Dec 18, 2012

ff khunyoung romantic prince 5



My Romantic Prince





main cast : wooyoung
nichkhun

author : thie

rate : entahlah

disclamer : yang milik saya adalah hanya file ini .

warning : boy x boy

( yaoi )

namja x namja

pairing : khunwoo/khunyoung

chapters : 5 of ?


summary : pertentangan sekarang terjadi antara nichkhun dan wooyoung walau pertentangan itu ada di dalam dunia terselubung mereka . wooyoung mulai menggila saat dia tidak bisa mengendalikan perasaannya dan membuat dia bingung antara pekerjaan dan juga cintanya … mana yang harus dia pilih …?







Preview part 4


Tangan nichkhun terulur untuk membuka tirai2 yang menghalangi bagian bawah lemari besar tadi , tepat saat tangan nichkhun berada di depan kain itu dia menghentikan gerakan tangannya ,entah kerena dia merasa takut jika menemukan wooyoung disana dengan pertanyaan apa alasan wooyoung bersenbunyi darinya , atau entah kerena dia merasa takut jika menemukan hal yang lainnya. Nichkhun menarik kembali tangannya dan menunduk .

“nichkhun hyung ?!” Tanya jinwoon dengan sedikit pelan merasa ragu. Nichkhun menoleh kearah jinwoon dengan tatapan ragunya kemudian dia kembali mengarahkan pandangan matanya pada kain tadi dengan cepat dan tanpa aba-aba nichkhun segera menarik kain tadi membuat dia bisa melihat bagian sudut lemari itu

Mata nichkhun sontak membulat dengan mulut yang terbuka semakin melebar dan kemudian hendak tertutup lagi namun nichkhun kembali membuka mulutnya dengan susah payah untuk berucap “woo…wo..wooyoung …. Wooyoung !!!” panggil nichkhun tidak percaya dengan begitu tergagap saat dia mendapati wooyoung ada di sana


Part 5

“wooyoung !!!!” nichkhun langsung saja merengkuh tubuh tak sadarkan diri wooyong di sudut lemari itu kedalam pelukannya seraya mengguncangkan tubuh wooyoung agak kasar dengan harapan orang yang dia panggil itu akan terbangun atau membuka sedikit saja matanya
“bawa dia ke kamar !” titah kyu panic pada nichkhun dan tanpa banyak bicara lagi nichkhun menggendong wooyoung di bagian depan menuju kamar mereka
“kau panggil hyein kemari … “ kyu memerintah jinwoon seraya berjalan mengekori nichkhun, jinwoon mengangguk dengan cepat dan mencoba untuk menghubungi yeoja dokter yang adalah pacar dari minjun itu… jika dokter lain mungkin akan jadi masalah jika dia menangani kasus2 tertentu seperti yang biasa di alami oleh mereka


In khunwoo room


Nichkhun membaringkan wooyoung di atas kasur dengan perlahan dan memandang wajah pucatnya,bibir wooyoung terlihat membiru dan tangannya terasa sangat dingin , nichkhun terus menggenggam tangan wooyoung dengan ke dua tangannya mencoba untuk menghangatkannya dan juga mencoba merasakan denyut nadi wooyoung yang terasa begitu lemah hingga seolah dia tidak berdenyut lagi jika nichkhun tidak merasakan nafas wooyung dari hidungnya mungkin nichkhun juga akan menganggap wooyoung sudah mati

Flash back

Wooyoung memejamkan matanya saat nichkhun menekuk lututnya untuk membuka kain yang menghalangi bagian bawah lemari besar itu sedangkan tangannya mencoba mengambil sebuah benda yang telihat seperti sebuah tabung kecil sebesar suntikan dengan jarum di ujungnya,wooyoung perlahan menamcapkan bagian jarum itu pada tangan kanannya di atas pergelangan tangan.
Wooyoung merasakan nafasnya perlahan mulai habis banyak oksigen yang dia hirup namun hanya sebagian kecil yang berhasil masuk kedalam paru-parunya . dapat di rasakan olehnya jika perlahan pandangan matanya mengabur dan dirinya seolah membeku tidak dapat meraskan apapun dan yang dia tahu hanyalah dirinya mulai terkulai lemas . tepat saat wooyoung menutup mata dan kesadarannya menghilang nichkhun membuka kain penutup tadi

end of flash back


Kembali ke khunwoo room


“apa yang terjadi ?!” Tanya seorang yeoja dengan jas khas dokter yang dia pakai mendekati kasur dimana wooyoung terbaring
“aku tidak tahu “ jawab nichkhun apa adanya dan menyingkir dari samping wooyoung untuk memberikan ruang bagi hyein untuk memeriksanya. Hyein memeriksa kedua bola mata wooyoung dan merasakan denyut nadinya lalu dia menggelengkan kepala bingung
“sepertinya dia keracunan “
“mwo ?! keracunan ? apa maksud mu ? ada yang meracuni wooyoung ?!” nichkhun kembali mendekat dan memperhatikan wajah wooyoung. Yeoja yang bernama hyein itu memandang nichkhun
“tunggu saja di luar “ titahnya pada nichkhu lalu kembali melakukan pemeriksaan pada wooyoung. Nichkhun yang tidak mau mengganggu hanya bisa mengangguk pasrah dan keluar dari kamarnya dengan berat hati


Di ruang kerja nichkhun (TKP)

“aku merasa ada yang tidak beres dengan ini semua …. Apa masih ada musuh dalam selimut yang tinggal di sekitar kita ?!” kyu berjongkok dan meneliti tempat dimana nichkhun menemukan wooyoung
“musuh itu kedinginan makanya dia masuk kedalam selimut mu “ ujar junho sekenanya merasa tidak terlalu perduli dengan apa yang di katakana kyuhyun dan hendak berjalan mendekati lemari tapi dia merasakan sesuatu menganjal di telapak kakinya membuat dia mengangkat kaki kirinya itu untuk melihat benda apa yang tak sengaja dia injak
Junho berjongkok dan mengambil benda yang terlihat seperti tabung berwarna silver itu memperhatikannya dengan lekat membolak balikan benda itu di depan wajahnya
“kau tahu benda apa ini ?!” Tanya junho tanpa memandang orang yang dia ajak bicara dan masih saja memperhatikan benda itu tapi rupanya kyu mengerti dengan maksud junho yang bertanya kapadanya hingga dia berbalik memandang junho
“itu !” tunjuk kyu pada benda yang ada di tangan junho dan lalu berdiri mendekat pada junho mengambil alih benda itu  membuat junho kembali berdiri mensejajarkan dirinya dengan kyu
“ini …. Ini sejenis racun … aku tidak tahu jenis apa isinya tapi yang jelas yang aku tahu … benda ini di gunakan penyusup … biasanya anggota oranisasi gelap yang menggunakan benda ini sebagai pertahanan diri tapi jarang di gunakan karena sulit mendapatkannya … biasanya yang menggunakan benda ini hanya orang yang menyuup ke bagian intelejen Negara … kenapa ada di sini ?!” kyu bicara panjang lebar dengan terus memperhatikan benda itu saat dia berhadapan dengan junho .
Junho berbalik dengan cepat saat dia merasakan ada seseorang yang mengawasi mereka berdua tapi sayang junho tidak dapat melihat siapa itu selain kelebatan bayangan hitam yang dapat dia lihat dengan sudut matanya
“kau kenapa ? ada apa ?!” Tanya kyu bingung
“oh …anii … “ junho menggeleng menyakinkan dan mengambil kembali benda itu dari kyu “aku akan mencari tahu tentang ini “ junho berbalik meninggalkan kyu yang terdiam sendirian di dalam ruang kerja itu dia mengedikan bahu ringan dan kembali memperhatikan seluruh ruangan itu mecari petunjuk

#
#
#
#
#

In khunwoo room


Wooyoung membuka matanya perlahan badannya terasa begitu kaku untuk di gerakan namun itu tidak membuatnya khawatir. apa yang dia lakukan tentu sudah dia perhitungkan resikonya terlebih dahulu bukan. Menghela nafas lega karena di masih hidup itulah yang wooyoung lakukan seraya bangun dan duduk di kasurnya saat ini.
“tidak ada orang ?!” Tanya wooyoung pada dirinya sendiri mendapati kamarnya kosong dia hanya sendirian di sana saat tersadar tapi itu juga ada hikmah tersendiri bagi wooyoung.
“ponselku ?!” wooyoung celingukan ke kanan dan kekiri melihat kedua meja kecil yang di letakan di samping ranjangnya siapa tahu saja ada orang yang berbaik hati menyimpan ponselnya di sana
“kau sudah sadar ?!” wooyoung berbalik menghadap sumber suara yang tak lain adalah nichkhun yang baru saja masuk kedalam kamar itu. Wooyoung mencoba tersenyum dan mengangguk
“bagaimana ? kau baik2 saja kan ?!” nichkhun duduk di pinggiran ranjang dan memegang kedua tangan wooyoung lembut “kenapa kau selalu saja membuatku khawatir ?!” Tanya nichkhun masih dengan menggenggam kedua tangan wooyoung, mata nichkhun tertuju pada kedua tangannya yang tengah menggenggam tangan wooyoung itu
“kau tidak mau bertanya apa yang terjadi ?!”Tanya wooyoung memandang nichkhun dengan heran , nichkhun tersenyum dan membelai rambut wooyoung dengan lembut
“apa aku harus bertanya padamu ?! kau yang baru saja sadar dan aku harus memberondongmu dengan pertanyaan ?! aku tidak akan melakukan itu semua … jika aku ingin tahu aku bisa mencari tahunya tanpa harus melibatkan mu … kau sudah sadar dan baik2 saja itu sudah cukup ? jangan kawatir mulai sekarang tidak aka nada yang bsia menyakitimu lagi … aku akan selalu melindungimu …” jawab nichkhun bersungguh-sungguh tapi wooyoung merasakan hal lain yang malah membuatnya tidak tenang. Siapa yang akan tenang jika telah melakukan sebuah kesalahan walau entah yang mana hal yang di kategorikan kesalahan bagi wooyoung . kesalahan karena menipu nichkhun atau kesalahan karena dia sudah hampir saja gagal menjalankan tugasnya
 “jika ada yang ingin kau katakan, katakan saja … “ melihat reaksi wooyoung yang aneh baginya nichkhun mencoba untuk membiarkan wooyoung bicara . mungkin saja ada yang ingin wooyoung ungkapkan padanya pikir nichkhun
“seharusnya kau bertanya padaku apa yang terjadi sekalipun kau bisa menyelidikinya sendiri … bagaimana jika kau mulai dengan bertanya untuk apa aku ada di ruang kerjamu ?!”
Nichkhun membenarkan posisi duduknya menjadi lebih nyaman dengan satu kaki yang dia naikkan ketas dan di lipat “kenapa aku harus bertanya seperti itu ? bisa saja kau mencariku di sana … iyakan ?!” nichkhun kembali tersenyum
“kenapa kau tidak curiga padaku ?!”
“Karena aku percaya padamu !” wooyoung terdiam beberapa saat menatap dalam mata nichkhun yang memandangnya dengan tatapan menyejukan
“kau… menakutkan …” gumam wooyoung menggelengkan kepalanya seolah takut
“mwo ?! apa maksud mu ?!”
Wooyoung menggeleng lemah “anii … hanya saja aku masih belum tahu banyak tentangmu ternyata …”
“jangan banyak bicara dan banyak berpikir sekarang lebih baik kau istirahat saja , ne ?! hyein bilang kau hanya perlu istirahat maka kau akan segera pulih ” nichkhun menuntun wooyoung untuk berbaring dan menyelimuti tubuhnya . wooyoung menggenggam tangan nichkhun yang tengah menyelimutinya dengan erat
“wae ? kau takut ?!”
“kau tahu kenapa seorang raja selalu merasa kesepian ?!” nichkhun berdecih kecil dan tidak terlalu menanggapi pertanyaan wooyoung yang dia anggap tidak penting
“cepat tidur … aku akan menemanimu disini hingga kau tidur …” wooyoung mengangguk dan mencoa untuk memejamkan matanya walau dia tahu dia tidak akan tidur dan tidak boleh tidur saat ini

#
#
#
#
#
#


“cari tahu apa yang terjadi … dan tentu saja temukan orang yang menyerang wooyoung “ nichkhun menghirup aroma wine yang dia pegang setelah selesai memberikan perintah. Saat ini dia ada di dalam ruangan kerjanya bersama dengan chansung
Chansung mengangguk menyanggupi “aku akan melakukannya …”
“baiklah … kau boleh pergi …”
“ne “ setelah percakapannya dengan nichkhun selesai chansung langsung keluar dari ruangan kerja nichkhun. Dia berjalan dengan santai di koridor rumah itu menuju ke sebuah kamar. Chansung berhenti di depan sebuah pintu berwarna putih mengkilat dan memperhatikan sekitar sebelum dia masuk kedalam sana. Tanpa mengetuk pintu dan tanpa aba-aba apapun dia langsung masuk ke dalam kamar wooyoung dan nichkhun

“kau !” wooyoung yang tengah berbaring dengan nyaman di kasurnya langsung terjengkat kaget saat chansung masuk kedalam kamarnya membuat dia duduk di kasurnya. Wooyoung celingukan memperhatikan pintu masuk kalau2 chansung tidak menutupnya kembali atau ada orang lain yang ikut masuk
“kau sangat beruntung … nichkhun memintaku untuk menyelidi apa yang terjadi padamu … dan kau masih hidup sampai sekarang “
“pergi dari sini ! jangan menemuiku seperti ini chansung-ah !” panic wooyoung masih dengan terus melihat kearah pintu masuk dengan tegang
“aku hanya ingin bertanya apa yang harus aku lakukan sekarang ?!” Tanya chansung polos dan malah duduk di sudut kasur di dekat kaki wooyoung
“kenapa kau malah duduk di sana ?! cepat keluar dari sini ! lakukan apapun … anii … kau harus mencari kambing hitam untuk menyelesaikan masalah ini … salah satu orang kepercayaan nichkhun … “masih dengan keadaan tegang wooyoung berbicara pada chansung dengan mata yang terus melihat kearah pintu lalu kearah chansung lagi terus berulang demikian
“nugu ? lee junho ?!”
“andwae … tidak dia … dia akan banyak berguna untuku … bagaimana jika kyuhyun saja … kau bisa kan melakukannya ?!” wajah wooyoung kembali ke bentuk semula dengan tatapan dingin tersenyum setan seolah ekspresinya itu menyampaikan inplus pada otak chansung yang langsung di terima dengan baik oleh lawan bicaranya itu
“arraseyo “ jawab chansung singkat dan ikut tersenyum penuh misteri

Drep drep drep

Wooyoung dan chansung sontak memandang kearah pintu dengan bersamaan saat suara derap langkah terdengar dari luar pintu
“pergi … keluar dari jendela” titah wooyoung pada chansung memberikan isyarat padanya denga mata. Wooyoung memandang chansung dan beralih memandang tirai putih yang tergantung menutupi jendela di samping kanannya. Dengan segera chansung berjalan dan mencoba untuk keluar dari kamar wooyoung melalui jendela tapi saat saat baru satu kaki chansung ada di bagian luar jendela

BRAAAK

Wooyoung langsung menoleh kearah pintu dan mendapati nichkhun sudah berdiri di depan sana
“nichkhun-ah !” sapa wooyoung mencoba tersenyum lembut menyamarkan guratan shock di wajahnya .wooyoung sedikit menoleh kearah jendela dengan sudut matanya untuk memastikan chansung sudah tidak ada di sana . dan dia bisa bernafas lega saat tidak melihat chansung lagi di sana
“kau kenapa bangun ?!” Tanya nichkhun seraya berjalan medekati wooyoung dan melepaskan pakaiannya untuk berganti pakaian dengan baju tidur
“aku merasa haus … “ jawab wooyoung sekenanya tapi cukup untuk membuat nichkhun mengangguk percaya di hadapannya
“kalau begitu aku ambilkan minum untukmu … tunggu sebentar … “ nichkhun mengambil satu stel pakaian dan memakainya dengan cepat dengan mata wooyoung yang masih terus memperhatikannya “oh ..iya … ini ponselmu …” nichkhun duduk di samping wooyoung dan memberikan ponsel wooyoung pada pemiliknya .wooyoung menerima ponsel itu dengan ragu
“gomawo “ gumam wooyoung memandang ponsel yang ada di tangannya
“aku ambilkan kau minum “ nichkhun beranjak dari kasur dan kembali ke luar untuk mengambilkan wooyoung minum karena di dalam kamar itu hanya ada beberapa botol minuman beralkohol yang tentu saja tidak akan nichkhun berikan pada wooyoung saat ini.

Setelah nichkhun menutu pintu kamar mereka wooyoung langsung menyalakan ponselnya yang ternyata mati . setelah itu dia mencoba menghubungi seseorang

“ini aku !”
“kau sangat hebat … meracuni dirimu sendiri dan kau masih hidup”
“kau pikir kau bicara dengan siapa ? aku tidak akan mati semudah itu dan tidak akan melakuan sesuatu tanpa perhitungan “
“aku bersyukur kau masih hidup .. tapi kau sudah hampir tertangkap basah bahkan belum sampai rencana awal kita di mulai “
“apa maksud mu mengatakan ini padaku ?!”
“kabar kau sudah hampir tertangkap dan kabar kau meracuni dirimu sendiri sudah sampai ke  sini … kau hanya perlu melakukan rencana B sekarang “ wooyoung menelan salivanya dengan susah saat tenggorokannya begitu terasa mengering
“ok taecyeon … kau tidak perlu mengajariku … kau pikir kau itu siapa ,eoh ?!”
“lakukan saja … ini perintah dan bukan aku yang menginginkan ini … bukankah lebih cepat lebih baik … atau …. Jangan bilang kau mulai melibatkan perasaanmu dalam situasi ini ?!”
“jangan bicara sembarangan “ desisi wooyoung tajam , tangannya yang memegang ponsel yang di letakan di telinga kanannya itu semakin mengerat seolah menjadi pelampiasan kemarahan wooyoung “… ingat aku yang memberi perintah jadi jangan pernah mencoba mengajariku lagi” ancam wooyoung pada orang yang bicara dengannya itu
“wooyoung-ah …. Diluar pekerjaan kau adalah adikku … aku perduli padamu …. Aku hanya ingin mengingatkanmu jika orang seperti kita tidak berhak punya perasaan … lakukan seperti apa yang aku katakan … aku mohon !” terdengar suara memelas dari sebrang sana membuat tangan wooyoung yang memegang erat ponsel itu sekarang berubah bergetar
“aku tidak bisa “ wooyoung menggelengkan kepalanya mengelak dari tenggung jawab yang harus dia pikul saat ini
“wooyoung !!!”
“aku … aku tidak bisa ….” Wooyoung langsung memutus sambungan telpon tadi . dia memandang kosong kearah selimut yang menutupi setengah tubuhnya yang terduduk di kasur degan nafas yang mulai tidak stabil

Flash back
“misi pertamamu … kau harus bisa membuat park jinyoung membawamu pulang” taec melemparkan sebuah foto keatas meja dimana wooyoung sudah duduk manis di sana
“itu hal yang mudah bagiku” jawab wooyoung dengan penuh percaya diri dan mengambli foto itu lalu memperhatikan wajah orang yang ada di dalam foto tersebut
“wooyoung-ah … sebagai mata-mata hal yang paling penting yang harus kau hindari adalah perasaan … kau tidak boleh melibatkan perasaanmu dalam situasi apapun … “ taec duduk di depan wooyoung dan memandangnya dengan serius,
“aku tahu … lagi pula perasaan apa yang akan timbul dengan orang seperti ini ?!“ wooyoung menunjukan foto yang dia pegang pada taec dengan melambai-lambaikannya di depan wajah taec
“kau itu sepupu yang sudah aku anggap adik kandungku sendiri … jadi …”
“jadi jangan banyak bicara kau sudah seperti eommaku saja “ sebelum taec menyelasikan kalimatnya wooyoung sudah memotong dengan tidak sopannya
“pikirkan dengan baik … mungkin saja kau akan terbawa suasana … “
“apa kau pikir aku ini buta ?! terbawa suasana dengan orang seperti ini ?!” Tanya wooyoung geram dengan tingkah taec yang dia anggap cerewet itu
“mungkin saja kau akan jatuh cinta … “
“tidak akan !!!” wooyoung bicara dengan sangat tegas dan mengangguk sebanyak dua kali menyakinkan taec
Taec mengeluarkan satu foto lagi dan memberikannya pada wooyoung “ini tangan kanan park jinyoung … dia baru 2-3 tahun ikut dengannya tapi karena dia istimewa park jinyoung begitu mempercayainya…. Selain kau mendekati park jinyoung akan lebih mudah lagi jika kau juga mendekati orang ini …”
Wooyoung mengambil foto itu dari tangan taec dan memandangnya lekat ,mata wooyoung sedikit terfokus pada sosok satu ini ‘seorang yang menarik’ pikir wooyoung dalam hati “siapa namanya ?!”
“nichkhun … dan aku khawatir dengan ini … ingat kau tidak boleh melibatkan perasaan mu apalagi jatuh cinta pada targetmu sendiri …”
“aku tahu “ wooyoung melambaikan tangannya kanannya kekanan dan kekiri menyakinkan taec lalu kembali memandang foto itu
“jika rencana awal tidak berhasil maka … bunuh mereka !” wooyoung yang tengah memperhatikan wajah orang itu sontak beralih memandang taecyeon
End of flashback

Wooyoung mencengkram kepalanya dengan kedua tangan sedikit menjambak rambut kecoklatan miliknya itu
“kau kenapa ? apa kau merasa pusing ?!” wooyoung segera melepaskan kedua tangannya yang bertengger di kepala lalu tersenyum seraya menggelengkan kepalanya
“ani … gwaenchana “ nichkhun menyodorkan satu gelas air putih yang langsung di terima wooyoung. Wooyoung meneguk air itu dengan cepat hingga habis dan meletakannya gelasnya di meja samping ranjang
“kemarilah “ nichkhun berbaring dengan merentangkan tangannya membuat wooyoung terkekeh tapi tetap saja datang kedalam pelukannya
“apa kau mau dengar ceritaku ?!” Tanya wooyoung yang sudah berada di dalam pelukan nichkhun. Wooyoung meletakan kepalanya di dada nichkhun dan memeluknya
“kau mau bercerita apa ?”nichkhun membelai rambut wooyoung berulang kali dan mencium pucuk kepala wooyoung
“seorang raja kesepian karena dia tidak boleh percaya pada orang lain … sekalipun itu ratu atau mentrinya “
“lalu apa hubungannya denganku ?! apa sekarang kau kebanyakan menonton drama sejarah ?” Tanya nichkhun bingung
Wooyoung tersenyum kecil dan berbaring tengkurap dengan kedua telapak tangan yang dia letakan di dada nichkhun untuk menjadi alas dagunya . saat ini mereka saling memandang satu sama lain “karena kau seorang peminpin … dan kau tahu apa yang paling di butuhkan oleh peminpin seperti mu ?!” wooyoung bertanya dengan menyusuri wajah nichkhun dengan jari telunjuknya
“orang …” jawab wooyung sendiri sebelum nichkhun sempat menjawab pertanyaannya itu “ orang2 yang percaya padamu … bukan orang yang kau percayai … karena kau tidak boleh mempercayai siapapun termasuk aku kau tahu ?… kau hanya butuh orang yang percaya padamu orang yang akan terus mengikutimu bahkan jika kau masuk ke dalam neraka sekalipun ”
“lalu apa kau akan mengikutiku jika aku benar2 masuk kedalam neraka ?!” seketika wajah nichkhun berubah serius bertanya pada wooyoung
Tangan wooyoung yang menyusuri wajah nichkhun tadi sekarang sudah sampai di lehernya dan terus turun hingga menyentuh kancing teratas baju tidur nichkhun dan membukanya dengan perlahan sedangkan pandangan matanya juga bergerak sejalan dengan gerakan tangannya “aku akan mengikutimu masuk kedalam neraka …tapi …” wooyoung kembali memandang wajah nichkhun yang masih memperhatikan wajahnya “apa kau tahu aku mengatakan itu adalah sebuah kebohongan atau ke jujuran ?! apa aku mengatakan itu tulus untukmu ?! kau tidak bisa melihat isi hati seseorang ” wooyoung melepaskan kancing kedua dan mulai menghirup aroma tubuh nickhun di sekitar leher kanannya menggesekan ujung hidungnya di kulit leher nichkhun dan tangan wooyoung menjamah leher bagian kiri nichkhun
Nichkhun menjambak halus rambut wooyoung dan menariknya untuk bertatapan kembali “apa maksud mu ?!” Tanya nichkhun dengan raut wajah yang serius saat ini
“aku hanya ingin kau tahu … dasar menjadi seorang peminpin … “ wooyoung menunduk untuk membuka seluruh kancing baju nichkhun “contoh yang paling sederhana .. aku dan kau … bukankah kita adalah orang yang paling di percaya jinyoung hyung ?! tapi kita menghianatinya dengan mudah hanya karena saling menyukai …” nichkhun mengalihkan pandangannya kearah lain mencoba untuk mencerna perkataan wooyoung barusan yang membuat pikiranya seketika menjadi kacau
“apa kau percaya padaku ?! aku mungkin bisa menghianatimu seperti aku menghianati jinyoung hyung !” nichkhun menarik tubuh wooyoung dengan tiba2 hingga menindihnya membuat wajah wooyoung yang ada di atasnya itu berjarak sangat dekat dengan wajahnya
“aku percaya padamu … “ ucap nichkhun yakin dengan segenap kejujuran yang dia miliki begitu terpancar dari sorot matanya
“mwo ?!” Tanya wooyoung tidak percaya. Bagi wooyoung mungkin nichkhun akan memikirkan jawaban itu beberapa saat tidak secepat ini membuat dia sendiri merasa kaget dengan sikap nichkhun padanya
“aku percaya padamu … sekalipun kau berbohong padaku … atau sekalipun kau menghianatiku … karena aku yakin kau pasti punya alasan untuk itu semua … dan … karena hanya kau yang aku miliki … aku hanya memiliki mu saja …” pandangan mata wooyoung tidak terlepas dari mata bening nichkhun yang selalu membuatnya merasa nyaman dia perlahan memberikan senyuman yang tulus untuk nichkhun walau di balik semua itu tangan wooyoung meremas kuat bantal yang di jadikan alas tidur nichkhun saat ini dengan gemetaran, mencoba untuk menetralkan perasaannya yang tidak dapat dia mengerti , perasaan bersalah ? tidak wooyoung bukan orang yang akan merasa bersalah pada apapun dan siapapun jika berhubunan dengan pekerjaannya tapi kenapa dia merasa sesak seolah tertusuk benda tertajam yang menancap hingga ke bagian terdalam dadanya

#
#
#
#
#



langit-langit kamar yang gelap adalah pemadangan yang sejak beberapa menit lalu di pandangi wooyoung dalam posisi berbaringnya. Berbaring di samping seseorang yang entah tidak wooyoung ketahui harus dia sebut apa. Kekasih ? atau target nya ? atau musuhnya ?! . wooyoung menolehkan wajahnya menghadap namja yang sudah terlelap itu membuatnya bisa melihat wajah damai dari orang tadi
“aku mencintaimu ?!” sebuah kalimat yang biasa di katakan seseorang sebagai sebuah pernyataan cinta malah di katakan wooyoung dalam intonasi bertanya namun karena orang yang dia ajak bicara itu memang sudah terbang kealam lain sama sekali tidak ada jawaban darinya
Wooyoung mendekatkan dirinya pada nichkhun yang masih tertidur dengan pulas , dia menempatkan tanganya di bagian sisi kanan dan kiri bantal nichkhun dan perlahan mendekatkan wajahnya semakin dekat dengan wajah namja itu mengerahkan bibirnya untuk menempel pada bibir namja yang ada di bawahnya sekarang . walau perlahan dan dengan hati2 wooyoung berhasil menempelkan bibir mereka dengan lembut tanpa mengusik tidur namja tadi ,wooyoung memejamkan matanya saat bibir mereka menempel membuat sebulir cairan bening jatuh dari matanya. setelah beberapa detik berlalu wooyoung kembali menarik wajahnya dari nichkhun dan memandang wajah itu dengen lekat
“mianhae “ gumam wooyoung dengan mata yang mulai berkaca2 telihat samar dengan sinar kekuningan yang menerpa wajahnya dari satu lampu tidur yang di nyalakan di dekat ranjang mereka. Tangan wooyoung terulur menyentuh sisi wajah nichkhun dengan sangat lembut tidak ingin membuat namja itu terbangun
Wooyoung menggelengkan kepalanya cepat seraya menutup mata membuat air mata mengalir di kedua pipinya “aku tidak bisa … apa yang harus aku lakukan ?!” Tanya wooyoung pada dirinya sendiri

“aku percaya padamu … sekalipun kau berbohong padaku … atau sekalipun kau menghianatiku … karena aku yakin kau pasti punya alasan untuk itu semua … dan … karena hanya kau yang aku miliki … aku hanya memiliki mu saja …”

Perkataan nichkhun kembali terdengar di telinga wooyoung terdengar begitu jelas. Wooyoung menutup mulutnya dengan telapak tangan kiri menahan isakan agar tidak terdengar keluar, bahu wooyoung bergetar dengan hebat seandainya dia bisa dia sungguh ingin menagis sekancang-kencangnya meluapkan perasaannya saat ini

“kau harus membunuh mereka “

Perkataan taec kembali berputar di telinga wooyoung seolah menghantuinya membuat wooyoung mau tidak mau harus kembali memutar otak berpikir tentang keputusan apa yang harus dia ambil

 Wooyoung menarik nafas dalam-dalam melalui mulutnya membuat mulutnya terkatup katup ,tangan wooyoung terulur dengan gemetar mengambil sebuah benda di balik bantal putih yang ada di dekatnya mengeluarkan benda itu dari balik bantal dengan perlahan
Isakan pelan terdengar dari mulutnya saat wooyoung mulai mengarahkan benda di tangannya tepat di bagian tengah kening nichkhun. Tanganya yang mengarahkan sebuah pistol kearah nichkhun tampak bergetar membuat wooyoung mengarahkan tangan kirinya untuk memegang pistol itu juga agar tepat di tempat yang dia inginkan . Wooyoung menggigit kedua bibirnya kedalam mengumpulkan keyakinan . dadanya wooyoung naik turun dengan cepat nafasnya tersengal-sengal menahan tangis walau air mata sudah lolos mengalir dari kedua mataya yang memerah

“mian … “ ujar wooyoung saat dia akan menembakkan pistol yang dia pegang pistol yang sudah di arahkan dengan begitu tepat sasaran itu


Di luar sana


Junho berjalan menuju ke kamar kyuhyun dengan lengkah santainya, dan saat beberapa meter lagi dia akan sampai di depan pintu kamar kyuhyun dia melihat seseorang berdiri di sana . junho tersenyum dan hendak meneriakan nama kyuhyun tapi tiba2 ada yang menarik tanangannya membuat dia berbalik dengan paksa

“hey … ada apa ?!” kyuhyun bicara dengan tampang polosnya pada junho. Dia yang menarik tangan junho barusan ternyata
“kau … ada di sini ?! lalu siapa yang ada di sana tadi ?!” junho menunjuk kearah pintu kamar kyuhyun dan kembali memandang kyu
“mungkin penjaga … penjaga selalu berkeliling setiap malam kan ?!” junho mengangguk kembali santai memasukan kedua telapak tangannya kedalam saku celana

back to khunyoung room

“mian … “ ujar wooyoung saat dia akan menembakkan pistol yang dia pegang ,pistol yang sudah di arahkan begitu tepat sasaran itu
Drep
Drep
Drep

Wooyoung berbalik melihat kearah pintu saat dia mendengar suara langkah kaki mendekat kekamarnya lalu kembali berbalik memandang wajah nichkhun yang masih tidur dengan pulas karena kelelahan nichkhun menggerakan bahunya tidak nyaman tapi masih terlelap sama sekali tidak terganggu dengan semua gerakan wooyoung. Wooyoung menelan salivanya cepat dan kembali mengarahkan tangannya yang memegang pistol itu tepat ke kepala nichkhun dengan jarak yang sedekat ini sudah pasti wooyoung tidak akan meleset saat menembak

Keringat dingin mulai meluncur di kening wooyoung dengan deras. Wooyoung memandang bingung nichkhun yang tampak tenang dalam tidurnya
“saranghae “
“saranghae “

“saranghae “
“saranghae “

Telinga wooyoung mendengung dengan sebuah suara yang menggumamkan kata cinta untuknya terus berulang-ulang tidak pernah berhenti sekejap pun kata cinta yang di ucapkan sebuah suara yang tak lain adalah suara nichkhun dengan bayangan wajahnya yang begitu tulus berkata padanya membuat wooyoung semakin menggila. Wooyoung memejamkan matanya rapat-rapat masih dengan suara nichkhun yang berputar di otaknya
“anii…” gumam wooyoung menggelengkan kepalanya berulang kali masih dengan memejamkan mata dengan tangan yang masih mengarahkan pistol kearah nichkhun . wooyoung terus menggelengkan kepala mengelak tapi tangannya tetap pada sasaran dan ahirnya

DOORR !!!!






Junho dan kyuhyun langsung berbalik ke sumber suara tembakan yang mereka dengar dengan tiba-tiba . sekilas mereka saling pandang dan setelah itu junho maupun kyuhyun segera berlari mendekati sumber suara tadi tanpa di peritah ….



In khunyoung room

Wooyoung memandang lurus kedepan masih dengan duduk di atas kasurnya nafasnya terasa begitu sesak ,wooyoung menautkan jari2 di kedua tangannya dengan erat untuk meredam getaran tangannya tapi itu tidak berhasil karena tangan wooyoung tetap saja gemetaran

“apa ini ? “ Tanya wooyoung semakin bingung melihat keadaan di hadapannya wooyoung merasa jika otaknya sudah tidak berfungis semuanya terasa sangat kacau bagi wooyoung dia seolah gila menghadapi hidupnya sendiri  “Apa yang terjadi ?!” Tanya wooyoung lagi dengan air mata yang mulai menetes lagi dari kedua pelupuk matanya yang masih memandang lurus pemandangan di depannya





Dan ceritanya masih berlanjut …. Mianhae dengan part ini … saya udah curhat agak sedikit kehilangan feeling terhadap ini …. Tapi silahkan di komentar yah supaya saya semangat siapa tahu aja ada komentar yang bisa membangkitkan gairah saya (?) hahahaha … oke di tunggu bayarannya dalam bentuk komentar … kamsamida !!!!!!

13 comments:

  1. *tarik baju author*
    mau kemana thorrrr..ntu suara DORRRR kenape yakkk..sapa yg ketembak?!ato sapa yg ditembak nih?!

    ahhhh..sapa suruh punya musuh macem Khunnie..kalo sy yg jadi wooyoung jg mending tu musuh dijadiin pacar dari pd dibunuh..

    hadoohhh..tp baca ni FF bawaannya dagdigdug..kyk lagi maen petak umpet..
    Chansungie..itu polos apa baru pertama x jadi mata2 yakkk..ceroboh bgt sih..*jitak Chan pake sepatu boot*

    Junho karakternya rada serem nih..meski santai tapi dia paling menakutkan..
    Uyoungie..mending jgn manfaatin ni org deh..takutnya malah berbalik jd senjata makan tuan loh...

    Masih ngeraba-raba ama FF ini siapa yg jahat..siapa yg baik disini..
    klo emang TaecChanWoo kerja buat negara n buat ngeberantas mafia..pasti ga ada kata "BUNUH MEREKA"..

    ehhmmm..sesama mafia kah..trus dendam karena apa?!rumit ini rumit...
    Jangan bilang alasannya karena dendem pribadi Taecyeon n Junsu yang batal nikah..
    Karna sy akan dorong authornya kedasar jurang..
    #jurang hati saya maksudnya..hehehehe

    ReplyDelete
  2. Un ini kek mana ni?khun mati tau sapa yang tertembak ni?aku penasaran

    ReplyDelete
  3. "DOOOORRR??!!" unnie ini siapa yang tertembak?? please unnie jangan khun,, jangan biarkan khun tersiksa > < .....
    unnie, aku masih belom bisa nerka mana character yg jahat sama yg engga.. junho!!
    baca ff unnie yg ini serasa nonton film action, bikin hati was was dan bergetar >< *author : ni anak bener bener ga ketulungan lebaynya* tpi serius unnie >< suka suka!!

    ReplyDelete
  4. THOR GUE DOAIN NGAK KAWIN KALO FF INI NGAK DI LANJUTIN!!

    HAMPIR TIAP MALAM GUE NGE-CEK AUTHOR UDAH NGAPDATE BELUM

    LANJUT THOEERRRRRRRRR

    DAEBAK DAEBAK DAEBAK

    ReplyDelete
  5. huaaahh..*gigit kuping author* siapa yg ktembak.?ga mungkn khun kan.?ga mungkin udong tega bunuh org yg dicintainya kan..?huaaa..*guling2 dilumpur*
    ini epep bnr2 slalu bkin jantungku dag dig dug ga keruan kya naek jet coaster(?) dtemenin kuntilanak..#pletak
    tp beneran lho..ini critanxa bnr2 susah dtebak n bkin pnasaran..sbnarnya ada maslh apa antra 2klompok mafia ini? apa bnr kya yg dblang reika dikomen paling atas itu klo jangan2 ini dendam pribadi taecjun gara2 gagal kawin.?wkwkwk..
    POKOKNYA HARUS DILANJANJUTKAN SEGERA..!!*treak pke toa dikuping author*

    ~weny~

    ReplyDelete
  6. udah lm updatenya thor knp ga mau di lanjutin sih,jahat,hiks..hiks...hiks... semangat sih thor...

    ReplyDelete
  7. haduuuuuuuuuuuh thor,,,kenapa sich semua yang asik-asik pasti di situ endingnya waeeeeeeee thor,,,,lanjut penasaran nch...

    ReplyDelete
  8. Andwaeeeeeeee!!
    orang ganteng jangan mati :'(
    gak dilanjut, aku bakal demo kerumah author bawa pasukan anak-anak JYP..

    ReplyDelete
  9. huuaaaaa.... T^T
    dorr...dorrr...apa'aaan un???

    hiaaa~~~ :O
    sumpe deh...ff-nih mambayangi pikiran ku siang mlam...*lebeh
    kkkkk...

    woo jgn tembak khunnie mu...
    sediiih dilemaaa..
    smakin tidak bisa ditebak deh..kereeen..

    DAEBAK MAXIMAL.. !!!

    update soon y unnii~
    pliiiiiiissss..... TToTT
    *kasi es krim*

    ReplyDelete
  10. huwwaaa...siapa yg d tebak thor? Omo makin seru lanjut ya thor please...

    ReplyDelete
  11. Andwaeee siapa yg mati siapaa ???? *teriak teriak dari atas monas*
    gag mungkin khunie kan ???

    dia gag boleh mati,kalo jyp si gue gag perduli *ditabok jyp* ,,tapi khun gag bole!!!!
    kalo khun di epep ini sampe mati winkies2 kesetanan bakalan unjuk rasa di alun-alun garut nuntut pertanggug jawaban author!!!!!!!

    ReplyDelete
  12. md
    sapa yang mati Thor???
    aduh penasaran gila.....

    ReplyDelete
  13. khunyoung yang paling sippersDecember 24, 2012 at 8:56 PM

    sapa yang kena tembak tuh ! pasti tikus yang ada di kamar mereka ! khun percaya kan sama woo gak mungkin woo berani nembak ! atau gak woo malem malam maen ps di kamar kasetnya recident evil tepat banget tuh :3 nih ff pasti lebih seru kalok ada pasangan ketiga contohnya ! wooyoung pacaran sama jinwoon atau gak pacaran sama siwon hahahahahaha pasti tambah daebak trus perangnya antar gangnya khun sama gangnya siwon hahahah ngerebutin uyoung dah #di golok wooyoung
    buat ff khunyoung lagi dong thor fellnya khunyoung itu pasti dapet banget di banding couple lainya hehehehehehehehe

    ReplyDelete