Love In art
By : park
yara (tciw queen)
Romance,etc.
rated : M
untuk cerita
Disclamer:
2pm milik diri mereka sendiri dan tuhan semesta alam. dan cerita yang saya
tulis ini adalah cerita murni dari hati saya
Warning:
BoyxBoy. NamjaxNamja.
Pairing:
junho X nichkhun
Selingannya dan gak banyak alias hanya dikit :
chansung x wooyoung
taecyeon x
junsu
chapters :
1
summary :
cinta memang selalu datang tanpa di duga dan tidak tahu akan datang pada siapa
. dan saat ini cinta itu hadir di dalam seni yang juga menjadi bagian dari
hidup mereka
“ouhhhh tuhan … kenapa ada seseorang yang
sempurna seperti mu di dunia ini ?! kanapa tuhan itu sangat memberkati mu selah
dia tidak adil karena dia memberikan semua kesempurnaan untuk mu ?!” ucap
seorang yeoja pada seorang namja yang tengah duduk di depan meja rias , namja
itu hanya tersenyum kecil namun itu cukup untuk membuat hati setiap yeoja itu
meleleh
“noona … apa aku sudah selesai shooting
?! aku harus segera pergi !” ucap namja itu pada yeoja yang sejak tadi memujinya
“ne … kau sudah selesai … kau bisa pergi sekarang jika kau
mau ?!”
“gomawo !” namja itu berdiri dan membungkuk sekilas pada
sang yeoja . dia berjalan keluar dari ruang make up dengan pandangan takjud
dari setiap orang yang melihatnya
“bahkan sesame namja begitu mengagumu seorang nichkhun buck
horvejkul …” tiba2 sebuah suara menyeruak dari arah kanan namja yang tengah
berjalan itu . dia segera menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke samping
dimana seseorang menyebutkan namanya secara lengkap
“hyung ….” Sapa namja itu pada orang yang memanggilnya
“taecyeon akan segera kembali dari jepang … kalian berdua
sudah ada kontrak iklan bersama … jangan lupa itu …” namja sempurna bernama
nichkhun itu hanya tersenyum kecil menanggapi perkataan orang yang dia panggil
hyung
“jinyoung hyung … bisakah aku beristirahat ?! sebelum shooting
film terbaruku di mulai aku harus belajar melukis terlebih dahulu … agar aku
bisa mendalami peran yang aku mainkan !” Tanya nichkhun memandang seorang namja
yang lebih dewasa darinya yang tak lain adalah ceo sekaligus pemilik dari
menejemen dimana dia bernaung sekarang
“setelah kau selesai dengan satu iklan ini … aku akan
membiarkan mu istirahat !” ucap namja itu dan menepuk pundak nichkhun ringan
.”bagaimana jika kita minum bersama sekarang ?!” tawar jinyoung pada nichkhun
Nichkhun menggigit bibir bawahnya dan beralih memandang
jinyoung dengan tatapan nakal lalu dia mengedipkan sebelah matanya “ aku ada
urusan penting sekarang “ ucapnya dengan nada menggoda membuat jinyoung tertawa renyah dengan kelakukan nichkhun itu
“arraseo ..arraseo … pergilah !” nichkhun membungkuk sekilas
dan segera meninggalkan lokasi shooting
#
#
#
#
#
#
#
#
#
“aku mohon !!!!” ucap seseorang pada benda kotak yang tengah
dia pegang , dia lalu menyimpan benda kotak itu di meja dan bersimpuh menyembah
benda itu
“aku mohon tolonglah aku … hanya kali ini saja tolonglah aku
… kita bukankah sudah sangat dekat dan bertaman sangat lama ?!” Tanya orang itu
pada benda kotak yang tadi dia sembah
“yaaachhh ….. junsu-ah …. Aku memang adalah teman baikmu dan
kita juga sudah sanngat dekat tapi masalahnya adalah … permintaan mu itu sudah
sangat gila kau tahu ….” Ahirnya benda kotak itu menimpali perkataannya . Namja
yang di panggil junsu lalu memandang benda kotak tadi dengan tatapan memelas
“aku mohon … ini demi karirku … hanya satu kali saja …” ucap
junsu dengan kembali memelas seraya menunjukan satu jari telunjuknya pada benda
kotak itu . yah sekarang junsu sedang melakukan sambungan video call dengan
seseorang yang entah itu adalah siapa
“dengar … yang pertama adalah … artis di menejemenku
bayarannya sangat mahal …. Dan yang lebih penting lagi adalah …. Artis2 kami
adalah tipe artis pemilih … mereka hanya akan mengerjakan apa yang mereka
inginkan tidak seperti artis di menejemen lain …” jelas orang yang ada di layar
ponsel junsu itu
Junho berdiri dan memandang layar ponselnya yang menampakan
wajah seseorang itu dengan kesal “ aku bisa membayarnya … dan lagi siapa tahu
saja jika dia mau membantuku kenapa kau tidak mau mengatakannya dulu padanya
?!”
“yang kau inginkan adalah ok taecyeon … model terkenal yang
sangat sulit di temui … yang begitu sibuk bahkan untuk medapat waktu pemotretan
dengannya kau harus menunggu selama 6 bulan … dan lagi aku juga sudah mengatakn
pada taecyeon … tapi dia tetap menolaknya …”
“kenapa dia menolak ?!” Tanya junsu kekeh
“karena dia tidak mau … sudah aku bilang dia hanya akan
melakukan apa yang ingin dia lakukan … sudah … aku sudah cukup berusaha
membujuknya tapi dia tetap tidak mau …”
“aku dengar dia akan kembali ke korea … aku mohon suruh dia
mempertimbangkan lagi … saat dia di korea dia bisa membantuku sedikitkan ?!”
“aku akan mencobanya !” plipp… sambungan video call itu
terputus saat ini , junsu hanya bisa memajukan bibirnya seraya bercekak
pinggang .
“ayolah … ok taecyeon kau harus membantuku !” ucap junsu
menggeram sendiri
#
#
#
#
#
#
“kau memang hebat … pantas saja gelar mu adalah dancingmecine … “ ucap seorang namja pada namja lainnya yang tengah duduk di sampinganya itu. Mereka berdua besandar pada dinding kaca di ruang latihan dance
#
#
#
#
#
“kau memang hebat … pantas saja gelar mu adalah dancingmecine … “ ucap seorang namja pada namja lainnya yang tengah duduk di sampinganya itu. Mereka berdua besandar pada dinding kaca di ruang latihan dance
“aku seharusnya benar2 teliti … kenapa perusahaan menyuruh
mu untuk melatihku … bahkan aku merasa jika
aku tidak percaya bahwa kau itu adalah koreografer terbaik yang ada …
kau koreografer terkenal di amerika ? adalah koreografer artis2 terkenal
Hollywood ?! cih “ wooyoung namja imut yang sekarang tengah minum itu berdecih
meremehkan namja lainnya
“aku tidak masalah jika kau tidak percaya padaku … kau
memang hebat !” ucap namja yang adalah chansung itu pada wooyoung yang sekarang
malah terdiam canggung karena chasing yagng baru saja dia remehkan malah balik
memujinya dengan tulus
“ahh … kita sudah selasaikan … aku ingin pulang !” gagap
wooyoung yang sekarang bergerak tidak nyaman
“bagaimana jika kita jalan2 aku tidak tahu kota seoul … dan
aku juga tidak punya teman di sini … aku sudah bosan setiap hari hanya datang
ke perusahaan dan pulang ke apartemen untuk tidur … aku tidak bisa kemana2 “
jelas chansung dengan memasang wajah yang sangat mengiba
“kau berbohong … kau bisa jalan sendiri dan mencari teman …
lagi pula bagaimana kau tidak bisa punya teman … bahasa korea mu sanggat fasih
tidak akan ada yang menyangka jika kau besar di luar negri …”
“memangnya salah jika orang tua ku selalu menyuruhku bicara
bahasa korea bahkan saat aku di vancouper … tapi sungguh aku tidak punya teman
dan juga tidak tahu banyak tentang korea … jadi kau mau kan menemaniku ? … malan ini ? ini belum larut kan ?!”
Wooyoung berpikir keras dengan memandang chansung dengan
bingung “emh … baiklah …” ujar wooyoung dengan setangah hati
‘dapat !!! kau memang sangat lucu imut dan polos wooyoungie
‘ ujar chansung nyringai iblis dalam hatinya (?)
#
#
#
#
#
#
#
#
#
#
#
Nichkhun berjalan dengan santai memasuki sebuah galeri lukisan
bernuansa putih dengan dinding kaca transparan di beberapa bagiannya hingga kau
bisa melihat keadaan di luar saat kau tengah berjalan di antara lukisan yang di
pajang di setiap inchi ruangan galeri itu. Nichkhun celingukan kesana kemari
saat dia tidak dapat menemukan siapapun di sana saat ini yah karena galerinya
‘tutup’ saat ini hanya saja nichkhun sang actor bisa bebas keluar masuk dari
galeri itu sesukanya
Nichkhun tersenyum geli saat melihat pintu sebuah ruangan
terbuka dan dengan cepat dia menuju ke ruangan itu . nichkhun berjalan dengan
perlahan seraya memperhatikan setiap sudut ruangan tertutup itu . bibir indah
pink-nya tertarik membuat sebuah senyum manis saat mana beningnya menemukan
seseorang yang tengah duduk di depan sebuah kanfas dengan tangannya yang tengah
memegang palet di tangan kiri dan kuas di tangan kanannya . nichkhun berjalan
amat pelan kearah namja itu seperti mengendap tidak menimbulkan suara .
sekarang dia sudah berada tepat di balakang namja itu dan bersiap untuk
berteriak mngagetkannya tapi
“terlambat !” ucap namja yang tengah duduk itu tiba2 membuat
nichkhun yang sudah bersiap mengagetkan dengan mendorong tubuh namja yang
membelakanginya itu malah manyun ria seraya berdecih . nichkhun duduk di sebuah
kursi di samping namja itu dengan kesal
“aku terlambat kerena ada shooting mendadak … mianhae … “
ucap nichkhun memandang namja itu dari samping
“tidak perlu minta maaf … kau bukan datang terlambat saat
kencan bukan … kau hanya datang terlambat pada pelajaran seni lukis mu …” namja
itu berujar dengan santai nan dingin membuat nichkhun uring-uringan jengkel
“sekarang melukis apa ?! shootingku masih satu bulan lagi …
“ nichkhun menyandarkan kepala di pundak namja itu dengan manja. Namja itu
memandang nichkhun yang tengah dalam pose manja padanya dengan sudut mata “wae
?! junho-ah ” Tanya nichkhun pura2 polos . junho menunjukan arah kanfas dengan
dagunya seolah mengatakan ‘sana kerjakan !’
Dengan malas nichkhun menarik kepalanya dari bahu junho dan
mengambil kuas serta paletnya
“bailklah … aku melukis objek apa ?! itu ?! kanapa bunga ?
aku bukan yeoja !” protes nichkhun pada junho. Nichkhun mamandang junho dengan
tatapan seolah memintanya mengganti objek
“kau bahkan tidak bisa melukis gelas … kenapa masih protes
dengan bunga … ini objek terbaik untuk pemula …”
“ckk … aku tidak ingin jadi pelukis aliran realis …
bagaimana jika abstrak saja … “ junho memandang nichkhun tajam dan itu sukup
untuk membuat nichkhun menutup mulutnya dengan rapat
“aku hanya belajar gayanya saja … kau tahu kan aku belajar
ini hanya untuk film terbaruku saja … “
“sejak sma … pelajaran seni lukis tetap saja sepereti ini …
saat sma aku uga di suruh melukis keranjang buah … dan itu sama saja dengan mu
… kau menyuruhku melukis meja yang terdapat alat makan … juga menyuruhku melukis
bunga dan keranjang … kau pikir aku itu anak sma apa ?!” ucap nichkhun
menggerutu tak jelas . nichkhun menoleh kearah junho yang ternyata sekarang
malah diam santai meneruskan lukisannya
“kenapa kau jarang sekali bicara … sekali bicara sangat
singkat … apa jika kau bicara maka kau harus membayar uang pada Negara ?!
kenapa begitu sulit ?! bicara itu mahal untuk mu yah ?!” Tanya nichkhun ngaco
yang masih saja di acuhkan oleh junho. “aku akan membayar biaya bicaramu jika
memang begitu … agar kau bicara dengan ku tanpa canggung seperti ini !” lanjut
nichkhun semakin ngaco aja . junho menyimpan kuasnya di atas palet dan
menjatuhkan palet itu ke lantai dia lalu berbalik kearah nichkhun dan
memandangnya
“kau marah ?!” Tanya nichkhun sedikit takut melihat ekspresi
junho . junho memadang nichkhun dengan dingin seraya menyilangkan di depan dada
saat mereka sekarang berhadapan
Junho lalu berdiri dan menghampiri meja , dia mengganti
objek yang jadi bahan pembicaraan nichkhun itu dengan sebuah patung. Setelah
itu dia kembali duduk di kursinya dan memandang nichkhun lagi
“sekarang kau mau melukis itu dengan tanganmu kan ? kau
tidak akan menggunakan mulut mu itu lagi ?!” Tanya junho sarkastik . nichkhun
mengagguk dan mengganti kanfas yang ada di hadapannya dengan yang baru begitupun
dengan junho . ahirnya nichkhun dan junho mulai melukis dengan damai setidaknya
untuk beberapa saat . yah nichkhun itu memang sudah menghabiskan banyakan
kanfas yang ada di ruangan milik junho itu , karena saat dia melukis tidak akan
selesai … dia tidak akan merampungkan lukisannya dengan berbagai macam alasan
dan paling sering adalah dengan ganti objek tapi karena junho tidak mau banyak
berdebat dengan namja itu dia hanya menurutinya saja.
"aku tidak pandai melukis ... anii
... aku sama sekali tidak berbakat melukis " ucap nichkhun yang duduk di
depan sebuah kanpas dengan ukuran sedang di depannya tangannya menempelkan kuas
pada kanfas putih itu dengan perlahan dia bicara pada pada junho yang juga duduk dalam posisi yang
sama dengannya di sebelah kanan . mereka tengah mencoba untuk melukis sebuah
objek yang tidak lain adalah sebuah patung putih berbentuk peri yang di letakan
di atas sebuah meja
"karena aku yang melukisnya ... dia
malah terlihat seperti devil ..." namja manis itu mengalihkan pandangannya
pada junho yang dududk di sampingnya . junho itu juga balik memandangnya dan
tersenyum kecil
namja yang sejak tadi berceloteh itu
sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah junho dan memandang hasil lukisan yang
di buat namja itu , "woah !!! daebak ...pantas saja kau mendapatkan banyak
prestasi " ucap namja itu lagi berceloteh sendirian .sedangkan junho yang adalah pelukis itu tetap berkonsentrasi
pada lukisannya menyapukan kuasnya di atas kanfas " junho ... aku penasaran bagaimana jika
kau melukis objek yang jauh lebih indah lagi dari pada patung itu ?!"
junho pelukis muda yang handal tapi jarang
sekali bersuara itu hanya tersenyum "bagaimana jika kau melukis aku ?! aku
ini adalah aktor yang sangat popular ... dan juga berkelas tinggi ... kau tahu
untuk menjadikan ku model memerlukan banyak uang ... bahkan gaji murni pejabat
selama 6 bulanpun belum tentu bisa membayar uang muka untuk menggunakan jasaku
!"
junho menghentikan gerakan tangannya dan
menyimpan kuas itu di atas paletnya dia menatap mata nichkhun dengan intens
"tapi untuk guru seni lukis ku ...
itu gratis " nichkhun bicara dengan sengaja mendekatkan wajahnya ke wajah
junho hingga hidung mereka nyaris bersentuhan "... bagaiamana ? kau akan
melukisku ?!" lanjutnya lagi junho menghela nafas dan mengganti kanfas
tadi dengan yang baru lagi membuat nichkhun tersenyum puas karena itu artinya
junho akan melukis dirinya
nichkhun berjalan ke arah meja tempat
dimana patung objek tadi di simpan dan dia segera menurunkannya , nichkhun
duduk di pinggiran meja dan memadang junho dengan pandangan lurus "
bagaimana jika seperti ini ?!" ucap nichkhun seraya melepaskan satu
persatu pakaiannya mulai dari blezer lalu kaos hitam yang dia pakai dan yang
lainnya . junho hanya memandang nichkhun dengan tatapan santai masih dengan
senyum simpul di bibirnya
"seperti ini ?!" tanya nichkhun
meminta pendapat sekaligus persetujuan dari sang pelukis saat dia menaikan
kedua kakinya yang jenjang dan putih mulus tanpa cacat sedikitpun itu ke atas
meja putih
junho lagi dan lagi tersenyum , dia
mengambil kuas dan mulai membuat gerakan dengan tangannya membuat kuas itu
menari dengan indah di atas kanfas
“kau pasti akan masuk angin …” ujar junho jahil pada
nichkhun yang memasang pose sensual di hadapannya .
“kau pasti akan sengaja membuat ku lama dalam posisi ini
supaya aku masuk angin dan sakit begitu kan … ?!” nichkhun menurunkan kakinya
dari meja dan memandang junho dengan tajam . tapi itu malah terlihat seperti
cemberut yang lucu bagi junho
Junho hanya terawa pelan dengan tingkah nichkhun yang sejak
pertama kali bertemu sudah melakukan hal2 yang aneh2 saja. Nichkhun lalu berjalan menghampiri junho yang
masih duduk di depan kanpas dia berjalan dengan keadaan naked dan seolah tidak
tahu malu dia hanya berjalan dengan menyilangkan tangan di depan dada dengan
santai.
“galeri tutup kan ?!” Tanya nichkhun yang sudah ada di depan
junho . junho mengangguk menatap wajah nichkhun yang sekarang tersenyum aneh
padanya. Nichkhun semakin mendekat pada junho dan duduk di pangkuannya
.nichkhun menyusuri wajah junho dengan jari telunjuknya perlahan dia
memiringkan wajahnya dan mengarahkan bibir tipisnya itu kearah bibir junho . beberapa
detik berikutnya bibir mereka bertemu , nichkhun melumat bibir bawah junho
berkali2 tapi junho masih saja diam . membuat nichkhun merengut
“yackk …!” kesal nichkhun junho terkekeh melihat nichkhun
yang selalu sukses dia kerjai , nichkhun sekarang kembali menempelkan bibirnya
pada bibir junho namun dia tidak melumatnya hanya sekedar menempelkannyasaja ,
junho yang mengerti keinginanan nichkhun segera melumat bibirnya membuat
nichkhun tersenyum di sela-sela lumatan junho . ciuman hangatpun terjadi .
nichkhun dan junho saling melunat dengan lembut untuk beberapa menit . ahirnya
junho melepaskan tautan anbibir mereka dan memandang nichkhun hangat . junho
sedikit merunduk mengambil blazer nichkhun yang tadi dia lemparkan ke
sembarangan arah saat membuka baju . junho menutupi tubuh atas nichkhun dengan
blazer itu dengan senyuman yang terus terpatri di bibirnya
“wae ?!” Tanya nichkhun heran dengan junho , yah memang
hubungan mereka saja sudah sangat aneh tiba2 nichkhun datang sebagai muridnya
dan beberapa bulan bertemu nichkhun mulai menyukai junho dan sering menggodanya
seperti sekarang , setidaknya nichkhun tahu junho juga menyukainya karena
seperti yang baru saja terjadi kadang junho juga membalas perlakuannya .
terlebih semenjak nichkhun mengenal junho dia tidak pernah melihat namja
ataupun yeoja yang terlihat seperti pacar junho datang kesana …
“kau bisa sakit … cepat pakai bajumu …” ucap junho
menjelaskan . nichkhun terdiam memadang junho dengan tatapan terluka , kecewa
?! yah … kecewa … nichkhun berpikir mereka itu sama2 dewasa tapi junho tidak
pernah malakukan lebih padanya …
Junho mencakup kedua pipi nichkhun dengan telapak tangannya ,
membuat nichkhun memandang mata junho sekarang . junho tersenyum kecil seraya
memperhatikan setiap lekuk wajah nichkhun “begitu indah … “ gumam junho masih
dengan memperhatikan wajah nichkhun.
“kau hanya suka wajahku ?!” Tanya nichkhun dengan sebuah pertanyaan
aneh . junho menggeleng masih dengan mengulum senyum
“aku menyukai semuanya tentang mu … “ timpal junho lalu
mencium kening nichkhun, lalu ke pipi kanannya dan berganti ke pipi kirinya .
setelah itu dia masih dengan mencakup wajah nichkhun dengan kedua telapak
tangannya dia lantas tersenyum manis membuat matanya yang kecil semakin menutup
.
“bagunlah … cepat pakai bajumu !” ujar junho saat melepaskan
cakupan tangannya pada wajah nichkhun. Nichkhun tersenyum kecil pada junho dia
memang tidak salah memilih orang , junho yang begitu lembut padanya membuat dia
semakin menyukai namja bermarga lee itu
#
#
#
#
#
#
in night club
#
#
#
#
#
in night club
Wooyoung memandang gelas yang ada di tangannya mata wooyoung
beberapa kali mengerjap-ngerjap aneh , bayangan gelas di tangannya itu sudah
merabun sekarang , wooyoung merasakan jika kepalanya bagitu berat dan juga
pusing.
“wooyoung-ah … kau mabuk ? kita pulang saja otthe ?!”
chansung yang melihat wajah wooyoung sudah sangat memerah itu terdengar khawatir
“aku tidak mabuk … ahh …. Rasanya kenapa ingin terus tertawa
yah ?!!!” ucap wooyoung merancau tidak jelas , tanpa menunggu ucapan ngaco dari
wooyoung lagi chansung langsung saja mempah wooyoung dari meja bartender untuk
dia bawa pulang .
“hahahahaaa ….. malam ini aku aku merasa sangat senang … eh
?! euhukk …” wooyoung berhenti bicara dan memandang chansung yang tengah
memapahnya , chansung yang memegangi pinggang wooyoung dari samping tersentak
kaget saat wooyoung tiba2 mendekatkan wajahnya pada chansung dan memandang
wajahnya dengan serius
“kau itu ….” Wooyoung memandang chansung dengan selidik “ Tidak tampan … “ ucap wooyoung ahirnya membuat
chansung yang sempat terkaget karena juntungnya berdegup dengan kencang saat
wooyoung begitu dekat dengannya tapi walhasil wooyoung mengatakan jika dia
tidak tampan , mencelos dengan apa yang baru saja di katakana oleh namja imut
yang dia pegang pinggangnya ini
“dasar !” ucap chansung dengan penuh penekanan , seandainya
saja dia tidak menaruh perasaan pada namja ini sudah pasti dia akan meninggakan
wooyoung yang mabuk itu di tempat parkir sendrian
“tapi tubuhmu sangat bagus …. “ kagum wooyoung memandang
chansung lagi . dengan wajah kagum yang di dramatisir yang membuat dia terliht
semakin cute, dia menaruh jari telunjuknya di bibir bawahnya sendiri seraya
memperhatikan chansung denngan intens
“ayo sekarang cepat masuk ke mobil !“ titah chansung yang
sudah berada di depan mobilnya , wooyoung mengangguk patuh dan duduk di kursi
samping kursi kemudi
“rumah mu dimana ?!” Tanya chansung yang sekarang sudah
menyalakn mesin mobinlya
Wooyoung memandang chansung yang ada di sampingnya ,
“rumahku di busan !” ucap wooyoung polos membuat chansung lagi2 terdiam bengong
“maksudku kau tingggal di daerah mana di seoul ?!” Tanya chansung
geram . dia berpikir sejenak “ tapi jika kau mengatakan dimana juga aku tidak
akan bisa mangantar mu …” chansung menyeringai saat pikiran dewasa sudah
mengahampirnya dia lalu mendekatkan wajahnya pada wooyoung “ bagaimana jika
kita pulang ke apartmentku saja ?!” tawar chansung pada wooyoung . wooyoung
yang otaknya sedang dalam keadaan setengah hanya mengangguk pasrah dan
menyandarkan dirinya dengan nyaman di jok mobil , dia menutup matanya
beristirahat sepertinya wooyoung akan tidur sebentar lagi
In airport
“jadwal mu di korea hanya ada shooting sebuah iklan dengan
nichkhun untuk produk minuman … dan setelah itu kau punya waktu luang selama 3
hari dan kita akan kembali pergi ke jepang “ seorang namja yang terlihat lebih
dewasa dari namja lainnya itu menjelaskan pada namja yang lebih muda
Namja muda yang ternyata adalah ok taecyeon itu berhenti
berjalan dan membuka kaca mata hitam yang dia pakai “ baiklah …. Sekarang kita
ke perusahan saja … aku ingin menemui wooyoung …” ucap taec memandang managernya
“wooyoung sekarang sedang latihan untuk comeback stagenya …
dia akan sibuk … jangan ganggu dia !” taec berdecak kesal dan membuang muka
dari menajernya
“baiklah … aku akan menemui nichkhun saja … “ taec kembali
berjalan mendahului managernya itu .
“taecyeon … kau masih ingat dengan temanku itu … yang
meminta mu untuk menjadi moel MV nya itu … apa kau bisa mempertimbangkan lagi …
kau akan ada waktu luang selama tiga hari dI korea … kau bisa membantunya kan
?!”
“aku sudah bilang aku tidak mau … lagi pula siapa dia … aku
juga tida mengenalnya dan tidak perduli padanya …. Udhlah jangan bahas itu lagi
… waktu tiga hariku itu … atur supaya aku nichkhun dan wooyoung bisa bertemu …
sangat lama sekali kami tidak berkumpul sejak kami mulai debut …” taec bicara masih
dengan berjalan tanpe menghiraukan managernya yang dengan susah payah menyamai
langkah kaki panjang taecyeon itu .
“ck … baiklah !” ujar manager taec dengan kesal
In jyp office
“nichkhun !!!!” mendengar ada yang memanggil namanya
nichkhun langsung berbalik mencari siapa orang itu dan dia langsung tersenyum
sumeringah saat melihat jika sahabatnya ketika traning dulu yang sudah lama
tidak bertemu dengannyalah orang yang berteriak itu
“sudah sangat lama sekali tidak bertemu “ ujar taec pada
nichkhun . nichkhun memperhatikan taec dari atas hingga ujung kaki
“kau memang sangat hebat … kau model yang sangat terkenal …
dan postur tubuhmu memang sangat sempurna !” ujar nichkhun memuji dengan nada
yang sedikit meledek
“hah …. Actor yang sangat terkenal seperti nichkhun buck …
memang sangat hebat … gaya berbohongmu itu semakin meningakat !!!” puji taec
juga dengan nada sindiran yang tidak serius , nichkhun tersenyum
“tentu saja … pocer face … tidak perduli apa yang terjadi
wajah harus tetap tersenyum … sekalipun kau kesakitan saat sekarat … mulut mu
harus semanis gula bicara dengan orang lain !” ujar nichkhun berbalik dan
berjalan meninggalkan taec, taec berjalan mengikuti nichkhun dari belakang
“bagiaman jika kita minum sekarang ?! ini sudah malam … dan
kita lama tidak minum bersama “ ajak taec pada nichkhun , nichkhun menghentikan
langkah kakinya dan memandang taec yang ada di sampingnya
“mianhae … aku sudah ada janji …” tolaknya dengan tersenyum
“kencan ?!” Tanya taec menerka
“anii … makan malam keluarga dengan salah satu keluarga rekan
bisnis ayahku …” taec mengerutkan alisnya memadang nichkhun dengan heran
“jangan bilang ini perjodohan ?!” terkanya lagi
Nichkhun terkekeh pelan dan menjawab “ibuku hanya mengatakan
jika aku harus bertemu dengannya dulu … jika aku tidak suka maka tidak perlu
ada kelanjutannya !” jelas nichkhun enteng
“yachh … jangan kau pikir apa yang ibumu katakana itu benar
… jika mereka suka maka mereka akan memaksamu …”
“itu tidak akan terjadi … karena … aku tahu ibuku … dia
pasti akan menepati perkataannya ..”
Taec tertawa pelan mengejek nichkhun “anak yang berbakti eoh
?!” Tanya taec mengejek lagi2 , nichkhun hanya tersenyum semu mendengar hal itu
Tbc …… otthe ?!! gaje
? gak seru ? emang gak ada seru-serunya sih … tapi kalo ada yang berminat saya
bersyukur … tolong komentarnya yah … kalo bisa di blog cz kalo komentar di fb
juga bagus sih tapi gak tahu kenapa ff yang banyak komentar di blog saya
semangat aja biat nerusinya ….
Semoga gw menjadi yg pertama memberi komentar...
ReplyDeleteAwalnya ngira bakalan lanjutin PTB trnyata FF baru lagi (sempet kecccewwwwaaaa...) tapi pas baca ampe akhir...OMO...aq jatuh cinta liat Junho versi cool (pervertnya diilangin dulu...) n wowww...my chagieya Khunnie jadi nakal yahh...tapi aq suka!!!!suka buangggeettttt malahan..
Awas jgn pernah bilang mau berhenti nulis FF lagi..karna aq orang pertama yang akan protes klo author berenti nulis FF..
LANJUTTKAANNNNNN!!!!
ngerti banget maksud chan bawa woo ke apartemen nya mau ngapain hihihi
ReplyDeletenichkhun nakal banget deh ya, taec ternyata ngefans sama junsu huahaha bakal seru banget nih ff
wihhh...khunnie nakal bgt ma junho hihi...
ReplyDeleteWooppa ...woppa oppa polos bgt sih ...kekekek...
Jun.k sebegitukah oppa mengagumi seorang ok taecyeon....ok lanjut...di WJIBKAN hehe...
igo..,chan mau ngpain bw2 woo keapartmen.?ikuuttt... #pletaaak.,
ReplyDeletegantian khun yg pervert ya..hahah kcian bgt dcuekin junho..kkkk~
junsu kykx trobsesi bgt ma taec.kkkk~
ada bbrpa typos tp gak mslh..aq tau chingu trlalu sbuk utk ngcek..hoho
lanjutkaaaan....
(weny)
Berasa beda bgt baca FF yg ini, karakter Junho sama Khunnya jdi kebalik gitu XD biasanya Juno yg nakal sekarang jadi Khun kkkk
ReplyDeletenext chapter author =]