertanya pada siapa dia yang tengah berdiri sendiri itu, dia sadar tidak akan ada yang mendengarnya namun hatinya tetap berharap akan ada seseorang yang menjawab pertanyaannya.



Tbc......




Pengen nya sih di komentar ... yang membuat semangat gitu ..mudah2n ada yang baik hati dan beramal dgn komentar nya pada tulisan saya ini ...

Nov 16, 2016

life game 4

LIFE GAME 4
.
.
.
.

Entah mengapa seluruh otot
tubuh nichkhun menegang
dengan refleks saat mendengar
sebuah suara yang berasal dari
belakang tubuhnya itu. Dia
menelan salivanya cepat dan
perlahan membalikan badannya bersiap untuk menghadapi setiap kemungkinan buruk yang mungkin terjadi.
"kau sudah bangun ?" junho bertanya dengan suara serak khas bangun tidur seraya mengucek mata. Menandakan jika dia baru saja terjaga.
"aah ... Iya ... " nichkhun menjawab pertanyaan junho dengan nada yang sebisa mungkin di buat datar sementara tangan kirinya menjatuhkan salah satu jam tangan tadi ke atas sofa, di antara pakaian jumho. Setidaknya untuk saat ini nichkhun masih bisa bernafas normal karena ternyata kemungkinan terburuk dalam fikirannya tadi tidak terjadi.
Junho mendudukan dirinya di atas kasur dengan mata yang masih memejam sesekali "jam berapa ini ?" tanyanya lagi masih menunduk dengan ekspresi kantuknya.
"jam 9 ... " nichkhun memutar pandangannya ke arah jam dinding dengan tidak fokus "Oh ... Iya ... Aku lupa ... Aku sudah terlambat bekerja ... Kau tidak keberatan 'kan jika aku pergi duluan ?"
junho mengangkat wajahnya lalu tersenyum kecil "tentu saja ... Pergilah ..." timpal junho menyetujui
"sampai bertemu lagi " nichkhun mengambil dompetnya dari atas meja lalu berjalan ke arah pintu keluar meninggalkan junho.

Nov 13, 2016

life game 3

 Life Game 3
.
.
.
.
Back to khunho again.
HOREEE .... *prok prokk prokk*
.
.
.
.
.
Ttut ... Ttuut ... Ttut ...

"hahhh" junho mendesah kesal,ini sudah ke 8 kalinya dia menghubungi nichkhun hari ini namun tidak ada jawaban. Sejak 3 hari yang lalu, sejak nichkhun meninggalkannya di kamar hotel sendirian nichkhun tidak pernah menghubunginya. Jangankan menghubungi, untuk mengangkat telpon atau membalas pesan singkat darinyapun nichkhun tidak pernah.

Nov 12, 2016

DON'T REMEMNER ME (PROTECT THE BOSS NEW.VER) 2

Don't remember me

(PTB NEW VER.)


Pairing masih sama aja dengan beberapa tahun lalu tetap khunho.. hahahaha dan ini juga masih namja x namja so kalo gak suka silahkan langsung out
Ff ini terinspirasi dari nice guy ... yah jadi begitulah ...

Part 2



Ruangan itu terlihat gelap,hanya terdapat sedikit cahaya kuning yang berasal dari tengah ruangan yang memberikan pantulan pada retina mata junho saat ini. Namun dia hanya terus berjalan tanpa memikirkan hal apapun di otaknya. Berjalan semakin dalam menuju tengah ruangan. Bibirnya mengukir senyum tulus nan ceria saat dia dapat menemukan seorang pria tengah duduk di kursi tengah sofa yang berbentuk huruf U dengan meja di tengahnya. Dia duduk seorang diri menyisakan dua buah kursi kosong di kedua sampingnya semantara di atas meja terdapat satu botol wisky dan sebuah gelas.
"Ini sudah malam ... kenapa direktur masih ada di sini ? Direktur tidak sedang bekerja lembur sepertinya " pria tadi hanya memandang junho dengan malas sementara kepalanya terlihat miring dengan di sangga jari telunjuk dan jari tengah yang dia letakan di pelipis kirinya.
"Enyah kau ... jika hanya ingin bicara hal tidak penting lebih baik kau pegi !" Desisnya tajam. Tanpa mengubah posisi duduknya dia hanya terus diam memandang gelas yang ada di atas meja. Jika di lihat lebih jauh mungkin saja pria itu tengah pusing memikirkan suatu hal hingga dia terlihat acak-acakan, dasi yang terpasang tidak benar, rambut yang berantakan dan wajah yang muram.
Junho hanya tersenyum , lalu berjalan ke sebuah lemari dan mengambil satu buah gelas kecil untuk dia selanjutnya duduk di salah satu kursi yang kosong. Junho menuangkan wisky ke dalam gelas nya dan meminum minuman itu sedikit "woah ... aku tidak tahu jika aku ini orang yang beruntung atau malah orang yang malang ... " junho melihat nichkhun dengan sudut matanya sekilas lalu kembali bicara seraya memainkan gelas di tangannya "memiliki seorang kekasih seorang direktur perusahaan yang sangat besar ..
 Dia pasti punya banyak uang ..."  di sela celotehannya junho kembali meminum wisky yang ada di gelas,hanya sekedar nya saja dan kemudian kembali bicara
"Tapi untuk apa itu semua ??! Bahkan di akhir minggu... saat pasangan-pasangan lain makan malam romantis lalu menghabiskan malam mereka bersama dengan penuh cinta..aku malah hanya bisa di sini berbicara sendiri seperti tidak punya kekasih .." keluh junho dengan wajah yang dia buat terlihat sangat sedih. Direktur itu hanya mengehela nafas, dengan pandangan mata malas dia menimpali junho "lalu kau fikir aku ini apa ?! Apa aku terlihat samar di mata mu hingga kau menganggap aku ini hantu ?!" Direktur itu memalingkan wajahnya dari junho tak mau memandangnya lagi "sejak tadi kau  bicara panjang lebar di depan ku tapi berkata jika kau sekarang tengah berbicara sendiri " lanjutnya mengeluh.
Junho tertawa kecil dia lalu berjalan mendekati sang direktur dan mengulurkan tangan kanannya "ayolah.. kita pulang.. jangan minum-minum lagi.. kau tidak akan mendapatkan sebuah solusi dengan hanya minum di sini.. lebih baik kau sekarang pulang dan fikirkan lagi masalah itu besok pagi.. setelah kau beristirahat "
Direktur itu memandang uluran tangan junho tapi dia malah berdiri begitu saja tanpa menerimanya. Dan setelah itu berjalan menuju pintu keluar setelah sebelumnya mendelik ke arah junho.

DON'T REMEMNER ME (PROTECT THE BOSS NEW.VER)

Don't remember me (PTB NEW VER.)


CAST : NICHKHUN
               JUNHO
 WARNING : NAMJA X NAMJA
NOTE : sebenernya setelah sangaaaaat lama saya berhenti nulis dan tiba2 inget lg 2pm dan jadi pgn nulis lg setelah bertahun2. Saya hanya mau mengatakan jika saya tidak menceritakan seseorang dengan latar belakang orang terkenal namun hanya pinjam nama saja. Semua kejadian itu fiktip dan selama nya hanya fiktip belaka. Namanya juga fanfiction ... jadi hanya fiksi jangan pernah menganggap itu nyata dan belajarlah untuk cerdas karena ini hanya hayalan saya sendiri dan tidak untuk mempengaruhi orang lain ataupun mengubah pandangan terhadap orang tertentu.
Idola saya tetaplah idola yang hebat dan normal dan saya mendoakan agar mereka mendapatkan pasangan yang bisa membuat hidup mereka bahagiadi suatu saat nanti.

Bagian curhatnya sih begini karena lama gak nukis pas nyoba buat nulis lagi ternyata saya kupa akan semuanya. Saya lupa bagaimana cara saya menulis. Saya bahkan tidak tahu apa yang harus say tulis di huruf pertama. Saya juga tidak dapat menggambarkan suasana keadaan orang ataupun mendeskripsikan sesuatu dengan kalimat dalam tulisan dan itu menyulitkan saya. Setelah saya memaksakan diri menulis dan pada akhirnya ternyata tulisan saya sangat tidak enak untuk di baca. Maka dari itu saya menjadi orang yang belajar lagi dari awal untuk menulis ff hingga jika terjadi ke anehan dalam tulisan saya harap untuk di maklumi karena ini merupakan awal lagi bagi saya. Terimaksih 


Suara sirine polisi itu makin bertambah dengan datangnya satu buah mobil polisi kembali ke lokasi
kejadian, berpadu dengan suara sirine ambulans yang hampir saja sama. Mungkin sekitar 7 atau 8 mobil polisi terparkir tak tertata mengerubuni sebuah mobil sedan hitam mewah yang mengepulkan asap dan percikan api. Tak lama berselang sebuah mobil terparkir tak jauh dari kerumunan tersebut menampakan sang pengemudi yang berlari menghampiri kerumunan
"Maaf jangan mendekat... anda
tidak boleh melewati garis polisi" seorang dengan seragam polisi lengkap itu membentangkan kedua tangan nya, menghalangi jalan orang tadi. Sementara mata orang itu hanya sibuk melihat keramian dalam garis polisi.
"Direktur lee !!" Sebuah seruan nama yang di alamatkan kepada orang itu sontak membuat sang polisi menoleh ke belakang dimana seorang wanita berjalan mendekati mereka "dia direktur kami ... tolong biarkan dia mendekat" pinta wanita itu.
Sang polisi mengangguk mengerti dia lantas memberikan jalan pada direktur lee untuk masuk ke dalam garis polisi.
"Bagaimana keadaan nya ??" Tanpa menghentikan langkah kaki untuk semakin mendekat pada mobil sedan yang baru saja mengalami kecelakaan, direktur lee bertanya pada wanita di sampingnya.
"Kami semua belum
mengetahuinya ... mobil presdir rusak parah dan terbalik..polisi kesulitan untuk mengeluarkannya dari dalam mobil ..."
Langkah kaki direktur lee atau yang mungkin bisa kita sebut dengan lee junho terhenti dengan spontan saat matanya menangkap pemandangan dramatis di hadapan nya. Beberapa polisi menarik keluar seorang pria dari dalam mobil yang terbalik.Sedangkan keadaan korban kecelakaan itu terlihat mengenaskan, darah bercucuran dari kepalnya sedangkan matanya tertutup rapat. Beberapa luka berdarah lain nya juga terlihat dibeberapa bagian tubuhnya akibat serpihan kaca. Pria korban kecelakaan itu langsung dinaikan ke atas kasur dorong oleh beberapa polisi dan dengan sigap mereka mendorongnya memasuki sebuah ambulan.
"Kau bawa mobil ku ke rumah sakit..aku akan menemani presdir dalam ambulan" junho memberikan kunci mobilnya pada wanita tadi lantas berlari menuju ambulan sementara orang yang dia perintah hanya dapat mengangguk patuh.

May 26, 2013

2different love part 3

Adakah yang masih mengingat fic. Aneh bin ajaib beserta gaje milik saya yang berjudul 2differen love ?!
.
.
.
Saya harap ada . . . Mau kelanjutan nya ?
Readers : ENGGA ! ! !
.
.
.
Well,sebelum kita lanjutkan saya mau berpetuah dulu *readers kabur semua* #di bilang gak mau kok malah maksa ?! =="
.
SAYA INGIN MENGINGATKAN JIKA DALAM FF YANG SAYA BUAT SAYA HANYA PINJAM NAMA DAN BUKAN ORANGNYA NAMUN JIKA KALIAN MENAFSIRKAN MEREKA SEBAGAI MEREKA (?) YA ITU HAK KALIAN . . . TAPI SAYA HARAP KALIAN BACA FF SAYA JUGA DENGAN MENIKMATI CERITA BUKAN CUMA DENGAN MENIKMATI CAST NYA SAJA ...
.
.

path toward you 9

 path to ward you 9




In office
*
"permisi . . . Aku ingin memberikan surat lamaran ini . . . Aku lihat ada lowongan pekerjaan " sebuah amplop coklat tua berukuran A4 pun di sodorkan kepada seorang yeoja yang tak lain adalah seorang resepsionis di perusahaan yang taec masuki .
"ah . . . Nde . . ." ucap yeoja itu menerima surat lamaran tadi, dia lantas membaca nama yang tertera di amplop tadi sedikit tercengang saat melihat gelar yang tersemat di antara nama ok taecyeon. "maaf . . . Lowongan pekerjaan kami hanya sebagai kariawan biasa . . . Aku sungguh menyayangkan jika anda bekerja seperti itu dengan latar belakang pendidikan anda "
taec tersenyum ramah pada yeoja tadi "aku sangat membutuhkan pekerjaan saat ini . . . Jadi itu semua tidak masalah untuk ku "
yeoja itu tersenyum kecil dengan helaan nafas ringan "ah . . . Aku baru ingat salah satu manager kami tidak dapat bekerja karena di rawat di rumah sakit untuk waktu yang lama . . . Jika anda tidak keberatan untuk menjadi manager sementara aku akan berbicara pada direktur . . . Kebetulan saat ini beliau ada di sini" tawar yeoja itu berbaik hati.
"benarkah ?! Aku sangat berterima kasih . . ."
"aku akan mengantar anda menemui direktur . . . Mari ikuti aku " yeoja itu segera berjalan menuju satu lorong di dalam gedung di ikuti dengan taec yang berjalan di belakangnya.
Yeoja itu berjalan hingga berada di pertengahan lorong "tunggu sebentar " titahnya pada taec saat mereka berhenti di depan sebuah pintu.
"nde " jawab taec singkat . Setelahnya yeoja tadi segera mengetuk pintu beberapa kali dan tanpa menunggu jawaban dari orang yang ada di dalam ruangan itu dia sudah masuk ke dalam sana ,tidak lupa untuk menutup pintu itu kembali.beberapa lama kemudian ahirnya yeoja itu keluar dari dalam ruangan.
"silahkan masuk "
taec tersenyum dan mengangguk "kamsahamnida"
"nde . . ."
tok tok tok
"selamat siang . . ." sapa taec begitu dia masuk ke dalam ruangan. Taec tersenyum penuh harap kepada seorang namja yang tengah membelakanginya.
Namja itu terdiam cukup lama hingga kemudian dengan perlahan dia membalikan badannya menghadap taecyeon.
Prak
surat lamaran yang sejak tadi taec pegang terjatuh membentur lantai.
"tae . . . Taec . . . yeon . . ." sapa namja yang tak lain adalah wooyoung itu dengan begitu tergagap saat dia telah memastikan kebenaran pendengaran nya bahwa suara tak asing yang baru saja menyapa dirinya benarlah taecyeon,orang yang pernah begitu dekat dengan dirinya namun juga adalah orang yang sudah sangat lama tak pernah dia temui.
.
.
In khun's home
*
"tuan . . . Dua jam lagi rumah ini akan di lelang . . . Kita diminta meninggalkan rumah ini sekarang " min baby siter yang bekerja pada untuk mengurus suzy menghampirinya untuk mengingatkan, pasalnya sejak semalam saat dia kembali kerumah, nichkhun hanya terdiam sama sekali tak berbicara sepatah kata apapun.
"tuan ada telpon untuk anda " salah satu dari pelayan juga datang menghampiri nichkhun.
"kau . . . Bawa suzy keluar . . . Tunggu aku di taman . . ." nichkhun berbicara seraya memandang min yang langsung mengangguk mengerti . Setelah min berbalik meninggalkan nya, nichkhun segera mengangkat gagang telpon yang di letakan di meja kecil di samping sofa yang dia duduki. "yeoboseyo "
". . . ."
.
.
.
.
In junho office
*
nichkhun berjalan dengan tergesa2 memasuki gedung perusahaan junho tanpa mengindahkan keberadaan sekertaris junho yang duduk di luar ruangan yang bertuliskan PRESDIR LEE itu. nichkhun langsung mencoba untuk menerobos masuk "tuan anda tidak boleh masuk !" larang sekertaris junho mencoba menghalangi nichkhun namun terlambat karena saat ini pintu ruangan junho sudah terbuka menampakan junho yang duduk bersama beberapa orang di dalam ruangan nya. sedangkan chansung yang tengah berdiri dengan satu tangan terangkat untuk menunjuk grafik yang terpampang di layarpun ikut mematung tak berubah posisi.
"maaf tuan direktur tengah rapat . . . Silahkan anda keluar !!" sekertaris itu memegang bahu nichkhun untuk mendorongnya keluar.
"tunggu !" titah junho seraya berdiri. Junho memandang satu persatu kariawan nya yang masih duduk membatu "kalian semua keluar !" pandangan junho beralih pada sekertarisnya yang masih memegang bahu nichkhun "kau juga " imbuhnya singkat .
Semua orang yang ada di ruangan itupun mulai berjalan keluar ruangan junho sesuai dengan perintah. Setelah chansung selaku orang terahir menarik pintu untuk tertutup junho berjalan mendekati nichkhun dan memegang tangannya. "ada apa ?!" tanya junho lembut tapi nichkhun masih diam tak bergerak.
"ah , aku lupa hari ini pelelangan . . . Bagaimana jika untuk sementara kita tinggal di rumahku . . . Setelah itu kau bisa memilih rumah manapun yang kau inginkan untuk kita tinggali . . ." tawar junho terus tersenyum bahagia .
"bawa suzy . . . "
"apa ?!" junho bertanya bingung karena nichkhun berbicara pelan dan tidak jelas.
"aku tidak bisa kembali padamu . . . "
"apa maksud mu ?! Kenapa kau seperti ini ?" nichkhun perlahan menarik tangannya dari genggaman junho membuat junho semakin shock. "hutang budi . . . Tidak akan bisa di bayar materi . . . Lagi pula ini tidak pantas untuk kita lakukan . . ."
"kenapa kau berubah pikiran ?!"
"karena aku sadar aku salah . . . Menebus semua pengorbanan nya untuk ku . . . Aku tidak akan meninggalkan nya . . . Dan suzy . . . Dia lahir dalam kemewahan dan hidup sebagai seorang putri . . . Dia masih dalam tahap pemulihan dan saat ini kami tidak punya apa2 untuk mengurusnya . . . Jadi aku harap kau akan membiayainya . . . Sebagai ganti aku akan membiarkan dia tinggal bersamamu hingga aku bisa mengurusnya kembali . . . Aku hanya akan mengunjunging sekali seminggu " junho mengepalkan tangannya kuat2 "tentu . . . Aku inginkan anak ku . . . Aku akan melakukan nya . . ."
nichkhun memandang junho tidak percaya jika dia akan dengan mudah menyetujui keinginannya.
"benarkah?!" sangsi nichkhun.
"nde . . . Aku akan membawanya sekarang juga . . ."
nichkhun mengangguk "baiklah . . . Dia ada di taman sekarang "
junho berjalan ke arah kursinya untuk mengambil jas 'kita lihat apa kau akan bisa bertahan untuk tidak kembali padaku saat suzy ada bersamaku ' ujar junho dalam hati seraya memakai jasnya.
.
.
.
.
"TAECYEON-SHI !" wooyoung berlari mengejar taec yang langsung pergi meninggalkannya setelah mengetahui jika orang yang ingin dia temui adalah wooyoung.
"taecyeon awas !" teriaknya lagi saat taec berjalan di sisi jalan raya hingga tanpa sengaja dia terserempet mobil. Wooyoung segera menghampiri taec yang terjatuh. "gwaenchana ?" wooyoung mencoba membantu taec untuk berdiri namun dia malah menepis tangan wooyoung kasar seolah mendorongnya hingga wooyoung mundur satu langkah.
"tangan mu berdarah !" ujarnya khawatir hendak melihat luka taec namun lagi2 dia menepis tangan woo.
"apa perdulimu !! Hah ?! Kau bekerja pada junho ! Kau yang membantunya untuk membuatku seperti ini bukan ?!" bentak taec sarkastik terpancar amarah di mata tajamnya yang mengarah pada wooyoung "kau pasti sangat membenciku karena aku membohongimu waktu itu . . . Dan kau bersekongkol dengan junho untuk menghancurkan ku . . . IYA 'KAN ?!" nada bicaranya kian meninggi namun wooyoung tetap hanya berfokus pada luka di tangan taec.
"obati dulu luka mu . . ." ajak wooyoung tulus tapi taec malah berdecih meremehkan.
"kau tidak perlu berpura2 lagi padaku !" tuduh taec lagi .
Wooyoung menghela nafas jengkel dan mengeluarkan sapu tangan dari jasnya lalu menutup luka di tangan taec menggunakan sapu tangan tadi .
"apa yang kau lakukan ?!" taec mencoba menarik tangannya dari wooyoung.
"DIAMLAH !!" bentak woo seketika membuat taec terdiam "jika tidak mau aku mengobatimu setidaknya tutup lukanya dan cepatlah pergi ke rumah sakit !" lanjut woo seraya menarik satu tangan taec yang lain untuk memegang sapu tangan yang menutup luka berdarahnya . "kau sama sekali tidak mau mendengarkan orang lain . . ." wooyoung terlihat ingin mengatakan sesuatu namun dia memilih kembali diam dan meninggalkan taec yang berdiri diam memandang punggungnya.
Perlahan taec melihat luka terbalut sapu tangan itu dan menunduk .
"kenapa aku begitu marah bahkan tidak mau mendengarnya bicara . . . Hanya karena dia dekat dengan junho ..." taec bicara pada dirinya sendiri menyesali apa yang telah dia lakukan.
.
.
"direktur ! Ada apa anda mengejarnya ?" sekertaris woo berjalan mengikutinya yang baru saja kembali ke kantor.
"lamaran orang itu . . ." wooyoung terdiam berpikir sejenak.
"saya harus mempekerjakan nya dimana ?!" tanya sekertaris woo pengertian.
"anii . . . Dia pasti tidak akan menerimanya . . . Itu akan semakin melukai harga dirinya " wooyoung menatap sekertarisnya seraya melipat kedua tangan di depan dada "kau bisa cari beberapa perusahaan yang tidak berhubungan dengan kita dan rekomendasikan dia untuk bekerja disana "
"nde ?!"
"lakukan saja " woo segera berjalan meninggalkan sekertarisnya setelah dia memberi perintah.
"direktur mengigau rupanya . . . Bagaimana cara merekomendasikan nya jika perusahaan itu tidak ada hubungan nya dengan perusahaan ini ?!"
.
.
.
.
.
In junho home
.
Wooyoung berjalan pelan seolah begitu lelah menyeret kakinya untuk masuk ke dalam rumah ,sesekali ia menggerakan tangan kanan untuk memukul2 bahu kirinya yang terasa kaku "apa aku terkena syaraf terjepit ?!" gumamnya pada diri sendiri dan menaiki anak tangga menuju kamarnya . "eh ?" di anak tangga pertengahan kaki wooyoung berhenti melangkah dia lantas berbalik untuk semakin menajamkan pendengaran nya. "kau ! Apa aku tidak salah dengar ?! Ada suara anak kecil menangis di sini ?!" tanya wooyoung pada seorang pelayan yang berjalan di lantai satu hendak melewati tangga.
"nde . . . PresDir membawa seorang anak kecil pulang . . ." jawab pelayan itu terlihat tidak nyaman.
"anak kecil ?!" tanpa pikir panjang lagi wooyoung berlari menuruni tangga menuju ke ruang tamu tempat yang dia yakini sebagai sumber suara.
Brakk
wooyoung berdiri di depan pintu memperhatikan junho yang tengah menggendong seorang gadis kecil yang menangis keras di bahunya. Terdengar jelas dari rengekan anak itu jika dia ingin bertemu ibunya.
"uljimalayo . . . Paman berjanji ibu mu akan datang sebentar lagi jika kau tidak menangis jika kau terus menangis maka dia tidak akan datang " bujuk junho mengelus2 lembut rambut gadis kecil itu .
"dasar pembohong " gumam wooyoung berbisik pada dirinya sendiri mencibir bujukan junho.
Lama wooyoung terus berdiri di ambang pintu memperhatikan junho yang masih menggendong anak itu terus berusaha menenangkan nya dengan segala cara hingga akhirnya gadis kecil itu terlelap dalam gendongan nya karena kelelahan setelah lebih dari dua jam menangis. Setelah dia yakin anak yang ada pada junho telah tertidur akhirnya wooyoung berjalan mendekati mantan tunangannya itu.
"apa . . . Dia . . . anak ... Mu ?!" kalimat tanya terpotong2 itu bisa juga keluar dari mulut wooyoung.
Junho terkesiap saat tiba2 mendapati wooyoung berdiri di sampingnya namun dia dapat kembali tenang "emmm . . ." jawabnya singkat.
"sebaiknya . . . Kau menidurkan nya sekarang . . . Lehernya bisa sakit jika terus seperti itu . . ." saran wooyoung yang mendapat anggukan dari junho.
.
.
Di tempat lain
.
"nichkhun ! Nichkhun !" taec terus memanggil namanya seraya berjalan masuk kedalam ruang sederhana yang akan menjadi tempat tinggal mereka mulai saat ini. Sebuah ruangan kecil yang terdapat pada sebuah gedung tua di pinggir kota.
"nichkhun . . ." panggilan taec melamah saat dia melihat sosok orang yang dia cari duduk memeluk lututnya di sudut ruangan di antara tembok dan lemari. "apa yang kau lakukan di sini ?!" tanya taec pelan menggenggam tangan khun yang memeluk lututnya. Rasa bersalah dan sedih jelas terpancar dari suara dan raut wajah taec saat ini. "dimana suzy ?!" tanyanya ceria dia tahu jika topik mengenai gadis kecil itu adalah satu2nya cara agar nichkhun kembali bangkit.
"aku . . . Meninggalkannya di rumah junho . . ." jawabnya datar .
"mwo ?!"
"aku memberikannya pada junho " ulang nichkhun masih datar.
"APA YANG KAU LAKUKAN ?! KENAPA KAU MELAKUKAN ITU ?! MENGAPA KAU MELAKUKANNYA ! ! ! !" teriak taec mencengkram bahu nichkhun kuat dan mengguncangkannya. "APA KAU SUDAH GILA MENINGGALKANNYA ? KAU MEMBERIKAN NYA PADA JUNHO ?! KAU TAKUT AKU TIDAK BISA MENGHIDUPINYA ?!! AKU . . . Aku bahkan akan melakukan apapun untuknya termasuk menjual organ tubuhku sekalipun . . ."
"suzy . . . Lahir kedunia sebagai pewaris tunggal dua perusahaan terbesar . . . Di besarkan lebih dari seorang putri di kerajaan . . . " nichkhun tersenyun dengan tatapan mata kosong mengalirkan cairan bening dari sudut matanya membuat cengkraman taec melemah melihat hal itu "tapi . . . Sangat di sayangkan tuan putri kita . . . Begitu rapuh . . ." nichkhun mengarahkan tatapan matanya menelusur dalam mata lawan bicaranya itu "aku tidak akan sanggup melihat dia harus hidup seperti ini . . ."
.

path toward you 7/8


path toward you 7/8


tuck tuck tuck
suara ketukan meja yang di timbulkan telunjuk junho itulah satu2nya suara yang dapat di dengar di ruangan luas dengan banyaknya buku yang berderet rapi di setiap rak nya sementara itu junho jeletakan kepalanya di atas meja dengan jari yang terus mengetuk.
"sejak siang kau hanya diam . . . Obat mu tidak kau sentuh sama sekali " namja yang duduk di salah satu sofa itu bangkit mendekati junho.
"dia . . . Ingin aku pergi . . ." gumam junho tanpa merubah posisinya . Perlahan dia bisa merasakan satu tangan memegang pundaknya lembut .
"aku tidak mengerti secara penuh apa yang kau rasakan , tapi ... Junho ... Demi putri mu ... Kau bisa menjaganya bersama2 dengan nichkhun dekat dengan nya walau tidak sebagai ayahnya ... Suatu saat nanti setelah dia dewasa dia akan mengerti keadaan ini dan datang kepada mu sebagai seorang putri "
junho mengangkat bagian tubuhnya yang bertumpu pada meja memandang wooyoung yang memang sejak tadi berbicara padanya . "tapi aku ingin nichkhun kembali padaku bersama anak ku "
hanya bisa tersenyum iba membalas ungkapan junho "aku tidak tahu harus berkata apa padamu . . . Aku percaya kau akan melakukan yang terbaik . . . Fikirkanlah semuanya " wooyoung tersenyum lembut sebelum berbalik keluar dari ruang baca tempat mereka baru saja bercakap-cakap .
.

novel WGM ( you are half of me)







TELAH TERBIT...!

Judul : We Got Married (Novel)
Penulis : Hesty & Ribka
Penerbit : deKa Publishing
ISBN 978-602-7915-31-2
Tebal : iv + 318 hlm. ; 13 x 19 cm
Harga : Rp. 60.000,- (belum termasuk ongkir)


Wara :

Dijodohkan dengan orang yang lebih tua, mungkin hanya terjadi di film atau sinetron...
Tapi tidak dengan Lee Junho!!!

Lee Junho, siswa SMA kelas 3 berkebangsaan Korea harus menerima perjodohan dengan Reika, gadis Indonesia yang usianya terpaut 8 tahun darinya.

Perjodohan yang ditentang oleh keduanya namun akhirnya Junho dan Reika menyerah mengikuti kemauan orang tuanya untuk menikah.


Apa saja yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga mereka?! hingga keduanya menganggap pernikahannya adalah sebuah anugerah???

***

Apr 28, 2013

Tears In The Sun Rise


Tears in the sun rise



.
Main cast : junho , khun
Oneshot
keterangan tiap ada tanda * *
adalah flashback.

.
.

Apr 1, 2013

Path Toward You 6




By : park yara (tciw queen)

Romance,gaje,stress,gak mutu , abal membosankan ,manpregnant etc.

Warning: BoyxBoy.
 NamjaxNamja.
 (gak suka silahkan untuk gak usah baca !! udah saya kasih penjelasan ini jadi segera menyingkir)

Pairing: junho X nichkhun (couple utama jadi gak usah protes kalo banyak yang ini )
Nichkhun x taecyeon
Taecyeon x wooyoung
Junho x wooyoung

chapters : 6 of ?

summary : percayakah kau kepada takdir ? atau percayakah kau kepada reinkarnasi ?! aku merasa jika takdir yang aku jalani adalah takdir yang sama sekali tidak pernah sesuai dengan apa yang aku harapkan … egois ?! mungkin iya karena aku mereasa ini semua tidak sesuai dengan keinginanku maka dari itu aku tidak pernah bersyukur atas apa yang tuhan berikan padaku


path toward you 5





By : park yara (tciw queen)

Romance,gaje,stress,gak mutu , abal membosankan ,manpregnant etc.

Warning: BoyxBoy.
 NamjaxNamja.
 (gak suka silahkan untuk gak usah baca !! udah saya kasih penjelasan ini jadi segera menyingkir)

Pairing: junho X nichkhun (couple utama jadi gak usah protes kalo banyak yang ini )
Nichkhun x taecyeon
Taecyeon x wooyoung
Junho x wooyoung

chapters : 5 of ?

summary : percayakah kau kepada takdir ? atau percayakah kau kepada reinkarnasi ?! aku merasa jika takdir yang aku jalani adalah takdir yang sama sekali tidak pernah sesuai dengan apa yang aku harapkan … egois ?! mungkin iya karena aku mereasa ini semua tidak sesuai dengan keinginanku maka dari itu aku tidak pernah bersyukur atas apa yang tuhan berikan padaku


Mar 7, 2013

LIFE GAME 2


 main cast :
junho
JR
Nichkhun


Genre : romance, action , de el el …


author : thiez

rate : M (perlu bimbingan saya jika membaca ini … hehehe #plaaak)

disclamer : yang milik saya adalah hanya file ini .

warning : boy x boy

( yaoi )

namja x namja


chapters : 2 of 3
 (tadinya mau 2 chap tapi ternyata kepanjangan)







"jadi bagaimana ? Apa yang kau temukan ?!" nichkhun bertanya seraya berjalan masuk ke dalam ruangannya di ikuti oleh jinwoon yang mengekorinya
"aku menemukan jika orang memakai jam tangan itu mungkin adalah anggota sebuah kelompok
tertutup karena hanya beberapa orang yang memakainya itu juga . . . Tidak banyak yang tahu tentang bagaimana isi kelompok itu" jelas jinwoo yang sudah berdiri di depan nichkhun yang saat ini sudah duduk di hadapannya . "semalam sunbae kemana ? Aku menunggu mu karena kau bilang aku harus laporan secepatnya . . . Ternyata sunbae malah tidak datang dan menyuruhku pulang begitu saja " jinwoon mulai mengeluh akibat ketidak propesionalan nichkhun semalam padahal itu adalah kali pertama nichkhun mengenyampingkan pekerjaannya .
"maafkan aku . . . Aku ada urusan mendadak . . . Jadi di mana kita bisa menemukan orang2 itu ?!"
"di salah satu taman . . . "
"kita kesana sekarang . . ." nichkhun langsung beranjak dari kursinya dan segera keluar dari kantor menuju taman yang di maksud jinwoon dan tentu saja mereka pergi bersama di sebuah taman sejauh mata memandang terlihat banyak sekali remaja2 yang tengah asik dengan aktifitas
mereka masing2 terdapat banyak remaja yang duduk2 di kursi taman ada pula yang tengah
melakukan free style sepeda dan juga skeatboard pada arena khusus yang di sediakan di tengah taman . Sementara itu di bagian atas sebuah bangunan terdapat dua namja yang tengah duduk bersantai di sana . Mereka tengah melihat beberapa orang yang melakukan latihan parkour di gedung2 yang ada di sekitar sana .
"taecyeon akan segera datang . . . Apa kau mau bermain lagi ?!" chansung mendekati jr yang duduk di lantai dengan posisi selonjuran santai jr mendongak memandang chansung yang ada dalam posisi berdiri.dia sedikit menghalangi matanya dari sinar terik matahari dengan tangannya malah terlihat seperti memberi hormat pada chansung . "ani . . Aku lelah . . ." jawabnya masih dalam posisi duduk2 nyaman .
"kalau begitu aku ke bawah dulu . . . "
"nde . . ." chansung turun meninggalkan jr sendirian untuk bergabung bersama teman2nya yang lain bermain skeatboard namun tiba2 saja datang beberapa orang ke area taman itu dan  menghentikan segala aktifitas yang ada di sana
"diam semuanya tenang . . . Kami polisi . . . " ucap salah satu dari orang2 yang baru saja datang
mereka lantas mengumpulkan orang berderet di tengah arena sepeda walau dengan tidak rapi. Nichkhun dan jinwoon langsung berjalan mengitari taman memperhatikan setiap orang yang ada di sana satu persatu mulai dari wajah mereka dan juga memperhatikan kedua pergelangan tangan mereka. Hingga tiba2 saja Jinwoon yang tengah memperhatikan salah satu orang itu segera  menarik tangan kirinya yang menggunakan jam tangan hitam dan memperhatikan jam itu namun wajah nya berubah kecewa saat jam itu ternyata bukan jam tangan yang mereka cari . Chansung yang memperhatikan hal itu mulai sadar dan mengerti akan apa yang tengah para polisi itu cari
dan ahirnya dia memutuskan untuk mundur beberapa langkah ke belakang seraya melepaskan jam yang dia pakai namun belum sempat jam itu dia lepaskan jinwoon sudah berteriak .
"kau !" jinwoon yang menyadari gelagat chansung yang mencurigakan walau ada di barisan belakang terhalang beberapa orang segera berjalan menghampiri chansung dan hal itu juga membuat nichkhun ikut mempehatikan nya . Chansung memandang jr yang saat ini juga memperhatikan nya chansung memberikan isyarat kepada jr untuk segera lari dan setelah jr
mengangguk mereka berduapun berlari untuk kabur . Nichkhun yang saat memperhatikan
chansung memandang jr ahirnya ikut mengalihkan pandangannya ke arah jr yang berlari  bersamaan dengan chansung hingga saat ini jinwoon mengejar chansung yang berlari ke arah jalan raya dan nichkhun juga mengejar jr yang berlari di antara gedung2 . Jr yang berlari di atas gedung itu menekan salah satu tombol yang ada di bagian samping jam tangan yang dia pakai berulang kali dan setelah itu melompat ke gedung lain nya dan kembali naik ke lantai paling atas gedung itu . Sementar chansung berlari menyebrangi jalan raya yangbegitu ramai menghindar dari kejaran jinwoon yang berada beberapa meter di belakangnya . Chansung juga menekan tombol yang sama dengan tombol yang jrtekan tadi yang ada di jam tangan nya.

In car
titit
jam tangan yang taec pakai berbunyi dia lalu menarik lengan bajunya sedikit ke atas agar jam tangannya bisa terlihat , mata taec terbelalak saat layar jam digitalnya tiba2 berubah menjadi hitam semua dan hanya ada dua titik hijau berkedip yang terdapat pada titik2 koordinat tertentu
yang bisa dia lihat di jam itu juga. Dengan kilat taec menginjak pedal gas mobilnya semakin dalam untuk menuju ke tempat yang di maksudkan oleh jam nya (yang dengan otomatis  menyambung dengan mobil) *gk ngrti mian jika gk nntn emang agak ribet*
DORR
nichkhun melepaskan satu tembakan yang di tujukan ke udara namun peringatan itu sama sekali tidak di gubris jr yang masih terus berlari dan nichkhun juga masih tetap mengejarnya . Jr menutup pintu besi yang baru saja dia lewati dan pintu itu terkunci dengan otomatis . Setidaknya itu bisa memberikan hambatan bagi nichkhun yang akan melewatinya saat ini . Nichkhun mendorong dan menarik pintu itu dengan tidak sabaran berharap agar pintunya terbuka namun hasilnya nihil saja .
DORR
tembakan kedua nichkhun arahkan kepada jr yang sukses mengenai leher belakang bagian kiri jr dari sela2 pintu besi tadi
"akh . . . Ahh . . ." langkah kaki jr terhenti dengan spontan tangan kirinya meraba leher belakangnya yang terasa sakit . Jr bisa merasakan jika area itu terasa basah yang tanpa dia  lihatpun dia yakin jika itu adalah darah . Perlahan namun pasti jr kembali memaksa kakinya untuk berjalan dengan cepat menuju ke sisi gedung .
Chansung yang masih saja berkejaran dengan jinwoon kearah keramain sesekali malah menbrak pejalan kaki yang berlawanan arus dengan mereka . Chansung yang berlari menuju tangga sempat mengambil tanpa permisi satu skeatboard yang disimpan di samping pemiliknya yang kemudian dia gunakan untuk menuruni tangga , chansung menuruni tangga dengan cara menaikan skeatboar yang dia kendarai pada palang besi yang biasa di gunakan sebagai pegangan yang ada di tengah tangga tentu saja itumembuat dia lebih cepat danmeninggalkan jinwoon semakin jauh . Setelah menuruni tangga dia membiarkan begitu saja skeatboard naas tadi dan kembali berlari wajah tampan itu mengutas senyum saat melihat sebuah mobil hitam melaju ke arahnya .
"kajja !!!" taec membuka pintu mobil nya seraya berteriak ke arah chansung yang juga langsung menghampirinya untuk masuk ke dalam mobil . Dan setelah chansung berhasil masuk taecyeon kembali melajukan mobilnya dengan cepatmeninggalkan tempat itu .
"arrgg . . . Sialan !" jinwoon yang baru saja sampai bahkan tidak dapat melihat plat nomor mobil yang membawa chansung tadi .
*
dengan tangan yang gemetar karena menahan sakit dan juga gugup apa lagi saat memasangkan tali pada dirinya jr bisa melihat bercak darah yangada di tangan nya yang tadi dia gunakan untuk meraba leher dan itu membuat jr malah semakin gugup pandangannya mulai mengabur dengan nafas yang semakin lama semakin memburudengan tidak beraturan .
Breng breng
(suara pintu besi yang di paksa di buka gt di tendang di dobrak dsb.)
jr menoleh sekilas ke belakang dan segera menyelesaikan pemasangan tali tadi,setelah dia anggap semuanya siap jr segera menuruni gedung itu dengan cara selayaknya menuruni tebing menggunakan tali namun tiba2 saja saat baru setengah tinggi gedung itu dia lewati jr merasa tubuhnya begitu lemah dan ahirnya dia tidak dapat mengendalikan tali yang mengikatnya dan malah terus terulur tanpa kendali
brugh
tubuh jr sukses menghantam lantai keras di gang pinggir gedung dalam posisi tengkurap .
"hukk . . Uhuk . . . Uhuk . . ." jr terbatuk dengan darah kental yang juga turut keluar dari  mulutnya . Jr menghapus darah yang membasahi bibirnya walau tidak sempurna . Dia lantas melepaskan tali yang dia gunakan dan perlahan berjalan ke arah jalan raya dengan tubuh berlumuran darah . Perlahan walau dengan buram jr bisa melihat sebuah mobil yang masih melaju itu membuka pintunya membuat jr yakin itu adalah mobil taecyeon apalagi mobil tersebut
melaju ke arahnya .
*
brakk
ahirnya nichkhun bisa membuka pintu besi yang mengurungnya nichkhun langsung berlari ke sisi gedung ,melihat ada tali yang terpasang di sana membuat nichkhun beralih melihat kebawah dan dapat dia lihat hanya sebuah mobil hitam yang melaju meninggalkan tempat itu . Di pabrik bekas junho yang baru saja keluar dari kamar mandi mengambil kunci mobil yang dia letakan di meja komputer dia lantas berjalan hendak keluar dari ruangan itu hanya saja tepat saat junho
membuka pintu dia melihat chansung masuk dengan tergesa2
"ada apa chan ...." junho menghentikan kata2nya saat matanya menangkap bayangan taecyeon yang masuk ke dalam ruangan itu dengan posisi menggendong jr dengan kedua tangannya bridal style) junho menjalarkan pandangan matanya dari tangan jr yang menjuntai ke bawah dengan kaku dan berlumuran darah terus beralih memandang wajah namja kecil itu yang pucat pasi .
"chansung kau sudah menyuruh minjun datang kan ?! Kapan dia akan sampai ?" taec bertanya seraya membaringkan tubuh jr di atas meja panjang yang ada paling dekat dengan nya . Junho melangkah dengan kaki yang lemah seolah tidak bertulang hingga beberapa kali kakinya hampir terkilir saat menghampiri meja dimana jr terbaring
"minjun hyung dalam perjalanan . . . " jawab chansung lemah karena memperhatikan junho yang saat ini menghampiri jr
"apa yang terjadi ?" perlahan mata jr yang sudah menutup itu sedikit terbuka menggerakan kelopak matanya dengan susah saat mendengar suara junho yang saat ini ada di sampingnya . Jr
hanya bisa menggerakan bibirnya mencoba untuk bicara padajunho , dengan mata yang hanya terbuka sedikit itu jr memandang wajah junho .
"dia tertembak . . ." junho beralih memandang taecyeon yang menjawab pertanyaan nya barusan .
"jangan bicara . . . Minjun akan datang . . . Dia akan mengobatimu . . ." taecyeon bicara pada jr agar dia tidak banyak bergerak tapi sepertina jr punya sesuatu yang ingin dia katakana hingga dia tetap saja mencoba untuk bicara walau sama sekali tidak ada kata yang keluar dari mulutnya .
“dengarkan apa yang taecyeon katakan … jangan bicara …” junho kembali memandang jr ,junho
bisa merasakan jika ada sesuatu yang bergerak di dekat tangannya yang ternyata adalah tangan jr
yang mencoba untuk memegangnya , junho langsungmengganggam tangan jr yang masih berlumuran darah “jangan melihatku seperti itu … jangan takut kau tidak akan apa-apa …” jr mencoba untuk menggelengkan kepalanya namun hanya bergerak sedikit saja akibat luka yang dia alami namun itu masih bisa junho rasakan . tangan jr menggenggam tangan junho semakin kuat dan terus semakin kuat matanya mulai menutup dengan mulut yang masih terkatup katup hingga saat ini
Brak brak brak …
Minjun berlari masuk ke dalam bangunan pabrik tua itu sedikit berlari saat melintasi beberapa ruangan sebelum sampai ke dalam ruangan dimana jr dan semua orang ada di sana .
BRAKK
“dimana ?!!!” minjun bertanya langsung saat masuk ke dalam salah satu ruangan dan meliht  taecyeon ada di sana . minjun memutar pandanganya dan menemukan junho tengah duduk di sisi meja dimana terbaring seseorang yang minjun yakini adalah jr ,karena posisi junho saat ini yang menghalangi bagian wajah orang yang terbaring tadi. Junho menatap bingung wajah jr saat bibirnya yang sjak tadi bergerak bergetar kecil saat ini sama sekali tidak bergarak , junho juga merasakan jka genggaman jr pada tangannya mulai melemah hingga saat ini tangan jr sama sekali tidak memagangnya junho juga baru sadar jika dada jr sdah tidak naik turun lagi seperti sebelumnya .
“hahaha …” junho tertawa renyah namun mata yang memerah dada nafas yang mulai tidak beraturan selayaknya orang gila air matanya menetes membasahi lengannya sendiri dia lantas memandangi tangannya yang masih memegang tangan jr . dia  mendekatkan wajahnya ke arah
telinga jr, ujung hidung mancung junho itu menyentuh kuit pipi jr yang kian memutih junho juga
mngecup pipi itu sekilas dan menjalarkan kembali bibirnya ke talinga jr dan berbisik “jr ….  Oppa … ada di sini … bangunlah ….” junho menutup matanya dengan tangan yang bergerak dengan sendirinya menyentuh pipi kanan jr dengan bibirnya yang masih berada di telinga kiri namja itu.
“aku katakan BANGUN !!!!” junho berdiri begitu saja dari kursinya masih dengan menatap wajah jr yang sudah menutup matanya Junho menghela nafas dengan terisak kecil perlahan dia
merunduk dan memegang kedua sisi wajah jr dengan kedua telapak tangannya ,junho mendekatkan bibirnya mengarah ke bibir jr yang sedikit terbuka dengan begitu perlahan junho
melumat bibir atas jr yang sudah terbaring kaku berulang kali hingga saat dia melepaskan bibir
jr dan menjauhkan wajahnya dia bisa merasakan bau anyir seolah karat besi tanpa dia sadari bibirnya juga kini memerah akibat ulahnya barusan . (inget kan jr muntah darah pas jatuh)
Minjun hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan menutup mulutnya dengan telapak tangan
sedangkan taec langsung menarik minjun untuk membenamkan wajah namja panda yang
berprofesi sebagai dokter itu ke dada bidangnya . lain halnya dengan chansung yang saat ini
duduk dengan pandangan kosong memandangi junho dengan iba nya . Junho menegakan tubuhnya kambali berdiri dengan tegap dia menghapus air mata dan juga bibirnya dengan  menggunakan punggung tangan . mnghela nafas berat sebanyak satu kali lalu berbalik  memandang teman- temannya “siapa yang melakukan ini semua ?!”
“seorang polisi muda … sepertinya mereka mengincar kita akibat perampokan bank kemarin … mereka melihat ini !” chansung mengepalkan tangannya dan mengangkat lengan kekarnya itu ke atas untuk memperlihatkan jam tangan yang dia pakai kepada junho .
“cari tahu tentang dia …. Sekarang juga …” taec langsung mengangguk dan berjalan kearah meja computer untuk mencari data orang yang menembak jr di batu dengan chansung yang memang sudah melihat wajah orang itu . sementara junho neik ke lantai atas meninggalkan sema
teman2nya begitu saja Suara tembakan terus berdengung di dalam pabrik tua yang di huni  namja2 tampan itu mungkin sudah sekitar 1 jam lamanya suara tembakan itu terdengar tiada henti karena saat ini junho berdiri di jarak yang tidak terlalu jauh dari sebuah patung manusia yang berpakaian polisi , patung yang merupakan sasaran tembakan junho sejak satu jam yang lalu . di setiap tembakan yang dia lakukan terdapat kebencian yang dalam terhadap polisi saat mengingat bagaimana ayahnya memperlakukan dia dengan tidak manusiawi saat junho masih kanak-kanak saat junho selalu menjadi pelampiasan amarah ayahnya yang bertengkar bersama ibunya . junho yang selalu di siksa dan hina ayah kandungnya sendiri orang yang tidak  berprikemnusiaan pada anaknya sendiri namun adalahorang yang terlihat begitu berwibawa ,  benar2 bersandiriwara di hadapan semua orang menutupi segala tingkah buruknya di rumah .
“seorang polisi ..” Perkataan chansung kembali terngiang di telinga junho dan itu membuat dirinya semakin benci dengan polisi, yang saat ini juga sudah membunuh jr orang yang selau ada di sampingnya satu2nya orang yang memperlakukan junho dengan lembut . amarah junho semakin memuncak embuat peluru yang dia tujukan kepada patung it semakin banyak dan begitu membabi buta hingga peluru yang ada di dalam pistol junho habis .
“junho … polisi itu …seorang yatim piatu dia tinggal bersama dengan adik perempuannya di
pinggir kota …” Junho melemparkan pistol yang ada di tangannya ke sembarangan tempat lalu berbalikmemandang taceyeon “berikan alamatnya padaku …” taec memberikan secarik kertas pada junho yang langsung dia baca dan setelah itu junho pergi meninggalkan taecyeon tanpa kata .
In nichkhun home
Teng !
“yeoboseyo ?!” seorang gadis cantik membuka pintu saat bel berbunyi . gadis itu sedikit mencongdongkan tubuhnya ke samping berharap bisa melihat siapa yang dating karena memang tamu itu membelakanginya namun belum bisa dia lihat wajahnya namja itu segera berbalik sereya melepaskan kaca mata hitam yang dia kenakan .
“annyeonghaseyo … “ sapa namja itu ramah pada sang gadis cantik
“nde … annyeonghaseyo … “ jawabnya ramah dan membungkuk sekias pada namja tadi yang tak lain adalah junho .
“anda mencari siapa ?”
“aku hanya ingin menitipkan ini … paket untuk kakak mu …” junho memberikan satu buah kotak kepada yeoja tadi lalu membuka tutup kotaknya yang menampakan sebuah mainan pin ball yang terbuat dari kaca transparan seutuhnya (tau kanpin ball ? bukan paint ball … yang itu lho  suka ada pernya yang di tarik trus bolanya naik ketas itugak boleh masuk ke lubang bawah , ngerti ?! gak ngerti ? yah pokoknya pakasain aja ngerti yah ?!)
“apa ini ?!” Tanya yeoja itu polos , junho hanya tersenyum dan menarik tangan yeoja itu ke kursi yang ada di sisi teras rumahnya dan memapah gadis untuk duduk di kursi tersebut dan meletakan
boks berisi pinball tadi di pangkuannya , junho menarik dua buah pembatas yang ada di dalam pinball tadi membuat dua bola yang ada di dalam mainan itumenggelinding ke sana kemari
“kau tahu … kau harus menjaga agar … bola-bola ini … tidak menyentuh dinding kaca … karena jika sampai bola ini menyentuh kaca sedikit saja …” junho menarik satu kertas yang menjadi alas pin ball tadi membuat gadis itu bisa melihat beberapa kebel merah dan biru ada di bawah arena permainan pin ball dengan satu benda mirip jam elektik yang berkedipmenujukan aktu yang terus berjalan mundur . “benda ini akan meledak … dan itu bisa membuat mu mati terkena ledakan …” ujar junho dengan santai memandang wajah yeoja tadi tanpa beban sama sekali junho malah memberikan senyumanmenawannya kepada yeoja itu .
“a..apa … ap..a …yang kau lakukan ??!” gagap yeoja tadi saat melihat benda yang saat ini dia pangku di kedua pahanya , saat dia menyadari jika bnda yang saat ini dia pangku dan dia pegang menggunakan ke dua tangannya adalah bom .
“ini hanya sebuah permainan sederhana … yang ingin aku mainkan dengan kakak mu … “ junho mengeluarkan sebuah jam tangan hitam yang merupakan jam yang di miliki oleh jr dulu lalu memasangkannya ke pergelangan tangan kanan yeoja tadi . “jika kakak mu itu hebat dan dia
beruntung maka … dia akan bisa menyelamatkan mu …” junho mengedipkan sebelah matanya
lalu beridri dan meinggalkan yeoja tadi sendirian di teras rumahnya yang sepi karena rumah itu memang terdapat di pinggir kota yang sunyi .
In hotel
Nichkhun menghampiri junho yang duduk selonjoran di lantai dengan menggunakan sisi ranjang sebagai sandaran dirinya saat ini . “apa yang membuat mu seperti ini ?! kau terlihat tidak baik hari ini ?!” nichkhun menyusuri wajah junho dengan jemari lentiknya Junho memegang tangan nichkhun menghentikan gerakan tangan namja itu di wajahnya
“sepertinya sekarang kau yang tertarik padaku ?!” Nichkhun terkekeh dan malah memeluk junho  mungkin aku memang tertarik padamu ..” nichkhun melingkarkan kedua tangannya di leher  junho lalu melumat bibir namja itu satu kali yang tentu saja di balas oleh junho .
“aku tidak menyangka jika kau akan berkata seperti itu padaku “
“lalu kenapa kau terlihat muram har ini ?!” Junho mengambil satu gelas yang di letakan tidak  jauh dari kakinya lalu meneguk munuman itu satu kali dan memegang gelas tadi memperhatikan gelas itu “jika aku katakan … pacarku … meninggal kemarin … apa yang akan kau lakukan ?!”
"kau menyumpahi aku mati ?!" kesal nichkhun memandang junho tidak suka .
"aniya . . . Hanya saja itu benar . . . Pacarku benar2 meninggal . . ." jujur junho tersenyum miris memandangi gelas yang ada di tangan nya
"jadi kau mem-" nichkhun menghentikan kata2nya karena tersela dering ponsel miliknya .
"angkat saja . . ." titah junho acuh dan kembali meminum isi gelasnya sementara nichkhun berdiri dan sedikit menjauhi junho untuk mengangkat telpon yang masuk tadi.
"nde . . . Itge naya . . ."
"MWO ????!!!" nichkhun menjambak rambutnya frustasi dengan mata yang bergulir tidak menentu sedangkan junho saat ini memandang punggungnichkhun yang menbelakanginya dengan bingung. "aku pulang !" nichkhun segera menutup telpon barusan dan berjalan ke arah kasur dia segera melepaskan kimono handuk yang dia pakai dan mulai menggantinya dengan baju . Junho yang melihat hal itu segera bangkit memperhatikan nya "ada apa ?" tanya junho hati2. Nichkhun memandang junho sekilas lalu kembali focus mengancingkan kemejanya "aku harus pulang sekarang . . . Ada masalah di rumah ku " nichkhun menyambar kunci mobilnya dan hendak keluar kamar jika junho tidak berdiri di hadapan nya menghalangi .
"biar aku mengantar mu !" tawar junho yang saat ini berdiri berhadapan dengan nichkhun .
"tidak perlu . . . Aku harus pergi . . ." dan tanpa mengindahkan panggilan junho dia terus saja berlari keluar dari hotel
*
in nichkhun home
begitu nichkhun keluar dari dalam mobilnya dia sudah di suguhkan pemandangam banyak mobil polisi yang berderet di sekitar halaman rumahnya .
"jinwoon-ah . . . Jinwoon ! Dimana ?" tanya nichkhun dengan panik sedangkan jinwoon yang  sudah putus asa hanya menujuk ke arah kerumunan orang yang ada di salah satu teras. Dia lalu berjalan untuk menghampiri kerumunan orang tadi .
"maaf anda tidak boleh mendekat " seorang polisi dengan seragam lengkap menghentikan  langkah kaki nichkhun yang sejak tadi hanya melihat ke arah kerumunan orang bahkan saat dia tengah berjalan .
"aku kakak nya " timpal nichkhun tanpa sedikitpun mengalihkan pandangan.
"tetap tidak bisa . . ." kekeh polisi tadi jinwoon yang menyaksikan kejadian itu lantas  menghampiri nichkhun .
"dia juga polisi . . . Dia senior ku . . ." jelas jinwoon dan setelah itu polisi tadi membiarkan nichkhun untuk melewati police line .
"waktu yang ada di bom ini tidak beraturan . . . Kita tidak tahu kapan bom ini akan meledak "
"coba membekukan nya ?!" beberapa tim penjinak bom yang mengelilingi gadis yang sejak tadi menangis itu mengalihkan pandangan nya ke arah nichkhun yang baru saja datang .
"opp ..oppa . . . " panggil gadis itu lemah . Nichkhun tersenyum ke arahnya walau dengan ekspresi wajah yang tetap terlihat khawatir .
*
Beberapa jam berkutat untuk menjinakan bom namun hasilnya nihil belaka . Hingga para  penjinak bom itupun putus asa dan menyerah .
"sterilkan area sekitar rumah ini . . ." nichkhun berjongkok di depan adik perempuannya yang
masih menitikan air mata . "uljima . . . Jika kau terus menangis kotak ini akan ikut bergerak " nichkhun bicara dengan nada yang menenangkan seraya menundukan wajahnya masih terus  berusaha untuk menjinakan bom tadi tanpa adiknya ketahui nichkhun terlihat tegang dan bingung saat ini matanya terus memperhatikankabel2 yang terpasang pada pinball yang sudah setengah dibongkar ,keringat dingin mulai mengucur di pelipis nichkhun begitupun dengan telapak tangan nya yang saat ini basah dengan keringat .
"oppa . . . Tidak bisa melakukan nya . . Hiks . . . Tinggalkan . . . Hiks ... A..ku oppa . . ."  nichkhun menarik nafas dalam danmemandang adiknya denganlembut .
"aku berjanji akan menjaga mu . . . Dan aku akan menepati janjiku itu . . . Kau mengerti ?" Tanya nichkhun dengan suara yang tetap di buat tengang . "tunggu di sini . . . Aku akan segera kembali ... Hanya akan mengambil sesuatu saja " gadis itu mengangguk saat nichkhun pergi meninggalkannya . Saat gadis itu melihat nichkhun telah melintasi police line dia lalu mengambil gunting yang di letakan di meja untuk memotong salah satu kabel tapi saat di menggapai gunting
itu membuat tubuhnya bergerak dan dua bola yang ada di dalam pinball itu menggelinding membentur kaca.
*
"berikan aku ca-" nichkhun berbicara seraya mendekatijinwoon namun belum sempat kalimat itu  rampung suara ledakan terdengar dari arah belakangnya . Nichkhun yang mendengar ledakan itu segera berbalik berlari untuk kembali ke rumahnya namun beberapa orang mencegah dengan memegani nichkhun di luar police line.
"suzy !!!! " teriaknya dengan suara lantang yang dramatis sejauh mata nichkhun memandang hanya bisa melihat rumahnya yang terbakar dengan cepat sudah melahap seluruh rumahnya .

*dan ahir kata jika berminat komentar jikalau tidak jangan karena itu meringankan pekerjaan saya...
Hehehe