Feb 13, 2013

ff nichkhun junho 2pm path toward you 2



By : park yara (tciw queen)

Romance,gaje,stress,gak mutu , abal membosankan ,manpregnant etc.
Disclamer: 2pm milik diri mereka sendiri dan tuhan semesta alam. dan cerita yang saya tulis ini adalah cerita murni dari hati saya
Warning: BoyxBoy. NamjaxNamja.
Pairing: junho X nichkhun
Nichkhun x taecyeon
Taecyeon x wooyoung
Junho x wooyoung
chapters : 2 of ?
summary : percayakah kau kepada takdir ? atau percayakah kau kepada reinkarnasi ?! aku merasa jika takdir yang aku jalani adalah takdir yang sama sekali tidak pernah sesuai dengan apa yang aku harapkan … egois ?! mungkin iya karena aku mereasa ini semua tidak sesuai dengan keinginanku maka dari itu aku tidak pernah bersyukur atas apa yang tuhan berikan padaku ….






Ternyata ada yang mau baca juga fic ini … bagus2 kalo banyak yang komen … kalo dikit yang komen mahh … gak usah di lanjutin aja lah males ngetiknya …. Di kata gak pegel apa ni otak mikir terus (?)…. Gak menghargai …. Jangan jadi SILENCE READERS !!!!!  saya di sini gak minta bayaran dalam bentuk deretan angka yang di transper ke rekening saya , saya hanya minta komentar yang membuat saya semangat dan bahagia itu saja !!!! hiks hiks hiks …. Tapi kenapa ?! kenapa ?! wae ? wae ? susah banget yehh buat komentar *curcol* ya udah jeh … ini lah cerita gaje kita … dimulai ….. eh,sebelumnya yang GAK SUKA DENGAN SEGALA YANG ADA DI FIC INI KOTAK MERaH BERLAMBANG “X” MASIH BERTENGGER DI BAGIAN KANAN ATAS UNTUK ANDA KLIK


in class

nichkhun berbalik menghadap para mahasiswa yang tengah duduk manis di kursi mereka masing2 setelah sebelumnya dia menghapus beberapa tulisan di papan tulis
"baiklah .... Hari ini cukup sampai sini saja bahasan kita.... Apa ada yang ingin di tanyakan ?!" nichkhun memutar pandangan nya kesegala penjuru kelas melihat satu persatu orang dan ahir nya mata bening namja itu menangkap sosok mahasiswi yang mengacungkan tangan nya
"yah ... Yang di sana... Apa yang ingin kau tanyakan ?!" nichkhun menunjuk mahasiswi itu dan dia langsung tersenyum
"berapa lama anda akan menjadi pembicara di sini?!" nichkhun terkekeh saat mendengar pertanyaan dari yeoja itu dia kemudian menunduk sekilas dan menghela nafas pelan
"mungkin 2 bulan " jawab nya singkat
"lalu usia anda berapa kalihatan masih sangat muda ?!" kali ini yeoja lain yg bertanya dan itu malah membuat namja berambut merah yang duduk d salah satu meja terdepan memandang nya dengan pandangan yang tidak suka seolah mencibir yeoja itu sementara nichkhun malah tersenyum ramah padanya
"usia ku 25 tahun ..... Aku menyelesaikan S2 ku pada usia 23 tahun " suara saling berbisik mulai terdengar dari yang memuji terperangah,kagum bahkan yang tidak percaya tapi hanya di tanggapi dengan senyum ramah nichkhun
"baiklah jam sudah selesai kalian boleh keluar sekarang"
para mahasiswa itupun mulai beranjak dari kursi mereka masing2 untuk meninggalkan ruang kelas
"sudah merepotkan" ujar salah satu mahasiswi saat berjalan melewati podium dimana nichkhun berdiri di sana
"kau juga bekerja keras" timpal nichkhun ramah dan kembali merapihkan barang-barangnya hendak pergi keluar kelas
"kau lebih bekerja keras lagi" nichkhun menolehkan wajah nya ke samping saat mendengar sebuah suara ikut andil dalam percakapan nya barusan membuat dia dapat melihat namja dengan senyum polos nan tulus itu berdiri di sampingnya


Sore menjelang malam
In macau

“kau akan menginap di hotel mana ?!” taec bertanya pada wooyoung yang berjalan bersama denganya keluar dari bandara , wooyoung yang celingukan itu menghela nafas ringan dan kemudian berbalik memandang taec setelah sebelumnya celingukan mencari dimana orang2 yang di tugaskan untuk menjemputnya
“aku akan menginap di hotel xxx …. Hanya untuk beberapa hari hingga urusan ku selesai …. “
“benarkah kau menginap disana ?! itu adalah hotel milik keluarga ku … dan kebetulan aku juga akan menginap di sana ….”
“jinjjayo ???!!!” sangsi wooyoung begitu kaget dengan apa yang baru saja dia dengar , wooyoung tertawa pelan dan melepaskan pegangannya pada koper yang sejak tadi dia seret keluar dari bandara “sepertinya jodoh kita terlalu kuat hingga dalam hal ini …”
“kau benar … oh ya … aku tidak melihat ada orang yang menjemputmu …. Bagaimana jika kita pergi ke hotel bersama-sama … itu juga jika kau tidak keberatan ….” Tawar taec dengan setulus hati , mereka sudah banyak berbincang saat ada di dalam pesawat dan itu membuat hubungan mereka semakin akrab saja membuat rona canggung di antara keduanyapun menghilang begitu saja
“yahh …. Tentu aku tidak keberatan dan malah berterimakasih …. Ponselku mati dan aku tidak bisa menghubungi siapapun untuk meminta bantuan saat ini …. Sesampai di hotel mungkin aku bisa mengubungi orang untuk membantuku …”
“ne … kajja !” taec mengambil alih koper yang di bawa wooyoung dengan menyeretnya bersama dengan koper mliknya sendiri menuju salah satu taxi yang terparkir tidak jauh dari sana. Wooyoung mengedikan bahunya acuh saat merasakan perlakuan gentle taecyon terhadap dirinya namun dia lebih memilih untuk tidak perduli dan mengikutinya saja sekarang toh dia memang butuh bantuan saat ini.

In hotel

“aku rasa kau pasti sudah memesan kamar kan ?!” taec bertanya saat mereka berdua sudah ada di depan resepsionis untuk menanyakan dimana kamar wooyoung
“ne … aku rasa begitu … check saja … jang wooyoung ….”
“tolong kau lihat pemesanan kamar atas nama jang wooyoung …. “ taec bicara pada resepsionis wanita itu dengan menggunakan bahasa mandarin yang terdengar begitu fasih membuat wooyoung yang berdiri di sampingnya sempat terkagum
“jang wooyoung memang sudah memesan kamar untuk 4 hari 5 malam …. Di kamar nomor 321 …” resepsionis itu memberikan kunci kamar berbetuk kartu yang terlihat seperti kartu atm itu pada taecyeon
“kau di kamar 321 … kebetulan sekali aku akan menepati kamar 326 …. Jadi tidak terlalu jauh …ngomong-ngomong jika urusan mu sudah selesai … kita bisa jalan-jalan … aku akan mengajak mu berkeliling macau … bukankah ini pertama kalinya kau ke macau ?!”
Wooyoung mengangguk seraya mengambil alih kunci kamarnya dari tangan taec walau wajahnya memang terlihat sedikit berpikir “baiklah …. Aku akan mencoba menyelesaikan urusan ku dengan cepat agar aku bisa menerima ajakan mu untuk jalan –jalan …. “ jawabnya kemudian


Balik lagi ke korea

Nichkhun menaruh kembali satu buku tebal itu di antara tumpukan buku yang sudah dia letakan di meja yang ada di dekat rak buku , saat ini dia tengah memilah buku di perpustakaan kampus junho memilih beberapa buku yang harus dia baca untuk mempersiapkan pembahasan selanjutnya di kelas .
“ponsel ?!” nichkhun segera merogoh ponsel yang ada di saku celananya karena dia baru saja ingat jika selama berada di dalam kelas tadi dia mematikan ponselnya . nichkhun tahu jika hal itu mungkin akan membuat taecyeon khawatir atau bahkan marah padanya karena tidak bisa menghubungi dirinya sejak beberapa jam yang lalu . nichkhun menekan ikon hijau di ponselnya dengan cukup lama hingga ponsel itu berbunyi menandakan jika ponsel itu telah di nyalakan sekarang
Beberapa saat kemudian ponsel itu berbunyi singkat yang ternyata  nada pesan yang masuk . dengan segera nichkhun membuka pesan itu dan membacanya “macau ?!” gumam nichkhun saat membaca isi pesan yang ternyata adalah pesan singkat dari taecyeon
Dia menghela nafas lega karena tidak mendapatkan kata-kata omelan dari taecyeon mengenai ponsenya yang tidak aktif karena ternyata taecyeon juga tengah sibuk saat ini . setelah memasukan kembali poselnya ke dalam saku nichkhun segara mengangkat tumpukan buku yang tadi dia letakan di meja untuk dia bawa pulang dan baca di rumah
“biar aku yang membawanya ….” Nichkhun tersentak saat seseorang mengambil alih tas yang ada di tangan kanannya dan juga mengambil alih tumpukan buku tebal yang dia angkat di depan dadanya hingga menutupi sebagian wajah tampan nichkhun itu tadi.
“tidak perlu aku bisa sendiri ….” Tolak nichkhun dengan halus dan mencoba untuk kembali mengambil alih tas dan juga tumpukan bukunya yang saat ini sudah berpindah tangan ke tangan namja berambut merah yang saat ini berjalan di sampingnya .
“ini berat sekali …. Jika kau mau membatu bawakan saja tas ku … “ namja berambut merah itu sedikit memiringkan tubuhnya membuat tas ransel yang dia pakai di punggungnya itu menghadap kearah nichkhun . “….itu akan sedikit mengurangi beban nya ….”lanjut junho lagi Nichkhun berdecih kecil karena perkataan junho barusan , dia lantas mengambil tas junho yang saat ini ada di punggungnya bertukar beban dimana saat ini junho yang membawa tas nichkhun dan juga tumpukan buku sedangkan nichkhun membawa tas junho yang ringan .
“ada hal yang ingin aku tanyakan …. Kau itu lulusan psikologi kan ?! “
“ne ….” Nichkhun menjawab dengan singkat namun wajahnya menghadap junho dengan penuh minat.
“bagaimana kau menjelaskan jika … kau merasa begitu dekat dengan seseorang seakan kau menganalnya sejak lama padahal kau baru saja pertama kali bertemu dengannya ?!” langkah kaki nichkhun terhenti dengan spontan entah mengapa pertanyaan junho itu membuat hatinya sedikit terusik tidak nyaman
“kenapa kau bertanya begitu ?!”
“aku merasa … entah mengapa sangat nyaman dan seolah dekat dengan mu … padahal kita baru beberapa kali bertemu … “jelas junho dengan jujur sedikit menaikan tumpuka buku yang saat ini dia bawa di depan dada agar lebih keatas hingga menghalagi dagunya dari pandangan nichkhun
“apa kau percaya reinkarnasi ?!”
“maksud mu … sejenis … di kehidupan sebelumnya kita pernah bersama dan bertemu kambali pada kehidupan ini ?!”
“aniya … aku hanya bercanda saja !”  nichkhun menggelengkan kepalanya lalu kembali berjalan mendahului junho yang malah bengong dengan jawaban nichkhun barusan .
“YACHH !!! “ teriak junho mencoba mempercepat langkahnya menyusul nichkhun hingga saat ini mereka kembali berjalan beriringan “aku pernah membaca fanfiction (?) tentang reinkarnasi sepasang kekasih … apa yang kau maksud sejenis itu … ?! “ Tanya junho lagi penasaran dan nichkhun malah tertawa kecil
“aku sudah bilang aku hanya bercanda junho-ah …. “ baik nichkhun maupun junho terdiam beberapa saat , nichkhun menggigit kedua belahbibirnya saat mengingat jika baru saja dirinya memanggil junho dengan sebutan yang terdengar bagitu akrab ,sedangkan junho juga memandang nichkhun dengan wajah sedikit heran tapi kemudian junho malah tertawa
“jangan memasang wajah seperti itu … aku malah suka saat kau memanggilku dengan akrab … aku rasa kita bisa jadi teman “
“ne ….” Jawab Nichkhun seraya tersenyum canggung



Beberapa hari kemudian

In macau
Wooyoung berdiri di depan pintu sebuah kamar yang ada di hotel tempat dirinya menginap . tangannya sudah terluru untuk mengetuk pintu itu namun kembali dia urungkan saat hamper saja mengetuknya
“apa dia tidak sibuk ?!” Tanya wooyoung pada dirinya sendiri dan memandnag lekat nomor kemar yang terpasang di pintu yang ada di hadapannya itu “coba saja “ ujarnya kebali menyakinkan dirinya sendiri .

Tok tokk tok

Cleekk

“wooyoung-shi ?! “ taecyeon yang segera membuka pintu kamarnya ketika mendnegar suara ketukan pintu dari luar itu memanggil nama wooyoung dengan heran karena tiba2 saja wooyoung datang menemuinya
“ehm …. Taecyeon-shi …. Apa kau sedang sibuk ?!”
Taecyeon mengalihkan arah pandangannya ke samping kanan mencoba untuk mengingta jadwalnya hari ini . dia mengingat apa saja yang akan dia lakukan hari ini dan ternyata hasilnya adalah taec hanya perlu menemui seseorang klien pada malam hari dan setelah itu dia bisa segera pulang ke korea . “ahh …. Aku tidak sibuk … maaf aku lupa … aku punya janji untuk mengajak mu jalan-jalan …. Bagaimana jka sekarang saja kita jalan-jalan ?!”
“ne … aku snabat bosan karena hari ini diam terus di hotel …aku akan menunggumu di bawah …”wooyoung bicara dengan tangan kanan yang menujuk kearah kiri dimana lift terdapat di sana saat dia mengatakan akan menunggu di bawah .
Taec mengangguk tiga kali sebelum menjawab apa yang wooyoung katakana dengan kalimat “baiklah … aku akan segera ke bawah setelah ganti baju “
“ne …”

*
*
*
*

“sudah berapa banyak yang kau beli ?! itu semua bahkan ada di seoul “ taec memperhatikan wooyoung yang berjalan di sampingnya dengan kedua tangan yang penuh dengan paperbag yang berisi berbagai macam barang mulai dari sepatu sampai souvenir juga beberapa makanan
“rasanya berbeda jika membelinya di tempat yang lain …” timpal wooyoung dengan nada santainya .
“wooyoung-shi … kau tahu apa yang paling terkenal di sini ?! “
“apa ? judi ? tempat ini  terkenal dengan casino juga bukan ?!”
Taec berdecih meremehkan karena jawaban wooyoung yang anah menurutnya “saat kau tidak bisa pergi ke itali dan mengujungi venesia untuk naik gondola kau bisa melakukannya di sini …. Apa kau mau melihat pemandangan dengan naik gondola ?!”
“ahh … benar … tapi aku sudah pernah pergi venesia dan jga sudah pernah naik gondola di sana … hehehehe “
“oh begitu ….” Jawab taec singkat dan berbalik menghadap ke jembatan yang menyambungkan sisi kanan dan kiri pusat perbelanjaan yang ada di dalam gedung itu taecyeon sendiri malah merasa aneh dengan dirinya yang malah tidak suka saat wooyoung mengatakan dirinya pernah melewati moment romantic yang dia sebutkan barusan bersama dengan orang lain . wooyoung yang mengerti akan perubahan sikap taecyeon yang mungkin tersinggung dengan perkataannya barusan mencoba untuk kembali berbicara
“tapi akan lebih baik juga jika kita naik bersama …. Apa kau mau naik bersama ku ?!” pinta wooyoung dengan nada sedikit manja dan memelas
“baiklah … setelah naik kita pulang “

Wooyoung dan taecyeon duduk bersebelahan di sebuah gondola dengan diiringi  nyanyian sebuah lagi klasik yang merdu secara live dari sang pemilik gondola, sesekali wooyoung menyibak air yang ada di bawah gondola yang dia naiki dan menciprakannya kearah taecyeon yang hanya tertawa dan menghindar sama sekali tidak membalas perbuatan wooyoung .
“kau pergi berlibur ke venesia bersama dengan siapa ? kota itu kota yang sangat romantic … apa kau pergi dengan kekasih mu ?!” wooyoung tersenyum kecil dan menggosok-gosokan kedua telapak tangannya yang basah setelah itu dia bersadar dengan nyaman di samping taecyeon
Wooyoung terdiam cukup lama untuk menjawab pertanyaan taecyeon . ada rasa takut pada dirinya jika dia mengatakan liburannya ke vevesia itu adalah hadiah ulang tahun dari calon ayah mertuanya dan tentu saja dia pergi bersama tunangannya yang tak lain adalah junho
“apa yang aku katakan itu benar ?!” Tanya taecyeon lagi saat wooyoung sama sekali tidak menjawab pertanyaan yang dia ajukan
“uh ? aniii … aku pergi … dengan …. Dengan ….” Wooyoung masih terbata dan berpikir untuk jawaban apa yang dia berikan pada taecyeon “dengan …. Sodaraku …. Aku pergi dengan sepupuku dan juga dengan ibuku … yah …. Begitu …” entah dari mana wooyoung punya jawaban yang benar 100% tidak benar itu tapi memang wooyoung sendiri tidak dapat menyenbunyikan hal itu karena saat ini dia malah tertunduk menyembunyikan wajahnya dari taecyeon setelah bicara dengan tidak yakin barusan . yang beruntung masih tidak menyadari kebohongan wooyoung saat ini.



In korea

“gomawo !” nichkhun yang tengah duduk di kursi panjang yang ada di koridor kampus itu menerima kaleng minuman dari tangan junho yang baru saja datang dengan dua buah keleng minuman di tangannya yang salah satu di berikan pada nichkhun
“kau tidak merasa jika teman-teman mu memandang kita dengan aneh ?! “ nichkhun bertanya pada junho yang saat ini mengambil tempat duduk di samping dirinya yang mash kosong , sejak beberapa hari yang lalu nichkhun memang selalu memperhatikan keadaan di kampus di sekitar mereka yang terasa begitu aneh baginya karena setiap orang akan memandang nichkhun dan junho dengan pandangan yang tidak dapat di artikan karena bagaimanapun juga kedekatan mereka terlihat kebitu intim hingga banyak yang menganggap jika mereka berpacaran karena sealu saja berdua saat di kampus . dan bagaimanapun juga pandangan orang lain terhadap hubungan mereka seperti layaknya pandangan orang2 terhadap guru dan murid yang berpacaran –tidak lazim- yah walau jika di perhatikan hubungan nichkhun yang berusia 25 tahun dan junho yang berusia 22 tahun itu tidak terlalu mengherankan atau tidak lazim namun karena status social membuat hubungan mereka terasa tabu
“aku adalah tipe orang yang tidak memperdulikan pandangan orang lain terhadap ku … dan jika boleh aku sarankan … lebih baik kau buang sifat perasa dan juga peka terhadap Susana mu itu … sedikit saja agar kau bisa hidup seperti apa yang kau inginkan …. Dan tidak terganggu dengan orang lain …”
“aku harus pergi …. Kita bertemu lagi di kelas nanti saja ..” nichkhun berdiri dari kursinya sedangkan junho masih tetap duduk di sana .
Junho mendongak menatap nichkhun “baiklah …” jawabnya singkat dan setelah itu nichkhun berjalan meninggalkan junho yang masih duduk memperhatikan punggung nichkhun yang semakin menjauhinya

*
*
*

“sampai bertemu minggu depan !” nichkhun membunguk sekilas kearah deretan bangku yang di duduki oleh mahasiswa itu
“sudah melelahkan !”
“sampai bertemu “
“terimakasih “ jawaban para mahasiswa itu terdnegar saling menyahut walau dengan kalimat yang berbeda-beda . setelah itu para mahasiswa tadi berdiri meninggalkan kelas yang baru saja mereka pakai untuk mendnegarkan pembahasan nichkhun dan seperti biasanya nichkhun akan tetap berdiri di podium sampai semua mahasiswa pergi dari kelas seraya membereskan barang-barangnya
Nichkhun yang hendak mengambil buku miliknya itu terdiam saat satu tangkai mawar putih di letakan di atas buku milknya tadi oleh seseorang yang tanpa nichkhun lihat siapapaun itu dia sudah mengetahui siapa pelakunya
“sampai bertemu … minggu depan “ ujar orang yang menaruh bunga itu dan berjalan meninggalkan nichkhun yang masih terdiam di kelas sendirian karena semua mahasiswa sudah keluar dari kelas tersebut
Nichkhun mengambil bunga mawartadi dan memandangnya lekat-lekat mawar putih yang terlihat begitu indah dan bersih itu . hanya bisa mengehala nafas berat saat mengingat kedekatan yang terjalan anatara dirinya dan junho belakangan ini . seolah mendapatkan restu dari tuhan karena saat dia bertemu denga junho tuhan memberikan satu kebetulan atau mungkin takdir dengan mengirin taecyeon pergi jauh darinya dalam waktu yang cukup lama .
“dia bukan junho …. Dia bukan junho-mu …. Nichkhun … dia orang lain dank au tahu itu ….” Nichkhun mengguman dengan tangan yang menggenggam erat setankai mawar putih tadi bagitu eratnya hingga genggaman tangan itu terlihat bergetar


Balik lagi ke macau

“silahkan coba ini …. Rasanya paling enak …” seorang pedagang bicara pada taecyeon dan juga wooyoung yang berjalan melewati kios mereka . seorang yang menjula daging mirip dengan dendeng sapi itu menawarkan pada mereka berdua dengan bahasa mandarinnya
“apa dia menyuruh kita mencicipinya ?!” Tanya wooyoung pada taec karena melihat pedang tadi menyodor-nyodorkan dagangannya kepada mereka
“iya … kau mau ?! itu gratis jika hanya mencicipi … hehehe “
“tch …. Aku mau !” wooyoung mendekati pedang itu yang langsung memotongkan sample dagangannya dan memberikan itu pada wooyoung . wooyoung celingukan melihat kedua tangannya yang penuh dengan tas-tas belanja hingga dia tidak dapat mengambil sample makanan itu .”hah eothokae ?!” woyoung merengek yang lebih dia tujukan pada dirinya sendiri , dia memajukan bibirnya cemberut lucu mengeluarkan ang-angnya yang selama ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wooyoung
Taec tertawa pelan dan mendekati wooyoung lalu mengambil sample makanan tadi dari pedang itu dan mengarahkan potongan daging tadi ke mulut wooyoung yang masih cemberut . “Aa~~ “ taec memberikan intruksi untuk membuka mulut kepada wooyoung yang melah terdiam memandangnya dengan tatapan tidak percaya “kau tidak mau ?!” Tanya taecyeon karena wooyoung tidak juga membuka mulutnya
“ani… “ wooyoung membuka mulutnya hanya sedikit saja tapi itu tetap bisa membuat taec bisa menyuapkan potongan daging tadi ke dalam mulut wooyoung yang langsung mengunyahnya
“bagaimana ?! enak kan ?!” Tanya taec memperhatikan ekspresi wajah wooyoung saat mengunyah daging tadi . wooyoung mengangguk saat menelan makanan itu “kalau begitu kau mau membelinya juga ?!” Tanya taec dengan nada yang menyindir dan wooyoung hanya memejukan bibirnya seraya memukulkan tas belanja di tangan kanannya kearah taecyeon


*
*
*
*
*


“sampai bertemu lagi lain waktu “ wooyoung membungkuk kearah taec saat mereka ada di bandara Incheon seoul setiba dari macau di siang itu
“ne … aku harap kita akan bertemu lagi …”
Wooyoung mengangguk dengan semangan dan setelah itu segera memasuki taxi yang memang sudah terparkir menunggunya sejak tadi bagitupun juga dengan taecyeon yang langsung memasuki sebuah mopbil hitam miliknya yang memang sudah menunggu untuk menjemputnya
In car

Taec tersenyum bahagia memperhatikan pemandangan di pinggir jalan yang dia lewati saat melihat banyaknya gedung tinggi yang dia lewati . senyumnya terkembang semakin lebar saat dia memandang satu buah botol berwarna gelap yang dia letakan di salah satu sisi mobilnya .
“aku merindukan mu khunie-ah …. “ ujarnya dengan senyuman yang sama sekali tidak pernah hilang dari bibir tebal namja tegap ini.

In taxi

“junho-ah aku baru sjaa sampai di seoul …. Datang ke rumah ku malam ini kita makan bersama … kau tidak lupa kan hari apa ini ?!! aku merindukan mu !” wooyoung mengirimkan pesan singkat pada junho saat dia dalam perjalanan pulang ke rumahnya . wooyoung bagitu bahagia dengan banyak sekali hadiah yang dia beli untuk junho di tambah lagi hari ini adalah tepat satu tahun pertunangan mereka membuat wooyoung tidak sabar ingin merayakannya bersama dengan junho




Di suatu tempat

“mobilku mogok bagaimana ini ?!” nichkhun bicara pada benda persegi panjang yang dia letakan di teling kananya seraya memperhatikan mesin di bagian depan mobilnya yang terparkir di pinggir jalan saat ini .
Sementara itu di kampus junho berlari menuruni anak tangga menuju ke lantai bawah dengan ponsel yang juga dia letakan di telinga kananya “aku akan ke sana sekarang tunggu aku !” ujar junho dan berlari dengan sangat terburu-buru meninggalkan area kampus untuk menemui nichkhun yang menelponnya mengeluh jika mobil miliknya mogok di area sekitar rumah junho


*
*
*

“harus di perbaiki di bengkel … lebih baik kau panggil saja mobil derek “ junho yang baru saja menarik kepalanya yang sempat menunduk memperhatikan mesin mobil nichkhun itu saat ini menarik dirinya dan menutup kembali mesin mobil nichkhun
“baiklah … aku akan menelponnya “ nichkhun kembali mengeluarkan ponselnya dan memanggil mobil derek
“kau bilang rumah mu dekat dari sini kan ?!kenapa lama sekali baru datang ? kau berbohong padaku ?! ” Tanya nichkhun mendekati junho yang tengah melap tangannya karena ternodai akibat membenarkan mesin mobil nichkhun barusan .
“saat kau menelpon ku … aku masih berada di kampus … jadi sedikit lama “ jelas junho tidak menghentikan aktifitasnya membersihkan tangannya
Nichkhun menggigit bibir bawahnya karena merasa tidak nyaman dengan perkataannya barusan yang terkesan menuduh dan juga menyudutkan junho “maaf … aku pikir kau ada di rumah karena itu aku menelpon mu “
“kau mau mampir ke rumah ku ?!” nichkhun mengangguk mengiyakan ajakan junho padanya


In junho home


“maaf rumahku sangat sempit dan berantakan “ junho membuka pintu rumah sederhana yang dia tempati dan mempersilahkan nichkhun untuk masuk dengan gerakan tangannya yang menahan pintu agar tidak tertutup kembali saat nichkhun belum masuk ke dalam sana .
Nichkhun yang baru saja memasuki rumah junho memutar pandangannya memperhatikan seluruh isi rumah sederhana itu , dimana hanya terdapat beberapa perabotan inti seperti kursi dan tv sederhana , satu pintu yang nichkhun yakini adalah pintu kamar junho dan satu pintu lainnya yang nichkhun yakini adalah pintu kamar mandi . satu meja makan sederhana dan juga peralatan dapur yang minim
“kau tinggal sendirian ?!”
“ne …. Duduklah … “ junho mempersilahkan nichkhun untuk duduk sedangkan dirinya memasuki kamar untuk mengganti baju sebelum menyiapkan minuman untuk nichkhun . sementara nichkhun sendiri duduk di salah satu kursi sesuai dengan apa yang di katakan junho tadi

In wooyoung home

“tuan muda … apa ada yang bisa saya bantu !?” salah satu yeoja berseragam pelayan menghampiri wooyoung yang tengah menata lilin-lilin di atas meja yang sengaja dia letakan di halaman belakang rumah mewahnya itu (anggap di rumah kaya yang di secret garden itu)
“aku ingin melakuakn semuanya sendiri … jika apa yang aku perintahkan sudah kau selesaikan kau bisa pulang sekarang juga … dan suruh pelayan lain juga untuk pulang “ titah wooyoung pada yeoja itu , sang pelayan mengangguk patuh dan memungkuk hormat padanya untuk kemudian mundur meninggalkan wooyoung di dekat meja di halaman belakang tadi
“cantik sekali “ wooyoung tersenyum puas saat melihat karya yang dia buat dengan tangannya sendiri . menyiapkan sebuah makan malam romantic untuk dirinya dan junho , wooyoung mendambkan makan malam di bawah sinar rembulan dan bintang di malam hari dengan di temani cahaya lilin dengan makanan lezat dan mewah yang di masak bersama dengan chef ternama , kue tart yang juga sengaja dia siapkan untuk merayakan satu tahun pertunagannya bersama dengan junho . wooyoung menghela nafas lega seraya bercekak pinggang memandnag hasil karya yang dia buat ini memandang meja makan itu dengan bangga lalu kemdian bertepuk tangan bahagia


In taeckhun home

Taec perlahan melepaskan pegangannya pada koper yang dia bawa , saat ini taec masih berdiri di depan pintu masuk rumahnya . dia tersenyum miris mengasihani dirinya sendiri saat beberapa kali dia menekan bel rumahnya berharap nichkhun akan membukakan pintu untuk dirinya dan tersenyum bahagia serta terkejut karena kepulangannya yang tiba-tiba . sebuah kejutan ?! yah taecyeon memang berniat untuk memberikan kejutan pada nichkhun dengan kepulangannya dari macau tapi ternyata nichkhun malah tidak ada di rumah saat ini . tidak ada yang membukakan pintu untuknya
“paboya taecyeon-ah ….. “ gumamnya pada diri sendiri dan segera menarik nafas lalu membuka pintu rumah untuk masuk ke dalam rumahnya . taecyeon menyimpan koper yang dia bawa di salah satu sudut ruangan dan segera menuju dapur dia menaruh satu botol berwarna gelap yang sejak tadi dia jinjing di atas meja dan mengambil dua buah gelas untuk dia letakan di samping botol tadi . taec juga membuka lemari pendingin dan mengeluarkan beberapa buah untuk dia potong dan letakan di atas piring .
Taec memotong beberapa buah dengan senyum yang kembali terukir di bibirnya membayangkan eksprsei nichkhun saat melihat kejutan yang dia buat . yah mungkin bukan kepulangannya namun dia begitu tahu jika nichkhun begitu menyikai wine dan oleh-oleh yang dia bawa kali ini adalha wine dengan usia yang cukup tua dan cukup sulit untuk di dapatkan . taec yakin jika nichkhun pasti akan senang mendapat olah-oleh ini darinya

In junho home

“ini minumlah “ junho menaruh cangkir teh di atas meja yang ada di depan nichkhun dan duduk di sampingnya mengarah ke depan tv
“gomawo “ nichkhun segera mengambil cangkir itu dan meneguknya satu tegukan, setelah itu dia kembali menaruh cangkir tadi di atas meja seperti sebelumnya
Trek
Nichkhun dan junho celingukan ke sana kemari sesekali melihat kearah langit-langit rumah junho saat gelap menyelimuti rumah itu .
“lampunya kenapa mati ?!” Tanya nichkhun bingung pada junho yang duduk di sampingnya , junho juga tidak kalah bingung dengan nichkhun saat ini karena lampu di rumahnya tiba-tiba saja mati .
“mungkin ada kerusakan !”jawab junho mencoba berdiri untuk melihat sikring listrik di rumahnya . karena memang hari itu masih petang hingga masih bisa melihat kesekitar walau terlihat agak gelap
DUAAAARRR !!!! (suara petir ceritanya)
“AHH !!!” nichkhun yang terkget karena suara petir yang tiba-tiba barusan dengan reflekas memeluk junho yang hendak berdiri di sampingnya. Junho mendengar sedikit isakan dari arah wwajah nichkhun yang memeluknya dan menempatkan wajahnya di dada junho
“kau tidak apa-apa itu haya petir “ Tanya junho hati-hati sama sekali tidak bisa melihat wajah nichkhun saat ini . junho hanya bisa merasakan kepala nichkhun menggeleng di dadanya tanpa mengatakan apapaun selain suara isakan pelan sekali
“a…ak…aku …. Takut petir ….” Jawab nichkhun dengan terbata . junho terdiam berpikir bahwa mungkin nichkhun memang mengalami fobia terhadap suara petir karena dia bisa merasakan jika tubuh nichkhun sedikit bergetar seolah ketakutan dengan memeluknya

In wooyoung home

Tik tik tik tik


Gerimis mulai turun di rumah wooyoung membuat dia yang sejak tadi mundar mandir di teras belakang rumahnya dengan ponsel yang terus saja dia gunakan untuk mencoba menghubungi seseorang yang sejak tadi dia tunggu-tunggu . wooyoung menolehkan kepalanya ke samping kanan membuat dia melihat rintik-rintik hujan turun mengguyur halaman belakang rumahnya. Sejak tadi wooyoung terus saja mencoba untuk menghubungi junho , guna meminta junho segera datang ke rumahnya atau sekedar mengingatkan junho jika saja junho melupakan acara mereka malam itu.
“hosh ….” Sudah lebih dari belasan kali wooyoung mencoba menghubungi junho yang sama sekali tidak mengangkat telponnya ataupun membalas pesannya . wooyoung menjatuhkan ponselnya ke alntai kayu yang menjadi teras belakang rumahnya , dia berjalan mendekati meja yang sudah dia tata dengan sedemikian rupa sejak siang tadi , wooyoung bahkan tidak menghiraukan butiran-butiran hujan yang mengguyur tubuhnya saat ini . terus berjalan mendekati meja tadi berdiri di depan meja itu memperhatikan bagaimana butiran hujan jatuh di meja itu , satu persatu butiran hujan yang turun membasahi makanan yang sudah di siapakan di atas piring yang di taruh di atas meja tadi membuat saus yang ada di piring itu terciprat ke segala penjuru sejalan dengan cipratan air yang jauth tadi , memperhatikan bagaimana butiran air hujan jatuh tepat di sumbu lilin yang tengah menyala membuat api lilin itu mati seketika , memperhatikan butiran air yang jatuh masuk ke dalam gelas yang sudah terisi air membuat gelas itu semakin penuh namun tidak juga terelakan saat hujan kian membesar membuat air yang ada di dalam gelas itu terciprat keluar akibat adanya air yang masuk ke dalam gelas itu dengan jatuh keras seolah mengingatkan diri wooyoung tentang hokum fisika Archimedes .
Wooyoung tersenyum nanar masih dengan berdiri memperhatikan meja itu ,dia menggigit bibir bawahnya dengan kuat seolah menahan air matanya untuk keluar walau sekalpun wooyoung menagis tidakkah air mata itu tidak terlihat karena saat ini masih saja di guyur air hujan yang kian deras membuat air matanya hilang tersapu dan tersatukan dengan air hujan yang menghujami wajahnya “ kanapa ? hanya aku saja yang menyukai mu ?! kenapa kau tidak pernah menyukaiku … tidak …. “ wooyoung mengatur nafasnya yang tersengal untuk melanjutkan pertanyaannya “ tidak pernah menganggap aku ada di samping mu “ lanjut wooyoung merampungkan kalimat tanyanya pada junho yang jelas-jelas tidak ada di sana saat ini .


In taeckhun home
Taec berdiri di samping jendela yang ada di ruang tengah rumahnya bersama dengan nichkhun memperhatikan rintikan hujan deras yang turun dari langit membasahi bumi ini . memperhatikan butiran hujan yang terlihat bercahaya kuning akibat terang lampu yang di pasang di teras rumah mereka yang menjadikan bias cahaya yang dapat terlihat mata taecyeon itu .
“apa aku ini terlalu egois jika aku berharap ….” Taecyeon  membalkan wajahnya dari jendela dan menghadap meja makan yang terletak tidak jauh dari tempat dimana dia berdiri , taec memandang botol wine dan juga kedua gelas yang terpajang di samping satu piring buah itu . “kau akan tersenyum tulus menyambutku pulang … ?!” lanjutnya seraya menunduk lemah “aku bahkan tidak meminta mu untuk mengingat ulang tahun ku …. Hanya ingin kau ada di sampingku saja saat ini … apa itu terlalu berat bagimu ?!” Tanya taec entah pada siapa yang jelas sat ini dia hanya memandang ujung sandal rumah yang dia pakai saat ini, melihat keramik putih yang dia pijak dengan pikiran yang melayang memikirkan namja manis yang sudah dia nikahi selama satu tahun ini . terus menudnuk memandnag lantai hingga dirinya tidak sadar jika satu butir air keluar dari matanya begitu saja lolos dari pertahanan ok taecyeon saat ini.

In Junho home

Perlahan nichkhun membuka matanya yang sempat dia tutup dengan rapat beberapa saat yang laku Karena suara petir yang dia dengar , membuat dirinya sadar jika saat ini dirinya tengah berada di dalam dekapan hangat junho yang membelai lembut rambut bagian belakang kepalanya . nichkhun tahu ini adalah salah untuk seseorang yang telah menikah seperti dirinya.  dia juga tahu seharusnya dia segera menarik dirinya dari dekapan junho saat ini namun perasaan kuat yang seolah mengendalikan dirinya itu memaksa dirinya untuk tetap berada di dalam dekapan junho yang begitu menenangkan dirinya , sebuah dekapan yang bagitu dia inginkan selama ini, dekapan yang begitu hangat dan menanangkan yang tidak pernah dia dapatkan dari taecyeon . nichkhun kembali menutup matanya rapat-rapat dengan cengkraman tangannya di bahu junho yang semakin mengerat saat otaknya memberikan perintah bagi dirinya untuk menarik diri sedangkan hati nuraninya malam memaksa nichkhun untuk memeluk junho semakin erat dan ahirnya nichkhun mengikuti hatinya untuk memeluk junho semakin erat dengan mata yang terpejam kuat , tangan kanan nichkhun mencengkram bahu junho dengan kuat sementara tangan kirinya memeluk pinggang junho .
Mendapatkan perlakuan seperti itu dari nichkhun junho yang bisa terdiam dengan pandangan yang tak menentu antara bingung dan juga sedih karena merasakan tubuh nichkhun yang terasa begitu kesakitan dan rapuh , bingung dengan alasan mengapa nichkhun seperti itu saat ini padahal dia terlihat begitu baik, ramah dan hangat selama junho mengenalnya namun pada mala mini nichkhun terlihat begitu berbeda . junho yang sejak tadi membelai lembut rambut nichkhun perlahan menghentikan gerakan tangannya , dia perlahan memegang kedua bahu nichkhun dan melepaskan pelukan nichkhun darinya dengan perlahan membuat nichkhun mengangkat wajahnya memandang junho dengan mata yang sendu
“kau … baik-baik saja !?” Tanya junho memperhatikan mata nichkhun dalam-dalam. Nichkhun mengangguk dengan lemah masih dengan kedua tangan junho yang memegang bahunya. Entah setan apa yang merasuki diri junho saat ini karena dalam keadaan yang begitu memilukan ini junho malah tidak kuasa menahan dirinya sendiri saat melihat bibir nichkhun yang sedikit terbuka tepat di depan wajahnya hingga dengan reflex junho mendekatkan dirinya pada nichkhun mengarahkan bibir mereka untuk menyatu , nichkhun yang bisa merasakan gerakan junho dan dapat mengerti akan hal apa yang mungkin akan terjadi hanya bisa diam memanti apa yang akan terjadi selanjutnya sementara junho masih terus mendekatkan dirinya kepada nichkhun hingga saat ini bibir mereka hanya tinggal beberapa senti lagi akan manyatu …..

In wooyoung home

Wooyoung duduk di salah satu kursi yang ada di depan meja tadi masih dengan guyuran hujan yang menerpa tubuhnya saat ini masih memandang dengan terluka seluruh benda yang ada di atas meja . ”aku mohon …. Pandangkah aku …” pinta wooyoung dengan memelas memandang deretan benda yang terguyur hujan di atas meja itu dalam keadaan yang kacau dengan tubuh yang basah kuyup membuat rambut depan wooyoung yang menghalangi matanya meneteskan air dari ujung-ujungnya


In taecyeon home

Taecyeon mengambil botol wine yang dia letakan di atas meja tadi memegang dengan erat botol itu memandang label yang terpasang di botol tadi membaca deretan huruf yang membentuk nama yang menjadi merek wine tersebut  “khunie….. aku akan tetap menunggumu … hingga kau bisa membuka hatimu untuk ku “ taec kembali menaruh botol itu di atas meja dan berbalik meninggalkan meja itu menuju ke kamarnya dengan langkah yang lemah
‘ sampai kapanpun …. Akan menunggumu ‘ ujar taec dalam hati seraya berjalan terus mendekati pintu kamarnya bersama dengan nichkhun .


Sementara di rumah junho nichkhun menutup matanya perlahan saat merasakan bibir empuk junho menekan bibirnya , tubuh nichkhun seolah terkunci tidak bergerak sedikitpun dan malah menikamati setiap sentuhan bibir junho di bibirnya dengan kehangatan yang menjalar dari setiap ujung tubuhnya melalui setiap pembuluh darah yang ada di dalam tubuhnya itu membuat rasa hangat dan nyaman yang membuta nichkhun semakin terbuai akan kelembutan itu dan tetap tidak bergerak sedikitpun .





Dan ceritanya belum berahir … jika kalian masih berminat silahkan di komentar jika dikit yang komentar saya gak akan meneruskannya jadi ini adalah waktu yang tepat untuk anda yang jadi SILENCE READERS untuk insyaf dari segala tindakan anda yang selama ini menyakiti saya *lebayy * #di timpukin readers

13 comments:

  1. Pertamax

    Cuma satu kata
    Penasarannnnnnnnnnnnn
    Ayoo lanjut thorrr

    Oh yahhh *tetep* i know i want you dunk.... # puppyeyes hahhahaha -dee-

    ReplyDelete
  2. uhhhh...I like this story .. :) duh mrka kyk bertukar pasangan...(?) kkk... Seru ... Kasihan jga wooppa dah capek2 bikin eh mlh jdi brantakan semua ..tecppa tetap menunggu sampai kpn pun ..sampai khunnie mau membuka hatinya untuk junho..so sweetttt...junho,khunnie cieeeee...xD
    Ceritanya daebakkkkkk...i like it... Lanjut eon , q bakal setia nangkring d blog ini hehehe..xD FIGTHING EON ...:) lanjutin ff nya ok?! ^_<

    ReplyDelete
  3. Hadoooh taecyeon oppa kasian ngarep bangeet aku bisa jadi khunnie aku pasti gak bakal sia2in taec v_v

    Udong juga,jngan nangis oppa aku dah gak punya ice cream lagi. . .cup. ..cup. . .cup. . .Relain junho am khunnie oppa am Taecyeon aja nggak papa aku rela ko.

    'Buang sifat perasa dan peka terhdap suasana'
    aku suka kata2nya and sbenernya aku juga brsaha kaya gtu mungkin sdikit egois tapi aku nyaman.#ehhehe curhat

    Unnie wajiiiiiiib lanjuuuuuuuuut!!!
    Please v_v

    Figthiiiiiiiiiiiiiing ^^

    ReplyDelete
  4. ooh...uyoungie..come to me baby..
    ngenes bgt sih thor nasipnya taecwoo..
    junho ga sk woo..?trz knpa bs tunangan..ahh..

    khunho no komen deh..
    mreka sngt manis tp juga miris bacanya..coz tiap liat adegan mreka aku malah kpikiran taec ma babywoo..~_~

    huaaa...aku ga tau hrz ngmong apa lg..
    author bnr2 bs mengaduk2 perasaanku..~_~
    keren bgt ini..

    lanjutkan ya thor..jebal..
    awas az klo ga dlanjutin..*ngancem*

    fighting^0^

    ~weny~

    ReplyDelete
  5. Kyaaaaaa Sumpah thor dag dig dug aku baca ff author

    3 bias aku ada semua nichkhun - taec - junho ada semua
    update kilang dong thor untuk yang ini

    udah ngak sabar buat nunggu kelanjutan nya :D

    echan kemana thor kok ngak nimbul2 mungkin lagi sibuk shoting ya

    semangat thor lanjutkan

    FIGHTING !!

    -Rian :)

    ReplyDelete
  6. lanjutkan...lanjutkan...menyedihkan klu blum jodoh emg susah.good thor...

    ReplyDelete
  7. author, saat menbaca ini aku merasakan duahal, antara tetap setia atau kembali ke masa lalu... antara sakit hati juga seneng.. aku pengen nangis bawaannya waktu baca part akhir Taec sama woo yang lagi nunggo khun & Junho.. tpi aku juga seneng ngelihat khin sama Ho berdua kerasa gitu hangatnya pelukan junho disaat hujan tengah membasahi malam *jangan dibaca part ini-Lebay kumat* pokonya gitu eon... aku suka banget alur ceritanya > < Lanjuuuutt!! ;)

    ReplyDelete
  8. Sedih banget tapi aku penasaran chingu. Lanjut khunhonya. Apa ayah khunie dah tau masalah khunho?

    ReplyDelete
  9. cinta segi 4 oh indahnya,,,,,,,cinta satu malamkale,,(melinda),,,,,penasaran abies ama lajutannya cepet thor update yang barummmmcapcus

    ReplyDelete
  10. Minat minat minat lanjuttttttt... Hehehhehehhe

    Tdk lupa saya meminta... Lanjutkan "i know i want you" nyaaaaaa otreeee

    ReplyDelete
  11. reader baru nih thor .... dan aku minat banget ..... jadi lanjut yah thor ..
    dan kalau bisa aku ingin endingnya wooyoung sama junho yah jangan sama taecyeon

    ReplyDelete
  12. ada komen dr reader yg sy suka..saat baca khunho antara senang dan miris sama komenan dr wildy..

    saat baca ff kita pengen bgt tokoh utamanya happy end..tp dihadapkan kenyataan dibalik itu ada org2 yg terluka buat kita bingung..sapa yg harus didukung??
    salah..tokoh utama nya brbuat salah krn selingkuh tp kita mau mrk jadian..tp jg ga selingkuh..nah rempong kan..
    itu lah campur aduknya ff ini..

    cinta..kesetiaan..pengorbanan..dan kejujuran..
    inti dari ff ini..

    ReplyDelete
  13. à merveille..

    ReplyDelete