You are half of me
By
: park yara (tciw queen)
Romance,etc.
Disclamer:
2pm milik diri mereka sendiri dan tuhan semesta alam. dan cerita yang saya
tulis ini adalah cerita murni dari hati saya
Warning:
BoyxBoy. NamjaxNamja.
Pairing:
junho X nichkhun
chapters
: 6
yang gak
komentar … dosa … masih berlaku …. Setidaknya jika merasa membaca kasihlah
walau hanya satu titik saja …
preview part 5
In home ….
Nichkhun
terduduk di meja makan dengan tangan yang di tumpukan di meja itu saling
bertautan di depan wajahnya , nichkhun berulang kali memandangi jam dinding
yang terpajang kokoh di tembok yang ada di depannya kemudian mata bening itu
bergulir untuk menemukan posel hitam yang tergeletak di meja ruang tamu ,
ponsel yang adalah milik junho . hal itu membuatnya tidak bisa menghubungi
junho untuk sekedar bertanya atau meminta maaf padanya …
“anii …. karena aku menyukai mu … ”
Nichkhun
menutup matanya saat dia marasakan begitu bersalah pada junho dengan apa yang
dia lakukan …
“kau kemana
?!” gumam nichkhun kembali melihat jam dinding dengan wajah yang bingung
Part 6
Sudah hampir
lewat tengah malam dan junho masih saja belum pulang , membuat nichkhun semakin
kelabakan saja dia tidak tahu harus mencari junho kemana hingga dai berpikir
dari pada mereka berselisih jalan lebih baik dia menunggu junho di rumah .
nichkhun terus saja mondar mandir gak jelas di depan pintu masuk dengan
memegang mp3 player milik junho . beberapa saat yang lalu dia menemukan mp3
player itu masih tergeletak di dapur saat dia mengambil minuman setelah dia
menghubungi beberapa teman junho melalui ponsel junho yang tertinggal dan
menanyakan kalau-kalau dia ada di sana . nichkhun hanya ingin tahu jika junho
baik-baik saja di luar sana. nichkhun kembali memasang ear phone di telinganya
dan kembali memutar rekaman suara junho yang kemarin sempat dia dengar
Nichkhun
tersenyum paksa seraya memandang mp3 player yang ada dalam genggaman tangannya
saat dia mendengar kata-kata junho yang mengatakan jika dia mencintai nichkhun.
“apa aku
jahat ?!” Tanya nichkhun pada mp3 player itu dan kemudian menurunkan tangannya
yang tadi menggenggam mp3 player yang dia perhatikan.
#
#
#
#
#
#
#
Sementara itu
di sebuah bus . junho masih saja memandang kosong pemadangan yang sekarang
sudah berganti menjadi gelap dan hanya bisa dia lihat sedikit saja pemandangan
itu , hanya beberapa bagian yang terdapat penerangan lampu jalan saja yang
dapat dia lihat sedangkan bagian lainnya terlihat hitam tidak ada yang dapat
dia lihat . junho yang masih dalam pikiran kosong itu bahkan tidak sadar jika
bus yang dia tumpangi itu sudah berhenti sekarang
“hey ini
sudah pemberhentian terahir !!!” teriak sang supir bus geram pada junho , saat
ini hanya junho satu2nya penumpang yang ada di dalam bus itu
Junho
terjengkat kaget mendengar teriakan supir tadi dan kemudian memperhatikan
seluruh bus yang ternyata memang sudah kosong . “mianhae …. Apa ini bus terahir
juga ?!” Tanya junho yang baru saja kembali ke alam sadar.
“ne “ jawab
supir itu singkat dan ketus
“bisakah aku
kembali naik bus ini kembali ke seoul ?!” Tanya junho dengan ramah , dia tahu
jika saat ini dia tidak mendapatkan bantuan dari supir tadi dia akan berada
dalam masalah. Dia tidak akan bisa kembali ke seoul malam itu juga
“jika tidak
ingin pergi kemana2 kenapa kau naik bus ini ?!”
Junho hanya
tersenyum semu pada supir itu sebagai jawaban
“kau seorang
murid ?!” Tanya supir itu lagi memperhatikan baju junho yang ternyata sebuah
seragam sekolah
“ne …” junho
mengangguk seraya ikut memperhatikan penampilannya karena supir tadi
memperhatikan dia dengan begitu seksama. Junho mendesah frustasi saat mendapati
dirinya aut-autan karena baru saja ikut tauran dengan wajah yang sedikit lebam
, dan rambut yang acak2kan di tambah lagi baju seragam yang lusuh walau
demikian nama sekolah yang tertera dia sama tetap memberikan kesan baik pada
junho
“Apa kau
kabur dari rumah ?! kau bertengkar dengan ibumu ?! atau dengan ayahmu … orang
tuamu marah karena kau ikut tauran ?!” terka supir tadi menganalisi penampilan
junho
Junho
tersenyum kecil dan mengangguk “ walau tidak semuanya benar tapi kurang lebih
begitu … aku sebenarnya tidak berniat kabur hanya saja … aku ingin keluar dari
rumah sebentar dan malah tidak tahu aku sudah di sini saat ini …”
“aku juga
punya anak se-usiamu … sebagai orang tua … aku juga pasti akan marah saat
anakku tauran dan melakukan hal2 yang salah … tapi itu karena kami orang tua
menyanyangi anak kami dan tidak ingin dia terluka … walau sebenarnya saat
seusiamu aku juga suka sekali berkelahi … tapi saat anakku yang berkelahi aku
tidak suka dia melakukannya malah aku marah padanya … hehehehehe “
Junho juga
ikut tersenyum dengan apa yang di jelaskan oleh supir tadi , yah walau masalah
yang dia hadapi saat ini tidak seperti apa yang di pikir supir tadi tapi apa
yang di katakannya ada benarnya juga ,
“sebenarnya
aku bertengkar dengan … “ junho bicara dengan tidak yakin dan kemudian kembali
tersenyum “kakakku … dia yang marah padaku saat aku berkelahi ..” lanjut junho
dengan sedikit helaan nafas ringan
“kakakmu atau
siapapun itu … dia pasti sangat menyayangimu maka dari itu dia marah … jika
saja dia tidak perduli dia tidak akan susah2 bicara dengan mu …”
“benarkah ?
aku ingin dia menyayangiku dengan cara yang berbeda …bukan seperti ini …” ujar
junho dan pikirannya kembali melayang entah kemana saat ini .
“sudahlah …
minta maaf saja pada kakakmu itu lagi pula dia hanya tidak mau kau terluka … sekarang kita kembali ke seoul saja ….”
Supir bus itu kembali membalikan badannya kearah depan dan menyalakan mesin bus
itu untuk segera kembali menuju seoul
#
#
#
#
#
#
#
#
#
Waktu sudah
menujukan pukul 03.27 dan junho baru saja masuk kedalam rumahnya bersama dengan
nichkhun. Junho berjalan memperhatian bagian ruang tengah rumahnya dengan lampu
yang masih menyala , mata junho mencari kesekeliling berharap dia bisa
menemukan nichkhun di sana , apakah egois baginya jika dia ingin nichkhun
menunggunya setidaknya itu bisa membuat junho merasa jika nichkhun benar2
perduli padanya . tapi sayang harapan junho itu tidak terkabul seluruh bagian
rumah kecuali kamar mereka yang belum dia datangi kosong dan sudah di bereskan
dengan rapi. Junho mengehela nafas berat dan berjalan menaiki anak tangga satu
persatu menuju kamarnya
Kriet
Pintu kamar
itu di buka dan masuklah junho kedalamnya , walau masih terhalang dinding kaca
transparan junho sudah bisa melihat nickhun berbaring menyamping di atas kasur
dengan menjadikan tangan kanannya sebagai alas tidur kepalanya , dia juga tidak
memakai selimut untuk menutupi tubuhnya . junho berjalan membuka pintu kaca
yang menghalangi tempat tidur itu dari pintu masuk kamar dan ahirnya dia duduk
di pinggiran ranjang di samping nichkhun yang terbaring disana. Junho perlahan
menarik selimut yang tertindih kaki nichkhun dan dengan perlahan menutupi tubuh
nichkhun dengan selimut berwarna merah itu . junho sempat berpikir kenapa
sebagian besar isi rumahnya berwarna merah ? dan karena itu pemberian ibu
nichkhn junho menebak jika nichkhun menyukai warna merah.
Junho hanya
duduk memandangi wajah nichkhun dalam tidurnya yang terlihat gurat kelelahan di
sana , junho berharap jika kali ini tebakannya benar , jika nichkhun
menunggunya hingga tidak sengaja tertidur setidaknya harapan junho itu memiliki
sedikit titik cerah karena melihat posisi tidur nichkhun saja sudah dapat di
pastikan jika dia tidak dalam keadaan siap tidur tadi
“kita …
berbeda …. “ gumam junho masih memandangi nichkhun yang tertidur di
sampingnya,junho tidak berniat untuk tidur hingga pagi hari malam ini , karena
matanya pun sama sekali tidak merasa mengantuk dan junho memutuskan menunggu
waktu pagi dengan memandangi orang yang tertidur tadi
Pagi hari
Nichkhun
bergerak tidak nyaman saat matanya masih tertutup sedangkan tangan kanannya
dengan reflex memegangi pundak sebelah kirinya yang terasa sakit dan kaku
karena semalaman dia tidur dengan menggunakan tangan kirinya sebaga alas tidur.
Mata nichkhun terbuka perlahan memperhatikan ruang kamarnya . nichkhun
menyerngit saat mendapati selimut sudah menutupi tubuhnya padahal dia ingat
dengan jelas dia tidak memakai selimut semalam.
Tiba2
terdengar suara keciprakan air dari arah kamar mandi membuat nichkhun mengerti
jika junho sudah pulang . nichkhun segera bangun dan keluar dari kamarnya untuk
mandi di kamar mandi luar agar menghemat waktunya dari pada menunggu junho
selesai
Setelah acara
mandi dan bersiap mereka selesai junho dan nichkhun saat ini duduk manis di
kursi masing2 yang saling berhadapan tidak ada kata yang terontar dari bibir
mereka masing selain suara dentingan alat makan yang beradu dengan piring atau
suara gemericik air yang di tuangkan nichkhun kedalam gelas kosong di
sampingnya . mereka berdua menikmati sarapan dengan rasa yang hambar walau
mungkin makanan itu enak tapi rasanya tawar di mulut junho maupun nichkhun.karena
kecanggungan yang tercipta pagi itu
“aku
berangkat !” tiba2 saja junho memecah keheningan di ruang makan dengan bicara
seraya berdiri dari kursinya . junho memakai tas rensel di punggungnya dan
memandang nichkhun “aku berangkat duluan !” pamitnya dan berjalan hendak
meninggalkan meja makan .
Nichkhun
segera meletakan garpu di tangannya dan memegang pergelangan tangan junho yang
hampir saja menjauh dari meja makan dengan tangan kirinya itu membuat langkah
junho terhenti dan memandang tangan nichkhun yang tengah memegang pergelangan
tangannya
“mianhae …”
nichkhun bicara tanpa berani memandang wajah junho dan hanya memandang
tangannya saja sama dengan apa yang junho lakukan tapi perlahan pandangan mata
junho beralih ke wajah nichkhun yang masih belum memperhatikannya “kita baru saja
menikah … bahkan baru satu bulan tinggal bersama … aku minta maaf jika aku
menyinggung perasaan mu … tapi … “ nichkhun mendongak menatap wajah junho yang
tengah memperhatikan dia bicara “hanya butuh waktu untuk saling mengerti dan
memahami bukan ?!” Tanya sekaligus pernyataan dari nichkhun , nichkhun
melonggarkan pegangan tangannya hingga merosot ke telapak tangan junho dan
menggenggamnya “kau mau memaafkan aku ?!” Tanya nichkhun lagi
Junho
menghela nafas sesaat dan setelah itu dia tersenyum ceria seperti biasanya .
“ada film yang ingin aku tonton … pulang sekolah pergi bersama ?!” ajaknya
dengan ada kembali ceria dengan seketika . sungguh perubahan mood yang sangat
kilat . apa anak remaja selalu seperti itu ?! pikir nichkhun
nichkhun juga
ikut tersenyum dan mengangguk “baiklah …” jawabnya terlihat lebih santai hingga
tanpa di sadari genggaman tangannya terlepas begitu saja
“aku pergi
dulu …”
“wae ? kita
bisa berangkat bersama ?!” nichkhun bertanya dengan wajah heran plus bingungnya
karena dia berpikir junho masih marah padanya karena tidak mau berangkat
bersama lagi
“aku ada
janji dengan temanku … lagi pula sudah lama tidak naik bus … aku rasa kau akan
terlambat jika mengantarku dulu … jadi aku pergi sendiri saja …”
“oh …”
nichkhun mengangguk mengiyakan apa yang junho katakan padanya,
“bye “ junho
melambaikan tanganya sekilas dan kemudian pergi meninggalkan nichkhun yang
masih duduk di kursi meja makan
#
#
#
#
#
“10 menit lagi rapat di mulai …” seorang sekertari yeoja menghampiri nichkhun dan mengingatkannya akan rapat yang harus dia hadiri , nichkhun yang tengah duduk dengan berbagai macam rupa benda di atas mejanya hanya mengangguk menanggapi
#
#
#
#
“10 menit lagi rapat di mulai …” seorang sekertari yeoja menghampiri nichkhun dan mengingatkannya akan rapat yang harus dia hadiri , nichkhun yang tengah duduk dengan berbagai macam rupa benda di atas mejanya hanya mengangguk menanggapi
Tiba2
terdengar suara dering posel yang nichkhun yakini miliknya bebarapa saat
nichkhun mencari dimana letak ponsel itu karena mejanya begitu berantakan
hingga dia harus menyingkirkan beberapa kertas dan juga dukumen yang ada di
atas meja itu mengangatnya sekilas untuk melihat apakan ponsel nya tertindih di
bawah sana .
“ini !” ujar
sekertarisnya memberikan ponsel nichkhun pada sang pemilik
“yeoboseyo “
“apa kau sibuk ? aku pulang lebih
cepat hari ini … karena pembagian rapor … apa kita bisa pergi nonton sekarang
?”
Nichkhun memandang sekertarisnya sekilas lalu
kembali focus menelpon “anii … aku akan pergi ke tempat mu … sekarang aku
dimana ?!”
“kita bertemu di bioskop saja … aku
tunggu disana ..ok ?!”
“ne …”
nichkhun memutuskan sambungan telpon setelah percakapan singkat dan padat
mereka itu selesai
“aku harus
pergi … kau bisa membatalkan rapatnya ?!” Tanya nichkhun pada sekertarisnya
“jika anda
yang memerintahkannya tentu saja bisa … jangankan membatalkan rapat membatalkan
pemilu saja asal anda mengatakannya pemilu akan di batalkan “
“yach … aku
serius …”
“ne … aku
akan memberi tahu jika rapatnya di batalkan “ ujar yeoja itu dan membungkuk
hormat setelah itu keluar dari ruangan nichkhun
Di bioskop
Nichkhun
berjalan seraya celingukan mencari dimana sosok junho,seharusnya itu mudah ,
dia hanya perlu mencari namja dengan rambut yang mencolok dengan warna merah
menyala pasti itu adalah junho tapi
ternyata itu sulit juga karena dia tidak menemukan namja dengan rambut merah
menyala di antara manusia-manusia itu.
“dia tidak
ada … apa bukan di bioskop ini ?!” Tanya nichkhun bergumam pada dirinya sendiri
seraya berjalan menembus kerumunan orang masih dengan mencari dimana junho.
Filmnya sudah mau di putar karena kerimunan orang itu berjalan kearah pintu
masuk satu persatu membuat ruang tunggu itu semakin lama semakin menyepi
“dia tidak
mengerjaiku kan ??!” Tanya nichkhun heran tapi tiba-tiba ada gelas minuman di
depan wajahnya membuat nichkhun sempat emosi dan ingin memarahi orang yang
menyodorkan minuman itu begitu dekat dengan wajahnya
“kau
mencariku ?!” Tanya sebuah suara dari arah belakang nichkhun membuatnya
mengurungkan niat untuk marah-marah.nichkhun berbalik untuk dapat melihat sosok
orang itu
“kau kemana
saja ? aku mencarimu !” Tanya nichkhun sembari mengambil cup minuman dari
tangan junho dan menyeruput isinya
“aku sengaja
bersembunyi … agar kau kebingungan mencariku “ jawab junho polos
“yach !!”
geram nichkhun berbancang2 akan memukul junho dengan bunga yang baru saja dia
rebut dari tangan junho tanpa sadar .
“aku hanya
bercanda !” jelas junho langsung saat melihat gelagat nichkhun yang sudah mau
melakukan KDRT lagi padanya
“eh ?!”
nichkhun melihat bingung bunga yang sekarang ada di tangannya memperhatikan
buket bunga warna warni yang begitu indah di tangannya, ”kau … untuk apa
membeli bunga ini ?! apa ini untukku ?!” Tanya nichkhun masih bingung dan heran
karena dia baru sadar jika junho membawa bunga dan dia malah merebutnya untuk
di jadikan alat pukul
“ne ….
Sebenarnya aku tadi sudah membeli tiket dan juga sudah membeli minuman dan ini
…” junho menunjukan pop corn yang dia letakan di kursi tunggu “tapi aku rasa
akan lebih baik jika aku membelikan bunga maka dari itu aku pergi sebentar tadi
membelinya membuat mu mencariku … tapi jika tidak suka berikan saja pada
penjaga pintu itu …” tunjuk junho pada penjaga di depan pintu masuk ke dalam
ruang bioskop
“bodoh !”
umpat nichkhun pelan dan tersenyum dengan menunduk “ gomawo “ ujarnya lagi
seraya tersenyum manis pada junho membuat junho beberapa detik terdiam dan
mengedipkan matanya berkali2 bingung
“kau suka ?!”
Tanya junho bego padahal sudah pasti nichkhun menyukainya dengan ekspresi
seperti itu tapi dia malah balik bertanya hal yang sudah pasti. Nichkhun
mengangguk pelan ikutan bingung dengan tampang polos kelewatan junho
“filmnya
sudah di mulai kajja !” ajak nichkhun menyeret junho yang sekarang malah
tersenyum bahagia setelah dia mengerti jika nichkhun menyukainya
Nichkhun dan
junho menonton film action di sebuah bioskop yang bukan kelas vip sehingga
kursinya hanya berderet saja tidak kursi sofa yang hanya untuk berdua dengan
sebuah meja di depannya . selama film berlangsung semua tenang dan nyaman baik
junho ataupun nichkhun sama2 berkonsentrasi pada film itu kecuali saat ada
penonton yang di depan mereka berciuman hingga junho dan nichkhun bisa
melihatnya dari sela kursi depan dan rupanya itu mengganggu konsentrasi junho
pada film yang tengah dia tonton
“aish … dia
ingin aku melemparnya dengan sepatu !” gumam junho pelan melihat pasangan mesum
di depannya
“geurae …
lempar saja … pasti akan terjadi kejadian yang seru !” gumam nichkhun juga
pelan menjawab umpatan junho tadi
“sepatuku
terlalu mewah untuk melempar mereka berdua “ kilah junho dan menyuapkan popcorn
ke dalam mulutnya hingga penuh dengan kesal
“pakai ini
saja !” nichkhun mengambil satu popcorn dan memberikannya pada junho “kajja !”
titah nichkhun mulai ikutan nakal kaya junho . junho terkikik pelan dan
mengangguk setalah itu dia melemparkan satu persatu pop corn kearah pasangan tadi
. awalnya pasangan itu tidak terlalu perduli dengan lemparan junho tapi karena
lemparan itu terus terjadi membuat namja di hadapan junho itu geram dan
berbalik kearah junho dan nichkhun. Junho yang sempat akan ketahuan karena
tangannya sudah melayang di udara untuk melemparkan pop corn lagi segera
berbalik ke samping kanannya dan memeluk nichkhun sekaligus menempelkan
bibirnya dengan bibir nichkhun
“emmphh”
nichkhun terbelalak kaget akibat perbuatan junho itu tapi melihat dengan sudut
matanya namja di depan sudah berancang ngamuk membuat nichkhun diam saja dan
menerima perlakuan junho padanya . namja yang hampir marah tadi ahirnya kembali
berbalik ke depan karena dia juga merasa tidak nyaman jika harus mengganggu
kenyamanan orang lain . berbanding terbalik dengan junho dan nichkhun yang
sudah menganggu mereka #plaaak
Seusai
menoton film tadi junho dan nichkhun berjalan-jalan di pusat perbelanjaan yang
ada di dekat bioskop tadi entah apa yang menjadi tujuan mereka yang jelas
nichkhun dan junho hanya berjalan-jalan saja
“khunie-ah …”
panggil junho menghentikan langkah kaki nichkhun.
“wae ?!”
junho mendekati nichkhun dan membuka jas yang dia kenakan lalu melepaskan dasi
yang nichkhun pakai setelah itu dia membuka jaketnya sendiri dan memakaikannya
pada nichkhun
“jika seperti
ini lebih terlihat santai … “ ujar junho memperhatikan nichkhun dari atas
hingga bawah dengan cermat seraya melipat tangan di depan dada dengan jas
nichkhun tadi yang masih ada di tangannya membuat nichkhun juga ikut melihat
penampilannya .tapi junho menggelengkan kepalanya saat dia malihat sepatu yang
nichkhun pakai
“kajja … kita
beli sepatu untukmu !” ajak junho dan menarik tangan nichkhun berjalan dengan
cepat menuju sebuah toko sepatu , begitu masuk seorang pelayan yeoja langsung
membungkuk hormat dan juga tersenyum ramah
“selamat
datang !” ujar pelayan itu dan mempersilahkan nichkhun dan junho untuk masuk
lebih dalam . junho berjalan ka area dimana terdapat sepatu2 sport dan mulai
memilih dan memilah sepatu2 itu bagitupun dengan nichkhun yang mulai memilih di
antara banyak sepatu
Nichkhun
mengambil satu sepatu dan membawanya ke sebiah kursi untuk mencoba sepatu itu
“bagaimana jika ini ?!” Tanya nichkhun sedikit menaikan nada bicaranya karena
junho berdiri agak jauh darinya
“ini … coba
yang ini !” junho berjongkok di depan nichkhun yang tengah duduk , junho
membuka sepatu yang tadi nichkhun coba dan menggantinya dengan sepatu yang dia
pilih “bagaimana ? kau suka ?!” Tanya junho mendongak menatap nichkhun yang
juga memperhatikan kakinya yang sudah terpasang sepatu tadi
“kau akan
membelikan ku sepatu ?!”
“emm” dehan
junho dengan nada dan intonasi yang mangatakan kata ‘iya’
“kenapa harus
sepatu yang ini ?! yang ini juga bagus “ nichkhun menujukan satu buah sepatu
yang tadi dia pilih pada junho .
“kau tidak
suka ?!” Tanya junho kembali melepaskan sepatu tadi dari kaki nichkhun
“junho-ah …
kau tahu mitos mengatakan jika kau membelikan kekasih mu sepatu maka dia akan
lari darimu !” junho kembali mendongak dengan wajah datar
“tapi kau
bukan kekasihku ‘kan?!” nichkhun memajukan bibirnya seraya mengedikan bahu
riangan tidak perduli dengan mitos2 tadi ataupun jawaban junho yang dingin
padanya
“ini bayar
sendiri !” junho melemparkan sepatu yang tadi nichkhun pilih ke pangkuan
nichkhun seraya berdiri . “aku ambil ini !” ucap junho pada pelayan tadi dan
memberikan sepatu yang junho coba pakaikan pada nichkhun tadi
“kau tidak
jadi membelikan aku sepatu ?!” Tanya nichkhun heran mendongak menatap junho
yang sudah berdiri di depannya
“kau sudah
besar bayar saja sendiri … pokoknya kita bayar masing-masing !” tandas junho
dan berjalan meninggalkan nichkhun untuk membayar sepatunya
“dia kenapa
?!” Tanya nichkhun cemberut manyun kesal dengan sikap junho itu
“sepertinya
.. dia tidak ingin anda lari darinya “ ujar sang pelayan yang sejak tadi
berdiri memperhatikan nichkhun dan junho.
“mwo ?!”
“dia tiba-tiba
berubah ekspresi saat anda katakan mitos itu
…”
“benarkah ?!
aku ambil yang sama persis dengan sepatu itu … apa masih ada ?!” nichkhun
menunjukan sepatu yang junho pilih tadi yang sekarang ada di tangan pelayan itu
“ne …
kebetulan ini hanya ada dua di toko kami … tapi yang satu lagi lebih besar satu
nomor ..” jelas pelayan tadi menyesal
“gwaenchana …
aku ambil itu “
“ne “
Setelah
keluar dari toko sepatu nichkhun dan junho kembali jalan-jalan. Nichkhun yang
kehausan meminta junho untuk beristirahat di sebauh café tapi junho malah
membelikan nichkhun es krim dan terus berjalan2 membuat nichkhun mengumpat
kesal tapi tetap saja mengikuti langkah kaki junho . Seharian itu mereka terus
saja bermain di luar pergi ke berbagai tempat mulai dari nonton membeli sepatu
jalan-jalan di pusat perbelanjaan dan berbelanja beberapa barang hingga tanpa
sengaja sepulang dari pusat perbelanjaan di dalam mobil nichkhun melihat
bagunan museum dari jendela di samping kanannya
“junho aku
mau pergi kesana !” ajak nichkhun tiba2 dengan nada manja dan menujukan bagunan
museum itu pada junho yang tengah menyetir
“apa ? kau
mau pergi ke museum ?” Tanya junho melihat sekilas kearah yang di tunjukan
tangan nichkhun dan kembali berfokus ke jalanan karena dia tengah menyetir
“ne … kau mau
?!”
“baiklah …”
junho memutar kembali mobil yang mereka tumpangi untuk pergi ke museum yang di
tunjukan nichkhun
Di museum
Nichkhun dan
junho melihat-lihat banda-banda yang ada di museum itu mulia dari fosil
binatang purba hingga keramik-keramik kuno . beberapa mata uang kuno juga di
pajang dengan cantik di dalam sebuah lemari kaca. Nichkhun berhenti di depan
sebuah gambar manusia purba dengan tongkat kayu yang terlihat seperti tongkat
basse ball *bener gak sih nulisnya* hanya saja tongkat itu lebih besar dan
lebih pendek dari tongkat base ball
“dia mirip
dengan mu “ ujar junho bergurau tapi dengan nada yang sangat serius yang di
dramatisir
“kau tidak
sadar jika dia itu kembaran mu !” timpal nichkhun dan meninggalkan junho untuk
melihat banda yang lainnya dengan respon
yang sangat dingin seolah tidak perduli dengan apa yang di katakan junho
Sekarang
malah giliran junho yang berdiri di depan sebuah lukisan yang menampakan
seorang yeoja yang tengah menyusui anaknya namun karena itu lukisan zaman
dahulu yeoja tadi tidak mengenakan pakaian yang layak hingga akan masuk
kategori porno grafi jika di buat pada zaman sekarang
Nichkhun
menghampiri junho dan melihat arah pandangan matanya membuat nichkhun juga
menemukan lukisan tadi ,nichkhun memandang junho dengan kesal
“dasar
pervert !!!” dia memukul kepala junho dengan gulungan kertas yang di dapatkan
dari penjaga museum dengan gemas untuk menghukum junho yang sudah nakal
memandang lukisan tadi dengan pandangan mesumnya
“ahh … appo …
hentikan !!!” rengek junho menghindar dari pukulan nichkhun . karena nichkhun
masih saja bisa memukulnya tepat sasaran walau dia sudah menghindar junho
memutuskan untuk memegangi tangan nichkhun dan memeluknya
“tenang saja
khunie …jangan khawatir hanya kau yang
bisa membuatku bergairah !” ujar junho menggoda berbisik dengan manja di
telinga nichkhun saat nichkhun ada dalam pelukannya. Membuat nichkhun seketika
terdiam merasakan hawa panas yang merambat di kedua pipinya. Rasanya tubuh nichkhun
membeku seketika dengan godaan mesum dari junho itu hingga dia mendengar sebuah
suara yang tak lain adalah poselnya
“lepaskan
!!!” nichkhun melepaskan pelukan junho dengan kasar saat ponselnya berdering ,
nichkhun lalu merogoh saku celananya dan mengangkat panggilan telpon yang masuk
“ne …waeyo ?!” ucapnya setelah mendengar suara dari sebrang sana begitu dia
meletakan ponsel itu di telinga kanannya
“…………..”
“OMG …. Aku
lupa ! aku akan kesana sekarang … gomawo noona !”
“ada apa ?!”
junho bertanya dengan raut wajah khawatir saat melihat nichkhun panic setelah
menerima telpon barusan
“aku lupa
jika hari ini aku mendapatkan undangan dari salah seorang klien penting … aku
harus kesana “
“oh …
pergilah !” junho mencoba bersikap dingin dan bijak dia lalu kembali memandang
lukisan tadi dengan tatapan kosong, dengan situasi yang terjadi dia tahu jika
nichkhun harus pergi dan walau hatinya tidak ingin nichkhun meninggalkannya
tentu saja dia tidak boleh egois perusahaan yang nichkhun tangani saat ini
adalah perusahaan keluarganya dan jika terjadi sesuatu gara-gara hal ini maka
dampaknya akan besar bagi keluarga nichkhun, dan tentu junho tidak ingin itu
terjadi terlebih lagi jika dia adalah penyebabnya
“kau ikut kan
?!” Tanya nichkhun lagi.
Junho menoleh
lagi kearah nichkhun “aku ?!” Tanya junho tidak yakin dengan menujukan wajahnya
sendiri dengan jari telunjuknya
“lalu kau
pikir siapa ?! tentu saja kau …”
“oh … baiklah
jika aku tidak akan menyusahkan mu …”
“menyusahkan
apa …?” nichkhun memeluk tangan kanan junho dengan manja dan bersandar di
bahunya “Sekarang kita ke rumah ganti baju dan berangkat bersama , ok ?!” junho
mengangguk menanggapi tawaran nichkhun
itu dan kemudian merekapun keluar dari museum untuk pulang ganti baju ke rumah
‘dia kenapa
belakangan ini aneh’ gumam junho dalam hatinya seraya menggelengkan kepala
bingung saat mereka berjalan kearea parkir
In junnich
home
“khunie-ah …
cepatlah kau bilang kita terlambat tapi lama sekali “ umpat junho gak sabaran
berteriak di depan cermin yang ada di samping pintu keluar dari rumah mereka.
Junho membenarkan ikatan dasinya seraya bercermin dan kembali menata rambutnya
dengan apik
“ne … kajja
!” junho tersenyum saat melihat nichkhun berjalan dengan mengancingkan jasnya
di dalam cermin yang ada di depannya, junho lalu berbalik untuk memuji
penampilan nichkhun malam itu
“wah kau
gagah sekali !” puji junho dengan nada meledek pada nichkhun, nichkhun yang
baru saja selesai merapikan dirinya langsung saja menatap junho dengan tajam
namun selang persekian detik tatapan tajam nichkhun berubah menjadi tatapan
kagum, tatapan kagum yang di tujukan pada junho darinya . nichkhun
memperhatikan junho dari atas hingga kaki lalu kembali lagi ke atas dan
memperhatikan kembali pakaian junho
“kau … kau …”
nichkhun hanya bisa bergumam saja saat melihat penampilan junho dengan setelah
jas hitam dengan motip bagian depan berwarna putih yang di padukan dengan dasi
silver, junho sudah mengalahkan mempelai pria jika dia hadir dengan pakaian
seperti ini
“wae ?! apa
aku terlihat sangat tampan hingga kau tidak dapat berkata2 ?! aku sebenarnya
sudah lama tahu jika aku ini sangat tampan dan berkarisma tapi aku baru sadar
jika aku lebih tampan dari apa yang aku bayangkan selama ini saat melihat
ekspresimu yang sekarang ?! benarkah aku setampan itu ?! oh … rasanya aku tidak
mau percaya !” junho bicara dengan nada bangganya seraya tersenyum dan tertawa
bangga yang di paksakan untuk rendah hati membuatnya terlihat seperti orang
yang pelit tapi berpura2 dermawan. Junho menggelengkan kepalanya tidak jelas
seolah dia malu karena di puji padahal nichkhun tidak mengatakan apa-apa
“enak saja …
itu dasi yang kau pakai itu punyaku !! “ nichkhun menunjuk dasi yang junho
pakai dan kemudian menjulurkan lidahnya pura2 muntah “aku hanya ingin
mengatakan itu saja … aku sulit mengatakannya karena aku takut kau tersinggung
“kilah nichkhun dengan cepat secepat kilat dia sungguh tidak bisa mengakui apa
yang junho katakan jika dia benar2 menarik dan juga berkarisma apa lagi kata
tampan itu memang sudah menjadi cap di wajah junho. Tapi tidak di puji saja dia
sudah seperti itu apalagi jika di puji junho sungguh bisa melayang ke langit ke
tujuh dan lupa pulang lagi ke dunia
“tapi ini
punyaku … punyamu kan itu kau pakai sendiri !” junho membalas dengan menujukan
dasi yang sudah terpasang dengan rapi di leher nichkhun yang tidak lain juga
berwarna silver sama dengan yang junho kenakan . nichkhun memegangi dasi yang
melingkar di lehernya lalu berdeham canggung
“ehm …”
nichkhun mengalihkan pandangannya ke arah lain untuk berpikir apa yang akan dia
katakan sebagai jawaban atas pernyataan junho tadi yang sudah membuatnya mati
kutu “aku punya dua … sudahlah kajja !” nichkhun mengalihkan perhatian dengan
mengajak junho segera berangkat dari sana dengan segera keluar dari rumah.
Nichkhun mengenakan setelan jas serba hitam hanya saja dasinya berwarna silver
dengan sedikit ornament blink-blink di serat kain jasnya membuat jas hitam yang
sudah sangat berkelas itu semakin terlihat elegan dan juga mewah. Junho hanya
bisa berjalan mengikuti nichkhun keluar dari rumah tanpa mempertanyakan apapun
lagi
In party
“aku minta
maaf karena aku terlambat … tapi…. selamat atas pernikahan mu “ nichkhun
mengulurkn tangannya untuk berjabat tangan dengan sang empunya pesta yang di
ketahui bernama jinwoon
“aniya..
gwaenchana … kau pasti sibuk hari ini …” ujar jinwoon dengan nada pengertiannya
membalas jabatan tangan nichkhun. Setelah itu jinwoon melepaskan jabatan
tangannya dan beralih pada junho
“selamat atas
pernikahan anda “ ujar junho seraya berjabat tangan dengan jinwoon
“ne …
gamsahamnida … “ jinwoon kembali melepaskan jabatan tangannya dengan junho lalu
menoleh kearah nichkhun.
“dimana
istrimu ?!” Tanya nichkhun memperhatikan beberapa tamu dan dia tidak dapat
melihat istri dari jinwoon
“ah , dia
sedang ganti baju .. aku tidak tahu kenapa dia ingin menggunakan gaun yang
berbeda saat resepsi … tapi …” jinwoon menghentikan kata-katanya dan memperhatikan
junho yang berdiri di samping nichkhun “aku tidak menyangka kalian bisa datang
bersama … aku sungguh senang …”
“oh … benarkah
?!” nichkhun hanya bisa menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal
saat dia tidak tahu harus mengtakan apa untuk menjawab jinwoon
“hehehe ,,,
silahkan kalian nikmati pestanya … aku harus menemui undangan yang lain “
jinwoon tersenyum pada junho dan nichkhun
“ne … kami
tidak akan sungkan !” jawab junho dengan tersenyum ramah, seolah menegaskan
jika ucapannya itu hanya sekedar ucapan untuk memperakrab mereka
“hahaha …
baiklah !” jinwoon menepuk bahu junho ringan saat dia berjalan meninggalkannya
.
“wae ?!”
junho merengut saat melihat nichkhun yang memperhatikannya dengan tatapan
dingin nan tajam seraya menyilangkan tangan di depan dada
“ani … hanya
saja sejak kapan kau bersikap baik seperti itu ?! biasanya kau akan melakukan
hal-hal tidak terduga “
“oh aku hanya
… beradaptasi saja dengan habitat baruku …”
“ne .. kau
memang hewan yang baru saja bermigrasi …” jawab nichkhun menyindir dan junho
dengan santai dan mengambil sebuah gelas yang di bawa pelayan namja yang
berkeliaran di ruangan pesta
“junho !”
nichkhun mengambil gelas dari tangan junho dan menggantinya dengan gelas lain
yang isinya adalah minuman non alcohol “kau masih murid sma … jadi jangan minum
minuman seperti ini !” ceramah nichkhun sudah seperti kekek kakek pada junho
membuat junho mencelos ,
“aish … tidak
bisakah jika dalam keadaan tertentu kau melupakan status social ?!“ protes
junho geram pada nichkhun tapi tetap saja dia meminum isi gelas yang nichkhun
berikan padanya
“nichkhun ?!”
nichkhun dan junho dengan serempak berbalik memandang seseorang yang
memanggilnya .
“si…siwon-shi
?!” gumam nichkhun dengan tidak percaya
memandang orang yang memanggilnya barusan
“sudah sangat
lama tidak bertemu … aku sangat merindukan mu !” perkataan namja itu sontak
membuat junho terdiam dengan mulut yang sedikit terbuka memicingkan matanya
memperhatikan namja tadi denga seksam dan nichkhun menjatuhkan gelas yang dia
pegang ke lantai untung saja tidak pecah karena membentur sepatunya terlebih
dahulu. Nichkhun hanya bisa membuka mulutnya dan kembali menutup mulutnya tidak
tahu kata apa yang harus dia ucapkan untuk menjawab pernyataan orang itu .
nichkhun menoleh kearah junho sekilas dan dapat dia lihat jika mata junho sudah
sangat tajam memandnag orang itu
“itu …. Kita
…” gumam nichkhun masih terksima dengan apa yang baru saja terjadi tapi naja
yang dia panggil iwon itu malah langsung memegang tangan nichkhun dan tersenyum
“jika kau
tidak kembali ke korea setelah lulus mungkin sekarang kita sudah bersama …”
ujar namja itu masih dengan mengumbar senyum yang katanya menawan itu
“MWO ?!”
nichkhun semakin kaget dnegan apa yang di sampaikan orang itu di depan junho
hingga dia lupa untuk menarik kembali tangannya dari namja itu
“kau datang
bersama siapa ?!”
“dia …”
nichkhun mengalihkan pandangan matanya pada junho yang masih berdiri di
sampingnya walau mata junho kini tertuju pada tangan nichkhun yang tengah di
genggam orang itu
“dia … dia …
adikmu ?!” Tanya orang itu menerka dengan wajah yang sangat percaya diri jika
perkataannya itu pasti benar
“aku permisi
!” junho berbalik hendak meninggalkan nichkhun tapi saat dia hendak
melangkahkahkan kakinya junho merasakan seseorang memegang tangannya dengan
erat menahan dirinya dengan kuat.
Junho
berbalik dan mendapati nichkhun suda melepaskan tangan namja itu dan memegang
tangannya seraya menatap wajah junho “jangan pergi “ ujar nichkhun meminta
dengan lembut
“kalian … apa
kalian … ber…. berpacaran ?!” namja tadi
menunjuk junho dan nichkhun bergantian
“anii … kami
sudah menikah “ jawab nichkhun masih memegang tangan junho dengan erat. Walau
dia menjawab pertanyaan namja tadi tapi mata nichkhun tetap terpaku pada wajah
junho dengan senyum lembutnya
Junho juga
perlahan mengangkat kedua sisi bibirnya untuk mengukir sebuah senyum tulus pada
nichkhun
In khunho home
Nichkhun
duduk bersandar di sofa yang ada di ruangan santai di lantai satu rumahnya , dia
terlihat memijat pelipisnya dengan kedua tangan , entah mengapa dia merasa
tidak enak badan belakangan ini
“kau kenapa
?!” junho duduk di samping nichkhun dan memperhatikan raut wajah nichkhun yang
terlihat pucat dan letih
“molla …
beberapa hari ini aku merasa kepalaku berat dan juga pusing … perutku juga
rasanya tidak nyaman …” keluh nichkhun dan berpindah posisi menjadi bersandar
pada junho , junho mengerakan tangannya ke belakang tubuh nichkhun yang duduk
di sampingnya untuk memeluk nichkhun dan mengelus2 lembut bahu nichkhun dengan
tangannya itu
“kau mau ke
dokter ?!”
“shiro …”
nichkhun menggelengkan kepalanya yang masih bersadar di bahu kiri junho itu
“lalu ?! mau
bagaimana ?!” Tanya junho bingung ,nichkhun mendongak menatap wajah junho
“setelah
tidur juga aku akan baik-baik saja … “
“khun-ah ….
Namja itu … dia … dia mantan pacarmu ?!” junho bicara dengan snagat ragu2 untuk
bertanya tentang hal yang sangat membuatnya terganggu karena rasa penasaran itu
“ani … dia
teman kuliahku …. Dia menyukaiku dulu …”
“sepertinya
hingga saat ini dia masih menyukaimu … dia sangat shock saat mendengar kau
sudah menikah … tapi benarkah dia bukan pacarmu … berapa banyak mantan pacarmu sebelum
menikah ?!“
“aku tidak
pernah menerimanya sebagai pacarku … dan aku hanya punya satu mantan pacar … “
“woah ..
jinja ?! aku tidak percaya kau hanya punya satu mantan pacar … dan orang itu
bukan pacarmu … tapi kenapa kau tidak meniha dengannya saja ? … dia itu namja
yang tinggi , kekar dan juga mapan berbanding terbalik denganku “
“mantan
pacarku … dia meninggal saat dalam perjalanan ke acara pertunangan kami … “
nichkhun tersenyum miris masih dalam pelukan junho,matanya seolah menerawang
jauh mengingat masa lalu indahnya bersama cinta pertama dan satu2nya mantan
kekasihnya itu. Junho hanya bisa memperhatikan wajah nichkhun yang masih
menampakan guratan kesedihan saat mengatakan hal ini.
“kau masih
mencintainya ?!” ada sedikit rasa tidak nyaman yang tidak dapat di gambarkan
oleh junho saat dia bertanya demikian sebuah perasaan seolah ingin meledak
berapi-api dalam dadanya, bercampur dengan rasa menusuk tajam di ulu hatinya
“aku belum
melupakannya … tapi … aku juga tidak tahu rasanya … tidak seperti dulu … saat
bersama mu … “ nichkhun tersenyum memandang wajah junho dan menggenggam tangan
kanan junho lembut. Matanya menyiratkan sebuah ketulusan dan juga sebuah
kejujuran yang dapat di rasakan oleh junho saat ini. “lagi pula …aku tidak
menerima cinta siwon dan juga menikah dengannya karena dia tidak bisa membuatku
jatuh cinta padanya “
“jadi maksud
mu … aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku ?!” nichkhun mengerjapkan matanya
berulang kali mencari jawaban yang pas untuk menjawab pertanyaan junho . jika
dia mengatakan pada junho dia mencintainya junho bisa girang minta ampun dan
semakin percaya diri saja tapi jika dia tidak mengakuinya mungkin junho akan
marah dan kecewa padanya
“mungkin !”
jawab nichkhun singkat dan berdiri dari kursi “aku lelah aku tidur duluan !”
pamit nichkhun dan langsung melesat ke kamar mereka guna menghindari pertanyaan
yang mungkin akan di lontarkan junho setelah ini
“khunie… ahir
musim liburan ini bagaimana jika kita berkemah ?! kau mau ?!” nichkhun yang
sudah menaiki satu anak tangga kembali berbalik memandang junho yang masih
duduk di sofa dengan posisi yang sama sekali tidak berubah
“baiklah “
jawabnya singkat dan melanjutkan perjalanannya ke kamar
Dua minggu
kemudian
Nichkhun
membuka lemari es untuk mengambil bekal makanan yang akan mereka bawa berkemah
selama dua hari satu malam di sebuah perbukitan yang tidak jauh dari seoul ,
tapi dia langsung menutup mulut dan hidungnya saat mencium bau kimchi dan
berbagai makanan yang berbau menyengat seperti pasta kacang dan lainnya.
Nichkhun langsung mengambil kotak makanan dan segera menutupnya kembali
“kau sudah
siap ?!” junho bertanya seraya membereskan barang bawaan yang sudah di
kumpulkan di sofa untuk di pindahkan ke dalam mobil
“ne … bawa
ini juga … biar aku yang bawa itu “ nichkhun memberikan kotak makanan pada
junho dan mengambil tas rensel yang junho bawa , nichkhun mengambil sepasang
sepatu yang ada di lemari sepatu di dinding samping kanan sebelum pintu keluar
dan memakai sepatu itu sama dengan junho yang juga mengambil sepatu dari bagian
bawah lemari sepatu yang terbut dari kaca tadi dan memakainya dengan posisi
duduk di samping nichkhun.
“eh ? kenapa
kau memakai sepatu itu ?!” junho betanya dengan menunjuk sepatu yang sudah
terasang di kaki nichkhun yang sama persisi dengan yang ada di tangannya
“aku
membelinya “ jawab nichkhun santai dan berdiri setelah dia selesai mengenakan
sepatu
“tapi buknkah
kau bilang kau tidak suka ?!”
Nichkhun memandnag
junho yang masih duduk di lantai bawah “aku hanya bertanya keapa harus ini ?
bukan mengatakan aku tidak suka “
“kajja !”
ajak nichkhun membuka pintu rumah mereka setelah itu junho langsung memakai
sepatunya dan segera menuju mobil menyusul nichkhun untuk melakukan perjalanan
ke tempat kemah
Di tempat
kemah
“ayo tarik !!!”
tita junho pada nichkhun yang tengah memegangi tali sisi bagian kanan tenda
yang tengah mereka dirikan semetara dirinya memegang sisi kiri
“aku sudah
menariknya bodoh … cepat kau pasang besinya !!” umpat nichkhun emosi pada junho
sedangkan yang di omeli hanya cengengesan saja mendengar nichkhun mengumpat
tidak jelas
Setelah tenda
berhasil di dirikan nichkhun dan junho menggelar alas untuk mereka duduk di
depan tenda sedangkan di pinggirnya terdapat api untuk memanggang
daging.setelah semuanya beres dan nyaman ahirnya Nichkhun mulai sibuk membaca
buku sedangkan junho memanggang daging,
“isshh… ahhh
“ nichkhun meringis sedikit kesakitan seraya memegangi perutnya di sela-sela
membaca buku
“wae ? kau
sakit ?!” Tanya junho yang tengah sibuk dengan panggangan saat mendengar
ringisan nichkhun walau pelan dia dengar
“anii …
mungkin karena aku telat makan atau karena berjalan jauh dan mendirikan tenda
sialan ini perutku jadi sakit !” umpat nichkhun lagi dan tanpa permisi malah
berbaring dengan menggunakan paha junho yang sedang sibuk itu sebagai bantal
kepalanya
“kau tidak
lihat aku sibuk ?!” Tanya junho sekilas menghentikan kegiatannya tapi karena
nichkhun malah santai saja dan terus membaca buku dengan berbaring di
pangkuannya membuat junho kalah dan kembali melanjutkan tugasnya tanpa
menyingkirkan nichkhun dai pangkuannya
“kenapa
belakangan ini kau sangat aneh … manja sekali padaku “
Nichkhun
menutup dengan kasar buku setebal 497 halaman yang ada di tangannya dan
mendongak menatap junho taham “apa tidak boleh ?!” Tanya nichkhun emosi
“bukan begitu
… sudah makan ini … bukankah kau lapar !” junho langsung saja menyumpalkan
segumpal daging matang ke dalam mulut nichkhun agar dia berhenti mengomel dan
itu berhasil karena nichkhun tidak jadi marah-marah dan malah mengunyah daging
tadi
‘sebenarnya
apa salahku ? dia sangat aneh terkadang manja terkadang marah2 tidak jelas
terkadang banyak makan dan terkadang tidak mau makan ?! dia sakit apa ?’ junho
menggerutu sendiri tidak dapat dia keluarkan keluhannya itu terlebih pada
nichkhun. Sudah pasti nichkhun akan mengamuk jika dia bicara seperti itu , baru
bertanya kenapa dia manja saja nichkhun sudah emosi
“uh ? hujan
!!” teriak nichkhun sedikit panic seraya bangun dari pangkuan junho ,
“benar !”
junho segera mematikan perapian dan membereskan alas duduk mereka sedangkan
nichkhun sibuk memunguti buku-bukunya dan melemparkannya ke dalam tenda setelah
itu dia kembali membereskan makanan yang ada di dekatnya tapi karena hujan itu
turun dengan tiba2 dengan deras membuatnya menjadi basah kuyup begitu juga
dengan junho sama basah kuyupnya dengan nichkhun. Mereka lalu masuk kedalam
tenda dengan keadaan yang basah
“Ahh …
hujannya deras sekali “ nichkhun menutup pintu tenda dengan menarik ressleting
tenda tadi hingga tertutup dengan sempurna
“kenapa jadi
begini ? malah hujan … kau tidak melihat ramalan cuaca saat memutuskan untuk
pergi hari ini ?!” Tanya junho menyalahkan dengan kesalnya
“kau yang
ingin pergi hari ini !!!” kesal nichkhun di salahkan , junho duduk dengan
memeluk lututnya di tengah tenda sedangkan nichkhun duduk selonjoran di dekat
pintu keluar tenda
Junho
memperhatikan rambut coklat kepiragan (?) nichkhun yang basah hingga menempel
di beberapa bagian wajahnya dengan kaos berwarna putih yang basah mencetak
lekuk tubuhnya membuat dia terlihat begitu seksi dimata junho . apalagi karena
kaos putih itu terlihat seolah transparan saat basah membuat junho bisa melihat
dua tonjolan kecoklatan di dada nichkhun
“lalu apa
yang akan kita lakukan jika hujan seperti ini ?!” Tanya nichkhun mengusap kedua
lengannya yang basah dengan telapak tangan hanya untuk sedikit mengurangi air
yang menggenang di kulitnya
“bagaimana
jika bermain satu permainan ?!” tawar junho seraya menarik wajah nichkhun
mendekat kearahnya dengan sedikit menjambak halus rambut bagian belakangnya
yang basah . mata mereka bertemu dalam satu garis lurus saling memperhatikan
menatap dalam mata satu sama lain dengan hidung yang nyaris menempel
“aku juga
punya sebuah permainan …” gumam nichkhun pelan masih dalam posisi yang
sama,setelah itu nichkhun berdiri dengan lututnya mendekat pada junho . berdiri
dengan lutut yang di tumpukan di samping kakan dan kiri kedua paha junho sedangkan
junho duduk selonjoran
“permainan
apa yang kau punya ?” Tanya junho dengan tangan yang bergerak memegang pinggang
nichkhun. Saat ini ajah junho sejajar dengan perut nichkhun membuat junho
mendongak untuk bisa melihat wajahnya dan begitupun nichkhun yang harus
menundukkan wajahnya agar bisa melihat junho.
Nichkhun membelai
kedua sisi wajah junho dengan tangannya , mata nichkhun tidak pernah lepas dari
kedua mata junho yang juga menatapnya dengan pandangan mengikat. Tangan junho
yang mulai nakal sekarang sudah berada di kedua belahan bokong seksi nichkhun
memegangnya dengan sedikit tekanan
“aku
mencintaimu “ ucap junho lembut dengan segenap keyakinan dan ketulusannya yang
dia siratkan dari tatapan matanya. Nichkhun perlahan menekuk lututnya membuat
tangan junho yang berada di bokongnya beralih tempat perlahan-lahan ke punggung
nichkhun hingga saat ini wajah mereka berhadapan dan nichkhun duduk di pangkuan
junho saling berhadapan
Tangan nichkhun
masih saja membelai wajah junho dengan posesif dengan tatapan yang begitu
menginginkan (?) nichkhun menepelkan kening mereka dan bergumam “aku juga
mencintaimu “ dan setelah itu dengan gerakan yang nyaris serempakjunho menekan
tubh nichkhun untuk lebih menempel padanya sedangkan nichkhun sibuk mencoba
menyatukan bibir mereka berdua .
Dan author
nutup celah tenda dan setelah itu ngambil gambar tenda dari luar dan dengan
perlahan gambar tenda yang tengah di guyur hujan deras itu semakin menjauh
Ke-esokan
harinya
“ayo buka
bajumu mandi di sini !” titah junho seraya mencipratkan air kearah nichkhun
yang duduk di sebuah batu besar yang ada di sungai yang cukup besar itu
“ck … kau
saja yang mandi di sini … masih ada kamar mandi kenapa mandi di sungai ?! “
nichkhun berjalan ke tepian sungai untuk menghindari cipratan air dari junho
tapi saat beberapa langkah kakinya dia memegangi purutnya yang terasa sakit
tapi dia tidak terlalu memperdulikan sakit itu dan malah terus berjalan hingga
ke pingir sungai Karena batu tadi ada di bagian tengah sungai
“bagaimana
jika kita bertaruh … siapa yang kalah dia harus mandi di sini di depan yang
menang ?!” junho berjalan mendekati nichkhun dan duduk di sampingnya
“bertaruh apa
?!” tanya nichkhun tak acuh dan malah melipat bagian bawah celananya yang basah
tidak menghraukan junho
“jika aku
bisa ‘mendapatkan’ mu maka aku yang menang “ nichkhun memandang junho dengan wajah
yang terlihat berpikir
“baiklah …
MULAI !!!” nichkhun langsung berteriak mulai seraya berlari meninggalkan junho
“yach kau
curang !!!” junho yang tidak mau kalah langsung saja mengejar nichkhun yang
berlari di pinggiran sungai. Setelah berlari beberapa saat nichkhun kembali
merasakan sakit di perutnya membuat langkahnya terhenti dan junho bisa
menangkapnya dengan memeluk nichkhun dari belakang. Setelah nichkhun tertangkap
junho langsung saja berusaha untuk mencium bibir nichkhun tapi nichkhun terus
saja menghindar dan malah terus tertawa terbahak2 hingga dia lupa dengan asa
sakit tadi
“hahaahahaha lepaskan
aku … akh .. sakit !” nichkhun berpura2 memasang wajah kesakitan membuat junho reflex
melepaskannya
“aku
berbohong !!” nichkhun kembali lagi berlari dari junho, membuat junho geleng2
kepala namun dia bisa bernafas lega karena nichkhun hanya bercanda saja .
setelah itu junho kembali mengajar nichkhun
“ayo kejar
aku !” nichkhun berjalan di antara bebatuan yang ada di sungai mencoba untuk
menyebrang sungai itu karena sungainya tidak terlalu dalam dan banyak bebatuan
besar di dalamnya hingga dia bisa berjalan menyebrang
“akh !!!!”
nichkhun terpeleset saat berpijak di salah satu batu dengan permukaan yang
licin hingga dia terjatuh tengkurap “akhh …. Hiks …”
“khunie-ah
gwanchana ?!” junho berjalan dengan agak kesulitan mendekat nichkhun yang jatuh
di anatar bebatuan . “kau baik-baik saja ?!” Tanya junho mencoba membangunkan
nichkhun yang masih tengkurap
“sakit “
keluh nichkhun memegangi perutnya bahkan terlihat sedikit meremas perutnya itu
“jangan
bercanda “ ujar junho tidak percaya dan malah tertawa mengejek
“junho…
sakiit !” nichkhun mencengkram bagian bahu junho dengan sangat kuat menahan
sakit yang dia rasakan membuat junho yakin dengan apa yang nichkhun katakan
“nichkhun..
nichkhun-ah !!!” junho mulai panic saat malihat wajah nichkhun menjadi pucat
seketika dan terasa begitu lemah di dalam pelukannya “nichkhun !!”
“ke …rumah ….sakit
” gumam nichkhun tidak jelas dengan suara yang begitu pelan namun untung junho
masih bisa mendengarnya karena jarak mereka yang sangat dekat
“ne … kajja !”
junho langsung mencoba untuk menggendong nichkhun walau sangat sulit dan susah
payah , dia bahkan tidak ingat dengan beratnya badan nichkhun dan juga jalanan
yang berbatu, junho terus berjalan menuju mobilnya dengan menggendong
nichkhundi kedua tangannya
“nichkhun
bangun ! jangan tidur !!” junho mengguncangkan nichkhun yang berada dalam
gendongannya karena dia merasakan nichkhun tidak bergerak ataupun bicara sedangkan
nichkhun hanya menarik nafas sedalam dan sebanyak mungkin yang iya bisa tidak
perduli dengan ucapan junho padanya
Untuk pertama
kalinya dalam hidup junho dia merasakan perasaan katakutan yang begitu luar
biasa , takut sesuatu terjadi pada orang yang dia cintai dan juga perasaan
takut kehilangan , perasaan berasalah dan sebagainya bercampur dalam hati junho
saat ini karena dialah pencetus ide bodoh untuk bermain di sungai yang
berbahaya itu
Junho memandang
wajah pucat nichkhun dalam gendongannya yang perlahan menutup mata membuat
sebulir Kristal bening keluar dari sudut matanya . “ nichkhun “ gumam junho dan
terus bergegas menuju ke tempat dia memarkirkan mobil nya yang terasa begitu
jauh bagi junho saat ini padahal dia sungguh tahu jika dia memarkirkan mobil
tak jauh saat datang kemarin tapi tempat itu seolah berjalan menjauhinya katika
dia melangkah , membuat junho merasa sudah begitu jauh dia berjalan tapi tempat
itu masih saja tidak terlihat oleh pandangan matanya
Part ini
panjang tapi tidak berbobot … kenapa ? karena di awal saya buat saya lagi gak
enak hati karena konser 2pm yang gak saya tonton … dan ahirnya membingungkan ?!
saya sendiri aja bingung kenapa jadi gini … wae ?! kebiasaan saya bikin yang
sad sad dateng lagi … huft … yah pokoknya di komentar … karena ini adalah ff
yang dari awal itu bergenre humor garing kriuk2 di iringi dengan suara jangkrik
maka saya gak akan buat sad banget … saya hanya akan memasukan unsuh hatinya
aja tapi tetap kekocakan junho di utamakan … yah sekarang silahkan tingggalkan
jejak …. Dosa yang tidak komentar setelah membaca ff saya barang satu huruf pun
masih berlaku
aigooo..apa km bilang ini part panjang..
ReplyDeleteeon berharap lgs ada 3 chapter sekalian malahan..
biar kata km pertamanya ga menarik tp liat dong kan ada pesen morilnya..klo tawuran itu ga bae untuk kesehatan dan bs mengganggu hub bagi yg sdh bekeluarga..(pesen moril cem apa ini..)
tp eon demen pas part siwon..woaahh rasanya eon pengen ketawa ngeledekin siwon..(sukur loh ditolak...#plakkkkk..digampar siwon mania dahhh..)
tp..cie..ciee..junho yaaa..ngeliatin lukisan itu gara2 kangen pny baby yeee...(senggol2 junho yg lg trtunduk malu..)
tapi kyknya sukses ni yee (gantian senggol khun yg lg ngelus2 perut)..
tp tenang aja andai ga berhasil..aku siap kok memberikanmu satu ato dua baby..(pose seksi dpn junho..)
kyaaaaa..jadi mauuu eh malluuuu ..
boleh komen panjang kan..soalnya eon msh mo curhat ni..
ehhmmm..enak bnr klo khun bs pregnant..nanti pas nikah ama eon biar khun aja yg pregnant ya
XDDDDD akhirnya unnie...
ReplyDeleteaku exited aku exited aku exited aku exited !!! >w<
love it love it love it >3<
TTT Khunnieeeee opppa!!! be okay please.... ;_____;
"next part eonnie ayo!!" *angkat spanduk setinggi tingginya*
P.s aduh aku ngakak baca komen reika unnie, eonnie kalo khun nya yg pregnant, aku mau jeh jdi doktor kndungnny XDD *dimsukin brankas khun*
semangat unnie semangat!
Bangun tidur buka FB, Liat notice ada yg share story pake mention namaku, lupa mandi lupa sigi lupa segalanya, mataku langsung berbinar binar GOMAWO.. JONGMAL GOMAWO NUN,
ReplyDeleteaish Junho'a Kurang Pervert #upss :D, terlalu polos ish huh #muka bete !! *dilempar Junho make CD khunnie*, banyak FF yg dibuat oleh Fans² mereka, tapi Jarang yg memuat sisi positif kayak cerita nun, kebanyakan dari cerita mereka walau bertema X3/BL, itu selalu terfokus sama X3/BL'a
iklan :
Dulu aq suka baca sembarang FF sembarangan, tapi setelah ke http://2pmfanfick.blogspot.com, sekarang aku sudah tidak baca yg sembarang lg, terimakasih http://2pmfanfick.blogspot.com
2PMClininc` xixixixi :)
Akhirnya chingu update juga. Nichkhun dah benaran cinta ma junho. Khunie dah ketularan jail ya. Itu khunie sakit apa? Lanjut chingu
ReplyDeleteAkhir update jg eonni,ceritanya mkn seru aja,lanjut ya expresss,gomawo :)
ReplyDeleteaishhhhh author nyebeliiiiin tiap adegan seru pasti focus kamera nya di ubah *nyesel gag masang cctv sendiri* smirk ,,,,
ReplyDeleteff nya manis banget ..
lanjutanya yg cepet ya thor *wink ala khunie*
-Aya khunhottest-
ReplyDeletebingung mau berkta apa..hehe tpi bener loh tmbh seru ajj ni ff...khunppa waeyo ? Jgn2?! Mending nunggu kelanjutanya ajj deh update kilat ya thor hehe :)
khun knpa???? jangan2.........
ReplyDeleteLanjut Thor, SEMANGATTTTTTT
thanks buat ffnya
jangan bilang kalo khun lagi isi duuhh cepet amat isinya wkwkw
ReplyDeleteLanjut un
Daebak! Lanjut un ) cepetan update ya un kekekkeke
ReplyDeleteTHOR NC NYA JANGAN DI CUT DONG!!
ReplyDeleteLANJUTTTTTTTTT
Lanjut thor penasaran Nichkhunnya kenapa ...
ReplyDeletewaduuuuh kenapa tu khunie.....lanjut thor.......
ReplyDeleteBolak-balik baca lg dr chapter 1 ampe yg ni..ahhhhh..makin cinta ama karakter Junho disini...
ReplyDeleteSelalu berbohong..eittssss..bohong dlm arti positif loh..
Junho berbohong tdk mau keliatan lemah di dpn Khunnie..buktinya di chap 2 yg junho blg mo naek taxi tp trnyata naek bus..Junho ga mau dikasihani dgn statusnya sbg siswa yg uang jajannya pas2an
ga mau dblg kekanakan..krn itu dia mengalihkan tujuannya beliin sepatu jd BS krn ga mo ketauan dlm hati kecilnya dia takut mitos itu bnr..tp ekspresi ga bs boong..hahahaha...
Eon suka tipe cowo gini..suka banget...