Nov 19, 2016

DON'T REMEMBER ME (PTB NEW BER.)

Don't remember me
PTB NEW VER.

Part 3

Pairing masih sama
Cast juga masih sama aja seperti yang dulu cuman tulisan dan cerita aja yang beda. semoga ni cerita tidak membosankan ya ... tidak bikin kamu2 yang baca pada uek uek semua ...


Sesi curhat nya si begini ... kan sebener nya ff yang life game sama yang path toward you itu udh pada end semua hanya saja di fb lanjutannya ... itupun di forum tertutup ... trs juga pan ada sequel nya life game itu .. saya iseng entah knp baca lagi part sequelnya ... eh part pertama sih ya masih lah ... masih masuk di akal ... tapi kok pas ending sequel itu lho ... saya aja yang bikin pas sadar dan baca lagi kok merasa gini ... ibarat nya klo tu tulisan bukan bikinan saya trs saya baca tu ff saya mau komen ... iki opo to ending nya kok ngene ??? Gaje tenan ... dan itu bener2 gaje ... rasa nya saya pgn memaki diri saya sendiri sebagai reader gitu ... kok ending nya gitu bgd ???! Coba ?? Masa ?? Mati barengan gtu doang di gunung ???!!!  Terjun ??? Saya gak tahu dari mana saya dpt ide itu ... itu bener2 ide yg paling gak baged yg pernah saya bikin ... jadi si rencana nya klo ada waktu ada alat media dan waktu senggang juga klo ada rasa rajin pgn bikin ... saya mau bkin part teralhir sequel life game yang agak msk akal lah jgn segitu nya bgd tu ending cerita ...
Ya udh lah itu doang curhatnya ... sekarang kita lanjut dlu ya cerita yang juga gaje satu ini ...












Pandangan mata orang2 yang tengah duduk mengelilingi meja persegi panjang itu seolah serempak tertuju pada junho ketika dirinya memasuki ruang rapat membuat kakinya berhenti melangkah sesaat namun setelahnya dia kembali berjalan dengan santai. Pandangan mata yang seolah ingin menginjak2 tubuhnya secara bersama2 itu hanya junho acuhkan hingga dia duduk di kursi miliknya. Kursi yang ada di sebelah kiri kursi utama meja rapat yang berbentuk persegi panjang.

Junho duduk dengan nyaman seolah tidak perduli dengan bisikan2 dan gumaman orang2 yang ada di ruang rapat yang tentu saja tengah membicarakan dirinya.

"Presdir sudah tiba ! " mendengar seruan akan kehadiran sang presdir semua orang yang ada di ruang rapat segara bediri dengan serempak termasuk juga junho. Hingga akhirnya nichkhun memasuki ruangan dan tanpa kata mendudukan dirinya di kursi utama dan setelah itu semua orang kembali duduk di kursi masing2.

"Pekerjaan ku sangat banyak ... jadi mulai saja sekarang ... apa yang ingin kalian sampaikan pada rapat kali ini " tanpa basa basi dan tanpa kata pembuka yang formal nichkhun hanya langsung mengutarakan keinginannya membuat para dewan direksi hanya bisa saling bertukar pandang dengan canggung.

" kami ingin menuntut penjelasan dari direktur lee mengenai kekacauan yang beliau timbulkan di resort aomori kemarin " akhirnya sebuah suara menyeruak di tengah keheningan yang ternyata keluar dari mulut salah satu direktur nichkhun juga.

Pria yang biasa dipanggil direktur jung itu beralih memandang junho yang duduk di sebrangnya setelah sebelumnya memadang nichkhun "apa alasan anda melakukan itu semua ... bahkan itu sangat tidak sopan dan tidak mungkin untuk di lakukan oleh seorang direktur ... ketika anda datang dan masuk ke dalam ruang rapat tanpa permisi lalu merobek surat kontrak dan menyatakan bahwa semua kontrak itu batal begitu saja "

Junho melirik nichkhun sekilas sebelum bicara dengan di iringi helaan nafas " sejak awal resort aomori tidak di dirikan untuk di jadikan aset properti ... " junho memberi jeda sebelum kembali bicara " dan seharusnya anda sangat jelas dengan siapa anda menandatangani kontrak itu ... perusahaan yang akan mengambil alih resort aomori adalah perusahaan yang sudah mendapat gugatan tentang pencemaran lingkungan, penelitian kimia secara ilegal dan pembuangan limbah ke hutan... dan besar kemungkinan jika resort aomori juga akan mengalami hal yang sama ... sebagai pemilik dan orang yang mendapatkan ijin mendirikan resort itu apakah anda tidak berpikir jika kita mungkin saja akan mendapat masalah karena itu ?!"

" tapi poin yang anda sampaikan sudah di atur dalam surat kontrak bahwa selama kontrak berlangsung semua tanggung jawab yang ada di tanggung oleh mereka "

Junho yang tadi berbicara dengan percaya diri sedikit terdiam tak kala dirinya menyadari bahwa dia tidak mengetahui secara terperinci apa isi kontrak yang sudah dia hancurkan kemarin.

"Dan karena itu kami memutuskan untuk melakukan nya... bahkan presdir sudah menyetujui hal itu...  dan apakah anda tahu berapa kerugian yang di alami perusahaan karena pembatalan kontrak ?!" Direktur jung kembali bertanya pada junho yang sekarang menunduk. sementara nichkhun sekarang mulai tertarik untuk melihat ekspresi wajahnya "bagaimana dengan hal itu ?"

"Tentang kerugian perusahaan anda bisa memotong gaji ku juga mengambil bonus ku ... jika itu masih kurang anda bisa mengajukan tuntutan perdata padaku ... aku akan menggantinya secara pribadi "

"Kau pikir karena kau memiliki banyak uang kau bisa menyelesaikan kekacuan ini dengan uang mu begitu saja ?!" Semua orang yang menghadiri rapat itu sontak memandang nichkhun dengan heran. Saat dimana nichkhun juga saat ini malah ikut menyudutkan junho.

Junho mendengus kali ini anggaplah dia benar2 merasa jengah dengan tingkah nichkhun hingga memandang atasanya itu dengan sinis. Dia selalu bersabar dengan semua tindakan nichkhun namun kali ini , dimana semua orang menyudutkannya tidak bisakah nichkhun hanya diam. Bahkan tak perlu untuk membelanya "aku juga sudah menerima hukuman fisik ku karena kesalah ini "

Pria yang duduk di samping junho berdehan canggung saat melihat tatapan tajam junho pada nichkhun. Dan luka di wajahnya yang semua orang tahu pasti jika itu perbuatan nichkhun tentu membuat semua anggota rapat mengerti arti perkataan junho. Berdasarkan sifat nichkhun dia memang mungkin saja bertindak kasar pada orang yang menyulut emosinya bahkan jika itu junho sekalipun.


"Ehm ... sekalipun itu semua dapat di gantikan tapi resort aomori selalu mendapat peringkat terendah dalam pendapatan bahkan di awal kuartal ini resort itu sudah mengalami kerugian ... lalu seperi apa itu ?" Perkataan seorang dewan direksi yang memberanikan diri bersuara memutus kontak mata tajam antara junho dan nichkhun. Mengalihkan perhatian keduanya untuk sementara

"Saat aku pergi ke jepang terakhir kali ... aku menemukan sebuah panorama alam yang sangat menakjubkan tidak jauh dari resort.. namun untuk menuju kesana orang harus menembus hutan.. aku sudah berbicara pada pemerintah setempat tentang itu.. aku mangatakan jika DN akan membuat akses menuju lokasi tersebut hingga lokasi itu bisa menjadi lokasi wisata alam yang terhubung dengan resort ... dengan kata lain tempat itu akan jadi bagian dari resort"  tanpa di perintah sekertaris junho memberikan sebuah map pada masing2 anggota rapat yang langsung membuka dokumen tadi dan membacanya termasuk juga nichkhun " ini adalah konsep yang aku buat tentang rencana tersebut.. kalian semua bisa mempertimbangkannya ... " junho yang tadi juga membaca dokumen nya perlahan mengangkat wajah dan memandang semua orang satu persatu "kita tidak akan merubaha apapun di sana hanya menambahkan beberapa hal yang di perlukan ... "
Junho kembali memandang dewan direksi yang tadi bertanya padanya " resort itu hanya selalu menempati posisi terendah bukan selalu mendapat kerugian ... menurutku kita bisa mencobanya "

"Aku setuju ! Kita lakukan seperti ini saja " mulut direktur jung yang sudah terbuka kembali tertutup rapat ketika nichkhun bicara. Dan semua orang tahu bahwa keputusan nichkhun adalah hal yang mutlak hingga tak ada satu orangpun yang berani menyanggah nya )"sekarang pembahasan selanjutnya ... silahkan !"

"Belakangan beredar rumor bahwa presdir mengalami hilang ingatan... itu cukup meresahkan .. namun apakah hal itu benar presdir ?!" Seorang pria tua dengan rambut putihnya bertanya dengan sopan namun isi dari pertanyaan nya membuat suasana rapat menjadi semakin serius dengan semua tatapan mata tertuju pada nichkhun.

"Itu benar "

Junho langsung memutar lehernya memandang nichkhun dengan kaget

"Lalu kenapa presdir tidak mengatakan hal itu sebelumnya ?" Suara anggota rapat lain mulai terdengar bertanya.

"Lalu apa saat aku terkena flu aku juga harus melapor pada mu begitu ?!" Timpal nichkhun dengan tajam sukses membuat orang tadi terdiam

"Itu hal yang berbeda presdir !" Suara orang yang lain menyelak

"Jika sampai hal ini tersebar kepada para pemegang saham maka akan terjadi kekecauan ... " direktur jung mulai kembali berbicara membuat nichkhun memandangnya dengan rasa seolah ingin membunuh

"Itu tugas mu untuk mencegah hal itu terjadi !" Bentak nichkhun yang sukses membungkam direktur jung

" presdir hal itu juga akan mempengaruhi stabilitas perusahaan ... dengan kondisi presdir seperti nya tidak tepat jika presdir masih memegang kendali penuh terhadap perusahaan "

"Jadi kau ingin menendang ku ?!"  Jawaban nichkhun kali ini juga kembali membungkam lawan bicaranya secara telak. semua orang yang berani menekan nya dengan semua pertanyaan yang menyudutkan bisa dengan baik nichkhun tangani dan setidaknya itu bisa membuat junho bernafas lega.


"Tidak seperti itu presdir... hanya saja untuk sementara waktu bagaimana jika presdir menunjuk seseorang untuk menjadi presdir sementara... itu bisa membantu presdir untuk menghindari masalah yang mungkin terjadi"

"Apa kau pikir aku ini bodoh ?! Anggap saja jika aku ini memang bodoh ... tapi sekalipun seperti itu aku tidak pernah mau bersembunyi di balik siapa pun ... KALIAN MENGERTI ??!!!"

"maaf presdir tapi jika anda tetap seperti itu maka kami bisa saja meninggalkan perusahaan " nichkhun sangat sadar jika ucapan direktur jung yang lembut itu berisi sebuah ancaman namun hal itu sama sekali tidak memberi efek bagi ketegasan nichkhun

"Kalian tinggal pergi " jawaban datar tanpa beban yang nichkhun ucapkan sempat membuat direktur jung dan sekutu nya terdiam beberapa saat, namun tak lama kemudian direktur jung berdiri di ikuti beberapa orang pendukungnya yang segera berjalan ke arah pintu keluar. sementara ada beberapa orang yang saling berbisik bingung menentukan pilihan.

"Sebelum kalian pergi aku ingin kalian tahu bahwa ... " nichkhun memutar kursinya 180% hingga mengarah pada orang2 yang tengah berada di ambang pintu "aku ini hilang ingatan ... bukan kehilangan kemampuan ku ataupun sifat ku " pandangan nichkhun yang sebelumnya memperhatikan beberapa orang itu kini hanya tertuju pada satu orang, sang peminpim pemberontakan "dan berdasarkan sifat ku ini ... begitu kalian melangkahkan kaki keluar dari sini dan melawan ku maka
.. aku bisa pastikan kalian tak akan pernah ku ampuni !!" Baik itu tatapan mata ataupun perkataan yang nichkhun lontarkan keduanya sama2 tajam dan itu semua sukses membuat para dewan direksi pendukung direktur jung kembali memutar otak berpikir akan siapa yang harus mereka dukung selanjutnya.








  Junho langsung membungkuk hormat lalu mengutas senyum saat dirinya berpapasan dengan nichkhun di koridor menuju loby "hari ini presdir sangat hebat !" Ujarnya dengan nada bahagia

"Apa maksud mu ? Kenapa kau terlihat sangat senang bahkan dengan luka di wajah mu itu ?!" Nichkhun menunjuk plester di wajah junho dengan dagunya masih dengan tatapan mata datar tanpa dosa dengan tangan yang terlipat di dada

"Di rapat hari ini " jelas junho yang sebenernya tidak jelas, tanpa perduli dengan perkataan nichkhun sebelumnya

Nichkhun memandang junho dengan selidik "apa kau ingin mengatakan jika aku ini hebat dalam mengancam orang ?!"

 " terkadang kemampuan untuk mengancam orang memang di butuhkan untuk perkerjaan tertentu "

"Aku jadi merasa tidak yakin bahwa aku ini presdir perusahaan atau dept kolektor "

Junho hanya tersenyum kecil seraya menunduk menyembunyikan wajahnya yang tengah menahan diri untuk tertawa

"Kapan kau akan ke jepang untuk mengurus proyek itu ?!"

"sekarang sangat banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan... jadi mungkin akhir pekan ini waktu terbaik "

Nichkhun mengangguk "kalau begitu aku ikut dengan mu " bahkan seolah tidak perduli jika mungkin ada yang ingin junho sampaikan setelah kalimatnya nichkhun hanya langsung berjalan pergi meninggalkan junho yang sudah membuka mulut hendak bicara.

Junho yang sudah berdiri sendiri dengan mulut yang terbuka, menekan dagu bawahnya ke atas hingga mulutnya kembali tertutup "bagaimana bisa dia bahkan tidak merasa malu untuk pergi dengan orang yang pagi ini dia lempar dengan gelas ?? aku bahkan tidak bersalah " keluhnya pada diri sendiri

*

*

*

*

*

*


Berdiri di depan pintu mobil memandang seluruh resort yang baru saja dia datangi. Dia hanya terus melihat bagian depan resort yang sebenarnya adalah milik dirinya itu dengan cermat. seolah tengah memikirkan sesuatu. Sementara pria yang datang bersamanya sibuk menurunkan koper dari bagasi belakang.

"Ada apa presdir ?" Junho yang telah selesai mengeluarkan bawaannya berjalan menghampiri nichkhun yang masih mematung sementara seluruh koper mereka telah di bawa masuk ke dalam oleh seorang kariawan resort.

"Tidak ada ... aku hanya berharap jika aku mungkin bisa mengingat sesuatu di sini " baru kali ini sejak kecelakaan itu nichkhun dapat tersenyum tulus dan ringan pada nya membuat junho tertegun untuk beberapa saat "ayo ... kita makan siang dan beristirahat sebentar setelah itu aku ingin pergi melihat air terjun nya "

"Baiklah " angguk junho setuju.



Dan di sinilah mereka berdua saat ini, di tengah sebuah hutan yang bahkan mungkin tidak pernah terjamah manusia. Setelah selesai dengan acara makan siang yang berlanjut dengan minum teh dengan santai akhirnya nichkhun dan junho memulai perjalanan mereka menuju air terjun yang junho ceritakan. Mereka hanya terus berjalan berdua melewati hutan tanpa banyak berbincang

"Awwh... " nichkhun menepis beberapa dahan pohon berduri yang menggores kulitnya sementara junho berjalan dengan santai di depannya.

Junho memegang sebuah ranting pohon kecil di tangannya hingga dia bisa menepis ranting2 yang menghalangi jalan dengan ranting itu , hingga tidak ada satupun duri yang melukainya.

"Kau tidak merasa bersalah padaku saat kau bisa berjalan dengan aman dan nyaman sendiri sementara aku harus berjuang dengan ranting2 pohon ganas yang menggores kulit ku ini ??!"

Ucapan nichkhun yang bahkan menurut junho sangat berlebihan itu tetap saja membuat langkah kakinya terhenti. Junho berbalik dan mengulurkan tangannya pada nichkhun "berjalanlah dekat dengan ku agar aku bisa menepis ranting2 pohon ganas yang melukai mu itu "

Nichkhun berdecih dia mengulurkan tangannya untuk memegang tangan junho namun tiba2 saja dia merasakan sesuatu yang aneh. Nichkhun merasa jika kejadian yang dia alami ini adalah dejavu , saat dia menggerakan tangannya untuk menerima uluran tangan seseorang.

Kening nichkhun menyerngit seiring dengan matanya yang tertutup. Sebuah bayangan berkelebat dalam otak nya, saat dia menerima uluran tangan seseorang yang lalu menggendongnya di belakang. Nichkhun mengeratkan pejaman matanya saat dia mencoba mengingat wajah orang itu namun yang ada hanyalah gambaran bagian belakang kepala orang yang tengah menggendongnya. Yang nichkhun yakini hanyalah bahwa dia seorang pria dengan rambut merah menyala.

' kenapa kau bisa datang ke sini ?'

' karena aku mencari mu "

' apa ibu menyuruh mu mencariku ? '

' tidak '

' lalu kenapa kau datang ? '

' karena aku mengkhawatirkan mu  '

' kenapa kau khawatir pada ku ? Bukankah aku ini menyebalkan ?! '

' iya ... kenapa !? Aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa menyukai seseorang yang menyebalkan seperti mu '




" akkhh !"  Junho dengan sigap memegang tangan nichkhun yang hampir saja jatuh limbung ke belakang

"Anda baik2 saja presdir ?!" Junho menatap bingung nichkhun yang saat ini bernafas dengan tak teratur, wajahnya pun di penuhi keringat dingin dan pucat.

"Aku ... merasa lelah ... apa masih jauh ?" Jawab nichkhun tanpa memandang junho dan hanya sibuk mengatur nafasnya yang memburu

"Kita kembali saja... sepertinya presdir tidak sehat ... " junho yang masih memegang tangan nichkhun memperhatikan seluruh  wajah presdirnya itu dengan khawatir

Nichkhun mengangguk " iya "

"Apa presdir bisa berjalan ? Atau lebih baik jika aku-"

"Tidak ! Aku bisa berjalan sendiri " nichkhun tahu apa yang akan junho tawarkan padanya namun dia dengan sigap menolaknya. Dia merasa jika lebih baik dirinya berjalan sendiri setidaknya itu bisa membuat kekacauan di otaknya teralihkan.

*

*

*

*

*

"Apa kamar presdir sudah siap ? " begitu sampai di meja resepsionis junho segera bertanya, sementara nichkhun hanya diam dengan otak yang berpikir

"Sudah direktur ... "

Junho mengangguk mengerti dia lantas mengalihkan perhatiannya dari resepsionis wanita itu pada nichkhun " anda sebaiknya segera ke kamar dan beristirahat "

"Iya " tanpa menunggu apapun lagi nichkhun berjalan melewati junho begitu saja menuju kamarnya tanpa menyadari tatapan penuh kecemasan dari junho padanya.

" apa kau sudah menyiapkan kamar untuk ku ?!" Junho kembali bertanya pada resepsionis nya yang malah memasang wajah bingung

"Bukankah direktur dan presdir selalu menggunakan kamar pribadi itu bersama !?"

Junho menghembuskan nafas panjang sebelum dia tersenyum lembut kemudian menjawab pertanyaan resepsionis itu "mulai sekarang dan seterusnya kami akan menggunakan kamar yang berbeda " jelas junho kembali tersenyum ringan.



Sementara di dalam kamar pribadinya nichkhun hanya duduk di atas kasur dengan memeluk lututnya. Satu hal yang saat ini tengah dia coba pikirkan tentang siapa orang berambut merah yang tadi datang menghinggapi pikirannya. Cukup lama dia berpikir namun semua itu seolah tidak ada artinya karena hingga saat ini dia masih belum menemukan jawaban atas pertanyaanya.

"Huft...." nichkhun menghembuskan nafas panjang. Dia lantas berdiri untuk menuju kamar mandi. Ternyata hanya sekedar berpikirpun begitu menyita energi nichkhun hingga dia merasa penat, setidaknya dengan mengguyur seluruh tubuhnya di bawah shower mungkin bisa sedikit menyegarkan badan.

Nichkhun masuk ke dalam kamar mandi dia memutar kran showernya membuat air bercucuran seperti hujan. Dia sedikit berjalan mundur dari guyuran air untuk membuka pakaian dengan mata yang masih terus memandang kearah guyuran air hingga...

Sret !

Nichkhun memejamkan mata ketika sekelebat ingatan mulai masuk kembali di otaknya. Bayangan dirinya yang berjalan mengendap mendekati seseorang yang tengah asik mandi di bawah guyuran shower, nichkhun ingat dia memeluk orang itu dengan tiba2 dari belakang namun orang tadi malah tertawa tanpa merasa terganggu sama sekali.
Nichkhun ingat dengan jelas orang itu berbalik menarik nichkhun masuk ke dalam pelukannya. Dan dengan senang hati dirinya membalas pelukan itu.

" arghht " tangan kiri nichkhun mencengkram kuat kepalanya, kali ini otak bagian tengah nichkhun yang terasa tertusuk. Nichkhun berpegangan ke tembok pandangan mata nya terlihat berkunang2 membuat dia semakin lemah dan akhirnya merosot duduk di lantai kamar mandi. Dia menggelengkan kepalanya kuat saat bayangan tangan orang itu menarik tali kimono mandinya mulai terputar seperti rekaman ,dia membuka satu2 nya pakaian yang nichkhun kenakan.

Rasa sakit di kepalanya semakin menjadi membuat nichkhun mengerang keras ke sakitan dengan mata yang tertutup rapat namun hal itu seolah menjadi pengantar bagi potongan memori yang masuk kembali ke otaknya. Karena saat ini bayangan dirinya berada di dalam bathtube dengan orang tadi yang mulai menjamahnya mulai berputar, ciuman sentuhan dan semua yang orang itu lakukan bahkan bisa dia ingat dengan jelas.

"Akh !" Erangan kesakitan itu seolah tercekat dengan ambruk nya tubuh nichkhun. Jatuh tersungkur di lantai kamar mandi yang basah dengan posisi miring. Perlahan nichkhun membuka mata namun kali ini bayangan itu bahkan bisa terus berputar saat matanya terbuka. Keningnya berkerut dengan sebutir air mata yang keluar dari ujung matanya akibat kesakitan yang luar biasa saat bayangan wajah orang itu menghampirinya dengan buram. Nichkhun memejamkan matanya sekejap hingga dia dapat dengan jelas melihat senyum orang itu namun wajahnya tetap buram hingga nichkhun mengerahkan seluruh kekuatannya memaksakan otaknya untuk bekerja memperjelas bayangan orang itu hingga perlahan2 bayangan wajah orang itu semakin jelas.

Nichkhun menatap air yang jatuh dari shower dan membentur lantai membuat keciprakan air yang juga menghantam wajahnya. dengan mata yang setengah tertutup dia menelan salivanya susah sebelum bergumam "junho..."






Sementara itu di lain ruangan sang pemilik nama yang di gumamkan tengah berdiri di depan jendela kamarnya, memandang lekat jendela kamar sebrang yang terhalang oleh danau dan taman "apa kau baik2 saja ?" Entah bertanya pada siapa dia yang tengah berdiri sendiri itu, dia sadar tidak akan ada yang mendengarnya namun hatinya tetap berharap akan ada seseorang yang menjawab pertanyaannya.



Tbc......




Pengen nya sih di komentar ... yang membuat semangat gitu ..mudah2n ada yang baik hati dan beramal dgn komentar nya pada tulisan saya ini ...

3 comments:

  1. Lagi seriusan baca ehhh TBC 😢😢
    Cepat lanjut part 4 nya thor jangan lupa makan yg banyak biar semangat ngetik nya😂😂

    ReplyDelete