Jul 6, 2012

ff 2pm nichkhun junho love and pain 1

love and pain


By : park yara (tciw queen)

Romance,hurt,etc.
rated : M (NC) lagi ?
Warning: BoyxBoy. NamjaxNamja.
Pairing: junho X nichkhun
chapters : 1of ?

Summary: nichkhun sangat mencintai kekasihnya lee junho hanya saja ada sesuatu hal yang membuatnya sangat tersiksa, dia tidak dapat mengerti siapa junho dan apakah junho mencintainya atau tidak

saya juga sangat menghargai bagi readers yang udah memberikan komentar tapi akan lebih sangat menghargai lagi jika kalian bisa memberi kometar dengan identitas yah ?!


readers ternyata hasil voting mengatakan kalau junnich couple yang menang suara terbanyak walau mungkin ada satu orang yang vote lebih dari dua atau tiga yang jelas ini saya kasih dulu yang junnich lagi dan ff selanjutnya akan saya buat khunyoung couple karena saya kan ngasih pilihannya khunyoung atau junnich gitu ! jadi mianhae yang mau chanwoo aku kasih di protect the boss aja yah ? satu lagi yang komentar di protect the boss katanya seperti adegan rape saya mohon maaf , tapi kalau rape 'kan pasti khunie oppa udah berontak dengan segala cara nah inimah kan dia mau2 aja !

eh, iya gini jika ff ini tidak berkenan di hati readers sekalian silahkan katakan saja karena ceritanya sangat dewasa dan agak menjurus ke hal2 negatif dan adegan penyiksaan jadi kalau tidak berkenan silahkan di komentar biar saya ganti alur ceiritanya jadi romance saja kalau readers gak suka dengan cerita bergenre seperti ini
curhat lagi saya sangat menghargai dan sangat terkesan dan sangat suka dan sangat bahagia dan juga sangat terharu dan sangat bersyukur serta sangat berterimaksih  dengan poster yang di buatkan oleh deewildypark untuk ff2 saya tadinya dia ngasih saya poster buat protect the boss eh saya liat ada poster juga untuk can not be without you saya tanya itu buat saya bukan jika buat saya saya mau pasang di ff saya ?! tapi saya udah terlanjur menyematkannya di ff saya walau belum dapet ijin .. mianhae ... jeongmall mianhae .... soalnya saya udah ngebet ingin menampilaknnya dan juga saya sudah keburu girang liat poster2 itu #plakk di gampar gue jadi weh gak bakalan di buatin lagi !!!! sedih2
aku bener2 suka dan snagat berterimakasih untuk kamu deewildypark... dan untuk ff yang kamu minta saya mau nanya kamu udah berteman dengan saya di fb belum ? nama kamu siapa ?





di sebuah kamar yang cukup mewah terdapat seorang namaja yang tengah asik bermain dengan namja lainnya. sekarang posisi mereka adalah satu namja tengah terlentang dengan kedua tangan dan kedua kakinya terikat ke setiap sudut ranjang membuatnya mengangkang dengan lebar dalam keadaan naked mulut yang di tutup lakban dan cock ring yang terpasang di juniornya sedangkan namja yang lainnya tengah menempatkan kepalanya di selangkangan namja itu dengan vibrator di tangan kanannya yang terus dia mainkan di hole namja terlentang tadi
"emmmppp... emmmppp " nichkhun melenguh tertahan ,dialah namja yang tengah terlentang terus menggelengkan kepalanya ke kanan dan kekiri dengan air mata yang sudah meluncur dari sudut matanya, wajahnya sudah sangat memerah dan keringat membanjiri seluruh tubuhnya
"wae ?" tanya junho dengan santai sambil terus menaik turunkan vibrator itu di luar hole nichkhun sesekali dia memasukan vibrator itu kedalam hole nichkhun dan mengeluarkannya lagi membuat nichkhun semikin tidak tahan ingin segara klimaks tapi terhalang dengan cock ring yang di pasang junho, nichkhun memandang junho dengan tatapan sayu pebuh nafsu memohon junho untuk segera melepaskannya
"sebentar lagi ..." jawab junho mengerti dengan ekspresi nichkun walau dia tidak bicara, tiba2 terdengar bunyi bel pintu junho menoleh ke arah pintu keluar kamarnya dan kemudian memandang nichkhun lagi. nichkhun yang tahu apa yang akan junho lakukan langsung menggelengkan kepalanya kuat memohon agar junho tidak melakukannya

junho menambah frekuensi getaran vibratornya sampai maksimal dan kemudian memsukannya kedalam hole nichkhun, membuat nichkun yang tengah tertentang itu melengkukngkan tubuhnya ke atas
"emmmmppphhh !!!!!!" jerit nichkhun tertahan dan menggelengkan kepalanya terus memandang junho ,junho merangkak naik mendekatkan mulutnya ke telinga nichkhun
"jangan membuat aku marah oke ! jangan sampai vibratornya terlepas !" bisbik junho di yelinga nichkhun , mebuat dia langsung memandang junho dengan geram , junho hanya tersenyum singkat dan beranjak meninggalkan nichkhun masih di ranjangnya

junho membuka pintu dan ternyata yang datang itu adalah salah satu temannya
"ada apa kau datang kemari ?" tanya junho setelah membuka pintu dan kembali masuk ke dalam apartementnya dan duduk di sofa ruang tamu
"apa tidak boleh ?" tanya chansung dan duduk di sofa samping junho, chasnung sedikit celingkan memperhatikan seluruh ruangan
"khunie kemana ?" tanya chansung tak mendapati nichkhun di sana (disini semua member 2pm itu seumur ya !)
"ada di dalam ... sudah jangan basa basi lagi cepat katakan ada apa ?" paksa junho tak meu bertele2 lagi
"aku hanya ingin mengobrol saja ... sambil minum ?!" tawar chansung dan junho mengangguk sambil berdiri menuju dapur mengambil beberapa kaleng birr

di kamar junho
nichkhun terus menggeliat dengan sangat tidak nyaman terus mencoba untuk bergerak dan melepaskan ikatan yang ada di kedua pergelangan tangannya maupun di kakinya dengan menarik2 tangan dan kakinya kuat2 hanya saja itu tidak berhasil tali itu mengikatnya dengan kuat
"hiks ... hisk ... hiks ..." nichkhun mulai terisak lagi sekarang dia merasakan yang sangat sakit di hatinya karena junho memperlakukannya seperti ini padahal dia adalah kekasih junho,dan lagi juga karena penderitaannya sekarang rasa sakit di juniornya yang sudah sangat memerah dan juga sudah mengeluarkan precum ,
"emmmphhh .... emmmphhh " panggil nichkhun tertahan meminta pertolongan ,nichkhun terus bergerak gelisah tak tentu dia sudah sangat terangsang dan ingin cum sedari tadi namun junho tidak melepaskan cock ring yang dia pasang , perlahan nichkhun mulai tidak tahan dengan rasa sakit itu perlahan padangan nichkhun mulai mengabur dengan air mata yang terkumpul di pelupuk matanya itu tenanganya sudah mulai lemah dan dia hanya bisa menarik tangannya dengan lemah sekarang semaikin tidak mungkin untuk ikatan itu terlepas
clekk
nichkhun memandang junho yang barus saja kembali setelah lebih dari 15 menit dia berbincang dengan chansung,nichkhun lalu memalingkan wajahnya dari junho men utup matanya membuat air mata itu meluncur dari sudut matanya. junho kembali naik ke tempat tidur dan melapaskan lakban yang menutup mulut nichkhun sedari tadi
"hiks .. ahh ~ " nichkhun memandang junho yang tengah berada di atasnya , junho langsung menangkap bibir nichkhun yang menggoda itu , menyedot dan mengulumnya memberi gigitan kecil membuat nichkhun membuka mulutnya dan dengan itu junho bisa memasukan lidahnya berbagi ciuman panas sekarang, junho menarik vibrator itu keluar dari hole nichkhun dan menggantinya dengan jari
"ahh ....junho lepaskan .... aku tidak kuat ..lagiiihhh ... lepaskan sekarang juga ... " ucap nichkhun dengan mendesah
"apa yang di lepaskan ?" tanya junho dan beranjak bangun dari tubuh nichkhun , menanggalkan bajunya dan juga membuka celananya sekarang
"ring ... aku ... ingin keluar ...." junho nyeringai an kembali menindih nichkhun
"belum waktunya " ucap junho sambil menyusuri wajah nichkhun dengan jari telunjuknya dan saat jarinya menyentuh bibir nichkhun dia kambali mengganti jari itu dengan bibirnya, junho sedikit mengocok juniornya agar lebih tegang dan mengarahkan juniornya ke hole nichkhun tanpa melapas tautan bibir mereka
"aarrrghhh ... ahhh !!!!" jarit nichkhun saat junior junho masuk sempurna kedalam holenya dan junho langsung memaju mundurkan tubuhnya
"ahh .... kau memang selalu nikmat !" ucap junho dan menahan bobot tubuhnya dengan tangan yang dia tempatkan di samping kiri dan kanan kepala nichkhun
"AAAH .... AHHH ... emmmphhh ... sakit junho ... hiks ... buka sekarang juga ...." uap nichkhun memelas sambil menutup matanya , tubuh nichkhun bergerak naik turun seirama dengan gerakan brutal junho yang tengah menggenjot juniornya membuat ranjang itu berdecit
"junho ... hiks .... sakit ...!!! aku tidak kuat ... hiks .... hiks .... " junho melihat nichkhun sudah menangis ahirnya membuka cock ring itu membuat nichkhun langsung orgasme , cairan putih itu mengotori perutnya sendiri dan juga perut junho
"ahhh ~~~" desah nichkhun lega sedangkan junho masih menggenjot juniornya semakin kasar
"emmmphhh... ahh.. hahhh ... aa~~hhh ..." desah nichkhun menikmati perlakuan junho dan tak lama setelah itu junho memuntahkan cairannya dalam hole nichkhun dan ambruk menindih nichkhun yang juga masih terengah dengan dada yang naik turun dengan cepat. junho mencium bibir nichkun sekilas dan membuka ikatan pada kedua tangan nichkhun dan juga kakinya
"kau ingin mandi sekarang ? aku akan memandikanmu !" ucap junho sambil membelai rambut nichkhun dengan lembut,nichkhun menggelengkan kepalanya tanpa menjawab dengan kata2
"baiklah sekarang kau tidur saja ... istirahatlah " junho menarik selimut dan menutupi tubuh naked nichkhun dan kemudian berbaring di samping nichkhun
#
#
#
#
#

"ah ... ah ... jangan ... tidak ... jangan !!" nichkhun menggelengkan kepalanya gelisah dan berkeringat kemudian dia tersentak bangun dengan cepat dada yang naik turun dan nafas yang memburu, nichkhun menutup mulutnya dengan telapak tangan dan memandang junho yang tengah tertiudr pulas di sampingnya takut kalau junho bangun mendnegar teriakannya
"hiks ... hiks ..." nichkhun duduk sambil memeluk kedua lutunya yang di tekuk dia menggigit jari2 tangan kanannya air mata mulai meluncur di pipinya dengan deras. bayangan2 masalalu menghantuinya membuat tangan dan tubuhnya gemetar
flash back
nichkhun berbaring meringkuk seperti bola dengan tangan yang di borgol ke belakang dan kakinya di ikat sedangkan holenya di penuhi dengan dildo berukuran jumbo yang terus di tusuk-tusukan kedalam tubuhnya dengan dalam. nichkhun terus menjerit kesakitan sedangkan namja yang tengah mengerjainya itu hanya berkonsentari dengan seks toysnya
"ini enak kan ? nikamati saja !" ucap namja itu sambil memuat gerakan memutar dengan dildo yang tengah tertanam dalam hole nichkhun dengan ukurannya yang besar dan juga gerakan meutar semaikn mengoyak hole nichkhun yang sempit
"HENTIKAN !!! SAKIT ... AKU MOHON !!! HENTIKAN JUNHO !!!!" teriak nichkhun sambil terus meringis kesakitan,nichkhun sudah bukan menangis lagi dengan terisak dia sudah menjerit2 tapi junho tidak mau menghentikan aksinya
"sabar sebentar lagi !" ucap junho santai dan terus mengocok hole nichkhun . nichkhun merasakan kalau ada cairan yang keluar dari holenya tapi tidak mungkin jika seks toy itu yang mengeluarkan cairan 'darahkah yang mengalir keluar itu ? ' tanya nichkhun dalam hati
junho mengeluarkan dildo itu dan menggantinya dengan dildo yang berukuran sebesar junior miliknya , itu membuat nichkhun merasa lebih baik namun dia kembali menjerit saat junho memasukan juniornya kedalam hole nichkhun yang masih di penuhi dildo itu, junho mengeluar masukan dildo dan juniornya dalam hole nichkhun bergantian sehingga hole nichkhun tidak pernah kosong
"AAARRGGGG .... AHHHH "
flash back end
"hiks ... hiks ... hiks ...." nichkhun menekan telapak tangan yang tengah menutup mulutnya agar suaranya tidak keluar , dia tidak mampu menahan tangisnya lagi sekarang
"kau menangis ?!" nichkhun membulatkan mata dan sontak menghentikan tangisnya dia sangat takut jika junho marah padanya entah karena apa yang jelas dia takut jika junho marah padanya
"a...ani ..." ucap nichkhun tergagap tak berani memandang junho, junho memeluk nichkhun dari belakang meletakan kepalanya di bahu nichkhun
"mainhae ... " lirih junho terdengar tulus , junho mengeratkan pelukannya pada nichkhun pernah terbesit perasaan kalau junho itu sangat mencintainya namun juga pernah terbesit rasa di hati nichkun untuk meninggalkan junho karena dia merasa kalau junho hanya menganggapnya seks doll
"gwaenchana " ucap nichkhun lemah
"sekarang tidur lagi ... ini masih tengah malam chagy " junho membalikan tubuh nichkhun menghadapnya junho memgang pergelangan tangan nichkhun tapi itu mebuat nichkhun meringis
"aww" nichkhun langsung menarik tangannya, junho melihat wajah kesakitan nichkun langsung melihat keadaan pergelangan tangan nichkhun yang ternyata berdarah dan mengalami luka lecet yang parah akibat terus mencoba melepskan ikatan tali tadi
"tunggu sebentar !" junho langsung berjalan mengambil kotak p3k yang ada di dapur dan kembali ke kamar dengan telaten junho mengobati tangan nichkhun dan juga pergelangan kakinya saat junho ingin melilitkan kain kasa di pergelangan tangan nichkhun , nichkhun menolaknya
"jika di balut kasa orang akan mengira aku mau bunuh diri " jelas nichkhun
"baiklah " junho tidak jadi melilitkan kain kasa itu, dia membenarkan posisi bantal nichkhun dan perlahan membaringkan nichkhun di atas bantal itu kemuidan menyelimutinya . junho tersenyum dan membelai rambut nichkhun terus berulang2 membuat nichkhun merasa nyaman dan ahirnya dia bisa terlelap lagi
in school
nichkhun pov
inilah aku nichkhun seorang murid kelas 3 sma di salah sau sma swasta terbaik di seoul, aku adalah murid beasiswa di sini dan sekarang aku tengah berjalan dengan kekasihku  ya mungkin itu ungkapan yang bisa aku katakan karena aku memang menganggapnya sebagai kekasihku walau aku merasa kalau dia hanya menganggap aku ada sebagai seks dollnya saja. kami adalah pasangan yang sangat aneh mungkin di sini karena kami adalah pasangan namja dan namja
"kita sarapan dulu saja ya ? bel masuk masih 15 menit lagi !" aku melihat junho melihat jam di pergelangan tangannya sekilas
"baiklah " aku dan junho berjalan menuju kantin dan di sana sudah menunggu teman2 junho, aku tidak punya teman sejak aku jadi kekasihnya karena semua orang takut jika berada disampingku takut jika junho akan melukai mereka , junho tidak akan membiarkan orang lain mendekatiku atau hanya bicara denganku
"annyeong khunie " aku tersenyum melihat wooyoung kekasih chansung teman junho,
"kami sudah selesai makan ... kita bertemu di kelas saja junho ... aku akan mengantar wooyoung ke kelasnya dulu " junho mengangguk mengiyakan kata2 chansung dan merekapun pergi meninggalkan kami
setelah makanan yang kami pesan datang junho langsung menyantapnya sedangkan aku hanya bisa memandangnya saja,dia ... tidak banyak yang aku ketahui tentang dia seorang namja siswa kelas 3 yang sekelas denganku . yang aku tahu hanyalah dia adalah lee junho namja populer di sekolah, anak orang kaya yang tidak aku ketahui siapa mereka yang jelas mereka pasti orang kaya karena sejak aku menjadi kekasih junho dia selalu memenuhi semua kebutuhanku bahkan lebih dari memenuhi.aku sangat mencintainya dan aku tidak tahu kalau dia mencintaiku atau tidak ... terkadang dia membuat aku merasa kalau aku sangat berharga untuknya tapi terkadang aku juga merasa kalau dia sama sekali tidak pernah menganggapku sebagai kekasihnya atau mungkin ... yang aku duga benar jika junho adalah seorang sadistik karena setiap kami melakukan hubungan badan dia akan menyiksaku ... bukan dengan melukaiku atau memukulku tapi dengan cara yang lain seperti apa yang dia lakukan semalam.
 "chagy !" aku tersentak kaget saat dia memanggilku sambil membelai pipi kananku
"ne " ucapku menjawabnya
"kenapa kau tidak makan ?" tanya junho lembut padaku , aku hanya tersenyum
"aku sudah kenyang " ucapku lagi. dia mengambil sendok di piringku dan mencoba menyuapiku
"mana mungkin sudah kenyang jika makananmu masih utuh ! kita belum sarapan di rumah " ucapnya sambil menempatkan sendok di depan mulutku
"ani ... aku tidak nafsu makan ... kita ke kelas saja ya ?" tolakku dengan halus. dia langsung menyimpan sendok itu kembali di tempatnya dan memandangku lekat
"apa terjadi sesuatu pada ibumu ? ah ... iya aku lupa ... aku akan mentransfer uang kepadanya hari ini " aku langsung menggeleng dengan cepat
"bukan begitu ... bukan itu ...kau selalu mengirim ibuku uang dengan jumlah banyak ... kau tidak usah mengiriminya lagi ... aku rasa uang itu belum habis " jelasku karena dia jadi salah paham dengan sikapku tadi
"lalu kenapa ? kau sakit ? kita ke rumah sakit sekarang !" junho langsung berdiri dan menarik tanganku
"ani ... nan gwaenchana ... kita ke kelas saja sudah bel " aku menarik tangannya menuju kels kami

junho duduk di sebelahku . ya dia adalah teman sebangku-ku ... sepertinya dia bosan dengan mata pelajaran ini ... bahasa inggris , junho pernah tinggal di inggris , london jadi pelajaran ini dia anggap membosankan ...  segala macam pasti sudah dia kuasai... terkadang dia itu terlihat lucu seperti sekarang yang tengah menopang dagu dengan sebelah tangan sambil mecoret2 bukunya tak beraturan

teng teng teng
ahirnya bel istirahat sudah berbunyi wajah junho kembali sumeringah .
"kajja ... aku sangat bosan di sini " lagi2 aku hanya bisa diam terseret olehnya menuju tempat kumpul junho dan gengnya di atap sekolah yang sepi.  kami berjalan menaiki tangga sambil aku memakan roti karena junho memaksaku makan dan aku tidak berselera jadi makan roti saja . junho menyodorkan milk shake yang dia pegang ke mulutku dan aku menyedotnya sedikit
saat kami sampai aku melihat chansung dan wooyoung tengah berciuman , aku sontak menghentikan langkah kakiku dan memandang junho yang ada di sampinku
"wae ? kau mau melakukannya juga ?!" tanya junho dan aku langsung memasukan roti ke mulutnya
"kalian sudah datang !" tanya chansung yang menyudahi aktifitasnya barusan karena terganggu dengan kehadiaran kami
"kenapa kalian tidak masuk ?" tanya junho sambil berjalan mengahmpiri mereka dan aku mengikutinya dari belakang
"taec sedang bersenang2 di dalam ..." jawab chansung dengan enteng . junho hanya terkekeh dan mendekati celah pintu melihat ke dalam ruangan yang dulu adalah gudang itu , namun sekarang di sulap menjadi tempat kami berkumpul
"siapa dia ? aku tidak bisa melihat wajahnya ?" aku meminum milk shake yang aku rebut dari tangan junho dengan wajah mencibir melihat dia tengah mengintip temannya sendiri
"jessica atau tiffani ... atau siapa ? aku lupa lagi " jawab chansung sambil berpikir
"oh yeoja " timpal junho santai dan duduk di sebelah chansung, dia menarik tanganku untuk duduk di pangkuannya
"bukannya kau mengintip kenapa tidak melihat dadanya ?" tanya wooyoung tanpa sensor aku hanya tertawa di pangkuan junho
"aku tidak tertarik " jawabnya dan memandangku
"well .... hanya nichkhun yang bisa membuat lee junho tertarik " wooyoung bicara dengan nada mengejeknya . chansung langsung memeluk wooyoung yang berekspresi lucu itu
"chagy bagaimana kalau kita juga melakukannya ? sekarang !" pinta chansung pada wooyoung dengan memelas
"kita lakukan dimana ? disini ? biar junho dan nichkhun melihatnya ?" tanya wooyoung yang sudah mengalungkan tangannya ke leher chansung
"kita bolos saja ya ... bagaimana kalau kita kabur ke hotel ?" aku dan junho hanya memperhatikan mereka berdua saja dengan seksama
"tidak ada waktu lagi ... disini saja !aku sudah horny " goda wooyoung dan aku langsung tertawa di ikuti junho.
clekk
kami berempat sontak melihat ke arah pintu dan keluarlah taec dan seorang yeoja dengan penampilan yang acak2kan . wajah yang sayu rambut yang tidak terlalu rapih baju yang kusut dan kiss mark bertebar di lehernya
"aku ke kelas dulu oppa !" ucap yeoja itu pamitan kepada taec dan dia langsung berjalan meninggalkan kami
"ya ... kalian dengar tidak desahannya ... ? dia pasti sangat terbuai dengan perlakukanku !" ucap taec pada kami semua tapi di jawab dengan gelengan kepala wooyoung dengan tampang bebas ekspresi dan jawaban tidak yang serempak dari chansung dan junho
"kalian tuli kenapa tidak dengar ?!" taec merasa geram mungkin karena tidak ada yang mendengarnya
"kami dari tadi terus mengobrol jadi tidak dengar apa2 " jelasku padanya dan dia langsung pasang muka sebal melihat kami semua
"kau itu terus berganti yeoja ... " ucap junho ahinya dan taec hanya tersenyum kecil
"aku tidak punya pacar hanya sebatas saling bantu ...mereka ingin kenikmatan dariku begitu juga sebaliknya " jawab taec santai
"ck ... dasar !" cibir wooyoung tidak suka
"chagy jadi bagaimana ?" tanya chansung pada wooyoung yang tengah berdiri di depannya
"kita kedalam sekarang " timpal wooyoung segera dan dengan cepat mereka menuju ke dalam ruangan yang tadi di pakai taec
aku tersenyum miris melihat mereka semua , apa benar itu terasa nikmat ?! aku bahkan sudah lupa bagaimana rasanya berhubungan dengan cara biasa karena sekarang aku hanya di jadikan boneka junho saja ... dia tidak pernah memikirkan aku yang dia pikirkan hanya cara agar hasratnya terpenuhi
"kita ke kelas saja ya !" ajakku pada junho dan dia langsung mengangguk dan kamipun berjalan dengan santai turun dari atap menuju ke kelas
saat pulang sekolah
kembali lagi aku duduk di kursi panjang di atap sekolah namun hanya berdua dengan junho karena entah kenapa chansung,wooyoung dan juga teacyeon belum datang kemari. junho kembali mendudukanku di pangkuannya dia mulai mengarahkan wajahnya ke arahku dan perlahan mulai menjilat bibirku menyedot dan mengulum bibir bawahku ini dengan penuh nafsu
"junho !" aku sempat sedikit menoleh kearah chansung yang memanggil junho tapi dia kembali membalikan wajahku menghadapnya, junho meneruskan aktifitasnya bermain dengan mulutku
"emm ?" tanya junho pada chansung masih tidak melapaskan tautan kami
"sepertinya mereka berulah lagi " jawab chansung masih berdiri di samping kami yang masih saling melumat. junho melepaskan tautan kami dan menjilat sudut bibirku
"wae ?" junho memandang chansung sekarang
"mereka memukul murid sekolah kita di taman belakang " jawab chansung dengan wajah yang menyiratkan kekesalan
"dengarkan aku ... apapun yang terjadi jangan pernah pergi ke sana, arraseo ? lebih baik sekarang kau pulang !" junho memegang kedua sisi wajahku dan bicara dengan terus menatap mataku dalam. junho melepaskan tangannya dan hendak berdiri namun aku langsung memegang tangannya menghentikan memberikan tatapan khawatirku padanya
" gwaenchana " ujar junho dan menatapku dengan lembut perlahan dia menurunkan tanganku dan berdiri , dia dan chansung sekarang mulai berjalan meninggalkan aku sendirian di sini
tanpa junho ketahui aku berjalan mengikutinya dan chansung dari belakang dan setelah sampai di gerbang taecyeon dan juga junsu hyung senior kami sudah menunggu di sana. mereka berjalan menuju taman yang letaknya di belakang sekolah kami . aku memperhatikan mereka dari jauh bersembunyi di balik pohon besar yang ada di sekitar taman ini.
"junho " ucapku lemah saat aku melihat mereka mulai berkelahi , entahlah aku sangat khawatir padanya walau chansung itu sangat jago bela diri tapi junho aku bahkan tidak tahu dia itu belajar bela diri atau tidak apalagi jumlah musuh mereka lebih banyak
"awas " ucapku lagi dengan suara lemah tak mau junho menyadari aku tengah memperhatikannya , salah seorang dari masuh junho itu hendak menyabetkan belati pada junho , junho memang bisa menghindar tapi sepertinya lengan bagian atas junho terluka
beberapa waktu berlalu ahirnya ku bisa bernafas lega saat perkelahian antara mereka sudah selesai dan aku sangat bersyukur junho tidak mendapatkan luka lagi . dan para bandit tidak tahu diri yang suka cari masalah itu ahirnya pergi dari areal sekolah kami. aku berbalik dan mulai untuk berjalan meninggalkan tempat ini karena aku memang harus sudah berada di rumah seperti yang junho perintahkan padaku tadi
"khunie ?!" aku sontak mebulatkan mata dan menghntikan langkah kakiku di udara perlahan aku memijakan lagi kaki kananku di tanah dan berdiri termengu mendengar panggilan tadi , suara lee junho ... aku sangat takut padanya , entahlah aku sangat takut mungkin takut kehilangan dia atau takut dia bersikap kasar padaku atau yang lain yang jelas aku selalu mematuhi perintah junho agar dia tidak marah padaku
"ahhh !" pekikku kaget karena junho menarik tanganku dengan kasar membuat aku berhadapan dengannya. tanganku mulai gemetar sekarang
"junho " ucapku lemah dan memandangnya dengan takut2, siapa yang tahu kalau junho yang begitu baik padaku ini terkadang juga suka menyakitiku
"kenapa kau ada disini hah ?" tanya junho dengan nada tinggi yang sangat aku ketahui kalau dia tengah marah padaku
"a... a..ku ..." jawabku tergagap dan mulai menunduk tak berani lagi melihat wajahnya
"junho-ah kau membuatnya takut ! " bisa aku dengar suara junsu hyung menyelamatkanku , junho mulai melepasakan cengkramannya di pergelangan tanganku
"kau tidak mendengar yang aku katakan ?" sekarang aku mendengar junho bicara dengan suara dengan nada yang mulai menurun. di antara mereka semua teman2 satu geng lee junho hanya junho saja yang akan menjadi sangat kasar pada kekasihnya di waktu2 tertentu
"ikut aku !" junho kembali menyeretku mengikutinya entah apa lagi yang akan dia lakukan kepadaku sekarang. junho membawaku ke parkiran sekolah kami membuka pintu mobilnya dan mendorongku masuk kadalam mobil lalu dia berjalan mengitari mobil ini dan masuk , duduk di kuri kemudi
aku hanya menatapnya dengan tatapan meminta maaf , dan junho hanya diam saja padahal aku yakin junho tahu maksudku untuk memionta maaf padanya
"mianhae " kataku dan berbalik menatapnya. junho menghela nafas dan mendekatkan dirinya padaku
"kau menghawatirkan aku ?" tanya junho sambil kembali memegang kedua pipiku dengan telapak tangannya , aku langsung mengangguk dengan cepat saat dia bertanya
"seperti kau yang menghawatirkan aku ... aku juga sangat menghawatirkan mu kau tahu ... kau tidak bisa berkelahi sama sekali dan jika mereka melihatmu ... kekasih lee junho ... bagimana jika mereka menyerangmu ... melukaimu ?" aku memandnag mata junho lurus mencari ketulusan dengan apa yang dia ucapkan apa benar dia sangat perduli padaku ?
"mainhae "ucapku lagi dan menunduk saat aku tidak bisa menemukan kebohongan dari sorot mata junho sekarang
"sudahlah ... ekarang kau tahu alasanku melerangmu ... jadi kau akan menurutiku kan mulai sekarang ?" aku kembali menganngguk dengan lemah. bisa aku rasakan junho mengelus rambutku dengan lembut saat aku masih menunduk
"sekarang kita pulang saja " junho mulai menyalakan mobil dan kami mulai perjalan kembali kerumah , apartement junho tempat dimana aku juga tinggal disana
in junho apartment
author pov
"kau terluka ... aku akan mengambil kotak p3k dulu tunggulah " nichkhun langsung menuju dapur dan mebuka lemari tempatnya menyimpat kotak p3k kemudian dia kembali menghampiri junho yang tengah duduk di meja makan
"seharusnya kau lebih berhati2 " ucap nichkhun sambil membersihkan luka junho dengan telaten menggunakan kapas dan cairan antiseptik
"aku tidak apa2 ini hanya luka kecil " ujar junho santai tidak mau melebih2kan padahal memang lukanya terlihat dalam dan juga lebar
"kita ke rumah sakit saja " tawar nichkhun mendongak memadang junho karena memang posisinya tengah membungkuk membersihkan luka junho
"aku tidak mau " timpal junho padat. setelah nichkhun selesai membersihkan luka junho dia membubuhkan obat luka membuat junho sedikit meringis merasakan perih pada lukanya
"awwhhh " junho meniup lukanya sendiri dengan pelan , nichkhun mulai mengambil kain kasa dan membalut luka junho itu
"kau kenapa beberapa hari ini sangat aneh , pendiam dan juga tidak mau makan ?" tanya junho di sela2 pengobatan yang nichkhun berikan
"gwaenchana " jawab nichkhun singkat
"ada masalah ?" tanya junho lagi memandang nichkhun yang sudah berdiri tegak sekarang karena dia sudah selesai mengobati luka junho
"ani ..." jawabnya sambil menggeleng pelan.
#
#
#
#
#


"khunie makan !" teriak junho dari arah dapur namun nichkhun masih sibuk dengan buku2nya di meja ruang tengah entah apa yang tengah di lakukan nichkhun sekarang
"kau makan duluan saja !" jawab nichkun tanpa menoleh sedikitpun . junho keluar dari dapur dan berjalan menghampiri nichkhun yang tengah duduk selonjoran di karpet
"kau sakit ?" tanya junho saat dia sudah menempatkan diri duduk di samping nichkhun
"ani ... gwaenchana " jawab nichkhun seraya tersenyum dan memandang junho di sampingnya sambil membereskan buku2 tadi
"lalu kau kenapa tidak makan ?" junho bertanya lagi sekarang
"aku hanya sedang tidak berselera saja " junho memandang nichkhun selidik dan beranjak meninggalkan nichkhun . nichkhun sedikit curiga dan mengikuti junho dengan pandangan matanya. junho masuk ke dalam kamar dan tak lama kemudian dia keluar lagi dengan berbica lewat telpon
"ne ..eomma dia tidak mau makan ! aku sudah memaksanya tapi dia tetap tidak mau ... eomma katakan padanya untuk makan yah !? aku sudah tidak sanggup memaksanya lagi !" ucap junho sedang berbicara dengan seseorang di sebarang telpon , nichkhun yang mendengar itu langsung bediri dan mencoba merebut handpphone junho
"berikan !" ucap nichkhun sambil mencoba meraih handphone dari tangan junho tapi ternyata junho sangat licin hingga dia selalu bisa menghindar
"berikan !!!" geram nichkhun sambil memandang junho tajam
"ini " junho menyodorkan handphonenya kepada nichkhun  dengan cepat nichkhun meraihnya
"eomma ...  aku sangat merindukan eomma .... ani ..." nichkhun mulai berbicara sambil menggelengkan kepalanya seolah orang di sebrang sana bisa melihatnya nichkhun dan ternyata orang yang junho hubungi itu adalah ibu nichkhun yang tinggal di thailand. junho terkekeh melihat nichkhun kembali ceria saat bicara dengan ibunya
"aniyo .... aku tidak sakit ... ani ... eomma jangan khawatir aku sangat sehat dan baik2 saja !" junho duduk di sofa sambil memadang nichkhun yang tengah bicara dengan ibunya lewat telpon itu di balkon menjauhinya
"andwae ... bukankah eomma sangat ingin tinggal di thailand ... aku tidak apa2 tinggal disini ... dia ..." nichkhun memadang junho yang tengah memperhatikan dia , nichkhun sedikit tersenyum " dia sangat baik padaku ... dia menjagaku dengan baik eomma " lanjutnya kembali beralih memandang jalanan yang ada di bawah apatment junho itu
"emm ... saranghae ... ne !" nichkhun menutup sambungan telpon itu bagaimanapun juga itu sambungan internasional
nichkhun berjalan mendekati junho dan berdiri di hadapannya
"kenapa kau menelpon ibuku ? kau mau dia khawatir padaku ??" tanya nichkhun duduk di samping junho sekarang
"aku tidak ingin kau sakit jadi aku putuskan membujukmu dengan kartu as-ku " nichkhun memajukan
"kau sangat merindukan ibumu ...?" nichkhun memadang junho yang bertanya dengan serius padanya sekarang
"ne .... rasanya sangat ketahuan berbohong jika aku mengatakan kalau aku tidak merindukan eommaku " jawab nichkhun jujur
"kita ke thailand lusa bagaimana ?" tawar junho namun nichkhun menggelangkan kepalanya.
"eomma sangat khawatir padaku karena kau menelponnya barusan , jika aku pulang eomma akan merasa kalau aku tidak bisa tinggal disni sendirian ... lagi pula eomma sangat ingin tinggal di thailand bagaimana mungkin aku akan membuat eomma mengikutiku yang ingin tinggal disini" jelas nichkhun panjang lebar dan junho mengangguk mengerti
"jadi sekarang mau makan ?!"junho berdiri dan mengulurkan tangannya kepada nichkhun
"aku tidak mau " jawab nichkhun masih diam tak bergerak di atas sofa
"aku telpon lagi eomma , otthe ?" tanya junho mengancam , nichkhun memajukan bibirnya mencibir apa yang junho katakan seraya berdiri dan mengganggam tangan junho .
mereka berjalan ke arah dapur untuk makan bersama
"neodo alji? neol jeongmal saranghae !" ucap nichkhun yang berjalan sambil memeluk tangan kiri junho , junho menoleh kearah nichkhun yang menumpukan kepalanya di bahu junho
"nado arra ... nado jeongmal saranghae " ucap junho mencium kepala nichkhun yang tengah bertengger di bahunya sekilas. nichkhun mendongak melihat junho tapi tatapan aneh yang dia berikan tatapan tidak yakin dengan apa yang junho katakan
'kau mencintaiku ? sangat mencintaiku ? apa malam ini kau akan menyiksaku lagi ?' itu pertanyaan yang hati nichkhun ajukan tapi dia tidak bisa mengatakan secara langsung apa yang ingin dia katakan itu pada junho , lagi2 dia masih snagat takut dengan apa yang akan terjadi dengannya nanti

tbc...........................................................
aduh saya merasa lucu sekali karena saya sudah merancang ff ini dari chap awal sampai ending di otak saya kok pas saya ketik saya lupa semuanya sih ? hanya ada segelintir ingatan2 saja jadi ini lah chap satu yang harusnya tidak seperti ini ... saya akan mecoba mengingat2 lagi dan saya tuangkan di chap selanjutnya dan itu jika readers berkanan dengan ff ini ...
bagaimana pendapat nada sekalian ? teruskan jangan ? dan juga berkenankah anda dengan ff bergenre penyiksaan dan kekerasan ? kalau tidak saya ganti sedikit alur jadi ff romance saja.
jangan lupa komentar ya ??????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

13 comments:

  1. annyeong thor ^^
    kalau menurutku sih ngga usah diganti ratenya..
    muehehe #senengbgtliatkhunnieoppamenderita *di gampar khunnie oppa*

    ReplyDelete
  2. jd romance aja kak, ngeri banget siksaannya.

    lagipula disini pasti ada winkies(nama fans nickhun) kan? pasti pada gak rela tuh idolanya disiksa kayak gini. mksdnya gpp klo mw bergenre kayak gini, tp dikurangi kadar kekerasannya, n agak ditambah dikit romancenya, ok :-)

    ReplyDelete
  3. bagus thor, kok bisa ya junho jd kasar kayak gitu? penyakitkah? atau kenangan masa lalu? entahlah, hanya tuhan dan author yang tau. hehe>.<

    ReplyDelete
  4. lanjuutt thoorr!!! ff protect the boss-nya cpetan ya sambungannya............ :-)

    ReplyDelete
  5. jangan terlalu sadis thor...kasihan khunnie oppa...walaupun aku empresses but aku hottest juga...
    mainnya jangan terlalu kasar ya thor...
    aku suka ff nya....

    ReplyDelete
  6. bagus,,, bagus thor! tapi terlalu kezam.. hehe

    ReplyDelete
  7. lajuuttt... lanjjuuuttt...

    ReplyDelete
  8. Thor ffny kok daebak" ya thor
    aku mw lnjtny ff in yg cpet ya thor

    ReplyDelete
  9. wah daebak thor i like it ,tp kekerasannya d kurangin ya thor lanjuttt...

    ReplyDelete
  10. lanjuttt...lanjuttt...seru bgt thor...

    ReplyDelete
  11. duh...ga kebayang junho punya geng... Ceritanya seru tp kashan khunnie... Kyknya hrs d kasih romanse sedikit deh.,ga tega khunppa d siksa ma junhoppa...ok thor ni hrs update kilat hrs....figthing

    ReplyDelete
  12. thor, maaf aku baru baca sumarry.a skarang.. yg can not be without you aku bikin emang buat ff author tpi, karna poster.a ga memuaskan jadi aku ga kasih tau ke author.. tpi kalo author suka, aku seneng :D

    nama FB author apa?

    ReplyDelete