Aug 23, 2012

fanfic 2pm nichkhun wooyoung you are mine 5


you are mine

By : park yara (tciw queen)

Romance,hurt,etc.
Warning: BoyxBoy. NamjaxNamja.
Pairing: nichkhun x wooyoung
khunyoung
chapters : 5 of ?

Summary: aku tidak perduli bahkan jika kau itu hyungku yang jelas kau adalah hidupku,dan akan seperti iu selamanya ! kau tidak akan bisa pergi dariku walau kau berlari ke neraka sekalipun untuk menghindar dariku .


sangat sedih karena lihat blog yang buka ratusan tapi yang komentar cuman 6 aja ? kemana mereka ? kadang saya pikir silence readers itu tidak menghargai saya dan segala usaha saya ... jadi cobalah untuk menghargai karaya orang lain mulai sekarang ... dan ini dia ff saya yang sekali lagi saya dedikasikan untuk teman saya yang sangat baik sekali ... teman hottest saya yang sangat baik hati kerena suka dengerin curhatan saya tiap ada masalah .... ini saya buat untuk AZULA ..... semoga tidak mengecewakan kamu dan juga ang-angels lainnya ya ... juga tidak mengecewakan readers semuanya, walau saya sangat suka couple khunho/junnick karena saya pertama kali baca couple 2pm adalah mereka dan juga peringkat mereka di hati saya adalah
1. nichkhun-junho/junho-nichkhun (sama besar)
2. wooyoung
3. chansung-taecyeon-junsu (sama besar juga)
itulah sebab musabab saya malah terkesan menganak tirikan couple tecjun ... tapi saya akan coba untuk menjadi orang tua yang adil untuk mereka (?) mulai sekarang. mianhae ... #lambai-lambai sapu tangan abis pake lap ingus ... saya lagi flu berat nehh .... ya udah ayo kita pergi saja bukan dari blog ini tapi kita langsung aja ke TKP !!!!



“wooyoung ... jangan seperti ini kita harus bicara !” ujar nichkhun yang masih saja berjalan mengekori wooyoung yang sedari tadi berjalan dengan cepat di depannya, wooyoung yang hanya diam tak berkata apapun selama perjalanan pulang mereka dari kediaman kelurga taecyeon
“kita ?! bicara ?!” ucap wooyoung ahirnya menghentikan langkah kaki dan berbalik menatap nichkhun di belakangnya “kita ... harus bicara apa lagi ... kau mengatakan pada mereka kalau kau juga menyukainya ... apa lagi yang tersisa untuk kita bicarakan ?!” lanjutnya dengan suara yang bergetar memandang nanar nichkhun di hadapnnya
“aku hanya mengatakan jika aku menyukainya bukan mengatakan jika aku mencintainya atau aku mau di jodohkan dengannya kan ?! lagi pula bagaimana mungkin aku mengatakan pada orang tuanya jika aku sama sekali tidak menyukai putri mereka “ jelas nichkhun panjang lebar dengan segala pemikirannya namun ternyata itu tidak lantas dapat di terima oleh hati dan juga akal pikiran wooyoung
“kau mengatakan menyukainya pada saat mereka akan menjodohkan kalian lalu masih haruskan kau memikirkan tatakrama mu itu ... APA DI SAAT SEPERTI ITU KAU MASIH HARUS MEMIKIRKAN TATA KRAMA ?!!! MEMBUAT MEREKA SALAH PAHAM DAN SEMUANYA MENJADI SERUMIT INI ?!!!!” wooyoung mulai tidak dapan menahan gejolak hatinya lagi sekarang dia mulai berteriak menumpahkan segala isi hatinya yang begitu kecewa dan sedih atas apa yang nichkhun lakukan. wooyoung langsung berjalan cepat menuju pintu kamarnya
“wooyoung-ah “ pangggil nichkhun mengejar wooyoung
BLAMM
pintu di tutup dengan kencangnya di depan wajah nichkhun untung saja hidung mancungnya itu tidak terkena bantingan pintu . nichkhun mengacak rambutnya dengan kasar dia bercekak pinggang di depan pintu kamar wooyoung memandang pintu itu dengan lekat kemudian dia mengusap wajahnya putus asa


nichkhun room

“kau sudah tidur ?!” tanya junsu yang memasuki kamar nichkhun
“ani ... aku belum tidur appa ... masuklah !” nichkhun berdiri dari kursi dan mempersilahkan junsu untuk duduk setelahnya dia baru duduk kembali di sofa yang ada di dalam kamarnya itu
“sangat jarang kita bicara .... apalagi bertemu di rumah seperti ini “ ucap junsu membuka percakapan, nichkhun tersenyum seraya mengangguk saat dia mengingat apa yang di katakan junsu itu memanglah benar adanya
“ne ...” jawabnya singkat. junsu memandang nichkhun dengan hangat dan menepuk pundaknya ringan
“entah kapan anak-anak ku ini menjadi sebesar sekarang ... rasanya baru kemarin kau masih sibuk bertanya appa apa yang harus aku lakukan ... semua orang di kantor seperti akan menelan ku hidup-hidup !” ucap junsu menirukan gaya bicara nichkhun beberapa tahun lalu padanya
“itu karena appa menyuruhku ke kantor bekerja bahkan saat aku belum lulus sma “ kilah nichkhun dengan apa yang di katakan junsu
“karena kau sudah dewasa ... aku ingin mengatakan sesuatu ...aib ...rahasia ... tentang diriku ...” suara junsu mulai melemah matanya yang sedari tadi memandang nichkhun dengan hangat sekarang berganti memandang kosong lurus ke depan seperti menerawang memori masa lalunya
“dulu ... aku ...” junsu menghentikan kata-katanya dan menunduk “aku ... berpacaran dengan teman masa kecilku ... dulu aku sangat mencintainya .... tapi kami tidak mendapatkan restu dari orang tua kami ... dan ahirnya aku di nikahkan dengan eomma mu ... “ junsu tersenyum kecil menceritakan masa lalunya itu masih dengan menunduk , nichkhun berpikir junsu mangatakan ini semua ada kaitannya dengan rencana perjodohan yang akan di lakukan olehnya
“kau tahu ... apa alasan orang tua kami menentang hubungan kami itu ?!” tanya junsu yang sekarang memandang nichkhun
“mana mungkin aku tahu ... appa atau eomma tidak pernah menceritakannya “
“karena ... dia namja ... teman masa kecilku yang juga berpacaran denganku itu adalah namja “ nichkhun terdiam membeku matanya membulat dengan sempurna tidak lagi dapat merasakan syok yang lebih dari ini lagi bahkan saat dia mendengar perjodohanpun nichkhun tidak merasakan syok seperti ini
“mm...m..mwo ...”gagap nichkhun berusaha menyakinkan diri bahwa apa yang di katakan junsu itu salah
“itu alasan mengapa kau ada bersama kami ... mianhae ....” sesal junsu memandnag nichkhun dengan tulus meminta maaf
“appa ...” panggil nichkhun dengan lemah
“jadi ... aku hanya takut jika tuhan akan menghukum ku ... aku hanya punya kalian berdua ... hanya kalian harapan hidupku ... aku sangat takut tuhan membenciku dan menghukum aku dengan cara yang sama ... “ tangan pituh nichkhun mengepal dengan kuat entah rasa apa yang mendominasi dalam hatinya saat ini entah rasa syok ,takut kehilangan,rasa cinta, atau rasa tak ingin mengecewakan,bersalah dan menyesal . yang jelas untuk beberapa saat otak namja tampan ini berhenti berfungsi.
junsu mengelus pundak nichkhun dengan sayang juga memberinya tepukan ringan “aku tahu kau tidak mungkin akan mengecewakan ku “ ujar junsu tersenyum dan kemudian berjalan meninggalkan kamar nichkhun , dengan sang pemilik kamar yang masih saja diam terpaku di tempatnya

junsu room

“kau sudah bicara dengan nichkhun ?!” begitu melihat junsu masuk ke dalam kamar mereka min langsung bertanya walau dia tidak merubah posisinya saat ini , masih duduk meringkuk memeluk lututnya di atas kasur memandang junsu yang berdiri di depan pintu yang sudah tertutup
“aku sudah bicara padanya ...” junsu menatap min dengan tajam,tatapan seolah dia tak percaya jika min bisa melakukan hal seperti itu
“baiklah .... semuanya pasti akan berjalan seperti yang kita inginkan mulai sekarang “ min mencoba berbaring membelakangi junsu , tapi junsu malah tersenyum kecut masih memandang min
“aku tidak pernah menyangka jika kau itu ... orang yang sangat kejam ... jika aku tidak bisa menyebutmu ...licik ..” min kembali bangun dari berbaringnya masih membelakangi junsu
“apa kau pikir baik nichkhun atau wooyoung akan mendengarkan larangan kita ?!” min berbalik menatap junsu dengan air mata yang mengalir dengan derasnya di kedua pipi min , matanya yang sangat basah dengan hidung yang memerah membuat junsu terkesiap dia merasa menyesal dan bersalah pada min karena sudah mengatakan hal kasar padanya
“jika kita mengatakan pada mereka untuk berpisah apa mereka akan menurutinya ?! kau tahu bagaimana wooyoung .... dan nichkhun walau dia akan menuruti kita tapi kita akan membuatnya menjauh dari kita dan juga mungkin akan membenci kita “ junsu mengalihkan pandangannya dari min dia tersenyum kecut lagi-lagi
“jadi ... kau memanfaatkan kelembutan dan kebaikan hati nichkhun ... ?! membuatnya meresa bersalah dan bertanggung jawab ?! itu sangat lic.....” junsu kembali menghentikan kata-katanya untuk tidak menghina min dengan kata ‘licik’ lagi
“licik ... memang aku ini licik ... karena tahu apa kelemahan anak ku ... aku memanfaatkannya ... tapi .... bukankah asal demi kebaikan mereka itu menjadi boleh di lakukan ?! aku hanya mengatahui karakter anak-anak ku ... dan tahu bagaimana cara menghadapi mereka “sergah min cepat dan kemudian berbaring lagi membelakangi junsu
junsu berjalan mendekati min menaiki kasur mereka dan memeluk min dari belakang walau dia masih berbaring “mianhae .... semuanya karena aku .... kau sudah sangat banyak menderita dan juga berkorban untukku ... gomawo ... karena kau selalu bersabar menghadapiku ...” mendengar apa yang junsu katakan min menutup matanya rapat membuat bulir air mata mengalir dari sudut matanya

wooyoung room

“hiks ...hiks ...hiks ...” wooyoung yang sejak masuk kekamarnya itu memangis masih sampai sekarang , terisak sendirian . hatinya tahu dengan benar jika nichkhun memang tidak mungkin akan melakukan hal yang menyakitinya , kenyataan jika hyung yang adalah kekasihnya itu adalah orang yang sangat ramah dan sopan santun memang akan mendahulukan tata krama dalam segala kesempatan tapi tetap saja hatinya sakit karena jawaban basa-basi itu di tanggapi dengan serius dan salah oleh orang tua ke dua belah pihak
“khunnie hyung ... hiks ...dia ...hiks ... bahkan ...tidak ... hiks ....menemuiku ....hiks ...hiks ...” wooyoung masih sempat berkata dengan terbata-bata di sela isakannya dia melirik jam yang terpasang dengan rapih di dinding kamarnya ,dia mulai berdiri dan menghampiri pintu . wooyoung keluar dari kamarnya berjalan menuju kamar nichkhun yang tidak jauh dari kamarnya masih di lantai yang sama
“hyung ...” panggil wooyoung pelan setelah membuka pintu kamar nichkhun yang memang tidak pernah di kunci itu. wooyoung berjalan menghampiri kasur dimana sesosok namja tengah menutup matanya dengan selimut yang menutup setengah bagian tubuhnya
“kau malah tidur dengan nyenyak saat aku masih menangis malam ini ?! kau jahat !!!” umpat wooyoung menggerutu di samping tubuh yang tek bergerak itu, woooyoung menghentakan kakinya ke lantai ingin sekali dia berteriak di telinga namja itu untuk membuatnya bangun dengan telinga yang mendengung tapi dia urungkan niatnya dan malah berlalu dengan langkah kaki yang sengaja di hentakan dengan keras

masih dengan menutup mata namja yang terbaring itu menghela nafas beratnya,perlahan matanya terbuka semakin lebar , dia mulai duduk di kasurnya kedua tangan namja itu memegang kepala erat bahkan dia menjambak rambutnya sendiri dengan kuat menghilangkan rasa pusing yang hinggap di kepalanya

pagi hari
wooyoung baru saja keluar dari kamarnya dan tanpa di sengaja nichkhun juga berjalan di depan kamar wooyoung untuk menuju tangga ke lantai bawah. wooyoung sudah membuka mulutnya untuk berkata pada nichkhun tapi tanpa di duga nichkhun malah melewatinya begitu saja bahkan dia berpura-pura tidak melihat wooyoung
“sekarang dia marah padaku ? begitu ?!” tanya wooyoung pada dirinya sendiri setelah nichkhun menuruni anak tangga

di ruang makan

“hari ini minggu ...libur .... kau akan kemana ?” tanya min pada wooyoung yang duduk di depannya sebelah nichkhun
“aku tidak tahu ... mungkin di rumah “ jawab wooyoung apa adanya dengan mengacak makanan yang ada di piringnya dengan malas-malasan
“kau mau kemana khunnie ?!” nichkhun memandang min sekilas dan kembali lagi memandang makananya
“aku akan bertemu dengan zia ... sepertinya dia akan segera sampai ... aku menyuruhnya kesini “
“NE ?!” tanya wooyoung spontan dengan nada meninggi langsung menatap nichkhun yang ada di sampingnya tidak percaya
“zia akan datang ...” ulang nichkhun dengan wajah datar . wooyoung mengeratkan pegangan tangannya pada sendok yang tengah dia pegang masih dengan memandang nichkhun yang malah bersikap acuh padanya dan hanya meneruskan makan dengan santai seperti biasanya. tanpa mereka sadari min dan junsu memperhatikan sikap keduanya .junsu meletakan sendoknya di samping mangkuk
“aku ada perkerjaan ...” junsu langsung berdiri dan meninggalkan ruang makan.sedangkan min masih memandang kedua putranya lekat. min melihat wooyoung memalingkan wajahnya yang sudah memerah dan segara meletakan sendoknya.
“aku ke kamar dulu “ wooyoung langsung berdiri dan ikut meninggalkan ruangan makan. min melihat nichkhun yang yang menunduk dan meletakan alat makannya juga
“aku akan ke kamarku ... “ nichkhun bicara dengan lemah dan ikut meninggalkan min.
“keluargaku ... apa yang akan terjadi dengan keluargaku setelah ini ?!” gumam min dengan pelan setelah nichkhun menghilang di balik pintu ruang makan

nichkhun berjalan menuju kamarnya dia menaiki satu persatu anak tangga dengan langkah yang lemah pandangan matanya terus saja tertuju pada lantai yang dia pijak hingga saat dia melangkahkan kakinya di lantai atas dan memandang lurus ke depan , dia menemukan sosok orang yang berdiri menunggunya di depan pintu kamar

“hyung ... apa hyung benar-benar menyukai zia ?!” wooyoung memberanikan diri untuk bertanya pada nichkhun yang berjalan menghampirinya
“tidak “ jawab nichkhun dengan datar
“lalu hyung ... kenapa melakukan ini semua ?! hyung marah padaku ?! harusnya aku yang marah !” tanya wooyoung lagi tidak sabaran, nichkhun menyilangkan tangan di depan dada memandang wooyoung dengan datarnya
“karena aku pikir sudah waktunya berhenti bermain ... dan mulai memikirkan hidup “ jawabnya dingin membuat wooyoung sejenak memutar otak memikirkan apa yang di maksud nichkhun dengan kata-katanya barusan
“mwo ?” tanya wooyoung untuk memperjelas apa yang di katakan nichkhun
“apa tidak jelas ... kita berhenti bermain ... mulai sekarang jalani hidup kita masing-masing dengan tenang “
“ber...main ?!” wooyoung memandang nichkhun tak percaya,tangannya mulai bergetar dia mengepalkan ke dua tangannya di samping badan untuk menyamarkan getaran tangannya
“maksud hyung selama ini hyung bersama ku adalah main-main saja ... tidak ada perasaan apapun hanya bermain ?! hyung ingin berpisah dengan ku ?!” tanya wooyoung yang dengan sekuat tenaga menahan air mata agar tidak jatuh,mata yang terlihat berkaca-kaca juga memerah suara yang terdengar berat karena manahan agar tidak bergetar. nichkhun melangkah semakin mendekat pada wooyoung dan berdiri di depannya
“apa aku punya alasan untuk tidak berpisah dengan mu ?!kau tidak senaif itu kan untuk menganggap hubungn kita itu serius ” mata wooyoung bergulir manatap mata nichkhun dengan tajam kesakitan juga kekecewaan menguasai dirinya saat ini
“bukankah itu hal yang sangat wajar dan manusiawi ... menyukai ... berkencan dan berpisah ... melupakan ... itu hal yang wajar bukan ?!” tambah nichkhun lagi masih dengan wajah datarnya. wooyoung tersenyum kecil terlihat senyumnya itu sangat tulus , perlakuan wooyoung sempat membuat nichkhun merasakan tertusuk di hatinya namun dia kembali lagi memasang ekspresi datar nan dinginnya
“bermain ... dan mencampakan ... itu hal yang wajar ... kau mempermainkan aku ... dan mencampakan aku ... kau yang mengatakan jika tidak yakin maka hentikan ... itu artinya kau serius ... kenapa sekarang berubah ?!“
“walau terdengar kejam ... kita bisa berahir dengan baik sekarang bukan ... jadilah adikku ... manusia itu gampang berubah wooyoungie ...“ nichkhun menepuk bahu wooyoung sekilas dan berbalik meninggalkannya berjalan dengan langkah pelan dan berat

wooyoung pov

aku merasakan jika kapalaku rasanya sangat sakit terusuk,mataku menjadi berkunang-kunang setelah sebelumnya terasa rabun padahal aku sudah memejamkan mata berkali-kali dan membuka kembalki berharap jika air mata yang menghalangi pandanganku ini akan menghilang namun sepertinya bayangan itu bukan karena air mata, penglihatanku tetap tidak jelas dan kepalaku semakin tertusuk , aku memegang kepalaku kananku yang rasanya pecah dan bayangan mulai menghilang menjadi hitam
BRUUGHH
ahirnya aku merasakan jika tubuhku terjatuh kelantai dengan hantaman yang lumayan keras tapi tidak terasa sakit bisa aku dengan samar-samar suara khun hyung memanggil namaku

#
#
#
#
#


aku membuka mataku dengan perlahan kulihat langit-langit kamar ini adalah kamarku , aku putuskan untuk duduk di kasur tapi aku suikit meringis menahan sakit di sikutku mungkin saat jatuh tadi aku secara refleks menahan bobot tubuhku dengan sikut. kulihat ke segala arah tidak ada siapa-siapa di kamarku
“kau sudah sadar ?!” eomma langsung menghampiriku dan memeriksa suhu tubuhku dengan memegang keningku ini , aku hanya diam saja dengan apa yang eomma lakukan
“dimana khun hyung ?” tanyaku sesaat setelah eomma berhenti mengacak wajahku dengan paniknya
“dia di bawah bersama zia ...” tanpa sadar aku menghentikan nafasku sejenak saat eomma menjawab apa yang aku tanyakan , apa dia benar-benar tidak perduli padaku ?! dia bahkan tidak menjagaku selama aku pingsan barusan
“aku mau tidur eomma “ ucapku dan kembali berbaring . eomma langsung membenarkan posisi selimut yang aku kenakan dan bisa aku dengan derap langkah kakinya meninggalkan kamarku karena aku berbaring membelakanginya

author pov

tanpa di sadari oleh wooyoung ataupun ibu mereka nichkhun diam-diam berdiri di belakang tembok memperhatikan setiap orang yang memasuki kamar wooyoung dia baru menghela nafas lega saat ibunya sudah keluar dengan wajah yang lebih baik tidak setegang sebelumnya saat wooyoung belum siuman
“syukurlah ... kau sudah sadar ... “ ‘aku minta maaf wooyoungie ’ lanjut nichkhun dalam hati dan segara berjalan menuruni tangga untuk menemui zia yang sudah menunggunya di bawah

keesokan harinya

wooyoung tidak keluar sama sekali dari kamarnya sejak kemarin karena dia tahu pasti jika zia masih ada di rumahnya dan dia sangat yakin itu malah akan membutanya semakin sakit jika dia melihat nichkhun dan zia bersama. wooyoung mengambil jam beker di maja samping kasurnya , wajah wooyoung berubah panik saat melihat jam berapa saat ini dia lantas bangun dan bergegas ke kamar mandi
“siapa yang mematikan alarm ku ?!” gerutu wooyoung seraya memakai baju setelah itu dia langsung berlari melesat keluar kamarnya. wooyoung sekarang memiliki jadwal ujian dan dia sudah hampir terlambat kerena entah siapa yang mematikan alarm di kamar wooyoung saat dia masih tidur. wooyoung berlari bahkan saat dia menuruni tangga karena sangat tergesa-gesa dia sampai terhuyung ke depan saat beberapa anak tangga lagi yang dia lewati tanpa di duga dia menabrak seseorang yang sedang berjalan melewati tangga
BRUGG
“ahhh ....panas !! ” pekik orang itu yang tidak lain adalah zia , zia yang membawa secangkir kopi panas tertabrak wooyoung hingga kopi itu tumpah ke baju dan leher zia
“zia .... mianhae ... gwaencaha ?!” wooyoung memandang zia khawatir “mianhae ... aku tidak sengaja “ sesal wooyoung dan langsung mengeluarkan saputangan memeberikannya pada zia
“kau tidak apa-apa ?! ini pasti panas “ tiba-tiba nichkhun menghampiri wooyoung dan zia , nichkhun langsung membantu zia membersihkan pakaiannya tak menghiraukan wooyoung yang berdiri di sampingnya
“seharusnya kau itu hati-hati ... kau tahu kelakuanmu itu bisa mencelakai orang lain !!” ucap nichkhun tajam masih tak memandang wooyoung dan sibuk dengan zia. wooyoung memutar pandangan mnahan emosinya
“tapi aku tidak sengaja hyung !” ucap wooyoung ahirnya tapi nichkhun masih tidak perduli
“ayo ganti baju mu dulu pakai saja bajuku “ nichkhun menggandenga tangan zia dan melewati wooyoung begitu saja naik ke atas menuju kamarnya. wooyoung terdiam dia menggigit bibir bawahnya dengan kuat .

in campus

wooyoung berjalan dengan lemah menuju ke kelas selanjutnya dia telah terlambat dan tidak dapat mengikuti ujian maka dari itu memutuskan untuk pergi ke kelas selanjutnya walau kelas belum kelas selesai
brukk ... wooyoung menjatuhkan tasnya kelantai hingga seluruh isinya berhamburan keluar saat dia hendak berjongkok memunguti barang-barangnya malah sudah ada seseorang yang memunguti barang-barang wooyoung
“ini tas mu !” wooyoung mengambil tasnya dari tangan namja yang baru saja memunguti barang-barannya itu dengan malas
“gomawo” ucapnya terdengar sangat terpaksa, namja itu hanya memandnag wooyoung memperhatikannya dengan seksama
“wooyoungie ... kau ...” namja itu langsung panik dan menaikan dagu wooyoung hingga dia mendongak
“ahhh wae~ ?”
“diamlah kau mimisan lagi “ wooyoung lansung memegang hidungnya mencoba menghentikan darah yang keluar dari hidungnya dia langsung berlari kearah wc sedangkan namja itu mengambil tas wooyoung yang terjatuh lagi dan mengejar wooyoung
#
#
#
#
#
“kau tidak mengatakan pada orang tuamu jika kau sering mimisan juga sering pingsan di kampus ?!” tanya junho namja tadi yang sekarang duduk di hadapan wooyoung
“untuk apa ? membuat mereka khawatir ?!”timpal wooyoung datar
“kau jika tidak ingin mereka khawatir kau bisa pergi kerumah sakit sendiri ... jika aku hitung dan ingat dengan cermat kau sudah hampir 6 bulan seperti ini “
“jika aku melihat dengan cermat sahabat yang orang bilang kembar denganku ini sangat cerewet tapi aku tidak tahu sejak kapan “
“aku serius ... kau mau aku mengantarmu ?!”
“ani .... aku tidak apa-apa ... jangan banyak bicara kau berisik !” wooyoung melelparkan tasnya ke wajah junho yang menerutnya selalu saja berisik

in home

wooyoung berjalan memasuki rumahnya dia sedikit celingukan melihat keadaan rumah yang tidak seperti biasanya para palayan yang sibuk mundar mandir ke sana kemari hingga hanya membungkuk saja padanya saat berpapasan
“kau !” panggil wooyoung pada salah satu pelayan yang berjalan di depannya
“ne”
“ada apa kenapa sibuk sekali ?!” tanya wooyoung penasaran masih berdiri di ruang tamu yang harus di lewati saat akan masuk ke dalam rumah
“itu tuan dan nyonya sedang mempersiapkan acara untuk mengadakan makan malam dengan keluarga tuan taecyeon ... saya tidak tahu pasti tuan muda “ jawab pelayan yeoja itu
“teruskan kerja mu “ wooyoung berjalan semakin ke dalam rumah dan dia menemukan min sedang sibuk mengatur ruangan tengah ruangan yang paling besar di rumahnya
“eomma ... ada apa ini ?! kenapa tiba-tiba sibuk ... sepertinya akan mengadakan acara besar “
“hyung mu akan bertunangan dengan zia nanti malam “
“MWO ?!” berita itu sukses membuat wooyoung membulatkan mata terngangatak percaya , wooyoung tidak merasakan sakit di hatinya semua terasa dingin , dia hanyamerasa jika ini adalah mimpi dan akan terbangun saat pagi nanti
“pertunangan khunnie dan zia “ ulang min memandang wajah wooyoung
“kenapa sangat mendadak ?”
“kemarin kami sudah membicarakannya ... hanya saja kau tidak keluar kamar karena sakit kami memutuskan untuk membiarkan mu beristirahat “ wooyoung langsung berlari menaiki tangga dia berlari ke kamar nichkhun setelah sampai di depan pintu kamar nichkhun wooyoung berdiri sejenak mengatur nafasnya
clekk
wooyoung tersentak kaget saat pintu kamar nichkhun terbuka dengan tiba-tiba
“wae ?” tanya nichkhun melihat wooyoung membatu di depan kamarnya
“kenapa hyung lakukan ini ?! jangan membuat aku bingung ... hyung tahu hyung membuat ku tidak bisa berpikir ...” wooyoung merasa kalau dia tidak bisa berpikir dengan baik sekarang pikirannya terasa kacau dia tidak dapat mengerti apa yang sedang terjadi saat ini dalam hidupnya
“semua sangat simpel ... sikap alamiah seseorang ... kau menyukai seseorang tapi tiba-tiba berhenti menyukainya setelah kau berkencan dengannya ... lalu berpisah ... bukankah itu hal yang sangat wajar terjadi semua orang yang berpacaran juga mengalaminya “ wooyoung meringis memegang kepalanya yang berdenyut dia berjalan dengan berpegangan pada dinding menuju ke kamarnya yang tidak terlalu jauh dari tempat dia berdiri tadi. kaki nichkhun bergerak refleks untuk berjalan menyusul wooyoung hanya beberapa langkah otaknya kembali memberi perintah agar dia tidak mengejar wooyoung

aku saranin baca part ini sambil puter lagu lyn (ost.the moon that embraces the sun) walau aku gak tahu artunya tapi alunan nadanya itu pas ...

wooyoung berjalan menuruni tangga saat sudah banyak orang yang datang ke kediaman keluarga mereka, wooyoung mengenakan jas hitam dengan kemeja putih wajahnya terlihat pucat dan langkahnya lemah . wooyoung berjalan menghampiri nichkhun yang berdiri di tengah ruangan tempat acara itu di adakan . pandangan mereka bertemu saat nichkhun tidak sengaja berbalik mendapati wooyoung yang berdiri di depannya. walau sempat saling menatap beberapa datik ahinya langkah kaki ringan nichkhun menuntunnya melewati wooyoung tanpa sepatah kata apapun
‘mianhae’ lirih nichkhun dalam hati saat mereka berada dalam garis sejajar saat dia hendak melewati wooyoung, woooyoung juga ikut melangkahkan kakinya berjalan keluar dari rumah dia memutuskan untuk beridri di taman depan rumahnya

wooyoung memandang langit yang sangat gelap walau hari masih patang , ya ... langit mendung seolah ikut bersimpati dengan apa yang wooyoung alami . dia mendongak memandang langit gelap itu dengan lekat wooyoung merasakan setitik air mendarat di pipi kanannya , tangan wooyoung dengan ringan memegang pipinya yang basah masih dengan mendongak semain lama butiran air yang turun dari langit itu semakin banyak.
“gerimis “ ucapnya dengan lemah wooyoung menadahkan satu tangannya ke depan sejajar wajahnya marasakan butiran air di telapak tangannya dia tersenyum dengan tulus saat itu . namun tidak dapat orang lihat air yang membasahi wajah wooyoung bukanlah hanya air hujan malah air mata yang lebih mendominasi membasahi pipinya bercampur dengan air hujan menyamarkan
sementara itu di lantai dua nichkhun mengeratkan pegangan tangannya pada pagar balkon rumah , nichkhun menunduk menatap lantai membuat genangan air di pelupuk matanya mengalir melewati hidung mancungnya dan menetes ke bawah dari ujung hidung mancung yang tegas itu
“khunnie acara akan di mulai!” nichkhun langsung menghapus air mata yang masih membasahi wajahnya dengan cepat
“ne “ jawab nya cepat

“wooyoung acara akan di mulai “ wooyoung langsung tersenyum dan mengusap wajahnya sekilas
“ne “ jawabnya seraya berjalan mendekati chansung
“kau bisa sakit jika diam terus di sana “ wooyoung tersenyum kecil dan mengangguk
“aku tahu “

setalah berbagai acara sambutan dan juga banyak kata yang di sampaikan olah junsu dan juga atecyeon mengenai acara malam ini yang sudah sangat pasti adalah acara pertunangan ahirnya sampai pada acara tukar cincin . saat ini nichkhun dan zia sudah berhadapan sedangkan nampan berisi cincin itu di pegang oleh min yang ada di sebelah mereka. wooyoung memandang lekat tangan nichkhun dan zia yang sudah saling bertautan zia dengan wajah bahagianya menyematkan cincin di jari manis nichkhun, kemudian nichkhun mengambil cincin dari tempatnya untuk di sematkan di jari manis zia . nichkhun menghela nafas dan mulai menyematkan cincin itu namun belum cincin itu masuk ke jari zia tangan nichkhun bergerak mundur dengan cepat dia memandang wajah zia dan tersenyum lembut dengan cepat nichkhun mengulangi garakannya dan berhasil menyematkan cincin di jari manis zia

“aku pusing “ keluh wooyoung pada chansung yang ada di sampingnya tangan wooyoung bergerak tidak tentu berpegangan pada chansung, chansung memegangi bahu wooyoung menahan agar wooyoung tidak limbung dan jatuh. wooyoung berjalan dengan terhuyung ke kemar mandi masih dengan chansung yang mengikutinya
“hoek ... hoek ...uhukk ...hoek ...”
“tuan muda tidak apa-apa ?!” teriak chansung khawatir dari luar kamar mandi
“uhukk ...uhukk ...”
“tuan muda !!!” panggil chansung semakin khawatir tak lama berselang wooyoung keluar dari kamar mandi
“aku ingin ke kamar ... “ ucapnya lemah “bantu aku !“ tambah wooyoung yang merasa kalau dia tidak sanggup berjalan lagi ke kamarnya
“ne “ chansung langsung memapah wooyoung ke kamarnya dengan susah payah , chansung membaringkan wooyoung di kasur dan menyelimutinya
“aku akan panggil dokter sekarang !” chansung berbalik hendak meninggalkan wooyoung tapi wooyoung menghalangi chansung
“andwae ... itu akan membuat acar kacau jika appa dan eomma tahu ... aku akan lebih baik setelah istirahat ...jangan beritahu siapapun manager hwang ” wooyoung mentup matanya rapat dada wooyoung bergarak naik turun dengan tidak teratur kening wooyoung berkerut menandakan jika dia sedang menahan sakit sekarang dengan mulut yang sedikit terbuka
“pergilah !” ucap wooyoung masih dengan menutup mata
“tapi tuan muda ...” bantah chansung namun dengan cepat wooyoung memberi perintah lagi
“appa akan mencarimu pergi sekarang juga aku tidak mau appa curiga”
“ne “ dengan berat hati chansung pergi meninggalkan wooyoung sendirian keluar dari kamar wooyoung dan kembali menutup pintunya dengan rapat

beberapa menit berlalu wooyoung sudah merasa lebih baik , dia berjalan ke balkon kamarnya . wooyoung berdiri memadang ke arah bawah dengan berpegangan pada pagar . walau itu lantai dua tapi tinggi rumah itu cukup lumayan untuk sekedar membuat orang yang melompat dari sana patah tulang atau jika tidak beruntung dia akan mati

wwooyoung menaiki pagar pembatas balkon kamarnya dan berdiri di tembok sempit depan pagar itu dengan tangan yang masih berpagangan pada pagar
“jika aku tidak bersama mu aku tidak sanggup ... aku tidak bisa melihat mu dengan orang lain “ ujar wooyoung memandang ke bawah , dimana tidak ada orang di sana mungkin karena acara sudah selesai atau malah mereka masih berada di dalam . satu kaki wooyoung sudah mengapung di udara dan pegangan tangannya mulai melonggar
‘ jika kita tidak bisa bersama ... maka aku tidak mau hidup ... ’ bagian kata yang pernah wooyoung ungkakan pada nichkhun terngiang di telinga wooyoung sekarang mebuatnya merasa jika dia harus mengahiri hidupnya
‘jika kau meninggalkan aku maka aku akan terus mengejarmu dan juga akan mengganggu hidup mu selamanya seperti hantu....’ wooyoung tersenyum miris mengingat apa yang dia katakan pada nichkhun dulu dia merasa jika dia benar-benar naif seperti yang di katakan nichkhun
‘kau tahu kelakuanmu itu bisa mencelakai orang lain !!’ kata tajam nichkhun kembali terputar di otaknya seperti rekaman video wajah nichkhun yang datar dan suaranya yang tajam begitu jelas terekam dalam memori wooyoung. wooyoung melepaskan pegangan tangan kananya dan kakinya semakin jauh mengambang di udara dia tersenyum miris dengan mata yang menyiratkan kemarahan



huwe ..... otthe ? gaje ? aneh ? kurang sedih ? ya memang itulah ff saya ... aku ini sedang dapet krisis kepercayaan diri nih ... tolong di bantu ya ?! di bantu ya ?! sim salabim jadi apa prok prok prok !!!! semoga SR pada insyaf ... amiiiinn .... lalu bagaimana kisah selanjutnya ? apa yang terjadi sama babywoo ? apa dia sakit ? apa ff ini akan jadi ff m-preg ?! apa woo jadi loncat dari atas ? terus dia kenapa pas udah loncat ?! ya kita lihat nanti ... oke ... annyeong !!!!!

16 comments:

  1. bagus kok eon thor,,,
    next yupz ...jangan lupa nc..wwkwkkwkww
    ditunggu ptb dan lap nya...
    jangan lama2 ya eon... dah diburu penasaran ni.... :)

    ReplyDelete
  2. waw keren ! eon aku yang tadi nagih ff ke eonie di fb aldios metamorpranger maaf gak sopan ya ! segera dilanjuti biar gak pada yang nuggu ! yang liat satu kelasku udah liat ! nangis sambil gulung gulung semua

    ReplyDelete
  3. BUCK!!! YOU SO.. GGGRRRRR. THROW YOUR F*CKING ATTITUDE AND JUST SHOW YOUR GREATEST LOVE FOR MY BABY!!!
    *try to calm *sorry for the curse

    Sedih lihat bbwoo yg menderita, walaupun khun bersikap dingin pun pasti jg menderita.
    Okee, ini memang sulit untuk kalian berdua. :'(
    Ayolah satukan hati kalian kembali, just let it be, don't let them to ruin your truly happiness..
    Terus bbwoo kok pake sakit-sakitan segala sih :'(
    Ayoo eonni, angst nya jangan lama-lama dong, gak kuat :'(
    Biarkan khun dan bbwoo bahagia dengan tenang dan selamalamalamanya. Amin. #prayforkhunyoung

    Author FIGHTING !! :D
    Ditunggu terus update nya :)

    ReplyDelete
  4. OMG.... ini kenapa jadi sangat menyedihkan? kasian bgt sama woo. woo sakit apa? woo jangan bunuh diri dong! thor update kilat pliss... ini gw mewek baca ffnya.

    ReplyDelete
  5. baguuss bangett... pengen tau lanjutannya. pliss thor yg ni langsung di update dong. kereeenn banget

    ReplyDelete
  6. Frozen Prince !! Cold Heart, Unwavering Gaze, Huahua ... Khunnie Oppa di Buat Jadi Orang Jahat sama eonni thor,
    *Plak* #dilempar pake lepi sama thor

    angst-a di dalemin lagi eonni byar Lebih Kena, Bikin dari sudur pandang dari masing" pihak nyeritain kepedihan masing"

    Go Go Go Thor Hwaiting !!

    ReplyDelete
  7. sumpaaaahhh sdih bgt...khun tega skali brsikap dingin sm woo(mski cm pura2)
    eonni..jgn bwt bbwoo mnderita lg...g nahan liatnya...jn bwt woo mngidap pnykit brbhya...
    jgn lm2 eonn updatenya....Hwaiting...

    ReplyDelete
  8. Chapter yg sukses buat aq nangis...wooyoung yg sdih tp knp hatiQ yg trsa hncur brkping kping....oh tolonglah chingu,sudahi perih ini,aq tdk than melihat woo depresi...khun aq ngrti klo kmu tdk mw mngcwkan eomma & appamu,tp apa tdk memikirkan prsaan uyong?brsikap sprti it jg mnykiti htimu sndiri...kau akn mnysal jika trjdi sesuatu pd uyong...
    update soon pleaseeeee....Author FIGHTING

    ReplyDelete
  9. yaampun chapter ini bener2 menguras air mata aku ga sanggup liat wooyoung tersiksa kayak gitu apalagi dia lagi sakit. author.. please quickly update...

    ReplyDelete
  10. KEren banget thor... please update soon

    ReplyDelete
  11. wah...lanjutt...

    ReplyDelete
  12. author sukses bkin nangis nih T^T
    please update soon >.<

    ReplyDelete
  13. Ratih khunyoungshipperAugust 26, 2012 at 7:51 AM

    nangis banget baca part ini... author ini tu knp ceritanya sedih banget sih?? :-(
    please update soon thor

    ReplyDelete
  14. thor PTB di lanjutin dong

    ReplyDelete
  15. huwwaa,,,wooppa ku jangan dibuat mati yah thor T__T
    itu jga ngapa si khun jahat banget,,
    kasian itu wooppa udh muntah-muntah.kamu apain hayo~ #eleehh
    plisss lanjutannya jgn kelamaan thor,,jdi jamuran ini nnti ._.v

    ReplyDelete
  16. aku nangs soalny ngktn saran author bca smbl dngrn lguny T.T
    lanjut thor..

    ReplyDelete