My Romantic Prince
main cast : wooyoung
nichkhun
author : thie
rate : entahlah
disclamer : yang milik saya
adalah hanya file ini .
warning : boy x boy
( yaoi )
namja x namja
pairing : khunwoo/khunyoung
chapters : 5 of ?
summary : pertentangan sekarang
terjadi antara nichkhun dan wooyoung walau pertentangan itu ada di dalam dunia
terselubung mereka . wooyoung mulai menggila saat dia tidak bisa mengendalikan
perasaannya dan membuat dia bingung antara pekerjaan dan juga cintanya … mana
yang harus dia pilih …?
Preview part
4
Tangan nichkhun terulur untuk membuka tirai2 yang
menghalangi bagian bawah lemari besar tadi , tepat saat tangan nichkhun berada
di depan kain itu dia menghentikan gerakan tangannya ,entah kerena dia merasa
takut jika menemukan wooyoung disana dengan pertanyaan apa alasan wooyoung
bersenbunyi darinya , atau entah kerena dia merasa takut jika menemukan hal
yang lainnya. Nichkhun menarik kembali tangannya dan menunduk .
“nichkhun hyung ?!” Tanya jinwoon dengan sedikit
pelan merasa ragu. Nichkhun menoleh kearah jinwoon dengan tatapan ragunya
kemudian dia kembali mengarahkan pandangan matanya pada kain tadi dengan cepat
dan tanpa aba-aba nichkhun segera menarik kain tadi membuat dia bisa melihat
bagian sudut lemari itu
Mata nichkhun sontak membulat dengan mulut yang
terbuka semakin melebar dan kemudian hendak tertutup lagi namun nichkhun
kembali membuka mulutnya dengan susah payah untuk berucap “woo…wo..wooyoung ….
Wooyoung !!!” panggil nichkhun tidak percaya dengan begitu tergagap saat dia
mendapati wooyoung ada di sana
Part 5
“wooyoung
!!!!” nichkhun langsung saja merengkuh tubuh tak sadarkan diri wooyong di sudut
lemari itu kedalam pelukannya seraya mengguncangkan tubuh wooyoung agak kasar
dengan harapan orang yang dia panggil itu akan terbangun atau membuka sedikit
saja matanya
“bawa dia ke
kamar !” titah kyu panic pada nichkhun dan tanpa banyak bicara lagi nichkhun
menggendong wooyoung di bagian depan menuju kamar mereka
“kau panggil
hyein kemari … “ kyu memerintah jinwoon seraya berjalan mengekori nichkhun,
jinwoon mengangguk dengan cepat dan mencoba untuk menghubungi yeoja dokter yang
adalah pacar dari minjun itu… jika dokter lain mungkin akan jadi masalah jika
dia menangani kasus2 tertentu seperti yang biasa di alami oleh mereka
In khunwoo
room
Nichkhun
membaringkan wooyoung di atas kasur dengan perlahan dan memandang wajah
pucatnya,bibir wooyoung terlihat membiru dan tangannya terasa sangat dingin ,
nichkhun terus menggenggam tangan wooyoung dengan ke dua tangannya mencoba
untuk menghangatkannya dan juga mencoba merasakan denyut nadi wooyoung yang
terasa begitu lemah hingga seolah dia tidak berdenyut lagi jika nichkhun tidak
merasakan nafas wooyung dari hidungnya mungkin nichkhun juga akan menganggap
wooyoung sudah mati
Flash back
Wooyoung
memejamkan matanya saat nichkhun menekuk lututnya untuk membuka kain yang
menghalangi bagian bawah lemari besar itu sedangkan tangannya mencoba mengambil
sebuah benda yang telihat seperti sebuah tabung kecil sebesar suntikan dengan
jarum di ujungnya,wooyoung perlahan menamcapkan bagian jarum itu pada tangan
kanannya di atas pergelangan tangan.
Wooyoung merasakan
nafasnya perlahan mulai habis banyak oksigen yang dia hirup namun hanya
sebagian kecil yang berhasil masuk kedalam paru-parunya . dapat di rasakan
olehnya jika perlahan pandangan matanya mengabur dan dirinya seolah membeku
tidak dapat meraskan apapun dan yang dia tahu hanyalah dirinya mulai terkulai
lemas . tepat saat wooyoung menutup mata dan kesadarannya menghilang nichkhun
membuka kain penutup tadi
end of flash
back
Kembali ke
khunwoo room
“apa yang
terjadi ?!” Tanya seorang yeoja dengan jas khas dokter yang dia pakai mendekati
kasur dimana wooyoung terbaring
“aku tidak
tahu “ jawab nichkhun apa adanya dan menyingkir dari samping wooyoung untuk
memberikan ruang bagi hyein untuk memeriksanya. Hyein memeriksa kedua bola mata
wooyoung dan merasakan denyut nadinya lalu dia menggelengkan kepala bingung
“sepertinya
dia keracunan “
“mwo ?!
keracunan ? apa maksud mu ? ada yang meracuni wooyoung ?!” nichkhun kembali
mendekat dan memperhatikan wajah wooyoung. Yeoja yang bernama hyein itu
memandang nichkhun
“tunggu saja
di luar “ titahnya pada nichkhu lalu kembali melakukan pemeriksaan pada
wooyoung. Nichkhun yang tidak mau mengganggu hanya bisa mengangguk pasrah dan
keluar dari kamarnya dengan berat hati
Di ruang
kerja nichkhun (TKP)
“aku merasa ada
yang tidak beres dengan ini semua …. Apa masih ada musuh dalam selimut yang
tinggal di sekitar kita ?!” kyu berjongkok dan meneliti tempat dimana nichkhun
menemukan wooyoung
“musuh itu
kedinginan makanya dia masuk kedalam selimut mu “ ujar junho sekenanya merasa
tidak terlalu perduli dengan apa yang di katakana kyuhyun dan hendak berjalan
mendekati lemari tapi dia merasakan sesuatu menganjal di telapak kakinya
membuat dia mengangkat kaki kirinya itu untuk melihat benda apa yang tak
sengaja dia injak
Junho
berjongkok dan mengambil benda yang terlihat seperti tabung berwarna silver itu
memperhatikannya dengan lekat membolak balikan benda itu di depan wajahnya
“kau tahu
benda apa ini ?!” Tanya junho tanpa memandang orang yang dia ajak bicara dan
masih saja memperhatikan benda itu tapi rupanya kyu mengerti dengan maksud
junho yang bertanya kapadanya hingga dia berbalik memandang junho
“itu !”
tunjuk kyu pada benda yang ada di tangan junho dan lalu berdiri mendekat pada
junho mengambil alih benda itu membuat junho
kembali berdiri mensejajarkan dirinya dengan kyu
“ini …. Ini
sejenis racun … aku tidak tahu jenis apa isinya tapi yang jelas yang aku tahu …
benda ini di gunakan penyusup … biasanya anggota oranisasi gelap yang
menggunakan benda ini sebagai pertahanan diri tapi jarang di gunakan karena
sulit mendapatkannya … biasanya yang menggunakan benda ini hanya orang yang
menyuup ke bagian intelejen Negara … kenapa ada di sini ?!” kyu bicara panjang
lebar dengan terus memperhatikan benda itu saat dia berhadapan dengan junho .
Junho
berbalik dengan cepat saat dia merasakan ada seseorang yang mengawasi mereka
berdua tapi sayang junho tidak dapat melihat siapa itu selain kelebatan
bayangan hitam yang dapat dia lihat dengan sudut matanya
“kau kenapa
? ada apa ?!” Tanya kyu bingung
“oh …anii … “
junho menggeleng menyakinkan dan mengambil kembali benda itu dari kyu “aku akan
mencari tahu tentang ini “ junho berbalik meninggalkan kyu yang terdiam
sendirian di dalam ruang kerja itu dia mengedikan bahu ringan dan kembali
memperhatikan seluruh ruangan itu mecari petunjuk
#
#
#
#
#
#
#
#
#
In khunwoo
room
Wooyoung
membuka matanya perlahan badannya terasa begitu kaku untuk di gerakan namun itu
tidak membuatnya khawatir. apa yang dia lakukan tentu sudah dia perhitungkan
resikonya terlebih dahulu bukan. Menghela nafas lega karena di masih hidup
itulah yang wooyoung lakukan seraya bangun dan duduk di kasurnya saat ini.
“tidak ada
orang ?!” Tanya wooyoung pada dirinya sendiri mendapati kamarnya kosong dia
hanya sendirian di sana saat tersadar tapi itu juga ada hikmah tersendiri bagi
wooyoung.
“ponselku
?!” wooyoung celingukan ke kanan dan kekiri melihat kedua meja kecil yang di
letakan di samping ranjangnya siapa tahu saja ada orang yang berbaik hati
menyimpan ponselnya di sana
“kau sudah
sadar ?!” wooyoung berbalik menghadap sumber suara yang tak lain adalah
nichkhun yang baru saja masuk kedalam kamar itu. Wooyoung mencoba tersenyum dan
mengangguk
“bagaimana ?
kau baik2 saja kan ?!” nichkhun duduk di pinggiran ranjang dan memegang kedua
tangan wooyoung lembut “kenapa kau selalu saja membuatku khawatir ?!” Tanya
nichkhun masih dengan menggenggam kedua tangan wooyoung, mata nichkhun tertuju
pada kedua tangannya yang tengah menggenggam tangan wooyoung itu
“kau tidak
mau bertanya apa yang terjadi ?!”Tanya wooyoung memandang nichkhun dengan heran
, nichkhun tersenyum dan membelai rambut wooyoung dengan lembut
“apa aku
harus bertanya padamu ?! kau yang baru saja sadar dan aku harus memberondongmu
dengan pertanyaan ?! aku tidak akan melakukan itu semua … jika aku ingin tahu
aku bisa mencari tahunya tanpa harus melibatkan mu … kau sudah sadar dan baik2
saja itu sudah cukup ? jangan kawatir mulai sekarang tidak aka nada yang bsia
menyakitimu lagi … aku akan selalu melindungimu …” jawab nichkhun
bersungguh-sungguh tapi wooyoung merasakan hal lain yang malah membuatnya tidak
tenang. Siapa yang akan tenang jika telah melakukan sebuah kesalahan walau
entah yang mana hal yang di kategorikan kesalahan bagi wooyoung . kesalahan
karena menipu nichkhun atau kesalahan karena dia sudah hampir saja gagal
menjalankan tugasnya
“jika ada yang ingin kau katakan, katakan saja
… “ melihat reaksi wooyoung yang aneh baginya nichkhun mencoba untuk membiarkan
wooyoung bicara . mungkin saja ada yang ingin wooyoung ungkapkan padanya pikir
nichkhun
“seharusnya
kau bertanya padaku apa yang terjadi sekalipun kau bisa menyelidikinya sendiri
… bagaimana jika kau mulai dengan bertanya untuk apa aku ada di ruang kerjamu ?!”
Nichkhun
membenarkan posisi duduknya menjadi lebih nyaman dengan satu kaki yang dia
naikkan ketas dan di lipat “kenapa aku harus bertanya seperti itu ? bisa saja
kau mencariku di sana … iyakan ?!” nichkhun kembali tersenyum
“kenapa kau
tidak curiga padaku ?!”
“Karena aku
percaya padamu !” wooyoung terdiam beberapa saat menatap dalam mata nichkhun
yang memandangnya dengan tatapan menyejukan
“kau…
menakutkan …” gumam wooyoung menggelengkan kepalanya seolah takut
“mwo ?! apa
maksud mu ?!”
Wooyoung
menggeleng lemah “anii … hanya saja aku masih belum tahu banyak tentangmu
ternyata …”
“jangan
banyak bicara dan banyak berpikir sekarang lebih baik kau istirahat saja , ne
?! hyein bilang kau hanya perlu istirahat maka kau akan segera pulih ” nichkhun
menuntun wooyoung untuk berbaring dan menyelimuti tubuhnya . wooyoung
menggenggam tangan nichkhun yang tengah menyelimutinya dengan erat
“wae ? kau
takut ?!”
“kau tahu
kenapa seorang raja selalu merasa kesepian ?!” nichkhun berdecih kecil dan
tidak terlalu menanggapi pertanyaan wooyoung yang dia anggap tidak penting
“cepat tidur
… aku akan menemanimu disini hingga kau tidur …” wooyoung mengangguk dan mencoa
untuk memejamkan matanya walau dia tahu dia tidak akan tidur dan tidak boleh
tidur saat ini
#
#
#
#
#
#
#
#
#
#
#
“cari tahu apa yang terjadi … dan tentu saja temukan orang yang menyerang wooyoung “ nichkhun menghirup aroma wine yang dia pegang setelah selesai memberikan perintah. Saat ini dia ada di dalam ruangan kerjanya bersama dengan chansung
Chansung
mengangguk menyanggupi “aku akan melakukannya …”
“baiklah …
kau boleh pergi …”
“ne “
setelah percakapannya dengan nichkhun selesai chansung langsung keluar dari
ruangan kerja nichkhun. Dia berjalan dengan santai di koridor rumah itu menuju
ke sebuah kamar. Chansung berhenti di depan sebuah pintu berwarna putih mengkilat
dan memperhatikan sekitar sebelum dia masuk kedalam sana. Tanpa mengetuk pintu
dan tanpa aba-aba apapun dia langsung masuk ke dalam kamar wooyoung dan
nichkhun
“kau !”
wooyoung yang tengah berbaring dengan nyaman di kasurnya langsung terjengkat
kaget saat chansung masuk kedalam kamarnya membuat dia duduk di kasurnya.
Wooyoung celingukan memperhatikan pintu masuk kalau2 chansung tidak menutupnya
kembali atau ada orang lain yang ikut masuk
“kau sangat
beruntung … nichkhun memintaku untuk menyelidi apa yang terjadi padamu … dan
kau masih hidup sampai sekarang “
“pergi dari
sini ! jangan menemuiku seperti ini chansung-ah !” panic wooyoung masih dengan
terus melihat kearah pintu masuk dengan tegang
“aku hanya
ingin bertanya apa yang harus aku lakukan sekarang ?!” Tanya chansung polos dan
malah duduk di sudut kasur di dekat kaki wooyoung
“kenapa kau
malah duduk di sana ?! cepat keluar dari sini ! lakukan apapun … anii … kau
harus mencari kambing hitam untuk menyelesaikan masalah ini … salah satu orang
kepercayaan nichkhun … “masih dengan keadaan tegang wooyoung berbicara pada
chansung dengan mata yang terus melihat kearah pintu lalu kearah chansung lagi
terus berulang demikian
“nugu ? lee
junho ?!”
“andwae …
tidak dia … dia akan banyak berguna untuku … bagaimana jika kyuhyun saja … kau
bisa kan melakukannya ?!” wajah wooyoung kembali ke bentuk semula dengan
tatapan dingin tersenyum setan seolah ekspresinya itu menyampaikan inplus pada
otak chansung yang langsung di terima dengan baik oleh lawan bicaranya itu
“arraseyo “
jawab chansung singkat dan ikut tersenyum penuh misteri
Drep drep
drep
Wooyoung dan
chansung sontak memandang kearah pintu dengan bersamaan saat suara derap
langkah terdengar dari luar pintu
“pergi …
keluar dari jendela” titah wooyoung pada chansung memberikan isyarat padanya
denga mata. Wooyoung memandang chansung dan beralih memandang tirai putih yang
tergantung menutupi jendela di samping kanannya. Dengan segera chansung
berjalan dan mencoba untuk keluar dari kamar wooyoung melalui jendela tapi saat
saat baru satu kaki chansung ada di bagian luar jendela
BRAAAK
Wooyoung
langsung menoleh kearah pintu dan mendapati nichkhun sudah berdiri di depan
sana
“nichkhun-ah
!” sapa wooyoung mencoba tersenyum lembut menyamarkan guratan shock di wajahnya
.wooyoung sedikit menoleh kearah jendela dengan sudut matanya untuk memastikan
chansung sudah tidak ada di sana . dan dia bisa bernafas lega saat tidak
melihat chansung lagi di sana
“kau kenapa
bangun ?!” Tanya nichkhun seraya berjalan medekati wooyoung dan melepaskan
pakaiannya untuk berganti pakaian dengan baju tidur
“aku merasa
haus … “ jawab wooyoung sekenanya tapi cukup untuk membuat nichkhun mengangguk
percaya di hadapannya
“kalau
begitu aku ambilkan minum untukmu … tunggu sebentar … “ nichkhun mengambil satu
stel pakaian dan memakainya dengan cepat dengan mata wooyoung yang masih terus
memperhatikannya “oh ..iya … ini ponselmu …” nichkhun duduk di samping wooyoung
dan memberikan ponsel wooyoung pada pemiliknya .wooyoung menerima ponsel itu
dengan ragu
“gomawo “
gumam wooyoung memandang ponsel yang ada di tangannya
“aku
ambilkan kau minum “ nichkhun beranjak dari kasur dan kembali ke luar untuk
mengambilkan wooyoung minum karena di dalam kamar itu hanya ada beberapa botol
minuman beralkohol yang tentu saja tidak akan nichkhun berikan pada wooyoung
saat ini.
Setelah
nichkhun menutu pintu kamar mereka wooyoung langsung menyalakan ponselnya yang
ternyata mati . setelah itu dia mencoba menghubungi seseorang
“ini aku !”
“kau sangat hebat … meracuni dirimu
sendiri dan kau masih hidup”
“kau pikir
kau bicara dengan siapa ? aku tidak akan mati semudah itu dan tidak akan
melakuan sesuatu tanpa perhitungan “
“aku bersyukur kau masih hidup ..
tapi kau sudah hampir tertangkap basah bahkan belum sampai rencana awal kita di
mulai “
“apa maksud
mu mengatakan ini padaku ?!”
“kabar kau sudah hampir tertangkap
dan kabar kau meracuni dirimu sendiri sudah sampai ke sini … kau hanya perlu melakukan rencana B
sekarang “ wooyoung
menelan salivanya dengan susah saat tenggorokannya begitu terasa mengering
“ok taecyeon
… kau tidak perlu mengajariku … kau pikir kau itu siapa ,eoh ?!”
“lakukan saja … ini perintah dan
bukan aku yang menginginkan ini … bukankah lebih cepat lebih baik … atau ….
Jangan bilang kau mulai melibatkan perasaanmu dalam situasi ini ?!”
“jangan
bicara sembarangan “ desisi wooyoung tajam , tangannya yang memegang ponsel
yang di letakan di telinga kanannya itu semakin mengerat seolah menjadi
pelampiasan kemarahan wooyoung “… ingat aku yang memberi perintah jadi jangan
pernah mencoba mengajariku lagi” ancam wooyoung pada orang yang bicara
dengannya itu
“wooyoung-ah …. Diluar pekerjaan kau
adalah adikku … aku perduli padamu …. Aku hanya ingin mengingatkanmu jika orang
seperti kita tidak berhak punya perasaan … lakukan seperti apa yang aku katakan
… aku mohon !”
terdengar suara memelas dari sebrang sana membuat tangan wooyoung yang memegang
erat ponsel itu sekarang berubah bergetar
“aku tidak
bisa “ wooyoung menggelengkan kepalanya mengelak dari tenggung jawab yang harus
dia pikul saat ini
“wooyoung !!!”
“aku … aku
tidak bisa ….” Wooyoung langsung memutus sambungan telpon tadi . dia memandang
kosong kearah selimut yang menutupi setengah tubuhnya yang terduduk di kasur degan
nafas yang mulai tidak stabil
Flash back
“misi
pertamamu … kau harus bisa membuat park jinyoung membawamu pulang” taec
melemparkan sebuah foto keatas meja dimana wooyoung sudah duduk manis di sana
“itu hal
yang mudah bagiku” jawab wooyoung dengan penuh percaya diri dan mengambli foto
itu lalu memperhatikan wajah orang yang ada di dalam foto tersebut
“wooyoung-ah
… sebagai mata-mata hal yang paling penting yang harus kau hindari adalah
perasaan … kau tidak boleh melibatkan perasaanmu dalam situasi apapun … “ taec
duduk di depan wooyoung dan memandangnya dengan serius,
“aku tahu …
lagi pula perasaan apa yang akan timbul dengan orang seperti ini ?!“ wooyoung
menunjukan foto yang dia pegang pada taec dengan melambai-lambaikannya di depan
wajah taec
“kau itu
sepupu yang sudah aku anggap adik kandungku sendiri … jadi …”
“jadi jangan
banyak bicara kau sudah seperti eommaku saja “ sebelum taec menyelasikan
kalimatnya wooyoung sudah memotong dengan tidak sopannya
“pikirkan
dengan baik … mungkin saja kau akan terbawa suasana … “
“apa kau
pikir aku ini buta ?! terbawa suasana dengan orang seperti ini ?!” Tanya
wooyoung geram dengan tingkah taec yang dia anggap cerewet itu
“mungkin
saja kau akan jatuh cinta … “
“tidak akan
!!!” wooyoung bicara dengan sangat tegas dan mengangguk sebanyak dua kali
menyakinkan taec
Taec
mengeluarkan satu foto lagi dan memberikannya pada wooyoung “ini tangan kanan
park jinyoung … dia baru 2-3 tahun ikut dengannya tapi karena dia istimewa park
jinyoung begitu mempercayainya…. Selain kau mendekati park jinyoung akan lebih
mudah lagi jika kau juga mendekati orang ini …”
Wooyoung
mengambil foto itu dari tangan taec dan memandangnya lekat ,mata wooyoung
sedikit terfokus pada sosok satu ini ‘seorang yang menarik’ pikir wooyoung
dalam hati “siapa namanya ?!”
“nichkhun …
dan aku khawatir dengan ini … ingat kau tidak boleh melibatkan perasaan mu
apalagi jatuh cinta pada targetmu sendiri …”
“aku tahu “
wooyoung melambaikan tangannya kanannya kekanan dan kekiri menyakinkan taec
lalu kembali memandang foto itu
“jika
rencana awal tidak berhasil maka … bunuh mereka !” wooyoung yang tengah
memperhatikan wajah orang itu sontak beralih memandang taecyeon
End of
flashback
Wooyoung
mencengkram kepalanya dengan kedua tangan sedikit menjambak rambut kecoklatan
miliknya itu
“kau kenapa
? apa kau merasa pusing ?!” wooyoung segera melepaskan kedua tangannya yang
bertengger di kepala lalu tersenyum seraya menggelengkan kepalanya
“ani …
gwaenchana “ nichkhun menyodorkan satu gelas air putih yang langsung di terima
wooyoung. Wooyoung meneguk air itu dengan cepat hingga habis dan meletakannya gelasnya
di meja samping ranjang
“kemarilah “
nichkhun berbaring dengan merentangkan tangannya membuat wooyoung terkekeh tapi
tetap saja datang kedalam pelukannya
“apa kau mau
dengar ceritaku ?!” Tanya wooyoung yang sudah berada di dalam pelukan nichkhun.
Wooyoung meletakan kepalanya di dada nichkhun dan memeluknya
“kau mau
bercerita apa ?”nichkhun membelai rambut wooyoung berulang kali dan mencium
pucuk kepala wooyoung
“seorang
raja kesepian karena dia tidak boleh percaya pada orang lain … sekalipun itu
ratu atau mentrinya “
“lalu apa
hubungannya denganku ?! apa sekarang kau kebanyakan menonton drama sejarah ?”
Tanya nichkhun bingung
Wooyoung
tersenyum kecil dan berbaring tengkurap dengan kedua telapak tangan yang dia
letakan di dada nichkhun untuk menjadi alas dagunya . saat ini mereka saling
memandang satu sama lain “karena kau seorang peminpin … dan kau tahu apa yang
paling di butuhkan oleh peminpin seperti mu ?!” wooyoung bertanya dengan
menyusuri wajah nichkhun dengan jari telunjuknya
“orang …”
jawab wooyung sendiri sebelum nichkhun sempat menjawab pertanyaannya itu “
orang2 yang percaya padamu … bukan orang yang kau percayai … karena kau tidak
boleh mempercayai siapapun termasuk aku kau tahu ?… kau hanya butuh orang yang
percaya padamu orang yang akan terus mengikutimu bahkan jika kau masuk ke dalam
neraka sekalipun ”
“lalu apa
kau akan mengikutiku jika aku benar2 masuk kedalam neraka ?!” seketika wajah
nichkhun berubah serius bertanya pada wooyoung
Tangan
wooyoung yang menyusuri wajah nichkhun tadi sekarang sudah sampai di lehernya
dan terus turun hingga menyentuh kancing teratas baju tidur nichkhun dan
membukanya dengan perlahan sedangkan pandangan matanya juga bergerak sejalan
dengan gerakan tangannya “aku akan mengikutimu masuk kedalam neraka …tapi …”
wooyoung kembali memandang wajah nichkhun yang masih memperhatikan wajahnya
“apa kau tahu aku mengatakan itu adalah sebuah kebohongan atau ke jujuran ?!
apa aku mengatakan itu tulus untukmu ?! kau tidak bisa melihat isi hati
seseorang ” wooyoung melepaskan kancing kedua dan mulai menghirup aroma tubuh nickhun
di sekitar leher kanannya menggesekan ujung hidungnya di kulit leher nichkhun dan
tangan wooyoung menjamah leher bagian kiri nichkhun
Nichkhun
menjambak halus rambut wooyoung dan menariknya untuk bertatapan kembali “apa
maksud mu ?!” Tanya nichkhun dengan raut wajah yang serius saat ini
“aku hanya
ingin kau tahu … dasar menjadi seorang peminpin … “ wooyoung menunduk untuk
membuka seluruh kancing baju nichkhun “contoh yang paling sederhana .. aku dan
kau … bukankah kita adalah orang yang paling di percaya jinyoung hyung ?! tapi
kita menghianatinya dengan mudah hanya karena saling menyukai …” nichkhun mengalihkan
pandangannya kearah lain mencoba untuk mencerna perkataan wooyoung barusan yang
membuat pikiranya seketika menjadi kacau
“apa kau
percaya padaku ?! aku mungkin bisa menghianatimu seperti aku menghianati
jinyoung hyung !” nichkhun menarik tubuh wooyoung dengan tiba2 hingga
menindihnya membuat wajah wooyoung yang ada di atasnya itu berjarak sangat
dekat dengan wajahnya
“aku percaya
padamu … “ ucap nichkhun yakin dengan segenap kejujuran yang dia miliki begitu
terpancar dari sorot matanya
“mwo ?!”
Tanya wooyoung tidak percaya. Bagi wooyoung mungkin nichkhun akan memikirkan
jawaban itu beberapa saat tidak secepat ini membuat dia sendiri merasa kaget
dengan sikap nichkhun padanya
“aku percaya
padamu … sekalipun kau berbohong padaku … atau sekalipun kau menghianatiku …
karena aku yakin kau pasti punya alasan untuk itu semua … dan … karena hanya
kau yang aku miliki … aku hanya memiliki mu saja …” pandangan mata wooyoung
tidak terlepas dari mata bening nichkhun yang selalu membuatnya merasa nyaman
dia perlahan memberikan senyuman yang tulus untuk nichkhun walau di balik semua
itu tangan wooyoung meremas kuat bantal yang di jadikan alas tidur nichkhun
saat ini dengan gemetaran, mencoba untuk menetralkan perasaannya yang tidak
dapat dia mengerti , perasaan bersalah ? tidak wooyoung bukan orang yang akan
merasa bersalah pada apapun dan siapapun jika berhubunan dengan pekerjaannya
tapi kenapa dia merasa sesak seolah tertusuk benda tertajam yang menancap
hingga ke bagian terdalam dadanya
#
#
#
#
#
langit-langit kamar yang gelap adalah pemadangan yang sejak beberapa menit lalu di pandangi wooyoung dalam posisi berbaringnya. Berbaring di samping seseorang yang entah tidak wooyoung ketahui harus dia sebut apa. Kekasih ? atau target nya ? atau musuhnya ?! . wooyoung menolehkan wajahnya menghadap namja yang sudah terlelap itu membuatnya bisa melihat wajah damai dari orang tadi
#
#
#
#
langit-langit kamar yang gelap adalah pemadangan yang sejak beberapa menit lalu di pandangi wooyoung dalam posisi berbaringnya. Berbaring di samping seseorang yang entah tidak wooyoung ketahui harus dia sebut apa. Kekasih ? atau target nya ? atau musuhnya ?! . wooyoung menolehkan wajahnya menghadap namja yang sudah terlelap itu membuatnya bisa melihat wajah damai dari orang tadi
“aku
mencintaimu ?!” sebuah kalimat yang biasa di katakan seseorang sebagai sebuah
pernyataan cinta malah di katakan wooyoung dalam intonasi bertanya namun karena
orang yang dia ajak bicara itu memang sudah terbang kealam lain sama sekali
tidak ada jawaban darinya
Wooyoung
mendekatkan dirinya pada nichkhun yang masih tertidur dengan pulas , dia
menempatkan tanganya di bagian sisi kanan dan kiri bantal nichkhun dan perlahan
mendekatkan wajahnya semakin dekat dengan wajah namja itu mengerahkan bibirnya
untuk menempel pada bibir namja yang ada di bawahnya sekarang . walau perlahan
dan dengan hati2 wooyoung berhasil menempelkan bibir mereka dengan lembut tanpa
mengusik tidur namja tadi ,wooyoung memejamkan matanya saat bibir mereka
menempel membuat sebulir cairan bening jatuh dari matanya. setelah beberapa
detik berlalu wooyoung kembali menarik wajahnya dari nichkhun dan memandang
wajah itu dengen lekat
“mianhae “
gumam wooyoung dengan mata yang mulai berkaca2 telihat samar dengan sinar kekuningan
yang menerpa wajahnya dari satu lampu tidur yang di nyalakan di dekat ranjang
mereka. Tangan wooyoung terulur menyentuh sisi wajah nichkhun dengan sangat
lembut tidak ingin membuat namja itu terbangun
Wooyoung menggelengkan
kepalanya cepat seraya menutup mata membuat air mata mengalir di kedua pipinya
“aku tidak bisa … apa yang harus aku lakukan ?!” Tanya wooyoung pada dirinya
sendiri
“aku percaya padamu … sekalipun kau
berbohong padaku … atau sekalipun kau menghianatiku … karena aku yakin kau
pasti punya alasan untuk itu semua … dan … karena hanya kau yang aku miliki …
aku hanya memiliki mu saja …”
Perkataan
nichkhun kembali terdengar di telinga wooyoung terdengar begitu jelas. Wooyoung
menutup mulutnya dengan telapak tangan kiri menahan isakan agar tidak terdengar
keluar, bahu wooyoung bergetar dengan hebat seandainya dia bisa dia sungguh
ingin menagis sekancang-kencangnya meluapkan perasaannya saat ini
“kau harus membunuh mereka “
Perkataan
taec kembali berputar di telinga wooyoung seolah menghantuinya membuat wooyoung
mau tidak mau harus kembali memutar otak berpikir tentang keputusan apa yang
harus dia ambil
Wooyoung menarik nafas dalam-dalam melalui
mulutnya membuat mulutnya terkatup katup ,tangan wooyoung terulur dengan
gemetar mengambil sebuah benda di balik bantal putih yang ada di dekatnya
mengeluarkan benda itu dari balik bantal dengan perlahan
Isakan pelan
terdengar dari mulutnya saat wooyoung mulai mengarahkan benda di tangannya
tepat di bagian tengah kening nichkhun. Tanganya yang mengarahkan sebuah pistol
kearah nichkhun tampak bergetar membuat wooyoung mengarahkan tangan kirinya
untuk memegang pistol itu juga agar tepat di tempat yang dia inginkan .
Wooyoung menggigit kedua bibirnya kedalam mengumpulkan keyakinan . dadanya
wooyoung naik turun dengan cepat nafasnya tersengal-sengal menahan tangis walau
air mata sudah lolos mengalir dari kedua mataya yang memerah
“mian … “ ujar
wooyoung saat dia akan menembakkan pistol yang dia pegang pistol yang sudah di
arahkan dengan begitu tepat sasaran itu
Di luar sana
Junho
berjalan menuju ke kamar kyuhyun dengan lengkah santainya, dan saat beberapa
meter lagi dia akan sampai di depan pintu kamar kyuhyun dia melihat seseorang
berdiri di sana . junho tersenyum dan hendak meneriakan nama kyuhyun tapi tiba2
ada yang menarik tanangannya membuat dia berbalik dengan paksa
“hey … ada
apa ?!” kyuhyun bicara dengan tampang polosnya pada junho. Dia yang menarik
tangan junho barusan ternyata
“kau … ada
di sini ?! lalu siapa yang ada di sana tadi ?!” junho menunjuk kearah pintu
kamar kyuhyun dan kembali memandang kyu
“mungkin
penjaga … penjaga selalu berkeliling setiap malam kan ?!” junho mengangguk
kembali santai memasukan kedua telapak tangannya kedalam saku celana
back to
khunyoung room
“mian … “
ujar wooyoung saat dia akan menembakkan pistol yang dia pegang ,pistol yang
sudah di arahkan begitu tepat sasaran itu
Drep
Drep
Drep
Wooyoung berbalik
melihat kearah pintu saat dia mendengar suara langkah kaki mendekat kekamarnya
lalu kembali berbalik memandang wajah nichkhun yang masih tidur dengan pulas
karena kelelahan nichkhun menggerakan bahunya tidak nyaman tapi masih terlelap
sama sekali tidak terganggu dengan semua gerakan wooyoung. Wooyoung menelan
salivanya cepat dan kembali mengarahkan tangannya yang memegang pistol itu
tepat ke kepala nichkhun dengan jarak yang sedekat ini sudah pasti wooyoung
tidak akan meleset saat menembak
Keringat
dingin mulai meluncur di kening wooyoung dengan deras. Wooyoung memandang
bingung nichkhun yang tampak tenang dalam tidurnya
“saranghae “
“saranghae “
“saranghae “
“saranghae “
Telinga
wooyoung mendengung dengan sebuah suara yang menggumamkan kata cinta untuknya
terus berulang-ulang tidak pernah berhenti sekejap pun kata cinta yang di
ucapkan sebuah suara yang tak lain adalah suara nichkhun dengan bayangan
wajahnya yang begitu tulus berkata padanya membuat wooyoung semakin menggila.
Wooyoung memejamkan matanya rapat-rapat masih dengan suara nichkhun yang
berputar di otaknya
“anii…”
gumam wooyoung menggelengkan kepalanya berulang kali masih dengan memejamkan
mata dengan tangan yang masih mengarahkan pistol kearah nichkhun . wooyoung
terus menggelengkan kepala mengelak tapi tangannya tetap pada sasaran dan
ahirnya
DOORR !!!!
Junho dan
kyuhyun langsung berbalik ke sumber suara tembakan yang mereka dengar dengan
tiba-tiba . sekilas mereka saling pandang dan setelah itu junho maupun kyuhyun
segera berlari mendekati sumber suara tadi tanpa di peritah ….
In khunyoung
room
Wooyoung
memandang lurus kedepan masih dengan duduk di atas kasurnya nafasnya terasa
begitu sesak ,wooyoung menautkan jari2 di kedua tangannya dengan erat untuk
meredam getaran tangannya tapi itu tidak berhasil karena tangan wooyoung tetap
saja gemetaran
“apa ini ? “
Tanya wooyoung semakin bingung melihat keadaan di hadapannya wooyoung merasa
jika otaknya sudah tidak berfungis semuanya terasa sangat kacau bagi wooyoung
dia seolah gila menghadapi hidupnya sendiri
“Apa yang terjadi ?!” Tanya wooyoung lagi dengan air mata yang mulai
menetes lagi dari kedua pelupuk matanya yang masih memandang lurus pemandangan
di depannya
Dan
ceritanya masih berlanjut …. Mianhae dengan part ini … saya udah curhat agak
sedikit kehilangan feeling terhadap ini …. Tapi silahkan di komentar yah supaya
saya semangat siapa tahu aja ada komentar yang bisa membangkitkan gairah saya (?)
hahahaha … oke di tunggu bayarannya dalam bentuk komentar … kamsamida !!!!!!
*tarik baju author*
ReplyDeletemau kemana thorrrr..ntu suara DORRRR kenape yakkk..sapa yg ketembak?!ato sapa yg ditembak nih?!
ahhhh..sapa suruh punya musuh macem Khunnie..kalo sy yg jadi wooyoung jg mending tu musuh dijadiin pacar dari pd dibunuh..
hadoohhh..tp baca ni FF bawaannya dagdigdug..kyk lagi maen petak umpet..
Chansungie..itu polos apa baru pertama x jadi mata2 yakkk..ceroboh bgt sih..*jitak Chan pake sepatu boot*
Junho karakternya rada serem nih..meski santai tapi dia paling menakutkan..
Uyoungie..mending jgn manfaatin ni org deh..takutnya malah berbalik jd senjata makan tuan loh...
Masih ngeraba-raba ama FF ini siapa yg jahat..siapa yg baik disini..
klo emang TaecChanWoo kerja buat negara n buat ngeberantas mafia..pasti ga ada kata "BUNUH MEREKA"..
ehhmmm..sesama mafia kah..trus dendam karena apa?!rumit ini rumit...
Jangan bilang alasannya karena dendem pribadi Taecyeon n Junsu yang batal nikah..
Karna sy akan dorong authornya kedasar jurang..
#jurang hati saya maksudnya..hehehehe
Un ini kek mana ni?khun mati tau sapa yang tertembak ni?aku penasaran
ReplyDelete"DOOOORRR??!!" unnie ini siapa yang tertembak?? please unnie jangan khun,, jangan biarkan khun tersiksa > < .....
ReplyDeleteunnie, aku masih belom bisa nerka mana character yg jahat sama yg engga.. junho!!
baca ff unnie yg ini serasa nonton film action, bikin hati was was dan bergetar >< *author : ni anak bener bener ga ketulungan lebaynya* tpi serius unnie >< suka suka!!
THOR GUE DOAIN NGAK KAWIN KALO FF INI NGAK DI LANJUTIN!!
ReplyDeleteHAMPIR TIAP MALAM GUE NGE-CEK AUTHOR UDAH NGAPDATE BELUM
LANJUT THOEERRRRRRRRR
DAEBAK DAEBAK DAEBAK
huaaahh..*gigit kuping author* siapa yg ktembak.?ga mungkn khun kan.?ga mungkin udong tega bunuh org yg dicintainya kan..?huaaa..*guling2 dilumpur*
ReplyDeleteini epep bnr2 slalu bkin jantungku dag dig dug ga keruan kya naek jet coaster(?) dtemenin kuntilanak..#pletak
tp beneran lho..ini critanxa bnr2 susah dtebak n bkin pnasaran..sbnarnya ada maslh apa antra 2klompok mafia ini? apa bnr kya yg dblang reika dikomen paling atas itu klo jangan2 ini dendam pribadi taecjun gara2 gagal kawin.?wkwkwk..
POKOKNYA HARUS DILANJANJUTKAN SEGERA..!!*treak pke toa dikuping author*
~weny~
udah lm updatenya thor knp ga mau di lanjutin sih,jahat,hiks..hiks...hiks... semangat sih thor...
ReplyDeletehaduuuuuuuuuuuh thor,,,kenapa sich semua yang asik-asik pasti di situ endingnya waeeeeeeee thor,,,,lanjut penasaran nch...
ReplyDeleteAndwaeeeeeeee!!
ReplyDeleteorang ganteng jangan mati :'(
gak dilanjut, aku bakal demo kerumah author bawa pasukan anak-anak JYP..
huwwaaa...siapa yg d tebak thor? Omo makin seru lanjut ya thor please...
ReplyDeleteAndwaeee siapa yg mati siapaa ???? *teriak teriak dari atas monas*
ReplyDeletegag mungkin khunie kan ???
dia gag boleh mati,kalo jyp si gue gag perduli *ditabok jyp* ,,tapi khun gag bole!!!!
kalo khun di epep ini sampe mati winkies2 kesetanan bakalan unjuk rasa di alun-alun garut nuntut pertanggug jawaban author!!!!!!!
md
ReplyDeletesapa yang mati Thor???
aduh penasaran gila.....
sapa yang kena tembak tuh ! pasti tikus yang ada di kamar mereka ! khun percaya kan sama woo gak mungkin woo berani nembak ! atau gak woo malem malam maen ps di kamar kasetnya recident evil tepat banget tuh :3 nih ff pasti lebih seru kalok ada pasangan ketiga contohnya ! wooyoung pacaran sama jinwoon atau gak pacaran sama siwon hahahahahaha pasti tambah daebak trus perangnya antar gangnya khun sama gangnya siwon hahahah ngerebutin uyoung dah #di golok wooyoung
ReplyDeletebuat ff khunyoung lagi dong thor fellnya khunyoung itu pasti dapet banget di banding couple lainya hehehehehehehehe